Anda di halaman 1dari 5

1 Anatomi Organ Reproduksi Pria

A. Trigonum Urogenital
Bagian depan trigonum urogenital dibatasi oleh arcus pubicus dan bagian lateral
oleh tuber ischiadicum. Fascia superficialis trigonum urogenitalis dapat dibagi menjadi
panniculus adiposus dan stratum membranosum.
Panniculus adipose (fascia champer) melanjutkan diri sebagai corpus adiposum,
fascia analis superfiscialis, dan fascia superfiscialis paha. Pada scrotum lemak diganti
menjadi otot polos, tunica dartos. Musculus dartos berkontraksi sebagai reaksi terhadap
dingin dan mengurangi luas permukaan kulit scrotum.
Stratum membranosum (fascia Collesi), menyatu dengan fascia scarpa abdomen
dan melekat pada ramus ischiopubicus; lapisan ini melengkung di sekelilingi musculus
transverses perinea superfiscialis, kemudian menyatu dengan fascia perinea profunda dan
centrum tendineum perinea.
Sfingter uretra eksterna terletak di sebelah dalam membrane perinealis dalam
suatu kapsul fasialis yang disebut kavum perineal profunda (fascia Gallaudeti). Selain
sfingter, terdapat dua kelenjar Cowper. Duktus dari kelenjar ke depan dan mengalir ke
bulbus uretra.
Di sebelah inferior membrana perinealis terdapat kavum perineal superfiscialis
yang berisi m. perinealis transverses suprfisialis yang berfungsi untuk memfiksasi corpus
perineal pada pertengahan perineum; m. bulbospongiosus menutupi korpus spongiosum
dan berfungsi menekan uretra pars spongiosa dan mengosongkan sisa urin atau semen.
Korpus spongiosum adalah struktur yang menutupi uretra pars spongiosa; m.
ischiokavernosus yang keluar dari sisi ramus ischiadika dan menutupi kavum
kavernosum. Fungsinya untuk menekan crus penis dan membantu proses ereksi penis.
Pembesaran sinus venosus dalam korpus kavernosa adalah yang menimbulkan dan
mempertahankan ereksi (Snell, 2006).
Terdapat beberapa organ dalam trigonum urogenital pria, yaitu:

Corpus penis
Corpus penis terdiri atas tiga jaringan erektil yang diliputi sarung fascia berbentuk

tubular (fascia Buck). Jaringan erektil dibentuk dari corpora cavernosa penis yang
terletak di dorsal dan satu corpus spongiosum penis pada permukaan ventralnya. Pada
ujung distal penis korpus spongiosum membesar membentyuk glans penis. Pada ujung
glans uretra membuka menjadi meatus uretra eksterna. Kulit luarnya melekat ke glans di
bawah meatus membentuk lipatan frenulum (Harjadi Widjaja, 2011).

Gambar 1. Struktur penis. (Sumber: poltekkes jakarta)


Corpora cavernosa penis didarahi oleh arteri profunda penis; corpus spongiosum
didarahi oleh arteri bulbi penis dan yang terakhir terdapat arteri dorsalis penis. Ketiga
arteri diatas merupakan cabang dari arteri pudenda interna. Venanya bermuara ke vena
pudenda interna. Persarafannya berasal dari nervus pudendus dan plexus pelvicus. Aliran
limfe kulit penis ke nodi supermedialis dari nodi inguinalis superfisialis. Struktur
profunda penis mengalirkan cairan limfe ke nodi iliaci interni (Snell, 2006).

Skrotum
Kulit skrotum tipis, memiliki rugae dan mengandung banyak kelenjar sebasea. Di

garis tengahnya tampak jelas raphe media. Di bawah kulit ini terdapat lapisan tipis m.

dartos yang involunter. Korda spermatika terminalis, testis dan epididimisnya terdapat di
dalam skrotum.

Gambar 2. Struktur skrotum. (Sumber: poltekkes jakarta)


Scrotum didarahi oleh aa. Scrotalis posterior, cabang dari a. pudenda interna dan
aa. Scrotalis anterior, cabang dari a. pudenda eksterna. Nervus yang menyarafi adalah nn.
Scrotalis posterior cabang superficial nn. Perinialis, rami perinealis nervi cutanei femoris
posterior dan nn. Scrotalis anterior cabang dari n.ilioinginalis (Snell, 2006).

Testis dan Epididimis


Testis bertanggungjawab atas terjadinya spermatogenesis. Letaknya yang turun

menjadi organ ekstra abdominal mengoptimalkan spermatogenesis karena suhu di sekitar


skrotum kira-kira 3oC lebih rendah daru suhu tubuh.
Di bagian dalam testis terbagi oleh rangkaian septa menjadi sekitar 200 lobuli.
Tiap lobules mengandung 1-3 tubulus seminiferus yang membentuk anastomosis menjadi
pleksus yang disebut rete testis. Duktus eferens menghubungkan rete testis dengan kaput
epididimis. Fungsinya untuk mengantarkan sperma dari testis ke epididimis. Tunika

vaginalis berasal dari peritoneum merupakan lapisan ganda tempat invaginasi testis.
Tunika albuginea merupakan kapsula fibrosa kuat yang melapisi testis. Epididimis
terletak sepanjang batas posterolateral dan superior testis. Tunika vaginalis menutupi
epididimis kecuali di batas posterior. Kutub atas testis berisi appendiks testis dan kutub
atas epididimis berisi appendiks epididimis (hidatidosa Morgagni).
Pasokan darahnya berasal dari arteri testikularis. Drainase vena testis menuju
pleksus vena pampiniformis. Pleksus ini terletak dalam korda spermatika namun
membentuk vena tunggal di annulus interna. Vena testukularis sinistra mengalir ke vena
renalis sinistra sedangkan vena testikilaris dekstra mengalir langusng ke vena cava
inferior. Aliran limfatiknya menuju kelenjar getah bening para-aorta. Persarafannya dari
serabut simpatis Thorakal 10 melalui pleksus renalis dan pleksus aorta (Omar Faiz dan
David Moffat, 2002 ).

Prostat
Dalam keadaan normal prostat berukuran kira-kira sebesar kenari. Letaknya

mengelilingi uretra pars prostatika dan di antara leher kandung kemih dan diafragma
urogenitalis. Apeks prostat terletak di atas sfingter uretra eksterna kandung kemih. Di
anterior berbatasan dengan simfisis pubis namun dipisahkan oleh lemak ekstraperitoneal
pada rongga retropubis (kavum Retzius). Di posterior, prostat dipisahkan dari rectum oleh
fasia Denonvilliers.
Prostat teridiri dari lobus-lobus anterior, posterior, media dan lateral. Lobus-lobus
prostat mengandung banyak kelenjar yang mensekresi cairan tipis seperti susu yang
mengandung asam sitrat dan fosfatase asam. Cairan ini ditambahkan ke dalam semen
pada waktu ejakulasi.
Aliran darahnya dari a.vesikalis inferior cabang a.iliaca interna. Pleksus vena
prostatika terletak di antara kapsula prostat dan selubung fibrosa luar. Pleksus ini
menerima darah dari v. dorsalis penis dan mengalirkannya ke v. iliaca interna (Omar Faiz
dan David Moffat, 2002 ).

Vas deferens

Vas deferens merupakan saluran berdinding tebal dengan panjang kurang lebih 18
inci, yang membawa sperma dari epididimis menuju duktus ejakulatorius dan kemudian
dialirkan ke uretra. Vas deferen keluar dari kauda epididimis dan melalui kanalis
inguinalis menuju annulus profunda, dan belok ke arah medial untuk mencapai basis
kandung kemih di mana kemudian saluran ini bergabung dengan duktus dari vesikula
seminalis membentuk duktus ejakulatorius (Omar Faiz dan David Moffat, 2002 ).

Vesikula seminalis
Vesikula seminalis teridri dari dua buah organ yang berlobus dnegan panjang

kurang lebih 2 inci dan terletak di ekstraperitoneal di basis kandung kemih di sebelah
lateral vas deferens (Omar Faiz dan David Moffat, 2002 ).
Fungsinya adalah menghasilkan secret yang ditambahkan pada cairan semen.
Sekretnya mengandung zat yang penting sebagai makanan spermatozoa (Snell,2006)

Uretra
Uretra pria kira-kira panjangnya 20 cm. Uretra pria dibagi menjadi 3 bagian,

yaitu: (1) Uretra pars prostatika (3cm), memiliki lipatan uretra pada dinding posteriornya.
Di tiap sisi lipatan terdapat lekukan dangkal, sinus prostatikus, yang menandai titik
drainase dari 15-20 duktus prostatikus. Utrikulus prostatikus adalah traktus buntu dengan
panjang 5 mm yang membuka ke suatu eminensia di tengah lipatan verumontanum.
Duktus ejakulatorius membuka di kedua sisi utrikulus. (2) Uretra pars membranosa
(2cm), terletak di diafragma urogenitalis dan dikelilingi oleh sfingter uretra eksterna. (3)
Uretra pars penis (15 cm), melalui corpus spongiosum menuju meatus uretra eksterna
(Omar Faiz dan David Moffat, 2002 ).