Anda di halaman 1dari 125

ASESMEN PASIEN RAWAT INAP

No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
Asesmen Pasien adalah tahapan dari proses dimana dokter,
perawat, dietisien mengevaluasi data pasien baik subyektif
maupun obyektif untuk membuat keputusan terkait :
PENGERTIAN

a.

Status kesehatan pasien

b.

Kebutuhan perawatan

c.

Intervensi

d.

Evaluasi

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1.

Pengkajian pasien oleh DPJP untuk memastikan kebutuhan


perawatannya, bila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi
memerlukan tindakan segera hasil temuan didokumentasikan
dalam rencana kerja, dengan mencantumkan tanggal, jam
dan identitas pemberi keputusan serta rencana ruang
perawatan.

2.

Pemberian informasi dan edukasi terhadap pasien dan


keluarganya oleh DPJP atau dokter yang mendapat
pendelegasian DPJP yang didokumentasikan dalam Formulir
Informasi Edukasi tentang tindakan dan perawatan yang
akan diberikan.

3.

Pemberian persetujuan dari pasien dan keluarga untuk


tindakan operasi cito didokumentasikan dalam Formulir
Persetujuan Tindakan Kedokteran dengan melengkapi tanda
tangan pada pasien/keluarga beserta saksi, dan tandatangan
DPJP dokter yang mendapat pendelegasian DPJP sebagai
pemberi informasi dan saksi dari RS.

4.

Bila tidak ada saksi dari keluarga/pasien maka bisa


diwakilkan oleh petugas RS yang diberi catatan.

5.

Jika pasien/keluarga tidak menyetujui untuk dilakukan


tindakan operasi cito, maka pasien/keluarga menyatakan
penolakan tindakan operasi cito dalam Form Penolakan
Persetujuan Tindakan Kedokteran dan Formulir Penolakan
Persetujuan Tindakan Pembiusan.

6.

Jika pasien/keluarga menolak rencana yang dilaksanakan


oleh DPJP atau dokter yang diberi pendelegasian oleh DPJP,
maka DPJP atau dokter yang diberi kewenangan oleh DPJP
perlu membuat perencanaan ulang terhadap pasien tersebut

ASESMEN PASIEN RAWAT INAP


No. Dokumen :
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

yang didokumentasikan dalam Formulir Rencana Perawatan


Pasien Terintegrasi.
7.

Penjadwalan/pendaftaran operasi cito pasien oleh DPJP atau


dokter yang diberi pendelegasian oleh DPJP /PPDS yang
dicatat dalam lembar Formulir Pengajuan Operasi dengan
mencantumkan jenis alat kesehatan yang dibutuhkan untuk
operasi pasien sekaligus membuat Surat Masuk Rumah
Sakit yang diberikan kepada keluarga pasien.

8.

Pendaftaran pasien untuk operasi cito ke kamar bedah oleh


perawat, melalui telepon dengan mendokumentasikan waktu
menghubungi kamar bedah dalam Formulir Rencana
Perawatan Pasien Terintegrasi.

9.

Pendaftaran rawat inap oleh keluarga setelah mendapatkan


surat masuk dari DPJP atau dokter yang diberi kewenangan
oleh DPJP ke Tempat Pendaftaran Pasien (TPP) Rawat Inap.

10. Persiapan operasi dengan melakukan konsultasi ke dokter


spesialis anestesi menggunakan Formulir Konsultasi
Anestesi, peresepan obat dan alat kesehatan lain oleh DPJP.
11. Kebutuhan konsultasi ke dokter spesialis terkait lainnya
(Penyakit Dalam, Paru dan Jantung) diputuskan oleh dokter
spesialis anestesi setelah melakukan kegiatan terhadap
pasien.
12. Pemberian persetujuan dari pasien dan keluarga untuk
tindakan pembiusan di dokumentasikan dalam Formulir
persetujuan Tindakan Pembiusan dengan melengkapi tanda
tangan oleh pasien/keluarga beserta saksi, dan tandatangan
DPJP atau dokter yang mendapat pendelegasian dari DPJP
sebagai pemberi informasi dan saksi dari RS.
13. Pengkajian kesiapan pasien untuk dilakukan transfer oleh
DPJP atau dokter yang diberi pendelegasian oleh DPJP,
menggunakan Formulir Catatan Pasien Pindah Rawat.
14. Pengantaran pasien yang akan operasi cito ke Instalasi
Bedah Sentral (IBS) setelah ada konfirmasi petugas Kamar
Operasi tentang kesiapan obat, alat kesehatan dan kesiapan
petugas/operator kepada petugas Instalasi Gawat Darurat
(IGD)
oleh
perawat
dan
pekarya,
dengan
mendokumentasikan waktu saat pengantaran dalam formulir
Catatan Pasien Pindah Rawat.
15. Penerimaan pasien yang akan dilakukan tindakan operasi
cito oleh Instalasi Bedah Sentral, dengan melakukan
pengecekan kelengkapan Rekam Medis dan kondisi pasien.
16. Pelaksanaan penerapan keselamatan operasi di ruang
operasi oleh tim bedah, setelah pasien masuk di ruang
operasi oleh tim bedah dengan menentukan tanggal dan jam
saat dilaksanakan kegiatan tersebut
17. Pelaksanaan tindakan operasi cito oleh tim bedah di kamar
operasi.

IDENTIFIKASI PASIEN
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Suatu urutan tindakan untuk membedakan antara pasien yang


satu dengan yang lain sehingga memperlancar dan
mempermudah dalam melaksanakan tindakan kepada pasien.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk dalam


mengidentifikasi pasien sebelum pemberian obat, sebelum
pengambilan sampel darah atau produk darah dan spesimen lain
untuk pemeriksaan klinis serta sebelum pemberian pengobatan
dan tindakan/ prosedur.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan Petugas:
a.

Memakai uniform lengkap dan rapi

b.

Komunikasi terapeutik

c.

Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan

2. Persiapan pasien
a.

Pastikan pasien yang akan di identifikasi

b.

Pastikan lokasi pemasangan

c.

Pastikan gelang yang akan di pakai (sesuai kebutuhan)

3. Persiapan Alat
a.

Gelang identifikasi pasien

b.

Berkas rekam medis

c.

Alat tulis

4. Pelaksanaan
a. Ucapkan salam dan perkenalkan diri, sebut nama dan unit
kerja anda.
Saya....(nama), dari unit kerja .......(sebutkan)
b. Jelaskan maksud dan
dilakukan pada pasien.

tujuan

tindakan

yang

akan

c. Identifikasi pasien dengan menganjurkan pasien


menyebutkan nama dan nama ibu kandung dengan
ucapan:
Sesuai dengan standar keselamatan pasien rumah
sakit, mohon bapak/ ibu menyebutkan nama dan nama
ibu kandung

IDENTIFIKASI PASIEN
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

d. Pastikan identitas pasien dengan benar sebelum dilakukan


tindakan dengan ucapan:
Bapak/ ibu, saya akan mencocokkan identitas bapak/
ibu
dengan gelang pengenal yang bapak/ ibu
gunakan, dengan tujuan untuk memastikan identitas
bapak/ ibu dengan benar
e. Lakukan verifikasi identitas ke gelang pasien
f.

Observasi perilaku pasien

g. Lepaskan gelang identifikasi jika pasien gelisah, terkait


pemakaian gelang identifikasi (dokumentasikan)
h. Ucapkan terimakasih atas kerjasamanya
i.
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Lepaskan APD dan cuci tangan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Buku Pedoman Identifikasi Pasien RSUD MEURAXA BANDA
ACEH

IDENTIFIKASI BAYI
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/1

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

Urutan tindakan dalam mengidentifikasi bayi baru lahir.


Sebagai
acuan
penerapan
mengidentifikasi bayi baru lahir

langkah-langkah

dalam

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1.

2.

3.

PROSEDUR
4.

Persiapan Petugas:
a.

Memakai uniform lengkap dan rapi

b.

Komunikasi terapeutik

c.

Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan

Persiapan pasien
a.

Pastikan pasien yang akan di identifikasi

b.

Pastikan lokasi pemasangan

c.

Pastikan gelang yang akan di pakai (sesuai kebutuhan)

Persiapan Alat
a.

Gelang identifikasi pasien

b.

Berkas rekam medis

c.

Alat tulis

Pelaksanaan
a. Beritahu keluarga tentang kelahiran, dengan menyebutkan
jenis kelamin
b. Cocokkan identitas bayi baru lahir dengan gelang identitas
(nama bayi jika belum punya nama, gunakan nama
ibunya)

Jam dan tanggal lahir

Berat badan

Panjang badan

Cara kelahiran

c. Lakukan verifikasi identitas ke gelang pasien


d. Ucapkan terimakasih atas kerjasamanya
e. Lepaskan APD dan cuci tangan
UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

PENERIMAAN PASIEN BARU DI RUANG RAWAT INAP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/1

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam menerima pasien baru masuk untuk


dirawat.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk menerima


pasien baru masuk untuk dirawat.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan Petugas
a.

Identifikasi pasien yang akan masuk ruangan

b.
Identifikasi
kebutuhan

keadaan

darurat

pasien

c.

Gunakan APD sesuai kebutuhan

d.

Cuci tangan (lihat SPO cuci tangan)

sesuai

2. Persiapan alat
a.

Tensimeter, stetoskop, termometer, jam tangan


seconde

b.

Tempat tidur pasien siap pakai

c.

Alat alat kesehatan sesuai kebutuhan

d.

Buku dokumen Rekam Medis pasien

e.

Buku LOI dan format informasi umum

f.

Alat tulis

3. Pelaksanaan
a.

Ucapkan salam, perkenalkan diri dengan Lakukan salam


terapeutik (senyum, sapa, perkenalan diri) dan pastikan
identitas pasien yang akan dilakukan tindakan

b.

Jelaskan tujuan
dilakukan

c.

Lakukan kontrak waktu 10 -15 menit

d.

Minta kerjasama dari pasien

e.

Jaga privasi pasien

f.

Dekatkan alat pada pasien

dan langkah - langkah yang akan

a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan


b. Terima surat rawat dari petugas poliklinik / IGD

PENERIMAAN PASIEN BARU DI RUANG RAWAT INAP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/1

c. Validasi
d. Identitas pasien dan kelengkapan dokumen rekam medis
e. Lakukan pengkajian awal, periksaan tanda tanda vital
f.

Kolaborasi dengan dokter jaga/ DPJP

g. Lakukan tindakan keperawatan sesuai hasil kolaborasi


h. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
i.
UNIT TERKAIT

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

MENCUCI RAMBUT DI TEMPAT TIDUR


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Halaman :
1/2

Urutan tindakan dalam mencuci rambut pasien di tempat tidur.


Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk mencuci
rambut pasien di tempat tidur.
Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :
TanggalTentang
1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. 2 (dua) buah Handuk mandi
b. Waskom/ember
c. Waslap atau handuk muka
d. Pengalas tahan air
e. Selimut mandi
f.

Alas keramas plastik

g. Sarung tangan
h. Sabun atau sampo
i.

Sisir rambut

j.

H2O2 dalam tempatnya (bila perlu)

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat-alat
c. Pasang sampiran sesuai kebutuhan
d. Atur peralatan pada tempat yang nyaman, tinggikan posisi
tempat tidur dan rendahkan penghalang sisi tempat tidur
e. Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
f.

Letakan alas air dibawah bahu, leher dan kepala pasien.


Posisikan pasien telentang dengan kepala dan bahu pada
ujung alas tempat tidur. Letakan alat keramas plastik
dibawah kepala dan baskom pada ujung alas, pastikan
bahwa ujung alas melebihi ujung kasur dan masuk
kedalam Waskom/ember

g. Letakan handuk gulung dibawah leher dan handuk mandi


sepanjang bahu.
h. Sisir rambut dengan perlahan.

MENCUCI RAMBUT DI TEMPAT TIDUR


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

i.

Tawarkan pasien untuk memegang handuk muka atau


ditutupkan pada mata.

j.

Tuang air perlahan di atas rambut sampai semuanya


basah Gunakan sedikit sampo / sabun.

k. Gosok-gosok hingga berbusa dengan kedua tangan.Mulai


pada garis batas rambut dan kerjakan kearah belakang
leher. Angkat kepala sedikit dengan satu tangan untuk
mencuci bagian belakang kepala. Sampo sisi-sisi kepala.
Massage kulit kepala dengan memberi penekanan
menggunakan ujung-ujung jari
l.

Bilas rambut dengan air. Pastikan aliran air kedalam


waskom. Ulangi pembilasan sampai rambut bebas dari
sampo atau sabun. Untuk mempercepat aliran dari atas
keramas, tekan kebawah pada ujungnya.

m. Tutup kepala dengan handuk mandi. Keringkan wajah


dengan handuk yang menutupi mata. Keringkan sekitar
leher dan bahu.
n. Keringkan rambut dan kulit kepala. Gunakan handuk
kedua jika handuk pertama basah. Lepaskan sarung
tangan jika perlu.
o. Sisir rambut untuk menghilangkan kekusutan sambil tetap
keringkan rambut dengan handuk.
p. Bantu pasien mengatur posisi yang
menyelesaikan pengaturan rambut.

nyaman

dan

q. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan.


Dokumentasikan tindakan yang telah di lakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MEMANDIKAN PASIEN
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/3

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Urutan tindakan dalam memandikan pasien di atas tempat tidur.


Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam memandikan
pasien.
Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :
TanggalTentang
1. Persiapan Petugas:
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privasi dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan Alat
a. Waskom 2 buah berisi air 2/3 bagian
b. Waslap 2 buah
c. Handscoen 1 pasang dalam kemasan
d. Handuk 1 helai
e. Sabun mandi dalam tempatnya
f.

Pakaian bersih

g. Hand Body / baby oil sesuai kebutuhan


h. Sampiran
i.

Tempat pakaian kotor

j.

Pot/ urinal sesuai kebutuhan

k. Botol berisi air bersih


l.

Sisir rambut

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat pada pasien
c. Pindahkan peralatan yang tidak diperlukan dari tempat tidur

MEMANDIKAN PASIEN
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/3

pasien
d. Mencuci muka pasien, dengan cara:

Bentangkan handuk di bawah kepala

Bersihkan mata pasien tanpa menggunakan sabun

Bersihkan muka, telinga dan leher dengan waslap dan


keringkan dengan handuk

e. Pakaian atas dibuka


f.

Mencuci lengan pasien dengan cara:

Bentangkan handuk diatas dada,lebarkan ke samping


kiri dan kanan sehingga kedua tangan dapat diletakan
diatas handuk

Cuci lengan terjauh memakai sabun, dari ujung jari ke


pangkal lengan (ketiak) lap dengan waslap sampai
bersih

Keringkan dengan handuk

Cuci lengan terdekat dengan cara yang sama

g. Mencuci dada dan bagian perut pasien , dengan cara:

Angkat kedua lengan dan letakan di samping kepala

Ubah letak kedua handuk sehingga leher, dada, perut


dapat dibersihkan

Cuci leher, dada dan perut pakai sabun, bersihkan


dengan waslap lembab sampai bersih dan keringkan
dengan handuk

h. Mencuci punggung pasien, dengan cara:

i.

j.

Buka pakaian bagian bawah, miringkan pasien kekiri,


letakan handuk memanjang di bawah punggung.

Cuci punggung dan bokong pakai sabun, bersihkan


pakai

waslap lembab dan keringkan pakai handuk

Berikan lotion / baby oil pada punggung dengan sedikit


di massage

Pasang pakaian atas klien

Mencuci paha dan kaki klien, dengan cara:

Tekukan kaki yang terjauh, bentangkan handuk di


bawahnya, cuci kaki mulai dari pangkal paha pakai
sabun sampai ke ujung jari kaki, bersihkan dengan
waslap lembab dan keringkan dengan handuk

Cuci kaki terdekat dengan cara yang sama

Mencuci kemaluan pasien, dengan cara :

Pasang handuk di bawah bokong, jika memungkinkan


anjurkan pasien membersihkan

k. Komunikasikan dengan klien bahwa memandikan telah


selesai dilakukan.

MEMANDIKAN PASIEN
No. Dokumen :
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa
l.

No. Revisi :

Halaman :
3/3

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

m. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan


UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MENGUKUR DENYUT NADI


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/1

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan


denyut nadi.

untuk mengukur

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam


tindakan mengukur denyut nadi.

melakukan

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

PROSEDUR

3. Persiapan alat
a. Jam tangan yang ada jarum detiknya
b. Buku catatan dan alat tulis
4. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Letakkan tiga jari tengah diatas arteri radialis / bracialis
c. Hitung frekuensi denyut nadi selama 1 menit.
d. Amati volume dan irama nadi (keras / lemah denyutan)
e. Bereskan alat , lepaskan APD dan cuci tangan
f.

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan .

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MENGUKUR TEKANAN DARAH


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam mengukur tekanan darah pasien.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk mengukur


tekanan darah pasien.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Tensi meter
b. Stetoskop
c. Buku catatan dan alat tulis
d. APD sesuai kebutuhan
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat-alat
c. Tentukan dan bebaskan lokasi pengukuran tekanan darah
Pasang manset 2,5 cm di atas fossa kubiti (pada lengan)
atau dorsalis pedis (pada kaki), pipa penghubung berada
tepat di sebelah atas arteri (jangan terlalu kencang dan
jangan terlalu longgar)
d. Letakan tensimeter dengan posisi datar
e. Hubungkan pipa tensi meter dengan pipa manset, tutup
sekrup balon manset
f.

Buka kunci reservoir air raksa

g. Raba arteri dengan tiga jari tengah

MENGUKUR TEKANAN DARAH


No. Dokumen :
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

h. Letakkan bagian diafragma stetoskop tepat diatasnya


(bagian corong tertutup)
i.

Pompa balon sehingga air raksa naik sampai detak arteri


tidak terdengar lagi, lanjutkan sampai air raksa 30 mmhg
diatas nilai sitolik

j.

Buka skrup balon perlahan-lahan sambil melihat skala dan


dengarkan bunyi detak pertama (sistolik)

k. Skrup balon tetap dibuka sambil mendengarkan bunyi


detak terakhir (Diastole)
l.

Turunkan air raksa sampai 0 (nol) dan kunci reservoir

m. Buka pipa penghubung, lepaskan manset dan keluarkan


udara yang masih tertinggal didalam manset
n. Bereskan alat- alat, lepaskan APD dan cuci tangan
o. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MENGHITUNG FREKUENSI PERNAFASAN


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/1

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam mengukur tekanan darah pasien.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk mengukur


tekanan darah pasien.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat

PROSEDUR

a. Jam tangan yang dilengkapi dengan jarum detik


b. Buku catatan dan alat tulis
c. APD sesuai kebutuhan
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
d. Posisikan tangan perawat seperti menghitung denyut nadi,
mata memperhatikan gerakkan dada / perut
e. Hitung pernafasan ketika inspirasi dada / perut selama
satu menit (sebaiknya jangan ajak pasien berbicara)
f.

Amati kedalaman, irama, bunyi dan jumlah pernafasan

g. Komunikasikan pada klien bahwa tindakan selesai


h. Bereskan alat- alat, lepas APD dan cuci tangan
i.
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MENGUKUR SUHU TUBUH


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam mengukur suhu tubuh.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam mengukur


suhu tubuh.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Termometer
b. Kassa Alkohol
c. Bengkok
d. Jam Tangan
e. Buku Catatan dan alat tulis
f.

APD sesuai kebutuhan

g. TIssu / kassa kering / waslap kering


4. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat- alat
c. Keringkan axila pasien (tissu / kassa kering / waslap
kering)
d. Turunkan air raksa termometer sampai dibawah angka 36.
e. Jepitkan reservoar termometer ditengah axila pasien 5
10 menit.
f.

Angkat termometer dan langsung dibaca hasil.

MENGUKUR SUHU TUBUH


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

g. Lap termometer dengan kassa alcohol


h. Bereskan alat alat , lepaskan APD dan cuci tangan
i.
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan tindakan yang sudah dilakukan.

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

PEMBERIAN OBAT SECARA BOLUS


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat Intra Vena


melalui injeksi pump

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pemberian obat Intra


Vena melalui injeksi pump

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
Trolly injeksi berisikan:
a. Bak instrument 1 buah
b. Spuit disposable sesuai dengan kebutuhan
c. Obat yang diperlukan
d. Obat anti anaphylactic shock
e. Kapas alcohol dalam tempatnya.
f.

Gergaji ampul 1 buah

g. Bengkok dan tempat sampah medis


h. Buku injeksi / formulir obat dan alat tulis.
i.

Cairan pelarut / pengencer (dextrose 5%, NaCl 0,9%, RL


dan Aqua Pro Injection)

j.

Sarung tangan

k. Jam/ pengatur waktu


l.

Pembendungan

m. Pengalas

PEMBERIAN OBAT SECARA BOLUS


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

n. Selang IV dengan port injeksi (bila sudah dipasang infuse)


4. Pelaksanaan Tindakan:
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Lakukan prinsip 6 benar (benar obat, dosis, cara, waktu,
pasien, dokumentasi)
c. Masukkan obat dan keluarkan udara dengan cara
menegakkan spuit dengan posisi jarum tertutup, letakkan
spuit ke dalam bak instrument.
d. Tentukan daerah / area IV pasien , matikan aliran
sementara melaluri alat pengatur, injection pump, triway
atau dengan menekukkan selang tepat di atas port injeksi.
e. Desinfeksi permukaan kulit / port injeksi dengan kapas
alcohol
f.

Masukkan jarum dengan lobang jarum menghadap ke


atas

g. Lakukan aspirasi, bila ada darah, lalu masukkan obat


secara perlahan lahan (5 10 menit) sambil diobservasi
respon klien hingga obat habis.
h. Tarik spuit dan tahan dengan kapas alcohol pada tempat
penusukan
i.

Tutup jarum pisahkan dengan suiquer, masukkan jarum


pada tempatnya

j.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

k. Dokumentasikan tindakan yang telah di lakukan


UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1. Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta
ECG

DAFTAR RUJUKAN

2. Kusyati Eni dkk. 2006.


Laboratorium. Jakarta. ECG

Keterampilan

Dan

Prosedur

3. Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat


dan Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA MUSKULER


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat melalui


Intra Muskuler.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pemberian


obat melalui intra muskuler.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan Pasien
d. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
e. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
f.

3.

Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan


Persiapan alat

Trolly injeksi 1 set:


a. Bak instrument 1 buah
b. Disposable spuit steril (sesuai ukuran/kebutuhan)
c. Aqua pro injeksi sesuai kebutuhan
d. Obat yang akan diberikan dalam tempatnya
e. Obat anti anaphylactic shock (sesuai rekomendasi)
f.

Kapas alkohol dalam tempatnya

g. Gergaji ampul 1 buah (kapan perlu)


h. Bengkok dan tempat sampah medis
i.

Sarung tangan bersih 1 pasang

j.

Buku injeksi dan alat tulis

k. Sampiran
4.

Pelaksanaan:
a.

Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan

b.

Lakukan prinsip 6 benar (benar obat, pasien dosis, cara

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA MUSKULER


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

pemakaian, waktu pemberian, dokumentasi)


c.

Desinfeksi karet flacon atau patahkan ampul dengan


gergaji ampul

d.

Masukkan obat ke dalam spuit, keluarkan udara dengan


cara menegakkan spuit dalam posisi jarum tertutup,
masukkan spuit dalam bak instrument

e.

Tentukan daerah tusukan (otot pangkal lengan, otot paha


1/3 tengah bagian luar, otot bokong 1/3 siascoxigys, pilih
area penusukan yang bebas dari kontra indikasi)

f.

Desinfeksi daerah yang akan diinjeksi dengan kapas


alcohol , cara melingkar dari dalam keluar berdiameter
minimal 2,5 cm

g.

Tusukkan jarum tegak lurus dari permukaan kulit dan


panjang jarum yang dimasukkan disesuaikan dengan
ketebalan otot (minimal 2/3 panjang jarum)

h.

Lakukan aspirasi, jika tidak ada darah masukkan obat


hingga habis, cabut jarum dengan cepat, tekan dengan
Kapas alkohol

i.

Tutup jarum pisahkan dengan suiquer, masukkan jarum


pada tempatnya

j.

Observasi respon pasien

k. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan


l.
UNIT TERKAIT

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1. Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta
ECG

DAFTAR RUJUKAN

2. Kusyati Eni dkk. 2006.


Laboratorium. Jakarta. ECG

Keterampilan

Dan

Prosedur

3. Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat dan


Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA KUTAN


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat melalui


jaringan kulit (intrakutan).

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pemberian obat


melalui jaringan kulit.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a.

Obat dalam tempatnya

b.

Cairan pelarut atau aquades

c.

Spuit 1cc

d.

Sarung tangan 1 pasang

e.

Bak instrument injeksi

f.

Kapas alkohol dalam wadah tertutup

g.

Buku injeksi dan alat tulis

h.

Bengkok dan tempat sampah medis

i.

Pengalas

4. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan

b.

Lakukan prinsip 6 benar (benar obat, dosis, cara, waktu,


pasien, dokumentasi)

c.

Masukkan obat dan keluarkan udara dengan cara


menegakkan spuit dengan posisi jarum tertutup, letakkan
spuit ke dalam bak instrument.

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA KUTAN


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
d.

Bebaskan daerah yang akan diinjeksikan utamakan


daerah yang kurang pigmentasi (1 / 3 lengan bawah yang
bebas pembuluh darah)

e.

Pasang
pengalas
diinjeksikan

f.

Desinfeksi daerah yang akan diinjeksikan dengan kapas

di

bawah

daerah

yang

akan

alkohol
g.

Tegangkan dengan tangan kiri daerah yang akan disuntik.

h.

Lakukan penusukan dengan lobang jarum menghadap ke


atas membentuk sudut 15 20 derajat terhadap
permukaan kulit.

i.

Masukkan obat sehingga terjadi gelembung.

j.

Tarik spuit perlahan, biarkan bekas penusukan jangan


dihapus dan di massage

k.

Beri tanda dengan pena area penyuntikan dengan


diameter 5 cm

l.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

m. Catat reaksi pemberian setelah 15 20 menit, lakukan


dokumentasikan
UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia.


Jakarta ECG

2.

Kusyati Eni dkk. 2006. Keterampilan


Laboratorium. Jakarta. ECG

3.

Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat


dan Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

DAFTAR RUJUKAN

Dan

Prosedur

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA VENA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat melalui


Intra Vena

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah memberikan obat


melalui pembuluh darah vena

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
Trolly ijeksi berisi:
a. Obat yang akan diberikan dalam tempatnya
b. Cairan pelarut/ aqua steril
c. Disposable spuit steril sesuai ukuran/kebutuhan
d. Sarung tangan 1 pasang
e. Bak instrument injeksi
f.

Gergaji ampul 1 buah

g. Kapas alkohol dalam tempatnya


h. Buku injeksi dan alat tulis
i.

Karet pembendung

j.

Perlak dan pengalas

k. Bengkok dan tempat sampah medis


l.

Obat anti anfilaktik shock

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA VENA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

b. Lakukan prinsip 6 benar (benar obat, dosis, cara, waktu,


pasien, dokumentasi)
c. Masukkan obat dan keluarkan udara dengan cara
menegakkan spuit dengan posisi jarum tertutup, letakkan
ke dalam bak instrument.
d. Bebaskan daerah yang akan diinjeksi. Pastikan vena yang
akan ditusuk.
e. Pasang pengalas di bawah daerah yang akan ditusuk
f.

Pasang karet pembendung di bagian atas area yang akan


di suntikkan 5 7,5cm

g. Lakukan penusukan dengan lobang jarum menghadap ke


atas membentuk sudut 20 30 derajat terhadap
permukaan kulit.
h. Lakukan aspirasi, bila ada darah buka bendungan, lalu
masukkan obat secara perlahan lahan sambil
diobservasi respon klien hingga obat habis.
i.

Tarik spuit dan tahan dengan kapas alkohol pada tempat


penusukan

j.

Tutup jarum pisahkan dengan suiquer, masukkan jarum


pada tempatnya

k. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan


l.
UNIT TERKAIT

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia.


Jakarta ECG

2.

Kusyati Eni dkk. 2006. Keterampilan


Laboratorium. Jakarta. ECG

3.

Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat


dan Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

DAFTAR RUJUKAN

Dan

Prosedur

PEMBERIAN OBAT MELALUI SUB KUTAN


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat melalui


Sub kutan.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah memberikan obat


melalui Sub kutan

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Obat yang akan diberikan dalam tempatnya
b. Spuit 1 cc
c. Bak instrument injeksi
d. Kapas alkohol pada tempatnya
e. Buku injeksi dan alat tulis
f.

Bengkok dan tempat sampah medis

g. Obat anafilaktik syok


4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Lakukan prinsip 6 benar (benar obat, dosis, cara, waktu,
pasien, dokumentasi)
c. Masukkan obat dan keluarkan udara dengan cara
menegakkan spuit dengan posisi jarum tertutup, letakkan
spuit ke dalam bak instrument.
d. Desinfeksi daerah yang akan diinjeksikan dengan kapas
alkohol.

PEMBERIAN OBAT MELALUI SUB KUTAN


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

e. Lakukan penusukan dengan lobang jarum menghadap ke


atas membentuk sudut 45 derajat terhadap permukaan
kulit
f.

Lakukan aspirasi, bila tidak ada darah, masukkan obat


secara perlahan hingga habis, pertahankan spuit 3-5 detik
(menghindari obat keluar kembali)

g. Tarik spuit dan tekan dengan kapas alkohol


h. Tutup jarum pisahkan dengan suiquer ,masukkan jarum
pada tempatnya

UNIT TERKAIT

i.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan.

j.

Dokumentasikan tindakan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia.


Jakarta ECG

2.

Kusyati Eni dkk. 2006. Keterampilan


Laboratorium. Jakarta. ECG

3.

Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat


dan Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

DAFTAR RUJUKAN

Dan

Prosedur

PEMASANGAN INFUS
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan di dalam pemasangan infus


Sebagai
acuan
pemasangan infus

penerapan

langkah

langkah

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Standar infus
b. Set infus
c. IV kateter sesuai dengan kebutuhan
d. Cairan sesuai rekomendasi
e. Pengalas
f.

Tourniquet / karet pembendung

g. Kapas alcohol dalam wadah tertutup


h. Plester Cairan anti septik sesuai rekomendasi
i.

Gunting

j.

Kassa steril

k. Sarung tangan bersih


l.

Bengkok

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat, tempatkan tiang infus disisi ekstremitas
(lokasi insersi dengan tinggi 90 cm) dari tempat tidur

PEMASANGAN INFUS
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

c. Gantungkan cairan pada tiang infus


d. Buka infus set, periksa kelengkapan dan fungsi bagianbagiannya, letakkan klem 1 / 3 atas dalam posisi terkunci
dan tutup ujung klem dengan jarum yang tersedia.
e. Hubungkan infus ke botol cairan, isi tabung bagian,
keluarkan udara dari selang infus dengan mengalirkan
cairan dan kunci kembali.
f.

Tutup ujung slang infus dengan jarum penutup, letakkan


slang pada standar infus.

g. Pilih vena yang akan di insersi dan letakkan pengalas di


daerah yang akan ditusuk.
h. Lakukan pembendungan dengan tourniquet 10 12 cm di
atas tempat penusukan dan anjurkan pasien untuk
menggenggam
i.

Pasang sarung tangan, desinfeksi daerah yang akan


ditusuk dengan kapas alcohol secara melingkar dari
dalam ke luar, dengan diameter 5 cm satu kapas satu kali
usap. Buang kapas ke dalam bengkok.

j.

Buka intraket lalu tusukan pada vena dengan posisi jarum


mengarah ke atas, dengan sudut 20 30 derajat.

k. Pastikan darah terlihat pada IV cath, tarik jarum hingga


berada dalam sarung IV cath. Dorong perlahan hingga IV
masuk ke dalam vena
l.

Sambungkan ujung giving pada pangkal IV cath slang


infus

m. Buka karet pembendung dan genggaman tangan pasien


n. Alirkan / atur tetesan infus sesuai dengan program terapi
o. Observasi bila ada udema pada ujung jarum yang sudah
masuk ke pembuluh darah
p. Buka sarung tangan, fiksasi pangkal jarum dengan plester
secara menyilang tanpa mengenai tempat penusukan,
tutup tempat penusukan dengan kassa steril yang telah
diberi antiseptik, plester melintang
q. Untuk pasien anak dan gelisah, fiksasi disesuaikan
r.

Lepaskan APD dan cuci tangan.

s. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan


Dokumentasikan tindakan, jenis dan tetesan cairan yang
diberikan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

PEMASANGAN INFUS DENGAN INFUS PUMP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan di dalam pemasangan infus dengan pump


Sebagai
acuan penerapan langkah
pemasangan infus dengan pump

langkah

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3.

Persiapan alat
a. Persiapan alat pemasangan infus (lihat SPO pemasangan
infus)
b. Infus Pump, lengkap dengan kabel konektor listrik.

5. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Letakan Infus Pump pada tempatnya sesuai kebutuhan
c. Sambungkan kabel konektor ke sumber arus listrik
d. Tekan tombol sudut kanan atas untuk membuka pintu
infus Pump
e. Masukkan slang infus tepat pada port entry (karet) ke
dalam
infus pump dan tutup kembali.
f.

Tekan tombol (knop) on / off selama dua detik untuk


mengaktifkan alat

g. Lihat tampilan angka 0 (nol) pada layar.


h. Tekan angka yang diinginkan sesuai kebutuhan pasien.
i.

Tekan start untuk mengaktifkan aliran cairan atau obat

PEMASANGAN INFUS DENGAN INFUS PUMP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
j.

Halaman :
2/2

Sambungkan slang infus ke jalur pipa akses ke pasien

k. Tekan C bila ingin mengubah jumlah tetesan dan tekan


angka yang diinginkan sesuai kebutuhan
l.

Tekan stop bila ingin menghentikan aliran dan lepaskan


sambungan pipa akses ke pasien.

m. Tekan tombol sudut kanan atas untuk membuka pintu


akses
n. Lepaskan slang infus dari alat
o. Tekan tombol (knop) on / off selama dua detik untuk me
nonaktifkan alat (mati)
p. Lepaskan APD dan cuci tangan
t.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

DAFTAR RUJUKAN

Prosedur teknis pemakaian infus pump B Braun. Dep kes RI

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE ( NGT )


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Urutan Tindakan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu


memenuhi kebutuhan nutrisi peroral atau indikasi terapi melalui
pemasangan pipa lambung (NGT)

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pemasangan


naso gastric tube (NGT)

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
d. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
e. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
f.

Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3. Persiapan alat
a. Selang NGT dalam tempatnya (sesuai kebutuhan)
b. Sarung tangan 1 pasang
c. Spuit 50cc
d. Pengalas Sarung tangan bersih
e. Bengkok
f.

Plester

g. Gunting
h. Gelas berisi air bersih
i.

Stetoskop

j.

Klem

k. Lubrikan
l.

Lidi kapas

m. Tisu / kassa
n. Kantong drenage

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE ( NGT )


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

o. Sampiran
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Pasang pengalas di atas dada pasien
c. Dekatkan alat alat dan nierbeken ke sisi tempat tiduri
pasien
d. Bersihkan mulut / hidung dari kotoran / sekret
e. Pegang pipa lambung (NGT) bagian ujung dg tangan
dominan, ukur jarak dari dahi ke proc. Xypoideus, beri
tanda dgn tangan non dominan.
f.

Masukkan pipa lambung perlahan melalui nasal, jika ada


tahanan jangan dipaksakan sampai pada batasnya. Amati
respon pasien (gelisah, sesak nafas, batuk, muntah).

g. Uji ketepatan masuknya pipa lambung dengan


memasukan pangkal pipa pada air dalam gelas/ kom kecil
h. Hisap cairan lambung atau mendengarkan dorongan
udara masuk lambung dg menggunakan stateskop
i.

Tutup pangkal pipa dengan penutup yang di sediakan

j.

Fiksasi pipa lambung ke batang hidung dan pada pipi dg


plaster yang sudah diberi tanda (nama pada anak, tgl
pemasangan)

k. Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan


l.
UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

A. Azizi Alimul Hidayat dkk, 2006, Kebutuhan Dasar Manusia,


ECG, Jakarta.

2.

Perry, dkk. 2005. Keterampilan Dan Prosedur Dasar. Jakarta,


EGC

PEMASANGAN KATETER URINE WANITA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan dalam pemasangan kateter wanita


Sebagai
acuan penerapan
pemasangan kateter wanita

langkah

langkah

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
Baki berisi :
a.

Bak instrumen steril berisi :

Kassa steril dengan jelly

Doek Lobang

Pinset anatomis

b. Sarung tangan 2 psg(steril 1 psg, bersih 1 psg)


c. Pengalas
d. Poly cateter (ukuran sesuai kebutuhan) dan urine bag
e. Kapas cebok dalam tempatnya
f.

Nierbeken 2 buah

g. Spuit sesuai kebutuhan


h. Aqua steril dalam tempatnya
i.

Plester

j.

Tempat sampah

k. Sampiran
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Pasang sampiran
c. Gantung urine bag di sisi tempat tidur pasien
d. Buka pakaian bawah pasien (celana/ kain sarung)
e. Pasang pengalas dan atur posisi pasien sesuai kebutuhan
f.

Dekatkan nierbeken diantara kedua paha dan lakukan


vulva hygiene ( lihat SPO vulva hygiene)

g. Dekatkan nierbeken kedua untuk menampung urine

PEMASANGAN KATETER URINE WANITA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

h. Ganti sarung tangan bersih dengan steril, pasang doek


lubang
i.

Buka dan olesi ujung kateter dengan kassa jelly

j.

Masukkan kateter yang sudah diberi jelly ke uretra sampai


batas cabang kateter dengan tangan kanan , sambil
menyuruh pasien membuka mulut

k. Tampung urine dengan menggunakan nierbeken


l.

Perhatikan respon pasien

m. Isi balon kateter dengan cairan aquades sesuai dengan


kebutuhan dan selang kateter ditarik sampai ada tahanan
n. Angkat duk lobang, sambungkan kateter ke urine bag,
fiksasikan ke paha kiri/kanan pasien
g. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
o. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

PEMASANGAN KATETER URINE PRIA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan dalam pemasangan kateter pria


Sebagai
acuan penerapan
pemasangan kateter pria

langkah

langkah

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
Baki berisi :
a. Bak instrumen steril berisi :

Kassa steril dengan jelly

Doek Lobang

Pinset anatomis

b. Sarung tangan 2 psg (steril 1 psg, bersih 1 psg)


c. Pengalas
d. Poly cateter (ukuran sesuai kebutuhan) dan urine bag
e. Kapas cebok dalam tempatnya
f.

Nierbeken 2 buah

g. Spuit sesuai kebutuhan


h. Aqua steril dalam tempatnya
i.

Plester

j.

Tempat sampah

k. Sampiran

PEMASANGAN KATETER URINE PRIA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Pasang sampiran
c. Gantung urine bag di sisi tempat tidur pasien
d. Buka pakaian bawah pasien (celana / kain sarung)
e. Pasang pengalas dan atur posisi pasien sesuai kebutuhan
f.

Dekatkan nierbeken diantara kedua paha dan lakukan


penis hygiene (lihat SPO penis hygiene)

g. Dekatkan nierbeken kedua untuk menampung urine


h. Ganti sarung tangan bersih dengan steril dan pasang doek
lubang
i.

Buka dan olesi ujung kateter dengan kassa jelly

j.

Masukkan kateter yang sudah diberi jelly ke uretra sampai


batas cabang kateter dengan tangan kanan, tangan kiri
memegang penis, sambil menyuruh pasien membuka
mulut

k. Tampung urine dengan menggunakan nierbeken


l.

Perhatikan respon pasien

m. Isi balon kateter dengan cairan aquades sesuai dengan


kebutuhan dan selang kateter ditarik sampai ada tahanan
n. Angkat duk lobang, sambungkan kateter ke urine bag,
fiksasikan ke paha kiri/ kanan pasien
o. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
p. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik, 2008.

PENIS HYGIENE
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan dalam membersihkan penis (penis hygiene)


Sebagai acuan penerapan langkah
membersihkan penis (penis hygiene)

langkah

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Handuk mandi
b. Pengalas
c. Selimut mandi
d. Tissu
e. Sarung tangan
f.

Kapas cebok dan cairan desinfektan

g. Waslap
h. Baskom
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat-alat
c. Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
d. Turunkan pengaman tempat tidur,dan tarik ujung selimut
sampai kebawah perineum pasien.
e. Letakkan handuk mandi dibawah penis
f.

Pegang penis pasien, jika tidak disirkumsisi, tarik kulit

PENIS HYGIENE
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

luarnya.
g. Bersihkan gland penis dengan gerakan melingkar dimulai
dari meatus uretra sampai kearah luar dan ke bawah penis
(satu kali usap satu kapas cebok)
h. Kembalikan kulit luar ke posisi semula (Bagi pasien yang
belum sirkumsisi).
i.

Bilas dan keringkan penis secara merata selanjutnya


bersihkan scrotum. Angkat secara hati-hati dan bersihkan
lipatan kulit dibawahnya, bilas dan keringkan.

j.

Lipat kembali selimut mandi diatas perineum dan bantu


pasien kembali ke posisi yang nyaman.

k. Bereskan alat- alat, lepaskan APD dan cuci tangan


l.
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasi tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik, 2008.

VULVA HYGIENE
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan dalam membersihkan vulva (vulva hygiene)


Sebagai acuan penerapan langkah
membersihkan vulva (vulva hygiene)

langkah

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Kapas cebok dalam kom yang tertutup
b. Sarung tangan bersih 1 pasang
c. Pengalas
d. Bengkok
e. Sampiran
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan
b. Pasang sampiran dan dekatkan alat-alat
c. Buka pakaian bawah pasien
d. Pasang pengalas, letakkan bengkok di bawah bokong
e. Buka labia dengan tangan kiri, tangan kanan memakai
kapas cebok membersihkan vulva dari atas ke bawah
dimulai dari labia mayora terjauh, labia mayora terdekat,
labia minora terjauh, labia minora terdekat kemudian
festibulum, perineum dan anus (satu kapas untuk satu kali
usap)
f.

Buang kapas bekas ke dalam bengkok

VULVA HYGIENE
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

g. Bengkok diangkat
h. Pasang pakaian bawah pasien

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

i.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

j.

Dokumentasikan kegiatan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik, 2008.

PERSIAPAN TROLLY EMERGENCY


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/3

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam menyiapkan meja dorong yang berisi alatalat dan obat-obatan yang dapat diperlukan segera pada klien
dalam keadaan emergency atau gawat.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkahlangkah untuk mempermudah


memberikan pertolongan dalam keadaan darurat bagi perawat
dan dokter.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

ISI TROLLY EMERGENCY:


1. Alat untuk memberi nafas buatan
a. Oroparingeal air way (OPA) dengan bermacam ukuran
b. Face mask dengan bermacam ukuran
c. Ambu bag dengan bermacam ukuran
d. Slang oksigen
e. 1 unit oksigen lengkap siap pakai
2. Alat- alat untuk intubasi
a. SCOPE ( laringoscope, stetoscope) bermacam ukuran
b. Tube ( ETT) bermacam ukuran
c. Air way (Oroparingeal airway) bermacam ukuran
d. Tape (plester)
e. Introduser (mandrin)
f.

Conektor

g. Suction
h. Gunting
i.

Spuit 10 cc

j.

Magil forcep

k. Xylocain spray
3. Perlengkapan infus
a. Infus set bermacam ukuran
b. Tranfusi set
c. IV catheter dengan bermacam ukuran

PERSIAPAN TROLLY EMERGENCY


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/3

d. Kapas alcohol
e. Bermacam jenis cairan infuse (kristaloid dan koloid)
4. Alat cardio versi / DC shock 1 unit
5. Macam-macam obat:
a. Caso pressor

Dopamine/dobujek

Adrenalin/cascon

b. Muscle relaksan

c.

Roculax

Trakium

Sedative

Midazolam ( sedacum)

Valium

d. Analgetik narkotik

Morphin

Pethidin

fentanyl

e. Analgetik

Ketorolakl

Tramadol

Pronalges

f. Anti koagulan

Heparin

Vit K

g. Anti piretik

Xylamidon

parasetamol

h. Anti histamine

i.

Kortikosteroid

Deladril

Diuretic

j.

Lasik/ furosemide

Anti aritmia

Xylocard

Lidokain 2% murni

Cordaron

Sulfas atropine

PERSIAPAN TROLLY EMERGENCY


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
k.

UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

Halaman :
3/3

Obat lain-lain

Bic nat

Dektrose 40%

Nitrocyne

Catapres

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Modul Pelatihan Manajemen Kinerja Klinik Perawat dan


Bidan Pusdiknakes dan Direktorat Keperawatan Dan
Keteknisian Medis, Jakarta, 2005

2.

Dokumen Protap Intensive

3.

Rokhaeni eni dkk. 2001. Buku Ajar Keperawatan


Kardiovaskuler. Pusat Kesehatan Jantung & Pembuluh
Darah Harapan Kita. Jakarta

MENGGANTI ALAT TENUN DENGAN PASIEN DI ATAS


TEMPAT TIDUR
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam mengganti alat tenun dengan pasien


diatas tempat tidur.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk mengganti


alat tenun dengan pasien di atas tempat tidur.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat :
a. Laken
b. Perlak
c. Stik laken
d. Sarung bantal
e. Selimut
f.

Tempat kain kotor

g. Lap kerja dan larutan desinfektan (sesuai rekomendasi)


h. Sampiran (sesuai kebutuhan)
4. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan

b.

Dekatkan alat pada pasien

c.

Pindahkan peralatan yang tidak diperlukan dari tempat


tidur pasien

d.

Petugas berdiri pada sisi kanan pasien

e.

Miringkan pasien ke kiri dan pastikan pasien dalam posisi

MENGGANTI ALAT TENUN DENGAN PASIEN DI ATAS


TEMPAT TIDUR
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

aman (Pasang pengaman tempat tidur)


f.

Lepaskan alat tenun yang kotor dari bawah kasur dan


gulung ke arah pasien

g.

Bentangkan laken bersih gulung setengah bagian ke arah


punggung pasien dan yang setengah bagian lagi diratakan
serta dipasang pada kasur, bentuk sudut 900

h.

Pasang perlak dan stik laken di bawah bokong, masukkan


ke sisi kasur

i.

Miringkan pasien ke kanan dan pastikan pasien dalam


posisi aman (pasang pengaman tempat tidur), Perawat
pindah ke sisi kiri pasien

j.

Lepaskan dan gulung alat tenun kotor, masukan ke


tempatnya

k.

Tarik alat tenun dari bawah punggung pasien dan


pasangkan pada kasur dengan membuat sudut 900

l.

Lepaskan sarung bantal yang kotor, masukkan ke dalam


tempat kain kotor, pasang sarung bantal bersih letakan
sesuai kebutuhan pasien.

m.

Ganti selimut kotor dengan selimut bersih dan masukan


selimut kotor ke dalam tempatnya

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

n.

Bereskan alat- alat, lepaskan APD dan cuci tangan

o.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik, 2008.

MEMBERIKAN TRANSFUSI DARAH


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Urutan tindakan dalam melakukan transfusi darah.


Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk melakukan
trasfusi darah.
1.

Undang Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah


Sakit

2.

Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga


Kesehatan

3.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1691 tahun 2011


tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit

4.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 49 tahun 2013 tentang


Komite Keperawatan

5.

Keputusan Menteri Kesehatan No. 938/Menkes/SK/VIII/2007


tentang Standar Asuhan Kebidanan

6.

Surat Keputusan Direktur Utama RSUD Meuraxa


No.YM.01.01/II/05/2014 Tentang Penetapan Pemberlakuan
Kebijakan Pelayanan di RSUD Meuraxa

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat :
a. Peralatan untuk
pemasangan infus)

pemasangan

infus

(lihat

SPO

b. Cairan Nacl 0,9% (sesuai dengan kebutuhan)


c. Persediaan darah yang cocok dengan golongan darah
pasien, sesuai dengan kebutuhan.
4. Pelaksanaan

MEMBERIKAN TRANSFUSI DARAH

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

a. Cuci tangan dan pasang APD


b. Cocokkan identitas pasien yang di kemasan darah
c. Periksa suhu darah dalam kantong, sesuai dengan suhu
normal (suhu kamar)
d. Pasang infus dengan cairan NaCl 0,9% (lihat SPO
pemasangan infus)
e. Pindahkan slang infus ke kantong darah (bila tetasan
sudah lancar, dan suhu darah dalam kantong sudah sama
dengan suhu ruangan).
f.

Atur jumlah tetesan darah per menit sesuai dengan yang


telah ditentukan.

g. Lanjutkan pemberian sampai jumlah yang ditentukan (bila


pada transfusi darah ini tidak ada kesulitan) tutup / klem
slang infus, pindahkan botol nacl 0,9% , bilas darah
sampai jernih.
i.

Ganti slang infus dengan yang baru (jika ada terapi


lanjutan)

j.

Tutup/ klem slang infus, cabut jarum dan tekan bekas


tusukan dengan kapas alkohol, kemudian ditutup dengan
kain kassa steril dan diplester

k. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan


l.

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan serta


respon pasien

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Pedoman Teknis Perawatan Anak Di Rumah Sakit Dep Kes RI

MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN MELALUI SUNGKUP MUKA


NON REBREATHING DENGAN KANTONG O2
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk memberikan


terapi oksigen melalui sungkup muka non rebreathing

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memberikan


terapi oksigen melalui sungkup muka non rebreathing

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat :
a. Sungkup muka Non Rebreathing
b. Sumber oksigen dengan humidifier
c. Kain kasa atau kapas jika perlu Suction siap pakai
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat-alat
c. Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
d. Bersihkan jalan nafas
pengisapan lendir)

dengan

suction

(lihat

SPO

e. Atur aliran oksigen sesuai kebutuhan terapi O2 dengan non


rebreathing mask mempunyai efektifitas aliran 6 15
liter/menit dengan konsentrasi O2 (FI O2) 55-80%
f.

Isi O2 ke dalam kantong dengan cara menutup lubang


antara kantong dengan sungkup minimal 2/3 bagian
kantong reservoirpasang non rebreathing mask pada
daerah lubang hidung dan mulut

g. Ikat non rebreathing mask dibelakang kepala bagian atas

MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN MELALUI SUNGKUP MUKA


NON REBREATHING DENGAN KANTONG O2
No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

telinga
h. Pasang kapas kering pada daerah yang tertekan sungkup
dan tali pengikat untuk mencegah iritasi kulit

UNIT TERKAIT

i.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

j.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1)

Modul Pelatihan Manajemen Kinerja Klinik Perawat dan


Bidan Pusdiknakes dan Direktorat Keperawatan Dan
Keteknisian Medis, Jakarta, 2005

2)

Hidayat Aziz Alimul. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta.


EGC. 2006.

3)

Buku Ajar Basic Kardiologi RSJHK. 2001

4)

Kumpulan Materi Pelatihan ICU RSCM Jakarta 2008

5)

Dokumen SOP Intensive Care Unit 2005

DAFTAR RUJUKAN

MENGOMPRES LUKA PADA PASIEN KULIT

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengompres


luka pada pasien kulit.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan


tindakan mengompres luka pada pasien kulit.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat :
a. Bak instrumen steril berisi : Kom kecil, pinset anatomi dan
cirurgi, gunting kecil
b. Kassa steril dan korentang
c. Cairan anti septic (sesuai rekomendasi)
d. Sarung tangan 1 pasang
e. Bengkok
f.

Perlak/ pengalas

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Pasang perlak / pengalas
c. Dekatkan alat
d. Tuang cairan antiseptic ke dalam kom dan masukkan
kassa.
e. Peras kassa dengan pinset dan tutupkan pada luka
f.

Diamkan (sesuai rekomendasi)

g. Basahi kassa pada luka dengan cairan antiseptik

MENGOMPRES LUKA PADA PASIEN KULIT

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

h. Ulangi tindakan f dan g (sesuai rekomendasi)


i.

Angkat kassa dan buang ke dalam bengkok

j.

Bersihkan luka (angkat krusta, kapan perlu lakukan


nekrotomi)

k. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan.


l.
UNIT TERKAIT

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

PERAWATAN LUKA KOTOR

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/3

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam perawatan luka kotor

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk perawatan luka


kotor.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat :
Trolly Perawatan luka berisi :
a. Set perawatan luka steril, berisi: kom kecil 2 buah, pinset
anatomi 1 buah dan cirurgi 1 buah, gunting jaringan 1
buah dan arteri klem 1 buah.
b. Handscoen bersih 1 pasang dalam kom
c. Handscoen steril 1 pasang dalam kemasan
d. Gunting verban 1 buah
e. Cairan pencuci luka sesuai rekomendasi (NaCl 0,9 %)
f.

Cairan antiseptik yang direkomendasikan

g. H2O2 3% untuk luka yang mempunyai undermining


(berongga)
h. Growth factor (amnion, oxoferin, dll) sesuai rekomendasi
i.

Kantong sampah medik (kuning)

j.

Perlak dengan pengalas

k. Bengkok 2 buah (satu berisi larutan desinfektan dan satu


lagi berisi pinset anatomi bersih)
l.

Spuit tanpa jarum (ukuran sesuai kebutuhan)

PERAWATAN LUKA KOTOR

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/3

4. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan

b.

Dekatkan alat pada pasien.

c.

Letakkan bengkok didekat luka pasien

d.

Pasang perlak dan pengalas dibawah lokasi luka

e.

Pasang handscoen bersih dan buka balutan dengan


pinset anatomi bersih, jika balutan kering basahi dengan
NaCl 0,9%

f.

Masukkan bekas balutan luka kedalam bengkok dengan


melipat kearah dalam.

g.

Masukkan pinset yang telah digunakan kedalam bengkok


berisi larutan desinfektan.

h.

Lepaskan handscoen kotor .

i.

Buka set perawatan luka, masukkan kassa steril dan


cairan yang akan digunakan.

j.

Pasang handscoen steril.

k.

Bersihkan luka dengan NaCl 0,9% dengan satu arah atau


secara sirkuler (dari dalam ke luar).

l.

Untuk luka kotor yang berongga dan berpus, bersihkan


dengan H2O2 3% secara irigasi (tidak dilakukan pada
luka yang sudah memerah/granulasi).

m. Angkat/gunting jaringan yang sudah nekrotik sampai batas


jaringan yang sehat sehingga darah sedikit merembes
dari tepi luka
n. Lakukan penekanan, bila perlu pada daerah pinggir/sekitar
luka untuk mengeluarkan eksudat/pus
o. Luka yang dibersihkan dengan H2O2 3%, bilas kembali
dengan NaCl 0,9%.
p. Bersihkan daerah disekitar luka (bukan daerah luka)
dengan kassa yang diberi anti septik.
q. Untuk merangsang pertumbuhan jaringan, sebelum luka
ditutup dapat ditambahkan growth factor (amnion,
oxoferin, dll)
r.

Tutup luka dengan kassa+NaCl 0,9% (kassa lembab, tidak


basah) sesuai dengan ukuran luka.

s. Kassa lembab hanya untuk daerah luka.


t.

Tambahkan kassa kering satu lapis diatas kassa lembab

u. Balut luka dengan verban dan tambahkan balutan elastis


jikadiperlukan
v. Komunikasikan dengan klien bahwa perawatan luka telah
selesai dilakukan dan jelaskan kondisi luka.
w. Anjurkan menjaga kebersihan sekitar luka
x. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
y.

Dokumentasikan perawatan luka secara lengkap (kondisi


luka: luas luka, warna, bau, eksudat).

PERAWATAN LUKA KOTOR

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
3/3

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Bruner and Sudart, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, 2008.
Jakarta: EGC

PERAWATAN LUKA BERSIH

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam perawatan luka bersih

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk perawatan


luka bersih.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat :
Trolly Perawatan luka berisi :
a.

Set perawatan luka steril, berisi: kom kecil 2 buah, pinset


anatomi 1 buah dan cirurgi 1 buah, gunting jaringan 1
buah dan arteri klem 1 buah.

b.

Handscoen bersih 1 pasang dalam kom

c.

Handscoen steril 1 pasang dalam kemasan

d.

Kassa steril sesuai kebutuhan dalam kemasan

e.

Verban sesuai ukuran yang dibutuhkan.

f.

Plester sesuai kebutuhan

g.

Gunting verban 1 buah

h.

Cairan pencuci luka sesuai rekomendasi (NaCl 0,9 %)

i.

Cairan antiseptik yang direkomendasikan

j.

Kantong sampah medik (kuning)

k.

Perlak dengan pengalas

l.

Bengkok 2 buah (satu berisi larutan desinfektan dan satu


lagi berisi pinset anatomi bersih)

PERAWATAN LUKA BERSIH

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat pada pasien.
c. Letakkan bengkok didekat luka pasien
d. Pasang perlak dan pengalas dibawah lokasi luka
e. Pasang handscoen bersih dan buka balutan luka dengan
pinset anatomi bersih, jika balutan kering basahi dengan
NaCl 0,9% dan kaji kondisi luka
f.

Masukkan bekas balutan luka kedalam bengkok dengan


melipat kearah dalam.

g. Masukkan pinset yang telah digunakan kedalam bengkok


berisi larutan desinfektan.
h. Lepaskan handscoen kotor .
i.

Buka set perawatan luka, masukkan kassa steril dan


cairan yang akan digunakan.

j.

Pasang handscoen steril.

k. Bersihkan luka dengan NaCl 0,9% dengan satu arah atau


secara sirkuler (dari dalam ke luar).
l.

Bersihkan daerah disekitar luka (bukan daerah luka)


dengan
kassa yang dibasahi NaCl 0,9 %.

m. Oleskan luka dengan kassa yang telah diberi antiseptic


(sesuai rekomendasi)
n. Tutup luka dengan kassa kering sesuai ukuran luka dan
lakukan fiksasi
o. Komunikasikan dengan klien bahwa perawatan luka telah
selesai dilakukan dan jelaskan kondisi luka.
p. Anjurkan menjaga kebersihan sekitar luka
q. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
r.

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan perawatan luka secara lengkap (kondisi


luka: luas luka, warna, bau, eksudat).

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Bruner and Sudart, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, 2008.
Jakarta: EGC

PEMAKAIAN ULANG (RE-USE) DIALIZER

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam dalam membersihkan dan mensterilkan


dializer secara selektif tanpa menghilangkan fungsi dializer
dengan menggunakan cairan cleaning agent (zat kimia tertentu).

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam melakukan


Re-use dialyzer.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dializer yang akan dipakai ulang(re-use)
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan alat
a. Ruangan khusus re-use dengan penerangan dan ventilasi
yang cukup
b. Drainage
c. RO / Water treatment
d. Renalin dalam tempatnya
e. Exhaust fan
f.

APD ( sesuai kebutuhan)

g. Gelas ukur
h. Selang potongan blood line
i.

Tutup dializer

j.

Jarum suntik

k. H202 4%
l.

Sodium hipoklorid 1%

3. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan
b. Nyalakan exhaust fan- kipas angin dan aliran air RO.
c. Pastikan penerangan dan ventilasi ruangan memadai.
d. Bilas dializer menggunakan air RO dengan tekanan
pompa 2 bar
e. Bersihkan kompartemen darah dan kompartemen dialisat

PEMAKAIAN ULANG (RE-USE) DIALIZER


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

dengan memasukkan H2O2 3-5%, dorong dengan


menggunakan spuit 50 cc dengan tekanan yang cukup.
f.

Biarkan 3-5 menit, kemudian bilas dengan menggunakan


air RO.

g. Bilas kembali dengan menggunakan RO, apabila masih


tampak bekuan darah, ulangi tindakan no. e
h. Bilas kembali kedua kompartemen dengan menggunakan
air RO sampai bersih.
i.

Bersihkan bagian permukaan dializer yang sulit dijangkau


dengan menggunakan jarum.

j.

Ukur volume priming dengan cara:


Tutup kompartemen dialisat dengan tutup botol NaCL
Isi kompartemen darah dengan air RO sampai bebas
udara
Tutup salah satu ujung kompartemen darah dengan
menggunakan satu jari
Pegang dializer dengan posisi vertikal di atas gelas
ukur
Lepaskan jari dari ujung kompartemen darah dan
biarkan air RO mengalir secara gravitasi ke dalam
gelas ukur
Setelah air RO keluar dengan gravitasi, dorong dengan
menggunakan spuit 50cc bertekanan cukup sampai
kompartemen darah kosong sama sekali
Hitung air RO yang ada di gelas ukur
Bila < 80% dari volume awal (VPA), dializer tidak dapat
di gunakan lagi

k.

Isi kompartemen darah dan dialisat dengan renalin 3,5%.


Pada saat pengisian renalin, kedua kompartemen harus
bebas udara.

l.

Tutup bagian inlet dan oulet kompartemen darah dializer


menggunakan potongan blood line 75cm. Ujung inlet dan
outlet kompartemen dialisat pada dializer ditutup dengan
tutup dializer

m. Bilas permukaan luar dializer dengan air RO.


n.

Simpan dializer dalam lemari penyimpanan sesuai jadwal


hemodialisis pada suhu kamar.

o.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

p. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan


UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Instalasi Diagnostik Terpadu RSUD Meuraxa


1.

Nicola thomas, (1997) Renal Nursing (2nded) Baillere Tindall

2.

Materi pelatihan perawat ginjal intensif PPGII (2013)

PENGAMBILAN DARAH ARTERI

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam mengambil darah arteri untuk bahan


pemeriksaan.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pengambilan


darah arteri untuk bahan pemeriksaan.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
Baki berisi:
a. Spuit 3cc berisi heparin 0,1cc
b. Kapas alcohol dalam tempatnya
c. Perlak dan pengalas
d. Tutup gabus
e. Handscoen
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Tentukan lokasi arteri yang akan dilakukan tindakan
( a.radialis, a.brachialis, a.femoralis)
c. Arteri femoralis diraba dengan ujung jari.
d. Lakukan desinfeksi dengan kapas beralkohol tepat pada
permukaan kulit dimana arteri femoralis jelas teraba.
e. Udara dalam spuit dikeluarkan.
f. Regang kulit di atas arteri yang akan ditusuk dengan
menggunakan telunjuk dan ibu jari tangan kiri (tak
dominant)
g. Tusukan jarum tegak lurus (90 derajat) tepat di atas
denyutan nadi.
h. Tusukan yang tepat maka pengisap (suiker) akan
terdorong sendiri ke atas oleh tekanan arteri (pengisap
tidak boleh
i. ditarik).
j. Spuit yang terisi darah 2cc, segera dicabut jarum dan ikuti
dengan menekan bekas tusukan dengan kassa steril yang
kering.

PENGAMBILAN DARAH ARTERI

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

k. Tekan selama lima menit.


l. Segera ujung jarum ditutup dengan gabus steril dengan
cara menusukkannya.
m. Sample darah diberi etiket dengan nama dan nomor
medical record yang ditempelkan di dinding spuit.
n. Lengkapi formulir permintaan pemeriksaan, sesuaikan
nama dan nomor medical record serta identitas pasien
o. Segera kirim ke laboratorium dengan buku ekspedisi
bagian pengirum.
p. Tutup dengan rapi bekas tusukan dengan kasa steril yang
diberi betadin, kemudian plester.
q. Observasi bekas tusukan setiap 15 (limabelas) menit
kemudian, sampai benar-benar tidak ada lagi rembesan
darah sedikit pun.
r. Bereskan alat-alat, lepaskan APD, perawat cuci tangan
s. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Kumpulan Materi Pelatihan ICU RSCM Jakarta, 2008

PENCABUTAN CENTRAL VENUS PRESURE (CVP)

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan
(CVP)

tindakan dalam

pencabutan

central venous presure

Sebagai acuan penerapan langkah


melaksanakan tindakan pencabutan CVP

langkah

dalam

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
Trolly redressing yang berisikan
a. Cairan antiseptik dalam tempatnya (sesuai rekomendasi)
b. Kain kassa steril pada tempatnya
c. Handscoon steril 1 pasang
d. Plester
e. Gunting
f.

Redressing set

g. Bengkok
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Plester dan kassa dilepaskan.
c. Disinfeksi bekas jahitan menggunakan kain kassa
berbetadine dengan gerakan memutar dari arah dalam ke
luar 3-5 cm
d. Lanjutkan dengan mendisinfektan dengan kassa betadine
pada slang CVP 10 cm dari arah dalam ke luar.

PENCABUTAN CENTRAL VENUS PRESURE (CVP)


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

e. Ulangi beberapa kali sampai bersih


f.

Buang kain kassa bekas ke dalam bengkok yang telah


disediakan

g. Tutup bekas tusukan dengan kassa steril berbetadie


h. Tutup dengan kassa steril kering, kemudian plester lebar
sehingga menutupi seluruh kain kassa

UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

i.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD, perawat cuci tangan

j.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Modul Pelatihan Manajemen Kinerja Klinik Perawat dan


Bidan Pusdiknakes dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis, Jakarta: 2005

2.

Buku Ajar Basic Kardiologi RSJHK, 2001

3.

Kumpulan Materi Pelatihan ICU RSCM Jakarta, 2008

4.

Dokumen SOP Intensive Care Unit 2005

TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam tindakan teknik menyusui


yang benar.

TUJUAN

Sebagai acuan pelaksanaan dan penerapan tindakan teknik


menyusui yang benar.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
kepada ibu
3. Persiapan alat
a.

Cairan anti septik sesuai rekomendasi

b.

Handuk kecil / lap

4. Pelaksanaan
a.

Atur posisi ibu senyaman mungkin (duduk atau tidur)

b.

Keluarkan ASI sedikit dan olesi disekitar puting susu dan


areola sekitarnya

c.

Atur posisi bayi dengan menghadap keperut ibu

d.

Letakkan satu tangan ibu pada payudara dengan ibu jari


diatas dan jari lain menopang payudara dari bawah

e.

Rangsang bibir bawah bayi dengan menempelkan pada


puting susu hingga mulut bayi terbuka lebar

f.

Masukkan puting susu hingga kedaerah yang berwarna


hitam

g.

Lepaskan tangan penyangga payudara bila bayi sudah


mulai menghisap

h.

Sendawakan bayi bila sudah dirasa cukup/ kenyang

TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

menyusu (lihat IK menyendawakan bayi).


UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Asuhan Persalinan Normal, 2008

INISIASI MENYUSU DINI (IMD)


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pelaksanaan proses inisiasi


menyusu dini.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah yang dilakukan


pada proses inisiasi menyusu dini.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
kepada ibu
3. Persiapan alat
a.

Selimut bayi

b.

Sarung tangan steril 1 pasang

c.

Sampiran

4. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan

b.

Keringkan tubuh bayi segera setelah lahir, pertahankan


Vernik yang melekat di tubuh bayi (mencegah kehilangan
panas secara evaporasi)

c.

Potong dan lakukan perawatan tali pusat, letakkan bayi


tengkurap di dada atau perut ibu dengan kulit bayi melekat
pada kulit ibu tanpa dibedong (skin to skin)

d.

Selimuti Ibu dan bayi (sampai kepala bayi

e.

Biarkan bayi mencari sendiri puting susu ibunya

f.

Hindari membasuh atau membersihkan payudara ibu


sebelum bayi menyusu.

g.

Berikan sentuhan lembut ibu dan jangan memaksakan

INISIASI MENYUSU DINI (IMD)


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

bayi ke puting susu.

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

h.

Lakukan IMD selama paling sedikit satu jam

i.

Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan

j.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Asuhan Persalinan Normal, 2008

TINDAKAN FOTOTERAPI
No. Dokumen :
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa
Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan untuk menjalankan proses terapi sinar biru


(fototerapi).
Sebagai
acuan penerapan langkah langkah
menjalankan proses terapi sinar biru (fototerapi).

untuk

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Bayi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Alat fototerapi
b. Penutup mata
c. Tempat tidur bayi
4. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan

b.

Pastikan bahwa lampu menyela sesuai standar

c.

Atur jarak fototerapi dengan tempat tidur bayi antara 30-40


cm

d.

Tutup mata dan pasangkan pelindung, yakinkan bahwa


pelindung mata dapat menutupi mata tanpa menyakiti bayi

a. Letakkan bayi telanjang (kecuali daerah mata) di bawah


alat terapi sinar biru
b. Ubah posisi bayi secara teratur sehingga seluruh tubuh
bayi terekspos oleh terapi sinar biru (terutama pada jamjam awal terapi diberikan).
c. Catat durasi terapi, tipe lampu terapi yang digunakan,
jarak dari lampu kepada bayi, penggunaan kain penutup

TINDAKAN FOTOTERAPI
No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

mata
d. Cegah bayi dari injuri dengan meyakinkan pelindung mata
tidak menekan terlalu keras
e. Buka
pelindung mata setiap memberi
memandikan dan tindakan perawatan lainnya
f.

Observasi status
termoregulasi bayi

hidrasi,

keadekuatan

minum

integumen,

g. Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan


h. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Ruang perawatan PERISTI level II dan III RSUD Meuraxa


Pedoman Teknis Perawatan Anak Di Rumah Sakit, Dep Kes RI

PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN LEOPOLD


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan


secara Leopold.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah dan pelaksanaan


pemeriksaan kehamilan secara Leopold.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a.

Selimut

b.

Doppler/ lenec

c.

Jelly

d.

Alat tulis

4. Pelaksanaan
a.

Siapkan alat-alat didekat pasien

b.

Atur posisi pasien senyaman mungkin, pasang selimut


pasien sampai batas atas symphisis

c.

Pemeriksa menghadap kemuka pasien


Lakukan pemeriksaan Leopold I, uterus dibawa ketengah

d.

Tentukan tinggi fundus dan apa yang terdapat pada


fundus

e.

Leopold II
Tentukan batas samping kiri dan kanan uterus, menilai
letak punggung janin (pada letak lintang, untuk
menentukan letak kepala janin)

PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN LEOPOLD


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

Kedua tangan pemeriksa bergeser kebatas kiri-kanan


perut ibu, raba bagian janin sebelah kiri apakah
terdapat bagian yang panjang, keras, datar seperti
papan atau teraba tonjolan-tonjolan kecil
f.

Leopold III
Tentukan bagian terbawah janin, bagian terbawah bayi
sudah masuk PAP atau belum
Raba bagian terendah janin yang terdapat didaerah
PAP, jika masih bisa digoyang kepala belum masuk
PAP

g.

Leopold IV
Tentukan bagian terbawah janin dan berapa jauh janin
sudah masuk PAP
Raba bagian bawah perut ibu dengan kedua tangan
apakah posisi tangan konvergen atau divergen
pemeriksa menghadap ke kaki ibu

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

h.

Bereskan alat alat dan cuci tangan

i.

Dokumentasikan semua tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana
Untuk Pendidikan Bidan, 2005

PERAWATAN PASIEN DENGAN PLASENTA PREVIA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam penanganan pasien


dengan kasus plasenta previa parsial atau total

TUJUAN

Sebagai acuan pelaksanaan dan penerapan tindakan pada


pasien dengan plasenta previa parsial atau total

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a.

Sarung tangan steril 1 pasang

b.

Kapas sublimat sesuai kebutuhan

c.

Kasa steril sesuai kebutuhan

d.

Tensi meter

e.

Nierbeken

f.

Doopler / lenec

g.

Under pad

h.

Buku dan ATK

i.

Sampiran

j.

Tempat sampah medis

4. Pelaksanaan:
a.

Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan

b.

Pantau keadaan umum pasien

c.

Pasang oksigen sesuai kebutuhan

d.

Anjurkan pasien tidur miring kearah kiri

PERAWATAN PASIEN DENGAN PLASENTA PREVIA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Halaman :
2/2

e.

Pantau kesejahteraan janin dengan periksa DJJ (lihat IK


pemeriksaan DJJ) setiap 30 menit

f.

Pantau kontraksi uterus 30 menit (lihat IK)

g.

Pantau pengeluaran darah pervaginam

h.

Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan

i.

Dokumentasikan semua tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Asuhan Persalinan Normal, 2008

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR (BBL)


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam perawatan bayi baru lahir


Sebagai acuan pelaksanaan dalam perawatan bayi baru lahir

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Bayi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
kepada ibu
3. Persiapan alat
a. Sarung tangan steril 1 pasang
b. Gelang identitas laki laki/ perempuan
c. Infant warmer
d. Pengukur panjang badan
e. Timbangan bayi
f.

Termometer

g. Pakaian bayi
h. Spuit 1 cc
i.

Vitamin K 1

j.

Nierbeken

k. Tempat sampah
4. Pelaksanaan:
a.

Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan

b.

Pastikan infant warmer berfungsi dengan baik dan siap


pakai

c.

Keringkan tubuh bayi dari cairan ketuban dan darah,

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR (BBL)


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Halaman :
2/2

tanpa menghilangkan vernik caseosa

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

d.

Nilai apgar 5 menit kedua

e.

Lakukan perawatan tali pusat (lihat SPO perawatan tali


pusat)

f.

Monitor vital sign

g.

Lakukan pemeriksaan fisik bayi

h.

Lakukan pengukuran panjang badan dan timbang BB


bayi

i.

Pasang gelang identitas bayi

j.

Injeksikan vitamin K 1 1 mg IM di paha kiri antero lateral


(sesuai kolaborasi)

k.

Pasang pakaian bayi, topi dan bayi dibedong

l.

Letakkan bayi didalam infant warmer, evaluasi bayi 1 jam


berikutnya

m.

Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan

n.

Dokumentasikan tindakan yang dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Asuhan Persalinan Normal, 2008

PERAWATAN BAYI SEHARI HARI DI RAWAT GABUNG


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam perawatan bayi sehari


hari
Sebagai acuan pelaksanaan dalam perawatan bayi sehari hari

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Bayi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
kepada ibu
3. Persiapan alat
a.

Sarung tangan DTT 1 pasang

b.

Sabun mandi

c.

Sisir

d.

Alkohol 70 % sesuai kebutuhan

e.

Kasa steril secukupnya

f.

Air hangat sesuai kebutuhan

g.

Waskom tempat mandi 1 buah

h.

Waslap 1 buah

i.

Pakaian bayi

j.

Tempat sampah medis

k.

Perlak / pengalas

4. Pelaksanaan:
a.

Cuci tangan dan pakai APD sesuai kebutuhan

b.

Mandikan bayi (lihat SPO memandikan bayi dirawat


gabung)

PERAWATAN BAYI SEHARI HARI DI RAWAT GABUNG


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Halaman :
2/2

c.

Lakukan perawatan tali pusat (lihat SPO perawatan tali


pusat)

d.

Pasang Popok, baju dan Bedong bayi

e.

Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan

f.

Dokumentasikan semua tindakan yang sudah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Asuhan Persalinan Normal, 2008

PRE PTCA
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan tindakan


kateterisasi jantung.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memenuhi


kebutuhan pelayanan tindakan kateterisasi jantung.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
d.

Puasa 3 jam sebelum tindakan (sesuaikan jadwal)

e.

Lampirkan hasil (EKG, RO foto thorax, urium, kreatinin,


GD, fungsi hati, profil lipid, HbsAg, anti Hbs, Hasil test
treadmill, echocardiogram terutama pada klien akut MCI/
old MCI)

3. Persiapan alat
a. Alat ukur berat badan dan tinggi badan
b. Alat cukur
c. Kateter urine sesuai kebutuhan (lihat persiapan alat
pemasangan kateter urine)
d. Infus set sesuai kebutuhan/ IV cath no 18/20 (lihat
persiapan alat pemasangan infus)
e. Obat antikoagulan (sesuai rekomendasi)
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Ukur berat badan dan tinggi badan
c. Cukur rambut
femoralis)

pubis

(bila

akses

tindakan

melalui

PRE PTCA
No. Dokumen :
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

d. Pasang kateter urine (lihat SPO pemasangan kateter )


e. Pasang infus pada tangan sebelah kiri (lihat SPO
pemasangan infus)
f.

Stop obat jenis beta bloker (concor, bisoprolol, atenolol


dll)
Berikan obat plavik 450 mg ( 6 tablet) dan aspirin 320 mg (
4 tablet) 1 jam sebelum klien diantar ke ruang cath-lab

UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Rokhaeni Eni dkk, 2001, Buku Ajar Keperawatan


Kardiovaskuler, Pusat Kesehatan Jantung& Pembuluh Darah
Harapan Kita, Jakarta

2.

Syukri Mohammad, Persiapan Pasien Pro PTCA, Pusat


Jantung Regional Padang.

3.

PERKI, 2004, Tata Laksana Sindroma Koroner Akut . Jakarta

PERAWATAN PASIEN DENGAN STREPTOKINASE


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/3

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan dalam penatalaksanaan klien yang akan


menjalani prosedur streptokinase
Sebagai acuan penerapan langkah langkah penatalaksanaan
klien yang akan menjalani prosedur streptokinase

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
d. Hasil laboratorium yang terbaru : masa perdarahan, masa
pembekuan, darah rutin, enzim CK-MB, elektrolit
e. Informed consent
f.

Hasil RO foto thorax yang terbaru

g. Rekaman ECG lengkap terbaru


3. Persiapan alat
a. Mikro drip set 1 buah
b. IV kateter sesuai kebutuhan (no 20, 22 )
c. NaCl 0,9%, 1 klf
d. Asering, 2 5 kolf
e.
f.

Troly emergensi lengkap dengan alat resusitasi dan


defibrillator
Oksigen 1 unit lengkap

g.

Monitor lengkap ( ECG, tekanan darah, saturasi darah


perifer

h.

Alat-alat maintanence obat ( syringe pump, spuit 50 cc,


manometer line)

PERAWATAN PASIEN DENGAN STREPTOKINASE


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
i.

Three way stop cock buntut 2 buah

j.

Three way stop cock 2 buah

Halaman :
2/3

k. Obat streptase 1 vial (1,5 juta unit)


4. Pelaksanaan
a) Pre Streptokinase
1)

cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan

2)

Hidupkan
monitoring,
pasang
monitoring yang dibutuhkan.

3)

Sambungkan microdrip dengan Nacl 0,9% dan isi


100cc

4)

Pasang infus pada lengan (utamakan lengan kiri),


menggunakan IV kateter no 22 (sesuai kebutuhan),
sambungkan dengan micro drip.

5)

Pasang infus pada lengan kanan menggunakan IV


kateter no 20 (sesuai kebutuhan)

6)

Masukan obat meantanance (jika ada), sambungkan


dengan infus pada tangan kanan, dengan
manggunakan three way

7)

Atur tetesan sesuai kolaborasi

8)

Masukkan obat streptokinase ke dalam cairan pada


mikro drip

9)

Siapkan lembaran dokumentasi Vital sign

modul-modul

10) Informasikan kepada tim lain bahwa tindakan pre


streptokinase selesai dilakukan
11) Atur tetesan 100 tts / mnt pada infus streptokinase
b) Intra streptokinase:
1)

Catat tanda vital setiap 3-15 menit selama prosedur


berlangsung (sesuai kebutuhan)

2)

Monitor HR, saturasi, tekanan darah

3)

Awasi adanya tanda tanda perdarahan (gusi,


mata)

4)

Awasi adanya penurunan kesadaran (menguap,


mengantuk, tidak kooperatif, komunikasi tidak
searah)

5)

Jika terjadi hypotensi: (TD < 90 Mm Hg)

6)

a.

Posisi trendelenburg

b.

Berikan cairan Ioding 100 250 cc (sesuai


kolaborasi )

c.

Stop trombolitik sementara, jalankan lagi bila TD


normal (sesuai kolaborasi )

Jika terjadi Bradycardia: (klien gelisah, HR < 50x


permenit)
a.

Stop streptokinase

b.

Berikan sulfas atropine 0,50 mg ( 2 amp) bolus

PERAWATAN PASIEN DENGAN STREPTOKINASE


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
3/3

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
(sesuai kolaborasi)
c.

Monitor vital sign

d.

berikan bantuan nafas / baging ( bila perlu)

e.

Hentikan obat-obat meantenace yang bersifat


vasodilator ( sesuai rekomendasi)

f.

Catat waktu kejadian, tindakan yang diberikan.

g.

Laporkan kejadian pada tim medis

h.

Jika terjadi sakit dada berulang:

i.

Morphin 2, 5 mg IV/ pethidin 25-50 mg IV


( sesuai kolaborasi)

j.

Haemodinamik baik, nitrosin drip diberikan

k.

Jika alergi ( bibir bengkak, flasing, urtikaria)


berikan antihistamin, kortikosteroid (sesuai
rekomendasi)

c) Post streptokinase:
1) Monitor vital sign
2) Monitor respon klien
3) Monitor ECG lengkap 2 jam setelah streptokinase
4) Monitor kadar enzim CK-MB-----kolaborasi
5) Bereskan
tangan

alat-alat,lepaskan

APD,

perawat

cuci

6) Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan


UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia
, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik ,2008.

PERAWATAN PASIEN DENGAN TRACHEOSTOMY


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam memberi perawatan khusus kepada


pasien dengan tracheostomy

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memberi


perawatan khusus kepada pasien dengan tracheostomy

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Bak Instrumen berisi alat- alat steril:

Pinset anatomi Dua buah

Kapas kering

Kain kassa

Lidi kapas

Spuit 3cc

b. Bak Instrumen berisi alat-alat bersih:

Pinset anatomi satu buah

Kateter penghisap

Kom berisi air hangat

Kom berisi larutan desinfektan

Gunting perban

Bengkok (nierbeken)

Korentang dalam tempatnya

PERAWATAN PASIEN DENGAN TRACHEOSTOMY


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Aquadest steril dalam tempatnya

Betadine 10 % dalam tempatnya

Peterband ( tali pengikat tracheoskanul)

Verban

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Hisap lendir dengan cara, tangan kiri memegang slang
penghisap dan tangan kanannya memegang pinset
sebagai penjepit kateter penghisap.
c. Masukkan
kateter
penghisap
kedalam
lubang
tracheoskanul sedalam 3 4 cm dengan gerak memutar
kemudian kateter ditarik perlahan dan dibilas dengan air
hangat sampai bersih. Lakukan berulang kali sampai
lender habis
d. Buka kateter penghisap dan rendam dalam kom yang
berisi larutan desinfektan.
e. Angkat dan buang kedalam bengkok kain kasa dan
peterband pada tracheoskanul yang sudah kotor
f.

Bersihkan luka dengan kapas lembab dan keringkan


dengan kapas kering, kemudian olesi larutan betadine
memakai lidi kapas lalu tutup dengan kassa steril dan
plester.

g. Pasangkan kembali
tracheoskanul

peterband

yang

bersih

pada

h. Tutup lubang tracheoskanul dengan kain kassa lembab,


setiap kali diganti apabila sudah kering

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

i.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD, perawat cuci tangan

j.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Dep Kes RI, Pedoman Teknis Perawatan Anak Di Rumah Sakit

LATIHAN NAFAS DALAM


No. Dokumen :

No. Revisi :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan keperawatan dalam melatih nafas dalam

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk latihan nafas


dalam

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Bantal
b. Pengalas
c. Pot sputum
d. Tissue
e. Gelas berisi air hangat
f. Bengkok
4. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan

b.

Beri klien minum hangat

c. Letakkan kedua tangan pasien di atas abdomen


d. Anjurkan pasien menarik nafas panjang melalui hidung
hingga rongga dada mengembang maksimal, dengan
posisi mulut tertutup
e. Tahan dengan hitungan 1,2,3, lalu hembuskan nafas
melalui mulut pelan-pelan sambil abdomen dikecilkan
seperti meniup balon
f.

Ulangi 2-3 kali dengan cara yang sama (kapan perlu)

LATIHAN NAFAS DALAM


No. Dokumen :
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

g. Anjurkan pasien tarik nafas yang panjang (pada nafas


dalam ke 4) lalu tahan, anjurkan pasien membatukkan
dengan menggunakan otot perut, diafragma,dan otot dada

UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

h.

Minum air hangat (jika pasien kesulitan mengeluarkan


sekret)

i.

Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan

j.

Dokumentasikan kegiatan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Hidayat Aziz Alimul, Kebutuhan Dasar Manusia, Jakarta.


EGC. 2006

2.

Burner And Suddart, Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta,


ECG, 200

MEMBERIKAN NUTRISI MELALUI


NASO GASTRIC TUBE (NGT)
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam memberikan nutrisi melalui naso gastric


tube (NGT)

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memberikan


nutrisi melalui NGT

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Spuit 50cc lobang tengah/ nutrisi bag
b. Pengalas
c. Bengkok
d. Klem sesuai kebutuhan
e. Tisu / kassa
f. Makanan, obat dalam bentuk cair dan air minum putih
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Pasang pengalas di daerah dada pasien
c. Letakkan bengkok di dekat pasien
g. Periksa residu lambung dengan menggunakan spuit yang
diaspirasikan ke pipa lambung.
h. Pasang corong / spuit pada pangkal pipa. (jika pemberian
nutrisi melalui nutrisi bag, maka masukkan makanan cair
ke nutrisi bag pada saat slang dalam kondisi terklem)
i.

Pastikan udara tidak ada pada selang NGT

MEMBERIKAN NUTRISI MELALUI


NASO GASTRIC TUBE (NGT)
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

j.

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Masukkkan air putih kira-kira 15cc . biarkan mengalir


sendiri tanpa tekanan (sesuai gravitasi)

k. Berikan makanan dan obat - obat dalam bentuk cair


sesuai program
l.

Klem slang NGT

m. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan


n. Dokumentasikan kegiatan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MENYIAPKAN PASIEN UNTUK TINDAKAN ELECTRO


CEREBRAL THERAPY (ECT)
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

TUJUAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk menyiapkan


pasien yang akan dilakukan Electro Cerebral Therapy (ECT).

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan


tindakan
menyiapkan pasien yang akan dilakukan Electro
Cerebral Therapy (ECT).

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. ECT set
b. Tali pengikat pasien 4 buah
c. Selimut

1 buah

d. Kasa 4 buah
e. Air garam/ jelly sesuai rekomendasi
f.

Tongue spatel/ penahan lidah

g. Troli emergency siap pakai


4. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Tempatkan pasien dengan posisi telentang tanpa
menyentuh rangka tempat tidur dan tanpa bantal/bantal
diletakkan di atas lutut pasien.
c. Fiksasi pasien; posisi tangan di kedua sisi tubuh pasien,

MENYIAPKAN PASIEN UNTUK TINDAKAN ELECTRO


CEREBRAL THERAPY (ECT)
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

posisi kedua kaki lurus.


d. Longgarkan pakaian pasien
e. Pasang selimut.
f.

Pegang bahu, pergelangan tangan dan lutut pasien.


Ketika terjadi kejang ikuti irama kejang.

g. Tindakan dilakukan oleh dokter.


h. Setelah kejang berakhir pindahkan posisi fiksasi tangan ke
bagian atas kepala
i.

Istirahatkan pasien dalam pengawasan


jam.

kurang lebih 2

j.

Hitung frekuensi denyut nadi selama 1 menit.

k. Amati volume dan irama nadi (keras/ lemah denyutan)


l.

Bereskan alat , lepaskan APD dan cuci tangan

m. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan .


UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

MENJAGA KEAMANAN PASIEN YANG GELISAH

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan


keamanan pasien yang gelisah.

untuk menjaga

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam


tindakan menjaga keamanan pasien yang gelisah

melakukan

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Restrain / pengikat yang sesuai
b. Bantalan / kapas pelindung kulit
c. Selimut (restrain mummy)
4. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat pada pasien
c. Lakukan tindakan untuk :
Restrain ekstremitas :
Gunakan restrain / pengikat yang sesuai
Pasang bantalan / kapas pada anggota ekstremitas
yang akan di fiksasi sebelum menggunakan restrain /
pengikat.
Ikatkan restrain / pengikat diatas bantalan / kapas
Ikat / fiksasi restrain ke tempat tidur
Observasi lokasi pengikatan dan respon klien

MENJAGA KEAMANAN PASIEN YANG GELISAH

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Buka restrain /pengikat setiap 4 jam selama 30 menit


Kaji kembali kemungkinan adanya luka setiap 4 jam
(observasi warna, denyut nadi pada edstremitas)
Restrain mummy :
Gunakan selimut atau bedung
Letakkan selimut atau kain secara mendatar pada
permukaan yang kering.
Lipat ke bawah pada satu ujung, dan tempatkan bayi di
atasnya dengan posisi supinasi.
Lipat bagian kanan dari selimut menutup tubuh bayi,
dengan lengan kiri masih bebas
Lengan kanan pada posisi natural pada sisi badan.
Lipat sisi selimut atau bedung pada bagian bawah bayi
ke arah atas.
Lipat bagian kiri selimut menutupi bayi, dengan lengan
kiri bayi dalam posisi natural di disamping badan
Biarkan restrain mummy pada bayi hingga prosedur
selesai.
d. Bereskan alat- alat, lepaskan APD dan cuci tangan
e. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan .
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

POST KATETERISASI JANTUNG

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan


pelayanan dalam tindakan post kateterisasi jantung

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memenuhi


kebutuhan pelayanan dalam tindakan post kateterisasi jantung

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Pelaksanaan
a.

Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan

b.

Observasi keluhan pasien

c.

Observasi tanda vital setiap 15 menit selama 1 jam, dan


30 menit selama 2 jam/ sampai stabil

d.

Observasi pendarahan
Pertahankan bantalan pasir hingga 8 jam, bila tidak
terjadi pendarahan
Imobilisasi ekstremitas pada daerah tusukan selama 812 jam post tindakan.
Libatkan keluarga/ klienuntuk mengamati
tusukan, mungkin terjadi pendarahan

daerah

e.

Observasi tanda-tanda dan efek samping zat kontras;


(gatal-gatal, menggigil, mual-muntah)

f.

Anjurkan pasien untuk banyak minum (2-3 liter)

g.

Ukur intake / output

h.

Observasi tanda-tanda gangguan sirkulasi :


Cek pulsasi nadi perifer pada ekstremitas yang ditusuk

POST KATETERISASI JANTUNG

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

setiap 15 menit selama 1 jam, 30 menit pada 2 jam


berikutnya, bandingkan kanan dan kiri
Observasi suhu / kehangatan ekstremitas kanan dan
kiri, bandingkan.
Amati warna kulit ekstremitas daerah penusukan.
Bila ada gangguan segera berkolaborasi dengan tim
medis
i.

Observasi tanda-tanda infeksi


Selalu jaga kesterilan area penusukan
Observasi perubahan warna kulit, dan suhu pada lika
penusukan
Hindarkandaerahpenusukandarisesuatu
aseptic (slang kateter urine)

yang

tidak

Buat perekaman EKG setelah 2 jam tindakan, bila ada


kelainan sebelum 2 jam maka perekaman EKG harus
dilakukan segera.
j.

Buat perekaman EKG setelah 2 jam tindakan, bila ada


kelainan sebelum 2 jam maka perekaman EKG harus
dilakukan segera.

k.

Bila kateterisasi dilakukan di daerah tangan (arteri


brakhialis) maka tangan sebaiknya di pasang spalk
(mempertahankan posisi lurus)

l.

Periksa labor urium, kreatinin,


kateterisasi dengan angiografi

apabila

dilakukan

m. Pertahankan posisi kaki yang ditindak agar tetap lurus


selama 24 jam

UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

n.

Lepaskan APD dan cuci tangan

o.

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan terkait yang merawat klien post


kateterisasi jantung di RSUD Meuraxa
1. Sukri Muhammad, Persiapan Pasien Pro/Post PTCA, Pusat
Jantung Regional, Padang
2. PERKI, 2004, tata Laksana Sindroma Koroner Akut Dengan
ST Elevasi, Jakarta.

MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE


KURSI RODA
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam memindahkan pasien dari tempat tidur ke


kursi roda dengan maksud tertentu

TUJUAN

Sebagai
acuan penerapan langkah langkah
untuk
memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda dengan
maksud tertentu

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Kursi roda
b. Alat pelindung diri(APD)
4. Pelaksaanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Bebaskan semua ikatan alat bantu dari tempat tidur (Jika
ada)
c. Anjurkan pasien duduk di pinggir tempat tidur (dengan
kedua kaki terjuntai)
d. Dekatkan kursi roda ke depan pasien dalam posisi
terkunci
e. Letakan kedua tangan petugas di bawah ketiak pasien
dalam posisi berhadapan
f.

Letakan tangan pasien di bahu petugas sehingga pasien


dapat mendorong tubuhnya sambil berdiri

g. Bantu pasien untuk berdiri kemudian bergerak bersamasama menuju kursi roda

MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE


KURSI RODA
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

h. Dudukan pasien di kursi roda, letakan kaki pasien di atas


tempat kaki kursi roda
i.

Observasi keadaan pasien, lepaskan kunci kursi roda

j.

Lepaskan APD dan cucitangan

k. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan


UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

PEMBERIAN OBAT MELALUI INHALASI

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat melalui


organ saluran pernafasan dengan cara dihirup (inhalasi)

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pemberian


obat dengan menggunakan inhalasi

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Nebulizer set
b. Obat yang digunakan; ventolin, pulmicort, terbutalin,
bisolvon, combiven
c. Kapas alcohol dalam tempatnya.
d. Tissue
e. Bengkok dan tempat sampah medis
f.

Buku injeksi dan alat tulis

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD
b. Atur posisi klien senyaman mungkin, sebaiknya fowler
supaya pengembangan paru adekuat.
c. Lakukan prinsip 6 benar (benar obat, dosis, cara, waktu,
pasien, dokumentasi)
d. Masukan obat kedalam nebulizer
e. Gunakan
pasien).

mouth piece atau masker (sesuai kondisi

PEMBERIAN OBAT MELALUI INHALASI

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

f.

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Tekan tombol on pada nebulizer

g. Hirup uap yang keluar perlahan-lahan dan dalam sampai


obat habis
h. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
i.
UNIT TERKAIT

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1. Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta
ECG

DAFTAR RUJUKAN

2. Kusyati Eni dkk. 2006.


Laboratorium. Jakarta. ECG

Keterampilan

Dan

Prosedur

3. Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat


dan Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

MEMBERIKAN OBAT SUPOSITORIA

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam memasukkan obat berupa kapsul


(supositoria) melalui anus

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memasukan


obat berupa kapsul (supositoria) melalui anus

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Obat supositoria

PROSEDUR

b. Sarung tangan
c. Pispot dan air cebok
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Buka pakaian bawah pasien, miringkan (SIM) kiri/ kanan
sesuai kebutuhan. Pasien diselimuti.
c. Pakai sarung tangan, buka bungkus supositoria
d. Masukkan supositoria melalui anus kedalam rectum
sepanjang jari (7 10 cm).
e. Sarankan pasien untuk menahan supositoria dengan cara
menarik nafas dalam dan tidak mengejan, sementara
perawat memegang bokong pasien .
f.

Bereskan alatalat, lepaskan APD dan cuci tangan.

g. Dokumentasikan kegiatan dan respon pasien

MEMBERIKAN OBAT SUPOSITORIA


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa
UNIT TERKAIT

No. Revisi :

Halaman :
2/2

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Aziz Alimul Hidayat. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia.


Jakarta ECG

2.

Kusyati Eni dkk. 2006. Keterampilan


Laboratorium. Jakarta. ECG

3.

Modul Pelatihan. 2005. Manajemen Kinerja Klinik Perawat


dan Bidan. Pusdiknakes Dan Direktorat Keperawatan dan
Keteknisian Medis

DAFTAR RUJUKAN

Dan

Prosedur

PEMASANGAN ORO GASTRIC TUBE (OGT) PADA BAYI

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam pemasangan oro gastrik


tube (OGT) pada bayi

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pemasangan


OGT pada bayi

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Bayi)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
d. Bayi dalam keadaan tenang
3. Persiapan alat
a. NGT No. 5, 6, 8 atau sesuai dengan kebutuhan
b. Kantong plastik / botol/ bengkok
c. Spuit 10 cc atau 20. cc
d. Stetoskop neonatus
e. Jelly
f.

Kain kassa atau tissue

g. Plester
h. Gunting
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Periksa kebersihan mulut bayi
c. Ukur panjang
kelambung

NGT dari nasal

ke

telinga

sampai

d. Oles selang NGT dengan jelly menggunakan kassa


e. Masukkan selang NGT kedalam mulut bayi secara

PEMASANGAN ORO GASTRIC TUBE (OGT) PADA BAYI

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

perlahan sampai batas ukuran pastikan ujung NGT


tertutup atau dihubungkan dengan spuit
f.

Cek posisi NGT dengan cara aspirasi dan memasukkan


udara ke dalam lambung menggunakan spuit dan
stetoskop

g. Fiksasi selang bagian luar dengan menggunakan plester


h. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
i.
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik, 2008.

PEMASANGAN SALAF

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk pemasangan


salaf.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam melakukan


tindakan pemasangan salaf.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Bak instrumen steril
b. Kassa steril dan korentang
c. Salaf (sesuai rekomendasi)
d. Sarung tangan 1 pasang
e. Bengkok
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Dekatkan alat
c. Buka pakaian pasien sesuai kebutuhan.
d. Masukkan kassa ke dalam bak instrument sesuai
kebutuhan
e. Olesi kasa dengan salaf dan oleskan tipis pada kulit
(sesuai kebutuhan/ sesuai rekomendasi).
f.

Lanjutkan tindakan g untuk pemasangan salaf sebelum


mandi atau tindakan h untuk pemasangan salaf setelah
mandi.

PEMASANGAN SALAF

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

g. Diamkan kurang lebih 1 jam dan anjurkan pasien mandi.


h. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
i.
UNIT TERKAIT

Dokumentasikan tindakan

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

SERAH TERIMA PASIEN DI RUANGAN

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan untuk serah terima pasien yang


dirawat di ruangan

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah serah terima pasien


untuk mengetahui keadaan umum pasien, hal hal yang penting
yang harus dilanjutkan oleh perawat shift berikutnya.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1. Persiapan petugas
a. Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan
dilakukan tindakan
b. Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)
c. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
2. Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Persiapan alat
a. Buku laporan
b. Status pasien
c. ATK
d. Follow sheet (sesuai kebutuhan)
4. Pelaksanaan
a. Waktu
Pagi

: jam 07.30

Siang

: jam 14.00

Malam : jam 21.00


b. Tahap PraInteraksi
Ketua tim / perawat shift berikutnya membaca buku
laporan
Perawat berkumpul/berdiskusi di nurse station sebelum
melaksanakan serah terima pasien mengenai masalah
keperawatan pasien dan rencana tindak lanjut

SERAH TERIMA PASIEN DI RUANGAN

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

c. Tahap Interaksi (kunjungan ke pasien)


Berikan salam, perkenalkan perawat shift berikutnya
dan buat kontrak dengan pasien (l ihat SPO identifikasi
pasien )
Jelaskan tujuan serah terima, minta kerja sama pasien
Bawa buku laporan, dokumen rekam medis pasien
Serah terimakan masalah keperawatan dan rencana
tindak lanjut pasien.
d. Tahap Terminasi
Beritahu pasien,bahwa serah terima telah selesai
Ucapkan salam
Dokumentasikan hasil serah terima
UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

PENGIKATAN DAN PELEPASAN IKATAN PASIEN


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN
TUJUAN

Urutan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk pengikatan


dan pelepasan ikatan pasien.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam
tindakan pengikatan dan pelepasan ikatan pasien

melakukan

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

2.

Persiapan petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan


Persiapan Pasien

a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)


b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
3.

Persiapan alat
a. Tali fiksasi minimal 3 buah
b. Bantal (kapan perlu) 1 buah
c. Tempat tidur sesuai kebutuhan
d. Tensi meter

4.

Pelaksanaan :
a. Pengikatan
Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
Ikat kuat masing-masing pergelangan tangan pasien
dengan memberi ruang melalui 2 jari.
Baringkan pasien di atas tempat tidur dengan posisi
telentang dan kedua tangan ke bagian atas kepala.
Ikatkan masing-masing tali pengikat tangan ke tempat
tidur dengan ikatan kuat dan tidak mudah dilepas oleh
pasien
Luruskan kedua kaki pasien dan ikat dengan tali
pengikat, ikatkan ujung tali pengikat ke tempat tidur
dan pastikan ikatan kuat/tidak mudah dilepas oleh

PENGIKATAN DAN PELEPASAN IKATAN PASIEN

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

pasien.
Ukur tanda-tanda vital (jika memungkinkan).
Periksa
setiap
15
menit;
keadaan
umum
pasien,pergelangan tangan
/kaki dan ujung jari
tangan / kaki.
Bantu pasien dalam memenuhi kebututhan dasar
(terutama nutrisi dan eliminasi).
Laksanakan program terapi/obat-obatan.
Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan.
Dokumentasikan tindakan.
b. Pelepasan ikatan
Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan.
Kaji kemampuan pasien (dapat mengikuti perintah
verbal).
Beritahu pasien / buat perjanjian bahwa pasien akan
diikat kembali jika tidak bias mengontrol perilaku.
Lepaskan ikatan secara bertahap ; mulai dari kaki, jika
pasien kooperatif lepaskan ikatan lainnya.

Bantu pasien melakukan gerakan (aktif/pasif) posisi


berbaring.

Periksa tanda-tanda vital


Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.
UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa

PERAWATAN TALI PUSAT


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/1

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam perawatan tali pusat

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam perawatan tali


pusat

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1.

Persiapan
petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

PROSEDUR

Persiapan Pasien
a.

Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Bayi)

b.

Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman

c.

Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan


kepada ibu

3.

Persiapan alat: wadah berisi


a. Kassa steril
b. Alkohol 70 % / alkohol swab
c. Bengkok

4.

Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
b. Bebaskan daerah tali pusat dari pakaian
c. Bersihkan tali pusat dengan kassa steril dan alkohol atau
alkohol swab, dan biarkan tali pusat terbuka
d. Rapikan kembali pakaian pasien
e. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
f. Dokumentasikan tindakan yang telah di lakukan

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Dep Kes RI Pedoman Teknis Perawatan Anak Di Rumah Sakit

MEMOTONG DAN MENGIKAT TALI PUSAT


BAYI BARU LAHIR
No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam memotong dan mengikat


tali pusat bayi baru lahir

TUJUAN

Sebagai acuan pelaksanaan dan penerapan tindakan memotong


dan mengikat tali pusat bayi baru lahir

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan Pasien
a.

Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)

b.

Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman

c.

Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan


kepada ibu

3.

Persiapan alat
a. Sarung tangan steril 1 pasang
b. Gunting tali pusat
c. Klem 2 buah
d. Pengikat tali pusat 2 buah
e. Kasa sesuai kebutuhan
f. Cairan antiseptik yang direkomendasikan
g. Nierbeken

4.

Pelaksanaan
h. Lakukan penjepitan pertama tali pusat dengan klem logam
DTT 3 cm dari pangkal pusat bayi (dilakukan setelah
protokol pemberian oksitosin)
i. Tekan tali pusat dengan 2 jari dorong isi tali pusat kearah
ibu
j. Pasang klem kedua, 2 cm dari klem pertama kearah ibu
k. Pegang tali pusat antara kedua klem, satu tangan
melindungi bayi, tangan yang lain memotong tali pusat

MEMOTONG DAN MENGIKAT TALI PUSAT


BAYI BARU LAHIR
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

antara 2 klem
l. Ikat tali pusat dengan benang DTT/steril
m.Beri larutan anti septik pada bekas pemotongan
n. Lepaskan klem dan masukkan kedalam larutan anti septik
yang sudah disediakan
o. Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan
p. Dokumentasikan semua tindakan yang sudah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Asuhan Persalinan Normal, 2008.

PENGISAPAN LENDIR
(SUCTION)
No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan yang dilakukan dalam pengisapan lender

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam pengisapan


lender.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan
petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan
Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3.

Persiapan alat
a. Suction set (pipa pengisap I, wadah penampung secret
yang berisi larutan desinfektan)
b. Cairan pembersih sesuai rekomendasi
c. APD sesuai kebutuhan
d. Larutan desinfektan dalam botol
e. Pipa pengisap II (suction kateter) sesuai kebutuhan

4.

Pelaksanaan
f. Dekatkan alat pada pasien.
g. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
h. Atur posisi yang nyaman sesuai kebutuhan
i. Sambungkan pipa pengisap I dengan pipa pengisap ke II (
dalam keadaan terbuka ) sesuai kebutuhan
j. Putar regulator sesuai tekanan yang dibutuhkan, nilai
efektifitas pengisapan dengan cara mengisap cairan
(aquadest steril)
k. Lakukan pengisapan lendir selama 10-15 detik dengan

PENGISAPAN LENDIR
(SUCTION)
Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

cara masukkan pipa pengisap II melalui hidung hingga


batas orofharing (telinga-hidung), tutup lubang pengisap
ke II dengan penutup/tangan non dominan kemudian
tarik dan putar perlahan pipa pengisap ke II
l. Bilas pipa pengisap ke II dengan aquadest steril
m.Lakukan hal yang sama untuk mulut (langkah no 14)
n. Nilai efektivitas/ kepatenan jalan nafas
o. Ulangi pembersihan jalan nafas sesuai kebutuhan
p. Putar regulator ke kiri dalam posisi off
q. Lepaskan pipa pengisap ke II, tempatkan pada larutan
desinfektan
r. Monitor keadaan umum pasien setelah tindakan
s. Bereskan alat alat, lepaskan APD dan cuci tangan
t. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

MEMBERSIHKAN MULUT
No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam membersihkan mulut pasien

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk


membersihkan mulut pasien

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

2.

Persiapan petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3.

4.

Persiapan alat
a.

Set oral hygiene, berisi : kom kecil 1 buah, pinset


anatomi 1 buah, tongue spatel 1 buah dan arteri klem 1
buah.

b.

Handscoen bersih 1 pasang dalam kemasan

c.

Kassa sesuai kebutuhan dalam kemasan

d.

Tissue

e.

Cairan pencuci mulut sesuai rekomendasi (NaCl 0,9 %)

f.

Pelembab bibir sesuai rekomendasi (boraks gliserin,


gentian violet)

g.

Lidi Kapas sesuai kebutuhan

h.

Bengkok dan tempat sampah medis

i.

Perlak dengan pengalas atau handuk kecil

Pelaksanaan
d. Cuci tangan dan gunakan APD sesuai kebutuhan
e. Dekatkan alat pada pasien.
f. Atur posisi pasien sesuai kebutuhan / kondisi

MEMBERSIHKAN MULUT

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

g. Miringkan kepala pasien diatas pinggiran bantal


h. Letakkan perlak dengan pengalas / handuk kecil dibawah
dagu dan pipi pasien
i. Buka set oral hygiene, masukkan kassa dan cairan yang
akan digunakan
j. Pasang handscoen bersih
k. Buka mulut pasien dengan spatel / sudip lidah yang
dibungkus dengan kain kassa basah bersih
l. Bersihkan rahang dan gigi dengan kassa basah yang
dililitkan pada pinset antomis / arteri klem
m.Letakkan kassa kotor dalam bengkok
n. Bersihkan sela-sela gigi dengan lidi kapas basah
o. Letakkan lidi kapas kotor dalam bengkok
p. Bersihkan daerah mulut dengan tissue
q. Olesi bibir dan mukosa mulut dengan pelembab bibir
sesuai rekomendasi
r. Bila ada stomatitis olesi dengan gentian violet (sesuai
rekomendasi)
s. Perhatikan respon / kondisi pasien
t. Atur posisi pasien keposisi semula
u. Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
v. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Wahid Iqbal Mubarak, SKM, Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia, Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik , 2008.

PERAWATAN KATETER DOUBLE LUMEN (CDL)


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam memberikan perawatan keteter double


lumen pada saat akan dilakukan tindakan hemodialisis dan
mengakhiri sesi hemodialisis

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam perawatan


keteter double lumen (CDL)

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3.

Persiapan alat
a. Set redresing 1 bh
b. Bethadine dlm tempatnya
c. Nacl 0,9% 50cc
d. Heparin
e. Gentamicin injeksi 40mg
f. Kassa sterilj
g. Hypafix 15 cm
h. Duk steril
i. Spuit 1cc
j. APD sesuai kebutuhan

4.

Pelaksanaan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Lepaskan balutan kateter double lumen yang lama
c. Evaluasi exit site dan area sekitarnya
d. Lepas sarung tangan non steril, pasang sarung tangan

PERAWATAN KATETER DOUBLE LUMEN (CDL)


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

steril
e. Letakan duk steril dibawah kateter, bersihkan exit site
kateter dengan kassa steril berisi betadin, mulai dari exit
ste mengarah keluar dengan gerakan sirkuler
f. Bersihkan daerah exit site dan tunnel dengan kassa yang
telah diberi nacl 0,9%
g. Tutup exit site dengan kassa steril dan hypafix
h. Bersihkan bagian luar kedua lumen kateter dengan kassa
steril berisikan betadin. Lakukan sampai ke ujung kedua
lumen/cap
i. Rendam kedua cap dalam betadin untuk pemakaian
berikutnya
j. Aspirasi kedua lumen secara bergantian dengan memakai
spuit 10cc. Buang aspirasi pertama dari kedua lumen
kedalam sampah medis
k. Pada pasien yang akan memulai tindakan hemodialisis,
berikan heparin bolus pada lumen berwarna biru (outlet)
sebanyak 2000 unit dalam 3cc Nacl 0,9%
l. Pada pasien yang telah mengakhiri tindakan hemodialisis:

Setelah semua darah kembali ke sirkulasi pasien,


klem kedua kateter double lumen dan kedua line
pada sirkuit ekstrakorporeal(arteri dan venous line)

Bersihkan ke dua lumen dengan memakai kassa


steril berisikan betadin.lakukan sampai keujung ke
dua lumen

Berikan heparin dan gentamisin lock pada masingmasing


lumen
sesuai
dengan
volume
lumen( gentamicin 10 mg/ (0.25cc) perlumen

Tutup kedua ujung lumen dengan cap dengan erat

Balut kateter dengan kassa steril dan lakukan fiksasi


dengan benar memakai plester.

m.Bereskan alat alat, lepaskan APD, perawat cuci tangan


n. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Nicola Thomas, (1997) Renal Nursing (2nded) Baillere Tindall

2.

Materi pelatihan perawat ginjal intensif PPGII (2013)

MENGUKUR TAJAM PENGLIHATAN (VISUS)


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Urutan tindakan dalam menilai ketajaman penglihatan menurut


ukuran atau standar baku dengan memakai snellen chart/ optotip
snellent.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk menilai


ketajaman penglihatan.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3.

Persiapan alat
a. Snellent chart/ optotipe snellent
b. Senter
c. Frame
d. Dop atau penutup mata
e. Alat tulis sesuai kebutuhan

4.

Pelaksanaan tindakan
a. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
b. Atur posisi pasien sejajar snellent chart dengan jarak 5
atau 6 meter.
c. Pasang frame, tutup mata kiri dengan dop (telapak
tangan)
d. Perintahkan pasien agar membaca huruf yang tertera
pada snellent chart mulai dengan huruf yang paling atas
(kiri-kanan) kebawah dan tentukan baris terakhir yang
dapat dibaca benar oleh pasien
e. Dokumentasikan nilai visus 5 / 5 atau 6 / 6 (normal) pada

MENGUKUR TAJAM PENGLIHATAN (VISUS)

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
2/2

pasien yang mampu membaca huruf paling bawah pada


snellent
f. Lakukan pemeriksaan dengan tangan pemeriksa. jika
pasien tidak mampu membaca huruf pada snellent chart.
g. Dokumentasikan nilai visus 1 / 60 pada pasien yang
mampu menghitung jari dari jarak 1 meter
h. Lakukan pemeriksaan dengan gerakan / lambaian tangan
dari arah kiri kekanan dan atas kebawah, pada pasien
yang tidak mampu menghitung dengan jari ( jarak 30-50
cm) .
i. Dokumentasikan nilai visus 1 / 300 pada pasien yang
hanya mampu melihat lambaian tangan
j. Lakukan pemeriksaan dengan memberikan cahaya senter
pada mata pasien dan tentukan proyeksi sinar dengan
cara memberikan cahaya dari arah atas, bawah,
samping kiri dan samping kanan dan tanyakan pada
pasien dari arah mana datangnya cahaya.
k. Dokumentasikan nilai visus 1 / ~
hanya mampu melihat cahaya

pada

pasien yang

l. Dokumentasikan nilai visus nol pada pasien yang tidak


mampu melihat cahaya.
m.Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan.
n. Dokumentasikan tindakan.
UNIT TERKAIT

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1. Opthalmologi umum, 2000

DAFTAR RUJUKAN

2. Penuntun Ilmu Penyakit Mata, Sidarta Ilyas, 2001


3. Keperawatan Medikal Bedah Brunner and Suddart, 2002

PEMBERIAN OBAT TETES MATA


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Urutan tindakan pemberian obat tetes mata melalui conyungtiva.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk pemberian


obat tetes mata.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang

PROSEDUR

1.

Persiapan petugas
a.

Pastikan dan identifikasi kebutuhan pasien yang akan


dilakukan tindakan

b.

Cuci tangan sesuai prosedur (lihat SPO cuci tangan)

c.

Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

2.

Persiapan Pasien
a. Identifikasi pasien (lihat SPO Identifikasi Pasien)
b. Jaga privacy dan siapkan lingkungan aman dan nyaman
c. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan

3.

Persiapan alat
a. Obat tetes mata sesuai program terapi
b. Kapas basah steril / bersih dalam tempatnya
c. Tissue
d. Bengkok

4.

Pelaksanaan tindakan
e. Cuci tangan dan pasang APD sesuai kebutuhan
f. Anjurkan pasien untuk melihat keatas
g. Tarik perlahan palpebra inferior kebawah dengan tangan
non dominan sampai terlihat sakus konyungtiva.
h. Buka penutup botol obat dengan tangan dominan dan
pegang botol tegak lurus terbalik
i. Teteskan obat 1 tetes ke sakus conjuctiva dengan jarak
2 - 3 cm dari permukaan mata (pipa penetes tidak
menyentuh mata atau bulu mata).
j. Anjurkan pasien untuk menutup mata 2 - 3 menit dan
jangan dikedip kedipkan.
k. Berikan obat tetes mata berikutnya setelah

5 - 10 menit

PEMBERIAN OBAT TETES MATA


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

(jika ada)
l. Bersihkan dengan tissue sisa obat yang merembes keluar
mata.
m.Bereskan alat-alat, lepaskan APD dan cuci tangan
n. Dokumentasikan tindakan.
UNIT TERKAIT

DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


1.

Opthalmologi umum, 2000

2.

Penuntun Ilmu Penyakit Mata, Sidarta Ilyas, 2001

3.

Keperawatan
2002

Medikal Bedah Brunner and Suddart,

KREDENSIAL TENAGA KEPERAWATAN

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Dokumen :

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/1

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001
PENGERTIAN

Kredensial adalah proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan


untuk menentukan kelayakan pemberian Kewenangan Klinis

TUJUAN

Meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan serta tata


kelola klinis yang baik agar mutu pelayanan keperawatan dan
pelayanan kebidanan yang berorientasi pada keselamatan pasien
di rumah sakit lebih terjamin dan terlindungi.

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1. Komite keperawatan mendapatkan daftar peserta kredensial
dari bagian SDM (Tim Rekruitmen) dengan peserta membawa
dokumen asli dan fotokopi
2. Sub Komite Kredensial melakukan Review, verifikasi dan
evaluasi Dokumen/Porto folio

PROSEDUR

3. Sub Komite Kredensial menugaskan


melakukan assesmen Kompetensi

assesor

untuk

4. Assesor membuat rekomendasi hasil assesmen kompetensi


Kepada sub komite Kredensial
5. Sub Komite kredensial membuat laporan seluruh proses
kredensial kepada Ketua Komite Keperawatan untuk
diteruskan kepada Direktur
6. Direktur menerbitkan
(SPKK)
UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

surat penugasan kewenangan klinis

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Pedoman Jenjang Karir Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan
dan Keteknisian Medis

REKREDENSIAL TENAGA KEPERAWATAN


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa


Kota Banda Aceh
Direktur,

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

PENGERTIAN

Rekredensial adalah proses re-evaluasi terhadap tenaga


keperawatan yang telah memiliki kewenangan klinis untuk
menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis tersebut.

TUJUAN

Meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan serta tata


kelola klinis yang baik agar mutu pelayanan keperawatan dan
pelayanan kebidanan yang berorientasi pada keselamatan pasien
di rumah sakit lebih terjamin dan terlindungi.

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Surat Keputusan Direktur RSUD Meuraxa No :


TanggalTentang
1.

Persiapan Peserta
Permohonan memperoleh kewenangan klinis dengan:
a. Mengajukan permohonan kepada kepala bidang
keperawatan dan diketahui oleh pengelola perawatan
b. Mengisi formulir yang disediakan rumah sakit,
1)

Rincian kewenangan klinis yang diajukan dengan


memberikan check list

2)

Mengisi portopolio, self assessment, Log Book

3)

Melengkapi dokumen bukti.

c. Menyerahkan semua dokumen yang di persyaratkan


kepada kepala bidang keperawatan diketahui oleh
pengelola perawatan.
d. Setelah formulir lengkap, kepala bidang keperawatan
menyerahkan kepada ketua komite keperawatan untuk
ditindaklanjuti.
2.

Pelaksanaan
a. Ketua komite keperawatan menugaskan sub komite
kredensial untuk memproses permohonan tersebut.
b. Sub komite kredensial menyiapkan mitra bestari / SPF
minimal 3 orang.
c. Mitra bestari / SPF mengkaji setiap asuhan atau tindakan
keperawatan yang diajukan oleh pemohon, mengacu
kepada buku putih yang memuat syarat-syarat kapan
seorang perawat dianggap kompeten .
d. Berdasarkan buku putih (white paper) tersebut mitra
bestari / SPF dapat merekomendasikan atau menolak
permohonan kewenangan klinis asuhan dan tindakan

REKREDENSIAL TENAGA KEPERAWATAN


No. Dokumen :

Rumah Sakit Umum Daerah


Meuraxa

No. Revisi :

Halaman :
2/2

keperawatan.
e. Mitra Bestari / SPF juga menilai kesehatan fisik dan
mental. Kalau perlu dikonsulkan ke dokter untuk
rekomendasi
f. Pada akhir proses kredensial, mitra bestari / SPF
merekomendasikan beberapa asuhan dan tindakan
keperawatan tertentu yang boleh dilakukan oleh
pemohon (Clinical Previlege), bila perlu dapat dilakukan
asesmen (uji praktek, wawancara, uji tulis).
g. Ketua komite keperawatan mengkaji ulang rekomendasi
dan memodifikasi bila diperlukan.
3.

Penerbitan surat penugasan klinik oleh direktur


a. Ketua komite keperawatan merekomendasi kepada
direktur utama untuk menerbitkan surat penugasan
kepada tenaga perawat pemohon.
b. Surat penugasan tersebut memuat daftar sejumlah
kewenangan klinis untuk melakukan asuhan dan
tindakan keperawatan
c. Direktur menerbitkan Surat Penugasan Kewenangan Klinik
(SPKK)

UNIT TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Seluruh instalasi pelayanan keperawatan di RSUD Meuraxa


Pedoman Jenjang Karir Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan
dan Keteknisian Medis