Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

Alam semesta atau jagad raya kata ini digunakan untuk menjelaskan
seluruh ruang waktu kontinu di mana kita berada, dengan energi dan materi yang
dimilikinya pada pertengahan pertama abad ke-20. Usaha untuk memahami
pegertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang
memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang
dari fisika dan astronomi.
Pada

pertengahan

terakhir abad ke-20,

perkembangan

kosmologi

berdasarkan pengamatan, juga disebut fisika kosmologi, mengarahkan pada


pembagian kata alam semesta ini, antara kosmologi pengamatan dan kosmologi
teoritis; yang (biasanya) para ahli menyatakan tidak ada harapan untuk mengamati
keseluruhan dari ruang waktu kontinu, kemudian harapan ini dimunculkan,
mencoba untuk menemukan spekulasi paling beralasan untuk model keseluruhan
dari ruang waktu, mencoba mengatasi kesulitan dalam mengimajinasikan
batasan empiris untuk

spekulasi

tersebut

dan

risiko

pengabaian

menuju metafisika.
Manusia berusaha memahami alam semesta ini dari zaman dahulu bahkan
sampai sekarang. Pada jaman kejayaan Yunani, orang percaya bahwa Bumi
merupakan pusat dari alam semesta ini (Geosentrisme). Namun, berkat
pengamatan dan pemikiran yang lebih tajam, pandangan itu berubah sejak Zaman
abad pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus menjadi Heliosentrik, yaitu
matahari menjadi pusat beredarnya bumi dan planet-planet lain.
Pengertian alam semesta itu sendiri mencakup tentang Mikrokosmos dan
Makrokosmos. Mikrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang

sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amoeba, dan sebagainya. Sedangkan
makrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar,
misalnya bintang, planet ataupun galaksi. Dengan diperolehnya berbagai pesan
dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai di bumi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Alam Semesta, Galaksi, dan Tata Surya
1. Alam Semesta
Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan
kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan
terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis,
pandangan ini menolak keberadtakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak
berakhir. Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai
satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain
materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang
meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham
Materialisme dialektika Karl Marx.
Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga
sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes
Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan
bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan:
"Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari
ketiadaan".
Konsep pemikiran manusia tentang pusat universe atau alam semesta
sangat radikal. Awalnya para ilmuan astronom menetapkan bahwa manusialah
yang sebagai pusat, yang diberi nama teori egosentris. Setelah itu mereka
menetapkan bumi yang menjadi pusat yang ditokohi oleh Cladius Ptolemeus.
Teori ini dikenal dengan geosentris. Namun setelah itu Nicolas Copernicus
mengungkap teori baru di mana matahari dijadikan pusat alam semesta,
heliosentris. Namun saat ini mereka baru menyadari bahwa teoti tersebut lebih
cocok digelayutkan pada tata surya. Dan tata surya hanyalah sebagian dari galaksi,
dan galaksi adalah satu kumpulan bintang dari banyak kumpulan bintang di alam
semesta.
2. Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri
atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang
3

neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antar bintang, dan
kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.
Galaksi yang sering kita dengar adalah Bimasakti atau milky way. Kalau
kita cermati agak aneh nama milky way tersebut karena dari benda angkasa luar
diumpamakan dengan susu. Namun dari keanehan tersebut terdapat keunikan,
yakni bintang bertebaran di langit pada malam hari seperti susu yang tercecer di
langit. Galaksi kita berbentuk spiral, dapat kita samakan dengan lingkaran obat
nyamuk jika dilihat dari atas dan seperti gasing bila dilihat dari samping. Galaksi
kita tidak sebundar lingkaran namun berbentuk elips. Hal ini dibuktikan dengan
ukannya yang memiliki panjang sekitar 100 tahun cahaya dan lebar 10 tahun
cahaya dan tata surya kita berada 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Galaksi merupakan sekumpulan bintang, planet, gas, dan debu yang
kesemuanya itu membentuk suatu komponen yang cukup besar sehingga dapat
diamati dengan cukup mudah di tengah maha luasnya alam semesta. Galaksi
terkecil mengandung beberapa juta bintang, sedangkan yang terbesar bisa jadi
menampung sebanyak satu triliun bintang.
3. Tata Surya
Tata surya terdiri dari matahari, Sembilan planet dan berbagai benda langit
seperti satelit, komet, dan asteroid. Tata surya tak lebih hanyalah gugusan kecil
dari benda-benda langit dan satu bintang. Tata surya adalah bagian kecil dari
galaksi.
Kita kenal dengan sembilan planet mungkin ketika sekolah dasar, dari
sebilan planet tersebut terbagi dua bagian yaitu planet dalam dan planet luar.
Planet dalam adalah planet yang dekat dengan matahari yang terdiri dari
Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan Yupiter, Saturnus, Uranus,
Neptunus, dan Pluto yang sekarang tereliminasi termasuk planet luar.

B. Teori Terbentuknya Galaksi Dan Tata Surya


1. Galaksi
Ada satu Hipotesis (dugaan sementara yang harus teruji kebenarannya
sehingga ia menjadi teori), yaitu hipotesis Fowler (1957), menurutnya 12 ribu
tahun yang lalu, galaksi kita tidak seperti keadaan seperti sekarang ini, ia masih
berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasayang
bergerak perlahan melakukan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat,
karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus
berputar pada sumbunya. Saat kontraksi massa bagian luar banyak yang
tertinggal. Bagian yang berkisar (berputar) lambat dan mempunyai berat jenis
yang besar akan membentuk bintang-bintang. Dengan cara yang sama bagian luar
yang tertinggal juga mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet.
Demikian juga planet membentuk satelit bulan. Galaksi, tempat matahari kita
berinduk diberi nama MILKY WAY atau BIMA SAKTI.
2. Macam-Macam Galaksi
Dari hasil pengamatan selanjutnya, ternyata di alam semesta terdapat
beribu-ribu galaksi dengan berbagai bentuk dan ukuran yakni :
a. Galaksi Elips
Galaksi Elips merupakan galaksi yang sudah tua, terbentuk dari bintangbintang yang sudah tua, lebih redup dibandingkan tipe spiral dengan banyak
bintang merah besar, pambentukan bintang baru sudah berhenti.
b. Galaksi Spiral
Galaksi Spiral berbentuk spiral amat besar dengan inti di tengah (nukleus)dan
lengan spiral dan cakram (disk). Pada lengan ini terkonsentrasi debu dan gas
(nebulae) dimana terdapat pembentukan bintang aktif, bila dilihat dari
samping, galaksi ini tampak seperti elips berlengan dan dikelilingi atmosfer

bercahaya, serta terdapat lingkaran-lingkaran kumpulan beribu-ribu bintang


yang disebut Globular Cluster. Jumlah galaksi ini kurang lebih 80% dari
galaksi yang ada. Salah satu contoh galaksi spiral adalah galaksi Canes
Venatici.
c. Galaksi Tak Beraturan
Galaksi Tak Beraturan terdiri dari bermiliar-miliar bintang muda berwarna
putih kebiruan dan bintang raksasa biru yang sangat panas. Diantara bintangbintang tersebut bertebaran gas dan debu luar angkasa. Banyaknya galaksi
berbentuk tak beraturan ialah 3%.
d. Bima Sakti
Induk dari matahari kita ialah galaksi Bima Sakti atau Milky Way, karena
berdasarkan pengamatan, Galaksi Bima Sakti bila dilihat dari atas berwujud
seperti spiral raksasa yang berputar. Dari samping terlihat seperti elips yang
sangat besar. Bintang-bintang bertebaran dalam lengan spiral, diantaranya
matahari kita. Jaraknya 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau 20.000
tahun cahaya dari ujung atau pinggir galaksi. Galaksi Bima Sakti bergaris
tengah 100.000 tahun cahaya. Makin ke tengah, tebaran bintang makin
merapat dan diperkirakan pusat galaksi merupakan bola bintang raksasa
sehingga galaksi ini berbentuk bulat pipih seperti kue cucur.
3. Tata Surya
Terdiri dari benda-benda seperti meteor-meteor, planet, satelit, kometkomet, debu dan gas antar planet yang beredar mengelilingi matahari sebagai
pusatnya. Banyak teori yang dikemukakan tentang terbentuknya tata surya namun
dari beberapa teori tersebut belum ada satu pun yang diterima oleh semua pihak,
teori-teori tersebut diantaranya :
a. Hipotesis Nebular

Dikemukakan oleh Kant dan Laplace (1796) yang meyakini terbentuknya tata
surya merupakan kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas,
yang sebagian terpisah dan merupakan cicin yang mengelilingi pusat.
Pusatnya itu menjadi sebuah bintang atau matahari. Bagian yang mengelilingi
pusat tersebut berkondensasi membentuk suatu formula yang serupa dengan
terbentuknya matahari tadi, setelah mendingin, benda-benda ini akan menjadi
planet-planet seperti bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya.
b. Hipotesis planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari
pemikiran yang sama dengan teori Nebular yang menyatakan bahwa system
tata surya terbentuk dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi,
perbedaannya ialah terletak pada asumsi bahwa terbentuknya planet-planet itu
tidak harus dari satu badan, tetapi diasumsikan adanya bintang besar lain yang
kebetulan sedang lewat di dekat bintang yang merupakan bagian dari tata
surya kita. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik
matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut
Planettesemal. Planettesemal merupakan benda-benda kecil yang padat. Teori
ini merupakan jawaban dari pertanyaan mengapa ada satelit-satelit pada
Jupiter maupun saturnus yang orbitnya berlawanan rotasi planet itu.
c. Teori Tidal atau teori pasang surut
Dikemukakan oleh James dan Harold Jeffreys (1919). Menurutnya planet
merupakan pecikan dari matahari yang disebut Tidal. Tidal yang besar akan
menjadi planet baru disebabkan karena bergerak mendekatnya dua matahari,
hal ini jarang sekali terjadi. Seperti dalam teori diatas bahwa dua bintang yang
saling mendekat akan membentuk planet yang baru.
d. Teori Bintang Kembar
Berpendapat bahwa dulu matahari adalah sepasang bintang kembar. Oleh
suatu sebab salah satu bintang meledak akibat gaya tarik gravitasi, bintang

yang satunya sekarang menjadi matahari, pecahannya tetap beredar


mengelilinginya.
e. Teori Creatio Continua
Dikemukakan Fred Hoyle, Bondi dan Gold. Berpendapat bahwa saat
diciptakan alam semesta ini tidak ada, alam semesta ada dan selamanya tetap
ada setelah diciptakan. Setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang
lenyap, yang kemudian mengembun menjadi kabut, bintang dan jasad alam
semesta, karena partikel yang lebih besar daripada partikel yang lenyap, maka
jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta.
Penegmbangan tersebut mencapai titik batas 10 milyar tahun, dalam kurun
waktu tersebut akan menghasilkan kabut-kabut baru. Teori ini berpendapat
bahwa 90 % materi alam semesta ialah hedrogen yang akhirnya membentuk
helium dan zat-zat lainnya.
f. Teori G.P. Kuiper (1950)
Teori ini didasari keadaan yang ditemui di luar tata surya yang mengandaikan
matahari serta semua planet berasal dari gas purba di ruang angkasa, proses
terlahirnya bintang dikarenakan banyaknya kabut gas, yang lambat laun
memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama semakin padat
dikarenakan gaya gravitasi molekul tersebut. Satu atau dua materi memadat di
tengah dan gumpalan kecil melesat di sekeitarnya. Gumpalan tengah menjadi
matahari dan gumpalan kecil menjadi bakal planet. Matahari yang sudah
menjadi padat menyala dengan adanya api nuklir dan kemudian mendorong
gas yang masih membungkus planet menjadi sirna sehingga tampak telanjang.
C. Susunan Tata Surya
Tata Surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur dengan matahari
sebagai induk. Pada zaman yunani kuno, orang-orang yunani mengenal lima
planet yang dilakukan dengan pengamatan secara kasar, planet tersebut ialah
Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dengan bumi sebagai pusatnya,

namun pada abad ke-16 Nicolas Copernicus (ilmuwan Polandia) berhasil


mengubah pandangan salah yang dianut selama berabad-abd tersebut, menurutnya
bumi ialah planet sama halnya seperti planet lain, bumi beredar mengelilingi
matahari sebagai pusatnya ( heliosentris ), pandangan tersebut didasari
perhitungan yang sistematis yakni berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat
dan dengan berkembangnya matematika dan fisika sebagai sarana penunjang
sehingga dapat mengamati planet-planet lainnya termasuk planet Pluto sebagai
planet terjauh.
Planet-planet dapat dikelompokan menjadi dua, yakni planet dalam dan
planet luar. Planet dalam yakni planet yang dekat dengan matahari, yakni :
merkurius, venus, bumi dan mars. Planet Luar yakni terdiri dari Jupiter, Saturnus,
Uranus, neptunus dan Pluto. Planet dalam umumnya lebih kecil dari [lanet luar,
namun mempunyai massa jenis yang lebih besar.
Peredaran planet mengelilingi matahri disebut gerak revolusi. Disamping
itu planet-planet beredar mengelilingi sumbunya disebut gerak rotasi yang
menyebabkan timbulnya peredaran siang dan malam. Gerak revolusi dan gerak
rotasi searah jarum jam yakni dari timur ke barat. Waktu untuk satu putaran
revolusi disebut kala revolusi yakni 365 hari dan waktu satu putaran rotasi
disebut kala rotasi yakni 24 jam.
1. Bagian-Bagian Tata Surya
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti
planet , satelit, meteor, komet, debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya.
Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi. Planet merupakan
suatu benda yang dingin, sinarnya yang tampak kemilau dari bumi itu, tidak lain
ialah cahaya matahari yang dipantulkan. Jadi, tidak ubahnya seperti bulan
purnama. Sebelum kita mengenal masing-maisng planet tersebut secara lebih
mendalam, sebaiknya kita bicarakan lebih dahulu tentang matahari sebagai pusat
tata surya.
a. Matahari

Matahari ialah suatu bola gas pijar yang terdiri dari 49% atom hidrogen (H)
dan 5,6% atom helium (He), serta sisanya campuran unsur-unsur karbon (C )
dan atom lainnya. Bentuk matahari ternyata tidak bulat benar. Ia mempunyai
semacam ekuatoe dan kutub, karena gerak rotasinya. Garis tengah
ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antarkutubnya 43 mil lebih
pendek.
Matahari juga merupakan tata surya yang paling besar karena 98% massa tata
surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari
juga merupakan sumber-sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari
terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-maisng fotosfer, kromosfer dan
korona.
Menurut perhitungan para pakar, temperatur di permukaan matahari sekitar
6.0000 C. jenis batuan atau logam apa pun yang kita kenal di bumi akan lebur
pada tempera tur setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian
tengahnya, yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta 0C.
Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena : 1) Merupakan
sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batbara dan
minyak bumi sebenarnya juga berasal dati matahari; 2) Mengontrol stabilitas
peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam,
bulan, tahun serta mengontrol peredarana planet lainnya.
b. Planet Merkurius
Planet merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari.
Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan dan juga hawa atau udara.
Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang
dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93
atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserapknya.
Garis tengahnya 4.500 km lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya
3.160 km. karena letaknya yang begitu dekat dengan matahari maka bagian

10

yang menghadap matahari sangat panas, sebaliknya yang tidak menghadap


matahari dingin sekali. Hal ini disebabkan karena Merkurius tidak memiliki
atmosfer dan bulan (satelit). Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di
Merkurius.
Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang
harinya lebih dari 28 hari, demikian juga pada malam harinya. Merkurius
mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.
c. Planet Venus
Planet ini dinamakan Venus karena bila dilihat dari bumi merupakan planet
yang paling banyak memantulkan cahaya matahari akibat sifat dari
permukaanya. Orang Yunani menganggap keadaan planet itu sangat cantik
seperti dewi kecantikan mereka (Venus).
Planet ini lebih kecil dari bumi, mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya
matahari yang datang akan diserapnya. Planet ini diliputi awan tebal
(atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida, tetapi tidak
mengandung uap air dan oksigen. Planet ini juga tidak mempunyai satelit.
Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal
sebagai bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari.
Besarnya hampir sama dengan bumi, bergaris tengah 12.320 km, sedangkan
bumi bergaris tengah 12.640 km. rorasi Venus kurang lebih 247 hari dan
berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun venus
adalah 225 hari.
Dengan analisis spektrum atas cahaya yang datang dari Venus, dapat diketahui
bahwa di sana terdapat oksigen. Atas dasar analogi bahwa keberadaan gas
oksigen yang tetap jumlahnya di udara disebabkan oleh tumbuhan yang
mengadakan fotosintesis maka dapat diperkirakan bahwa di Venus pun ada
kehidupan. Rotasi Venus berlawanan dengan rotasi bumi, bumi berotasi
dengan arah barat-timur, sedangkan venus rotasinya timur-barat.

11

d. Planet Bumi dan Bulannya


1. Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Besarnya hampir
sama

dengan

venus

dan

bergaris

tengah

7.900

mil

atau

12.646 km.jarak antara bumi dengan matahari ialah 149 juta km. jarak ini
dijadikan satuan jarak astronomical Unit (AU). Jadi, 1 AU = 149 juta km.
Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti satu hari bumi lamanya ialah 24
jam, sedangkan satu hari venus ialah 247 kali dari bumi, yakni 247 x 24
jam. Bumi mengadakan revolusi selama 365 hari. Satu kali putaran
mengelilingi matahari disebut juga satu tahun . sekarang mari kita
bandingkan dengan 1 tahun merkurius = 88 hari bumi, sedangkan 1 tahun
mars = 1,9 tahun bumi. Berat jenis rata-rata bumi ialah 5,52.
2. Bulan
Bulan merupakan satu-satuan satelit bumi dan tidak memiliki atmosfer.
Jarak bulan dengan bumi adalah 240 ribu mil= 384 ribu km dan bargaris
tengah 2.160 mil atau 3,456 km. jarak terjauh bulan dari pusat bumi
406.700 km dan jarak terdekatnya 356.400 km.
Pada permukaan bulan, terdapat gunung-gunung dan dataran rendah
seperti bumi. Namun lubang-lubang kepundannya tampak besar-besar
sampai ada yang bergaris tengah 8 km.
Oleh karena bulan tidak beratmosfer maka raut permukaan bulan tetap
abadi sebab tidak ada erosi. Tidak adanya atmosfer dapat dibuktikan
dengan tidak dibiaskannya sama sekali sinar bintang yang datangnya dari
belakang bulan ke bumi. Sinarnya merupakan pantulan sinar matahari
sehinga dengan pantulan itu permukaan bulan dapat berubah-ubah.
Perubahan penampakan bulan disebut fase. Fase bulan terjadi karena bulan
mengitari bumi (revolusi).

12

Ada delapan fase bulan, yakni :

Fase bulan baru, terjadi pada kedudukan dengan urutan matahari


bulan-bumi (konjungsi)

Fase bulan sabit, terjadi pada kedudukan setelah konjungsi dan akan
memasuki kedudukan kuartir

Fase bulan setengah penuh, terjadi pada kedudukan bulan-bumi tegak


lurus pada matahari bumi (kuartir)

Fase bulan bungkuk, terjadi pada kedudukan setelah kuartir dan akan
memasuki kedudukan oposisi

Fase bulan purnama, terjadi pada kedudukan dengan urutan matahari


bumi-bulan (oposisi)

Fase bulan bungkuk, terjadi pada kedudukan oposisi dan akan


memasuki kedudukan kuartir

Fase bulan setengah penuh, terjadi pada kedudukan bulan bumi tegak
lurus pada matahari-bumi

Fase bulan sabit, terjadi pada keadaan setelah kuartir dan akan
memasuki kedudukan konjungsi.

Gerhana bulan
Apabila permukana bulan terkena oleh bayang-bayang bumi maka akan
terjadi gerhana bulan dan bila bumi yang terkena bayangan bulan maka
terjadilah gerhana matahari. Para ilmuwan telah dapat memperhitungkan
dengan akurat, kapan akan terjadi gerhana bulan, tidak saja pada tahun
berapa, tapi hari, tanggal, jam bahkan perhitungan detiknya.
e. Planet Mars

13

Planet ini diberi nama sesuai dengan nama Dewa Pernah orang Yunani, karena
planet ini berwarna kemerah-merahan seperti darah yang diduga tanahnya
mengandung banyak besi oksigen. Pada permukana planet ini didapatkan
warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang
tahun.
Dugaan ini bertolak pada kenyataan-kenyataan berikut ini : Berdasarkan
pengamatan melalui teropong dan foto, pada permukana Mars terdapat
semacam kanal (saluran atau dam air) yang sangat panjang dan lurus sekali.
Kanal ini menghubungkan bagian Mars yang tertutup salju dengan bagian
yang panas. Bila kanal ini buatan alam, apakah mungkin selurus itu? Mars
tampaknya diselubungi oleh atmosfer. Dugaan ini bertolak dari kenyataan
bahwa permukaan Mars dari waktu ke waktu selalu tampak berbah, baik
berubah dalam bentuk atau gambar maupun wa rnanya. Fenomena ini
mengarah kepada adanya tumbuhan pada permukaanya dan adanya awan yang
menyelubungi seperti layaknya di bumi.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa pada planet Mars terdapat uap air
meskipun dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi para pakar lebih cenderung
mengatakan bahwa perubahan warna permukana planet disebabkan oleh angin
pasir, bukan oleh organisme.
f. Planet Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah
86.600 mil atau 138.560 km, mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam
(bandingkan 24 jam untuk Bumi dan 247 hari untuk Venus). Jupiter tampak
sebagai bintang yang terang yang muncul di tengah malam. Akibat berotasi
dengan cepat, bagian ekuator lainnya menjadi sedikit mengembang dan
mebentuk sabuk yang jelas.
Berdasarkan analisis spektroskopis, planet ini mengandung gas metana dan
amo niak dalam jmlah banyak, begitu juga gas hidrogen. Albedonnya 0,44
Bercak kemerahan bergaris tengah 30.000 mil di bagian Selatan (telah

14

diketahui dari tahun 1831) diperkirakan adalah suatu kawah yang masih hidup
(karena warnanya berubah-ubah). Planet ini mempunyai 14 satelit atau bulan.
Massa planet ini sangat besar, hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya,
yaitu 2,6 kali gravitasi bumi. Artinya, bila suatu benda di bumi beratnya 100
kg maka berat benda tersebut di JUPiter menjadi 260 kg. akibat selanjutnya, ia
memiliki daya tarik yang sangat kuat sehingga mampu menarik 12 satelit atau
bulan yang berukuran sangat besar. Dua diantaranya lebih besar daripada
planet Merkurius. Tiga darinya beredar berlawanan arah dengan sembilan
lainnya. Bulan-bulan tersebut memiliki lapisan atmosfer yang cukup tebal.
g. Planet Saturnus
Planet terbesar kedua setelah Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris
tengah 74.000 mil atau 118. 400 km dengan kecepatan rotasi yang sama
dengan Jupiter. Planet ini juga memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas
etan, amoniak dan hidrogen yang bersuhu rata-rata 1030 C, tetapi suhu pada
permukaanya sangat rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa
jenisnya sangat kecil bila dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3.
Yang paling menarik dari planet ini ialah ditemukannya sabuk putih yang
melilit ekuatornya dengan jarak dari permukaan sejauh 7.000 mil sampai
kurang lebih 37.000 mil. Sabuk ini berbentuk pipih setebal 10 mil, dan berupa
debu. Sabuk ini ternyata berputar mengelilingi planet dengan kecepatan yang
berbeda, sabuk bagian dalam jauh lebih cepat daripada bagian luarnya. Sabuk
atau cincin in I diduga berasal dari satelit yang tidak pernah terbentuk, karena
gaya ganggu Saturnus yang besar, akibat letaknya yang terlalu dekat dengan
Saturnus sehingga calon satelit itu menjadi tidak stabil.
Saturnus mempunyai 10 satelit dan yang terbesar ialah titan (besarnya 2 kali
bulan-bumi). Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan sembilan satelit
lainnya, menunjukkan bahwa phoebe bukan anak kandung saturnus. Keanehan
phoebe dan sabuk raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya ialah

15

sabuk Saturnus itu itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15
tahun sekali.
h. Planet Uranus
Planet ini ditemukan secara tak sengaja oleh Herschel dan keluarga pada tahun
1781, ketika mereka sedang mengamati Saturnus. Besarnya Uranus kurang
dari setengah saturnus dengan garis tengah 50. 560 km atau 4 kali bumi. Oleh
karenanya, planet ini merupakan planet pertama yang dapat ditangkap oleh
teleskop, karena letaknya yang cukup jauh dari matahari.
Uranus memiliki lima satelit. Berbeda dengan planet lain, rotasi Uranus
bergerak dari Timur ke Barat. Jarak ke matahari adalah 2.860 juta km atau
19,2 AU, dan mengelilinginya dalam waktu 84 tahun. Kecepatan rotasi 10 jam
47 menit. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada bulan Januari 1986,
Uranus memiliki 14 satelit. Sama seperti Venus, rotasinya berlawanan arah
dengan rotasi bumi.
i. Planet Neptunus
Neptunus ditemukan pada saat para astronom mengamati planet baru Uranus
yang orbitannya agak menyimpang dari perhitungan. Berdasarkan Hukum
Newton (gaya tarik menarik antara dua benda) diperkirakan ada benda langit
besar lain yang mempengaruhi orbit Uranus. Ternyata pengaruh tersebut
disebabkan adanya Neptunus yang merupakan planet terbesar ketiga pad
atahun 1846. Planet ini, jika dilihat dengan teleskop dari bumi berwarna
kebiru-biruan. Dari spektrum cahayanya, planet ini diketahui mempunyai
atmosfer yang sebagian besar terdiri dari gas metana.
Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton.satelit Triton
beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari
adalah 30,1 AU atau 4,470 juta km, bergaris tengah 28.000 mil dan
mengelilingi matahari dalam waktu 165 tahun sekali putar.

16

D. Benda-Benda Langit Lain Dari Tata Surya


Benda-benda langit adalah sebutan bagi semua benda yang ada di langit (luar
angkasa).

Contoh

nebula, galaksi,

benda

asteroid,

langit

adalah

meteoroid,

planet,

Sistem

satelit,

bintang,

keplanetan, Komet, Debu

antariksa, Kluster, Lubang hitam, Super kluster, dll.


1. Planet
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:

mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;


mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar
dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut

mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);


tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir

terhadap deuterium di intinya; dan,


telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood;
mengosongkan orbit agar tidak di tempati benda-benda angkasa
berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah

sekitar orbitnya
Berdiameter lebih dari 800 km
Ada 8 Planet di tata surya kita yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars,

Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus


ada satu hal yang harus kita ingat bahwa Pluto sudah tidak termasuk
planet sejak tanggal 24 agustus 2006. Sidang Himpunan Astronomi
Internasional (International Astronomical Union, IAU) ke 26 di praha,
Republik Ceko dari tanggal 24 agustus-25 agustus 2006 menyatakan
bahwa pluto telah dikeluarkan dari daftar tata surya kita, karena orbit
pluto memotong orbit planet neptunus. Akibatnya ketika mengelilingi
matahari pluto kadang berada lebih dekat dari matahari dibandingkan
planet neptunus. Dan juga karena jaraknya dengan satelitnya Charon,
sangat berdekatan. Dan sekarang pluto statusnya adalah katai atau
planet kerdil.

17

Dan baru-baru ini, para ahli astronomi menyatakan bahwa ada planet
di galaksi Bima Sakti yang mempunyai ciri-ciri yang sama dengan
Bumi,hanya saja ukurannya dua kali lipat ukuran Bumi. Planet tersebut
diberi nama Gliese 581g atau sering disebut planet bumi super. Adapun
sebuah planet yang mengitari Matahari di luar delapan planet tersebut.
Namun,karena belum diketahui namanya,planet ini disebut Planet X.
Banyak orang sering menyebut Venus sebagai bintang fajar ataupun
bintang kejora, namun sebenarnya nama itu kurang tepat, karena Venus
bukanlah sebuah bintang melainkan planet.

2. Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan
bersama-sama

beredar

mengelilingi

matahari.

Peredaran

satelit

mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Disamping itu, satelit


juga melakukan gerak rotasi, yaiotu beredar mengelilingi sumbunya
sendiri
Pada umumnya, arah rotasi revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan
revolusi planetnya, yaitu dari Barat ke Timur kecuali satelit dari planet
Neptunus. Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah
Merkurius maupun Venus.
Bulan merupakan satu satunya satelit dari planet bumi. Kala rotasi bulan
adalah satu hari, sedang kala revolusinya satu bulan. Karena kala rotasi
bulan sama dengan kala rotasi bumi, mengakibatkan permukana bulan
yang menghadap ke bumi selalu tetap.
Jarak antara bumi dengan bulan, kurang lebih 384.403 km dan merupakan
benda langit yang paling dekat terhadap bumi jika dibandingkan bumi,
bulan mempunyai ukuran :
a. Massa bulan : 1/10 massa bumi

18

b. Garis tengah bulan : diameter bumi-3000 km


c. Gravitasi bulan : 1/6 gravitasi bumi.
3. Asteroida atau Planetoid
Pada tahun 1801, piazzi seorang astronom Italia melalui pengamatan
teleskopnya, menemukan benda langit yang berdiameter 500 mil atau
900 km (bulan berdiameter 2.160 mil atau 3.000 km) beredar mengelilingi
matahari.
Pada masa ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak 2.000 buah,
berbentuk bulat-bulat kecil, yang terbesar disebut ceres dengan diameter
750 km. benda-benda langit yang terkecil yang bisa diamati adalah yang
berdiamter 1 mil. Kelompok benda langit ini disebut planetoida atau bkan
planet untuk membedakannya dengan sembilan planet utama yang telah
dijelaskan tadi. Bila seluruh massa planetoida ini dikumpulkan, jumlahnya
tidak lebih dari 2% dari massa bulan.
4. Meteroid
Meteoroid adalah benda-benda kecil di tata surya yang ukurannya lebih
kecil daripada asteroid tetapi lebih besar daripada sebuah molekul.
Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX pada 1961
mendefinisikan meteoroid sebagai berikut : Sebuah benda padat yang
berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil
daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.
Meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi disebut meteor. Meteoroid yang
sudah mencapai permukaan bumi disebut meteorid
5. Komet atau Bintang Berekor
Meskipun komet disebut sebagai bintang berekor, komet bukan tergolong
bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata

19

surya yang beredar mengelilingi matahari dan menerima energinya dari


matahari.
Komet

sebenarnya

merupakan

kumpulan

bungkahan

batu

yang

diselubungi oleh kabut gas. Diameter komet termasuk selubung gasnya


100.000 km, sedangkan diameter inti yang berupa bungkah-bungkah batu
sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan
bereksitasi pad agas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan
terjadi resonansi atau fluoresce nsi, dan gas akan berpendar memancarkan
cahaya. Akibat tekanan cahaya matahari, gas pendar ini akan terdorong
menjauhi matahari maka terbentuklah ekor komet. Karena komet selalu
menjauhi matahari maka jika komet mendekati matahari, ekornya
dibelakang dan di depan sewaktu menjauhinya.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan
gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati
matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala
gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam
sistem tata surya. Salah satu contoh komet adalah komet Halley. Komet
Halley muncul di bumi setiap 76 tahun sekali.

20

6. Meteor
Meteor adalah benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahayanya sendiri,
tetapi dia bukan binatang. Jadi, semacam benda-benda planetoida yang
mungkin saja datang dari luar tata surya kita.
Meteor berupa batu-batu kecil yang bergaris tengah antara 0,2-05 mm dan
massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam debu angkasa yang
bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60 km per
jam.
7. Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Ada dua
macam bintang yaitu bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu
adalah bintang yang

tidak menghasilkan

cahaya

sendiri, tetapi

memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah
bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang
adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang
nyata). Bintang dapat memancarkan cahaya sendiri,karena adanya proses
pembakaran gas di dalamnya. Bintang yang paling dekat dengan Bumi
adalah Bintang Proxima Centauri,dengan jarak 4,5 tahun cahaya dan
Matahari dengan jarak 150 juta km.
8. Nebula
Nebula adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma.
Awalnya nebula adalah nama umum yang diberikan untuk semua objek
astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar Bima Sakti
(beberapa contoh dari penggunaan lama masih bertahan; sebagai contoh,
Galaksi

Andromeda

kadang-kadang

merujuk

pada

Nebula

Andromeda,sebelum Edwin Hubble menemukan galaksinya). Nebula


sering disebut tempat lahirnya galaksi dan bintang-bintang. Salah satu
contoh nebula adalah Eagle Nebula dan Nebula Omega.
21

9. Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri
atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang
neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang,
dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.
Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani,yaitu galaxias,yang berarti seperti
susu yang merujuk pada galaksi Bima Sakti(Inggris:Milky Way).
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar (1011) galaksi pada alam
semesta teramati. Dalam suatu galaksi yang besar atau raksasa,biasanya
terdiri dari 1 trilyun bintang dan 3 milyar planet,sedangkan dalam galaksi
yang kecil biasanya terdapat 10 juta bintang. Sebagian besar galaksi
berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh
jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar
galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu
atom

per

meter

kubik.

Galaksi

yang

terbesar

adalah

galaksi

Andromeda,sedangkan galaksi kita,Bima Sakti berada pada urutan kedua


terbesar.
10. Sistim Keplanetan
Sistem keplanetan terdiri dari berbagai macam objek non-bintang, seperti
planet, satelit alami, asteroid, meteoroid, komet, dan debu kosmik, yang
mengorbit sebuah bintang. Matahari dan sistem keplanetannya, yang
termasuk Bumi di dalamnya, dikenal sebagai Tata Surya.
11. Kluster
Kluster adalah gabungan-gabungan dari galaksi yang membentuk suatu
sistem tersendiri. Dalam sebuah kluster biasanya terdapat 10-15 galaksi.
Gravitasi di kluster berasal dari gaya gravitasi bersama galaksi-galaksi.
Kluster membentuk gugusan-gugusan yang lebih besar bernama super
kluster.

22

12. Debu Antariksa


Debu antariksa atau debu kosmik adalah debu-debu ataupun pasir yang
ada di angkasa lebih tepatnya luar angkasa, yang terbentuk dari sampahsampah antariksa, seperti satelit-satelit dan benda-benda angkasa lainnya
yang hancur.
13. Blackhole (Lubang Hitam)
Lubang hitam atau blackhole adalah lubang yang berada di luar angkasa
yang menghisap benda-benda langit di sekitarnya. Lubang hitam terjadi
karena adanya bintang mati. Karena itu lubang hitam sering disebut
sebagai kuburan angkasa. Sebelum lubang hitam terjadi, ada ledakan yang
disebabkan oleh bintang. Benda-benda langit di sekitar lubang hitam,pasti
akan terhisap kedalam lubang hitam. Benda-benda tersebut terhisap
kedalam blackhole karena gravitasi blackhole sangatlah besar. Lubang
hitam atau blackhole sering disamakan dengan wormhole atau lubang
cacing atau juga disebut lubang waktu, padahal sebenarnya blackhole tidak
sama dengan wormhole.
14. Supernova
Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang
memaancarkan energi lebih banyak dari nova. Pengertian umum
supernova adalah: "Berakhirnya riwayat suatu bintang." Pada bintang yang
sangat besar,ditandai dengan ledakan karena intinya akan runtuh dan akan
merilis sejumlah besar energi. Supernova inilah yang menyebabkan
adanya lubang hitam atau blackhole.

E. Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat
dan terbesar kelima dari delapan planet dalamTata Surya. Bumi juga merupakan

23

planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut
dengandunia atau Planet Biru.
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan
muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama. Biosfer Bumi kemudian
secara

perlahan

memungkinkan

mengubah atmosfer dan


terjadinya

kondisi fisik

dasar lainnya,

perkembangbiakan organisme serta

yang

pembentukan

lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya
berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak
dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi
memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan.
Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng
tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan
tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari
benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang
bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya
tertutup es; es padat di lapisan es Antarktika dan es laut di paket es kutub. Interior
Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti
luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif
padat di bagian mantel.
Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa,
terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit,
Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan
365,26 hari

matahariatau

satu tahun

sideris.

Perputaran

Bumi

pada

sumbunya miring 23,4 dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan
musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari
matahari). Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit
Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan
Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan
secara bertahap memperlambat rotasi Bumi.

24

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup,


termasuk manusia. Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya
bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi
manusia global. Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi
200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi,
pelancongan, perdagangan, dan aksi militer.
Komposisi kimia kerak Bumi
Komposisi
Senyawa

Rumus

Darata
n

Lautan

Silika

SiO2

60.2%

48.6%

Alumina

Al2O3

15.2%

16.5%

Kapur

CaO

5.5%

12.3%

Magnesia

MgO

3.1%

6.8%

Besi(II) oksida

FeO

3.8%

6.2%

Sodium oksida

Na2O

3.0%

2.6%

Kalium oksida

K2O

2.8%

0.4%

Besi(III) oksida

Fe2O3

2.5%

2.3%

Air

H2O

1.4%

1.1%

Karbon dioksida

CO2

1.2%

1.4%

Titanium dioksida

TiO2

0.7%

1.4%

Fosforus pentoksida

P2O5

0.2%

0.3%

99.6%

99.9%

Total

Perkiraan pemanfaatan lahan oleh manusia, 2000


Pemanfaatan lahan

Mha

Lahan pertanian

1.5101.611

Padang rumput

2.5003.410

Hutan alam

3.1433.871

Hutan ditanami

126215

Kawasan perkotaan

66351

Lahan produktif, tidak dimanfaatkan

356445

25

26

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang
meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham
Materialisme yang meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar
berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes
Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan
bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan:
"Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan
dari ketiadaan".
Galaksi yang sering kita dengar adalah Bimasakti atau milky
way. Kalau kita cermati agak aneh nama milky way tersebut karena dari benda
angkasa luar diumpamakan dengan susu. Namun dari keanehan tersebut
terdapat keunikan, yakni bintang bertebaran di langit pada malam hari seperti
susu yang tercecer di langit. Galaksi kita berbentuk spiral, dapat kita samakan
dengan lingkaran obat nyamuk jika dilihat dari atas dan seperti gasing bila
dilihat dari samping. Galaksi kita tidak sebundar lingkaran namun berbentuk
elips. Hal ini dibuktikan dengan ukannya yang memiliki panjang sekitar 100
tahun cahaya dan lebar 10 tahun cahaya dan tata surya kita berada 30 tahun
cahaya dari pusat galaksi.
Tata surya terdiri dari matahari, Sembilan planet dan berbagai benda
langit seperti satelit, komet, dan asteroid. Tata surya tak lebih hanyalah
gugusan kecil dari benda-benda langit dan satu bintang. Tata surya adalah
bagian kecil dari galaksi. Kita kenal dengan sembilan planet mungkin ketika
sekolah dasar, dari sebilan planet tersebut terbagi dua bagian yaitu planet
dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang dekat dengan matahari
yang terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan Yupiter,
Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto yang sekarang tereliminasi termasuk
planet luar.
B. Saran

27

Berbicara mengenai alam semesta dan tata surya dalam ruang lingkup ilmu
alamiah dasar maupun secara keagamaan tentunya akan sangat menarik sekali.
Kita dapat mengagumi kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah
menciptakan alam semesta dengan bentuk sebaik-baiknya. Sementara itu dalam
aspek logika banyak ilmu pengetahuan yang dapat kita peroleh serta memperluas
wawasan kita bahwa diluar bumi kita yang sudah indah ini, di angkasa memiliki
ragam warna keindahan tersendiri. Adanya susunan tata surya yang mengelilingi
matahari, benda-benda langit yang mempunyai keistimewaan sendiri. Pemahaman
akan hal tersebut memerlukan kajian yang lebih terperinci. Sebagai saran dari
penulis ada baiknya jika membahas tentang tata surya dan alam semesta lebih
diperinci pada satu aspek saja agar sajian data ataupun tulisan dapat dijelaskan
secara lebih spesifik lagi.

28

DAFTAR PUSTAKA
Bayong Tjasyono HK, Ilmu Kebumian dan Antariksa, Bandung: Rosda, 2009
Maskoeri Jasin, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rajawali Pers, 2008
Jasin, Maskoeri, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rajawali Pers, 2008.
Purnama, Heri, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
http://www.sentra-edukasi.com/2012/03/pengertian-teori-terbentuknya-alam.html
http://erabaru.net/iptek/55-iptek/11077-bagaimana-galaksi-terbentuk
http://grendikadeni.blogspot.com/2011/03/sejarah-terbentuknya-alam-semestajagad.html
http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/10/teori-terbentuknya-alam-semesta-tatasurya-dan-bumi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi
http://henny-yusri.blogspot.co.id/

29