Anda di halaman 1dari 5

UJIAN KUP B

Waktu 90 Menit (open book)

1. Apa yang dimaksud dengan penagihan pajak dan sebutkan prosedurnya?


2. Apa yang dimaksud dengan Penagihan Seketika dan Sekaligus, Pencegahan dan Penyanderaan?
3. Kapan daluwarsa penagihan pajak?
4. PT. Z menerima SKPKB PPh Pasal 21 sejumlah Rp 120 Juta pada tanggal 20 Mei 2010. Pada saat mendekati
jatuh tempo, WP mengalami kesulitan likuiditas untuk membayar utang pajak tersebut. Apa yang dapat
dilakukan oleh Wajib Pajak? Apakah syarat-syaratnya?
-

Jika WP mengajukan permohonan untuk menunda pembayaran pajak sampai 6 bulan berikutnya berapa
sanksi yang akan dikenakan?

Jika WP mengangsur selama 6 bulan, berapa yang harus dibayar oleh WP dan sanksinya?

5. PT. X diterbitkan SKPKB PPh Psl 23 sejumlah Rp 200 juta pada tanggal 12 Januari 2008 oleh KPP Pratama Y.
Nilai yang disetujui oleh PT. X adalah Rp 75 Juta. PT. X membayar sejumlah Rp 75 Juta pada tanggal 02
Februari 2008. Apakah WP akan dikenakan sanksi?
6. PT. XYZ menerima SKPKB PPN masa Desember 2007 pada tanggal 15 April 2008. SKPKB tersebut
diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2008 dan dikirimkan oleh KPP Pratama A tanggal 10 April 2008. Dalam
Berita Acara Hasil Akhir Pemeriksaan dicantumkan bahwa:
Dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan
Menurut SPT
(Rp)
Dasar Pengenaan Pajak

Menurut Hasil
Pemeriksaan (Rp)

Yang Disetujui
WP (Rp)

Surat Keputusan
Keberatan (Rp)

1.000.000.000,-

1.700.000.000,-

1.200.000.000,-

1.450.000.000,-

Pajak Keluaran (PK)

100.000.000,-

170.000.000,-

120.000.000,-

145.000.000,-

Pajak Masukan (PM)

60.000.000,-

40.000.000,-

50.000.000,-

45.000.000,-

Status SPT : KB/(LB)

40.000.000,-

130.000.000,-

70.000.000,-

100.000.000,-

Sudah Dibayar

40.000.000,-

40.000.000,-

40.000.000,-

40.000.000,-

Yang Kurang Dibayar

90.000.000,-

30.000.000,-

60.000.000,-

Sanksi Pasal 13 (2)

27.000.000,-

9.000.000.-

18.000.000,-

117.000.000,-

39.000.000,-

78.000.000,-

Total SKPKB

Oleh karena terdapat DPP yang tidak dipungut PPN dan dibuat Faktur Pajaknya (1,7 M - 1 M = 700 Juta),
maka selain diterbitkan SKPKB seperti di atas, KPP Pratama X juga menerbitkan STP Pasal 14 (4).
- Berapakah nilai STP 14 ayat (4) tersebut?
- Apakah WP dapat mengajukan Keberatan dan Sebutkan syarat-syarat pengajuan Keberatan?
- Jika ya, apakah WP harus membayar terlebih dahulu? Jika Ya, berapa nilai minimal yang wajib harus
dibayar dan tanggal berapa paling lambat dibayarkan?
- Sebutkan syarat-syarat pengajuan Keberatan?
7. Lanjutan dari no. 6; Setelah dilakukan proses penyelesaian Keberatan, KPP menerbitkan Surat Keputusan
Keberatan pada tanggal 20 Maret 2009 seperti yang tercantum dalam soal No. 6 di atas. Apakah yang akan
terjadi jika pada waktu pengajuan Keberatan, WP telah membayar pada tanggal 25 April 2008 dengan jumlah:
-

Alternatif 1 : STP dibayar seluruhnya dan SKPKB sejumlah Rp 39.000.000,-

Alternatif 2 : STP dibayar seluruhnya dan SKPKB sejumlah Rp 100.000.000,-

8. Dengan berdasar pada soal no.6, seandainya WP menyetujui seluruh hasil pemeriksaan dan tidak mengajukan
Keberatan namun tidak menyetujui STP yang diterbitkan. Langkah apa yang harus dilakukan WP?
9. Apa perbedaan antara Keberatan dengan Pengurangan/Pembatalan Ketetapan Pajak?
10. Wajib Pajak menyampaikan SPT PPh Badan Th 2008 pada tanggal 25 April 2009 dengan status LB dangan
mengajukan restitusi. Sampai dengan tanggal 24 April 2009 belum juga ada SKP yang diterbitkan oleh KPP,
apa yang kemungkinan akan terjadi? Jika WP kemudian menerima kelebihan dan diterbitkan SPMKP pada
tanggal 28 juni 2009, apakah WP akan menerima imbalan bunga? Berapa nilainya?

UJIAN KUP B

Waktu 90 Menit (open book)

Jawaban:
1) Penagihan pajak adalah: Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya
penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus,
memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan
penyanderaan, menjual barang yang telah disita.
Prosedur pelaksanaan penagihan:
- Surat Tegoran
- Surat Paksa
- Surat Perintah Melakukan Penyitaan
- Pengumuman Lelang
- Pelaksanaan Lelang

: 7 hari setelah jatuh tempo


: 21 hari setelah Surat Tegoran
: 2 x 24 jam setelah Surat Paksa
: 14 hari setelah Penyitaan
: 14 hari seteleh Pengumuman Lelang

Selain itu, dalam proses penagihan aktif yang dilakukan oleh Dirjen Pajak, dapat dilakukan Penagihan Pajak
Seketika dan Sekaligus (PPSS), Pencegahan dan Penyanderaan.
2) Penagihan Seketika dan Sekaligus dapat dilaksanakan dalam hal:
- Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya atau berniat untuk itu;
- Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka
menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia;

terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan:

membubarkan badan usaha atau

menggabungkan atau

memekarkan usaha, atau

memindahtangankan perusahaan yg dimiliki atau dikuasainya, atau

melakukan perubahan bentuk lainnya;


- badan usaha akan dibubarkan oleh negara; atau
- terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan
Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap Penanggung Pajak tertentu untuk keluar dari
wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan alasan tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik
Indonesia berdasarkan alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penyanderaan adalah: Pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan menempatkannya
di tempat tertentu.
3) Hak untuk melakukan penagihan pajak, termasuk bunga, denda, kenaikan dan biaya penagihan pajak,
daluwarsa setelah melampaui waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak penerbitan :
a. surat tagihan pajak;
b. surat ketetapan pajak kurang bayar;
c. surat ketetapan pajak kurang bayar tambahan;
d. surat keputusan pembetulan;
e. surat keputusan keberatan;
f. putusan banding;
g. putusan peninjauan kembali.
4) a. Penundaan Pembayaran
Ang
s.
I
II
III
IV
V
VI

Saldo Terakhir
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000

Pokok
0
0
0
0
0
Rp
120,000,000

2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x

Bunga
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000
Rp
120,000,000

Pembayaran
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000

Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
2,400,000
Rp
122,400,000

UJIAN KUP B

Waktu 90 Menit (open book)

b. Daftar Pemabayran Angsuran:


Ang
s.
I
II
III
IV
V
VI

Saldo Terakhir
Rp
120,000,000
Rp
100,000,000
Rp
80,000,000
Rp
60,000,000
Rp
40,000,000
Rp
20,000,000

Pokok
Rp
20,000,000
Rp
20,000,000
Rp
20,000,000
Rp
20,000,000
Rp
20,000,000
Rp
20,000,000

Bunga
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x
2% x 1
bulan x

Rp
100,000,000
Rp
80,000,000
Rp
60,000,000
Rp
40,000,000
Rp
20,000,000

Rp
2,000,000
Rp
1,600,000
Rp
1,200,000
Rp
800,000
Rp
400,000

Pembayaran
Rp
20,000,000
Rp
22,000,000
Rp
21,600,000
Rp
21,200,000
Rp
20,800,000
Rp
20,400,000

5) Untuk pembayaran yang utang pajak sebesar Rp 75 juta tidak dikenai sanksi karena dibayar sebelum jatuh
tempo.
6) a. Nilai STP 14 ayat (4) ( 2% x Rp. 700 juta = Rp 14.000.000,b. Dapat, paling lambat tanggal 09 Juni 2008 (3 bulan sejak tanggal SKP dikirim)
- WP wajib membayar terlebih dahulu minimal sejumlah nilai yang disetujui dalam Berita Acara
Pembahasan Hasil Akhir Pemeriksaan yaitu Rp 39 Juta. Paling lambat dibayar tanggal 26 April 2008.
- Syarat-syarat Keberatan:
Satu surat Permohonan Keberatan untuk satu SKP atau Pot/put oleh Pihak ketiga
Tertulis dalam Bahasa Indonesia
Mengemukakan jumlah Pajak yg terutang atau jumlah pajak yg dipotong atau dipungut atau jumlah
rugi menurut penghitungan WP.
Memuat alasan-alasan yg menjadi dasar perhitungan
Dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKP dikirim atau tanggal pemotongan / pemungutan
kecuali apabila Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi
karena di luar kekuasaan Wajib Pajak (force mayeur).
Atas SKP, melunasi pajak yang masih harus dibayar
paling sedikit sejumlah yang telah disetujui WP dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, sebelum
surat keberatan disampaikan
7) Jumlah Utang Pajak yang harus dibayar dalam Surat Keputusan keberatan
Jumlah yang telah dibayar oleh WP
Jumlah utang Pajak yang masih harus dibayar
Sanksi 50%
Jumlah total yang harus dibayar kembali
Jumlah Utang Pajak yang harus dibayar dalam Surat Keputusan keberatan
Jumlah yang telah dibayar oleh WP
Jumlah utang Pajak yang lebih dibayar
Imbalan Bunga 2% x 10 bulan (25-4-2008 s.d. 20-3-2009)
Jumlah total yang harus diterima kembali

: Rp 78.000.000,: Rp 39.000.000,- (-)


: Rp 39.000.000,: Rp 19.500.000,- (+)
: Rp 58.500.000,: Rp 78.000.000,: Rp 100.000.000,- (-)
: Rp 22.000.000,: Rp 4.400.000,- (+)
: Rp 26.400.000,-

8) Langkah yang dapat diambil oleh WP adalah mengajukan permohonan Pengurangan atau Pembatalan
Ketetapan Pajak.
9) Jawab sendiri yaa
10) Sama dengan no 9

UJIAN KUP B

Waktu 90 Menit (open book)

UJIAN KUP B

Waktu 90 Menit (open book)

Kasus Soal KUP


Soal 1
Haji Muhidin adalah wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha. Pada tanggal 16 Juli
2012, dia membayar PPh Pasal 25 (angsuran PPh Orang Pribadi yang dibayar sendiri tiap bulan untuk
tahun 2012 sebesar Rp. 6 juta) sekaligus untuk masa Maret 2012, April 2012, dan Mei 2012 sebesar Rp.
18 juta, serta melaporkannya pada tanggal 20 Juli 2012. Sanksi administrasi apa saja yang dikenakan
terhadap pembayaran PPh Pasal 25 oleh Haji Muhidin tersebut? Berapa jumlahnya?
Soal 2
PT. Indonesia Solutions adalah PKP yang sudah dikukuhkan pada tanggal 15 Januari 1995. Administrasi
perpajakannya diketahui sbb :
- SPT Masa PPN untuk Masa Agustus 2011 tidak dimasukan walaupun sudah ditegur
- Wajib Pajak juga tidak melakukan pembukan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 dan 29
Terhadap Wajib Pajak ini dilakukan pemeriksaan dan menghasilkan Kurang Bayar sebesar Rp
200.000.000,00. Hitung SKPKB yang diterbitkan Januari 2012
Soal 3
PT. Langgeng Makmur memasukan SPT Tahunan 2011 pada tanggal 30 April 2012 dengan kondisi
Kurang Bayar Rp 100.000.000 yang disetor tanggal 30 April 2012. Pada tanggal 10 Juni 2012 PT.
Langgeng Makmur melakukan pembetulan SPT Tahunan dengan kondisi Kurang bayar Rp 200.000.000.
Pajak yang kurang bayar Rp 100.000.000 dibayar tanggal 11 Juni 2012
Berapa STP yang harus dibayar oleh PT. Langgeng Makmur
Soal 4
PT. Makmur Bersama sedang dilakukan pemeriksaan dan belum dilakukan penyidikan, tetapi PT
Makmur Bersama dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran pengisian SPT Tahunannya
sehingga SPT Tahunannya terdapat kurang bayar Rp 250.000.000.
Dari kasus ini hitung SKPKB berikut sanksinya

Anda mungkin juga menyukai