Anda di halaman 1dari 12

Faktor-Faktor Pembekuan Darah

Mata Kuliah: Hematologi

Nama
NIM
Dosen Pembimbing

:
:
:

Dela Rizkyani
7. 14. 0005
Siswan Manto Badjo, SKM, M.Si

Akademi Analis Kesehatan


Putra Jaya Batam
2016

Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah karena dengan rahmat-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul 13 Faktor Pembekuan Darah. Makalah ini
dibuat untuk melengkapi tugas yang diberikan oleh salah satu dosen di Akademi Analis
Kesehatan Putra Jaya Batam, yaitu Bapak Siswan Manto Badjo, M.Si.
Dalam penulisan makalah ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihakpihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang
telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
ini.
Makalah ini dibuat sebagai salah satu cara belajar mahasiswa agar mahasiswa dapat
mengetahui dan memahami faktor-faktor pembekuan darah dan fungsi dari masing-masing
pembekuan darah tersebut.
Tidak lupa juga, saya mengucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan
dalam penulisan makalah ini. Demikian saya ucapkan terima kasih.

Batam, April 2016

Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar.................................................................................................................................ii
Daftar Isi.........................................................................................................................................iii
Bab 1 Pendahuluan..........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................2
1.3 Tujuan....................................................................................................................................2
Bab 2 Pembahasan...........................................................................................................................3
2.1 Pengertian Faktor Pembekuan Darah....................................................................................3
2.2 Faktor Pembekuan Darah......................................................................................................3
2.2.1 Faktor I Fibrinogen......................................................................................................4
2.2.2 Faktor II Protrombin....................................................................................................4
2.2.3 Faktor III Tromboplastin jaringan, tissue factor..........................................................4
2.2.4 Faktor IV Ion Kalsium.................................................................................................4
2.2.5 Faktor V Proaccelerin, faktor labil...............................................................................5
2.2.6 Faktor VI.........................................................................................................................5
2.2.7 Faktor VII - Serum Prothrombin Conversion Accelerator (SPCA), faktor stabil...........5
2.2.8 Faktor VIII Antihemophilic Factor (AHF)..................................................................5
2.2.9 Faktor IX Faktor Christmas, Plasma Thromboplastin Component (PTC)..................5
2.2.10 Faktor X Faktor Stuart-Power..................................................................................5
2.2.11 Faktor XI Plasma Thromboplastin Antecedent (PTA)...............................................6
2.2.12 Faktor XII Faktor Hagemen.......................................................................................6
2.2.13 Faktor XIII Fibrin-stabilizing Factor (FSF)...............................................................6

Bab 3 Penutup..................................................................................................................................7
Kesimpulan..................................................................................................................................7
Daftar Pustaka..................................................................................................................................8

Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan seharihari, selalu saja ada kemungkinan rusak kesinambungan
dinding pembuluh darah. Kecelakaan seperti luka tertusuk benda runcing, tersayat pisau dan
sebagainya, dengan jelas memperlihatkan keluarnya darah sehingga selalu ada reaksi untuk
menghentikannya. Apabila tidak diatasi, ada kemungkinan akan menyebabkan kehilangan
darah dan terjadinya infeksi. Tetapi untuk luka yang kecil yang terkadang bahkan tidak kita
sadari, jarang sekali dilakukan upaya untuk menegndalikan luka itu. Misalnya pada kasus
luka kecil di saluran cerna akibat memakan sesuatu yang keras dan runcing, misalnya
tertelan duri ikan. Bisa saja hal ini akan menimbulkan infeksi bila tidak ada kesadaran dari
individu itu sendiri untuk mengatasinya.
Mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan dinamakan hemostasis. Terdapat
beberapa fase penting pada mekanisme ini, diantaranya fase pembentukan sumbatan oleh
platelet (keping darah) dan fase proses pembekuan darah. Proses pembekuan darah atau
koagulasi adalah proses yang kompleks yang mana darah membentuk gumpalan (bekuan
darah) guna menutup dan memulihkan luka serta menghentikan pendarahan.
Proses pembekuan darah tidak akan terjadi tanpa adanya aktor yang berperan.
Koagulasi melibatkan trombosit dan komponen faktor koagulasi atau faktor pembekuan
darah. Faktor pembekuan darah adalah protein, sebagian besar diproduksi oleh organ hati.
Terdapat banyak faktor koagulasi, 13 diantaranya diberi nama dengan huruf romawi. Saat ini
banyak protein-protein baru yang ditemukan namun tidak diberikan penamaan dengan angka
romawi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan apa yang telah dipaparkan di atas, maka kami sebagai penulis dapat
merumuskan beberapa permasalahan yakni sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari faktor pembekuan darah?
2. Apa saja faktor pembekuan darah?
3. Apa fungsi dan penjelasan mengenai masing-masing faktor pembekuan darah
tersebut?

1.3 Tujuan
Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penyusunan makalah ini
yaitu:
1. Mengetahui pengertian dari faktor pembekuan darah.
2. Mengetahui beberapa macam faktor pembekuan darah.
3. Mengetahui fungsi dan penjelasan mengenai faktor-faktor pembekuan darah.

Bab 2
Pembahasan

2.1 Pengertian Faktor Pembekuan Darah


Faktor-faktor pembekuan darah adalah glikoprotein, yang kebanyakan diproduksi dihepar
dan disekresi ke sirkulasi darah. Faktor koagulasi (bahasa Inggris: clotting factor) adalah
sejumlah protein yang berkaitan dengan reaksi penggumpalan darah.

2.2 Faktor Pembekuan Darah


Tabel berikut ini menunjukkan daftar faktor-faktor pembekuan darah yang dinyatakan dalam
angka romawi, serta sinonim dan beberapa sifat-sifatnya.

Fakt

Sinonim

or
I
II
III
IV
V
VI

VII

Fibrinogen
Protrombin
Tromboplastin
jaringan, tissue factor
Ion Kalsium
Proaccelerin, faktor
labil
Faktor VI (Sudah

Konsentrasi

Masa Paruh In

dalam Plasma

Vivo

340.000
70.000

(mg/dl)
200-400
10

(Jam)
100-150
50-80

44.000

40

9-10

330.000

24

48.000

0.05

330.000

0.01

12

55.000

0.3

24

Berat
Molekul

tidak digunakan lagi)


Serum Prothrombin
Conversion
Accelerator (SPCA),
faktor stabil
Antihemophilic

VIII

Factor (AHF)
Faktor Christmas,

IX
3

Plasma
Thromboplastin
X

Component (PTC)
Faktor Stuart-Power
Plasma

59.000

25-60

XI

Thromboplastin

160.000

0.5

40-80

XII

Antecedent (PTA)
Faktor Hagemen
Fibrin-stabilizing

80.000

50-70

320.000

1-2

150

XIII

Factor (FSF)

2.2.1 Faktor I Fibrinogen


Faktor I yang disebut fibrinogen adalah suatu glikoprotein yang tersusun atas 3 pasang
rantai polipeptida. Protein ini dibentuk oleh hati. Kadar fibrinogen meningkat pada
keadaan yang memerlukan hemostasis dan pada keadaan nonspesifik, misalnya inflamasi,
kehamilan, dan penyakit autoimun. Kekurangan faktor ini menyebabkan masalah
pembekuan darah afibrinogenemia atau hypofibrinogenemia.
2.2.2 Faktor II Protrombin
Faktor II atau disebut protrombin merupakan suatu glikoprotein yang erat

kaitannya

dengan faktor VII,IX,X. faktor ini dibentuk di hati dan pembentukannya memerlukan
vitamin K. Kekurangan faktor menyebabkan hypoprothrombinemia.
2.2.3 Faktor III Tromboplastin jaringan, tissue factor
Faktor III merupakan tromboplastin jaringan yang berupa lipoprotein jaringan aktivator
protombin. Sifat produk jaringan ini dalam kaitannya dengan aktivitas pembekuan belum
banyak diketahui, sehingga sulit dinyatakan sebagai faktor spesifik. Faktor pembekuan
darah III ini berasal dari beberapa sumber yang berbeda dalam tubuh, seperti otak dan
paru-paru; Tromboplastin jaringan penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik
yang mengkonversi prinsip di jalur koagulasi ekstrinsik. Disebut juga faktor jaringan.

2.2.4 Faktor IV Ion Kalsium


Faktor IV atau yang disebut Ion Kalsium merupakan sebuah faktor koagulasi yang
diperlukan dalam berbagai fase pembekuan darah. Ion kalsium ini diperlukan untuk
mengaktifkan protrombin dan pembentukan fibrin.
2.2.5 Faktor V Proaccelerin, faktor labil
Faktor V dikenal sebagai proasselerin atau faktor labil, protein ini dibentuk oleh hati dan
kadarnya menurun pada penyakit hati. Faktor ini merupakan faktor plasma yang
mempercepat perubahan protrombin menjadi trombin. Kekurangan faktor ini, sifat resesif
autosomal, mengarah pada kecenderungan berdarah yang langka yang disebut
parahemophilia, dengan berbagai derajat keparahan.
2.2.6 Faktor VI
Sebuah faktor koagulasi yang sebelumnya dianggap suatu bentuk aktif faktor V, tetapi
tidak lagi dianggap dalam skema hemostasis.
2.2.7 Faktor VII - Serum Prothrombin Conversion Accelerator (SPCA), faktor stabil
Faktor VII atau asselerator koversi protrombin serum, dibuat di hati dan faktor ini
diaktifkan oleh kontak dengan kalsium. Faktor ini merupakan faktor serum yang
mempercepat perubahan protrombin.
2.2.8 Faktor VIII Antihemophilic Factor (AHF)
Antihemophilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil dan
berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak (dalam konser dengan faktor
von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi faktor X. Defisiensi, sebuah resesif
terkait-X sifat, penyebab hemofilia A. Disebut juga antihemophilic globulin dan faktor
antihemophilic A. Faktor VIII merupakan faktor plasma yang berkaitan dengan faktor III
trombosit dan faktor chrismas (IX), mengaktifkan protrombin.
2.2.9 Faktor IX Faktor Christmas, Plasma Thromboplastin Component (PTC)
Tromboplastin Plasma komponen, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil
dan terlibat dalam jalur intrinsik dari pembekuan. Faktor ini disebut dengan faktor
chrismas, dibuat di hati memerlukan vitamin K. Disebut juga faktor Natal dan faktor
antihemophilic B.
5

2.2.10 Faktor X Faktor Stuart-Power


Stuart faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan berpartisipasi
dalam baik intrinsik dan ekstrinsik jalur koagulasi. Setelah diaktifkan, membentuk
kompleks dengan kalsium, fosfolipid, dan faktor V, yang disebut prothrombinase; hal ini
dapat membelah dan mengaktifkan prothrombin untuk trombin. Kekurangan faktor ini
dapat menyebabkan gangguan koagulasi sistemik. Faktor ini disebut juga Prower Stuartfaktor. Bentuk yang diaktifkan disebut juga thrombokinase.
2.2.11 Faktor XI Plasma Thromboplastin Antecedent (PTA)
Faktor antisenden tromboplastin plasma, dibentuk di hati tetapi tidak memerlukan vitamin
K. Faktor ini merupakan faktor koagulasi yang stabil yang terlibat dalam jalur intrinsik dari
koagulasi; sekali diaktifkan, itu mengaktifkan faktor IX. Disebut juga faktor
antihemophilic C.
2.2.12 Faktor XII Faktor Hagemen
Hageman faktor merupakan faktor koagulasi yang stabil yang diaktifkan oleh kontak
dengan kaca atau permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsik dari koagulasi
dengan mengaktifkan faktor XI. Kekurangan faktor ini menghasilkan kecenderungan
trombosis.
2.2.13 Faktor XIII Fibrin-stabilizing Factor (FSF)
Faktor XIII merupakan faktor untuk menstabilkan fibrin, diproduksi di hati maupun
megakariosit. Faktor ini menumbulkan bekuan fibrin yang lebih kuat yang tidak larut
dalam urea. Kekurangan faktor ini memberikan kecenderungan seseorang hemorrhagic.
Disebut juga fibrinase dan protransglutaminase. Bentuk yang diaktifkan juga disebut
transglutaminase.

Bab 3
Penutup
Kesimpulan
Faktor-faktor pembekuan darah adalah glikoprotein, yang kebanyakan diproduksi dihepar
dan disekresi ke sirkulasi darah. Faktor koagulasi (bahasa Inggris: clotting factor) adalah
sejumlah protein yang berkaitan dengan reaksi penggumpalan darah.
Faktor pembekuan darah terdiri dari 13 faktor, yaitu faktor I (fibrinogen), faktor II
(protrombin), faktor III (tromboplastin jaringan, tissue factor), faktor IV (ion kalsium), faktor V
(proaccelerin, faktor labil), faktor VI (sudah tidak digunakan lagi), faktor VII (Serum
Prothrombin Conversion Accelerator (SPCA), faktor stabil), faktor VIII (Antihemophilic Factor
(AHF)), faktor IX (Faktor Christmas, Plasma Thromboplastin Component (PTC)), faktor X
(Faktor Stuart-Power), faktor XI (Plasma Thromboplastin Antecedent (PTA)), faktor XII (Faktor
Hagemen), dan faktor XIII (Fibrin-stabilizing Factor (FSF)). Faktor-faktor pembekuan darah
tersebut memiliki fungs masing-masing.

Daftar Pustaka

http://library.usu.ac.id/download/fk/patologi-suliarni.pdf
http://emaliasriwahyuni.blogspot.co.id/2012/10/makalah-pembekuan-daran.html
http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=4565
http://chomankdesryandriyanto.blogspot.co.id/2011/06/mekanisme-pembekuan-darah.html
http://senyumperawat.blogspot.co.id/2010/04/faktor-faktor-pembekuan-darah.html