Anda di halaman 1dari 23

Pelayanan Kesehatan

Reproduksi

Oleh:
Dr. Febrina Sertu Fani

Definisi

Pendahuluan
Kesehatan reproduksi di defenisikan sebagai keadaan
sejahtera fisik , mental dan social secara utuh , yang
tidak semata-mata bebas dari penyakit dan kecacatan
dan semua hal yang berkaitan dengan system reproduksi
, serta fungsi dan prosesnya (UNFPA,2001)
Kesehatan reproduksi adalah kemampuan sesorang
untuk dapat memanfaatkan alat reproduksi dengan
mengukur kesuburannya dapat menjalani kehamilannya
dan persalinan serta aman mendapatkan bayi tanpa
resiko apa pun ( well health mother baby ) dan
selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas
normal (Manuaba ,1999).

Untuk kepentingan Indonesia saat ini , secara nasional telah di


sepakati ada empat komponen proritas kesehatan reproduksi , yaitu
: Kesehatan ibu dan bayi baru lahir, keluarga berencana, kesehatan
reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan penyakit menular
seksual, termasuk HIV/AIDS.
Pelayanan yang mencakup empat komponen prioritas di atas di
sebut pelayanan kesehatan reproduksi esensial (PKRE). Jika PKRE
di tambah dengan pelayanan kesehatan reproduksi bagi usia lanjut
maka pelayanan yang di berikan di sebut pelayanan kesehatan
reproduksi komprenhensif (PKRK).
Karena terdiri atas beberapa komponen,maka pelayanan kesehatan
reproduksi diupayakan agar dapat diberikan secara
terpadu,berkualitas dan memperhatikan hak reproduksi perorangan.
Ini berarti bahwa pelayanan kesehatan reproduksi bukanlah suatu
pelayanan yang baru mampu sendiri,tetapi merupakan kombinasi
berbagai pelayanan secara terpadu dan berkualitas termasuk dalam
aspek komunikasi,informasi dan edukasi (KIE).

Pasangan Usia Subur (PUS)


Pasangan Usia subur adalah pasangan yang
sudah menikah,pasangan suami istri dimana
kedua-duanya masih hidup dengan batas
umur 15 49 tahun.
Pasangan usia subur (Pus) adalah pasangan
suami istri berumur 15-49 tahun dari secara
operasional termasuk pula pasangan suami
istri yang istrinya berumur kurang dari 15
tahun dan telah haid atau istrinya berumur 50
tahun tetapi masih hamil. (Hartono,2004).

Pelayanan Kesehatan ada Catin


Pelayanannya berupa:
a. Pemeriksaan kesehatan kedua catin, agar salah
satu/kedua catin tersebut menderita penyakit dapat
diketahui sebelumnya.
b. Apabila ternyata sakit agar segera berobat,sehingga
pada saat pernikahan kedua catin benar-benar dalam
keadaan sehat.
c. Penjelasan tentang kesehatan dalam perkawinan,
terutama yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan,
masa nifas dan KB.
d. Pemberiaan imunisasi TT pada catin perempuan.
e. Memberikan pengetahuan bagaimana sikap seorang
PUS ini harus sesuai dengan kodratnya, tidak sama
dengan sebelum dia menikah, atau masih gadis.

2. Pelayanan Keluarga
Berencana
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan :
a. Prioritaskan pelayanan KB diberikan terutama kepada
pasangan usia subur yang istrinya mempunyai keadaan 4
terlalu yaitu : terlalu muda(< dari 20 thn), terlalu banyak anak
(lebih dari 3 orang), terlalu dekat jarak kehamilan( dari 35 thn).
b. Tanggung jawab dalam kesetaraan ber-KB merupakan
tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
c. Setiap Metode kontrasepsi mempunyai keuntungan dan
kelemahan masing-masing.
d. Pelaksana pelayanan KB wajib memberikan nasehat
tentang metode yang paling cocok sesuai dengan hasil
pemeriksaan fisik sebelum pelayanan KB diberikan kepada
klien akan lebih mudah menentukan pilihan.
e. Klien juga harus diberi informasi tentang kontraindikasi
pemakaian berbagai metode kontrasepsi.

Wanita Usia Subur (WUS)

WUS (Wanita Usia Subur) adalah wanita yang keadaan


organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara
umur 20-45 tahun. Pada wanita usia subur ini
berlangsung lebih cepat dari pada pria. Puncak
kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun. Pada
usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil.
Pada usia 30-an presentasenya menurun hingga 90%.
Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil
berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40
wanita hanya punya maksimal 10% kesempatan
untuk hamil

1. Siklus Haid
Wanita yang mempunyai siklus haid teratur setiap bulan biasanya
subur.Satu putaran haid dimulai dari hari pertama keluar haid hingga
sehari sebelum haid datang kembali, yang biasanya berlangsung
selama 28-30 hari.
2. Pembekalan pengetahuan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita
a. Personal Hygiene, misalnya :
Mandi 2x sehari
Ganti pakaian dalam setiap hari
Hindari keadaan lembab di vagina
Mamakai pembalut yang tidak mengandung zat berbahaya (berbahaya
ditandai dengan mudah rusaknya pembalut jika terkena air)
Ganti pembalut maksimal tiap 6 jam atau bila sudah penuh oleh darah
haid
Cebok dari arah depan ke belakang
Hindari penggunaan sabun/cairan pembersih vagina.
b. Gizi
Hindari 5 P (Pewarna, pengawet, penyedap, pengenyal,
Konsumsi buah dan sayuran.
c. Perilaku seks
Hindari perilaku seks bebas diluar nikah.
d. Perkembangan fisik, kejiwaan dan kematangan seksual remaja

Aspek perubahan remaja


1.Perubahan fisik (pubertas)
pertumbuhan yang sangat cepat
- tinggi
- BB
biasa disebut pertumbuhan dan kematangan
seksual sebagai perubahan hormonal.

c. Proses reproduksi yang bertanggung jawab


d. Pergaulan yang sehat antara remaja laki laki dan
perempuan serta kewaspadaan terhadap masalah
remaja yang banyak di temukan.
e. Persiapan pranikah.
f. Kehamilan dan persalinan.

Kematangan seksual remaja


putra
: 10 13,5 tahun
Terjadi usia

Kematangan seksual remaja putri :


Terjadi usia 9,0 15 tahun

3. Pelayanan kesehatan dengan deteksi dini kanker sistem


reproduksi. Kanker system reproduksi meliputi kanker
leher rahim , payudara , indung telur , rahim , dan alat
kelamin perempuan .
Ciri-ciri yang perlu di curigai akan adanya kanker leher
rahim :
a. Adanya cairan vagina abnormal ( duh vagina )
b. Perdarahan di waktu haid atau haid dengan perdarahan
hebat
c. Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
d. Paritas tinggi dan di atas 30 tahun.

a. Pemeriksaan pap smear :


Cara termudah untuk mengetahui secara dini
kanker leher rahim adalah melalui pemeriksaan
pap smear yaitu pemeriksaan yang di lakukan
dengan mengambil usapan sel dan lender leher
rahim untuk mengetahui apakah ada perubahan
pada sel secara mikroskopis .
a. Pada umur berapapun pada usia subur
b. Telah berhubungan seks lebih dari 1 tahun
c. Ada atau tidak ada cairan vagina yang
mencurigakan
4. Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara
( SADARI )

Pelayanan Kesehatan
Reproduksi Klimakterim/
Menopause
Kata menopause berasal dari bahasa yunani yang
berarti bulan dan penghentian sementara
(Wirakusumah,Emma.S, 2004).
Menopause atau mati haid adalah masa dimana seorang
perempuan mendapatkan haid atau datang bulan atau
menstruasi terakhir secara alami dan tidak lagi haid
selama 12 bulan berturut-turut (Departemen Kesehatan
RI, 2005).
Umumnya terjadi menopause mulai terjadi pada
permpuan berusia sekitar 45-55 tahun (Departemen
Kesehatan RI, 2005).

Gejala Gejala Menopause


a. Gejala Jangka Pendek
1. Gejala Vasomotor
Kulit memerah dan panas
tiba-tiba
Palpitasi
Pening
Rasa lemah dan ingin
pingsan

2. Gejala Psikologis
Mood murung
Ansietas
Iritabilitas dan mood
berubah-ubah
Labilitas emosi
Merasa tidak berdaya
Gangguan daya ingat
Konsentrasi berkurang
Sulit mengambil keputusan
Merasa tidak bahagia

Gejala Jangka Menengah


Atrofi Urogenital
Kekeringan vagina menyebabkan
dispareuni, yang kemudian akan
menurunkan libido
PH vagina meningkat dan vagina
rentan mengalami infeksi oleh
bakteri, karena terjadi penurunan
kolonisasi oleh laktobasil
Insiden disuria, frekuensi, urgensi,
dan inkotinensia meningkat
seiring bertambahnya usia, dan
terjadi atrofi dan berkurangnya
jaringan kolagen di sekitar
leherkandung kemih.

Perubahan Kulit
Pada pasca menopause terjadi
penyusutan generalisata
kolagen dari lapisan dermis
kulit
Wanita sering mengeluh kulit
yang tipis, dan kering disertai
kerontokan rambut dan
kerapuhan kuku.
Sering terjadi keluhan nyeri
sendi dan otot yang
generalisata dan hal ini juga
disebabkan oleh berkurangnya
kolagen.

Gejala Jangka Panjang


1.Osteoporosis
2.Penyakit kardiovaskuler.

Pelayanan Kesehatan
yang Dapat dilakukan :
Memberikan penjelasan tentang perubahan
perubahan yang terjadi
Memberikan nasehat tentang nutrisi dan diet untuk
kesehatan sendiri
Menganjurkan pengkonsumsian makanan
vegetarian sehingga tidak mengganggu fungsi alat
pencernaan nya , orang tua memerlukan banyak
serat dalam makanannya.
Menghindari perubahan kejiwaan dengan
keharmonisan keluarga dan saling pengertian
Kemungkinan pemberian terapi hormonal dengan
lebih dahulu berkonsultasi dengan dokter ahli.

Wassalam
n
Terima
Kasih