Anda di halaman 1dari 7

A.

Hari dan Tanggal Percobaan


Jumat , 17 April 2015
B. Tujuan
Kyk di modul
C. Dasar Teori
Dalam larutan, terdapat beberapa sifat zat yang hanya ditentukan oleh banyaknya partikel
zat terlarut. Oleh karena sifat koligatif larutan ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut,
maka perlu diketahui tentang konsentrasi larutan.

Molalitas (m)
Molalitas (kemolalan) adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg (1000 gram) pelarut.
Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut:

Keterangan :
m = molalitas larutan (mol / kg)
n = jumlah mol zat terlarut (g / mol)
P = massa pelarut (g)
Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada interaksi
antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergatung pada jumlah zat terlarut yang larut pada
suatu larutan. Sifat koligatif terdiri dari penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan
titik beku, dan tekanan osmotik. Massa molekul suatu zat bisa ditentukan melalui metode
penurunan titik beku (cryoscopic).
Penurunan titik beku larutan sebanding dengan jumlah partikel zat terlarut dalam sejumlah
tertentu pelarut. Oleh karena itu, jumlah molekul atau ion terlarut dalam sejumlah yang sama
pelarut akan menghasilkan penurunan titik beku dengan nilai yang sam pula. Berdasarkan hal ini,
dapt dikatakan bahwa penurunan titik beku yang disebabkan oleh satu mol zat non elektrolit
adalah sama, tanpa memperhatikan jenis zat terlarutnya, sepanjang jenis dan pelarutnya sama.
Penurunan titik beku yang diakibatkan oleh satu mol partikel zat terlarut dalam satu kilogram
pelarut disebut penurunan titik beku molal, yang digunakan sebagai tetapan untuk penentuan
berat molekul zat terlarut.

Apabila (g) gram zat terlarut mempunyai berat molekul (M) terlarut dalam (p) gram
pelarut, menghasilkan penurunan titik beku molal Kf, maka massa molekul zat terlarut tersebut
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

Tf =Kfx
M=

g 1000
x
M
p

gx 1000 xKf
Px Tf

Keterangan:
g
: gram terlarut
M
: berat molekul
P
: gram pelarut
Tf
: penurunan titik beku
Kf
: tetapan penurunan titik beku molal
Peralatan terdiri dari bejana gelas pendingin berfungsi sebagai bejana bagian luar, dan ada
batang logam agitasi dan nampan logam yang berfungsi sebagai tempat bejana pendingin.
Terdapat sebuah bejana bagian tengah yang letaknya di tengah yang berfungsi sebagai penyekat
agar pendinginan terjadi secara tidak langsung terhadap bejana bagian dalam dan bejana bagian
tengah, berfungsi agar proses pendinginan terjadi secara perlahan. Dalam bejana bagian dalam
ditempatkan thermometer Beckmann, dan terdapat lubang samping untuk memasukkan
spesimen. Terdapat juga batang agitator bejana bagian dalam yang berupa kaca yang ditempatkan
dalam bejana bagian dalam. Komponen lain adalah thermometer yang terletak pada bejana
bagian luar sebagai perangkat tambahan, pipet pelarut, dan sifon ( alat untuk menyesuaikan
ketinggian cairan pendingin).
D. Alat dan Bahan
Kyk di modul
E. Cara Kerja
Kayak di jurnal
F. Data Pengamatan
1. Pengukuran Titik Beku Pelarut
Massa jenis pelarut (air) = 0,997 gram/ml
Volume pelarut (air) = 10ml
Massa pelarut (air) = x V
Sehingga massanya adalah 9,97 gram.
Tabel 1.1. Hubungan antara suhu dan waktu pada pendinginan pelarut
Waktu (menit)

Suhu (C)

1
2
3
4
5
6

15
12
7
5
3
0

7
8

1
1

Hubungan antara suhu dan waktu pada pendinginan pelarut

Suhu (C)

9 10 11

Waktu (menit)

2. Pengukuran Titik Beku Larutan

Massa zat terlrut urea, CO(NH2)2= 0,506 g


Tabel 1.2. Hubungan antara suhu dan waktu pada pendinginan larutan
Waktu (menit)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Suhu (C)
13
6
2
0
-2
-1
-1
-1
-1
-1

Hubungan antara suhu dan waktu pada pendinginan larutan

Suhu (C)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Waktu
(Menit)

g. ANALISIS DATA
1. Penentuan titik beku larutan terhadap pelarut (Tf)
Titik beku pelarut (Tf pelarut) = 0C
Titik beku larutan (Tf larutan)= -2C
Tf = Tf pelarut- Tf larutan = 0C- (-2C) = 2 C
2. Penentuan Berat molekul (M)
gx 1000 xKf
M=
Px Tf
M=

0,506 x 1000 x 1,86


9,97 x 2
M=

941,16
19,94
M = 47,2
M = 47

3. Persentase kesalahan relative


%E=

M teoriM perc
x 100
M teori

%E=

6047
x 100
60
%E = 21,67%

H.PEMBAHASAN
Penurunan titik beku adalah salah satu dari sifat koligatif larutan, yang berarti perubahan
titik beku hanya bergantung pada jumlah partikel terlarut dalam larutan. Penurunan titik beku
tidak mempedulikan jenis partikel melainkan hanya berkaitan dengan berapa jumlah partikel
yang ada. Karena itu, pengukuran perubahan titik beku antara pelarut murni, dan pelarut dengan
jumlah yang diketahui zat di dalamnya memberikan nilai yang akurat, dan absolut, jumlah
molekul terlarut dalam larutan. Mengetahui massa zat terlarut dan titik beku pelarut murni

menyediakan informasi yang cukup untuk secara akurat menghitung Molekul per satuan massa
zat terlarut.
Dalam percobaan ini digunakan air sebagai pelarut dan urea sebagai zat terlarut.
Massa molekul urea bisa diketrahui dengan mengukur titik beku urea dan titik beku air. Dari
hasil pengamatan diketahui bahwa titik beku pelarut adalah 0 C dan titik beku larutan sebesar
-2C. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Tf = Tf pelarut- Tf larutan = 0C- (-2C) = 2 C.
Dari hasil perhitungan dengan rumus M

gx 1000 xKf
Px Tf

diperoleh massa molekul urea 47.

Hal ini berbeda jauh dengan massa molekul urea yang sebenarnya, 60. Perbedaan yang cukup
besar ini menunjukkan bahwa percobaan yang dilakukan kurang akurat. Persentase kesalahan
21,67% ini disebabkan oleh ketidaktelitian saat menggunakan mencatat suhu pada waktu
tertentu.

I. KESIMPULAN
1. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh penurunan titik beku (Tf) = Tf pelarut- Tf larutan =
0C- (-2C) = 2 C.
gx 1000 xKf
2. Massa molekul urea dihitung dengan menggunakan rumus M =
, sehingga
Px Tf
diperoleh massa molekul urea 47.
3. Persentase kesalahan pada pememtuam berat molekul zat urea adalah sebesar 21,67%.

J. Jawaban Pertanyaan
1. Kurva pendinginan pelarut yang menunjukkan hubungan antara temperatur dan waktu

Hubungan antara suhu dan waktu pada pendinginan pelarut

Suhu (C)

9 10 11

Waktu (menit)

2. Kurva pendinginan Larutan yang menunjukkan hubungan antara temperatur dan waktu

Hubungan antara suhu dan waktu pada pendinginan larutan

Suhu (C)
0

Waktu
(Menit)
3. Penentuan titik beku larutan terhadap pelarut (Tf)
Titik beku pelarut (Tf pelarut) = 0C
Titik beku larutan (Tf larutan)= -2C
Tf = Tf pelarut- Tf larutan = 0C- (-2C) = 2 C
4. Penentuan Berat molekul (M)
M=
M=

gx 1000 xKf
Px Tf

0,506 x 1000 x 1,86


9,97 x 2
M=

941,16
19,94
M = 47,2 = 47

K. DAFTAR PUSTAKA

9 10 11

Anzhar, Muhammad. 2011. Laporan Berat Molekul, (Online),


(http://anzar27.blogspot.com/2011/01/laporan-berat-molekul.html), diakses 20 April
2015.
Daniels, et al. 1970. Eksperimental Physical Chemistry 7th Ed. New York: Mc Grow Hill.
Shoemaker et al. Eksperimentals in Physical Chemistry 3th Ed. New York: Mc Grow Hill.
Tim Kimia Fisika. 2015. Modul Praktikum II Penentuan Berat Molekul Melalui
Metode Penurunan Titik Beku(CRYOSCOPIC). Malang:Universitas
Negeri Malang.
.
Tony, Bird. 1987. Penuntun Praktikum untuk Universitas. Jakarta: PT Gramedia.