Anda di halaman 1dari 34

VITAMIN DAN MINERAL

I. Vitamin yang larut dalam air


- Vit. B Group :
Thiamin B1 Aneurin
Riboflavin B2
Biotin
Nicotinic Acid
Pyridoxine B6
Folic Acid
Pantothenic Acid
Vit B12 Cyanocobalamin
- Vit. C
II. Vitamin larut dalam lemak :
A, D, E, K

Mineral / Elemen
H, C, N, O, Na, K, Mg, P, S, Cl, Ca, Fl,
Fe, Zn, Ca, Cu, Cr, I. Se
VITAMIN
Hipervitaminosis
Avitaminosis - Hipovitaminosis
Vitamin defisiensi

VITAMIN A
Dikenal 3 bentuk dasar
1. Alkohol Vit. A (Retinol) =
Preformed
vit.
2. Aldehyda Vit. A (Retinal)
3. Asam Vitamin A (Retinoic Acid)

Didalam makanan ada 2 jenis vitamin


A
1. Retinol: ditemukan hanya
dalam
makanan dari hewan, Hati
kaya retinol, Daging, Fatty fish,
Egg, Milk
fat
2. Provitamin = Carotenes
kebanyakan berasal dari plants
Carotenes : Campuran substansi
wama kuning / oranye
yang di
dalam tubuh dirubah
menjadi
Vitamin A
Yang aktif Carotenes Vitamin

Vitamin A :
- Stabil selama dimasak menurut metode
normal
- Tidak larut dalam air
- Berkurang pada temperatur titik didih
- Pada temperatur dan kering
meningkat kehilangannya

One IU of Retinol
= 0,3 g Retinol
One IU of -Carotene
= 0,6 g
Carotene
One IU of other active Carotenes
= 1,2 g other
active
Carotenes

Gejala-gejala defisiensi Vitamin A

XEROPTHALMIA
Tkl I

: Hemeralopia : Buta senja /


malam
Deteksi ERG
Tkt II
: Xerosis conjunctivae
bulbaris
epitheliasis

yang berdasarkan suatu dyskeratosis pada


epithelium conjungtiva. terlihat sebagai
suatu pengeringan khas yang sering kali
disertai dengan kekeruhan meningkat pada
epithelium. Karena kekeringan ini
conjungtiva tidak akan mudah dibasahi
oleh air mala, Disamping itu kita melihat
pada conjungtiva bulbi didaerah celah mata
bahwa lipatan-lipatan vertikal yang normal
ditimbulkan oleh gerakan mata terutama
dekal canthus externus (ujung lateral)
sekarang lebih tebal dan lebih menonjol
lagi.

Bercak bitot : suatu plaque pada


conjungtiva
yang xerotik. yang
kelihalan seperli lemak
atau busa sabun,
disebabkan oleh sekresi lemak yang luar
biasa.
Plaque ini biasanya ada pada kedua mata
akan tetapi tidak senantiasa dalam tingkat
yang sama sering terdapat dibagian
temporal, nasal atau bawah conjungtiva
bulbi didaerah prilimbus, dan jarang sekali
pada conjungtiva palpebra.

Menurut Nicholis & Nimalasurya (1959) ada


kemungkinan 2 jenis xerosis pada conjungtiva bulbi:
- Jenis yang akut dan terjadinya perubahanperubahan secara cepat dan menimbulkan
kumpulan- kumpulan epithelium yang
degeneratif sehingga merupakan busa sabun.
- Jenis yang kronik, kerusakan epithelium yang
terjadi
lebih lambat dan lebih kompak
Bercak bitot sermgkali sembuh dengan
meninggalkan warna yang agak kecoklat-coklatan
pada conjungtiva bulbi yang bersangkutan.

Tkl III :
Xerosis cornea epithelialis, juga
berdasarkan suatu dyskeralosis pada
epithelium cornea. Terlihat sebagai
permulaan cornea yang tidak mengkilat
dan kering disertai kekaburan yang diffuse.
Keadaan ini akan disusul agak cepat oleh
erosi-erosi kecil tersendiri dan dalam 24-48
jam dapat memperlihalkan tanda-tanda
ulcerasi yang akan bertambah mendalam
sehingga segera menimbulkan
Descemetocele dan akhirnya perforasi
cornea dengan prolaps iris seringkali akan
lerlihat adanva hypopion dalam camera
oculi anl. Umumnya kerusakan cornea
berlokasi pada bagian nasal bawah.
Sebagian besar kelainan corneaini akan

Tkt IV :
Keralomalacia, menyebabkan cornea
menjadi cair karena necrosis, kadangkadang sampai selera daerah limbus proses
ini berlangsung cepat berakhir suatu
phthisis bulbi
Kadang-kadang timbul mummifikasi
cornea, yang o]eh Pilat (1929) disamakan
dengan suatu proses gangrene kering.
Berlawanan dengan keratomalacia yang
dianggap sebagai jenis yang lembab
mummifikasi berakhir dengan suatu
staphyloma cornea yang besar.

Def. Vitamin A / Hipovitaminosis A


Bila cadangan vit. A didalam hati sudah
sangat menipis sedangkan intake vil. A dari
makanan rendah. Sebelum mencapai ini
akan melalui suatu fase at risk pada
keadaan at risk : cadangan vit. A didalam
hati < 10 mikrogram/gram hati segar dan
kandungan vit. A didalam plasma 10-20
mikrogram/dL

XEROPHTHALM1A
Jadwal Pengobatan & Pencegahan
1. Anak-anak penderita Xerophthalmia
atau sakit kekurangan gizi Segera :
- 200.000 SI Vit. A oral atau
- 100.000 SI Vit. A IM
Hari berikutnya 200.000 SI Vit. A
oral / IM
1 -2 mgg berikutnya : 200.000 S 1 Vit.
A
oral
2. Semua anak-anak
Setiap 4-6 bulan : 200.000 SI Vit. A
oral
3. Ibu-ibu yang baru melahirkan atau
dalam
masa nifas 200.000 SI Vit. A

TH1AMINE / ANEURIN / Vitamin B1 / (Beriberi) Deficiency


Etiologi:
Vit. B1:
- Water soluble vitamin
- Thiamine pyrophosphate
- Atau Corcaboxylase functions sebagai
suatu
coenzyme dalam metabolisme
carbohydrate
- Def. Coenzyme ini mengkibatkan
accumulasi
pyruvic acid dalam jaringan
- Dibutuhkan untuk sintese acethlcholine
dan def. menyebabkan gangguan fungsi
saraf

-Makanan yang biasa diberikan pada bayi a.l ASI,


susu sapi, sayur-sayuran. cereals, buah-buahan,
telur
cukup vitamin B1
- Ibu dengan def. Vit. B1 yang menyusui bayinya
akan akibatkan bayinya def. Vit. B1 juga beriberi
- Anak-anak yang lebih besar dengan diet yang
cukup Vit. B1 seperti : Daging dan kacangkacangan tak perlu
ditambahkan Vit. B1
- Vit. B1 mudah dirusak o/k :
Netral
Panas
media
Alkalin
- Mudah diekstrak dari makanan dan air masak
- Adanya sualu destructive enzymalic factor pada
ikan
diet kurang vit B1

Patologi:
Kasus fatal beri-beri kerusakan berlokasi
pada jantung, saraf perifer, subcutaneous
tissue dan serous cavities
-

Jantung berdilatasi, terutama kanan, jar.


Interstitiel edema, degenerasi lemak
pada
myocardium
- Edema umum atau edema pada tungkai,
sereous effusion, pembesaran pemb.
Veneus di viscera
- Saraf perifer deg dari myelin dan pd
akan
cylinder terutama pd Chronic
def.

States Manifestasi klinik :


Physical findings 2 tipe :
1. Dry beri-beri pd infant:
Kelihatan plump/montok tapi pucat,
flabby (lemah). List less (tak bergaya)
&
dyspneic, jantung cepat dan
pembesaran
hati.
2. Wet beri-beri pd infant:
Bayi undernourism, pucat,
edematous,
dyspnea, vomiting &
tachycardia Reflex
lutut (palellar) &
ankle (-)
- Tidak ada kelainan BB kecuali o/k
edema
- Kulit appears waxy
- Urine : albumin & cast

- Simptom-simptom pihak saraf


perubahan di
pusat dan juga saraf perifer
- Apathy & Drowsiness
- Ptosis dari kelopak mata & atrophy saraf
optic
- Noarseness o/k paralyse saraf larynx &

tanda karakteristik bentuk paralyse


pada
bayi jarang
- Cardiac signs Cyanosis ringan, dispnea
- Tachycardia, pembesaran hati, hilang
kesadaran dan kejang berlangsung cepat
- Jantung membesar terutama kanan
denyut
jantung cepat, PII gallop
rythme

Prevention:
Recommended daily dietary
allowance
1,8 mg
during pregnancy
2,3 mg
during lactation
0,4 mg
infant
0,6-1,2 mg
older children

Pengobatan :
* Beri-beri yang terjadi pada bayi yang
menyusui ibu dan anak harus diobati
* Dosis harian u/ dewasa 50 mg & children
10
mg
Vit. B1 dapat diberikan oral / I.M / I.V
Beri-beri berat 100 mg

Prognosa :
Tanpa komplikasi baik

DEFICIENCY VIT. C
(Ascorbic Acid) Scorbut
Scurvy : manifestasi def. Vit. C

Etiologi :
- Primer disebabkan karena intake yang inadekuat
dari Vit.
C dimana tubuh manusia tidak dapat
mensitesanya
Pada bayi dilahirkan dengan cadangan vit.
Yang adekuat bila sang ibu mendapat vit. C yang
cukup
- Kadar Vit C dalam plasma darah umbilicus : 2-4 x
lebih besar dari plasma ibu
ASI: mengandung 4-7 mg vit. C/100 ml AST
Def. Vit. C pd ibu yang menyusui dapat
sebabkan
def. Vit. pada bayinya
- Scurvy bisa terjadi pada setiap umur newborn
jarang
- Penyakit Febris, infeksi dan penyakil diare
meningkatkan kebutuhan Vit. C

Patologi :
Def. Vit. C menyebabkan kerusakan jaringan
collagen meliputi tulang, tl rawan dan gigi dan juga
subslansi intercellular dari capiler.
- Gusi bila erupsi gigi
Bluish purple (karakteristik)
Spongy swelling dari mucus membrane
biasanya
pd insisivus atas
- A Rosay Costochondrat junction dan depresi dari
sternum
- The angulation of the scorbutic beads. Biasanya
lebih tajam dr pd rachitic rosary, ini karena sub
luxasi
dari sternal plate pada costo chondral
junction

- Petechial hemorrhages kulit


- Hematuria, melena atau orbital atau
subdural hemorrhages
- Low grade fever
- Anemia reflect
* Inability to utilize iron
* Impaired folic acid metabolisme
- Penyembuhan luka delayed, luka yang
sedang
menyembuh breakdown

Manifeslasi Radiologik :
- Perubahan radiologik pd tulang-tulang
panjang, khususnya pd ujung distal
- Pada stad. Awal simple atrophy dari
tulang
Ini menyebabkan perdarahan
spontaneous
dan defektif ossifikasi
mengenai shafts dan
metaphyseoepiphyseal junctions
- Periosteum menjadi terlepas dari cortex
dan perdarahan sub perioslal menjadi
lebih
luas, ini menyebabkan rasa nyeri
dan tenderness khusus pd exlremitas
bawah

Manifestasi Klinik :
Scurvy membutuhkan waktu untuk
perkembangannya; sesudah suatu variable period
dari depletion Vit. C dengan symptom : irritability,
gangguan pencernaan, dan tidak nafsu makan.
- Irritability progresif meningkat, adanya general
tenderness khususnya di tungkai
- Nyeri ini disebabkan pseudo paralysis posisi
tungkai

yang typis : Forg Position (semi


flexi pada sendi
paha dan lutut dan kaki rotasi
kearah luar)
- Edematous swelling along the shafts of the legs
- Dan pada beberapa kasus terjadi perdarahan
subperiostal
dan dapat di palpasi pada ujung
femur
- Facial expression jelas

Diagnosis:
- Berdasar gambaran klinis,
radiologist
dan anamnesis intake
kurang vit C
- Laboratorium unsatisfactory
A fasting vit. C level of the
blood plasma over
0.6 mg/100 ml
Periksa kadar vit. C di urine
- Test of capillary fragility

Dif. Diagnosis :
-

Arthritis / Acrodynia
Rheumatic fever
Syphilis o/k Pseudo paralyse
Polyomielitis
Henoch Scholein Purpura
Thrombocytopenic Purpura
Leukemia Meningoccoccemia
Nephritis

Prognosis :
Penyembuhan cepat dengan pengobatan
cepat
dan tepat
Nyeri hilang bbrp hari

Prevention :
- Diet adekuat vit. C
- Bayi * 25-50 mg Vit. C/D
Umur 2-4 * Orange juice (1 -2 ounce)/D
* Fresh/canned tomato juice 2-3
ounce/D

Ibu menyusui
Bayi

: 150 mg vit. C
: 25 mg vit. C

Anak
Dewasa

: 50 mg vit. C
: 75 mg vit. C