Anda di halaman 1dari 10

TUGAS ITMKG-3

Dosen Pembimbing:
drg. Martha Mozartha, M.Si

RISYA RIYANDIKA PUTRI (04031181320001)


GEBYAR DENIMADYASA REBEKA (04031181320007)

Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran


Universitas Sriwijaya
2015

TABEL 1: Bahan irigasi saluran akar

Sodium
Hypochlorite

INDIKASI

Sebagai
irigasi.
Sebagai
jaringan.

Saline

bahan 1.Sebagai bahan


irigasi.
pelarut 2.Sebagi
pembersih
sisasisa saluran akar.

0,5% - 5,25%

0,9%

Chlorhexidine
Gluconate
1. Sebagai disinfeksi
saluran akar.
2. Konsentrasi 0,2%
sebagai
pengontrol plak.
3. Konsentrasi 2%
sebagai
bahan
irigasi.
0,2%-2,0%

KONSENTRASI

CARA
MANIPULASI
PROSEDUR
APLIKASI

Diencerkan
menggunakan
aquadest
dengan
perbandingan 1:1.
Disemprotkan secara
perlahan-lahan
ke
dalam saluran akar.
Digunakan berulang
kali tanpa tekanan
selama 5-10 menit.

Digunakan
30
detik
sampai 1 menit sebelum
obturasi.

Iodine dalam
Potassium Iodide
1. Pada kasus
perawatan
berulang.

2% larutan iodine
dalam 4%
pengenceran
potassium iodide.

EDTA
(Ethylene
diaminetetraacetate)
1. Sebagai bahan irigasi.
2. Mempercepat
pembersihan
dan
pembentukan
saluran
akar.
3. Membantu pembukaan
saluran
akar
yang
terkalsifikasi.
17%

1. EDTA sediaan cair


EDTA
diteteskan
sampai
beberapa tetes pada kamar pulpa
dengan jarum suntik. Kemudian
bilas dengan air.
2. EDTA sediaan pasta
EDTA dioleskan pada file

dimasukkan ke dalam orifice.

KELEBIHAN

KEKURANGA
N

1.Murah
2. Mudah tersedia
3.
Bersifat
antibakteri
yang
kuat.
4.
Memiliki
kemampuan
melarutkan sisa-sisa
pulpa dan komponen
organik dentin.

1.Tidak merusak
jaringan
dan
mudah
diterima
oleh jaringan.
2.Bersifat
biokompatibel.
3. Tidak memiliki
efek
samping
walaupun keluar
dari
jaringan
periapikal.

1. Baunya yang tidak


menyenangkan.
2.
Menyebabkan
korosi
alat
endodontik.
3. Bersifat toksik
pada
jaringan
periradikuler.
4. Jika penggunaan
berlebihan
akan
menyebabkan efek
samping
terhadap
kekuatan
lentur
dentin.
5. Tidak mampu

1.Tidak
efektif
sebagai
antimikroba.
2.
Tidak
melarutkan bahan
organik.

1.Bersifat
antimikroba
yang luas dan bertahan
lama.
2. Memiliki kemampuan
melekat pada dinding
saluran akar.
3. Tidak mengiritasi
jairngan periapikal.
4. Tidak merusak jaringan
dan
baunya
tidak
menyengat.

1.Bersifat
antimikroba
terhadap
bakteri
yang timbul akibat
kegagalan
perawatan saluran
akar
contohnya
Enteroccus Faecalis.
2. Toksisitas dan
kemampuan
mengiritasi jaringan
relatif rendah.
1. Relatif mahal.
1.Daya
antiseptik
2. Tidak melarutkan dan daya pembersih
bahan organik.
lebih rendah dari
NaOCl.

1. Mampu
membuang
komponen
anorganik
smear layer.
2. Mampu
melebarkan
saluran akar.
3. Kemampuan mengiritasi
sedang.
4. Efektif
melunakkan
dentin.

1.Tidak mampu membuang


komponen organik smear layer.
2. Efek antibakterinya rendah.
3. Mengikis permukaan dentin
jika dipaparkan lebih dari satu
menit (erosif).

mmebuang
komponen anorganik
smear layer.
Tabel 2: Bahan Medikamen Saluran Akar

INDIKASI

KONSENTRAS
I
CARA
MANIPULASI
PROSEDUR
APLIKASI

Kalsium
Iodine
Hidroksida
1.Melarutkan
1.Sebagai bahan
komponen organik medikamen
yang tersisa di saluran akar.
dalam
saluran
akar.
2. Efektif dalam
melawan mikroba
anaerob
yang
berada pada pulpa
gigi nekrosis.

2% - 5%

Dimasukkan
ke
dalam
saluran

Formaldehydes

CHKM

Chresophene

Pulperyl

1.Untuk
organisme
aerobik dan anaerobik
pada saluran akar.
2. Pada gigi non vital.
3. Pada perawatan
pulpektomi.

1.Sebagai
desinfektan.
2. Antibakteri
dengan
spektrum luas.
3.
Efektif
terhadap jamur.
4.
Digunakan
dalam
semua
perawatan
saluran akar gigi
yang
mempunyai
kelainan apikal.

1. pada gigi
dengan
permulaan
periodontitis
apikalis
akut
yang
dapat
terjadi
mislanya pada
peristiwa
overinstrumen.

1. sedatif dan
antiseptik untuk
pulpitis
dan
pulpoperiodontitis
.
2. Biasanya pada
perawatan
pulpektomi.

rendah

Dengan kapas steril CHKM


yang sudah dibasahi diletakkan

Kapas
yang
dibasahi pulperyl

akar
dengan
waktu yang lama
(perawatan antar
kunjungan)
menggunkan
lentulo
spiral/file/paper
point.

KELEBIHAN

KEKURANGA
N

formokresol, kemudian
orifis
saluran
akar
ditutup selama 5 menit.
Harus diingat bahwa
kapas
kecil
yang
dibasahi
dengan
formokresol
jangan
terlalu basah, dengan
meletakkan
kapas
tersebut pada kasa steril
agar formokresol yang
berlebihan tadi dapat
diserap.
1.Bersifat
1.Agen antibakteri 1.Sebagai
desinfeksi
antibakteri.
yang kuat.
yang sangat kuat dan
2. Mudah untuk 2.Toksisitas yang fiksatif.
dihilangkan.
rendah.
2. Murnifikasi jaringan
3.Memiliki
periapikal.
keefektifan dalam
waktu yang cukup
lama
jika
dibandingkan
dengan
bahan
medikamen
lainnya.
1.Kekuatan
1.Kurangnya
1.Berpotensi mutagenik
kompresif
yang efektifitas sebagai dan karsinogenik.
rendah sehingga bahan medikamen 2.
Kontak
dengan

dengan
kapas
kecil ke dalam
ruang pulpa.

1.Sifat
mengiritasi lebih
kecil daripada
formokresol.
2.
Terdapat
menthol
yang
berguna untuk
mengurangi rasa
sakit.

dimasukkan
sampai
kontak
dengan
nerve
ending yang sakit
setelah
membersihkan
sebagian saluran.

1.Bersifat
antibakteri.
2.
Dapat
menghilangkan
jaringan
nekrosis.

1.Dosis
berlebih
pemberian

yang
dan
yang

dapat berpengaruh
pada
kestabilan
kalsium
hidroksida
terhadap cairan di
dalam
saluran
akar
yang
akhirnya
dapat
melarutkan bahan
medikamen
saluran akar.
2.Pada
gigi
dewasa muda jika
penggunaan
terlalu lama dapat
meningkatkan
resiko terjaidnya
fraktur akar.

saluran akar.
2.Pasien
yang
alergi
terhadap
senyawa
iodium
dapat
bertindak
sebgai hapten.

cairan
jaringan
menyebabkan
tidak
aktif.
3. Dapat mematikan
saraf gigi.
4. Menyebabkan iritasi
derajat tinggi.
5. Bersifat toksik.

terlalu lama dapat


menyebabkan
kematian
fibroblast.

Tabel 3: Bahan Sealer Saluran Akar

ZOE
Indikasi
kontraind
ikasi

Sebagai sealer dan bahan


pengisi saluran akar

Resin

Kalsium
Hidroksida

Obturasi permanen pada


saluran akar dan gigi
permanen

Sifat tidak
secara jelas
ditunjukkan
baik pada
pemakaian
klinis maupun
dalam
eksperimen.
Retrograde
obturation
Pasien yang
alergi terhadap
komposisi

GIC

bahan

Kelebihan

Keberhasilannya
berlangsung lama
Memiliki waktu kerja
yang lebih panjang
cocok digunakan
untuk memanaskan
gutta percha (baik
dikombinasikan
dengan gutta percha)
Antibacterial
Terdapat kandungan
silver partikel untuk
pewarnaan dentin
sehingga
meningkatkan
radiopaksitas

Good sealing
Adhesiv
Antibakterial
Bersifat radiopak
Kelarutan rendah
Toksisitas rendah
Mudah
mengaduknya
Waktu kerja lama
Mengalir dengan
baik
Kerapatan sangat
baik

Merangsang
sementogenesi
s dan
dentinogenesis
pada foramen
Antimikroba
Kerapatan
jangka pendek
yang adekuat
Memiliki
kemampuan
sealing yang
hamper sama
dengan ZOE

Beradhesi ke
dentin
sehingga
diharapkan
bias
menciptakan
kerapatan
yang baik di
apeks dan
korona
Biocompatible
Mudah
dimanipulasi
Material yang
cocok untuk
sealer
endodontic
Dapat
membuat
koronal seal
yang bagus
ketika
digunakan
untuk melapisi
lantai pulpa
dari
perawatan
endodontik

kekurang
an

Komposisi

Berporus dan
cenderung lemah
ketika setting
Rapuh setelah
mengeras
Sitotoksik
menyebabkan
sensitifitas
waktu pengerasan
lama

Powder:
ZnO 42%
Resin stabelit 27%
Bismuth subkarbonat
15%
BaSO4 15%
Na-borat 1%
Liquid:
eugenol

Menimbulkan alergi
mutagenic
Melepas
formaldehyde
Mewarnai gigi
Waktu pengerasan
lama
Tidak larut dalam
pelarut
Agak sedikit toksik
jka belum mengeras
Agak larut pada
cairan mulut
Menimbulkan
pewarnaan pada
gigi (AH-26)
AH-26:
Bismuth oxide
( kontras radiografi)
60%
Methanamine
Silver
Titanium
Dioxide
AH-26 silver-free:
Bismuth oxide
Methanamine
AH-26 resin:

Penyinarannya lama
pada cairan jaringan
dapat menyebabkan
disolusi pada bahan

Calcium salts
(hydroxide,
oxide,
phosphate)
hydrogenized
colophony
Disalicylate
Bismuth salts
(oxide,
carbonate)
Highly
dispersed
silicon dioxide
(silanized)

Sitotoksik
selama
setting
Sulit saat
removal untuk
pengaplikasia
n ulang
saluran akar

Epoxy resin

Alkyl ester of
phosphoric
acid

Sealapex (kerr)
Treatment
Spad
CRCS

AH Plus:
Diepoxide
Calcium tungstate
Zirconium oxide
Pigment
Amine paste

Merek
dagang

Gambar

Grossman
Tubliseal (kerr)
Rickert
Roth sealer
Procosol
Pulp Canal Sealer

AH 26
AH plus

Ketac-Endo

Anda mungkin juga menyukai