Anda di halaman 1dari 9

PT.

PLN (Persero)
PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

13. BEKERJA DALAM KELOMPOK

TEAM WORK

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -1/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

PT PLN (Persero) Pusdiklat

13.1. Pengertian kelompok


Kelompok adalah dua atau lebih individu yang harus berkoordinasi antara satu dan
lainnya dalam melaksanakan tugas

13.2. Pengertian Membangun kelompok :


Membangun kelompok merupakan proses penyesuaian diri dari individu yang
mempunyai kebutuhan latar belakang, keterampilan / keahlian berbeda menjadi satu
kelompok.
Pembentukan team building didasarkan atas :

Tidak ada orang yang sempurna

Tiap orang mempunyai :


-

Kelemahan, kekuatan

Keterbatasan, keahlian

Kekurangan , kelebihan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -2/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

Antar pribadi saling melengkapi

Tidak ada musuh dalam selimut

Membangun semangat dan sinergi

13.3. Tujuh syarat utama dalam kerjasama kelompok


Setidak tidaknya ada tujuh syarat utama untuk bekerja dalam kelompok,agar
kelompok tersebut menjadi kelompok yang efektif dan dinamis.
Ketujuh syarat tersebut meliputi:
1. Saling percaya
2. Berkomunikasi secara terbuka
3. Mau berkorban
4. Sejajar / pada posisi yang sama
5. Loyalitas
6. Memberikan kontribusi dan mempunyai motivasi
7. Mau membuka diri / memberi dan menerima kritik

13.4. Ciri Ciri Team yang dinamis dan efektif


Beberapa ciri tim yang dinamis dan efektif dapat dirinci seperti berikut ini :

Menyatakan secara jelas misi dan tujuannya

Beroperasi secara kreatif

Memfokuskan pada hasil

Memperjelas peran dan tanggung jawab

Diorganisir dengan baik

Dibangun diatas kekuatan individu

Saling mendukung kepemimpinan anggota yang lain

Mengembangkan iklim tim

Menyelesaikan ketidak sepakatan

Berkomunikasi secara terbuka

Membuat keputusan secara obyektif

Mengevaluasi efektifitas tim

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -3/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

13.5. KOMUNIKASI
13.5.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi Adalah Proses Penyampaian Pesan Dari Komunikator / Kepada
Kemunikan

KOMUNIKATOR
KOMUNIKATOR

PESAN
PESAN

KOMUNIKAN
KOMUNIKAN // PENERIMA
PENERIMA

FEED
FEED BACK
BACK // UMPAN
UMPAN BALIK
BALIK

13.5.2. Pesan yang diterima oleh pendengar


Perhatian pendengar (Audience) terhadap pesan yang disampaiakan oleh
pembicara (Komunikator / Presenter) tersebar sebagai berikut :
70% melalui nada suara, sikap tubuh, dll
20 % melalui penampilan / cara berpakaian
10 % melalui isi dari pesan / kata-kata

13.6. Komunikasi antar pribadi


Komunikasi antar pribadi ditandai dengan :
Komunikasi tatap muka antara dua orang atau lebih
Paling efektif dalam mengubah sikap / pendapat atau perilaku seseorang
Bersifat dialogis, berupa percakapan dan arus balik bersifat langsung
Merupakan suatu seni

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -4/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

13.7. IQ versus EQ
Dalam suatu perusahaan / Organisasi,dijumpai kolerasi antara IQ dan EQ adalah
sebagai berikut :
- Jika IQ Rendah,EQ rendah, menyebabkan Kekacauan
- Jika IQ Tinggi,EQ Rendah, menyebabkan Birokrasi yang berlebihan
- Jika IQ Rendah,EQ Tinggi ,menyebabkan timbulnya Kreatifitas yang tidak
terorganisir
- Jika IQ Tinggi,EQ Tinggi , akan menjadi Kelas Dunia

13.8. Dampak Komunikasi


Dampak buruk komunikasi yang tidak lancar di perusahaan :
Terjadi salah pengertian
Timbul sentimen - sentimen
Timbul prasangka - prasangka dan ketegangan - ketegangan di kalangan para
anggota organisasi / karyawan
Timbul konflik konflik
Sedangkan dampak komunikasi yang baik dalam perusahaan,ditandai dengan
hal-hal berikut ini :
-

Kelancaran tugas tugas akan lebih terjamin

Menimbulkan iklim kerja yang baik (kondusif)

Menimbulkan motivasi dan semangat kerja

Menimbulkan penghematan (penekanan) biaya

Meningkatkan partisifasi anggota

Fungsi pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik.

13.9. Citra Diri


Citra diri adalah gambaran seseorang, tentang dirinya sendiri yang akan
mempengaruhi tingkah lakunya.
Citra diri adalah inti dari kepribadian seseorang
Orang yang memiliki Citra Diri Positif ditandai dengan :

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -5/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

Menghargai diri sendiri,menerima diri sendiri apa adanya,gampang menyesuiakan


diri.
Sedangkan orang yang memiliki Citra Diri Negatif,ditandai dengan :
Merasa rendah diri, sombong,membenci diri sendiri,pemalu,susah menyesuiakan
diri.
Citra diri yang negative dapat berakibat negative pula terhadap diri sendiri,terhadap
orang lain dan bahkan terhadap Tuhan
Mengapa kita seperti ini? Pengalaman masa kanak - kanak mempunyai peranan
yang menentukan dalam pembentukan citra diri.

13.10. Peran Individu dalam kelompok


Peran setiap individu dalam kelompok dapat dikategorikan menjadi tiga,yaitu :
Peran dalam tugas , sebaga :i
1. Initiator contributor
2. Information seeker
3. Opinion giver
4. Energizer
Peran dalam hubungan sosial,sebagai :
1. Harmonizer
2. Compromiser
3. Encourager
4. Expediter
Peran diri sendiri yang menghambat,akan menjadi:
1. Blocker
2. Recognition seeker
3. Dominator
4. Avoider

13.11. Ciri ciri orang yang sulit berprestasi


Ciri - ciri orang yang sulit berprestasi ditandai dengan :
a.

Kurang dapat bekerja sama

b.

Kurang dapat mengaktualisasikan potensi diri

c.

Kurang semangat

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -6/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

d.

Selalu mengeluh dan menuntut

e.

Selalu menentang atasan

f.

Selalu melempar tanggung jawab

g.

Kurang inisiatif

h.

Frustasi dan pemalas

i.

Tidak sadar biaya

j.

Pandai dan berpotensi tinggi, tetapi justru selalu merepotkan atasan.

13.12. Perubahan tingkah laku individu


Jika individu sedang mempunyai masalah,maka akan terjadi perubahan pada
tingkah lakunya.
Perubahan tingkah laku yang ditunjukkan biasanya seperti berikut ini:
Pegawai yang biasanya rajin menjadi pemalas
Pegawai yang biasanya gembira menjadi murung
Pegawai yang biasanya banyak bicara menjadi pendiam
Pegawai yang biasanya ramah menjadi cepat marah dan mudah tersinggung
Dan sebagainya.

13.13. Studi kasus : Kelompok Penyusun Buku


Unit Pelayanan Transmisi (UPT) harus menyusun buku petunjuk operasi dan
pemeliharaan trafo tenaga yang anggotanya terdiri dari :

NO.
1.

NAMA
ARJUNO

JABATAN

KETERANGAN

KETUA

BERTUGAS DI UPT TUMARITIS BARU 7

KELOMPOK

BULAN

DIMUTASI

DARI

UPT

LAIN,

PENDIDIKAN SARJANA TEKNIK


2.

SUGRIWO

ANGGOTA

ASMAN HARTEK
3.

SUBALI

UPT (DAHULU TRAGI) 22 TAHUN


ANGGOTA

AMHARTEK
4.

BAYU
AM PROTEKSI

PENDIDIKAN STM, PENGALAMAN KERJA DI

PENDIDIKAN

SARJANA

MUDA

PENGALAMAN KERJA 7 TAHUN


ANGGOTA

PENDIDIKAN

SARJANA

MUDA

PENGALAMAN KERJA 7 TAHUN

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -7/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN
5.

6.

SUKARJI

ANGGOTA

PENDIDIKAN

SEKOLAH

TEKNIK

TEKNISI UTAMA

PENGALAMAN KERJA DI UPT (DAHULU

GI
AYU

TRAGI) 22 TAHUN
PENDIDIKAN
AKADEMI

ASMAN ADKEU

ANGGOTA

SEKRETARIS

PENGALAMAN KERJA 6 TAHUN

PERTEMUAN PERTAMA
Ketua Kelompok Memutuskan Untuk Mempergunakan Rencana Dan Jadwal
Pelaksanaan Kerja Yang Telah Dibuat Ketua Kelompok Sesuai Dengan Jadwal
Kerjanya
PERTEMUAN KE DUA
Mereka membicarakan metoda penulisan dan pengumpulan data. Semua anggota
mengemukakan pendapatnya kecuali Sukarji yang pendiam dan Ayu yang merasa
kurang tertarik dengan hal-hal teknis sedang ia terlibat hanya dalam kaitannya
dengan reproduksi.
PERTEMUAN KETIGA
Masalah metoda penulisan dan pengumpulan data kembali dibicarakan, Sugriwo
mengajukan saran yang sama dengan pertemuan ke dua karena berdasarkan
pengalamannya saran ini sangat baik, murah dan mudah untuk dilaksanakan.
Bila saran ini tidak diterima lebih baik Sugriwo mengundurkan diri karena pekerjaan
akan terlarut-larut sedangkan ia punya kesibukan lain. Ternyata Subali tetap
berpegang pada pendiriannya, ia menggunakan keuntungan dan kerugian antara
saran Sugriwo dan sarannya. Bayu yang pada pertemuan kedua memihak pada
saran Sugriwo kini memihak Subali sedangkan Sukarji tidak dapat memberikan
tanggapan mengenai saran-saran mana yang dapat di terima. Ayu yang datang
setelah pertemuan berlangsung 1 jam tidak menentukan pilihannya, ia mengatakan
bahwa yang penting baginya pekerjaan yang mudah dan cepat Ia minta tidak
diikutkan pada pertemuan selanjutnya bila masih membicarakan masalah penulisan,
ia hanya ingin terlibat masalah reproduksi saja. Akhirnya pertemuan kegiatan ini lebih
banyak diwarnai oleh cerita Sugriwo mengenai pengalaman kerjanya selama 22
tahun yang tidak ada kaitannya dengan topik pembicaraan
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -8/8

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIIDIKAN DAN PELATIHAN

PERTEMUAN KE EMPAT
Rapat dibatalkan karena setelah menunggu 60 menit Subali, Sukarji dan Ayu tidak
dapat hadir tanpa memberikan alasan

PERTANYAAN :
1.

Sampai sejauh ini apakah team work (kelompok) tersebut sudah berjalan
efektif !
jelaskan alasan anda ?

2.

Sebutkan langkah apa yang harus dilakukan agar kerjasama kelompok ini
efektif ?

3.

Bila anda sebagai Arjuno, apa yang akan dilakukan untuk pertemuan
selanjutnya ?

---------------------------------oooooooooooo---------------------------------

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -9/8