Anda di halaman 1dari 2

1.

TUJUAN

Mengatur proses pembelian barang dan jasa berjalan efektif dan


dipastikan mendapatkan barang dan jasa sesuai persyaratan pengguna
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini menjelaskan tata cara pembelian barang dan jasa yang digunakan dalam kegiatan
proses produksi mulai dari permintaan hingga barang dan jasa diterima.
3. REFERENSI
Manual Mutu
Standar ISO 9001 : 2008 Klausul 7.4
4. DEFINISI
Rekanan terseleksi adalah daftar rekanan yang telah dievaluasi dan memenuhi kriteria
perusahaan sebagai suplier.
Stok aman adalah stok minimal yang harus dimiliki yang tersimpan di Gudang.
5. PENANGGUNGJAWAB
Kepala Bagian Pembelian bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pembelian bahan
baku maupun pendukung diseluruh perusahaan.
6. URAIAN PROSEDUR
6.1.
Proses Pembelian
6.1.1. Bagian Pembelian menerima Permintaan Pembelian Barang dan Jasa dari User.
6.1.2. Bagian Pembelian memeriksa daftar rekanan terseleksi yang dapat memenuhi barang sesuai
dengan permintaan pada Form Permintaan Pembelian.
6.1.2.1. Apabila daftar terseleksi untuk suplier barang sesuai dengan permintaan pembelian belum
ada, maka bagian pembelian melakukan seleksi rekanan sesuai dengan Prosedur Seleksi
Rekanan (FM-PUR-02)
6.1.2.2. Apabila daftar terseleksi untuk suplier barang dan jasa sesuai dengan permintaan pembelian
sudah ada, maka proses selanjutnya ke point 6.1.3
6.1.3. Bagian Pembelian membuat Permintaan Penawaran Barang dan Jasa sesuai dengan
Permintaan Pembelian, kemudian mengirimkan ke Suplier terseleksi melalui fax / email /
datang langsung.
6.1.4. Bagian Pembelian mamastikan bahwa Permintaan Penawaran Barang dan Jasa telah diterima
oleh rekanan, dan mengkonfirmasi batas waktu pemasukan penawaran.
6.1.5. Bagian Pembelian menerima penawaran dari para suplier dan melakukan evaluasi terhadap
penawaran selanjutnya dilakukan negosiasi mengenai harga, kualitas, dan waktu pengiriman,
pembayaran terhadap suplier yang dianggap mampu.
6.1.6. Bagian Pembelian membuat Order Pembelian (PO) (FM-PUR-01) sesuai dengan hasil
negosiasi selanjutnya diserahkan pada Direktur untuk persetujuan.

6.1.7.

Setelah mendapat persetujuan dari Direktur, Bagian Pembelian menyerahkan PO kepada


suplier.

6.2.
Penerimaan Barang.
6.2.1. Sesuai dengan PO, Bagian Pembelian memonitor kedatangan Barang dan Jasa dari suplier.
6.2.2. Penanganan terhadap penerimaan Barang dan Jasa dari suplier diatur pada Prosedur masingmasing User/Bagian.
6.2.3. Setelah menerima barang, Bagian Gudang membuat Laporan Penerimaan Barang (FM-GDG04) dan menyerahkan ke Bagian Pembelian.
6.2.4. Bagian Pembelian verifikasi antara Laporan Penerimaan Barang dan Jasa dengan PO.
6.2.4.1. Apabila sesuai, maka Laporan Penerimaan Barang dan Jasa ditandatangani dan diserahkan
pada Direktur untuk disetujui, selanjutnya ke point 6.2.5
6.2.4.2. Apabila tidak sesuai maka Bagian Pembelian melakukan konfirmasi kepada suplier untuk
pengembalian / penukaran barang.
6.2.5. Bagian Pembelian menyerahkan Laporan Penerimaan Barang dan Jasa yang sudah
ditandatangani oleh Direktur, PO, Surat Jalan kepada Bagian Keuangan untuk proses
pembayaran.
6.2.6. Proses pembayaran dilakukan sesuai dengan Prosedur Penagihan dan Pembayaran kepada
suplier (PM-KEU-01)
7. DOKUMEN TERKAIT
7.1.
Format, FM-PUR-01, Order Pembelian
7.2.
Format, FM-PUR-03, Daftar Pemasok yang Disetujui
7.3.
Format, DO-PUR-01, Kriteria Penilaian.
7.4.
Format, FM-GDG-03, Permintaan Pembelian
7.5.
Format, FM-GDG-04, Bukti Penerimaan Barang
7.6.
Format, FM-GDG-05, Kartu Stok Barang.
7.7.
Dokumen Kontrak Pembelian Barang dan Jasa.
Pembelian