Anda di halaman 1dari 33

AEROSOL

Definisi
Aerosol adalah bentuk sediaan yang mengan
dung satu atau lebih zat aktif dalam wadah ke
mas tekan, berisi propelan yang dapat mema
ncarkan isinya berupa kabut hingga habis, da
pat digunakan untuk obat dalam atau obat lu
ar dengan menggunakan propelan yang coco
k.
Propelan adalah bagian bahan dari aerosol y
ang berfungsi mendorong sediaan keluar dari
wadah lewat saluran, katup sampai habis. Sel
ain itu juga dapat berfungsi sebagai solvent at
au cosolvent.

Komponen Aerosol
1.Wadah
Berbagai bahan yang telah digunakan dalam pem
buatan wadah aerosol, termasuk (1) gelas, dilapisi
atau tidak dilapisi plastik; (2) logam, termasuk kal
eng yang disepuh dengan baja, aluminium dan ba
ja tidak berkarat (stainless steel); dan (3) plastik. P
emilihan wadah untuk produk aerosol berdasarka
n pada kemampuan penyesuaiannya terhadap ca
ra pembuatan, ketercampurannya dengan kompo
nen formula, kemampuannya untuk menahan tek
anan yang diharapkan produk, kepentingannya d
alam model dan daya tarik estetik pada bagian pe
mbuatan pembiayaan.

2Propelan
Propelan berfungsi memberikan tekanan yang dibutu
hkan untuk mengeluarkan bahan dari wadah dan dal
am kombinasi dengan komponen lain mengubah bah
an ke bentuk fisik yang diinginkan. Sebagai propelan
digunakan gas yang dicairkan atau gas yang dimampa
tkan misalnya hidrokarbon, khususnya turunan fluoro
klorometana, etana, butana dan pentana (gas yang di
cairkan), CO2, N2, dan Nitrosa (gas yang dimampatka
n).Sistem propelan yang baik harus mempunyai tekan
an uap yang tepat sesuai dengan komponen aerosol l
ainnya.

Ada 7 aturan tatanama Propelen :


Digit yang paling kanan menunjukkan jumlah atom F dari se
nyawa tersebut
Digit yang kedua dari kanan menunjukkan jumlah atom H da
ri senyawa tersebut
Digit ketiga dari satu kurangnya dari jumlah atom C dari sen
yawa tersebut.
Jumlah atom Cl dalam senyawa tersebut menunjukkan jumla
h tangan atom C atu jumlah atom F dan H dari senyawa tsb.
Jika berupa senyawa isomer makin tidak asimetris antara kiri
dan kanan di tambahkan A,B,C, dst dibelakang angka tadi, co
ntoh : 114
Untuk senyawa siklik tambahkan C di depan angka
Jika ada ikatan rangkap jumlah ikatan rangkap dinyatakan se
bagai

3.Konsentrat mengandung zat aktif


Konsentrat zat aktif menggunakan pelarut pembantu
untuk memperbaiki kelarutan zat aktif/zat berkhasiat
atau formulasi dalam propelan, misalnya etanol, prop
ilenglikol, PEG
4.Katup
Fungsi katup terpasang adalah untuk memungkinkan
penglepasan isi wadah dari tabung dalam bentuk yan
g diinginkan dengan kecepatan yang diinginkan dan d
engan adanya katup yang berukuran, dalam jumlah/d
osis yang tepat.

Jenis Aerosol
1.Sistem dua fase : sistem aerosol yang paling seder
hana, terdiri dari fase cair yang mengandung pro
pelan cair dan cairan pekat produk, serta fase gas
. Sistem ini digunakan untuk formulasi aerosol pe
nggunaan inhalasi atau penggunaan intranasal.
2.Sistem tiga fase : sistem yang terdiri dari lapisan a
ir-cairan propelan yang tidak bercampur, lapisan
pekat produk yang sangat berair, serta gas.

3.Sistem gas bertekanan. (psia, pound per inci pers


egi)
Digunakan untuk produk padat, spray kering atau
foam. Produk ini menggunakan gas inert seperti
nitrogen, karbon dioksida, atau nitrogen oksida s
ebagai propelan

Aerosol (MDI)
3 tipe bentuk sediaan untuk saluran pernaf
asan, yaitu : metered-dose Inhaler (MDIs),
dry-powder Inhaler dan nebulizers.
MDIs adalah sistem yang paling umum dig
unakan selama lebih dari 50 tahun.
Volume produk biasanya 25-100 m, yang d
ikemas dalam wadah kaleng kecil (canister)
.

Keuntungan
Onset yang cepat dalam memberikan aksinya
Tidak melalui mekanisme first-past effect
Menghindari terjadinya degradasi pada saluran ga
strointestinal
Dosis yang rendah yang meminimalkan reaksi sa
mpingan/lanjutan
Rute alternatif jikalau bahan aktif ber- interaksi s
ecara kimia atau fisika dengan obat lain yang dibe
rikan bersamaan.

Mudah dibawa (baik untuk penanganan pada saat


kondisi pernafasan akut misalnya pada pasien ats
hma)
Lebih murah
Tersegel baik dan meminimalkan oksidasi terhada
p bahan terapeutik dan kontaminasi mikroba.
Efektif untuk penanganan gangguan pernafasan.

Kerugian :
MDI biasanya mengandung bahan obat ter
dispersi dan masalah yang sering timbul be
rkaitan dengan stabilitas fisiknya.
Seringnya obat menjadi kurang efektif.
Efikasi klinik biasanya tergantung pada kem
ampuan pasien menggunakan MDI dengan
baik dan benar.

Pembuatan MDI
Proses pengisian dengan tekanan ( Panas )
Hilangkan udara dalam wadah dengan cara pengh
ampaan atau dengan menambah sedikit propelan,
isikan konsentrat ke dalam wadah, tutup kedap w
adah. Isikan propelan melalui lubang katup denga
n cara penekanan, atau propelan di biarkan meng
alir dibawah tutup katup, kemudian katup di tutu
p ( pengisian dilakukan di bawah tutup ).
Pengendalian proses pembuatan biasanya meliput
i pemantauan formulasi yang sesuai dan bobot pe
ngisi propelan serta uji tekanan dan uji kebocoran
pada produk akhir aerosol.

Pembuatan MDI
Proses pengisian dengan pendinginan
Konsentrat ( umumnya di dinginkan sampai suhu
dibawah 0 C ) dan propelan dingin yang telah di
ukur, dimasukan dalam wadah terbuka ( biasany
a wadah telah didinginkan ). Katup penyemprot k
emudian di pasang pada wadah hingga membent
uk tutup kedap tekanan.
Selama interval antara penambahan propelan da
n pemasangan katup terjadi penguapan propelan
yang cukup untuk mengeluarkan udara dari wada
h.

Gambar : Aerosol (MDI)

Gambar : Cara Penggunaan Aerosol (MD


I)

Contoh Formula :
Aerosol Inhalasi

Contoh Formula :
Aerosol Foam (Kosmetik / Personal) car
e)

Dry Powder Inhalers (DPI)


Bentuk sediaan untuk saluran pernafasa
n dimana serbuk yang mengandung bah
an terapeutik di hisap/hirup kedalam sal
uran pernafasan. Aliran serbuk aktif saat
dihirup oleh pasien dan penggunaan pro
pelan tidak dibutuhkan.

Gambar : DPI

NEBULIZER

Nebulisasi meliputi penggunaan energi (ga


s atau ultrasonik sistem) pada larutan baha
n terapeutik dan menghasilkan tetesan-tete
san larutan , yang kemudian akan dihirup o
leh pasien melalui masker.
Nebulizer umumnya digunakan untuk pena
nganan kondisi akut atau pasien kesulitan
untuk menggunakan bentuk sediaan salura
n pernafasan lainnya.

Penggunaan Aerosol
Topikal pada kulit
Meliputi preparat yang digunakan sebagai antisep
tic, antimikotik, antipruriginosis, antialergik luka b
akar dan anastesi lokal.
Lokal hidung ( Aerosol intranasal)
Aerosol inhalasi memiliki kerja lokal pada selaput
mukosa saluran pernafasan. Ukuran partikel berk
isar antara 10 50 m. Ukuran partikel Aaerosol i
nhalasi lebih kecil dari 10 m.

Lokal Mulut (Aerosol lingual)


Lokal Paru-paru (Aerosol inhalasi)
Dengan 3 tipe bentuk sediaan untuk saluran perna
fasan, yaitu : metered-dose Inhaler (MDIs), dry-po
wder Inhaler dan nebulizers. MDIs adalah system
yang paling umum digunakan selama lebih dari 5
0 tahun. Volume produk biasanya 25-100 m, yan
g dikemas dalam wadah kaleng kecil (canister).

Pemeriksaan
1. Derajat semprotan
Derajat semprot adalah angka yang menunjukkan jumlah bobot isi aerosol
yang disemprotkan dalam satu satuan waktu tertentu dinyatakan dalam gr
am tiap detik.
Caranya:
Pilih tidak kurang dari 4 wadah
Tekan actuator masing-masing wadah selama 2 sampai 3 detik
Timbang sesama masing-masing wadah, celupkan ke dalam penangas
air pada suhu 250 C sampai tekanan tetap
Keluarkan wadah dari penangas air dan keringkan
Tekan actuator masing-masing wadah selama 5,0 detik, lalu timbang m
asing-masing wadah
Masukkan kembali ke dalam penangas air bersuhu tetap dan ulangi pe
rcobaan tiga kali untuk masing-masing wadah
Hitung derajat semprotan rata-rata masing-masing wadah dalam gram
per detik.

2. Pengujian kebocoran
Caranya:
Pillih 12 wadah, catat tanggal dan waktu (pembulatan sampai jam)
Timbang wadah satu persatu (pembulatan sampai mg), catat bobot se
bagai W1
Biarkan wadah dalam posisi tegak selama tidak kurang dari 3 hari pad
a suhu kamar
Timbang kembali wadah satu persatu, catat bobot sebagai W2
Hitung waktu perobaan dan catatwaktu sebagai T (dalam jam)
Hitung derajat kebocoran (Dkb) masing-masing wadah dalam tiap tahu
n dengan rumus:
Dkb =(W1-W2) x (365/T) x 24
Bobot tertera dalam etiket

Sediaan memenuhi syarat jika DKb rata-rata tiap tahun dari 12


wadah tidak lebih dari 3,5% dan jika tidak satupun bocor lebih
dari 5% pertahun
Jika satu wadah bocor lebih dari 5% pertahun, tetapkan DKb dengan
menggunakan 24 wadah lainnya
- Sediaan memenuhi syarat jika dari 36 wadah, tidak lebih dari 2
wa
dah yang bocor lebih dari 5% pertahun dan tidak satupun
wadah lebi
h dari 7% pertahun, dari bobot yang tertera pada
etiket

3. Pengujian tekanan
Caranya:
Pilih tidak kurang dari 4 wadah
Lepaskan tutup, celupkan dalam penangas air pada suhu tetap 25 0 C sa
mpai tekanan tetap
Keluarkan wadah dari penangas, kocok baik-baik
Lepaskan akuator dan keringkan
Ukur tekanan dengan memasang alat ukur tekanan pada tangkai katup
- Baca tekanan dalam wadah pada alat pengukur tekanan

Pembahasan Jurnal
a. Preformulasi
Zat Aktif : Salbutamol

Sinonim
: Albuterol
BM
: 2393107
Pemerian : Serbuk hablur berbentuk kristal,
atau hampir putih
Kelarutan : Agak sukar larut air, larut dalam
anol
Titik Didih : 433,5 C
Titik Nyala : 159,5 C

putih
meth

b Formulasi
Salbutamol
: 0,1 mg / semprot
Etil Alkohol
: 2 mg
Propelen 11 : 12 : 30:70
Cara Pembuatan :
Dalam sebuah bejana tertutup dalam penangas es, obat itu
dilarutkan dalam kuantitas yang dibutuhkan dari di
tambahkan
cosolvent etil alkohol dan dicampur dengan jumlah yang telah
ditentukan sebelumnya propelan, P-11. Kaleng ditutup kemudian
disonikasi dalam sonikator
mengandung air dingin pada 10
selama 15 menit. Unit propelan mengisi digunakan untuk mengisi
propelan P-12 di
bawah tekanan dengan akurasi 1 cc.
Pengisian propelan dilakukan dengan bantuan tekanan nitrogen
15 / Kg cm2.

c. Evalusi
1. Uji Fisiko Kimia
Komponen MDI pak yaitu : tabung, adaptor (actua
tor) dan corong dipisahkan dan diukur secara terpisah
untuk panjang, luas dan tinggi.Keseragaman dimensi
mereka dinilai
menggunakan kaliper Vernier. Uji ekst
ensi dilakukan untuk memeriksa apakah produk
m
udah terbakar.

2.Pola Semprotan
Pola semprot berguna dalam menjamin kinerja terapi d
an keseragaman dari batch ke batch. Spray di semprota
n ke piring kaca yang mengandung silika yang diaktifkan
campuran gel-dye pada jarak 3 cm dari pelat. Bintik-bint
ik
yang
terbentuk
diamati
di bawah sinar UV.
3.Distribusi ukuran Partikel
Untuk optimalisasi terapi aerosolised partikel harus kur
ang dari 5 pM dalam ukuran. Distribusi ukuran partikel
dari suspensi aerosol awalnya ditentukan oleh mikrosko
p optik.
4.Tekanan Uap
Tekanan Uap diukur dengan menggunakan 'Comes Teka
nan Gauge

5.Dosis Persemprot
Jumlah obat yang diberikan per semprot adalah ditentu
kan dengan metode spektrofotometri dari analisis dan
rata-rata dari 6 actuations yang diperiksa dalam beake
r mengandung metanol 75 ml. Absorbansi dari yang di
hasilkan larutan diukur pada 246 nm .
6.Konten keseragaman:
Keseragaman isi salbutamol dalam 10 dosis diukur deng
an menggunakan metode yang sama dengan yang dise
butkan untuk konten per semprot. Dalam rangka untuk
memeriksa tingkat variasi dalam 1, 25, 50, 100, 150, 20
0 dosis disemprotkan dari MDI.

TERIMA
KASIH