Anda di halaman 1dari 18

TE

A
N
O
B
R
A
C
N
Y
W
L
O
R
PO
C
Oleh: Doni Mardianto S.P.
G4B015033
P RA CO-ASS PERIODE VIII
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

POLYCARBONATE CROWN

Restorasi

untuk gigi anterior desidui, jika dengan


resin tidak ada retensi.
Polycarbonate crown mempunyai estetis yang
baik, sehingga dapat juga dipergunakan sebagai
restorasi sementara pada gigi anterior permanen.
Sifatnya mirip dengan polimetil metakrilat (akrilik),
namun polikarbonat lebih kuat dan dapat
digunakan pada suhu yang tinggi, meski lebih
mahal.

Komposisi PCC

Gabungan

resin polikarbonat dengan microglass

fibers.
Microglass fibers meningkatkan
strength dan flexibility mahkota PCC

impact

Sifat-sifat PCC

Polikarbonat

adalah suatu kelompok polimer

termoplastik.
Memiliki ketahanan termal dibandingkan jenis
polimer (plastik) lain.
Tahan terhadap benturan dan sangat bening
(estetis).

Indikasi PCC

Secara klinis indikasi polycarbonate crown (PCC)


sama dengan SSC. Indikasi:
Short-term or long-term provisional coverage
Centrals, laterals, cuspids and bicuspids.

Kontra Indikasi PCC

Bruxism
Abrasi yang
Deepbite

luas pada gigi anterior

Preparasi Gigi
1.
2.
3.

4.
5.
6.

Anestesi lokal secara infiltrasi pada bagian labial dan


palatal.
Ambil jaringan karies dengan round bur.
Kurangi permukaan mesial dan distal dengan
flame/fissure bur, sejajar dengan sumbu panjang gigi 11,5 mm sampai subgingival.
Kurangi permukaan labial dan palatal, 1-1,5 mm
subgingival.
Insisal dikurangi 1 -1,5 mm
Pembuatan retensi. Dengan menggunakan inverted
cone bur dibuat artifisial groove ( 0,25 mm) di daerah
1/3 gingival, mengelilingi gigi. Jika sudah terdapat
kavitas di sebelah mesial dan distal, maka retensi
groove tidak diperlukan.

Persiapan dan Pemasangan Mahkota PCC


1.

2.
3.

Crown dibuat dengan bermacam-macam


ukuran dengan bentuk yang spesifik untuk
masing-masing gigi anterior. PiIih ukuran yang
sesuai.
Buatlah 2 lubang pada sisi lingual atau paIataI.
Permukaan dalam crown dibuat kasar, sebagai
tambahan retensi mekanik bagi semen.

4.
5.
6.

Kontrol perdarahannya sebelum dilakukan


penyemenan
Aduk semen, masukkan ke dalam crown dan
pada gigi, pasang crown, tekan dengan jari.
Kelebihan/ekses semen dibersihkan dengan
sonde.

Contoh Kasus:

Pasien laki-laki (4 tahun)


CC: diskolorasi restorasi gigi depan RA
Pemeriksaan Klinis: terdapat diskolorasi restorasi
komposit gigi 51 dan 61
Rencana Perawatan: pembuangan bahan restorasi
lama, penghilangan jaringan karies sekunder,
restorasi dengan POLYCARBONATE CROWN
Evaluasi: setiap 6 bulan selama 18 bulan

REFERENSI

Duggal, M.S., Curzon, M.E.J., Fayle, S.A., Toumba,


K.J., Robertson, A.J., 2002, Restorative Technique in
Peadiatric Dentistry, 2nd ed, Martin Dunitz, London.
McDonald, R.E. Avery, D.R., 2004, Dentistry for
Child and Adolescent, 8 th. ed., Mosby, Tearbook
Inc., St. Louis.
Srivastava, V.K., 2011, Modern Pediatric Dentistry,
JP Medical Ltd, India.

TERIMAKASIH