Anda di halaman 1dari 40

Apakah anda mengenal

Posyandu?
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah

kegiatan yang dilaksanakan oleh, dari dan untuk


masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat pada umumnya
serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya.
Posyandu merupakan bagian dari pembangunan
untuk mencapai keluarga kecil, bahagia dan
sejahtera, dilaksanakan oleh keluarga bersama
dengan masyarakat di bawah bimbingan
petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.
1

05/13/16

Tujuan Posyandu
Menurunkan AKB, AKI, AKABA
Meningkatkan pely kesehatan ibu untuk

menurunkan IMR
Mempercepat penerimaan Norma Keluarga Kecil
Bahagia dan Sejahtera (NKKBS)
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk
mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan2
lain yg menunjang kemampuan hidup sehat
Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan
kpd masyarakat dalam usaha meningkatkan
cakupan penduduk dan geografis
Peningkatan dan pembinaan PSM dlm rangka alih
teknologi untuk swakelola usaha2 kesmas.
2

05/13/16

Kegiatan Posyandu
Kesehatan ibu dan anak
KB
Imunisasi
Peningkatan gizi

Pan
ca
Krid
a

Sapta
Krida

Penanggulangan diare
Sanitasi dasar

Penyediaan obat essensial

05/13/16

Siapa sasaran utama


Posyandu?
Sasaran posyandu adalah seluruh
masyarakat yang membutuhkan
pelayanan kesehatan dasar yang ada
di posyandu,terutama :
a. Balita dan orangtuanya
b. Ibu hamil, bufas
c. Ibu menyusui dan bayinya
d. Pasangan usia subur
4

05/13/16

Siapa pelaksana Posyandu?


Pelaksana Posyandu adalah kader.
Kader Posyandu adalah siapa saja

dari anggota masyarakat yang:


Mau

bekerja secara sukarela dan ikhlas


Mau dan sanggup melaksanakan kegiatan
Posyandu
Mau dan sanggup menggerakkan masyarakat
untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan
Posyandu.
5

05/13/16

Apa saja tugas kader


Posyandu?

Secara garis besar tugas kader Posyandu


adalah sebagai berikut:

Melakukan kegiatan bulanan Posyandu


1. Mempersiapkan pelaksanaan Posyandu
2. Kegiatan bulanan Posyandu
3. Kegiatan setelah pelayanan bulanan Posyandu
Melaksanakan kegiatan di luar Posyandu
1. Melaksanakan kunjungan rumah.
2. Menggerakkan masyarakat untuk menghadiri
dan ikut serta dalam kegiatan Posyandu.
3. Membantu petugas kesehatan dalam
pendaftaran, penyuluhan, dan berbagai usaha
kesehatan masyarakat
05/13/16

I. Melakukan kegiatan bulanan Posyandu


A. Mempersiapkan pelaksanaan Posyandu
Sehari sebelum pelaksanaan Posyandu, kader
memberikan informasi kepada seluruh peserta

Posyandu mengenai kegiatan yang akan


dilaksanakan di Posyandu.
Alat dan bahan yang diperlukan dipersiapkan.
Bila ada alat yang belum tersedia, dapat
diusahakan dengan meminjam, meminta
bantuan pada perugas kesehatan atau bila
mungkin membuat sendiri.
Membagi tugas di antara para kader, dan bila
perlu
bantuan dapat menyertakan ibu-ibu yang lain.
05/13/16

I. Melakukan kegiatan bulanan Posyandu


B. Kegiatan bulanan Posyandu (Lihat halaman 21)
C. Kegiatan setelah pelayanan bulanan Posyandu
Mencatat seluruh hasil kegiatan Posyandu
Membahas kegiatan kegiatan Posyandu

lainnya
Menetapkan jenis kegiatan yang
akandilaksanakan pada kegiatan bulan
berikutnya, misalnya: penyuluhan KB,
makanan pendamping ASI, Imunisasi,
Pelayanan kesehatan, arisan, pengajian dll.
8

05/13/16

II.
A.

Melaksanakan kegiatan di luar


Posyandu
Melaksanakan kunjungan rumah
Setelah kegiatan di dalam Posyandu
selesai, rumah ibu-ibu yang akan
dikunjungi ditentukan bersama.
Tentukan keluarga yang akan dikunjungi
oleh masing-masing kader. Sebaiknya
diajak pula beberapa ibu untuk ikut
kunjungan rumah.

05/13/16

II.
A.

10

Melaksanakan kegiatan di luar


Posyandu

Melaksanakan kunjungan rumah


Mereka yang perlu dikunjungi adalah:
1. Ibu yang anak balitanya tidak hadir 2 bulan
berturut-turut di Posyandu
2. Ibu yang anak balitanya belum mendapat kapsul
vitamin
3. Berat badannya tidak naik 2 bulan berturut-turut.
4. Berat badannya di bawah garis merah KMS
5. Sasaran Posyandu yang sakit.
6. Ibu hamil yang tidak menghadiri kegiatan di
Posyandu 2 bulan berturut-turut.
7. Ibu hamil yang bulan lalu dikirim/rujuk ke
Puskesmas.
8. Ibu yang mengalami kesulitan menyusui anaknya.
9. Ibu hamil dan ibu menyusui yang belum mendapat
kapsul iodium.
10. Balita yang terlalu gemuk
05/13/16

II.

Melaksanakan kegiatan di luar


Posyandu

B. Menggerakkan

masyarakat untuk
menghadiri dan ikut serta
dalam kegiatan Posyandu.
Langsung ke tengah

masyarakat.
Melalui Tokoh masyarakat atau
pemuka agama/adat.
11

05/13/16

II.

Melaksanakan kegiatan di luar


Posyandu

C. Membantu petugas

kesehatan dalam
pendaftaran, penyuluhan,
dan usaha kesehatan
masyarakat

12

05/13/16

Bagaimana jika kader menemui


kesulitan dalam pelaksanaan
Posyandu?
Jika menemui kesulitan, kader dapat berbicara

atau berdiskusi dengan:

Tokoh masyarakat
Tokoh agama
Kepala desa (Lurah)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Petugas RT, RW
Tim penggerak PKK
Petugas KB (PLKB)

13

05/13/16

Keterampilan dan pengetahuan apa saja


yang harus dikuasai oleh seorang kader?

Seorang kader dalam

tugasnya akan sering


melakukan penyuluhan:
1. Penyuluhan perorangan dengan

tatap muka
2. Penyuluhan kelompok
3. Penyuluhan disertai peragaan
(demonstrasi)
14

05/13/16

Karena itu keterampilan dan pengetahuan yang


harus dikuasai oleh seorang kader adalah:

Keterampilan komunikasi
interpersonal
Keterampilan yang berhubungan
dengan kegiatan di Posyandu
(pencatatan, pelaporan,
penimbangan dll)
Pengetahuan kesehatan dasar dan
gizi

15

05/13/16

Keterampilan komunikasi
interpersonal

Keterampilan ini penting karena


dalam Melaksanakan tugasnya
seorang kader perlu memahami
kebutuhan masyarakat, serta perlu
menguasai teknik-teknik komunikasi
yang efektif agar informasi dan
pesan yang disampaikan kepada
masyarakat dapat dimengerti
dengan baik dan dilaksanakan.
16

05/13/16

Keterampilan yang berhubungan dengan


kegiatan di Posyandu (pencatatan,
pelaporan, penimbangan dll)

Kader perlu memahami sistem


pencatatan dan pelaporan yang
benar, agar dapat memperoleh
data yang mampu membantu
kader mengidentifikasi
masyarakat yang perlu dikunjungi
dan memperoleh perhatian khusus
17

05/13/16

Pengetahuan kesehatan dan


gizi

Pemahaman kader yang


baik mengenai kesehatan
dasar dan gizi akan
membantu kader lebih
effektif dalam memberikan
informasi yang benar
18

05/13/16

Bagaimana cara melaksanakan


kegiatan bulanan Posyandu?
Pelaksanaan kegiatan di Posyandu dikenal

dengan nama sistem 5 meja, dimana


kegiatan di masing-masing meja mempunyai
kekhususan sendiri-sendiri. Sistem 5 meja
tersebut tidak berarti bahwa Posyandu harus
memiliki 5 buah meja untuk pelaksanaanya,
tetapi kegiatan Posyandu harus mencakup 5
pokok kegiatan:

19

05/13/16

Meja I
Pendaftaran oleh
kader

Meja II

Penimbangan dan
pemantauan
tumbang

Meja III
Meja V

Pelayanan dan konseling


kesehatan
Imunisasi
KIA, KB termasuk deteksi dan
intervensi dinitumbuh
kembang Balita
Gizi termasuk
Penanggulangan gizi
kurangdan buruk serta
penyakit pada Balita
Dilaksanaka

n oleh Nakes
20

SKEMA PELAYANAN

Pengisian
KMS/buku
KIA

Meja IV

Penyuluhan KIA termasuk


tumbuh kembang anak
Penyuluhan Gizi termasuk
pemberian Kapsul Vit A,Tablet
tambah darah dan PMT
Merujuk Balita ke Meja V
Dilaksanakan
oleh kader
posyandu
05/13/16

Meja 1

Pendaftaran balita, ibu hamil,


ibu
menyusui
Meja 2 Penimbangan bayi dan balita
Pelayanan ibu menyusui, bumil,
PUS
Meja 3 Pencatatan hasil penimbangan
(pengisian KMS)
Meja 4 Penyuluhan dan pelayanan gizi
bagi
ibu balita, ibu hamil
dan busui
Meja 5 Pelayanan kesehatan (KB,
imunisasi,
Pemberian vitamin A
dan pojok oralit)

21

05/13/16

Apa saja kegiatan di masing-masing meja


tersebut?
Kegiatan di meja 1
1.Pendaftaran Balita
a. Balita didaftar dalam formulir pencatatan balita
b. Bila anak sudah memiliki KMS, berarti bulan lalu
anak sudah ditimbang. Minta KMSnya, namanya
dicatat pada secarik kertas. Kertas ini diselipkan
di KMS, kemudian ibu balita diminta membawa
anaknya menuju tempatpenimbangan.
c. Bila anak belum punya KMS, berarti baru bulan
ini ikut penimbangan atau KMS lamanya hilang.
Ambil KMS baru, kolomnya diisi secara lengkap,
nama anak dicatat pada secarik kertas. Secarik
kertas ini diselipkan di KMS, kemudian ibu balita
diminta membawa anaknya ke
tempatpenimbangan.
22

05/13/16

2. Pendaftaran ibu hamil


Ibu hamil didaftar dalam formulir catatan
untuk ibu hamil.
Ibu hamil yang tidak membawa balita
diminta langsung menuju ke meja 4 untuk
mendapat pelayanan gizi oleh kader serta
pelayanan oleh petugas di meja 5.
Ibu yang belum menjadi peserta KB dicatat
namanya pada secarik kertas, dan ibu
menyerahkan kertas itu langsung kepada
petugas di meja 5.

23

05/13/16

Apa saja kegiatan di masing-masing meja


tersebut?
Kegiatan di meja 2
Penimbangan anak dan balita, hasil
penimbangan berat anak dicatat pada
secarik kertas yang terselip di KMS.
Selipkan kertas ini kembali ke dalam
KMS.
Selesai ditimbang, ibu dan anaknya
dipersilakan menu meja 3, meja
pencatatan.

24

05/13/16

Apa saja kegiatan di masing-masing meja


tersebut?

25

Kegiatan di meja 3
Buka KMS balita yang bersangkutan.
Pindahkan hasil penimbangan anak dari
secarik kertas ke KMSnya.
Pada penimbangan pertama, isilah semua
kolom yang tersedia pada KMS.
Bila ada Kartu Kelahiran, catatlah bulan lahir
anak dari kartu tersebut.
Bila tidak ada Kartu Kelahiran tetapi ibu ingat,
catatlah bulan lahir anak sesuai ingatan
ibunya.
Bila ibu tidak ingat dan hanya tahu umur
anaknya yang sekarang, perkirakan bulan lahir
anak dan catat.
05/13/16

Apa saja kegiatan di masing-masing meja


tersebut?
Kegiatan di meja 4
Penyuluhan untuk semua orang tua balita.
Mintalah KMS anak, perhatikan umur dan
hasil penimbangan pada bulan ini.
Kemudian ibu balita diberi penyuluhan.
Penyuluhan untuk semua ibu hamil.
Anjurkan juga agar ibu memeriksakan
kehamilannya sebanyak minimal 5 kali
selama kehamilan pada petugas kesehatan,
bidan di desa atau dukun terlatih.
Penyuluhan untuk semua ibu menyusui
mengenai pentingnya ASI, kapsul iodium
dan vitamin A.
26

05/13/16

Apa saja kegiatan di masing-masing meja


tersebut?
Kegiatan di meja 5
Kegiatan di meja 5 adalah kegiatan
pelayanan kesehatan dan pelayanan
KB, imunisasi serta pojok oralit.
Kegiatan ini dipimpin dan
dilaksanakan oleh petugas dari
Puskesmas.

27

05/13/16

Program Tambahan
Maksud dari program tambahan yang ada di

posyandu yaitu: program yang menunjang


kegiatan/kesejahteraan kader posyandu
contohnya :
Arisan antara kader posyandu
Bina keluarga balita (BKB)
Usaha simpan pinjam
Diversifikasi pertanian, melalui tanaman obat
keluarga
Berbagai program pembangunan masyarakat
lainnya.
28

05/13/16

POLINDES

29

AYU NAVY FRANSISKA.,S.ST

05/13/16

DEFINISI
Merupakan salah satu bentuk UKBM (Usaha Kesehatan

Bagi Masyarakat) yang didirikan masyarakat oleh


masyarakat atas dasar musyawarah, sebagai
kelengkapan dari pembangunan masyarakat desa,
untuk memberikan pelayanan KIA-KB serta pelayanan
kesehatan lainnya sesuai dengan kemampuan Bidan.

Suatu tempat yang didirikan oleh masyarakat atas

dasar musyawarah sebagai kelengkapan dari


pembangunan kesmas untuk memberikan pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana
(KB) dikelola oleh bidan desa (bides) bekerjasama
dengan dukun bayi dibawah pengawasan dokter
puskesmas setempat.

30

05/13/16

Lanjutan
Pondok Bersalin Desa (Polindes) adalah

salah satu bentuk Upaya Kesehatan


Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang
merupakan wujud nyata bentuk peran serta
masyarakat didalam menyediakan tempat
pertolongan persalinan dan pelayanan
kesehatan ibu dan anak lainnya, termasuk
KB di desa.

31

05/13/16

Kajian
makna
Polindes merupakan
salahpolindes
satu bentuk PSM dalam

menyediakan tempat pertolongan persalinan dan


pelayanan KIA, termasuk KB di desa.
Polindes dirintis di desa yang telah mempunyai bidan
yang tinggal di desa tersebut.
PSM dalam pengembangan polindes dapat berupa
penyediaan tempat untuk pelayanan KIA (khususnya
pertolongan persalinan), pengelolaan polindes,
penggerakan sasaran dan dukungan terhadap
pelaksanaan tugas bidan di desa.
Peran bidan desa yang sudah dilengkapi oleh
pemerintah dengan alat-alat yang diperlukan adalah
memberikan pelayanan kebidanan kepada
masyarakat di desa tersebut.
Polindes sebagai bentuk PSM secara organisatoris
berada di bawah seksi 7 LKMD, namun secara teknis
berada di bawah pembinaan dan pengawasan
puskesmas.
32

05/13/16

Tempat yang disediakan oleh masyarakat untuk

polindes dapat berupa ruang/kamar untuk


pelayanan KIA, termasuk tempat pertolongan
persalinan yang dilengkapi dengan sarana air
bersih.
Tanggung jawab penyediaan dan pengelolaan
tempat serta dukungan opersional berasal dari
masyarakat, maka perlu diadakan kesepakatan
antara wakil masyarakat melalui wadah LKMD
dengan bidan desa tentang pengaturan biaya
operasional dan tarif pertolongan persalinan di
polindes.
Dukun bayi dan kader posyandu adalah kader
masyarakat yang paling terkait.
33

05/13/16

Fungsi polindes
Sebagai tempat pelayanan KIA-KB dan

pelayanan kesehatan lainnya.


Sebagai tempat untuk melakukan kegiatan
pembinaan, penyuluhan dan konseling KIA.
Pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat.

34

05/13/16

Tujuan Polindes
Meningkatnya jangkauan dan mutu

pelayanan KIA-KB termasuk pertolongan


dan penanganan pada kasus gagal.
Meningkatnya pembinaan dukun bayi dan
kader kesehatan.
Meningkatnya kesempatan untuk
memberikan penyuluhan dan konseling
kesehatan bagi ibu dan keluarganya.
Meningkatnya pelayanan kesehatan lainnya
sesuai dengan kewenangan bidan.
35

05/13/16

Kegiatan Polindes
Memeriksa kehamilan, termasuk memberikan

imunisasi TT pada bumil dan mendeteksi dini


resiko tinggi kehamilan.
Menolong persalinan normal dan persalinan
dengan resiko sedang.
Memberikan pelayanan kesehatan ibu nifas
dan ibu menyusui.
Memberikan pelayanan kesehatan neonatal,
bayi, anak balita dan anak pra sekolah, serta
imunisasi dasar pada bayi.
Memberikan pelayanan KB.
36

05/13/16

Lanjutan
Mendeteksi dan memberikan pertolongan

pertama pada kehamilan dan persalinan yang


beresiko tinggi baik ibu maupun bayinya.
Menampung rujukan dari dukun bayi dan dari
kader (posyandu, dasa wisma)
Merujuk kelainan ke fasilitas kesehatan yang
lebih mampu.
Melatih dan membina dukun bayi maupun kader
(posyandu, dasa wisma).
Memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi
ibu hamil dan anak serta peningkatan
penggunaan ASI dan KB.
Mencatat serta melaporkan kegiatan yang
dilaksanakan kepada puskesmas setempat.
37

05/13/16

Sasaran Polindes
Bayi berusia kurang dari 1 tahun
Anak balita usia 1 sampai dengan 5 tahun
Ibu hamil
Ibu menyusui
Ibu nifas
Wanita usia subur.
Kader
Masyarakat setempat.

38

05/13/16

Syarat Terbentuknya Polindes


Tersedianya bidan di desa yang bekerja penuh untuk

mengelola polindes.
Tersedianya sarana untuk melaksanakan tugas pokok dan
fungsi Bidan, antara lain bidan kit, IUD kit, sarana imunisasi
dasar dan imunisasi ibu hamil, timbangan, pengukur Tinggi
Badan, Infus set dan cairan D 5 %, NaCl 0,9 %, obat obatan
sederhana dan uterotonika, buku-buku pedoman KIA, KB dan
pedoman kesehatan lainnya, inkubator sederhana.
Memenuhi persyaratan rumah sehat, antara lain penyediaan
air bersih, ventilasi cukup, penerangan cukup, tersedianya
sarana pembuangan air limbah, lingkungan pekarangan
bersih, ukuran minimal 3 x 4 m2.
Lokasi mudah dicapai dengan mudah oleh penduduk
sekitarnya dan mudah dijangkau oleh kendaraan roda 4.
Ada tempat untuk melakukan pertolongan persalinan dan
perawatan postpartum minimal 1 tempat tidur.
39

05/13/16

TERIMA KASIH