Anda di halaman 1dari 11

KUISIONER TINGKAT KEMAMPUAN/ LEVEL KOMPETENSI 1

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

NAMA PENYAKIT
Abortus spontan komplit
Abortus mengancam/insipiens
Abortus spontan inkomplit
Alergi makanan
Anemia
Anemia defisiensi besi pada kehamilan
Angina pektoris
Apendisitis akut
Artritis Osteoartritis
A. Reumatoid
Askariasis
Asma Bronkial
Astigmatism ringan
Bell's Palsy
Benda asing di hidung
Benda asing di konjungtiva
Blefaritis
Bronkritis akut
Buta senja
Cardiorespiratory arrest
Cutaneus larva migran
Delirium yang diinduksi dan tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya
Demam dengue, DHF
Demam tifoid
Demensia
Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
Dermatitis kontak alergika
Dermatitis kontak iritan
Dermatitis numularis
Dermatitis seboroik
Tinea kapitis
Tinea barbae
Tinea fasialis
Tinea korporis
Tinea manum
Tinea unguium
Tinea kruris
Tinea pedis
Diabetes melitus tipe 1
Diabetes melitus tipe 2
Disentri basiler dan amuba
Dislipidemia
Eklampsia
Epilepsi
Epistaksis
Exanthematous drug eruption
Fixed drug eruption
Faringitis
Filariasis
Fluor albus/vaginal discharge non gonorhea
Fraktur terbuka, tertutup
Furunkel pada hidung
Gagal jantung akut
Gagal jantung kronik
Gangguan campuran anxietas dan depresi
Gangguan psikotik
Gastritis
Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
Glaukoma akut
Gonore
Hemoroid grade 1-2

LEVEL KOMPETE
2

62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126

Hepatitis A
Hepatitis B
Herpes simpleks tanpa komplikasi
Herpes zoster tanpa komplikasi
Hiperemesis gravidarum
Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik
Hipermetropia ringan
Hipertensi esensial
Hiperuricemia (Gout)
Hipoglikemia ringan
HIV AIDS tanpa komplikasi
Hordeolum
Infark miokard
Infark serebral/Stroke
Infeksi pada umbilikus
Infeksi saluran kemih
Influenza
Insomnia
Intoleransi makanan
Kandidiasis mulut
Katarak
Kehamilan normal
Kejang demam
Keracunan makanan
Ketuban Pecah Dini (KPD)
Kolesistitis
Konjungtivitis
Laringitis
Lepra
Leptospirosis (tanpa komplikasi)
Liken simpleks kronis/ neurodermatitis
Limfadenitis
Lipoma
Luka bakar derajat 1 dan 2
Malabsorbsi makanan
Malaria
Malnutiris energi-protein
Mastitis
Mata kering
Migren
Miliaria
Miopia ringan
Moluskum kontagiosum
Morbili tanpa komplikasi
Napkin eczema
Obesitas
Otitis eksterna
Otitis media akut
Parotitis
Pedikulosis kapitis
Penyakit cacing tambang
Perdarahan saluran cerna bagian atas
Perdarahan saluran cerna bagian bawah
Perdarahan post partum
Perdarahan subkonjungtiva
Peritonitis
Pertusis
Persalinan lama
Pitiriasis rosea
Pioderma
Pitiriasis versikolor
Pneumonia aspirasi
Pneumonia, bronkopneumonia
Polimialgia reumatik
Pre-eklampsia

127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155

Presbiopia
Rabies
Reaksi anafilaktik
Reaksi gigitan serangga
Refluks gastroesofageal
Rhinitis akut
Rhinitis alergika
Rhinitis vasomotor
Ruptur perineum tingkat 1-2
Serumen prop
Sifilis stadium 1 dan 2
Skabies
Skistosomiasis
Status Epileptikus
Strongiloidiasis
Syok (septik), hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)
Taeniasis
Takikardi
Tension headache
Tetanus
Tirotoksikosis
Tonsilitis
Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
Urtikaria (akut dan kronis)
Vaginitis
Varisela tanpa komplikasi
Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)
Veruka vulgaris
Vulvitis

EVEL KOMPETENSI 155 DIAGNOSA PADA FKTP PPK BPJS KESEHATAN


LEVEL KOMPETENSI
3A
3B

LEVEL KOMPETENSI SESUAI


PERMENKES NO 5 TAHUN 2014
4A
3B
3B
4A
4A
4A
3B
3B
3A
3A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
3B
4A
3A
4A
4A
3A
4A
3A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
3B
3A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
3B
4A
3B
3A
3A
3A
4A
4A
4A
4A
4A

4A
3A
4A
4A
3B
3B
4A
4A
4A
4A
4A
4A
3B
3B
4A
4A
4A
4A
4A
4A
2
4A
4A
4A
3A
3B
4A
4A
4A
4A
3A
4A
4A
4A
3A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
3B
3B
3B
4A
3B
4A
3B
4A
4A
4A
3B
4A
3A
3B

4A
3B
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
3A
4A
4A
3B
4A
3B
4A
3B
4A
4A
3B
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A
4A

TP PPK BPJS KESEHATAN


KETERANGAN
Keterbatasan alat dan keterampilan dokter
Keterbatasan alat dan keterampilan dokter
Keterbatasan alat dan keterampilan dokter
Terbatas pada anemia defisiensi besi dan anemia ringan (Hb 8)

Tanpa komplikasi
Terbatas pada Basic Life Support (RJP)

Terbatas pada DHF Grade I dan II

Dengan pendampingan Dokter Spesialis Penyakit Dalam


Dengan pendampingan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dengan pendampingan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Diperlukan pelatihan untuk penanganan HIV AIDS

TINGKAT KEMAMPUAN DOKTER DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT DI DALAM STAND


MENURUT PERMENKES NOMER 5 TAHUN 2014

No

Tingkat Kemampuan/ Level


Kompetensi

Tingkat Kemampuan 1

Tingkat kemampuan 2

3 Tingkat kemampuan 3

a) Tingkat kemampuan 3A

b) Tingkat kemampuan 3B

Tingkat kemampuan 4

DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT DI DALAM STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA


MENURUT PERMENKES NOMER 5 TAHUN 2014

Penjelasan
MENGENALI DAN MENJELASKAN
Mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling
tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutya
menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien.
Mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan
MENDIAGNOSIS DAN MERUJUK
Mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang
paling tepat
Mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.
MENDIAGNOSIS, MELAKUKAN PENATALAKSANAAN AWAL DAN MERUJUK
Bukan Gawat Darurat
Mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang
bukan gawat darurat
Mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya
Mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan
Gawat Darurat
Mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat
darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/ atau kecacatan pada
pasien
Mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya
Mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan
MENDIAGNOSIS DAN MELAKUKAN PENATALAKSANAAN SECARA MANDIRI DAN TUNTAS
Mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara
mandiri dan tuntas