Anda di halaman 1dari 5

2.2.

1 Pihak Pihak Terkait dalam kegiatan Bongkar Muat di Pelabuhan


Kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak bisa berjalan dengan lancar tanpa
adanya pihak-pihak yang terlibat didalamnya, baik dari instansi pemerintahan, swasta
maupun asosiasi di pelabuhan. Adapun instansi pemerintahan dan swasta serta
asosiasi yang terkait dalam kegiatan bongkar muat di pelabuhan antara lain :
1. Instansi Pemerintah :
a. Administratur Pelabuhan (Adpel)
Administratur
Pelabuhan

(Adpel)

adalah

instansi

yang

menyelenggarakan fasilitas pelayanan keselamatan pelayaran di dalam


daerah pelabuhan dengan tujuan untuk mempelancar lalu lintas angkutan laut
an bongkar/muat orang, barang maupun hewan di dalam wilayah
kepelabuhan serta mengkoordinir kegiatan instansi terkait yang ada
diwilayah pelabuhan.
b. Syahbandar
Syahbandar adalah instansi penegak hukum yang melaksanakan port
clearance (pemeriksaan surat-surat kapal/surat layak laut dan memberikan
panduan keluar masuk pelabuhan), agar kapal dapat keluar masuk pelabuhan
secara tertib dan terawasi, sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin.
c. Bea dan Cukai
Bea dan Cukai adalah instansi penegak hukum dibidang Kepabeanan
dan Cukai, dengan jalan melaksanakan pengawasan an pemungutan bea
masuk an pungutan negara lainnya serta memberikan pelayanan terhaap
kegiatan impor dan ekspor dan melakukan koorinasi dengan instansi terkait
lainnya.

d. Imigrasi

Imigrasi adalah instansi penegak hukum keimigrasian terutama yang


berkaitan dengan keluar masuknya orang (termasuk ABK) dari dan ke luar
negeri melalui wilayah pelabuhan bersangkutan.
e. Dinas Karantina dan Kesehatan Pelabuhan
Dinas Karantina dan Kesehatan Pelabuhan adalah instansi penegak
hukum dibidang kesehatan (baik manusia, binatang maupun tumbuhtumbuhan) yang masuk dan keluar indonesia melalui wilayah pelabuhan
bersangkutan dan hasil pemeriksaan yang dilakukan diterbitkan Healt
Certificate dan Healt Clearance.
f. Keamanan dan Ketertiban (KP3/ KPLP)
Keamanan dan Ketertiban adalah instansi penegak hukum yang berada
dibawah naungan Kepolisian (KP3) dan Departemen Perhubungan (KPLP)
yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di dalam wilayah
pelabuhan tersebut.
g. Sucofindo
Sucofindo adalah instansi yang bertugas memeriksa kualitas barangbarang import dan eksport yang di bongkar dari kapal atau di muat ke kapal
di Pelabuhan.
h. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) adalah instansi yang bertugas
memeriksa kondisi badan kapal dan permesinan serta mengeluarkan
sertifikat klas.
i. Dinas Perhubungan

Dinas Perhubungan adalah instansi yang mengatur teknis kegiatan


operasional di bidang angkutan laut dan penunjang keselamatan pelayaran,
serta menerima laporan-laporan kegiatan di pelabuhan.

j. PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO)


PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) adalah instansi yang mempunyai
tugas dan melaksanakan pengusaha jasa kepelabuhanan dalam rangka
menunjang kelancaran arus kapal, barang, penumpang dan hewan
k. Kepala Dinas Kehutanan,
Kepala Dinas Kehutanan adalah instansi yang bertugas mengawasi
pengiriman kayu dan hasil hutan yang akan di muat ke kapal atau dibongkar
dari kapal di pelabuhan.
Secara internasional instansi-instansi pemerintah tersebut diatas yang
dikenal memiliki kewenangan khusus dalam pengawasan dan pelayanan
terhadap keluar masuknya orang dan barang dari dan keluar negeri, dikenal
sebagai CIQ, yaitu Customs (bea dan cukai), Immigration (imigrasi) dan
Quarantine (karantina) dimana sesuai dengan kewenangannya masing-masing
dapat memberikan clearance atau tidak terhadap lalu lintas orang dan barang
sesuai dengan kewenangan masing-masing.
2. Perusahaan Swasta
Perusahaan swasta (Badan Hukum Indonesia) yang melaksanakan jasa
kepelabuhanan berkaitan dengan lalu lintas kapal, penumpang dan bongkar
muat barang terdiri dari :
a. Perusahaan Pelayaran

yaitu usaha pelayaran berupa penyelenggaraan angkutan orang barang


dengan mempergunakan kapal, usaha keagenan kapal dan usaha penunjang
kegiatan pelayaran lainnya.
b. Perusahaan Boingkar Muat
yaitu perusahaan yang beroperasi di pelabuhan di Indonesia sesuai
surat keputusan menteri perhubungan KM 14 tahun 2002. Kegiatan
perusahaan bongkar muat meliputi membongkar dan memuat barang dari
kapal, pergudangan dan penumpukan. Selain itu perusahaan bongkar muat
juga mengadakan peralatan-peralatan dan pengangkutan barang dan serta
gudang.
c. Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dan Freight Forwarder.
yaitu perusahaan jasa pengurusan muatan dan umumnya dilakukan
dari pintu ke pintu, termasuk semua kegiatan yang diperlukan bagi
terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat,
laut dan udara.
d. BPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan)
Yaitu perusahaan jasa untuk pengurusan dokumen (kepabeanan) dan
muatan (agen pelayaran/pergudangan) yang akan di muat atau diterima oleh
pengirim/penerima barang dari pelanggannya
e. Perusahaan Angkutan Darat
Yaitu perusahaan yang memberikan pelayanan jasa angkutan barang
yang dibongkar/muat dari kapal.
f. Perbankan

Yaitu perusahaan yang memberikan jasa perbankan untuk di


pelabuhan, terutama transaksi ekspor/impor barang.
g. Surveyor
yaitu perusahaan yang bertugas memeriksa kapal atau muatannya
untuk kemuian menyatakan pendapatnya dari hasil yang diperiksanya
h. Perusahaan Persewaan Peralatan
Yaitu perusahaan yang memberikan pelayanan jasa penyewaan
peralatan bongkar/muat dan transpotasi di pelabuhan.
3. Asosiasi
Selain instansi pemerintahan dan swasta yang berperan di pelabuhan
ada beberapa asosiasi yang terkait dengan kegiatan bongkar muat di
pelabuhan antara lain ;
a. INSA (Indonesia National Shipping Association) Asosisasi Perusahaan
Pelayaran Indonesia;
b. APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia);
c. Gaveksi INFA (Gabungan Veem dan Ekspedisi Indonesia Indonesia
d.
e.
f.
g.

Forwarding Association);
GINSI (Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia);
GPEI (Gabungan Perusahaan Eksport Indonesia);
ADEPI (Asosiasi Depo Petikemas Indonesia);
Organda (Organisasi Angkutan Darat)