Anda di halaman 1dari 63

SELAMAT SIANG

PARA HADIRIN

Efek samping obat( ESO )dan


Reaksi yang tidak diharapkan
( adverse reaction)

Obat : setiap substansi


yang dapat mempengaruhi
fungsi normal tubuh pada
tingkat sel.

OBAT DAN NASIB OBAT


DALAM TUBUH
OBAT : setiap molekul yang bisa merubah fungsi
tubuh secara molekuler.
NASIB OBAT DALAM TUBUH

Obat
Absorbsi
(1)
Respon
farmakologi
s

Distribusi
(2)
Interaksi dg
reseptor (3)
Dengan/tanpa
metabolisme (4)

Ekskresi (5)

EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM


PENGGUNAAN OBAT
EFEK YANG DIINGINKAN DALAM
PENGGUNAAN OBAT
Hilangkan penyebab penyakit
Hilangkan gejala penyakit
Terapi untuk gantikan /menambah zat yang

hilang/kurang

EFEK OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN :


Efek samping
Efek toksik
Alergi
Teratogenik

Obat yang ada saat ini masih jauh dari ideal.

Tidak ada obat yang memenuhi semua kriteria


obat ideal: tidak ada obat yang aman; semua
obat menimbulkan efek samping; respons
terhadap obat sulit diprediksi dan mungkin
berubah sesuai dengan hasil interaksi obat;
dan banyak obat yang mahal, tidak stabil, dan
sulit diberikan. Karena banyak obat tidak ideal,
semua anggota tim kesehatan harus
**********************
Berlatih care untuk meningkatkan efek
terapeutik dan meminimalkan kemungkinan
bahaya yang ditimbulkan obat.

OBAT IDEAL

Efektif
Aman
Selektif
Mudah dalam pemberian
Bebas dari interaksi obat
Biaya murah
Stabil scr kimia
Memiliki nama generik yang
simpel

Reaksi yang tidak diharapkan


(Adverse reaction)
Efek samping (ESO)

efek fisiologis yang tidak berkaitan dg efek yg


diharapkan
Adverse reaction: efek yang lebih berat dari efek
samping
- efek toksik/ toksisitas: biasanya tjd akibat overdosis
akumulasi obat teridentifikasi dr kadar obat dlm
darah (kadar obat > rentang terapeutik
- idiosinkrasi: respons yg tdk diharapkan & abnormal
pada sbgn kecil populasi, seringnya berkaitan dg
kelainan genetik
9

DEFINISI
ESO : Efek fisiologis yg merugikan /
diingini +
yg biasa u/

pd penggunaan obat dg dosis


Th/ D/ - profilak

Efek terapi: efek obat yg diharapkan


me nguntungkan si pemakai obat
Obat memperbaiki keadaan fisiologik /

patologik penderita , krn adanya khasiat


farmakologik
Obat + reseptor OR efek: ET/ + ESO

Masalah ESO
Mengapa penting ? % ase terus

masalah kesehatan ekonomi sosial


Mengapa % ase terus obat yg
beredar
tanpa disertai informasi
yg proporsional promosi
penggunaan

> 5% Dari penderita MRS ok ESO

yang parah
> 20% Pasien rawat inap diRS

ESO 0,5 1%

USA > 100.000 kematian/ thn

akibat ESO

Case / fatality ratio (CFR) akibat

ESO pasien
12%

rawat nginap : bervariasi 2

Bbrp bayi lahir dg abnormalitas

akibat obat yg digunakan ibu masa

kehamilan

Cost negara berkembang US$ 30


130 billion u/ ESO pasien berobat jalan

obat yg sering dilaporkan negara

berkembang

aspirin, NSAID, anti-influenza,

digoxin, anti-coagulan, diuretik,


antimikroba, glukokortikoid,
antineoplasma, ADO + insulin 90%

Klasifikasi jenis ESO


1. Dose-dependent (type A) makin
> dosis makin kemungkinan ESO
2. Dose-independent (type B) tidak
tergantung dosis hipersensitivity
3. Penggunaan jangka lama (type C)
makin lama ESO makin
4. Delayed effect (type D) obat
sudah lama dihentikan ESO baru +
5. Type E, th/ jangka lama
dihentikan tiba-tiba

Dose-dependent (type

Dose-dependent (type A)

Type A ( dose dependent):


Berhubungan dengan
dosis
Dapat diprediksi
Sering terjadi

TYPE A, terjadi krn :

Dosis yang tinggi :


Terutama u/ obat yg memp. Index terapi

kecil
Contoh :
anticoagulan,obat

hipoglikemik,digoksin,
antiarythmi,aminoglikosid,xantin,cytos
tatic dan obat imunosupresif

> sering terjadi

(70 85%)
makin > dosis kemungkinan > ESO
jenis ESO lanjutan efek farmakologik

dapat diprediksi

dapat diusahakan agar terjadinya seminimal

mungkin
> banyak pd os dg gangguan fungsi
variasi genetik

organ,

insulin, ADO hipoglikemia


NSAID ulserasi saluran

cerna
antihipertensi hipotensi

Dose independent

(type B)

Dose independent ( type B )


Tdk berhub, dg dosis reaksi
imun
Tdk dpt diprediksi
Jarang terjadi

Dose independent (type B)


tidak tergantung dosis
tidak berhub dg efek farmakologik
> jarang terjadi
tidak dapat diprediksi
> sukar dicegah
reaksi alergi (imunologik)
reaksinya lebih severe / serius

Th/penggunaan jangka

lama (typeC)

Type C :
Karena pemberian khronis
Adaptasi perubahan sensitivitas

reseptor
Contoh : Levodopa

Th/penggunaan jangka lama


(typeC)
kontrasepsi hormonal

deep vein thrombosis


NSAID gangguan fungsi
ginjal
glukokortikoid
osteoporosis

Delayed effect (type

D)

Type D (delayed

effect ) :
Efek lambat
Karsinogenesis atau efek pada

reproduksi
Contoh : Stilbestrol

Delayed effect (type D)


obat telah lama dihentikan

ESO baru
timbul
primaquin katarak
teratogenisitas: tetrasiklin,
kortikosteroid ( tergantung masa
kehamilan pd waktu
obat
digunakan)
sulfasalazin infertilitas pria

Delayed effect (type D)


obat telah lama dihentikan

ESO baru
timbul
primaquin katarak
teratogenisitas: tetrasiklin,
kortikosteroid ( tergantung masa
kehamilan pd waktu
obat
digunakan)
sulfasalazin infertilitas pria

Withdrawal syndrome (typ

E)

Withdrawal syndrome (type E)


setelah penggunaan jangka

panjang tiba2 dihentikan


Kortikosteroid, narkotik,
antihipertensi

Banyak ESO tidak dpt dicegah ,

dng mengingat adanya bbrp


faktor deteminant yang
berperan dalam kejadiannya

Dokter wajib berusaha maksimal

agar ESO timbul seminimal


mungkin

Faktor determinant :

** usia , ekstrim muda / dlm kandungan &


usia lanjut , kehamilan , idiosinkrasi

** kelainan genetik (defisiensi enzim G-6-PD);


variasi genetik ( isozim CYP) #

** penyakit dahulu & sekarang

** dosis cara pemberian obat lama pemberian

** interaksi pd polifarmasi : dinamik & kinetik

##

GENETIK :

Px, dgn defect pd


pseudocholinesterase
Susinilkholin memperpanjang
apnoea
PENY.GINJAL :
dpt menyebabkan akumulasi &
toksisitas obat
UMUR :
manula : penurunan fungsi organ
neonatus : fungsi organ blm sempurna

INTERAKSI OBAT:
Interaksi Farmakokinetik:
ABSORBSI :
OBAT YG ME ( METOCLOPRAMID) ATAU ME
(ATROPIN) KECEPATAN PENGOSONGAN
LAMBUNG MEMPENGARUHI ABSORBSI
OBAT.
ESTROGEN DOSIS RENDAH (KONTRASEPSI) +

ANTIBIOTIK MENYEBABKAN KEHAMILAN

DISTRIBUSI :
OBAT YG SATU AKAN MENGGESER

IKATAN PROT OBAT YG LAIN ( YG IKATAN


PROT LEBIH LEMAH)
KURANG BERPENGARUH PADA EFEK

KLINIK, KECUALI OBAT 2 TSB :


WARFARIN,FENITOIN DAN

TOLBUTAMID

METABOLISME :

OBAT PENGINDUKSI ENZ. HEPAR :


FENITOIN, FENOBARBITAL, CARBAMAZEPIN &
RIFAMPISIN
MENURUNKAN EFEKTIFITAS OBAT LAIN YG
DIBERIKAN SECARA BERSAMAAN
OBAT PENGHAMBAT ENZ.HEPAR :
CIMETIDIN, KETOKONAZOL ME EFEK ATAU
TOKSISITAS OBAT LAIN

EKSKRESI
OBAT YG MENGGUNAKAN SISTIM TRANSPORT

YG SAMA PADA TUBULUS PROKSIMALIS


CONTOH :
PROBENESID MENURUNKAN EKSKRESI INSULIN

Interaksi

Farmakodinamik
OBAT DG MEKANISME KERJA YANG

SAMA :
CONTOH : BDZ + ALKOHOL DEPRESI
>>>
OBAT DG EFEK YG BERLAWANAN :
CONTOH : Px.ASMA : - BLOCKER +

AGONIS
FATAL.

Immunologically mediated
reaction
Tipe Reaksi

Jenis reaksi

Obat

IgE-dependent
reactions

Urtikaria,
angioedema,
anafilaksis, hay
fever

NSAID, penisilin,

II

Cytotoxic
reactions, Ig G

Hemolisis,
purpura

Penisilin, sefalosporin,
sulfonamid, rifampisin

III

Immune complex
reactions

Vasculitis,
serum sickness

Quinidin, salisilat,
chlorpromazine, sulfonamid

IV

Delayed-type
reaction/
Cell mediated
hypersensitivity

Dermatitis
Mekanisme tersering
contact, reaksi
Banyak obat (topikal &
exanthematous, sistemik)
reaksi
photoallergic

TYPE B : R. HIPERSENSITIF

REAKSI TIPE I:ANAFILAKTIK


OBAT BERIKATAN DG IgE PD MAST CELL &

BASOFIL PELEPASAN HISTAMIN DAN


MEDIATOR LAIN ANAFILAKTIK SYOK
MIS :
PENISILIN, CEFALOSPORIN, SULFONAMID

REAKSI TIPE II : REAKSI SITOTOKSIK

REAKSI ALERGI YANG MENYEBABKAN KELAINAN


DRH ( BLOOD DYSCRASIAS)
HEMOLITIK ANEMIA :
Sulfonamid, penisilin,
quinidin,methyldopa
AGRANULOSITOSIS :
Carbimazol, Clozapin
THROMBOSITOPENI
Quinidin, Heparin

REAKSI TIPE III :IMMUNE COMPLEX

MEDIATED
SERUM SICKNESS DGN GJL:
demam, arthritis, urtikaria dan
limfadenopati
Penisilin, Sulfonamid, Tiazid

REAKSI TIPE IV : T- CELL

MEDIATED
RASH : Penisilin, Cefalosporin,
anestetika lokal dan Fenitoin

Manifestasi klinik ESO


Multisystem:
anafilaksis, angioedema, demam,

hiperpireksia , serum sickness , LE

Endokrin:
galaktorrhea, ginekomastia, pelibido
Gangg metabolisme:
hiper-, hipoglikemia, hipoksia , asidosis

metabolik , eksakserbasi porfiria ,dll

Dermatologi :
eritema multiform, eczema, fixed

drug eruption, fotodermatitis, dermtis


exfoliat

Hematologi :
agranulositosis,anemia hemolitik dll
Kardiovaskuler :
eksakserbasi angina ,

hipo-,hipertensi, tromboembolism,
gagal jantung

Respiratorius :
obstruksi bronkhus, batuk , depresi

nafas

Gastro-intestinal:
hepatitis kolestatik, esofagitis, dry-

mouth, taste disturbances dll


Renal :
glomerulonefritis

Neurologik :

neuritis

Okuler :

gangguan visus

Telinga: gangguan pendengaran/keseimbangan


Muskulo skeletal : osteoporosis
Gangguan jiwa : psikosis

Efek samping yg spesifik


Fluoroquinolon anak2 : gangguan

pertumbuan tulang
Aminoglikosida gangguan pendengaran
HRT > 5 th resiko kanker mammae

E S O DI RONGGA MULUT
ESO DI RONGGA MULUT P.U :
R.ALERGI

EFEK LOKAL , EFEK SISTEMIK

R.ALERGI PD MUKOSA MULUT :

ERYTEMATOUS LESI ULCERATIVE :


APTHOUS STOMATITIS :
NSAID, Captopril, Sulfonamid, dll.
BURNING MOUTH SYNDROME:

Captopril, Lisinopril dan Enalapril.

GLOSITIS :

Benzodiazepin, Metronidazol, Chlorhexidin,dll.


ERYTHEMA MULTIFORME ( STEVEN

JOHNSON SYNDR):
Clindamycin, NSAID, Sulfonamid,
Tetracyclin,dll.
LICHENOID ERUPTION :

Mercury, NSAID, Tetracyclin, Streptomycin, dll.

PADA JAR. PERIODONTIUM :

GINGIVITIS DAN ULSERASI :

Obat sitotoksik, Imunosupresan,


Kontrasepsi oral
HIPERPLASI GINGIVA :

Fenitoin, Siklosporin, Nifedipin


OBAT YG MENYEBABKAN

TROMBOSITOPENI
Perdarahan spontan pd gingiva

PERUBAHAN WARNA PD

MUKOSA MULUT DAN GIGI


PADA MUKOSA MULUT :
- Preparat
perak,bismuth,mercury,zinc,dll
membentuk kompleks metalic
sulfida yg bereaksi dg plak di poket
gingiva.
- Antimalaria ( Chloroquin,
Mepacrin) menyebabkan akumulasi
melanin pada mukosa.

PADA GIGI :

- Brown staining : Chlorhexidin & Alexidin


- Intrinsic staining : Tetracyclin
CompleksTetracyclin- Calcium
Orthophosphat.abu 2 coklat.
- Ibu hamil 4 bln awal pbtkan gigi
- Bayi 0-3 bln caninus & molar sulung
- Bayi 10 bln anak 7 th insisiv 1,2 &
caninus permanen
- Mottling enamel : Fluoride

PERUBAHAN FLORA RONGGA MULUT :

TRUSH ( CANDIDIASIS) :
- Antibiotik mengubah flora normal
rongga mulut
- Imunosupresan & Kortikosteroid
menekan respon imun

PERUBAHAN PADA KEL. SALIVA :


Xerostomia :

rasa terbakar
OH
karies
peny. Periodontal
infeksi R M

Antikholinergik, antihipertensi, diuretik,


bronkhodilator, dll.

Sialorrhea:
produksi saliva berlebihan
-Neostigmin
-Piridostigmin
-Glikosida Jantung ,dll

Rasa sakit pada kel. Ludah


- Betanidin
- Klonidin
- Metildopa
Pembengkaan kel. Ludah

- Antitiroid
- Fenotiazin
- Sulfonamid

Monitoring efek samping obat


(MESO)
Aktivitas yg terkoordinasi, bertujuan u/

mengumpulkan laporan ESO, terutama ESO yg


jarang terjadi, yg severe atau serius
Panitia akan mengevaluasi laporan yg masuk
Beberapa cara melakukan MESO (spontaneous

reporting, voluntary , Intensive Hospital Monitoring ,


Record linkage, Limited Record, dll)

Kegunaan
Memberikan informasi umpan balik pd

profesi dokter
Dapat mengetahui ESO yg jarang terjadi
Mengetahui kekerapan ESO suatu obat
Dapat merupakan warning bagi ybs.

THANK YOU
FOR YOUR ATTENTION

Agus sunaryo

Terima kasih
atas
perhatiannya