Anda di halaman 1dari 2

Mata Kuliah : Etika Profesi dan Spiritualitas

Dosen

: Bpk. Prof. Dr. Unti Ludigdo., M.Si.,Ak., CA

Nama

: Rama Andika Thio Rahman

Ringkasan Olah Rasa (Penghianatan dan Kesetiaan)


Menurut saya penghianatan dan kesetiaan merupakan dua hal
yang bertolak belakang, penghianatan merupakan suatu tindakan
yang ingkar terhadap janjinya, sedangkan kesetiaan adalah hal atau
tindakan untuk mempertahankan janjinya. Disini penghianatan dan
kesetiaan merupakan dua kata yang timbul karena adanya perasaan
cinta, perasaan ini timbul karena rasanya suka atau rasa kasih
saying terhadap orang lain yang lebih tepatnya lawan jenis.
Suatu perasaan cinta menjadi dasar atau landasan dari
kesetiaan, seseorang yang merasa setia pasti akan memegang
janjinya tanpa adanya penghianatan, rasa setia yang dimiliki
seseorang dapat berubah menjadi suatu penghianatan apabila ada
hal yang membuat hati orang tersebut menajadi salah arah.
Kesetiaan seseorang dapat dinilai dari sejauh mana orang tersebut
dapat memegang janjinya, orang yang setia selalu berusaha untuk
mempertahankan hubungannya walaupun bermacam masalah yang
dihadapi tetapi selalu dihadapi dengan pikiran dingin sehingga
terwujudnya kesetiaan satu sama lain.
Kesetiaan akan mendatangkan kebaikan setia pada ke-esaan
Allah akan mendapatkan ampunan dan surgaNya nanti, setia
kepada Rasullullah akan mendapatkan syafaat beliau di akhirat
nanti, setiap kepada pasangan yang sudah yang sudah halal serta
kesetiaan pada sahabat.

Kesetiaan itu indah, apalagi dijadikan

kesetiaan yang kita bangun jika diisi dengan menguatkan cinta dan
kesetiaan kepada-Nya. Betapa indahnya cinta dan kesetiaan, jika
cinta terhadap harta namun kita menghiasi diri dengan cinta dan
kesetiaan tehadapNya.
Rasa cinta yang berlebihan terhadap sesama makhluk lawan
jenis dapat berujung pada kekecewaan, tetapi rasa cinta yang

berlebih hanya boleh kepada Allah SWT sebagai sang pemilik


segalanya. rasa kecewa karena dikhianati oleh orang lain biasanya
dirasakan

oleh

sepasang

kekasih

yang

sudah

tidak

bisa

berkomitment terhadap janjinya. Hali in dapat tercermin dari lirik


lagu Gamaliel Cuma Aku
Mana sumpah cinta sampai mati
apa yang kau ucap tak terbukti
siapa yang paling tepati janji
cuma aku, cuma aku
Harus ku terima pahit kenyataan
berpisah ah ah ah terpaksa ah ah ah
ku rela karena ku harus hidup berjalan terus
Cuma aku, cuma aku
Dulu kau bilang cuma aku
yang menjadi takdir cintamu
namun ternyata itu dulu
saat dia tak ada di hidupmu yeah
Mana, apa, tak terbukti
siapa yang paling tepati janji
cuma aku, cuma aku hei
Mana sumpah cinta sampai mati
apa, apa yang kau ucap tak terbukti
siapa yang paling tepati janji
cuma aku, cuma aku