Anda di halaman 1dari 6

~--~~--.--------------~---~-----~-~------~----.

---

TTM ke 10

TEKNOLOGI MERAKIT
PROSES MERAKlT
Merakit adalah proses menggabungkan dua atau lebih komponen menjadi
sebuah 'entity' (produk) baru entity baru tersebut disebut sub-rakitan atau
rakitan.
Proses yang digunakan untuk menjelesaikan pekerjaan ini dapat dibagi kedalam tiga
kategori utama yaitu:
1. Mechanical fastening
2. Joining method
3. Adhesive bonding
Mechanical fastening Menggunakan ikatan mekanis untuk menggabungkan
kompunen-komponen

yang

terpisah.

Threaded fasteners: Sekrup, mur, baud, dll. Rivets, crimping, and other met

Snap fits

Sewing and stiching

Joining method Menggunakan metal cair untuk menggabungkan komponen-komponen


yang terpisah.
-

welding
brazing ( bahan pengisi cair pada temperatur diatas 450C)

soldering ( bahan pengisi cair pada temperatur dibawah 450C).

Adhesive soldering Menggunakan suatu material pengikat untuk menggabungkan


komponen yang terpisah.
-

Thermoplastic

Thermosetting

SISTEM RAKITAN
Metoda merakit dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Manual single-station assembly : Seluruh atau sebagian besar pekerjaan merakit
sebuah produk dikerjakan .pada satu stasiun kerja.
2. Manual assembly line: Komponen atau bergerak dari satu stasiun ke stasiun lain
sampai proses merakit produk tersebut selesai.
Ada 2 cara untuk memindahkan komponen dari satu stasiun ke stasiun
1

lain yaitu,

Perpindahan komponen dari satu stasiun ke stasiun lain

Nonmechanical lines:

dilakukan secara manual. Permasalahan yang sering timbul dalam mode operasi
ini adalah:
- Operator harus menunggu komponen dari stasiun sebelumnya.
- Operator harus menunggu

operator lain menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan cara ini, kecepatan perakitan ditentukan oleh ketrampilan operatornya

Moving conveyor lines: Perpindahan komponen dari satu stasiun ke stasiun lain

dilakukan dengan ban berjalan (conveyor).


Sistem transpotnya dapat continuous, intermitten (synchronous), atau
asynchronous. Permasalahan yang sering timbul adalah:

- Operator harus menunggu komponen dari stasiun sebelumnya


- Hasil rakitan tidak lengkap akibat keterlambatan-operator.

Production

rate

jalur
perakitan

dapat

dikendalikan

sesuai

dengan kebutuhan,

ini dilakukan

dengan mengatur gerak umpan (feed rate) komponen.


-f - Vo .",t==&"
dimana:
fp = feed rate
Vc = kecepatan konveyer (meter/detik)
Sp = selang antar komponen

(meter/komponen)

Untuk mengendalikan fp, komponen diluncurkan ke jalur dengan selang waktu


yang tertentu. Selang waktu ini disesuaikan dengan kemampuan operator dalam
menyelesaikan pekerjaannya. Selang waktu ini disebut juga Waktu toleransi
Ti = - dimana :

Ls = panjang stasiun kerja (meter)

Vc = kecepatan konveyer
3. Automated Assembly system

Operas!

dari

stasiun

kerja

dilakukan

secara

otomatis

dan

bukan

dilakukan oleh operator (manusia)


MODEL Single-mode line.
Jalur (line) perakitan dibuat untuk satu jenis produk. Batch-model line

Jalur perakitan dibuat untuk dua atau lebih jenis/model produk. Setiap jenls/rnodel
diproduksi dalam jumlah tertentu.
Jenls/rnodel produk biasanya mempunyai urutan proses perakitan yang sama atau
mirip.
Mixed-model lines
Jalur perakitan dibuat untuk dua atau lebih model dengan variasi jumlah
produk dan proses perakitan yang berbedapula ..

THE LINE BALANCING PROBLEM


Urutan atau langkah langkah proses merakit dibatasi oleh kendala .kendala
teknis dalam merakit (precedence constraints).
sebagai contoh, ring harus dipasang pada baud sebelum mur dipasang dan
dikencangkan ikatannya.
Sila pengaturan jalur perakitan dilakukan tanpa memperhatikan karakteristik
setiap

proses

atau

langkah

perakitan

tersebut

maka

akan

terjadi

ketidakseimbangan dalam aliran produk pada jalur perakitan tersebut.


Usaha menyeimbangkan jaiur perakitan dilakukan dengan mengatur waktu setiap
proses atau langkah perakitan pada setiap stasiun kerja hampir sama.
TERMINOLOGI DALAM LINE BALANCING
Minimum Rational Work Element (T eP

Merupakan bagian pekerjaan perakitan yang terkecil (elemen) yang tidak dapat dibagi
lagi menjadi beberapa pekerjaan.
Td merupakan

waktu

yang

diperiukan

untuk

menyelesaikan

satuan pekerjaan

yang terkecil (tidak dapat dibagi lagi menjadi beberapa pekerjaan)

Total Work Content (Twc)

Total waktu seluruh pekerjaan dalam jalur perakitan tersebut.

He

-j

1 we-

2..." 1

ej*." .;

=1

ne = jumlah elemen
'A

*
Workstation Process lime (TJ)-*

Stasiun kerja ditempatkan disepanjang jalur dimana pekerjaan perakitar


dilakukan.
3

1. Urutkan elemen pekerjaan dengan T, (Td) yang paling besar diurutan paling atas dan
seterusnya hingga Te yang terkedl berada pada posisi paling bawah (Iihat tabel
sebelumnya) .

Work element

Te(min)

immediate
i predecessor

3
8
11
2
10
7
5
9
1
12
6
4

0.7
0.6
0.5
0.4
0.38
0.32
0.3
0.27
0.2
0.12
0.11
0.1

1
3,4
9, 10
5,8
3
2
6, 7, 8
11
3
- 1 ,2

2.

III

Untuk menempatkan elemen pekerjaan pada stasiun kerja, mulai dari yang paling

atas ke bawah, dan dalam memilih dan menempatkan elemen pekerjaan pada stasiun
kerjanya, perhatikan apakah penempatan tersebut memenuhi persyaratan precedence
constraint-nya dan jumlah Te pada stasiun kerja tersebut tidak melebihi waktu siklus Tc.
Station

2
3
4
5
3.

Element

t; (min)

t; at station

0.4
2
5
0.3
0.2
1
1.00
4
0.1
0.7
3
0.11
0.81
6
0.6
8
10
0.38
0.98
0.32
7
0.27
"0.59
9
11
0.5
12
0.11
, 0.62
Lanjutkan proses penempatan elemen pekerjaan lainnya pada stasiun kerja tersebut

sampai tidak ada lagi eleme pekerjaan yang dapat ditambahkan tanpa melebihi Tc
4.

ulangi langkah 2 dan 3 untuk stasiun kerja yang lain sampai semua elemen

pekerjaan dapat ditempatkan pada masing-masing stasiunnya.


6

Pekerjaan yang dilakukan pada stasiun kerja dapat terdiri dari satu atau
sejumlah pekerjaan elemen.

nne
1=1 J-1
dimana:

n = jumlah

stasiun pada jalur perakitan

Cycle Time (liVe)


Waktu siklus ideaJ/teoritis dan jalur perakitan yang merupakan seJang waktu
dari komponen yang keluar dari jalur perakitan tersebut. .
dimana:
E

= efisiensi jalur

perakitan Rp

= angka produksi

PRECEDENCE CONSTRAINTS
Pada waktu merakit komponen ada beberapa kendala teknis yang menyebabkan operasi
perakitan komponen harus mengikuti suatu urutan/aturan tertentu.

- positive zoning constraint


beberapa

komponen

tertentu

yang akan

dirakit

harus

diJetakkan

*
berdekatan, sebaiknya dalam satu stasiun kerja.

negative zoning constraint


Stasiun kerja dimana perakitan komponennya memerlukan keteJitian tinggi tidak boleh
berdekatan dengan stasiun kerja yang apabila bekerja menghasilkan getaran.

- position constraint
Jika produk/komponen

besar ukurannya (mobil misalnya), operator ditempatkan disekitar

produk/komponen yang bergerak pada jalur perakitan tersebut.

PRECEDENCE DIAGRAM
Merupakan

representasi

grafis

dari

urutan

perakitan

sesuai

dengan

precedence

constraints-nya
BALANCE DELA Y
Merupakan persentase kehllanqan waktu akibat dari

tidak sempurnanya alokasi

pekerjaan antar stasiun kerja (jalur tidak seimbang)

n Tc- T
nTc
4

Menentukan minimum jumlah stasiun kerja pada jalur perakitan

=r:
METODA MENYEIMBANGKAN JALUR PERAKITAN
Beberapa metoda yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan jalur perakitan
secara konvensional (manual), yaitu:
1. Lagest-candidate rule
2. Kilbridge and Wester~ method
3. Ranked positional weights method
Metoda yang dianggap sederhana dan mudah adalah Largest-candidate rule. Prosedur
untuk menyeimbangkan jalur dengan metoda ini dijelaskan pada kasus berikut:
Sebuah produk baru berupa peralatan elektronik akan dirakit pada sebuah jalur perakitan
tertentu. Seluruh pekerjaan merakit tersebut telah dibagi-bagi kedalam Minimum
Rational Work Elements. Departemen manufaktur berdasarkan data produksi sebelumnya
telah membuat tabel pekerjaan per elemen seperti dibawah ini.

No.

element description

Td(min)

Must be preceded by:

1.

Place frame on workholder and clamp

0.2

2.

Assemble plug, grommet to power cord 0,4

3.

Assemble bracket to frame

0.7

4.

Wire power cord to motor

0.1

1,2

5.

Wire power cord to switch

0.3

6.

Assemble mechanism plate to bracket

0.11

7.

Assemble blade to bracket

0.32

8.

Assemble motor to bracket

0.6

3,4

9.

Align blade and attach to motor

0.27

6,7,8

10.

Assemble switch to motor bracket

0.38

5,8

11.

Attach cover, inspect, and test

0.5

9,10

12.

Place in tote pan for packing

0,12

11

Dengan permintaan pasar 120.000 unit/tatum maka jalur perakitan bekerja 40


jam/minggu dan 50 minggu/tahun. Dengan kondisi demikian maka production rate
adalah 60 unit/jam atau 1 unit/rnenit
Prosedur menyeimbangkan jarun perakitan dengan metoda Lagest-candidate rule
5