Anda di halaman 1dari 13

TUGAS

MANAJEMEN AGRIBISNIS

TEORI SISTEM DAN MANAJEMEN


AGRBISNIS
OLEH:
ANDI PUTRIANISA NURFADILAH
P1000215007

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

1. TEORI SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa Yunani (sustma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponenatau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering
dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana
suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang
berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum
misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen
kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk
suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang
berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam
forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan
pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam
pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang
memiliki hubungan di antara mereka.
2. DEFINISI TEORI SISTEM UMUM
Teori Sistem adalah transdisciplinary studi tentangsistem secara umum,
dengan tujuan mengelusidasi prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk semua
jenis sistem di semua bidang penelitian. Istilah ini belum memiliki yang didirikan,
tepat-yang berarti baik, tetapi teori sistem cukup dapat dianggap sebagai
spesialisasi sistem berpikir dan generalisasi dari ilmu sistem.
Penemu teori sistem umum (general sistem theory) adalah seorang ahli
biologi, Van Bertalanffy, yang mulai menulis tentang general sistem theory sekitar
tahun 1920 sampai ia meninggal pada tahun 1972. Van Bertalanffy menyarankan
bahwa pemahaman terhadap bagian-bagian tidaklah cukup, artinya penting sekali
untuk memahami hubungan antara bagian-bagian tersebut. Baginya, general
sistem theory adalah suatu bidang logic mathematical field yang bertugas
memformulasikan dan mendapatkan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan
untuk sistem-sistem pada umumnya.
Anatol Rapoport menyatakan, satu kesatuan yang berfungsi sebagai satu
kesatuan karena bagian-bagian yang saling bergantung dan sebuah metode yang
bertujuan menemukan bagaimana sistem ini menyebabkan sistem yang lebih luas
yang disebut sistem teori umum. Berikut ini adalah beberapa dasar bagi teori
sistem yang dikemukakan oleh para ahli:

Teori sistem umum dilandasi oleh asumsi bahwa hukum-hukum dan konsepkonsep membentuk pondasi bidang-bidang yang beragam, seperti biologi dan
fisiologi dalam ilmu kaealaman, ekonomi dan psikologi dalam ilmu social. Jadi
konsep dasarnya adalah hal-hal terjadi berkat multi sebab dan multi akibat/efek.
3. TUJUAN DARI TEORI SISTEM UMUM
Sementara di masa lalu, ilmu pengetahuan mencoba menjelaskan fenomena
yang diamati dengan mengurangi mereka ke unit dasar saling investigable
independen satu sama lain, konsepsi muncul dalam sains kontemporer yang peduli
dengan, 'keutuhan' apa yang agak samar-samar disebut masalah yaitu organisasi,
fenomena tidak diatasi dalam acara lokal, interaksi dinamis termanifestasi dalam
perbedaan perilaku bagian ketika terisolasi atau dalam konfigurasi yang lebih
tinggi, dll, di singkat, 'sistem' berbagai tatanan tidak dimengerti oleh penyelidikan
masing-masing bagian dalam isolasi.. Konsepsi dan masalah alam ini telah
muncul dalam semua cabang ilmu, terlepas dari apakah hal-hal yang mati,
organisme hidup, atau fenomena sosial adalah objek studi.
Tidak hanya aspek umum dan sudut pandang yang sama dalam ilmu yang
berbeda; sering kita menemukan hukum-hukum formal yang identik atau
isomorfik dalam berbagai bidang. Dalam banyak kasus, hukum isomorfik terus
untuk kelas-kelas tertentu atau subclass dari 'sistem', terlepas dari sifat dari entitas
yang terlibat.. Tampaknya ada sistem hukum umum yang berlaku untuk setiap
sistem jenis tertentu, terlepas apakah sifat-sifat khusus dari sistem dan unsur-unsur
yang terlibat.
Teori Sistem umum, oleh karena itu, adalah ilmu umum 'keutuhan'.
a) Ada kecenderungan umum menuju integrasi di berbagai ilmu, alam dan sosial.
b) Integrasi tersebut tampaknya berpusat pada teori umum sistem.
c) Teori tersebut dapat menjadi sarana yang penting dengan tujuan teori yang
tepat di bidang ilmu non-fisik.
d) Mengembangkan prinsip pemersatu menjalankan 'vertikal' melalui semesta
ilmu individu, teori ini membawa kita lebih dekat kepada tujuan dari kesatuan
ilmu pengetahuan.
e) Hal ini dapat mengakibatkan integrasi yang sangat dibutuhkan dalam
pendidikan ilmiah.
lnti-inti Teori Sistem Umum (General System Theory) secara sederhana
dapat kita hubungkan dengan suatu organisasi. Pendekatan demikian terhadap
organisasiorganisasi dan analis organisasi-organisasi sangat bermanfaat. Dalam
proses dikonseptualisasi tujuan-tujuan, struktur tugas-tugas, mekanisme-batasbatas, subsistem-subsistem, input-input, dan transformasi mereka hingga menjadi
output kesemuanya akan mendapatkan arti penting. Dengan demikian para
pimpinan di dalam organisasi sebagai suatu sistem dapat lebih terfokus

pada tugas dan tanggung jawab yang diserahkan pada mereka sehingga
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dapat dicapai dengan baik.
4. KLASIFIKASI SISTEM
a. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)
Sistem abstrak adalah "sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide
yang tidak tampak secara fisik". (Contoh : Sistem Teologia). Sistem fisik
adalah "sistem yang ada secara fisik". (Contoh : Sistem Komputer).
b. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia(Human
Made System)
Sistem alamiah adalah "sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak
dibuat manusia". (Contoh : Sistem Perputaran Bumi).Sistem buatan
manusia adalah "sistem yang dirancang oleh manusia dan melibatkan
interaksi antara manusia dengan mesin".(Contoh : Sistem Informasi)
c. Sistem
Tertentu (Deterministic
System) dan
Sistem
Tak
Tentu (Probabilistic System)
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat
diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan
pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan (Contoh : Sistem Komputer
melalui program). Sistem tak tentu adalah "sistem yang kondisi masa
depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas".
d. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)
Sistem tertutup adalah "sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan lingkungan luarnya". Sistem ini bekerja secara
otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya
(kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup), yang ada
hanyalah relatively closed system.
Sistem terbuka adalah "sistem yang berhubungan dan terpengaruh
dengan lingkungan luarnya". Sistem ini menerima masukan dan
menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang
lainnya, sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang baik.
5. KARAKTERISTIK SISTEM
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu
mempunyai :
a.
Komponen (components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat terdiri dari beberapa
subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi
khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b.
Batas sistem (boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu

sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan


ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c.
Lingkungan luar sistem (environments)
Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan.
Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, sebaliknya
lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak ingin
terganggu kelangsungan hidup sistem.
d.
Penghubung (interface)
Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan
sumbar-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk
subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai penghubung untuk
mengintegrasikan subsistem-subsistem menjadi satu kesatuan.
e.
Masukan (input)
Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa
masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat
beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk
mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah
maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan data
adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f.
Keluaran (output)
Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran
yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk
subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan
adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan,
sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
g.
Pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan
berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan
keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.

h.

Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)


Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau
suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada

gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang


dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem
dikatakan bersila bila mengenai sasaran atau tujuannya.
6.
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah
landasan konseptual. Terdapat banyak pendekatan untuk analisis sistem dan pada
dasarnya semunya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memahami sistem yang
rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara. Hasil modifikasi
dapat berupa subsistem baru, komponen baruatau serangkaian transformasi baru
dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam
sistem agar lebih efisien, untuk mengubah sasaran sistem, untuk mengganti
output, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain atau
untuk melakukan beberapa perbaikan serupa.
Tahapan dalam menganalisis sistem :
1.
Definisikan masalahnya.
Bagian sistem yang mana yang tidak memuaskan ?. Apakah input telah
mengalami perubahan bentuk, harga atau ketersediannya ?. Apakah output
kurang memuaskan ?. Apa tujuan usaha analisis sistem ?.
2.
Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
Karena sistem mempunyai hirarki (terdapat subsistem di dalam sistem yang
lebih besar) dan saling berhubungan dengan lingkungannya, maka akan sulit
untuk dapat merumuskan secara tepat apa saja komponen sistem yang
sedang dipelajari. Tindakan ini selanjutnya dapat diperinci lebih lanjut
dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mendapatkan
pemahaman tentang sistem.
a. Apa yang menjadi variabel-variabel (komponen sistem) ?
b. Bagaimana tiap variabel tersebut saling berhubungan dan juga dengan
lingkungan?
c. Apa yang menjadi batasan sistem, yaitu dimana sistem akan berakhir
serta apa rumusan pengembangannya ?
3.
Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan
memperhatikan modifikasi sistem tersebut ?. Pilihan apa saja yang tersedia
untuk memperbaiki sistem, berapa biayanya serta apakah hal tersebut dapat
diterapkan ?
4.
Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya.
5.
Terapkan alternatif tersebut.
6.
Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari
perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem
PENTINGNYA MANAJEMEN PADA AGRBISNIS

Pengertian agribisnis, keberhasilan agribisnis untuk mencapai tujuannya


sangat ditentukan oleh faktor manajemen. Fungsi-fungsi manajemen seperti
perencanaan (planning) pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing),
dan pengendalian (contolling) terdapat dalam kegiatan di tiap subsistem dan
merupakan penghubung antara seorang manajer agribisnis dengan pemilik sebagai
satu kesatuan merupakan tujuan lain dalam kurikulum agribisnis.
Manajemen Agribisnis Sebagai Ilmu, Manajemen agribisnis merupakan
bagian (subdisiplin, special case) dari ilmu ekonomi pertanian. Kegiatan
agribisnis di Indonesia ada sejak sebelum adanya pembangunan jangka panjang
(PJP) 1. Akan tetapi, pada waktu itu kegiatan utamanya adalah agribisnis
usahatani, yang lebih dikenal dengan istilah pertanian.
Pembangunan sistem agribisnis tersebut perlu ditempatkan bukan saja
sebagai pendekatan baru pembangunan, tetapi lebih dari itu, pembangunan sistem
agribisnis perlu dijadikan penggerak utama (grand strategy) pembangunan
Indonesia secara keseluruhan (agribusiness led development).
Manajemen Dalam Agribisnis, Manajemen agribisnis pada prinsipnya
adalah penerapan manajemen dalam sistem agribisnis. Oleh karena itu, seseorang
yang hendak terjun di bidang agribisnis harus memahami konsep-konsep
manajemen dalam agribisnis, yang meliputi pengertian manajemen, fungsi-fungsi
manajemen, tingkatan manajemen, prinsip-prinsip manajemen, dan bidang-bidang
manajemen.
Pentingnya Manajemen Dan Manajer, Dalam suatu organisasi diperlukan
manajer yang memiliki kemampuan yang baik. Kemampuan tersebut tidak saja
kemampuan dalam menguasai keahlian dari pekerjaan, tetapi juga diperlukan
keahlian dalam mengelola orang-orang yang ikut di dalamnya.
Pengertian dan fungsi-fungsi manajemen, Manajemen adalah suatu ilmu dan
seni. Manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan gejala-gejala.
Fungsi-fungsi manajemen :
1. Perencanaan (planning)
2. Pengorganisasian (organizer)
3. Pengarahan (directing)

4. Pengkoordinasian (coordinating), dan


5. Pengawasan (controlling)

Tiga aspek penting dalam beragribisnis yaitu produksi, pemasaran dan


keuangan. Ketiganya saling menunjang dan saling tergantung.
a. Manajemen Produksi
Merupakan proses kegiatan manajemen yang terapkan dalam bidang produksi.
Manajemen produksi ini mencakup, perencanaan sistem produksi dan
pengendalian produksi. Termasuk juga, pengambilan keputusan dalam bidaang
persiapan produksi, proses produksi. Manajemen yang tepat diperlukan dalam
bidang ini agar perumusan tidak hanya sekedar mampu berproduksi, tetapi lebih
dari itu yaitu perusahaan agar mampu berproduksi secara efesien.
b. Manajemen Pemasaran
Tanpa adanya kegaiatan pemasaran, produk dari suatu perusahaan tidak akan
dapat memasuki pasar dengan lancar. Dengan kata lain, produk akan menumpuk
harga jatuh, dan pada akhirnya perusahaanlah yang akan menanggung segala
akibatnya.
c. Manajemen Keuangan/Permodalan
Dalam suatu perusahaan masalah keuangan tidak kalah pentingnya dengan aspek
produksi dan pemasaran. Kesalahan penanganan keuangan akan membuat langkah
produksi dan pemasaran akan menjadi pincang atau bahkan tidak dapat berjalan
sama sekali. Salah satu yang tercakup dalam masalah keuangan adalah modal.
1. Definisi dan Unsur-unsur Manajemen Agribisnis
Downey dan Erickson, mendefinisikan manajemen sebagai seni untuk
mencapai hasil yang diinginkan secara gemilang dengan sumberdaya yang
tersedia bagi organisasi. Sementara itu, ahli lainnya mengartikan manajemen
sebagai pencapaian tujuan yang diterapkan terlebih dahulu dengan menggunakan
kegiatan orang lain. Manajemen merupakan seni dan ilmu. Sebagai seni,
manajemen berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata dengan mendatangkan
hasil atau manfaat. Sedangkan sebagi ilmu, manajemen berfungsi untuk
menerangkan penomena-penomena, kejadian-kejadian dan keadaan yang memberi
penjelasan.
Berdasarkan pengertian manajemen di atas maka untuk memahami
manajemen perlu diketahui beberapa kata kunci sebagai berikut :

1.

Manusia yang melaksanakan manajemen. Kemampuan manusia untuk


mencapai hasil melalui orang lain sangat penting manajemen yang baik.
2. Seni. Oleh karena manajemen sangat terkait dengan manusia, setiap orang
dapat menggunakan prinsip-prinsip manajemen untuk memelihara
pertumbuhan dan kemajuan yang bersinambungan menuju potensi
pengelolaan.
3. Secara gemilang (berhasil). Manajemen yang baik harus berhasil
memenuhi sasaran atau hasil yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya.
4. Sumberdata yang tersedia. Para manajer harus dapat menggunakan
sumberdaya yang tersedia untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi.
Ada empat ciri pokok kegiatan manajemen, yaitu (a) berorientasi pada
tujuan, (b) melibatkan banyak orang, (c) menggunakan teknik-teknik tertentu, dan
(d) dilaksanakan dalam suatu organisasi, baik formal maupun non formal.
2. Ciri Khas Manajemen Agribisnis
Berikut ini ciri khas manajemen agribisnis
a) Agribisnis sangat berkaitan dengan gejala alam, seperti banjir, kekeringan,
hama penyakit, yang merupakan ancaman yang tetap terhadap agribisnis.
Semua orang, dari pengusaha bank sampai pembuat bahan kimia merasa
prihatin dengan cuaca.
b) Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung kepada
agribisnis. Harga gabah misalnya, sangat dipengaruhi oleh peraturan
pemerintah.
Masing-masing dari kekhususan yang menonjol pada dunia agribisnis ini,
mengharuskan para manajer menggunakan cara yang khusus. Agribisnis bersifat
unik dan membutuhkan kemampuan dan keahlian yang unik dari manajernya.
3. Langkah-langkah dalam Proses Manajemen.
Untuk satu jenis usaha yang berhasil, ada 14 proses manajemen yang sudah
lazim dikenal yang merupakan komponen-komponen sistem manajemen yaitu :
1. Menetapkan sasaran. Menetapkan bidang atau kegiatan perusahaan yang
bersangkutan mutlak diperlukan.
2. Merencanakan strategi. Mengembangkan konsep-konsep, pemikiranpemikiran dan rencana-rencana untuk mencapai sasaran, sekaligus
menghadapi dan menetapkan persaingan.
3. Menentukan tujuan akhir. Apa hasil yang diharapkan dalam jangka pendek
secara lebih rinci sesuai dengan sasaran-sasaran jangka panjang yaang
menetukan rencana operasional dalam implementasi strategi.
4. Mengembangkan falsafah perusahaan. Mengariskan kepercayaan, nilai-nilai
dan petunjuk tak tertulis, sebagai pelengkap untuk cara yang berlaku di
perusahaan.

5. Menggariskan kebijakan. Menetapkan rencaana pelaksanaan untuk


membimbing kegiatan-kegiatan utama demi terlaksananya strategi sesuai
dengan falsafah pengusaha.
6. Merencanakan struktur organisasi. Menyusun rencana organisasi yaitu tali
kendali yang menyeragamkan arah tindakan sesuai strategi, falsafah dan
kebijakan yang telah ditetapkan.
7. Menyiapkan personalia. Pengajuan, seleksi dan pengembangan orang-orang
yang diperlukan, termasuk pengembangan bakat yang diperlukan, untuk
mengisi lowongan yang disediakan oleh bagan organisasi yang diperlukan.
8. Menetapkan tatalaksana atau prosedur. Menggariskan cara-cara untuk
melaksanakan pekerjaan yang dianggap penting.
9. Menyediakan sarana-sarana. Mengadakan pabrik, peralatan, dan berbagai
fasilitas lain yang perlu untuk melaksanakan usaha tersebut.
10. Menyediakan modal. Meyakinkan tersedianya modal yang dibutuhkan
usaha tersebut, termasuk pinjaman dari luar, jika diperlukan untuk fisik serta
modal kerja yang diperlukan.
11. Menetapkan standar-strandar. Menetapkan cara-cara penilaian hasil
pekerjaan yang membantu tercapainya tujuan jangka panjang perusahaan
yang bersangkutan.
12. Menetapkan program-program manajemen dan rencana operasional.
Mengembangkan program-program dan rencana yang mengatur kegiatan
serta penggunaan sumberdaya untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut,
berdasarkan strategi, kebijakan, tatacara serta standar yang telah digariskan.
13. Memperoleh informasi untuk pengawasan. Menyediakan fakta untuk
membatu yang berkepentingan mungkin strategi, kebijakan, tatalaksana dan
progam yang yang telah ditetapkan.
14. Menggerakkan orang-orang. Memerintah dan memotifasi orang-orang
disegala tingkat jabatan yang ada, sesuai dengan falsafah, kebijakan,
tatalaksana dan standar untuk tugas masing-masing sesuai dengan rencana
perubahan yang bersangkutan.
4. Fungsi-fungsi Manajemen
Manajemen sebagai suatu sistem, menjalankan berbagai maacam fungsi.
Ada lima fungsi manajemen dan dua fungsi lain yang dapat ditambahkan. Fungsifungsi manajemen tersebut, harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh,
sehingga sering dilukiskan sebagai roda. Kelima fungsi manajemen tersebut
adalah jari-jari yang menghubungkan manajer dengan tujuan dan hasil yang ingin
dicapai. Fungsi-fungsi manajemen yang dumaksud akan diuraikan di bawah ini:
1. Fungsi Perencanaan
Di dalam tubuh manajemen, perencanaan merupakan otot dan urat, yaitu
dari pengelola yang menimbulkan gerakan ke arah yang diinginkan. Secara

perencanaan dapat didefinisikan sebagai pemikiran yang mengarah ke masa


depan menyangkut rangkaian tindakan berdasarkan pemahaman penuh
terhadap semua faktor yang terlibat dan diarahkan kepada sasaran khusus.
Definisi tersebut mengandung unsur-unsur (a) terlihat sebagai pemikiran ke
masa depan, yang berarti bahwa hanya melihat ke depan, (b) menyangkut
rangkaiaan tindakan, yang berarti mengembangkan alternatif atau metode
untuk maju terus, (c) berdasarkan pemahaman penuh terhadap semua faktor
yang terlihat, dan (d) diarahkan pada sasaran khusus, unsur yang paling
sering diabaikan. Atau dengan kata lain berjalan menuju sasaran yang ingin
dicapai oleh tindakan yang di dasarkan pada pemikiran yang yang mengerah
ke depan. Proses perencanaan, dimulai dari penetapan sasaran. Sasaran
adalah pernyataan yang dikembangkan oleh pimpinan puncak, dewan
direksi dan eksekutif kepala guna menentukan apay yang mereka yakni
sebagai misi organisasi. Dengan demikian sasaran merupakan target yang
akan dicapai oleh tujuan (goal). Sasaran yang baik, khusus (a) menyatakan
pedoman yang harus ditempuh agribisnis, (b) memberi pedoman menganai
tujuan dan hasil bagi setiap unit atau orang, (c) memberikan penilaian atas
hasil yang disumbangkan oleh setiap unit atau orang, (d) menyokong
keberhasilan pelaksanaan kerja seluruh organisasi, dan (e) menetapkan
falsafah dan citra yang diinginkan organisasi. Sasaran harus bercakupan
yang luas, berjangka panjang luwes dan tidak dapat berorientasi pada waktu.
Ada enam langkah dalam proses perencanaan, yaitu
1. mengumpulkan fakta dan informasi yang berkaiatan dengan situasi
2. menganalisis situasi dan maslah yang terlibat,
3. memperkirakan perkembangan di masa yang akan datang,
4. menetapkan tujuan, sebagai patokan untuk sasaran yang dicapai,
5. mengembangkan alternatif untuk arah tindakan dan memilih alternatif
yang paling sesuai,
6. mengembangkan wahana untuk mengevaluasi kemajuan, dan
mencocokkan kembali pandangan seseorang serentak dengan
berlangsungnya perencanaan.
Sesungguhnya fungsi perencanaan bukan hanya seperti yang disebutkan di
atas, tetapi fungsi perencanaan juga sudah termasuk dalam penetapan budget.
Fungsi perencanaan termasuk budgeting, merupakan fungsi manajemen dalam
menetapkan tujuan yang ingin dicapai suatu organisasi agribisnis, menetapkan
peraturan-peraturan dan pedoman pelaksanaan yang harus dituruti, menetapkan
ikhtiar biaya yang diperlukan dan pemasukan yang diharapkan akan diperoleh dan
rangkaian tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang.

2. Fungsi Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan kerangka kerja tempat manajemen dibangun. Semua
bisnis, umumnya memiliki struktur organisasi dalam pelaksanaannya. Setelah ada
rencana, diadakan pengaturan dan penentuan tentang tugas atau pekerjaan,
termasuk tentang penentuan orang yang akan diperkerjakan, alat-alat yang akan
digunakan, dan modal kerja serta fasilitas-fasilitasnya. Sebagai fungsi
pengorganisasian, diadakan pembagian tugas, baik macam maupun sifat tugasnya,
sehingga dapat diupayakan petugas-petugas yang cakap. Secara lebih rinci dapat
dikatakan bahwa pengorganisasian meliptui usaha untuk (a) menetapkan struktur,
(b) menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan, (c) memilih, menempatkan dan
melatih keryawan, (d) merumuskan garis kegiatan, dan (e) membentuk sejumlah
hubungan di dalam organisasi dan kemudian menunjuk stafnya.
3. Fungsi Pengarahan
Fungsi pengarahan dapat diartikan sebagai tugas untuk membuat organisasi tetap
hidup dan untuk menciptakan kondisi yang menumbuhkan minat kerja, kekuatan
bertindak, pemikiran yang imajinatif dan kelompok kerja yang berkelanjutan.
Pengarahan ditujukan untuk menentukan kewajiban dan tanggung jawab,
menentukan hasil yang harus dicapai, mendeleasikan wewenang yang diperlukan,
menciptakan hasrat untuk berhasil, dan mengawasi agar pekerjaan benar-benar
dilaksanakan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Koordinasi
Koordinasi merupakan daya upaya untuk menyelaraskan dan menyatukan
tindakan-tindakan sekelompok manusia. Koordinasi merupakan otak dalam
batang dari keahlian manusia. Jika seorang manajer menemukan kesulitan yang
berkelanjutan dalam koordinasi maka ia harus mencurigai kelemahan program
perencanaan. Pengorganisasian dan pengarahan.
5. Fungsi Pengendalian
Pengendalian mengurangi informasi yang memonitor rencana dan proses
untuk peyakinkan bahwa selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya,
dan memberi peringatan bila perlu tindakan pemulihan dapat dilakukan. Di dalam
batang tubuh pengetahuan manajerial, pengendalian merupakan sistem syaraf
yang melaporkan fungsi dan bagian-bagian tubuh kepada keseluruhan sistem.
Pengendalian memerlukan informasi dan pengetahuan yang berarti untuk
melaksanakan fungsi-fungsi kegiatan di atas, memerlukan sumberdaya atau sarana
pendukung. Sarana tersebut terdiri atas kerja manusia (men), uang (money), cara
untuk mencapai tujuan (methods), bahan (material), alat (machine) dan pasar
(market) sebagai tempat untuk menjual hasil produksi. Tanpa adanya saranasarana tersebut, manajemen tidak akan dapat mencapai tujuan atau fungsinya.
Kebutuhan dari sarana ini, sangat bergantung pada jenis usahanya.