Anda di halaman 1dari 29

PANDANGAN ISLAM

TENTANG EKONOMI
Kelompok 6
1.Rahmi Aulia
2. Deby Eka Prima Yoga
3. Galuh Ajeng Listyaningrum
4. Karunia Az Zahra
5. Zuhal Azmi

Pengertian Ekonomi Islam


Menurut Robbins (1952)
Ekonomi
suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia dalam mengalokasikan sumber sumber alam
secara efisien.
Definisi ini merupakan definisi ekonomi positif, atau
definisi dalam dalam pengertian sempit. Sedangkan
definisi lainnya adalah definisi secara normative, yaitu
ekonomi dengan memasukkan unsure unsure etika, norma,
social, hokum, filsafat dan agama.

Pengertian Ekonomi Islam


Pengertian Ekonomi islam sendiri
adalah sebuah mudzhab ekonomi yang
terjelma didalamnya bagaimana cara islam
mengatur kehidupan perekonomiannya,
dengan suatu paradigma yang terdiri dari
nilai nilai moral islam dan nilai nilai
ekonomi, atau nilai sejarah yang ada
hubungannya dengan perokonomian.

Prinsip Ekonomi Islam


Prinsip Zhulumat/ syar (Non Islam)
Prinsip Nur (Khair)

Prinsip Zhulumat/ syar (Non Islam)


Yaitu prinsip ekonomi yang melandaskan pada
pola pikir materalisme, yang menempatkan
manusia sebagai segala- galanya, baik secara
kolektif atau komunal maupun individual atau
liberal. Prinsip ekonomi ini dalam Al-Quran
sebagai penyesat kehidupan.

Prinsip Nur (Khair)


Yaitu prinsip ekonomi yang melandaskan pada pola pikir
materalisme, yang menempatkan manusia sebagai segalagalanya, baik secara kolektif atau komunal maupun
individual atau liberal. Prinsip ekonomi ini dalam Al-Quran
sebagai penyesat kehidupan.
Diantara prinsip- prinsip ini adalah :
Alam ini Mutlak milik Allah SWT
Alam merupakan kurunia Allah yang diperuntukkan bagi
manusia

Diantara prinsip- prinsip ini


Alam ini Mutlak milik Allah SWT
Alam merupakan kurunia Allah yang diperuntukkan bagi
manusia
Alam karunia Allah ini untuk dinikmati dan dimanfaatkan
dengan tidak melampaui batas ketentuan
Hak milik perseorangan diakui sebagai hasil jerih payah
usaha yang halal dan hanya boleh dipergunakan untuk hal
hal yang halal
Allah melarang menimbun kekayaan tanpa ada manfaat
bagi sesama manusia
Di dalam harta orang kaya terdapat hak orang miskin

Sistem Ekonomi dalam Islam


Sistem ekonomi dalam Islam ditegakkan
diatas tiga tiang utama atau asas, yakni :
Konsep kepemilikan (al-milkiyah)

Pemanfaatan kepemilikan (althasharruf fi al-milkiyah)


` Distribusi kekayaan diantara manusia
(tauziu tsarwah bayna al-naas).

Konsep kepemilikan (al-milkiyah)


Kepemilikan ini dibagi tiga, yakni :
Kepemilikan individu (milkiyatu alfardiyah)
Kepemilikan umum (milkiyatul al-amah)
Kepemilikan negara (milkiyatul al-daulah)

Kepemilikan umum
(milkiyatul al-amah)
Harta yang mutlak diperlukan manusia dalam
kehidupan sehari-hari (api, padang rumput,
sungai, danau, jalan, lautan, mesjid, udara,
emas, perak dan minyak wangi.dsb) dan
dimanfaatkan secara bersama-sama.

Kepemilikan negara
(milkiyatul al-daulah)
Harta yang pemanfaatannya berada
ditangan seorang pemimpin sebagai kepala
negara. Misalnya : tanah milik negara, harta
ghanimah, harta orang yang tidak memiliki
ahli waris. Harta milik negara ini digunakan
untuk berbagai keperluan yang menjadi
kewajiban negara, seperti menggaji pegawai
negara, dan keperluan jihad.

Pemanfaatan kepemilikan
(al-thasharruf fi al-milkiyah)
Pemanfaatan
kepemilikan
adalah
sekumpulan tatacara (kaifiyah) yang berupa
hukum-hukum syara yang wajib dipegang
seorang muslim tatkala ia memanfaatkan harta
yang dimilikinya (Abdullah, 1990)

Distribusi kekayaan diantara manusia


(tauziu tsarwah bayna al-naas).
Karena distribusi kekayaan termasuk masalah
yang sangat penting, maka Islam memberikan juga
berbagai ketentuan yang berkaitan dengan hal ini.
Mekanisme distribusi kekayaan terwujud dalam
sekumpulan hukum syara yang ditetapkan untuk
menjamin pemenuhan barang dan jasa bagi setiap
individu rakyat. Mekanisme ini dilakukan dengan
mengikuti ketentuan sebab-sebab kepemilikan
(misalnya, bekerja) serta akad-akad muamalah yang
wajar (misalnya jual-beli)

Pengertian Zakat
Sudut bahasa zakat berasal dari zaka
artinya berkah,tumbuh,bersih dan baik.
Fikih
Zakat berarti sejumlah harta
tertentu yang diwajibkan Allah untuk
diserahkan kepada yang berhak.

Dasar dasar hukum zakat


Dari al quran :
a) Al-baqarah 288
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan
Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan
sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk
kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk
lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu
sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa
Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Zakat yang bersifat wajib

Dasar dasar hukum zakat


b) Al-Taubah 103
Ambillah zakat dari sebagian harta
mereka,dengan
zakat
itu
kamu
membersihkan
dan
menyucikan
mereka,dan berdoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi)
ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Zakat berkaitan tentang pensucian harta

Dasar dasar hukum zakat


3) An-Nur 56
Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah
zakat,dan taatlah kepada Rasul, supaya
kamu diberi rahmat
Zakat bersifat fardluain

Dasar dasar hukum zakat


4) Al-baqarah 110
Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah
zakat dan apa yang kamu usahakan dari
kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan
mendapat pahalanya dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa
yang kamu kerjakan

Dasar dasar hukum zakat


Selain dari al-quran dan hadist , kewajiban
membayar zakat diperkuat pula dengan dalil ijma
para sahabat.
Contoh :
Khalifah Abu Bakar, pada awal pemerintahannya
dihadapkan dengan satu masalah besar yaitu
munculnya golongan yang enggan membayar zakat,
sedang mereka mengaku Islam. Berdasarkan
ijtihadnya yang didukung sahabat-sahabat lain,
maka tanpa ragu beliau mengambil tindakan tegas
yaitu memerangi golongan pembangkang tersebut.
Dan kewajiban ini terus berlangsung sampai kepada
khalifah-khalifah berikutnya

Manajemen Pengelolaan Zakat


Produktif
Tujuan Umum Pengembangan zakat di Indonesia
Agar bagsa Indonesia lebih mengamalkan
seluruh ajaran agamanya, diharapkan dapat
menunjang perjuangan bangsa indonesia dalam
mencapai masyarakat yang adil dan makmur
materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945

Standar Manajemen :
1.
2.
3.
4.

Perencanaan (Planning)
Pengorganisasian (Organising)
Pengarahan (Actuating)
Pengawasan (Controlling)

Apabila zakat dikelola secara optimal dengan


menerapkan 4 fungsi standar manajemen tsb,
jelas akan dapat meningkatkan kesejahteraan
umat dan dapat mewujudkan keadilan sosial

Masalah pelaksanaan kewajiban


membayar zakat dalam masyarakat
1. Pemahaman Zakat
2. Konsepsi Fikih Zakat
3. Adanya benturan kepentingan
organisasi organisasi atau lembaga
lembaga sosial Islam

Beberapa upaya yang harus dilakukan


1. Penyebarluasan pengertian zakat secara
baik dan benar, dilakukan melalui
pendidikan baik formal maupun non
formal
2. Merumuskan konsepsi fikih zakat baru
harus ada kerjasama multidisipliner
antara para ahli di berbagai bidang
yang berhubungan dengan zakat

Beberapa Prinsip Pengelolaan

Zakat

1. Pengelolaan harus berlandaskan AlQuran dan Sunnah


2. Keterbukaan
3. Mempergunakan manajemen dan
administrasi modern
4. BAZ dan LSZ harus mengelola
dengan sebaik - baiknya

Tujuan Pengelolaan Zakat


1. Mengangkat harkat dan martabat fakir miskin dan
membantunya keluar dari kesulitan dan penderitaan
2. Membantu pemecahan permasalahan yang dihadapi
oleh para mustahik
3. Menjembatani antara yang kaya dan yang miskin
dalam suatu masyarakat
4. Meningkatkan syiar Islam
5. Mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara
6. Mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial
dalam masyarakat

Permasalahan Waqaf di Indonesia


Menurut data Kementerian Agama RI
Tahun 2010, hampir 95 % asset wakaf
belum dimanfaatkan secara optimal
sehingga peran sosial-ekonomi wakaf
belum maksimal.

Menurut data Kanwil Kementerian


Agama Jawa Barat, pada tahun 2011,
dari 74.156 lokasi tanah wakaf di
Jawa Barat, 22.587 lokasi (30,54 %)
belum bersertifikat, bahkan 5.981
diantaranya belum memiliki dokumen
Akta Ikrar Wakaf (AIW). Kondisi
tersebut antara lain yang
menyebabkan sering terjadinya
konflik tanah wakaf, terutama antara
Ahli Waris Wakif dengan Nazhir, atau
konflik pengelolaan wakaf antara
Nazhir dengan masyarakat.

Juwaini (2009) mengutip hasil survei


yang dilakukan Universitas Islam
Negeri (UIN) menunjukkan bahwa
74% pengelola wakaf (nadzir) tidak
dapat memproduktifkan aset wakaf.

Manajemen Pengelolaan Zakat


Indonesia
Nadzir
orang yang diserahi tugas untuk
mengurus dan memelihara benda wakaf.
Wakif
Badan Wakaf Nasional