Anda di halaman 1dari 1

LAPORAN PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK

Nama : Azarella A. Ballo

NIM : 1408010037

Kelompok : 4 (empat)

TES RIVALTA
Tujuan
: Untuk mengetahui keadaan makroskopis cairan Exudat dan melihat
protein pada tes Rivalta.
Metode
: Tabung Neissler
Prinsip
: Seromucin yang terdapat dalam exudat dan tidak terdapat dalam
transudat akan bereaksi dengan asam asetat encer membentuk kekeruhan yang nyata.
Alat dan Bahan
:
1. Tabung Silinder/Neissler
2. Pipet tetes
3. Rak tabung Neissler
4. Aquadest
5. Asam asetat glacial
Sampel

: Cairan pleura

Cara Kerja
:
1. Siapkan tabung silinder (neissler), dimasukan 100ml aquadest
2. Ditambahkan 1 tetes asm asetat glassial
3. Kemudian dikocok (dicampur homogen, jangan sampai berbusa dan berbuih).
4. Kemudian diambil sampel, ditetskan 2 tetes sampel kedalam larutan, tetesan tertinggi 1 cm
dari permukaan larutan.
5. Apabila terjadi kekeruhan seperti kabut awan yang berwarna putih maka protein positif (+)
Pengamatan

1. Makroskopis :

1. Volume: 1,0 ml
2. Warna : kuning
3. Kejernihan : keruh.
4. Bau : amis

2. Tes Rivalta :

Protein positif (+) adanya kabut awan.

Pembahasan :
Ciri-ciri spesifik transudat :
Cairan jernih, encer, kuning muda, berat jenis<1018, tidak ada bekuan, kadar protein < 2,5
g/dl, kadar glukosa kira-kira sama seperti kadar glukosa plasma darah, jumlah sel kecil, steril
Fungsi dari transudat dan exudat adalah sebagai respon tubuh terhadap adanya gangguan
sirkulasi dengan kongesti dan oedema (transudat), serta adanya inflamasi akibat infeksi
bakteri (exudat). Transudat terjadi sebagai akibat proses bukan radang oleh gangguan
kesetimbangan cairan tubuh (tekanan osmosis koloid), stasis dalam kapiler, sedangkan exudat
bertahan dengan salah satu proses peradangan.
Kesimpulan :
Cairan yang digunakan sebagai sampel praktikum adalah cairan transudat dan
mengandung protein.