Anda di halaman 1dari 15
BAB XIV ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN 1, ILMUPENGETAHUAN DALAMISLAM Pengertian Etimologis : Ilmu adalah pengetahuan manusia mengenai segala hal yang dapat diindera oleh potensi manusia (penglihatan, pendengaran, pengertian, perasaan dan keyakinan) melalui akal atau proses berfikr (logika). Iniadalah konsep umum (barat) yang disebut pengetahuan (knowledge). Pengetahuan yang telah dirumuskan secara sistematis merupakan formula yang disebut ilmu pengetahuan (science). Dalam Al- Qur’an, keduanya disebut (ilmu). Para sarjana muslim berpandangan bahwa yang disebut ilmu iu tidak terbatas pada pengetahuan (knowledge) dan iimu (science) saja, melainkan justru diawali oleh mu Allah yang dirumuskan didalam Jauhil mahfudzh yang disampaikan kepada kita melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pethatikan ayat Al-Qur’an berikut ini( Q.S. Al-Buruuj, 85 : 21-22.) (21) “ Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur'an yang mulia “ (22) " Yang (tersimpan) dalam Lauhul Mahfuzh “ Timu Allah itu melingkupi imu manusia tentang alam semesta dan manusia sendiri. Jadi bila diikuti jalan fikiran ini, maka dapatlah kita fahami bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan manusia (Knowledge and science). Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, manusia pada hakekatnya akan memahami ilmu Allah serta logika atau proses berfikir yang terkandung didalam (kalam) Allah, yaitu firman-firman- Nya. Manusia diciptakan oleh Allah SWT, dengan memikul amanah sebagai khalifah Allah diatas bumi yang pada dasamya ditugaskan untuk manusia, Didalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab, : 73 Allah menyatakan : “Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin Jaki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” Untuk melaksanakan tugas ini, maka Allah SWT, membekali manusia dengan potensi-potensi seperti pendengaran, penglihatan, perasaan (Kalbu), pengertian (akal), keyakinan iman (iman) dan keinginan. “ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu : wanita- wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan disisi Allah tempat kembali yang baik (syurga). " (QS. Ali imran : 14). Pendidikan Agama Islam 213 Untuk memenuhi keinginan, fitrahnya itu, dalam hidupnya maka manusia mencari jalan mengatasinya melalui pengetahuan segala potensi yang ada padanya. Dengan akal (logika) dia menumbuhkan ide dan cara-cara pencapaiannya, maka berkembanglah ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada hakekatnya perkembangan ini didorong oleh Allah melalui keinginan tadi. Disamping itu Allah sendiri mendorong dengan perintah dan ampunannya yang difirmankannya dalam Al-Qur’an dan melalui As-Sunnah, * Tidaklah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan jan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gedung-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” “Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesunggulmya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (0.8. Faathir, 35 27-28). QS. Az-Zumar, 39:9 * (Apakah kamu hai orang-orang musyrikyang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat diwaktu- waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya ? Katakanlah : " Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran,” (QS. Az-Zumar, 39 :9) QS. AL-Mujaadillah, 58 : 11) “ Hai orang-orang yang beriman, apabila di katakana kepadamu : “ berlapang-lapanglah dalam masjid,” maka lapanglak, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan 2” Bedirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaranu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha smengetahui apa yang kamu kerjakan.”. Q.S. Al-Mujaadillah, 58 : 11) Selain dari manusia didorong untuk mencari, menggunakan ilmu, juga dia diwajibkan dan dianjurkan untuk menyebar luaskan ilmu. QS.AtTubah, 9: 122 “ Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” Bahkan mereka yang menyembunyikan ilmu itu mendapatkan ancaman. “ Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan beberapa keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat dilaknati. O.S. Al- Bagarah, 2:159 214 Pendidikan Agama Islam “‘Sesugguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah) mereka itu sebenarnya tak memakan (tidak menelan ) kedalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” 0.8. Al-Bagarah, 2:174 Dengan demikian Islam mendorong pengikutnya untuk mencari, menggali, mengembangkan, mengunakan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, yang seperti telah dibahas di atas, sumbernya adalah Al- Qur’an dan As Sunnah, sumber nilai-nilai Islam. 2. KEDUDUKAN AKAL DAN WAHYU DALAM ISLAM Jika kita berbicara tentang kedudukan akal dan wahyu dalam Islam, yang dimaksud adalah tempat akal dan wahyu dan sistem agama Islam. Dengan mengetahui kedudukannya, dapat pula diketahui peranannya dalam Islam. Kedudukan akal dalam Islam adalah tinggi sekali; karena dengan akal manusia dapat memahami dan menampung Aqidah, Syari’ah dan Ahlak. Dengan mengunakan akalnya, manusia dapat berbuat, memahami dan mewujudkan sesuatu, ‘Namun, bagaimanapun tingginya, ia terbatas pada kemampuan dan daya jangkaunya, sehingga apa yang diperbuat oleh akal tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan yang diajuklan sendiri. Oleh itu ia tidak bisa bergerak dan berjalan secara benar dan maksimal jika tidak diimbagi oleh Wahyu, ‘Tanpa bimbingan wahyu, ia akan berjalan ke arah yang salah. ‘Wahyu secara bahasa berarti bisikan, isyarat yang lembut, tulisan, juga berarti kilat, kecepatan. Selanjutnya wahyu mengandung arti pemberitahuan secara tersembunyi dan dengan cepat. Namun dari sekian banyak arti itu wahyu lebih dikenal apa yang disampaikan oleh Allah kepada para Nabi (Muhammad Daud Ali: 1997:386). ‘Akal dan wahyu dalam Islam keduanya merupakan soko guru ajaran Islam. Dalam Islam Wahyulah yang pertama dan utama, sedangkan akal yang kedua. Oleh karena itu akal harus digunakan dan dikembangkan guna memahami wahyu dan berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Al- lah dalam wahyu-Nya, 3. KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK ILMU DALAM ISLAM Berikut ini akan disampaikan klasifikasi ilmu yang disampaikan oleh para cendikiawan muslim antara lain : Menurut Al Farabi : 1. Ilmu Bahasa terdapat 7 bagian antara lain Nahwu, Sarf. 2. Ilmu Logika, 8 Bagian termaksud didalamnya Balaghoh, Ma’ani, Mantiq, 3. Ilmu Matematika, dibagi kedalam 7 bagian 4, Metafisik terbagi menjadi 3 bagian 5, Ilmu Politik, dibagi menjadi 2 bagian Pendidikan Agama Islam 215 6, Tmu Figh dibagi lagi menjadi 2 bagian 7. Umu Kalam dibagi menjadi 2 bagian Karakteristik ilmu menurut Al Farabi itu adalah ; Pertama, sebagai petunjuk umum kearah berbagai ilmu. Kedua, — klasifikasi tersebut memungkinkan seorang belajar tentang heirarki ilmu. Ketiga, _ berbagai bagian dan sub bagian memberikan sarana yang bermanfaat dalam menentukan sejauh mana spisialisasi dapat ditentukan Keempat, Klasifikasi itu menginformasiikan kepada pengkaji tentang apa yang harus dipelajari sebelum seseorang mengklaim diri ahli dalam bidang ilmu tertentu. ‘Sedangkan menurut Al-Ghazali, klasifikasi ilmu adalah sebagai berikut; 1. ilmu-ilmu teoritis dan praktis 2. imu yang dihadirkan dan ilmu yang dicapai Imu-ilmu keagamaan dan ilmu-ilmu intelektual 4, ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah. 4, KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU- Menuntut ilmu merupakan kewajiban manusia, baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda,