Anda di halaman 1dari 14

PT.

PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

MATERI PELAJARAN NO. 12


KESELAMATAN KERJA PADA SISTEM MANUVER

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -236/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

Pokok bahasan :
12.1. Pengertian manuver
12.2. Tujuan manuver
12.3. Pemberi perintah
12.4. Pelaksana manuver
12.5. Macam-macam manuver
12.6. Potensi bahaya dalam manuver
12.7. Pencegahan kecelakaan dalam manuver

Tujuan mata pelajaran :


Setelah menyelesaikan mata pelajaran ini peserta mampu :
Mencegah kecelakaan kerja dalam manuver

Tujuan pokok bahasan :


Setelah menyelesaikan pokok bahasan, peserta mampu :
1.Menjelaskan pengertian
2.Menjelaskan tujuan manuver
3.Menjelaskan pemberi perintah manuver
4.Menjelaskan pelaksana manuver
5.Mengetahui macam-macam manuver
6.Menjelaskan potensi bahaya dalam manuver
7.Mencegah kecelakaan dalam manuver

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -237/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

12. KESELAMATAN KERJA PADA SISTEM MANUVER TEGANGAN


TINGGI / EKSTRA TINGGI
12.1. Pengertian manuver
Manuver adalah suatu prosedur untuk mengubah posisi jaringan / instalasi dari :
kondisi tidak operasi (keluar dari sistem) ke kondisi operasi (masuk kedalam sistem)
atau sebaliknya
Dalam manuver terjadi suatu kegiatan operasi pembukaan dan penutupan PMT/
CB,PMS/DS,LBS,PTS,FUSE atau bentuk kegiatan lain dalam pemutusan /
penyambungan sirkit listrik serta pemasangan / pelepasan Sistem pentanahan /
Grounding lokal

12.2. Tujuan Manuver


Secara singkat manuver dalam instalasi ketenagalistrikan bertujuan untuk :

Kebutuhan sistem

Keamanan / keselamatan personil

Keamanan / keselamatan instalasi / peralatan

12.3. Pemberi Perintah Manuver


Pemberi perintah manuver dalam sistem Ketenagalistrikan terdiri dari:

Dispatcher P3B ,untuk sistem 500 kV

Dispatcher Region / UPB,untuk sistem 150 kV dan 70 kV

Dispatcher APD/UPD,untuk sistem 20 kV

Petugas Pengatur Jaringan Distribusi di PLN APJ / PLN Cabang (Piket


Cabang),tanpa fasilitas SCADA (Instalasi TM/TR).

12.4. Pelaksana Manuver


Pelaksana manuver pada instalasi ketenagalistrikan terdiri dari:

Operator GI/GITET

Operator pusat-pusat pembangkit (PLTU,PLTA,PLTGU,PLTP,PLTD)

Dispatcher P3B (secara remote control)

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -238/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

Dispatcher Region / UPB (secara remote controll)

Dispatcher APD (secara remote control)

Petugas Manuver di PLN APJ/PLN Cabang, secara lokal,tanpa scada

12.5. Macam - Macam Manuver


Pada umumnya manuver dalam instalasi ketenagalistrikan dikelompokkan menjadi:

Manuver pembebasan tegangan

Manuver pemberian tegangan

Manuver pemindahan beban (pindah pasokan/pindah rel / pindah penyulang)

12.6. Potensi Bahaya Dalam Manuver


Potensi bahaya yang ada dalam manuver dapat dikelompokkan manjadi dua
hal,yaitu:
Yang disebabkan oleh Unsafe Act dan Unsafe Condition
Potensi bahaya karena Unsafe Act :

Perintah manuver kurang jelas / tidak dimengerti oleh pelaksana manuver


(operator)

Perintah manuver salah / tidak sesuai SOP

Salah dalam melaksanakan perintah manuver / tidak sesuai SOP

Melaksanakan manuver dengan sikap yang tidak aman

Potensi bahaya karena Unsafe Condition:

Adanya tegangan / arus listrik yang berbahaya (TM,TR,TT,TET)

Kemungkinan timbulnya ledakkan / kebakaran pada peralatan


(PMT,PMS,CT,PT,LBS,PTS,FUSE,dan sebagainya)

Adanya semburan minyak panas dari PMT yang menggunakan minyak, jika
PMT tersebut meledak

Adanya peralatan / instalasi yang kondisinya kurang baik

Sistem penerangan yang kurang baik

Cuaca buruk (hujan lebat, banyak petir, angin kencang dan sebagainya)

Peralatan komunikasi yang kurang baik

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -239/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

12.7. Pencegahan Kecelakaan Dalam Manuver


Mencegah kecelakaan dalam manuver berarti mengantisipasi (mengurangi /
menghilangkan) potensi bahaya dalam manuver.
Antisipasi tersebut dilakukan terhadap :

sikap / perilaku personil dalam bekerja

kondisi / keadaan instalasi / peralatan yang akan dikerjakan

Pencegahan kecelakaan dalam manuver selengkapnya dapat dijelasakan sebagai


barikut :

Pencegahan Kecelakaan Dalam Manuver


Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam manuver, maka potensi bahaya yang
ada dalam manuver harus diantisipasi / dihilangkan atau minimal dikurangi sampai
sekecil-kecilnya.
Berikut ini merupakan beberapa usaha / cara-cara untuk mencegah terjadinya
kecelakaan dalam manuver.

No
Urut
I.

Potensi Bahaya Yang


Dapat Menimbulkan

Pencegahan Kecelakaan

Keterangan

Kecelakaan
Yang
disebabkan
oleh UNSAFE ACT.

1.

Perintah

manuver a. Isi

perintah

manuver

kurang jelas / kurang

jelas menyebutkan :

bisa dimengerti oleh

Penerima

Perintah

Nama

pemberi

harus

perintah

(kode panggilan yang telah

(operator)

ditetapkan)

Nama

yang

menerima

perintah (kode panggilan :


yang telah ditetapkan)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -240/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

Nama

peralatan

yang

diminta untuk dimanuver :


Penghantar,

Trafo,

Penyulang, dsb.

Jenis Perintah Manuver :


-

Ditutup / dimasukkan

Dibuka / dikeluarkan

Maksud / alasan manuver

Hal-hal lain yang dianggap


perlu

2.

Salah melaksanakan
Perintah Manuver

b. Konfirmasikan kembali perintah


manuver tersebut, ke Pemberi
Perintah (Dispatcher), sehingga
perintah

dapat

dimengerti

dengan baik dan jelas maksud


serta tujuannya.
a. Salah

satu

kesalahan
karena

penyebab

manuver

Pelaksana

adalah
Manuver,

(Operator/Petugas) " lupa ",


dan tidak memahami terhadap
isi

perintah

manuver,

oleh

karena itu perintah manuver


harus

dicatat

dalam

buku

khusus / buku catatan manuver


b. Buku catatan manuver tersebut
harus dibawa ke lokasi / tempat
peralatan
dimanuver,

yang

akan

sebagai panduan

untuk melaksanakan manuver,


serta untuk menghindari " lupa
".
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -241/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

No
Urut

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

Potensi Bahaya Yang


Dapat Menimbulkan

Pencegahan Kecelakaan

Keterangan

Kecelakaan
c. Pahami dengan seksama isi
perintah

manuver

dan

jika

kurang jelas / kurang bisa


dimengerti agar ditanyakan /
dikonfirmasikan
Pemberi

lagi

Perintah

ke

Manuver

(dispatcher). Perintah Manuver


dapat

dilaksanakan

setelah

perintah tersebut jelas dan bisa


dimengerti.
d. Pelaksana

Manuver

menggunakan
pelindung

harus
alat-alat

diri

yang

telah

disediakan
e. Pelaksanaan
diawasi

Manuver

oleh

agar

Pengawas

Manuver.
3.

Melaksanakan
Menuver

dengan

a. Dalam melaksanakan manuver


Pelaksana

Manuver

cara yang tidak aman

selalu

(ceroboh) dan tidak

bahaya-bahaya

sesuai

muncul

dengan

prosedur / SOP yang


berlaku

waspada
dan

harus
terhadap

yang
selalu

bisa
penuh

kehati-hatian.
b. Bersikap tenang dan aman
serta tidak ceroboh
c. Jangan

melaksanakan

manuver dengan sikap yang


tidak aman, misalnya sambil
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -242/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

bergurau / bercanda, dsb


d. Pelaksana Manuver agar selalu
menjaga jarak aman
e. Pelaksanaan Manuver harus
sesuai dengan prosedur / SOP
yang berlaku
f. Gunakan

alat-alat

pelindung

diri yang telah disediakan


g. Pelaksanaan
diawasi

manuver

oleh

agar

Pengawas

Manuver
h. Sebelum

memasukkan

PMT/PMS/LBS/PTS,

Petugas

harus mengecek dulu apakah


Instalasi / peralatan sudah siap
untuk diberi tegangan ?
i. Pelaksanaa

manuver

diawasi

oleh

Manuver

(tidak

agar

Pengawas
dilakukan

seorang diri), kecuali pada halhal khusus yang masih bisa


dipertanggung jawabkan.
j. Pakailah alat-alat pelindung diri
yang telah disediakan

No
Urut

Potensi Bahaya Yang


Dapat Menimbulkan

Pencegahan Kecelakaan

Keterangan

Kecelakaan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -243/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

II

Yang
oleh

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

disebabkan
UNSAFE

CONDITION
1.

a. Pelaksana

Manuver

selalu

Adanya tegangan /

menjaga jarak aman. (selalu

arus

berada di daerah aman)

listrik

yang

membahayakan (TR, b. Pelaksana


TM, TT, TET)

Manuver

harus

menggunakan
pelindung

alat-alat

diri

yang

telah

disediakan
c. Pelaksana Manuver tidak boleh
berada di daerah berbahaya,
apalagi

sampai

menyentuh

peralatan yang bertegangan


d. Pelaksana

Manuver

jangan

sampai keliru dalam membuka /


menutup PMT, PMS/PTS/LBS,
maupun PMS tanah
e. Sebelum
Rel,

mengeluarkan

maupun

Pelaksana

PMS

PMS

Kabel,

Manuver

harus

mengecek dulu secara visual,


apakah PMTnya sudah terbuka
atau belum
f. Antara PMT, PMS dan PMS
Tanah
dengan

sebaiknya

dilengkapi

sistem

interlock,

sehingga kesalahan operasi /


salah urutan dapat dihindari
g. Sebelum

memasukkan

tanah/ground

lokal

PMS

Petugas

harus mengecek dulu tegangan,


apakah betul-betul sudah bebas
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -244/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

atau
2.

belum

(gunakan

Tegangan Tinggi)
Adanya kebakaran / a. Pada
waktu

tester

menutup

ledakan / semburan

(memasukkan

kembali)

PMT

api pada beberapa

yang trip (jatuh) karena suatu

peralatan

seperti

gangguan, maka operator dan

PMT, PMS, CT, PT

petugas lainnya harus hati-hati

,LBS,PTS,FCO,DSB

dan tidak boleh berada dalam


jarak dekat dengan peralatan
tersebut,
kasus

karena
menunjukkan

beberapa
bahwa

sering ada ledakkan / semburan


api pada PMT yang dicoba
dimasukkan

(ditutup) kembali

setelah menjalani gangguan /


trip.

No
Urut

Potensi Bahaya Yang


Dapat Menimbulkan

Pencegahan Kecelakaan

Keterangan

Kecelakaan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -245/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

b. Setelah

terjadi

Pelaksana

gangguan,

Manuver

memasukkan

hanya

(menutup)

kembali PMT-PMT yang benarbenar siap untuk dioperasikan,


yaitu :

Tidak

terdapat

pada

peralatan

kerusakan
/

PMT

tersebut

Tidak

terdapat

indikasi

gangguan berat
c. Pada
manuver,

saat

melaksanakan

agar

diawasi

oleh

Pengawas Manuver
d. Pemasukkan (penutupan) PMT
secara lokal setelah trip agar
dihindari, kecuali pada kondisi
khusus

yang

masih

bisa

dipertanggung jawabkan.
3.

Sistem
yang

Penerangan a. Sistem
kurang

baik,

dilokasi

manuver harus cukup terang,

sehingga

lokasi

tempat

manuver

peralatan / instalasi yang akan

menjadi gelap kurang

dimanuver terlihat dengan jelas.

jelas.

penerangan

sehingga

bagian-bagian

b. Jika karena suatu hal sistem


penerangan
maka

tidak

berfungsi

aktifkan

sistem

penerangan
dibantu
penerangan

darurat
dengan
portable

serta
sistem
yang

memadai
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -246/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

c. Pelaksana

manuver

diawasi

oleh

agar

Pengawas

Manuver
d. Jika

terdapat

sistem

penerangan yang terganggu /


mengalami

kerusakan,

agar

segera diatasi (tidak ditundatunda)


e. Gunakan alat-alat pelindung diri
yang telah disediakan pada saat
melaksanakan manuver
4.

Cuaca buruk (hujan a. Jangan melaksanakan manuver


lebat, banyak petir,

diluar ruangan / di lapangan

angin kencang dsb)

pada saat hujan lebat, banyak


petir adanya

angin

kencang

dsb.
Pelaksanaan
sebaiknya

manuver
ditunggu

sampai

keadaan cukup aman (hujan


mulai reda, tidak banyak petir,
tidak ada angin kencang dsb.)

No
Urut

Potensi Bahaya Yang


Dapat Menimbulkan

Pencegahan Kecelakaan

Keterangan

Kecelakaan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -247/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

b. Informasikan
buruk

kondisi

cuaca

selengkapnya

Pemberi

kepada

Perintah

Manuver

(Dispatcher),

sehingga

pelaksanaan

manuver

dilapangan dapat ditunda untuk


beberapa saat.
c. Gunakan

alat-alat

pelindung

diri yang telah disediakan


d. Pelaksanaan
diawasi

manuver

oleh

agar

Pengawas

Manuver

5.

Peralatan

a. Jika Perintah Manuver tidak

Komunikasi

yang

dapat diterima dengan jelas

kurang

baik,

karena peralatan komunikasi

Perintah

yang kurang berfungsi dengan

Manuver tidak dapat

baik, maka Perintah Manuver

diterima dengan jelas

tersebut

sehingga

agar

ditunda

pelaksanaannya

dulu

(jangan

dilaksanakan dahulu), sebelum


perintah tersebut menjadi jelas.
b. Jika

komunikasi

transceiver
jelas,

via

suaranya

radio
kurang

maka

Pelaksana

Manuver

agar

menghubungi

pemberi

perintah

manuver

melalui media komunikasi yang


lain, misalnya melalui telepon
JWOTS dan sebagainya.
c. Laporkan

segera

peralatan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -248/306

PT. PLN (Persero)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keselamatan Kerja Pada Sistem Manuver TT/TET

komunikasi yang rusak (tidak


berfungsi dengan baik) kepada
pejabat / petugas berwenang

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -249/306