Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL

Workshop Pengembangan Model-Model


Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas dan
Penilaian Pembelajaran dalam Rangka
Meningkatkan Kualitas Guru Fisika SMA
Kabupaten Sukabumi

Disusun oleh : Noor Sjahid,


S.Si

MGMP FISIKA SMA


KABUPATEN SUKABUMI

DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN SUKABUMI
2016

HALAMAN PENGESAHAN

Workshop Pengembangan Model-Model


Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas dan
Penilaian Pembelajaran dalam Rangka
Meningkatkan Kualitas Guru Fisika SMA
Kabupaten Sukabumi
MGMP FISIKA SMA KABUPATEN SUKABUMI

Mengetahui
Pengawas Dikmen
Selaku PJBA MGMP Fisika,

Sukabumi, 24 Maret 2016

Jemino, S.Pd, M.Pd


NIP. 196804011991031003

Noor Sjahid, S.Si.

Ketua MGMP Fisika,

Mengesahkan,
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sukabumi,

DR. MAMAN ABDURRAHMAN, M.Pd


NIP. 1961041619941211001

KATA PENGANTAR

Tenaga pendidik merupakan salah satu komponen yang mempunyai peran sangat
penting dan menjadi ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu,
salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas guru adalah dengan mengembangkan wadah
pembinaan profesionalisme guru yang bermutu, mandiri, dan berkelanjutan.
Proposal ini disusun untuk memenuhi melaksanakan program MGMP Fisika tahun
Anggaran 2015/2016 berupa pemberian stimulan Dana Bantuan Langsung bagi
pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika di tingkat kabupaten.
Besar harapan kami, program ini dapat terlaksana sehingga MGMP di tingkat
kabupaten dapat memberdayakan dirinya untuk meningkatkan profesionalisme guru. Akhir
kata, semoga proposal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menetapkan MGMP
sebagai penerima Dana Bantuan Langsung (DBL).

Sukabumi, Maret 2016

MGMP Fisika
Kabupaten Sukabumi

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan4
Kata Pengantar ...5
Daftar isi..6
BAB I

PENDAHULUAN7
A. Latar Belakang ..7
B. Nama Kegiatan .12
C. Dasar Kegiatan..7
D. Tujuan8
E. Sasaran Kegiatan . 9
F. hasil yang Diharapkan ..9

BAB II. Deskripsi Singkat Program yang telah Dilaksanakan10


BAB III RENCANA KEGIATAN YANG DIUSULKAN..12
A. Nama Kegiatan12
B. Pemateri13
C. Rencana Kegiatan14
BAB IV PENUTUP.15
LAMPIRAN-LAMPIRAN...16

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan
Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006
yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan
yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.
1.

Tantangan Internal

a.

Pemenuhan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar


pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar
kompetensi lulusan.

b. Perkembangan penduduk Indonesia dilihat sari pertkanbuhan penduduk usia


produktif. Sumber daya Manusia usia produktif yang melimpah apabila
memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan
yang luar biasa besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan
keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan,
2.

Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan
dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan,
persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai
fenomena negatif yang mengemuka.
a. Tantangan masa depan antara lain globalisasi, kemajuan teknologi informasi.

b. Kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan

berpikir

jernih

dan

kritis,

kemampuan

menjadi

warga

negara

yang

bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap


pandangan yang berbeda, dan memiliki kesiapan untuk bekerja.
c. Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif,

beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter.


d. Perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain Neurologi, Psikologi,

Observation based (discovery) learning dan Collaborative learning.


e. Fenomena negatif antara lain perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme s

dan kecurangan dalam ujian (Contek, Kerpek).


3.

Penyempurnaan Pola Pikir


Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud
apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir dalam proses pembelajaran sebagai berikut.
a.

Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa;

b.

Dari satu arah menuju interaktif;

c.

Dari isolasi menuju lingkungan jejaring.

d.

Dari pasif menuju aktif-menyelidiki;

e.

Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata;

f.

Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim;

g.

Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikaitan;

h.

Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru;


i.

Dari alat tunggal menuju alat multimedia;

j.

Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif;

k.

Dari produksi massa menuju kebutuhan peianggan;

l.

Dari usaha sadar tunggal menuju jamak;

4.

m.

Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak;

n.

Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan;

o.

Dari pemikiran faktual menuju kritis; dan

p.

Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.


Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Penyusunan kurikulum 2013 dimulai dengan menetapkan standar kompetensi lulusan
berdasarkan kesiapan peserta didik, tujuan pendidikan nasional, dan kebutuhan. Setelah
kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka
dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan
kewenangan menyusun silabus, tetapi disusun pada tingkat nasional. Guru lebih
diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani
dengan tugas-tugas penyusunan silabus yang memerlukan waktu yang banyak dan
memerlukan penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru.

5.

Pendalaman dan Perluasan Materi


Berdasarkan analisis hasil PISA tahun 2009, ditemukan bahwa dari 6 (enam)
level kemampuan yang dirumuskan di dalam studi PISA, hampir semua peserta didik
Indonesia hanya mampu menguasai pelajaran sampai level 3 (tiga) saja, sementara
negara lain yang terlibat di dalam studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat), 5
(lima), dan 6 (enam).
Mengajar adalah suatu kegiatan penyediaan kondisi yang merangsang dan
mengarahkan siswa sebagai subjek belajar untuk mumperoleh pengalaman belajar.
Satu kondisi yang merangsang siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan,
nilai dan sikap yang membawa perubahan tingkah laku, Guru sebagai fasilitator
belajar dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang dapat membangkitkan
dinamika belajar siswa. Perlu diperhatikan bahwa peran guru sebagai fasilitator

memiliki fungsi strategis dalam keberhasilan perabelajaran. Penguasaan strategi dan


metode penyampaian materi pclajaran menjadi hal sangat menentukan pencapaian
tujuan pembelajaran, selain tentu saja, penguasaan materi pelajaran yang diampunya.
Pada kenyataan di lapangan, bukanlah hal yang mudah bagi guru untuk
memainkan perannya sebagai pengelola pembelajaran. Permasalahan yang sering
dirasakan guru selama proses pembelajaran antara lain adalah dalam menentukan
cara memotivasi siswa, memilih strategi dan metode mengajar yang tepat sesuai
dengan esensi materi pelajaran, serta menciptakan kondisi belajar yang menuntut
keaktifan siswa. Semua hal ini pada akhirnya bermuara pada sebuah pertanyaan,
bagaimana upaya untuk menemukan cara terbaik untuk mencapai sistem
pembelajaran yang bermutu dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang
handal, baik dalam bidang akademis, sosiopersonal, maupun vokasional. Tentu saja
diperlukan satu upaya untuk meningkatkan kompetensi kinerja guru, baik
kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, maupun kompetensi sosial,
seperti tereantum dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen.
Berdasarkan peran inilah maka MGMP Fisika Kabupaten Sukabumi tertarik
dan tertantang untuk menyelenggarakan program peningkatan mutu pembelajaran
melalui "Workshop Pengembangan Model-Model PembeIajaran, Penelitian
Tindakan Kelas dan Penilaian Pembelajaran dalam Rangka Meningkatkan
Kualitas Guru Fisika SMA Kabupaten Sukabumi".
B. Tujuan Kegiatan
Tujuan pelaksanaan program peningkatan mutu pembelajaran Fisika adalah
sebagai berikut:
1.

Meningkatkan mutu pembelajaran Fisika demi pencapaian tujuan pendidikan

seperti tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tabun 2003 Tentang Sistem


Pendidikan Nasional.
2.

Meningkatkan

wawasan

guru

Fisika

se-Kabupaten

Sukabumi

mengenai

Pengembangan Model pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas dan Penilaian


Pembelajaran Fisika SMA Kabupaten Sukabumi.
3.

Meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru Fisika se-Kabupaten Sukabumi


dalam penyusunan lembar kerja (LK).

C.

Sasaran Kegiatan
Sasaran program peningkatan mutu pembelajaran Fisika ini adalah seluruh guru Fisika
SMA di Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) Fisika SMA Kabupaten Sukabumi. Jumlah peserta diperkirakan
sebanyak 60 orang.

D.

Hasil yang Diharapkan


Setelaha melaksanaan program peningkatan mutu pembelajaran Fisika ini
diharapkan guru peserta pelatihan mampu :
1.

meningkatkan mutu pembelajaran Fisika demi pencapaian tujuan pendidikan


seperti tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tabun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.

2.

meningkatkan

wawasan

guru

Fisika

se-Kabupaten

Sukabumi

mengenai

Pengembangan Model pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas dan Penilaian


Pembelajaran Fisika SMA Kabupaten Sukabumi.
3.

meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru Fisika se-Kabupaten Sukabumi


dalam penyusunan lembar kerja (LK).

BAB II
PROGRAM KERJA YANG TELAH DILAKSANAKAN
MGMP FISIKA KAB. SUKABUMI
Tahun 2015

N
O

JENIS KEGIATAN

RINCIAN KEGIATAN

WAKTU

KETERAN
GAN

Pembuatan Blog
MGMP Fisika

Administrator MGMP

Juni 2015

Terprogram

Lomba Karya Tulis


Ilmiah

Tingkat Kabupaten

Juli 2015

Rutin setiap
tahun

Penyususnan PTK

Guru MGMP Fisika se-kabupaten

Agustus
2015

Insidental

Analisis Standar Isi

Guru MGMP Fisika se-kabupaten

Septembe
r 2015

Bedah Soal OSN


Fisika

Pembahasan soal Oleh pakar Fisika

Inovasi Pembelajaran

Workshop MGMP se-Kabupaten

Nopember Rutin setiap


2015
tahun

10

Bedah SKL

Persiapan TO UN tahun 2013

Desember
2015

Rutin setiap
tahun

11

Pembuatan Media
Pembelajaran

Pembuatan Bahan Ajar IT

Januari
2016

Rutin setiap
tahun

13
14
18

Pelatihan TIK
Pelatihan Desain
animasi
Pembuatan Buku dan
LKS

Pembuatan Bahan Ajar IT


Pembuatan bahan ajar ICT
Penyusunan bahan ajar Cetak

Oktober
2015

Februari
2016
Maret
2016
April
2016

Rutin setiap
tahun
Insidental

insidental
Terprogram
Terprogram

Cibadak, 2 Mei 2016


Ketua MGMP Fisika,

Sekretaris MGMP Fisika,

Noor Sjahid, S,Si

Wawan Suherman, S.Si


NIP. 198103072011011001
10

Mengetahui,
Kasie.PPTK ,
Dinas Pendidikan Kab.
Sukabumi,

Dra. Endah Khasanah, M.Pd


NIP. 196708311995032002

PJBA Fisika,

Jemino, S.Pd, M.Pd


NIP. 196804011991031003

11

BAB III
RENCANA KEGIATAN YANG DIUSULKAN

A.

Nama Kegiatan
Jenis kegiatan program peningkatan mutu pembelajaran Fisika tahun 2016 difokuskan
pada:
1.

Pengembangan Model-Model Pembelajaran pada Kurikulum 2013:


a. Analisis SKL, KI, KD
b. Pengembangan RPP disesuaikan dengan model pembelajaran

2.

Penilaian pembelajaran:
a. Penyusunan instrumen penilaian pengetahuan,ketrampilan dan sikap
b. Penyusunan soal HOTS

3.

Penelitian Tindakan Kelas


a.

Penyusunan proposal PTK

b.

Pelaksanaan PTK

c.

Seminar PTK.

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Kegiatan pelatihan ini direncanakan akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 12 s.d 14 Mei
2016 di Hotel Augusta Sukabumi.
C. Peserta Kegiatan
Sasaran program peningkatan mutu pembelajaran Fisika ini adalah seluruh guru Fisika
SMA di Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) Fisika SMA Kabupaten Sukabumi. Jumlah peserta diperkirakan
sebanyak 60 orang.

12

D.

Kepanitiaan
Penanggung Jawab
Pengarah

Ketua Pelaksana
Sekretaris
Bendahara
Seksi-Seksi
1. Seksi Acara
2. Seksi Akomodasi
3. Seksi Publikasi Dokumentasi
4. Seksi Konsumsi

E.

: 1.Jemino, S.Pd, M.Pd (PJBA)


2. Drs. H. Dedi Sofyan, MM.Pd (PJPP)
: Dra. Hj. Endah Hasanah, M.Pd.
(Kasie. PPTK Dinas Pendidikan
Kab.Sukabumi)
: Noor Sjahid, S.Si
: Wawan Suherman, S.Si
: Ruddy Hendriawan, S.T
:
: 1. Dra. Tuti Haryani, M.Pd
2. Dede Yeni, S.Pd
: 1. Isep Budiman, S.Pd, M.Pd
2. Putri Sukma Septiani, S.Pd
: 1. Tedi Riyandi, S.Pd
2. Yitno Baseno, S.Si
: 1. Dra. H. Ida Widaningsih, M.Pd
2. Dra. Idah Ruhayati

Nara Sumber
Nara Sumber pada kegiatan workshop peningkatan mutu pembelajaran Fisika
direncanakan adalah Dr. Joko Maryono, M.Pd, dan Badriyah, M.Pd.

13

F.

Strategi dan Metode Pelaksanaan Program


Program ini dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut.

No

Jadwal Pelaksanaan
12 Mei
13 Mei
14 Mei
2016
2016
2016

Uraian Kegiatan
1. Analisis SKL, KI, KD
2. Pendekatan, Model dan
Penilaian pada Kurikulum 2013
1. Penelitian Tindakan Kelas
2. Praktik Menyusun Proposal
PTK

1
2
3

Sistem Penilaian Pembelajaran

X
X
X

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Hari Pertama
No.
Waktu
1
2
3

4
5

6
7
8
9
10

11

08.0008.45
08.4509.30
09.3010.15
10.1510.30
10.3011.15
11.1512.00
12.0013.30
13.3014.15
14.1515.00
15.0015.45
15.4516.30
16.3017.15
17.1519.30
19.30-

Materi

PJ/Nara Sumber

Registrasi
Registrasi
ISTIRAHAT

ISTIRAHAT
Evaluasi
14

12

20.15
20.1521.00

Hari Kedua
No.
Waktu
1
2
3

4
5

6
7

8
9
10

11
12
13

08.0008.45
08.4509.30
09.3010.15
10.1510.30
10.3011.15
11.1512.00
12.0013.30
13.3014.15
14.1515.00
15.0015.30
15.3016.15
16.1517.00
17.0017.45
17.4519.30
19.3020.15
20.1521.00
21.0021.45

Materi

PJ/Nara Sumber

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

15

Hari Ketiga
No.
Waktu
1

08.0008.45
08.4509.30
09.3010.15
10.1510.30
10.3011.15
11.1512.00
12.0012.45

2
3

4
5
6

PJ/Nara Sumber

Materi

ISTIRAHAT

Penutupan : Review dan


Evaluasi Pelatihan

H. RENCANA BIAYA KEGIATAN


1. Pendapatan
No
1

Uraian Kegiatan

Jumlah

Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan

50.000.000

2. Rencana Pengeluaran
No

2
3

Uraian Kegiatan
Honorarium:
a. Pengarah
b
. Nara Sumber Pusat
c. Nara Sumber Daerah
d
. Transportasi Panitia
1) Ketua
2) Sekretaris
3) Bendahara
4) Seksi Kegiatan
Transport:
a. Pengarah
b
. Nara Sumber Pusat 2
c. Nara Sumber Daerah
d
. Peserta
Bahan Kegiatan:
a. Sertifikat

Volume

Satuan

Jumlah

750

2.250.000

8
16

500
250

4.000.000
4.000.000

1
1
1
8

750
600
500
250

750
600
500
2.000.000

250

750

2
4

1.400.000
250

2.800.000
1.000.000

180

50

9.000.000

60

15

900

16

5
6

b
. ATK
c. Bahan Praktik
d
. Materai
Konsumsi:
a. Pengarah
b
. Nara Sumber Pusat
c. Nara Sumber Daerah
d
. Peserta
Penginapan:
a. Penginapan Nara Sumber
b
. Penginapan peserta
Sewa Ruang

Penyusunan Pelaporan

Transport Pengiriman Laporan

250

250

Monitoring dan Evaluasi

500

500

Jumlah Total

60
60

25
15

1.500.000
900

20

6000

120

200

200

2
16

400
50

800
800

180

50

9.000.000

500

1.000.000

10
3

250
1.200.000

2.500.000
3.600.000

280

280

50.000.000

I. Metode Pemantauan dan Evaluasi Program


Untuk menjamin mutu keterlaksanaan program ini maka panitia akan terus memantau dan mengevaluasi
kegiatan secara berkala. Setiap sesi panitia akan mengedarkan daftar hadir yang harus ditantangani peserta.
Panitia juga akan menagih setiap tugas yang diberikan nara sumber. Kemudian setiap hari akan dieavaluasi
ketercapaian program pada peserta.
J. Sistem Pelaporan
Setelah Program ini selesai panitia akan segera membuat laporan tentang kegiatan yang dilaksanakan
termasuk biaya yang digunakan kepada stake holder dan kepada dirjen GTK Kemdikbud.

17

BAB IV
PENUTUP

Guru sebagai fasilitator pembelajaran memiliki peran yang strategis dalam upaya
pencapaian tujuan pembelajaran, lebih jauh lagi dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan
nasional. Salah satu fungsi guru dalam proses pembelajaran adalah memfasilitasi agar
pembelajaran berlangsung dengan balk. Sebagai fasilitator, guru hendaknya memiliki
kemampuan untuk menciptakan kondisi dan situasi yang kondusif guna mendukung proses
pembelajaran. Dalam pembelajaran yang berlangsung dengan baik, siswa sebagai subjek
didik diharapkan memiliki kecerdasaan untuk mengembangkan seluruh potensinya selama
mengikuti pembelajaran. Penguasaan strategi dan metode mengajar menjadi hal sangat
menentukan pencapaian tujuan pembelajaran, selain tentu saja, penguasaan materi pelajaran
yang diampunya.
Teknologi pendidikan yang terus berkembang dengan pesat pada kenyataannya
menuntut guru untuk terus beradaptasi mengikuti perubahan yang terjadi. Diperlukan upaya
inovatif untuk meningkatkan potensi dan kompetensi guru agar tetap tampil sebagai agen
perubahan yang mampu menjawab tantangan yang ada. Salah satu bentuk inovasi dalam
teknologi metode pembelajaran yang harus segera dikuasai oleh guru dan tenaga pendidik
yang lainnya.

18

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1.

SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terrtang Pengurus MGMP


Fisika SMA Kabupaten Sukabumi Periode 2016-2019

2.

Program Kerja MGMP SMA Kabupaten Sukabumi Masa Bhakti 2012-2016

3.

Daftar Hadir peserta pertemuan MGMP Fisika SMA Kabupaten Sukabumi 6


(enam) bulan terakhir

4.

Surat dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian


Pendidikan dan Kebudayaan tentang Permintaan Data MGMP

19