Anda di halaman 1dari 6

Akuisi Data

Sistem akuisisi data merupakan sistem instrumentasi elektronik yang terdiri dari sejumlah
elemen yang secara bersama-sama bertujuan melakukan pengukuran, menyimpan, dan mengolah
hasil pengukuran. Semua besaran fisik yang akan diukur, diamati, disimpan, dan dikontrol dapat
berupa suhu, tekanan, cahaya , suara, dll. Di real world besaran fisik itu berbentuk analog.
Sedangkan sistem akuisisi data berbasis mikroprosesor merupakan sistem digital, hanya dapat
mengolah sinyal-sinyal listrik digital. Jadi besaran fisik analog harus dikonversi lebih dulu
menjadi besaran listrik digital yang setara. Sebuah sistem akuisisi data terdiri dari elemenelemen utama: elemen masukan, elemen sampling, elemen kontrol, dan elemen keluaran.
ADC pada ATmega
ADC atau kepanjangan dari Analog to Digital Converter merupakan alat yang digunakan untuk
mengubah data analog menjadi data digital. Mikrokontroler AVR ATmega sudah terdapat modul
ADC, sehingga dapat langsung digunakan. Fitur ADC yang terdapat pada ATmega misalnya pada
ATmega 328P adalah sebagai berikut:
1. Resolusi mencapai 10-bit.
2. 0,5 LSB Integral Non-linearity.
3. Akurasi mencapai 2 LSB.
4. Waktu konversi 13-260 s.
5. Memunyai 6 saluran ADC.
6. Optional Left Adjustment untuk pembacaan hasil ADC.
7. 0 - vcc untuk kisaran input ADC.
8. Disediakan 1,1V tegangan referensi ADC.
9. Mode konversi kontinyu atau konversi.
10. Interupsi ADC.
11. Sleep mode noise canceler.
Sinyal input dari pin ADC akan dipilih oleh multiplexer (register ADMUX) untuk diproses oleh
ADC. Karena converter ADC dalam chip hanya satu buah sedangkan saluran masukannya lebih
dari satu, maka dibutuhkan multiplexer untuk memilih input pin ADC secara bergantian. ADC
memunyai rangkaian untuk mengambil sampel dan hold (menahan) tegangan input ADC,
sehingga tetap dalam keadaan konstan selama proses konversi. Sinyal input ADC tidak boleh
melebihi tegangan referensi. Nilai digital sinyal input ADC untuk resolusi 10-bit (1024) ditulis
dalam Persamaan 1.
Kode digital = (Vinput / Vref)x1024
(1)
Nilai digital sinyal input ADC untuk resolusi 8-bit (256) ditulis dalam Persamaan 2 :
Kode digital = (Vinput / Vref)x256
(2)

Dengan demikian untuk mencari nilai digital, dapat dinyatakan dengan Persamaan 3.
Kode digital=(tegangan yang masuk / tegangan referensi) x resolusi
(3)
Rangkaian Pengkondisi Sinyal
Pengkondisian sinyal ini berkaitan dengan operasi-operasi yang dikenakan pada sinyal guna
mengkonversi sinyal tersebut ke bentuk yang sesuai dengan yang diperlukan untuk interface
dengan elemen-elemen lain dalam sistem instrumentasi. Efek pengkondisian sinyal pada sinyal
masukan sering dinyatakan dalam bentuk fungsi alih. Pengkondisi sinyal dapat dikelompokkan
dalam beberapa jenis, seperti yang akan diuraikan berikut.
1.

Pengubahan Level Sinyal


Suatu cara yang paling sederhana untuk pengkondisian sinyal
adalah dengan mengubah level sinyal, yaitu dengan melakukan
penguatan ataupun peredaman. Salah satu faktor yang penting dalam
pemilihan penguat adalah impedansi masukan yang ditawarkan
kepada sensor (atau elemen lain yang berfungsi sebagai masukan).
Dalam beberapa kasus, (misalnya akselerometer dan detektor optik),
tanggapan frekuensi penguat juga merupakan suatu hal yang sangat
penting.

2.

Linierisasi
Hubungan antara keluaran dengan masukan sensor seringkali
tidak linier. Oleh karena itu diperlukan suatu rangkaian untuk
linierisasi sinyal tersebut, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar
disamping. Tujuan linierisasi adalah untuk mendapatkan keluaran
yang berubah secara linier terhadap variabel masukan meskipun
keluaran sensornya tidak linier. Rangkaian linierisasi ini sulit
dirancang, dan biasanya bekerja hanya dalam batas yang sempit. Cara
linierisasi yang lebih modern adalah seara perangkat lunak, yaitu
dengan membolehkan sinyal tak linier sebagai masukan ke komputer
dan selanjutnya melakukan linierisasi dengan menggunakan perangkat
lunak.

3.

Konversi
Pengkondisian sinyal dalam hal ini digunakan untuk mengkonversi suatu jenis perubahan
listrik ke jenis perubahan listrik yang lain. Konversi ini diperlukan misalnya dalam transmisi
sinyal dan interface dengan sistem digital.
Transmisi Sinyal Untuk transmisi sinyal seringkali digunakan transmisi arus karena tidak
dipengaruhi oleh perubahan beban. Standard level arus yang digunakan adalah 4 sampai 20 mA.
Interface Digital Penggunaan komputer dalam sistem instrumentasi akan memerlukan suatu
konversi dari data analog ke data digital, yaitu yang dilakukan oleh ADC. Konversi ini biasanya
memerlukan pengaturan level sinyal analog agar sesuai dengan masukan yang diperlukan oleh
ADC.
4.
Pem-filteran dan Penyesuaian Impedansi
Dalam banyak kejadian, sinyal yang diperlukan sering bercampur dengan sinyal yang tidak
diinginkan (noise). Untuk menyingkirkan sinyal yang tidak diinginkan tersebut dapat digunakan
filter yang sesuai, yaitu low-pass filter (LPF), high-pass filter (HPF), notch filter, atau gabungan
dari filter-filter tersebut. Penyesuaian impedansi kadang diperlukan, yaitu apabila impedansi
internal transduser atau impedansi saluran dapat menyebabkan terjadinya suatu kesalahan dalam
pengukuran suatu variabel.
5.

Konsep Pembebanan
Salah satu hal yang sangat penting dalam pengkondisian sinyal analog adalah adanya
pengaruh pembebanan pada suatu rangkaian oleh rangkaian lain, yang dapat menyebabkan
terjadinya ketidakpastian dalam amplituda tegangan. Gambar 2 memperlihatkan efek
pembebanan pada sensor, yang dalam hal ini dinyatakan dalam rangkaian setara Thevenin.
Rx

Vy

Vx

RL

Gambar 2 Rangkaian ekivalen Thevenin sensor untuk memperlihatkan efek pembebanan pada
sensor
Tegangan beban dalam Gambar 2 diberikan oleh Persamaan 4 :

Rx
V y Vx 1
RL R x

(4)

dengan : Vy = tegangan beban


Vx = tegangan sensor dalam keadaan rangkaian terbuka
Rx = impedansi internal sensor

RL = impedansi beban
Praktikum Rangkaian Pengkondisi Sinyal (RPS)
Prosedur Kerja
Buatlah sebuah rangkaian pengkondisi sinyal yang terdiri dari rangkaian penguat operasional
non Inverting dan Differnsial seperti rangkaian Berikut :

RT 1 merupakan sensor yang digunakan


RV3 disesuaikan dengan tahanan sensor (penambahan R1 untuk memperhalus tegangan
output yang terukur di kaki 1 U1:A).
RV4 disesuaikan agar tegangan yang masuk ke kaki 3 pada U1:A sekitar 1.25 V agar tegangan
output yang keluar dari penguat non Inverting berkisar antar 1.25 V 2.5 V atau 5 V
R2 dan R3 diberikan nilai yang sama, R4 dan R5 diberikan tahanan sesuai dengan penguatan
yang diinginkan.
RV1 disesuaikan agar tegangan keluarannya sama dengan tegangan output U1:A saat sensor
memberikan tahanan terendah (penambahan R6 untuk memperhalus tegangan keluaran
sebelum masuk ke R2).
Ukur tegangan keluaran di kaki 1 pada U1:A dan kaki 14 pada U1:D pada setiap perubahan
parameter objek yang diukur

Tegangan keluaran di U1:D Harus berkisar antara 0 - 2.5 V atau 0 - 5 V.


Praktikum Interfacing RPS dan Mikrokontroller
Prosedur Kerja
Hubungkan keluaran RPS dengan PORTA.0 Mikrokontroller dengan sensor yang digunakan
adalah sensor suhu (NTC atau PTC)
Hubungkan LCD Display dengan PORTC pada Mikrokontroller
Buat program menggunakan CodeVision dengan listing sebagai berikut :

#include <mega16.h>
#include <delay.h>
#include <stdlib.h>
#include <alcd.h>
#define ADC_VREF_TYPE 0x20
float ADC;
char temp[8];
// Read the 8 most significant bits
// of the AD conversion result
unsigned char read_adc(unsigned char adc_input)
{
ADMUX=adc_input | (ADC_VREF_TYPE & 0xff);
// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage
delay_us(10);
// Start the AD conversion
ADCSRA|=0x40;
// Wait for the AD conversion to complete
while ((ADCSRA & 0x10)==0);
ADCSRA|=0x10;
return ADCH;
}
void main(void)
{
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;
ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff;
ADCSRA=0x84;
lcd_init(16);
while (1)
{
ADC = read_adc(0);
lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf("Pembacaan ADC");
ftoa(Suhu,2,temp);
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_puts(temp);
}
}
Download program yang telah dibuat ke mikrokontroller
Catat perubahan parameter object yang diukur dengan hasil pembacaan ADC yang
ditampilkan pada LCD Display
Buat sebuah model persamaan yang menyatakan hubungan antara perubahan objek yang
diamati (suhu) dengan perubahan nilai ADC.