Anda di halaman 1dari 3

Sejarah Singkat Empat Imam Mazhab

POKOK PEMBAHASAN
1.
Pengertian Mazhab Fiqih
2.
Latar Belakang dan Sejarah Empat Mazhab
3.
Biografi Empat Imam Mazhab

A. Pengertian Mazhab Fiqih


Kata mazhab berasal dari bahasa Arab yaitu ism makan (kata benda tempat) dari
akar kata dzahab (pergi). Jadi, secara etimologis mazhab artinya tempat pergi,
yaitu jalan (ath-thariq).
Huzaemah Tahido Yanggo mengungkapkan mazhab adalah pokok pikiran atau dasar
yang digunakan oleh imam mujtahid dalam memecahkan masalah atau
mengistinbatkan hukum Islam. Sedangkan menurut istilah ushul fiqh, mazhab adalah
kumpulan pendapat mujtahid yang berupa hukum-hukum Islam, yang digali dari dalildalil syariat yang rinci serta berbagai kaidah (qawaid) dan landasan (ushul) yang
mendasari pendapat tersebut dengan saling terkait satu sama lain sebegai satu
kesatuan yang utuh.
Menurut Muhammad Husain Abdullah, istilah mazhab mencakup dua hal:
1.
Sekumpulan hukum-hukum Islam yang digali seorang imam mujtahid.
2.
Ushul fikih yang menjadi jalan (thariq) yang ditempuh mujtahid untuk
menggali hukum-hukum Islam dari dalil-dalil yang rinci.
Sementara itu, fiqih secara etimologis berarti paham, sesuai dengan hadist
Rasulullah SAW. Beliau bersabda, Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan
maka akan diberikan pemahaman pada masalah agama. (HR. Bukhari dan
Muslim).Makna fiqih sendiri secara terminologis adalah ilmu yang mempelajari
hukum-hukum syariah amaliyah yang diambil dari dalil-dalil yang rinci.
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan pengertian dari mazhab fiqih adalah
pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam mujtahid dalam memecahkan
masalah, atau mengistinbatkan hukum-hukum syariah amaliyah.

B. Latar Belakang dan Sejarah Singkat Munculnya Empat


Mazhab
Sebagaimana diketahui, bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke
berbagai penjuru, banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar ke
negara yang baru. Dengan demikian, kesempatan untuk bertukar pikiran atau
bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan. Sejalan dengan
kejadian tersebut, Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang
menyebabkan ikhtilaf di kalangan sahabat ada tiga, yakni:
1.
perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash Al-Quran.
2.
Perbedaan para sahabat yang disebabkan perbedaan riwayat.
3.
Perbedaan para sahabat disebabkan karena rayu.
Sementara Jalaluddin Rahmat melihat penyebab ikhtilaf dari sudut pandang yang
berbeda. Beliau berpendapat bahwa salah satu penyebab utama ikhtilaf di kalangan
para sahabat adalah adanya prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah
baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah SAW.

Setelah berakhirnya masa sahabat, kemudian dilanjutkan dengan masa Tabiin.


Ijtihad para sahabat dan Tabiin dijadikan suri tauladan oleh generasi penerusnya
yang tersebar di berbagai daerah wilayah dan kekuasaan Islam pada waktu itu.
Generasi ketiga ini dikenal dengan Tabiit dan Tabiin. Di dalam sejarah dijelaskan
bahwa masa ini dimulai ketika memasuki abad kedua hijriah, dimana pemerintahan
Islam dipegang oleh Daulah Abbasiyyah.
Dari mata rantai sejarah di atas, jelas terlihat bahwa pemikiran fiqih dimulai dari
zaman sahabat, tabiin, hingga munculnya mazhab-mazhab fiqih. Dari sini pula dapat
kita rumuskan sebab-sebab munculnya mazhab pada periode ini. Namun, mazhabmazhab pada masa itu tidak terbatas pada empat Imam mazhab seperti yang ada
sekarang.
Dr. Thaha Jabir Fayyadh al-Ulwani berkesimpulan bahwa saat itu muncul sekitar tiga
belas mazhab tetapi hanya delapan atau sembilan saja yang dapat diketahui dengan
jelas dasar-dasar metode fiqhiyah yang mereka pergunakan.

C. Biografi Empat Imam Mazhab


1. Imam Hanafi (80 H - 150 H)
Nama Beliau sebenarnya adalah Imam Abu Hanifah al-Nuam bin Sabit bin Zauti.
Lahir pada tahun 80 H di kota Kuffah pada masa dinasti Umayyah. Semua literatur
yang mengungkapkan kehidupan Abu hanifah menyebutkan bahwa Abu Hanifah
adalah seorang alim yang mengamalkan ilmunya, zuhud, abid, wara taqiy, khusyu,
dan tawadhu.
Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab Fiqh
berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), shalat, dan
seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin
Anas, Imam Syafii, Abu Dawud, Bukhari, Muslim, dan lainnya.
Pada akhir hayatnya Abu Hanifah diracuni. Sebagaimana yang disampaikan dalam
kitab Al-Baar Adz-Dzahabi berkata, diriwayatkan bahwa khalifah Al-Manshur
memberi minuman beracun kepada Imam Abu Hanifah dan dia pun meninggal
sebagai syahid.
Latar belakang kematiannya karena ada beberapa penyebar fitnah yang tidak suka
pada Abu Hanifah, memberi keterangan palsu pada Al-Manshur sehingga AlManshur melakukan pembunuhan itu. Dan ada sebuah riwayat shahih mengatakan
bahwa ketika merasa kematiannya dekat, Abu Hanifah bersujud hingga Beliau
meninggal dalam keadaan sujud.
Para ahli sejarah sepakat bahwa Beliau meninggal pada bulan Rajab tahun 150 H
dalam usia 70 tahun di Mesir.
2. Imam Maliki (93 H - 179 H)
Nama lengkap Beliau adalah Malik bin Anas Abi Amir al-Ashbahi dengan julukan Abu
Abdillah. Dalam sumber lain menyebutkan bahwa nama lengkap Beliau adalah Malik
bin Anas bin Malik bin Abu Amir bin Amr bin Al-Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin
Amr bin Al-Harits Al Himyari Al-Ashbahi Al-Madani.
Malik bin Anas lahir di Madinah pada tahun 93 H. Sejak muda ia sudah menghafal AlQuran dan sudah nampak minatnya dalam ilmu pengetahuan. Ia dipandang ahli
dalam berbagai cabang bidang ilmu, khususnya ilmu haduts dan fiqih.

3. Imam Syafii (150 H - 204 H)


Beliau bernama Abu Abdullah, Muhammad ibnu Idris bin Abbas bin Usman bin Syafii
bin Saaib bin Abiid bin Abdu Yazid bin Hasim.
Kemudian pada tahun 199 H Beliau pindah ke Mesir, hingga Beliau wafat tahuntahun tarakhirnya digunakan untuk menulis dan merevisi buku-buku yang pernah
ditulisnya. Buku karya Imam Syafii diantaranya adalah Ar-Risalah yang ditulis ketika
Beliau di Makkah, kemudian direvisi dengan dikurangi dan ditambah sesuai dengan
perkembangan baru di Mesir. Imam Syafii wafat pada tahun 204 H di Mesir.
4. Imam Hambali (164 H - 241 H)
Nama lengkap Beliau adalah Ahmad bin Hambal bin Hilal bin Usd bin Idris bin
Abdullah bin Hayyan ibn Abdullah binAnas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban.
Beliau terlahir di Baghdad, Irak pada tahun 164 H/780 M. Ayahnya meninggal dunia
ketika Beliau masih kecil, yang kemudian diasuh oleh ibunya.
Ilmu pertama yang dipelajari Imam Hambali adalah Al Quran hingga Beliau hafal
pada usia 15 tahun, Beliau juga mahir baca-tulis dengan sempurna sehingga dikenal
sebagai orang yang paling indah tulisannya. Selanjutnya Beliau mulai berkonsentrasi
pada ilmu hadist di awal usianya ketika menginjak 15 tahun. Beliau telah
mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Hadits ini Beliau pernah
pindah dan merantau ke Syam (Syiria).
Setelah sakit sembilan hari, Imam Hambali menghembuskan nafas terakhirnya di
pagi hari Jumat bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal 241 H pada usia 77
tahun. Jenazah Beliau dihadiri delapan ratus ribu pelayat lelaki dan enam puluh ribu
pelayat perempuan.