P. 1
Analog to Digital Converter (ADC)

Analog to Digital Converter (ADC)

|Views: 1,188|Likes:
Dipublikasikan oleh imtm08042
Skema konversi dari sinyal analog ke sinyal digital untuk engineering bukan elektro. Silakan diunduh. Slide ini dibuat oleh dosen Pengantar Elektronika (TM) ITB, Bapak Rio Seto Yudoyono.
Skema konversi dari sinyal analog ke sinyal digital untuk engineering bukan elektro. Silakan diunduh. Slide ini dibuat oleh dosen Pengantar Elektronika (TM) ITB, Bapak Rio Seto Yudoyono.

More info:

Published by: imtm08042 on May 12, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

Analog to Digital Converter (ADC

)

Non periodik:

proses1: sampling
metoda: successive approximation sampling rate, sampling frequency = jumlah sampel per satuan waktu sampling precision = jumlah tingkat atau level kuantisasi sampel

Periodik: perioda sinyal output lebih besar (lama) dibandingkan sinyal input; terjadi salah interprestasi; efek ini disebut aliasing bentuk sinyal output berbeda dan tidak mirip dibandingkan sinyal

input

Non periodik:

proses2: kuantisasi
metoda: successive approximation sampling rate = 1000 per detik sampling precision = 10

Periodik:

sinyal biru = rekonstruksi kembali sinyal setelah sampling; sinyal tidak sama dengan original  sampling error Kondisi ‘ideal’, sampling rate = 44100 per detik, precision atau kuantisasi = 216 (2 byte, 65.536)

1 CD = 790 MB dipakai untuk menyimpan musik/lagu digital; lama waktu ‘tayang’?

metoda ADC: digital

ramp

kunci rangkaian ADC adalah komparator, yaitu ouput = 1 selama tegangan Vs (sinyal) > V(-) V(-) dihasilkan DAC, tegangan sesuai kode biner yang mencacah naik; jika V(-) > Vs, output komparator = 0 dan menghentikan proses pencacahan isi pencacah (counter) adalah nilai ekivalen biner sinyal analog Vs

Tugas1: cara kerja umum counter (pencacah)? Pakai datasheet IC counter 4017 sebagai contoh Tugas2: terangkan konsep proses DAC (Digital to Analog Converter) dari rangkaian R-2R (untuk 3-bit)

metoda ADC: successive

approximation

kunci rangkaian ADC ini juga komparator dan bit MSB (most significant bit) data biner yang dikendalikan rangkaian khusus ‘control logic’ untuk pembanding komparator seperti sebelumnya, ouput = 1 jika tegangan sinyal Vs > V(-) data biner dimulai dengan MSB = ‘1000’ V(-) < Vs: ‘on’kan MSB sebelahnya ‘1100’, periksa, kalau masih < , ‘on’kan MSB ‘1110’, dst; kalau >, turunkan 1 hitungan V(-) > Vs: ‘off’kan MSB & ‘on’kan MSB di sebelahnya ‘0100’, cek; kalau masih <, reset MSB & ‘on’kan MSB ‘0010’, cek; kalau >, turunkan 1 hitungan
0011 > 0000

V(-) = 1000 V(-) < Vs 1100 (naik) < 1110 > 1011 < 1111 0001 0010 < V(-) > Vs 0100 >

saat V(-) > Vs proses konversi berhenti; data biner ekivalen biner sinyal analog Vs
Tugas: konversi mana lebih cepart ‘digital ramp’ atau rangkaian ini, jelaskan

metoda ADC: flash
kunci rangkaian ADC adalah rangkaian pembagi tegangan dan komparator, output = 0 jika Vs > V(+) (contoh + 10 volt) Output 0 diinvert menjadi 1 di rengkaian enkoder; total jumlah ‘1’ diubah ke biner ekivalennya oleh enkoder proses konversi ini tercepat dibandingkan kedua rangkaian konversi sebelumnya; kelemahannya, diperlukan sangat banyak komparator (63 komparator untuk 6-bit, 255 untuk 8-bit, … dan seterusnya)

Tugas: buat rangkaian enkoder sederhana (4 input)

aliasing
sampling rate atau sampling frequency mempengaruhi bentuk gelombang akhir; undersampling jika f-sampling < f-sinyal, oversampling jika f-sampling > f-sinyal cacat sinyal karena undersampling disebut cacat aliasing; lihat contoh

Filter (Penapis, Penyaring)

amplituda

low pass filter
BAND PASS HIGH PASS

LOW PASS

f, ω

Vout 1/j ωC 1 = = Vin R+1/j ωC jωRC+1

ω = 0,
magnituda, gain, |Vout/Vin| 1 .707 -20db/dekade

Vout =1 Vin Vout =0 Vin

ω = ∞, ω=
f, ω

1 Vout , = 0,707 RC Vin

fco (cut off)

amplituda

low pass filter

LOW PASS

f, ω

10 V

4,7 k 47n

XC Vout 1/j ωC Vout = → = Vin R+1/j ωC Vin R2 + XC2

f =10 0
magnituda |Vout/Vin|, gain = 20 log Vout/Vin (dB) 1 (0dB) .707 (- 3dB) -20db/dekade (- 6dB/oktaf) f, ω

XC =33,86Ω, f =10 .000

Vout = 9,9 Vin

fco (cut off)

Vout XC =338,6Ω, = 0,718 Vin f co = ?

10 V

4,7 k 47n

low pass filter
ringkasan LPF (low pass filter) komponen RC (atau RL) membentuk persamaan orde-1 dengan karakteristik sebagai berikut: Respon Frekuensi Frekuensi, fco __________________

magnituda |Vout/Vin|, gain = 20 log Vout/Vin (dB) 1 (0dB) .707 (- 3dB) BANDWIDTH f, ω -20db/dekade (- 6dB/oktaf)

Fasa ϕ

__________________

Gain (%), (dB) __________________ fco (cut off) Bandwidth BW __________________ Lain-lain Waktu konstan _________________ Waktu naik (tr) _________________ Rangkaian integrator ____________
Tugas: kaji rangkaian LPF komponen RL dan HPF (high

fasa Vout terhadap Vin, ϕ = -arctan (2f π RC) 0
o

-45o

-90o

f, ω

pass filter) komponen RC

fco (cut off)

Transmission Line

tdr (time domain reflectometry)
Vs Zo ZL
TDR dipakai mengkaji perilaku saluran transmisi secara umum Tegangan gelombang persegi diterapkan; beban awal yang dirasakan sumber adalah impedansi saluran transmisi Zo. Rambatan gelombang mencapai impedansi akhir ZL; jika ZL tidak sama Zo gelombang dipantulkan kembali,

Vr =
Masalah pentransmisian sinyal dapat diabaikan jika L << λ hitung λ untuk jala-jala PLN dan sinyal gelombang radio 50 GHz, kesimpulan apa yang dapat ditarik?

ZL − Zo Vs ZL + Zo

Gelombang pantul yang tiba di sumber 2L/0,7c detik kemudian menunjukkan “jenis” impedansi beban
c = kecepatan cahaya, 3 x 108 m/detik; panjang saluran L m; panjang gelombang λ m

model
Vs Zo ZL
Zo= L C

β = ω LC, konstanta propagasi V(z) V+ e− jβz + V−e+ jβz =

lain-lain
Luar jalur Pengetahuan umum kabel lihat tabel AWG

Tugas: Kabel jenis apa yang dipakai untuk mentransmisikan energi listrik berdaya besar? jelaskan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->