Anda di halaman 1dari 18

GAMBARAN UMUM

A. Pola Penggunaan Lahan Sepanjang Koridor Sungai Tallo


Secara administratif, koridor Sungai Tallo berbataskan dengan 4 Kecamatan yaitu
Kecamtaan Tamalanrea di sebelah Utara, Kecamatan Manggala di sebelah Timur,
Kecamatan Panakkukang di sebelah Selatan dan Kecamatan Tallo di sebelah Barat.
Keempat kecamatan ini memiliki karalteristik penggunaan lahan yang berbeda-beda,
tergantung kepada fungsi kawasan yang melekat ditiap kecamatan.
a. Kecamatan Tamalanrea
Kecamatan Tamalanrea adalah kecamatan pada sisi utara yang berbatasan dengan
koridor Sungai Tallo. Berdasarkan arahan Pola Ruang dalam dokumen RTRW Kota
Makassar tahun 2010-2030, kecamatan ini merupakan kawasan budidaya
Pergudangan Terpadu, Maritim Terpadu, dan Industri Terpadu. Terdapat 6 (enam)
kelurahan dalam kecamatan ini yang berbatasan dengan Koridor Sungai Tallo yaitu:
Kelurahan Tamalanrea, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kelurahan Tamalanrea Indah,
Kelurahan Parangloe, dan Kelurahan Kapasa. Keenam kelurahan ini memiliki fungsi
lahan dominan yaitu Tambak, Bakau, dan Sawah, namun juga terdapat khusus di
Kelurahan Kapasa memiliki fungsi lahan Permukiman di pesisir Sungai Tallo.
b. Kecamatan Manggala
Kecamatan Manggala merupakan salah satu kecamatan yang satu kelurahannya
secara administratif berada dalam wilayah tepian koridor Sungai Tallo yaitu
Kelurahan Antang. Kelurahan Antang dalam arahan pola ruang RTRW Kota Makassar
tahun 2010-2030 termasuk dalam kawasan budidaya Permukiman Terpadu.
Dikarenakan lokasi kelurahan Antang yang berbatasan langsung dengan Sungai Tallo,
terdapat potensi wisata rekreasi yang di sediakan dilokasi ini yaitu wisata rekreasi air
Bugis Water Park. Dilihat dari fungsi lahan eksisting dikelurahan ini, selain lokasi
wisata rekreasi air juga terdapat fungsi lahan hutan bakau (mangrove) dan kebun
masyrakat diwilayah pesisir Sungai Tallo.
c. Kecamatan Panakkukang
Kecamatan Panakkukang merupakan kecamatan yang berbataskan dengan koridor
Sungat Tallo pada sisi Selatan. Pada kecamatan ini, secara administrasi terdapat tiga
kelurahan yang berbatasan langsung dengan Sungai Tallo yaotu: Kelurahan Pampang,
Tello Baru, dan Panaikang. Ketiga kelurahan ini memili fungsi lahan yang berbedabeda namun secara garis besar hanya terdapat dua fungsi lahan di wilayah pesisir
kelurahan yaitu: fungsi lahan hutan bakau (mangrove) dan tambak. Namun juga
terdapat fungsi lahan permukiman di wilayah tepi.
d. Kecamatan Tallo
Kecamatan Tallo merupakan kecamatan dengan fungsi kawasan budidaya
mangrove (hutan bakau). Kecamatan ini merupakan kecamatan yang berbatasan
dengan koridor Sungai Tallo pada sisi barat. Berdasarkan arahan pola ruang RTRW
Kota Makassar tahun 2010-2030, kecamatan Tallo meruapakan kawasan Buddaya
Pelabuhan Terpadu dan Kawasan Lindung Lakkang. Terdapat empat kelurahan dalam
kecamatan ini secara administratif yang berbatasan langsung dengan Sungai Tallo,
yaitu Kelurahan Tallo, Kelurahan Buloa, Kelurahan Kaluku Bodoa, dan Kelurahan
Lakkang. Fungsi alahan yang terdapat di keempat kelurahan ini dapat dikatakan
sejenis dalam kategori yaitu: Fungsi lahan, hutan bakau (mangrove), tambak, dan
permukiman.

Terdapat potensi kawasan wisata alam yang tengah dikembangkan oleh pemerintah
serta stakeholder terkait yaitu pengembangan Desa Wisata Lakkang dengan daya tarik
budidaya hutan bakaunya (mangrove). Berdasarkan potensi tersebut kawasan ini
khusus diarahakan sebagai kawasan lindung satu-satunya di Kota Makassar.
Berikut merupakan peta arahan perencanaan pola ruang wilayah Kota Makassar
dalam dokumen RTRW Kota Makassar tahun 2010-2030.

Peta Pola Ruang Kota Makassar tahun 2010-2030


Dan selanjutnya berikut merupakan arahan secara makro kawasan strategis Kota
Makassar pada tahun 2030 mengacu kepada dokumen RTRW Kota Makassar tahun 20102030. Dapat diketahui koridor Sungai Tallo merupakan kawasan strategis Sungai Tallo
Terpadu, dengan klasifikasi rencana jalur jalan yakni transportasi air dan konservasi
mangrove (hutan bakau).

Peta Rencana Kawasan Strategis Kota Makassar tahun 2010-2030

B. Tata Guna Lahan tiap Kelurahan di Sepanjang Koridor Sungai Tallo


Dalam pengembangan koridor Sungai Tallo sebagai kawasan strategis Sungai Tallo
Terpadu, dengan visi pembangunan menitik beratkan kepada dua poin penting yaitu
koridor sungai tallo sebagai jalur transportasi air dan kawasan konservasi mangrove
(hutan bakau). Arahan perencanaan ini dilakukan dengan melihat potensi yang terdapat di
sepanjang koridor sungai tallo maupun kawasan pesisir yang terdapat disekitarnya.
Terdapat setidaknya 14 kelurahan yang berbatasan langsung dengan koridor utama
Sungai Tallo, dan secara administratif berada dalam 4 kecamatan yaitu: Kecamatan Tallo,
Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala. Berikut merupakan tabel klasifikasi kelurahan
dalam delineasi batas administrasi yang berada dalam wilayah pesisir koridor Sungai
Tallo.
Tabel pembagian batas delineasi administrasi di wilayah pesisir koridor Sungai Tallo

No

Kecamatan

Tamalanrea

Manggala

Panakkukang

Tallo

Kelurahan
Tamalanrea
Tamalanrea Jaya
Tamalanrea Indah
Kapasa
Antang
Pampang
Tello Baru
Panaikang
Tallo
Buloa
Kaluku Bodoa
Lakkang

Sumber: Data Pribadi


Berikut merupakan peta fungsi lahan tiap kelurahan yang terdapat dalam wilayah
pesisir koridor Sungat Tallo. Pemetaan tiap kelurahan ini dilakukan agar dapat dengan
mudah diklasifikasikan potensi eksisting kawasan pesisir Sungai Tallo dan
menggambarkan kondisi fungsi lahan yang terdapat didalamnya.