Anda di halaman 1dari 4

----

-----_.

Materi Kuliah ke 8
Proses Permesinan

Pendahuluan
Proses permesinan merupakan salah satu dari beberapa metoda yang umum
digunakan untuk menghasilkan bentuk dan ukuran akhir suatu produk I
komponen.
Proses permesinan dapat merupakan bagian dari urutan sebuah proses
manufaktur atau merupakan sebuah proses yang berdiri sendiri. Dalam proses
permesinan, usaha untuk menghasilkan bentuk dan ukuran akhir suatu
komponen dilakukan dengan cara membuang (memotong) sebagian dari
material benda kerja ( yang tidak diperlukan ) secara berangsur - angsur,
contoh benda rancangan produk untuk proses permesinan :

7.5

R 2.5

o 52.5
e
-.-.

.-. .-.-.-.-.-._.-._._._._._._.-

----!--_._._._<_._. ._._.e 4.06,4

holes

32.78

-.-

1:025

Proses Permesinan Perlu Dilakukan Dalam Suatu Operasi Manufaktur,


Diantaranya karena :

Toleransi dimensi yang kecil yang tidak mungkin I dapat dicapai


hanya dengan proses casting atau forming saja.
Komponen mempunyai permukaan I profil dalam dan luar, sudut yang
tajam dan permukaan yang rata yang tidak dapat dihasilkan melalui
proses casting atau forging
Beberapa komponen yang telah diberi perlakuan panas (heat
treatment) untuk meningkatkan kekerasan permukaannya. Karena
proses perlakuan panas dapat menyebabkan permukaan komponen
tersebut berubah maka diperlukan operasi finishing dengan mesin
gerinda untuk mendapatkan bentuk I dimensi akhir.
Proses permesinan merupakan proses yang paling ekonomis
khususnya untuk jumlah komponen yang relatif sedikit.

chip

v
o

----l--sflearpla- e -

relief or
shear angle

clearence angle

work piece

Beberapa kekurangan dari proses permesinan adalah :


Proses permesinan merupakan proses yang menghasilkan lebih
banyak geram (sekrap), energi, modal dan tenaga kerja bila
dibandingkan dengan proses casting atau forming.
Proses permesinan membutuhkan waktu pengerjaan yang relatif
lebih lama.

Proses permesinan yang dikerjakan tidak dengan cara yang benar


dapat memberikan pengaruh yang buruk pada hasil pengerjaan.

Proses Permesinan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :


1.Menggergaji (sawing)
2.Menyekrap (shaping I planning)
3.Membubut (turning)
4.Mengefreis (milling)
5.Menggurdi (drilling)
6.Menggerinda (grinding)

Variabel- variabel proses permesinan


Material pahat dan bentuk geometrisnya
Material benda kerja
Parameter I kondisi proses pemotongan
Larutan pendingin I pelumas
Karakteristik dari mesin perkakas seperti stiffness dan damping

Adanya

perubahan

pada

variabel-variabel

tersebut

akan

memberikan

perubahan pada :
Permukaan akhir (surface finish) benda kerja basil pengerjaan
Keausan dan kegagalan (failure) pahat
-

Tipe geram yang dihaslkan seperti, continuous chips, built-up-edge


(BUE) chips, serrated (segmented) chips, discontinuous chips.
Kenaikan temperatur pada benda kerja, geram dan pahat.

Parameter-parameter

selain parameter kondisi pemotongan proses permesinan

Gambar rancangan nyatakan spesifikasi geometris sebuah produk


Proses

permesinan

dipilih

atau

ditentukan

berdasarkan

gambar

rancangan beserta urutan prosesnya

Untuk suatu tahapan proses, ukuran obyektif ditentukan dan pahat


digunakan untuk membuang sebagian material benda kerja sampai
ukuran obyektif tersebut dicapai
Perencanaan sebuah proses permesinan dilakukan untuk setiap
rancangan produk yang berbeda

Parameter-parameter (kondisi pemotongan) baik yang dihitung maupun


ditentukan pada proses permesinan adalah :
1. Kecepatan potong (cutting speed)
1. Gerak makan (feed) dan kecepatan makan (feedrate)
2. Kedalaman potong (depth of cut)
3. Waktu pemotongan (machining time)
4. Kecepatan penghasilan geramPlease do not use illegal software... (metalremoval rate)

Parameter-parameter proses permesinan diatas dihitung berdasarkan dimensi


benda kerja dan atau pahat serta besaran dari mesin perkakas. Parameterparameter yang dibahas hanya parameter-parameter proses permesinan untuk
proses membubut, mengfreis, dan menggurdi.