Anda di halaman 1dari 24

clinical science sessions

KATARAK
Preceptor : dr. M. Yusran, Sp.M
SMF ILMU PENYAKIT MATA
RSUD Dr.Hi ABDUL MOELOEK BANDAR
LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNVERSITAS
LAMPUNG
2015
1

Anatomi
Jaringan transparan tak berwarna, avaskular,

dan berbentuk bikonveks (cembung) dengan


diameter 9mm tebal 5mm .
Lensa terdiri dari :
Kapsul
Korteks
Nukleus

Posisinya disangga oleh serat Zonula Zinii yang

berasal dari korpus siliare .

Fisiologi
Fungsi Lensa :
sebagai media refraksi yang penting selain

kornea
bersifat elastis sehingga bisa berubah-ubah
kecembungannya (proses akomodasi) .

Definisi
Setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang

dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan


cairan) llensa, denaturasi protein lensa
atau keduanya . 4

Etiopatogenesis
Katarak umumnya merupakan penyakit lansia

(degeneratif), akibat kelainan kongenital


ataupun penyulit mata lokal menahun seperti
glaukoma, uveitis, ablasio retina, dan retinitis
pigmentosa.
Lensa katarak terdapat agregat protein yang
menghamburkan berkas cahaya dan
mengurangi transparansinya. Perubahan
protein mengakibatkan perubahan warna
lensa menjadi kuning sampai coklat.
7

Faktor Resiko

Klasifikasi
Berdasarkan Proses Terjadinya
Katarak developmental
Katarak degeneratif
Katarak komplikata
Katarak traumatik

Berdasarkan Usia :
Katarak kongenital
Katarak juvenil
Katarak presenilis
Katarak senilis
9

Katarak Kongenital
Katarak ini mulai terjadi segera setelah lahir

dan berusia kurang 1 tahun


Kekeruhan lensa jarang menyeluruh sehingga
tidak memerlukan terapi .
Bercak putih di belakang pupil : leukokorea
Penyebabnya : riwayat infeksi prenatal
(rubella-toksoplasmosis), ibu galaktosemia,
DM, dan hipoparatiroid .

10

Ada 4 bentuk yang dapat

dilihat dengan slitlamp:


Katarak lamelar
Katarak polaris posterior
Katarak polaris anterior
Katarak nuklear .

11

Katarak juvenil
Lanjutan katarak kongenital
Bisa disebabkan karena trauma tumpul,

penyulit penyakit lain (lokal dan sistemik)

12

Katarak Senilis
Dimulai usia 50 tahun
Proses degenerasi
Terdapat 3 bentuk katarak senilis:
Katarak nuklear
Katarak kortikal
Katarak subkapsular posterior

13

Stadium Katarak Senilis


Insipien
Imatur
Matur
Hipermatur

14

Perbedaan Stadium Katarak


Senilis
Insipien

Imatur

Matur

Hipermatu
r

Ringan

Sebagian

Seluruh

Masif

Cairan lensa Normal

Bertambah

Normal

Berkurang

Iris

Normal

Terdorong

Normal

Tremulans

Bilik mata
depan

Normal

Dangkal

Normal

Dalam

Sudut bilik
mata

Normal

Sempit

Normal

Terbuka

Kekeruhan

Shadow test
Penyulit
15

(-)
(-)

(+)
Glaukoma

(-)

Pseudo(+)

(-)

Uveitis +
glaukoma

Gejala kLinis
Pandangan seperti berkabut
Penglihatan kabur perlahan
Tidak nyeri
Silau
Sukar mengendarai kendaraan malam hari
Diplopia
Penglihatan di malam hari sedikit berkurang
Sering berganti-ganti kacamata
Terkadang jelas melihat dekat (miopisasi)
16

Pemeriksaan Fisik
Visus dasar dan visus dengan kacamata yang

dimiliki
Pemeriksaan segmen anterior dan posterior
Pemeriksaan Shadow test (+)
Pemeriksaan TIO dengan tonometri schiotz
Pemeriksaan funduskopi : memungkinkan
untuk katarak imatur
Pemeriksaan biometri dan keratometri

17

Ekstraksi Katarak
Ekstrakapsular (EKEK)
Mengeluarkan isi lensa dengan menginsisi

limbus / kornea perifer atau bagian temporal


IOL dipasang pada kantung kapsular disangga
oleh kapsul posterior yang utuh
Indikasi :
Pasien katarak muda, pasien kelainan endotel

Keuntungan :
Sayatan lebih kecil, sedikit jahitan sehingga

lebih cepat penyembuhan, dan komplikasi


sedikit .
18

Fakoemulsifikasi
Teknik EKEK yang paling sering digunakan
Menggunakan vibrator ultrasonik genggam

untuk menghancurkan nukleus yang keras


sehingga nukleus dan korteks dapat
diaspirasi melalui insisi 3-5 mm .
Keuntungan : perbaikan luka lebih cepat
dan mengurangi peradangan intraokular .

19

EKEK

20

Alat Fako

Ekstraksi Katarak
Intrakapsular
Semua lensa bersama kapsulnya diangkat
Insisi pada superior limbus 9-10mm
Teknik ini jarang digunakan
Indikasi :
Pasien dengan zonula zinii yang rapuh,

berdegenerasi dan mudah putus .


KontraIndikasi :
Pasien usia kurang 40 tahun yang masih

memiliki ligamen hialoidea kapsular

21

EKIK
Penyulit :
astigmat, glaukoma, uveitis, endoftalmitis,

petrdarahan dan ablatio retina .

22

Komplikasi Pembedahan

23

Daftar Pustaka
Wijana, Nana, dr. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta:

24

Abadi Tegal, 1993, hal 190-210 .


Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia,
Imlu Penyakit Mata ed-2, Jakarta : CV.Sagung
Seto, 2010, hal 143-154 .
Asbury, T.Vaughan, Eva-PR, Oftamologi Umum
ed-17, Jakart, 2009, hal 169-176 .
Ilyas, Sidarta, H, dr, Prof Ilmu Penyakit Mata.
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ed3, Jakarta, 2010, hal 200-211
American Academy of Ophtalmology, Lens
and Cataract Basic and Clinical Science
Course Section 11, Sigapore: 2011, hal 5-60 .

Anda mungkin juga menyukai