Anda di halaman 1dari 2

UJI VALIDITAS (Hal 62 dan 78)

Uji validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu dapat mengukur variabel yang
akan diukur atau sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan
fungsi ukurnya.
Diperoleh dengan melakukan perhitungan menggunakan korelasi product moment.
Kriteria pengujian dilakukan dengan cara membandingkan rhitung dengan rtabel pada taraf
signifikansi = 5% untuk N = 60 sebesar 0,254. Jika hasil hitung atau r hitung > rtabel maka butir
instrumen dianggap valid, sebaliknya jika rhitung < rtabel maka dianggap tidak valid.

UJI RELIABILITAS (Hal 63 dan 80)


Uji reliabilitas instrumen merupakan uji kehandalan yang bertujuan untuk mengetahui
seberapa jauh suatu alat ukur dapat dipercaya. Kehandalan berkaitan dengan estimasi dengan
sejauh mana suatu alat ukur konsistensi apabila pengukuran dilakukan berulang kali pada
sampel yang berbeda.
SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha
(). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha >
0.60.

PATH ANALYSIS (Hal 63 dan 67)


Path analisis digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan
untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas
(eksogen) terhadap variabel terikat (endogen).
Untuk menguji pengaruh variabel mediasi digunakan analisis jalur (path analysis).

UJI T (Hal 66)


Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas
(independen) secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing
variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan
dengan mambandingkan thitung dengan ttabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada
masing-masing thitung

UJI F / ANOVA
Uji F / Uji Anova yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya
secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Atau untuk menguji apakah model regresi
yang kita buat baik/signifikan atau tidak baik/non signifikan.
Uji F dapat dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel, jika Fhitung > dari Ftabel, (Ho
di tolak Ha diterima) maka model signifikan. Dan sebaliknya jika Fhitung < Ftabel, maka model
tidak signifikan.

KOEFISIEN DETERMINASI (Hal 67)


Perhitungan terhadap koefisien determinasi dimaksudkan untuk menganalisis seberapa besar
(dinyatakan dalam prosentase) kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Ghozali
(2009: 47) menyatakan bahwa koefisien determinasi (R 2) pada dasarnya mengukur seberapa
jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.
Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi
variabel terikat sangat terbatas. Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel bebas
memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel
terikat.