Anda di halaman 1dari 23

[MATERI PEMBINAAN THS-THM

2014/2016]

BAB I
MARI MENGENAL LITURGI
1. APAKAH LITURGI ITU ?
Liturgi adalah tindakan umat Allah untuk merayakan imannya. Dengan liturgi,
manusia bisa memuliakan Allah dan Allah menguduskan manusia.
2. LITURGI MELIPUTI KEGIATAN APA SAJA ?
Kegiatan liturgi dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
a. Perayaan sakramen, misalnya: Ekaristi dan pengakuan dosa
b. Perayaan sabda, misalnya: Ibadat Sabda
c. Doa, misalnya: Ibadat Harian.
3. BAGAIMANA SIFAT LITURGI ?
a. Eklesial atau Gerejawi artinya menyeluruh
b. Sosial, yakni dirayakan oleh Imam bersama umat. Jadi, umat ikut berperan
aktif dalam Liturgi dengan menjawab, menanggapi, menyanyi dan
sebagainya.
c. Pesta, yakni liturgi merupakan kegembiraan.
4. APA SAJA FUNGSI LITURGI ?
a. Karya penyelamatan dihadirkan dalam Ekaristi
b. Umat dididik akan Kitab Suci
c. Umat dipersatukan dalam Kristus
d. Karya penebusan diwartakan kepada seluruh dunia.
5. MENGAPA KITA MESTI MENGENAL LITURGI ?
Sebagai umat Katolik, kita perlu mengenal liturgi, agar kita dapat lebih
menghayati perayaan iman kita.

A. TAHUN LITURGI
APAKAH PERBEDAAN TAHUN LITURGI DENGAN TARIKH MASEHI ?
Tahun liturgi merupakan penanggalan Gereja yang mengatur tentang Bacaan
misa, perayaan-perayaan atau hari raya. Penanggalannya dimulai sekitar akhir
November atau awal Desember, yakni pada Minggu Adven Pertama dan
berakhir pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.
Tarikh Masehi adalah penanggalan yang dimulai 1 Januari dan berakhir pada
31 Desember.
Setiap Tahun Liturgi terdiri atas 5 (lima) masa:
Masa Adven
Masa Natal
Masa Prapaskah
Masa Paskah
Masa biasa
Di samping masa-masa itu, ada juga hari-hari raya atau pesta.
Adapun urutan Masa dalam Tahun Liturgi adalah sebagai berikut:
1. Masa Adven
2. Masa Natal
3. Masa Biasa I
4. Masa Prapaskah
5. Masa Paskah
6. Masa Biasa II
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN MASA ADVEN ?
Kata Adven berasal dari bahasa Latin yakni adventus yang berarti kedatangan.
Dalam masa Adven kita merindukan kedatangan Tuhan Yesus baik pada hari
Natal maupun pada kedatangannya yang kedua kali pada hari kiamat. Pada
masa ini, kita diajak untuk menyegarkan iman dan bertobat sehingga kita layak
menyambut kedatangan Sang Penebus Dunia. Masa Adven terdiri dari 4
(empat) minggu, sebelum hari Natal. Pada masa Adven, imam mengenakan
kasula berwarna ungu yang melambangkan rasa prihatin, mati raga dan tobat.
Pada masa Adven, lagu Kemuliaan atau Gloria ditiadakan. Demikian pula
hiasan bunga di altar dikurangi dan gereja dihiasi lilin Adven. Lilin ini diletakkan
di atas lingkaran atau roda Adven, jumlah ilinnya empat yang melambangkan
empat minggu. Jumlah lilin yang dinyalakan sesuai dengan Minggu Adven
yang keberapa. Lilin-lilin ini menggambarkan Kristus sebagai Cahaya Dunia.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN MASA NATAL ?
Kata Natal berasal dari bahasa Latin yakni Natus artinya kelahiran. Masa Natal
berlangsung sejak tanggal 25 Desember hingga Hari Minggu setelah tanggal 6
Januari (Epifani) yakni Hari Raya Pembabtisan Tuhan. Pada masa ini, kita
merayakan Tuhan dengan menyanyikan lagu Kemulian (Gloria). Sepatutnyalah
kalau kita bersuka ria menyambut kedatangan Sang Penebus karena itu kasula

Imam berwarna putih sebagai lambang kegembiraan.


Dalam masa Natal ini, kita juga merayakan beberapa pesta, yakni:
2

Keluarga Kudus (Hari Minggu setelah natal)


Pesta Kanak-Kanak Suci (28 Desember)
Santa Maria Bunda Allah (1 Januari)
Penampakan Tuhan/Epifani (6 Januari)
Pesta Pembabtisan Tuhan.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MASA PRAPASKAH ?


Masa Prapaskah ialah masa persiapan menyambut Paskah. Masa ini disebut
juga Masa Puasa, karena kita mempersiapkan diri denga berpuasa dan
berpantang. Puasa dan pantang ini bukanlah tujuan melainkan sarana agar
kita bisa bertobat. Berpantang berarti mengurangi sesuatu yang kita sukai
sedangkan berpuasa berarti mengurangi jatah makan. Dalam masa ini kita
menyisihkan sebagian uang jajan kita untuk Aksi Puasa.
Lamanya masa Prapaskah adalah 40 hari yang mengingatkan kita akan 40
tahun pengembaraan umat Israel di padang gurun menuju tanah terjanji yakni
Kanaan. Masa Puasa diawali dengan Penerimaan Abu. Abu yang dipakai itu
berasal dari abu daun palma. Abu ini dicampur dengan air lalu diterimakan
pada dahi kita pada Hari Rabu Abu. Hal ini mengingatkan kita bahwa kita ini
fana dan tak berharga di hadirat Tuhan seperti halnya debu. Selama masa ini
Lagu Kemuliaan (Gloria) maupun Alleluya ditiadakan. Warna liturgisnya adalah
ungu, karena kita sedang prihatin dan bertobat.
Hari Minggu sebelum Paskah adalah Minggu Palma. Pada hari itu, kita berarak
menuju gereja sambil menyanyikan Lagu Hosana seraya melambaikan Daun
Palma. Hal ini mengingatkan kita bagaimana suasananya ketika Orang Yahudi
menyambut kedatangan Yesus di Yerusalem.
Sesudah kedatangannya di Yerusalem, Yesus mulai menderita. Maka Minggu
Palma juga dinamakan Minggu Sengsara.
Hari Minggu Palma adalah hari pertama dalam Pekan Suci, yang akan
berlangsung sampai dengan Sabtu Sepi yang juga dinamakan Sabtu Suci.
Minggu ini dinamakan Pekan Suci atau Minggu Suci sebab oleh penderitaan
dan wafat Yesus, surga telah dibuka kembali bagi kita. Dalam Pekan Suci ini,
kita juga merayakan Tri Hari Suci.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN TRI HARI SUCI ?
Tri Hari Suci adalah tiga hari terpenting dalam kehidupan Yesus. Hari Kamis Putih
saat Dia mengadakan Perjamuan Malam Terakhir. Jumat Suci ketika Dia wafat
dan akhirnya kebangkitan-Nya yang kita rayakan pada Malam atau Minggu
Paskah. Tri Hari Suci merupakan PUNCAK LINGKARAN TAHUN LITURGI.
3

Pada Perjamuan Malam Terakhir, Tuhan Yesus mengadakan Sakramen Ekaristi


dan Imamat. Tubuh dan Darah-Nya sendiri yang dikurbankan bagi kita. Dalam
Perayaan Ekaristi Kamis Putih, setelah khotbah pastor akan membasuh kaki ke12 Rasul-Nya. Warna liturgi Kamis Putih adalah Putih. Pada siang harinya di
gereja Katedral diadakan pemberkatan Minyak Krisma, Minyak Katekumen,
dan Minyak untuk orang sakit. Semua minyak itu berasal dari minyak zaitun.
Selanjutnya, di gereja setelah perayaan Ekaristi di adakan pentahtaan
Sakramen Mahakudus dan Tuguran. Kita berdoa di depan Sakramen
Mahakudus menyertai Tuhan Yesus yang sedang berdoa dalam sakrat maut di
Taman Zaitun.
Pada Jumat sore, kita mengenangkan wafat Tuhan Yesus. Pada hari ini, tidak
ada misa karena Tuhan Yesus sendiri berkurban di kayu salib. Imam
mengenakan kasula berwarna merah yang melambangkan cinta kasih Kristus
kepada umat-Nya. Imam memasuki altar tanpa diiringi lagu pembukaan
karena kita sedang berkabung atas wafatnya Putra Allah. Sesampai di altar,
Imam dan misdinar bertiarap atau berlutut hingga beberapa saat. Bacaan Injil
diganti dengan lagu Passio, artinya Sengsara Tuhan Yesus. Kemudian diadakan
penghormatan Salib Suci. Kita bergantian maju untuk mencium Salib.
Malam Paskah dirayakan dengan meriah sebagai Tuguran atas kebangkitan
Tuhan Yesus. Mula-mula diadakan pemberkatan Lilin Paskah di luar gereja. Lalu
Lilin Paskah diarak ke gereja yang gelap gulita. Lilin Paskah melambangkan
Kristus yang bangkit mengalahkan kuasa kegelapan yaitu dosa dan maut.
Sementara umat memegang lilin-lilin kecil yang apinya disulut dari Lilin Paskah.
Bacaan pada Malam Paskah cukup banyak yang berisi nubuat para nabi atas
kebangkitan Kristus. Setelah itu, biasanya diadakan upacara pembabtisan atau
hanya pembaharuan janji babtis. Sementara kita memperbaharui janji babtis,
Imam memerciki kita dengan air suci.
SETELAH MASA PRAPASKAH KITA MEMASUKI MASA APA ?
Kita memasuki masa Paskah. Masa ini berlangsung hingga Pentakosta, yakni
Hari Raya Turunnya Roh Kudus. Jadi Masa Paskah berlangsung selama 50 hari.
Kita biasa mengamati lilin paskah yang dinyalakan terus sepanjang Masa
Paskah.
Pada hari ke-40, kita merayakan Kenaikan Tuhan Yesus ke surge. Tuhan Yesus
naik ke Surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita di Surga. Keesokan
harinya kita memulai Doa Novena Turunnya Roh Kudus supaya kita menerima
ketujuh Roh Karunia Roh Kudus.

TUJUH ROH KARUNIA ROH KUDUS ITU APA SAJA ?


Roh Kebijaksanaan

Roh
Roh
Roh
Roh
Roh
Roh

Akal Budi
Hikmat atau Pengertian
Nasehat
Kekuatan
Ketakwaan
Takut akan Allah

LALU BAGAIMANA DENGAN HARI RAYA PENTAKOSTA ?


Pada hari raya Pentakosta, Imam mengenakan kasula berwarna merah yang
mengingatkan kita akan lidah api lambag Roh Kudus. Warna merah juga
melambangkan cinta kasih Kristus yang mengutus Roh Kudus agar menyertai
hidup kita.
BAGAIMANA DENGAN MASA BIASA, MENGAPA ADA DUA MASA BIASA ?
Masa biasa berarti bukan masa-masa khusus. Masa biasa umumnya terdiri dari
33 atau 34 minggu. Masa biasa I berlangsung antara Masa Natal dan Masa
Prapaskah. Masa biasa I hanya 8 minggu. Sedangkan masa biasa II
berlangsung antara Masa Paskah dan Adven.
APAKAH SELAMA MASA BIASA TIDAK ADA HARI-HARI RAYA, PESTA/PERINGATAN ?
Ada. Berikut ini adalah hari-hari raya selama Masa Biasa:
Hari Raya Tri Tunggal Mahakudus : Seminggu setelah Pentakosta.
Hari Raya Tubuh dan Darah Yesus: Dua minggu setelah Pentakosta.
Hari Raya Hari Kudus Yesus: Hari Jumat setelah HR Tubuh dan Darah Yesus.
Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam: Seminggu sebelum Minggu Adven I.
Hari Raya ini merupakan penutupan Tahun Liturgi.
KAPAN PESTA / PERINGATAN TUHAN YESUS, BUNDA MARIA DAN PARA KUDUS?
Peringatan Tuhan Yesus dan Bunda Maria:
01 Januari
: Santa Maria Bunda Allah
02 Januari
: Yesus dipersembahkan di Kenisah
25 Maret
: Hari Raya Kabar Sukacita.
Bunda Maria mendapat kabar dari Malaikat Gabriel.
06 Agustus
: Pesta Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
15 Agustus
: Hari Raya Maria diangkat ke surge
22 Agustus
: Peringatan Santa Perawan Maria Ratu
08 September : Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
5

14 September : Pesta Salib Suci


07 Oktober
: Pesta Rosario Suci
21 November : Peringatan Santa Maria dipersembahkan kepada Allah
08 Desember : Maria dikandung tanpa noda.
Peringatan Para Kudus ada banyak sekali, sehingga tidak mungkin disebutkan
satu persatu. Cukup bila disebutkan beberapa saja.

25
22
19
24
29
15
29
01
02

Januari
Februari
Maret
Juni
Juni
Agustus
September
November
November

:
:
:
:
:
:

Pesta bertobatnya Santo Paulus


Pesta tahta Santo Petrus
Hari Raya Santo Yosef
Hari Raya kelahiran Yohanes Pemandi
Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus
Pesta Santo Tarsisius (Pelindung PPA)
: Pesta Santo Mikael, Rafael dan Gabriel
: Hari Raya semua Orangn Kudus
: Peringatan arwah semua orang kudus.

BULAN MEI SERING DISEBUT BULAN MARIA SEDANGKAN BULAN OKTOBER SEBAGAI
BULAN ROSARIO. LALU BULAN LAINNYA DISEBUT APA ?
Gereja memang mengkhususkan suatu bulan untuk peringatan tertentu.
Selengkapnya adalah sebagai berikut:
Januari
: Nama Kudus Tuhan Yesus
Februari
: Tujuh kedukaan Bunda Maria, yakni:
1. Ramalan Simeon tentang dirinya (Luk 2:31-35)
2. Pengungsian ke Mesir (Mat 2:15)
3. Yesus tertinggal di Kenisah (Luk 2:41-52)
4. Perjumpaan Maria dengan Yesus di tengah jalan ke Kalvari.
5. Yesus wafat di kayu salib (Yoh 19:25-27)
6. Hati Yesus ditembus tombak (Yoh 19:34)
7. Yesus dimakamkan (Mrk 15:47)
Maret
: Santo Yosef
April
: Para Kudus
Mei
: Maria
Juni
: Hati Kudus Tuhan Yesus
Juli
: Darah Tuhan Yesus yang Mahakudus
Agustus
: Penghormatan kepada Bunda Maria
September : Malaikat dan Kitab Suci
Oktober
: Rosario
November : Peringatan jiwa-jiwa
Desember : Kanak-kanak Yesus
6

B. MENGENAL GEDUNG GEREJA


DALAM GEDUNG GEREJA ADA APA SAJA?
A. PANTI IMAM Panti imam biasanya lebih tinggi daripada panti umat dan
letaknya diusahakan agar semua umat bisa melihat imam atau para
petugas yang ada di altar. Di panti imam banyak barang yang mesti kita
simak.
1. Altar Meja besar tempat merayakan Ekaristi. Meja ini ditutup kain dan
di atasnya terdapat hiasan bunga dan lilin beserta kandelar (tempat lilin)
2. Ambo Tempat untuk merayakan Ibadat Sabda. Biasa juga disebut

mimbar. Di sini lector membacakan bacaan, pemazmur menyanyikan


Mazmur Tanggapan dan Imam membacakan Injil serta berkhotbah.
3. Sedilia Tempat duduk imam, misdinar, lektor dan pemazmur.
4. Tabernakel Lemari tempat menyimpan hosti yang telah diberkati.
Tabernakel artinya kemah yakni tempat Yesus sendiri bersemayam. Bila di
tabernakel ada Hosti Kudus, tentu Lampu Tuhan atau Lampu Suci
menyala. Tentunya kita harus menghormati-Nya kalau lewat di depan
tabernakel atau kalau masuk gereja kita harus menghormati Tuhan Yesus
yang bersemayam dengan berlutut, seandainya kita membawa sesuatu
cukup dengan membungkuk saja.
5. Meja Kreden Meja kecil dimana segala keperluan misa disediakan.
B. SAKRISTI Sakristi ialah tempat imam, misdinar dan para petugas lainnya
mengenakan busana liturgi. Di situ terdapat pula lemari-lemari pakaian misa
dan keperluan ibadat. Tentu dalam ruangan ini harus ada salib dan
kalender liturgi.
C. PANTI UMAT Panti umat ialah tempat duduk umat. Kadang-kadang koor
juga di panti umat bagian depan sehingga Paduan Suara dapat mengajak
umat berperan serta dalam ibadat. Umumnya bangku-bangku di panti
umat merupakan kombinasi tempat duduk dan tempat berlutut.
D. PORTAL Portal biasanya berupa papan, berfungsi sebagai tirai sehingga
perayaan Misa bisa berlangsung tidak terlihat dari luar. Hal ini berguna bagi
konsentrasi doa. Kadangkala portal ini juga dimanfaatkan sebagai tempat
menempelnya berita atau pengumuman, tetapi sebaiknya ini diletakkan di
luar gereja.

E. KAMAR PENGAKUAN Kamar pengakuan ialah kamar-kamar kecil tempat


dimana kita mengaku dosa kepada imam. Biasanya dalam ruangan ini
terdapat salib, tempat berlutut, dan stola untuk imam.
F.

MENARA GEREJA Menara ini menjadi petunjuk bahwa gedung gereja


tersebut adalah gereja. Menara juga diepakai untuk menggantungkan
lonceng. Dentang lonceng selalu mengundang kita untuk selalu ingat dan
berdoa kepada Tuhan. Selain tanda adanya upacara, setiap hari, lonceng
dibunyikan 3 kali, yakni pukul 06.00, 12.00 dan 18.00. Ketiganya adalah waktu
berdoa Angelus (Doa Malaikat Tuhan)

C. ALAT-ALAT LITURGI
KEPERLUAN MISA ITU APA SAJA ?
Keperluan Misa kita bagi dua yaitu :
Bahan Misa
Peralatan Misa
1. BAHAN MISA
ANGGUR warnanya merah melambangkan Darah Kristus. Anggur juga
merupakan minuman khas Orang Yahudi. Selain itu anggur juga
melambangkan kegembiraan hati.
ROTI rasanya hambar dan terbuat dari bulir gandum. Roti juga
melambangkan makanan khas orang Yahudi. Roti tak beragi ini
melambangkan Tubuuh Kristus yang dikorbankan bagi kita.
Ada 2 (dua) macam hosti, yaitu:
o Hosti besar untuk imam
o Hosti kecil untuk umat
2. PERALATAN MISA
KORPORALE berasal dari kata Corpus yang berarti tubuh, disitulah
nanti diletakkan Tubuh Tuhan Yesus sendiri. Korporale berupa kain persegi
empat yang dibentangkan di Altar sebagai alas bagi piala, patena dan
piksis.
PALLA Kain putih berbentuk persegi empat yang dibuat kaku. Fungsi
palla sebagai penutup piala.
PATENA Seperti piring yang berlapis emas, tempat Hosti Besar.

8
SENDOK PIALA Sendok untuk mengambil air yang akan dicampur
dengan anggur dalam piala.
LAP PIALA / PURIFICATORIUM Berupa kain persegi empat yang dapat
dilipat 3 (tiga) dengan salib kecil di tengah. Fungsinya untuk
membersihkan piala.
PIALA / KALIKS Semacam cawan yang biasanya berlapis emas.
Susunan keenam alat itu disaat persiapan persembahan adalah:
1. Piala
2. Lap piala
3. Sendok piala
4. Patena dan Hosti besar
5. Palla
6. Korporale, letaknya paling atas
MONSTRAN Alat untuk menunjukkan Sakramen Mahakudus, biasanya
dipakai saat perarakan dan pentakhtaan Sakramen Mahakudus pada
Kamis Putih.
SIBORI Bentuknya seperti piala, bedanya lebih besar dan ada
tutupnya. Gunanya untuk menyimpan Hosti dalam tabernakel.

PIKSIS Bentuknya seperti kaleng kecil yang di dalamnya berlapis emas.


Gunanya untuk menyimpan hosti besar, hosti yang akan dikirim dan
diberikan kepada orang sakit.
AMPUL Semacam gelas untuk air dan anggur. Jika ampul tidak terbuat
dari kaca, ada tulisan V yakni singkatan dari Vinum artinya anggur,
sedangkan satunya tertulis A yakni singkatan kata aqua yang berarti air.
LAVABO Tempat air untuk cuci tangan Imam yang disertai dengan
kain lavabo. Pada kain lavabo, kadang-kadang terdapat salib kecil yang
terletak di tepi.
PEDUPAAN/TURIBULUM Tempat pedupaan. Lengkapnya terdiri dari:
Wiruk Gantungan Wiruk Tempat Dupa Sendok Dupa.
Pedupaan biasanya dipakai pada Misa meriah yakni pada saat
pemberkatan
altar
sebelum
pembacaan
injil. Pemberkatan
persembahan dan saat konsekrasi. Asap dupa yang membubung ini
melambangkan persembahan dan doa kita yang naik ke hadirat Tuhan
dan diterima.
HISOP Tempat air suci yang akan digunakan untuk memerciki umat
maupun benda-benda yang akan diberkati.

D. BUSANA IMAM
BUSANA IMAM ITU APA SAJA ?
JUBAH Busana putih panjang yang menjadi ciri khas rohaniwan/
rohaniwati. Warnanya putih melambangkan kesalehan dan kemurnian.
ALBA Semacam jubah tapi kainnya lebih tipis. Biasanya dipakai jika Imam
tak mengenakan jubah . Jadi dirangkaikan pada baju.
AMIK Kain persegi empat yang dipasang pada leher untuk menutupi
krach baju imam. Biasanya dikombinasikan dengan alba. Amik
melambangkan perisai dan keselamatan.
STOLA Semacam selendang yang dikalungkan pada leher imam. Stola ini
melambangkan kuasa imamat dan tanggung jawab. Stola juga dipakai oleh
uskup dan diakon. Tetapi pemakaian stola pada diakon di samping, imam
menyilang dan uskup langsung.
SINGEL Seperti tali yang fungsinya untuk mengikat stola dan alba. Single
ini melambangkan penguasaan diri dan kemurnian.
KASULA Busana imam paling luar seperti mantel yang lebar. Warnanya
berbeda-beda menurut masa liturginya. Kasula melambangkan keutamaan
ilahi. Warna stola dan kasula senantiasa seragam.
Susunan busana Imam selengkapnya adalah :
Amik Alba (Jubah) Stola Singel Kasula.

E. Pakaian Uskup: Zucheto, Mitra, Pallium

a.

Jubah Uskup agak berbeda dengan jubah para imam (presbiter).


Jubah Uskup berwarna hitam atau putih atau ungu dengan garisgaris ungu di pinggirnya, serta fascia (ikat pinggang) warna ungu.
Salah satu ujung fascia dibiarkan menggantung hingga ujung jubah.
Jubah Uskup biasanya disertai mozzetta, semacam mantel di bahu.

b.

Salib Pectoral merupakan salah satu yang wajib dikenakan Uskup,


terutama ketika sedang merayakan liturgi. Salib dada ini harus
dikenakan di atas jubah tetapi di bawah (dalam) kasula. Bila
mengenakan mozzetta, maka harus di luar mozzetta (mantel
pendek).

c.

Zuchetto ialah topi kecil berbentuk bundar berwarna ungu. Zuchetto


Kardinal berwarna merah. Zuchetto juga disebut dengan nama
solideo, pilleolus atau calotte. Bagi para Kardinal, sebagai pengganti
zuchetto, mereka mengenakan Biretta, yang memiliki tiga rabung di
atasnya.

d.

Mitra ialah topi Uskup yang berbentuk seperti rumah (berkerucut)


dan memiliki dua lembar selendang pendek di belakangnya yang
disebut infulae. Mitra dipakai bila Uskup 1) sedang duduk, 2) ketika
sedang membawakan
homili,
3)
sedang memberikan kata
pengantar, 4) saat memberkati umat secara meriah, 5) saat
menjalankan upacara sakramentali, serta 6) saat prosesi. Uskup
tidak boleh mengenakan mitra saat doa (doa pembukaan, doa umat,
doa persembahan, doa syukur agung, membacakan Injil, selama
prosesi Sakramen Mahakudus dan relikwi.

e.

Cincin. Uskup harus selalu mengenakan cincin ini kapan dan di mana
saja. Cincin Uskup melambangkan kesetiaan dan persatuan dengan
Gereja.

47

f.

Tongkat Uskup melambangkan kuasa kegembalaan yang dimilikinya


sehingga disebut sebagai tongkat gembala. Ketika dipegang, bagian
yang melengkung harus menghadap ke umat. Tongkat gembala ini
harus dipegang selama: 1) prosesi, 2)selama mendengarkan
pembacaan Injil, 3) selama homili, 4) ketika menerima kaul atau janji
5) atau pengakuan iman, 6) serta ketika akan membekati umat,
kecuali harus menumpangkan kedua tangannya. Dalam konselebrasi,
hanya Uskup selebran utama yang boleh memegang tongkat
gembala.

g.

Pallium ialah selendang berwarna putih, berbentuk bundar dengan


dua jumbai serta enam buah salib, yang dikalungi di leher, pundak
dan dada, oleh Uskup Agung dan Paus. Pallium harus dikenakan di
atas kasula.

F. MAKNA DAN SIKAP-SIKAP LITURGI


MENGAPA DI GEREJA ADA PATUNG DAN HIASAN LAINNYA ?
Fungsi patung sebenarnya untuk membantu kita agar mudah berkonsentrasi
sehingga mudah membayangkan pribadinya, jadi kita bukan berdoa pada
patungnya. Namun kita tetap menghormati patungnya sebab patung itu
melambangkan pribadinya. Sama halnya kita tidak boleh mencoret-coret foto
ayah padahal foto itu bukan ayah sendiri bukan ?
Sementara hiasan seperti karangan bunga dan tanaman hias lainnya bertujuan
agar memberi suasana segar di gereja. Tentunya kita akan senang bila
gerejanya bagus. Terlebih hiasan itu merupakan persembahan tersendiri bagi
Tuhan. Jadi kalau kita ikut menghias altar, berarti kita telah mempersembahkan
sesuatu kepada Tuhan.
Sedangkan lilin adalah Lambang Yesus sebagai terang dunia. Untuk menerangi
sekelilingnya, lilin terbakar dan habis. Begitu pula Kristus untuk menebus kita, Dia
rela mengorbankan diri-Nya.
MENGAPA KETIKA MASUK GEREJA KITA MENCELUPKAN JARI TANGAN KE TEMPAT
AIR SUCI ?
Air adalah lambang kehidupan. Kita tidak mungkin dapat hidup tanpa air. Air
suci juga melambangkan pembabtisan yang telah kita terima. Air yang
dicurahkan pada dahi kita melambangkan penghapusan dosa dan
pengangkatan kita menjadi anak Allah dan anggota gereja. Maka ketika kita
mencelupkan jari tangan ke bejana air suci dan membuat tanda salib, itu
berarti kita teringat bahwa kita telah dibabtis dan diangkat menjadi anak Allah.
Oleh karena itu, kita harus bertingkah laku sebagai anak-anak Allah.
APA ARTINYA TANDA SALIB ?
Tanda salib mempunyai beberapa arti, antara lain:
Lambang / sarana keselamatan. Ingat! Tuhan Yesus menebus dosa kita
dengan kematian-Nya di kayu salib.
Iman akan Tritunggal Mahakudus, yakni Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah
Roh Kudus.
Kita rela memanggul salib sebagai konsekuensi pengikut Kristus.
Lambang cinta kasih kita kepada Allah dan sesama. Tanda salib dari atas ke
bawah (vertikal) melambangkan cinta kasih kita kepada Tuhan, sedangkan
tanda salib dari kiri ke kanan (horisontal) melambangkan cinta kasih kita
kepada sesama.

11

[MATERI PEMBINAAN PPA 2010]

Wilut - Paroki Maka

le

Lambang penyerahan diri. Tanda salib pada dahi dan dada tengah, kiri dan
kanan, artinya seluruh akal, pikiran, perasaan, hati, dan karya kita, kita
serahkan kepada Tuhan agar Dia berkenan menyucikannya.
Bila kita membuat tanda salib berarti kkita bersaksi bahwa kita adalah
pengikut Kristus.
MENGAPA KITA BERLUTUT ?
Karena kita menghormati Tuhan Yesus yang bertahta di tabernakel. Kita merasa
kecil di hadapan-Nya sehingga kita berlutut. Seandainya kita membawa
sesuatu cukuplah kita menundukkan kepala dan membungkuk yang artinya
merendahkan diri.
SEBELUM MEMBERIKAN SESUATU KEPADA IMAM, MISDINAR MENUNDUKKAN
KEPALA. APAKAH ITU BERARTI MERENDAHKAN DIRI ?
Bukan. Menundukkan kepalaa di sini berarti tanda penghormatan. Begitu pula
yang dilakukan oleh lektor kepada imam sebelum ia membacakan Kitab Suci.
MENGAPA MISDINAR BERJALAN PELAN ?
Misdinar berjalan pelan agar mereka dapat menciptakan suasana yang
tenang dan khidmat. Itu sebabnya mereka harus berjalan pelan, tenang dan
sopan. Pandangan matanya pun harus lurus.
MENGAPA PADA PEMBUKAAN IBADAT JUMAT AGUNG, IMAM DAN PARA
MISDINAR BERTIARAP ?
Bertiarap pada Jumat Agung melambangkan kedukaan yang sangat atas
wafatnya Allah Putera. Selain itu pada waktu tahbisan diakon dan imam, para
calon bertiarap sebagai lambang ketidak-layakan.

12

BAB II

MEMAHAMI PERAYAAN EKARISTI


Puncak Liturgi adalah

Ekaristi. Sebab semua ibadat dan sakramen

bersumber dan diarahkan pada Ekaristi. Perayaan Ekaristi merupakan ucapan


syukur atas karya penebusan serta untuk mengenang sengsara, wafat dan
kebangkitan Kristus. Dalam Ekaristi ini, Tuhan Yesus memberikan Tubuh dan DarahNya sendiri dalam rupa roti dan anggur.
1. APAKAH SAKRAMEN EKARISTI DICIPTAKAN OLEH TUHAN YESUS SENDIRI ?
Benar. Coba kita ingat kembali apa yang dilakukan Tuhan Yesus pada
Perjamuan Malan Terakhir. Saat itu, Tuhan Yesus mengadakan Sakramen Ekaristi
dan Imamat. Tuhan Yesus berpesan, Perbuatlah ini menjadi peringatan akan
Aku. (Luk 22:19)
2. SIAPA YANG BOLEH MEMIMPIN MISA ?
Mereka yang telah menerima Sakramen Imamat, yakni Imam, Uskup dan Paus.
3. JADI, KALAU TIDAK ADA IMAM BOLEHKAH MERAYAKAN EKARISTI ?
Tidak boleh. Di sinilah pentingnya Imam bagi Umat Katolik. Sebenarnya sebelum
Perjamuan Malam Terakhir, gambaran mengenai Sakramen Ekaristi telah ada.
Seusai memberikan makan kepada lima ribu orang, Tuhan Yesus bersabda:
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal dalam Aku
dan Aku di dalam dia. Barang siapa makan roti ini ia akan hidup selamalamanya. (Yoh 6:56,58b)
Dalam Perjanjian Lama telah ada peristiwa-peristiwa yang melambangkan
Ekaristi, yaitu:
Kisah Perjamuan Paskah dengan Anak Domba Paskah sebelum Bangsa
Israel meninggalkan Mesir. (Kel 12:29-50)
Allah menurunkan manna ketika orang Israel berada di padang gurun.
(Kel 16:1-36)
Nabi Elia, berkat roti dari Tuhan, akhirnya tiba di Gunung Horeb setelah
berjalan 40 malam. (I Raj 19:1-8)
4. APA PENTINGNYA MERAYAKAN SAKRAMEN EKARISTI ?
Dengan merayakan Ekaristi, kita bertemu dengan Tuhan Yesus, baik melalui
sabda-Nya maupun tubuh-Nya. Selain itu, kita dipersatukan sebagai umat dan
memperoleh keyakinan akan menerima hidup kekal.
13

A. SKEMA TATA PERAYAAN EKARISTI


A. RITUS PEMBUKA
1. Lagu Pembukaan Perarakan Masuk
2. Tanda Salib, Salam, Kata Pengantar
3. Tobat

4. Tuhan Kasihanilah (Kirye)


5. Madah Kemuliaan (Gloria)
6. Doa Pembuka (Collecta)
B. LITURGI SABDA
1. Bacaan Pertama
2. Mazmur Tanggapan
3. Bacaan Kedua
4. Bait Pengantar Injil/Alleluya
5. Bacaan Injil
6. Aklamasi Sesudah Injil
7. Homili
8. Syahadat (Credo)
9. Doa Umat
C. LITURGI EKARISTI
a) PERSEMBAHAN
1. Persiapan Persembahan
2. Doa Persiapan Persembahan
b) DOA SYUKUR AGUNG
1. Dialog Pembuka
2. Prefasi
3. Kudus (Sanctus)
4. Doa Syukur Agung (I-X)
c) KOMUNI
1. Bapa Kami (Pater Noster)
2. Embolisme
3. Doa Damai Salam Damai
4. Pemecahan Hosti Anak Domba Allah (Agnus Dei)
5. Persiapan Komuni
6. Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus
7. Pembersihan Bejana
8. Saat Hening
9. Madah Pujian
10. Doa Sesudah Komuni
D. RITUS PENUTUP
1. Pengumuman
2. Amanat Pengutusan
3. Berkat
4. Pengutusan
5. Lagu Penutup Perarakan Keluar

14

BAB III
SAKRAMEN
APAKAH SAKRAMEN ITU ?
Sakramen adalah tanda dan sarana persatuan manusia dengan Allah.
ADA BERAPA SAKRAMEN DALAM GEREJA KATOLIK ?

Seluruhnya ada 7 (tujuh) sakramen, yakni :


1. Sakramen permandian atau babtis
2. Sakramen penguatan atau krisma
3. Sakramen mahakudus atau ekaristi
4. Sakramen tobat atau rekonsiliasi
5. Sakramen pengurapan orang sakit
6. Sakramen perkawinan
7. Sakramen imamat.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN SAKRAMEN INISIASI ?
Sakramen inisiasi adalah sakramen yang menyebabkan seseorang menjadi
anggota persekutuan umat Allah. Yang termasuk sakramen inisiasi adalah
Sakramen Permandian, Penguatan dan Ekaristi.
SAKRAMEN APA SAJA YANG HANYA DITERIMA SEKALI SEUMUR HIDUP ?
Sakramen Permandian, Penguatan dan Imamat.
MENGAPA TUHAN YESUS MEMBERIKAN SAKRAMEN KEPADA KITA ?
Sebab dengan sakramen, karya keselamatn-Nya bisa diteruskan sehingga kita
bisa bersatu dengan Tuhan.
I.

SAKRAMEN BPERMANDIAN
APAKAH SAKRAMEN BABTIS ITU ?
Sakramen babtis adalah sakramen yang pertama kali kita terima. Sakramen
ini merupakan pintu gerbang memasuki gereja. Tanpa sakramen ini kita tidak
mungkin bisa menerima sakramen lainnya.
RAHMAT APA YANG KITA TERIMA KALAU KITA DIBABTIS ?
Dosa asal maupun dosa pribadi kita diampuni.
Kita diangkat menjadi anak Allah.
Kita diterima sebagai anggota gereja.
26

[MATERI PEMBINAAN PPA 2010]

Wilut - Paroki Maka

le

BAGAIMANA PROSESNYA SEORANG MENJADI KRISTEN ?


Mula-mula orang itu simpatisan. Setelah menyatakan keinginannya untuk
dibabtis, ia memasuki masa katekumenat dan dia disebut katekumen.
Selama masa katekumenat itu ia belajar mengenal Yesus baik lewat
pelajaran agama, Kitab Suci, maupun kehidupan umat Katolik. Jika
persiapannya dianggap cukup dan sudah mantap, ia diperkenankan
menerima Sakramen Babtis atau permandian.
BAGAIMANA DENGAN MEREKA YANG DIBABTIS SEJAK KECIL ?
Memang ada orang yag dibabtis sejak kecil, bahkan masih orok. Dalam hal

ini, imannya diandaikan dari iman orang tuanya. Orang tualah yang
memilihkan si bayi menjadi pengikut Kristus. Orang tua tentunya
menginginkan anaknya bahagia
maka mereka memilihkan dan
memberikan yang terbaik pada anaknya. Demikian pula halnya dengan
pemilihan agama. Sebagai konsekuensinya, orang tua harus mendidik anakanaknya menjadi orang Kristen sejati.
BAGAIMANA PERSIAPAN MENERIMA SAKRAMEN BABTIS ?
Sebelum seseorang menerima Sakramen Babtis, ia harus melewati beberapa
tahapan, yakni masa prakatekumenat, katekumenat, masa penyucian dan
penerangan. Setelah pembabtisan masih ada masa mistagogi. Pelantikan
seseorang menjadi katekumen merupakan awal masa katekumenat. Dalam
upacara ini calon menyampaikan keinginannya untuk menjadi Kristen. Lalu
kepadanya diberikan Injil yang berarti ia harus mengenal Tuhan Yesus. Lalu
calon mendapat pengajaran agama selama satu hingga dua tahun. Jika
dirasa cukup ia memasuki masa penyucian dan penerangan. Pada awal
masa ini, calon diurapi dengan minyak katekumen. Selama masa penyucian
dan penerangan para katekumen memantapkan imannya dan
mempersiapkan diri untuk menerima sakramen.
BAGAIMANA UPACARA PENERIMAAN SAKRAMEN BABTIS ?
Setelah Homili, dinyanyikan Lagu Litani Para Kudus. Kemudian imam
memberkati air yang akan dipakai untuk membabtis. Kemudian penolakan
setan dan pengakuan iman si calon. Baru kemudian pembabtisan
dilaksanakan dengan pengucuran air pada dahi si calon dengan ucapan:
Aku membabtis saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin.
Setelah itu dilanjutkan dengan upacara pelengkap, yakni pengurapan
minyak krisma sebagai tanda perlindungan Allah, pengenaan kain putih
27

[MATERI PEMBINAAN PPA 2010]

Wilut - Paroki Maka

le

yang berarti orang tersebut harus menjaga kesucian hatinya seputih kain itu,
dan penyerahan lilin sebagai lambang terang Kristus yang akan menyertai
perjalanan hidup orang itu.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN MASA MISTAGOGI ?
Masa mistagogi merupakan masa pendalaman iman setelah orang tersebut
dibabtis. Setelah dibabtis bukan berarti ia berhenti belajar tentang agama
dan Tuhan, melainkan harus terus dilakukan sepanjang hidupnya.
II. SAKRAMEN KRISMA ATAU PENGUATAN
APA ARTINYA SAKRAMEN KRISMA ?
Artinya ikatan para anggota Gereja diteguhkan dengan kekuatan Roh

Kudus. Dan mereka dianggap telah dewasa dalam iman sehingga berkat
kekuatan Roh Kudus, mereka sanggup menjadi saksi saksi Kristus di mana
saja.
SIAPAKAH YANG MENERIMAKAN SAKRAMEN KRISMA ?
Para Uskup, seperti yang tertulis dalam Kis 8 : 12 25. Boleh juga diwakilih
oleh imam yang membabtis orang dewasa.
BAGAIMANA UPACARA PENERIMAANNYA ?
Penerimaan sakramen ini dilangsungkan dalam Perayaan Ekaristi. Setelah
homili, dilanjutkan dengan pengajuan para calon, pembaharuan janji
babtis, penumpangan tangan dan penerimaan Sakramen Krisma. Pada
acara puncaknya para calon maju menghadap uskup, sedangkan para
walinya menumpangkan tangan kanannya pada bahu si calon penerima.
Lalu uskup mengurapi dahi calon dengan ibu jari sambil mengucapkan
rumusan krisma. Dan calon itu menjawab: Amin.
MENGAPA DISEBUT SAKRAMEN KRISMA ?
Sebab saat pengurapan, uskup memakai minyak krisma (sacrum chrisma).
III. SAKRAMEN EKARISTI
Sudah dibahas secara rinci dalam Bab II, MEMAHAMI TATA PERAYAAN EKARISTI.
IV. SAKRAMEN TOBAT
MENGAPA DIADAKAN SAKRAMEN TOBAT ?
Allah senantiasa mencintai manusia. Tetapi adakalanya manusia tidak
menanggapi cinta Allah tersebut. Dengan sadar, tahu dan mau, manusia
28

berpaling dari Allah. Itulah yang disebut dosa. Dosa menghalangi hubungan
baik kita dengan sesama dan terlebih dengan Tuhan. Namun demikian
Tuhan senantiasa mau menerima siapa saja yang bertobat. Dalam
Sakramen Tobata tau Rekonsiliasi ini kita memperbaiki hubungan kita
dengan Tuhan dan sesama.
SAYA SERING MERASA MALU MENGAKU DOSA, BAGAIMANA ?
Mengapa mesti malu ? Pastor pasti akan menjaga kerahasiaan dosa kita,
tidak akan disebarluaskan. Selain itu, tidak perlu takut, sebab pastor
merupakan wakil Tuhan yang Maharahim. Berdosa berarti memutuskan
hubungan dengan Tuhan dan sesama, maka saat mengaku dosa, kita akan
berdamai lagi dengan Tuhan dan sesama. Peristiwa perdamaian atau
pertobatan itu perlu saksi. Dan pastor itulah yang menjadi saksi. Pastor
mewakili Tuhan dan sesama.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN ABSOLUSI DAN PENITENSI ?

Absolusi adalah penegasan iman atas nama Allah bahwa dosa seseorang
diampuni dalam Sakramen Rekonsiliasi. Penitensi adalah denda dalam
bentuk doa, perbuatan, mati raga, atau beramal yang diusulkan imam
dalam Sakramen Tobat. Penitensi merupakan wujud tobat kita untuk hidup
lebih baik.
RAHMAT APA YANG KITA PEROLEH DENGAN MENERIMA SAKRAMEN INI ?
Selain dosa kita diampuni, kita pun dikuatkan manakala menghadapi
berbagai godaan dan tantangan selaku pengikut Kristus.
V. SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT
MENGAPA DIADAKAN SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT ?
Sakit merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Dalam keadaan
demikian, orang sering merasa ditinggalkan Tuhan dan kesepian. Namun
dengan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, Gereja mendampingi orang
yang sakit berat. Justru dalam keadaan sakit kita bisa bertemu dengan Yesus
yang menderita. Penderitaan Kristus merupakan jalan menuju kebangkitan
dan kemuliaan. Dengan sakramen ini, si sakit dikuatkan dalam menghadapi
penderitaan. Selain itu, hidup atau mati kita diserahkan sepenuhnya pada
penyelenggaraan Ilahi.
BAGAIMANA UPACARA PENERIMAAN SAKRAMEN INI ?

29
Sebelum menerima Sakramen ini sebaiknya si sakit mengakukan dosanya
kepada imam. Setelah bacaan dan homili dilanjutkan dengan doa-doa
untuk si sakit, kemudian imam berdoa dan berkata: Semoga Ia
membebaskan saudara dari dosa, menganugerahkan keselamatan, dan
berkenan menabahkan hati saudara, sambil mengurai dahi dan telapak
tangan si sakit.
APAKAH MENGURAPAN MENGGUNAKAN MINYAK SEPERTI UNTUK SAKRAMEN
KRISMA ?
Tidak. Sebenarnya ada tiga macam minyak yang dipakai dalam perayaanperayaan sakramen. Ketiga minyak ini berasal dari minyak zaitun yang
diberkati uskup pada misa Krisma yakni pada hari Kamis Putih pagii (tetapi
dalam pelaksanaannya sering dimajukan).
SEBUTKAN KETIGA MACAM MINYAK TERSEBUT !
Ketiga minyak tersebut adalah :
Oleum Catacumenorum (OC) : Minyak katekumen
Oleum Infirmorum (OI)
: Minyak pengurapan orang sakit
Sachum Chrisma (SC)
: Minyak yang dipakai dalam penerimaan
Sakramen Babtis, Krisma dan Imamat.
APAKAH SAKRAMEN INI HANYA DITERIMAKAN PADA ORANG YANG AKAN

MENINGGAL ?
Tidak, orang yang sakit parah atau akan menghadapi operasi pun perlu
menerima sakramen ini. Perlu diingat, sakramen ini hanya diterimakan oleh
imam.
VI. SAKRAMEN PERKAWINAN
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PERKAWINAN ITU ?
Perkawinan adalah ikatan cinta kasih yang resmi dan tetap antara pria dan
wanita yang saling menyerahkan diri untuk membangun suatu keluarga.
Gereja sangat menjunjung tinggi perkawinan karena di dalam keluarga
inilah Gereja dibangun.
MENGAPA PERKAWINAN KRISTIANI DISEBUT SAKRAMEN ?
Sebab dalam perkawinan kristiani, cinta kasih suami istri menjadi tanda
pertalian cinta antara Kristus dengan Gereja-Nya. Allah menghendaki
perkawinan ini menjadi tanda dan sarana kehadiran-Nya sendiri.
30
BAGAIMANA SIFAT PERKAWINAN KRISTIANI ?
Perkawinan kristiani bersifat monogamy, maksudnya hanya satu pria dan
wanita. Perkawinan itu juga bersifat kekal, tak dapat cerai dan seumur
hidup. Hanya Tuhanlah yang berhak memisahkan perkawinan kristiani
melalui kematian.
MENGAPA SAKRAMEN PERKAWINAN TIDAK TERMASUK SAKRAMEN YANG
HANYA DITERIMA SEKALI SAJA ?
Perlu diingat, yang boleh menceraikan suami isteri hanya Tuhan melalui
kematian. Kalau salah satunya meninggal, yang lainnya boleh menikah lagi
dan menerima sakramen ini dengan pasangan barunya.
BAGAIMANA UPACARA SAKRAMEN PERKAWINAN ?
Setelah homili, imam menanyakan kesediaan kedua mempelai. Sebab
perkawinan tidak boleh karena paksaan tapi harus berdasarkan cinta.
Lantas keduanya bergantian mengucapkan janji nikah untuk setia kepada
pasangannya dalam untung dan malang. Setelah diadakan pencatatan,
keduanya diberkati. Sebagai lambang cinta dan kesetiaan mereka salig
mengenakan cincin kepada pasangannya.
VII. SAKRAMEN IMAMAT
MENGAPA TUHAN YESUS MENGADAKAN SAKRAMEN IMAMAT ?
Tuhan Yesus telah mendirikan Gereja. Dan untuk membina persatuannya Dia
telah telah mengangkat dan mengutus para rasul. Akhirnya, para rasul
mengangkat para penggantinya yakni para uskup dan imam. Jadi,
sakramen imamat adalah pengangkatan dan peneguhan seseorang yang
dianggap layak menerima jabatan uskup, imam dan diakon guna membina
peratuan umat.

Sakramen ini dilaksanakan dalam upacara penumpangan tangan. Mereka


yang ditahbiskan ini adalah para pelayan umat. Mereka berpartisipasi
dalam Tritunggal Kristus, yakni mengajar, menguduskan dan memimpin
umat.
APAKAH SAKRAMEN IMAMAT HANYA UNTUK PENTAHBISAN IMAM ?
Tidak, sakramen imamat meliputi:
1) Tahbisan diakon (Diakonat)
2) Tahbisan Imam (Presbiterat)
3) Tahbisan Uskup (Episkopat)
31

Semua yang menerima tahbisan ini dalam kehidupan gereja kita disebut
Klerus.
SIAPAKAH DIAKON ITU ?
Diakon adalah frater yang telah menerima tahbisan diakon. Mereka akan
segera menerima Sakramen Imamat (tahbisan imam) setelah setengah
tahun atau setahun. Para diakon ini mempunyai pelayanan rangkap 3, yaitu:
1) Pelayanan Liturgi
2) Pelayanan Sabda
3) Pelayanan Kasih
Mereka boleh membantu imam atau uskup dalam perayaan Ekaristi dengan
membacakan Injil, menyiapkan bahan persembahan, membagikan komuni,
bahkan mereka sudah boleh membabtis, memberkati perkawinan, mengirim
Sakramen Mahakudus kepada
orang sakit, memimpin upacara
pemakaman.
SIAPAKAH DIAKON AWAM ITU ?
Diakon awam adalah seorang awam yang ditahbiskan menjadi diakon.
Mereka tidak akan menjadi imam. Jadi, diakon awam boleh memimpin
ibadat sabda, membagikan komuni dan mengirim komuni kepada orang
sakit.
BAGAIMANA DENGAN PENDIDIKAN PARA IMAM ?
Mereka yang ingin jadi imam atau pastor harus menempuh pendidikan
lewat Seminari. Seminari ada 2 (dua) tingkatan, yaitu: Seminari Menengah
yang setaraf SMA dan Seminari Tinggi yang setaraf perguruan tinggi.
Seminari menengah menerima siswa lulusan SMP. Lama pendidikan di
seminari menengah 4 (empat) tahun. Di Indonesia sudah cukup banyak
seminari menengah, salah satunya di wilayah KAMS yakni Seminari
Menengah Petrus Claver Makassar. Setelah lulus dari seminari menengah,
para seminaris melanjutkan study ke seminari tinggi. Tapi ada juga yang
lulusan SMA yang masuk seminari tinggi. Mereka harus memasuki postulat

lebih dahulu, baru kemudian ke seminari tinggi. Lama pendidikan selama 8


(delapan) tahun, bahkan lebih.
BAGAIMANA DENGAN TAHBISAN DIAKONAT ?
Setelah bacaan Injil, para calon menghadap uskup. Setelah homili, para
calon mengikrarkan janji selibat dan ketaatan. Kemudian menyusul Doa
Litani Para Kudus dan dilanjutkan dengan penumpangan tangan uskup
32

kepada para calon diakon disertai doa tahbisan diakon. Lalu para diakon
mengenakan stola secara menyilang dan dalmatik (seperti kasula imam).
Pada akhir upacara, uskup menyerahkan Injil kepada mereka, seraya
berkata: Bacalah, renungkan, hayatilah dan wartakan.
BAGAIMANA DENGAN TAHBISAN IMAM ?
Upacaranya hampir sama dengan tahbisan diakon. Setelah Bacaan Injil,
diakon (calon imam) menghadap uskup. Kemudian uskup menyampaikan
homili. Setelah tanya jawab, dinyanyikan Lagu Litani Para Kudus. Sementara
Uskup, para imam, dan umat berlutut, calon imam bertiarap sebagai tanda
ketidaklayakan. Setelah itu, baru acara tahbisan. Calon imam menghadap
uskup, lantas uskup menumpangkan tangan atas calon imam. Para imam
yang hadir juga ikut menumpangkan tangan. Sebelum menerima stola dan
kasula, calon imam mohon doa restu pada orang tuanya, kemudian
menghadap uskup untuk menerima stola dan kasula, lalu kembali ke orang
tuanya. Ibu dan ayahnya mengenakan stola dan kasula pada putranya.
Kemudian imam baru itu menghadap uskup lagi dan menerima
pengurapan tangan dengan minyak Sachum Chrisma. Kemudian uskup
menyerahkan pemberian bahan persembahan dari umat seraya berkata:
Terimalah persembahan umat kudus yang harus kamu hantar pada Allah.
Sadarilah apa yang kamu lakukan, amalkanlah misteri yang akan kamu
laksanakan, dan sesuaikan hidupmu denga misteri Salib Tuhan. Upacara
tahbisan imam ini diakhiri dengan salam damai sebagai tanda bahwa imam
baru itu diterima sebagai anggota dewan imam. Baru dilanjutkan dengan
persembahkan.

33

WARNA LITURGI
Dibawah ini terdapat daftar semua warna liturgi beserta artinya:
PUTIH
: Melambangkan kegembiraan, juga kesucian. Seperti warna air
bening. Dipakai pada pesta Tuhan Yesus Kristus, Ibu Maria, para
malaikat, dan para pria dan wanita kudus.
MERAH : Lambang cinta kasih, api, darah, kekuatan dan Roh Kudus. Dipakai
pada Minggu Palma, Jumat Agung, Pentakosta dan pesta para martir.
HIJAU
: Lambang harapan dan kesuburan. Seperti warna sawah lading.
Dipakai pada masa biasa.
UNGU
: Lambang tobat, kesedihan, dan keprihatinan. Dipakai pada masa
Adven dan Prapaskah dan sering juga dalam Misa Arwah.
HITAM
: Lambang berkabung. Dapat dipakai untuk Misa Arwah dan
Penguburan.38