Anda di halaman 1dari 3

Acarbose

Acarbose adalah suatu oligosakarida yang diperoleh dari proses fermentasi mikroorganisme,
Actinoplnes utahensis, dengan nama kimia O-4,6-dideoxdy-4[[(1S,4R,5S,6S)-4,5,6-trihydroxy3-(hydroxymethyl)-2-cyclohexene-1-yl]amino]--D-gluco

pyranosyl-1(1>4)-O--D

glucopyranosyl-(1>4)-D-glucose. Acarbose merupakan serbuk berwarna putih dengan berat


molekul 645,6 bersifat larut dalam air dan memiliki pKa 5,1. Rumus empiriknya adalah
C25H43NO18.
Kelas terapi

Hormon, Obat Endokrin Lain dan Kontraseptik

Nama Dagang

Glucobay, Precose, Eclid

Bentuk Sediaan :

Tablet 25 mg, 50 mg, dan 100 mg

Indikasi

Sebagai tambahan pada terapi OHO sulfonilurea atau biguanida

pada Diabetes mellitus yang tak dapat dikendalikan dengan diet dan obat-obat tersebut. Acarbose
terutama sangat bermanfaat bagi pasien DM yang cenderung meningkat
Dosis

Obat ini umumnya diberikan dengan dosis awal 50 mg dan

dinaikkan secara bertahap sampai 150-600 mg/hari. Dianjurkan untuk mengkonsumsinya


bersama segelas penuh air pada suap pertama sarapan/makan.
Bentuk Sediaan :

Tablet 25 mg, 50 mg, dan 100 mg

Kontraindikasi :

Hipersensitif terhadap acarbose, Obstruksi usus, parsial ataupun

keseluruhan, Radang atau luka/borok pada kolon, Penyakit usus kronis lainnya atau penyakitpenyakit lain yang akan bertambah parah jika terjadi pembentukan gas berlebihan di saluran
pencernaan
Penyimpanan

Jangan simpan di atas 25C. Jauhkan dari lembab, wadah

sebaiknya selalu tertutup rapat.


a.

Mekanisme Kerja

Obat ini menghambat enzim alfa glukosidase yang terletak pada dinding usus halus dan
menghambat enzim alfa-amilase pankreas, sehingga secara keseluruhan menghambat pencernaan
dan absorpsi karbohidrat.Acarbose tidak merangsang sekresi insulin oleh sel-sel -Langerhans
kelenjar pankreas.
b. Farmakokinetik
Resorpsinya dari usus buruk, hanya ca 2% dan naik sampai lebih kurang 35% setelah dirombak
secara enzimatis oleh kuman usus. Ekskresinya berlangsung cepat lewat kemih.

c.

Farmakodinamik

Senyawa-senyawa inhibitor alpha-glukosidase bekerja menghambat enzim alfa glukosidase yang


terletak pada dinding usus halus. Enzim-enzim alpha glukosidase (maltase, isomaltase,
glukomaltase dan sukrase) berfungsi untuk menghidrolisis oligosakarida,pada dinding usus
halus. Inhibisi kerja enzim ini secara efektif dapat mengurangi pencernaan karbohidrat kompleks
dan absorbsinya, sehingga dapat mengurangi peningkatan kadar glukosa post prandial pada
pasien diabetes. Senyawa inhibitor alpha-glukosidase juga menghambat enzim a-amilase
pankreas yang bekerja menghidrolisis polisakarida di dalam lumen usus halus. Acarbose tidak
merangsang sekresi insulin oleh sel-sel -Langerhans kelenjar pankreas. Oleh sebab itu tidak
menyebabkan hipoglikemia, kecuali diberikan bersama-sama dengan OHO yang lain atau
dengan insulin. Obat ini efektif bagi pasien dengan diet tinggi karbohidrat dan kadar glukosa
plasma puasa kurang dari 180 mg/dl. Pasien yang mendapat terapi acarbose saja umumnya tidak
akan meningkat berat badannya, bahkan akan sedikit menurun.Acarbose dapat diberikan dalam
terapi kombinasi dengan sulfonilurea, metformin, atau insulin.
d. Efek samping
Acarbose tidak diserap ke dalam darah, oleh sebab itu efek samping sistemiknya minimal. Efek
samping yg sering terjadi, terutama gangguan lambung, lebih banyak gas, lebih sering flatus dan
kadang-kadang diare, yg akan berkurang setelah pengobatan berlangsung lebih lama. Efek
samping ini dapat berkurang dgn mengurangi konsumsi karbohidrat. Kadang-kadang dapat
terjadi gatal-gatal dan bintik-bintik merah pada kulit, sesak nafas, tenggorokan serasa tersumbat,
pembengkakan pada bibir, lidah atau wajah. Bila diminum bersama-sama obat golongan
sulfonilurea atau dengan insulin, dapat terjadi hipoglikemia yang hanya dapat diatasi dengan
glukosa murni, jadi tidak dapat diatasi dengan pemberian sukrosa (gula pasir).
Interaksi dengan obat lain :
Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik.
Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO; oktreotid dapat
menurunkan kebutuhan insulin dan OHO.
Antidepresan (inhibitor MAO): meningkatkan efek hipoglikemik.
Hormon steroid: estrogen dan progesterone (kontrasepsi oral) antagonis efek hipoglikemia.
Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap OHO.
Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala
peringatan, misalnya tremor.
Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik .

Resin penukar ion: kolestiramin meningkatkan efek hipoglikemik acarbose.


Suplemen enzim pencernaan seperti pancreatin (amilase, protease, lipase) dapat mengurangi
efek acarbose apabila dikonsumsi secara bersamaan.
Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa
Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik
Obat-obat yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, seperti obat-obat diuretika
(misalnya hidroklortiazida, klorotiazida, klortalidon, indapamid, dan lain-lain), senyawa steroid
(misalnya prednisone, metilprednisolon, estrogen), senyawa-senyawa fenotiazin (misalnya
klorpromazin, proklorperazin, prometazin), hormone-hormon tiroid, fenitoin, calcium channel
blocker (misalnya verapamil, diltiazem, nifedipin)
Sulfonilurea vs akarbose meningkatkan efek hipoglikemi
MK: sulfonilurea merangsang sel beta untuk melepaskan insulin yang selanjutnya akan merubah
glukosa menjadi glikogen.
Dengan adanya akarbose akan memperlambat absorbsi & penguraian disakarida menjadi
monosakarida insulin >> daripada glukosa hipoglikema meningkat.
Informasi Untuk Pasien :
Jangan konsumsi obat lain tanpa seizin dokter atau apoteker.
Obat ini hanya berperan sebagai pengendali diabetes, bukan penyembuh.
Obat ini hanya faktor pendukung dalam pengelolaan diabetes, faktor utamanya adalah
pengendalian diet (pola makan) dan olah raga
Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter
Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas, gemetar, pandangan
berkunang-kunang), pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung
meningkat, segera hubungi dokter.
Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui, kecuali sudah diizinkan oleh
dokter