Anda di halaman 1dari 28

SORTING AND TRAFFICKING PROTEIN

KARSONO 0402514026

DEFINISI
SORTING and TRAFFICKING
Suatu pembahasan tentang mekanisme protein secara langsung
memasuki organel bermembran dari sitosol. Kemudian dari sitosol
ditransport kesejumlah lokasi yang berada didalam sel.
Semua protein memiliki tempatnya masing- masing protein
reseptor hormon di membran, protein, disandikan oleh DNA nukleus,
disintesis

oleh

ribosom

pada

sitosol

dan

didistribusikan

ketempatnya melalui aksi signal sorting dan proses sorting.

Mekanisme sorting and trafficking


1.Mekanisme sitosol ke Nukleus
2.Mekanisme sitosol ke RE,
mitokondria, kloroplas atau
peroksisom
3.Mekanisme dari RE ke organel lain
dan dari organel2 dalam system
endomembran satu kelainnya

PENYORTIRAN PROTEIN

1. Biogenesis organel
2. Sekresi protein

Biogenesis organel
Biogenesis organel merupakan
kreasi untuk membentuk organel
sel di dalam sel.
Biogenesis organel termasuk
proses penyisipan organel sel
pada sel anak selama mitosis.

SEKRESI PROTEIN
Sekresi protein meliputi:
Sekresi protein dari retikulum endoplasma
(endoplasmic reticulum = ER).
Sekresi protein dari Badan Golgi. Protein
dari Badan Golgi disortir ke beberapa
tujuan:
- permukaan sel
- lisosom
- membran plasma

LINTASAN
SKRETORI

DNA ditranskripsi menjadi mRNA kemudian


ditranslasi pada ribosom pada sitosol.
Protein yang baru disintesis di ribosom
disekresi melalui jalur:
Jalur sekretori langsung ke retikulum
endoplasma kasar (rER) oleh sequen sinyal
ER.
Setelah translasi lengkap selesai dalam ER,
protein bergerak melewati vesicle transport ke
Badan Golgi.

Setelah sintesis protein selesai, protein


tanpa sinyal ER dilepaskan ke sitosol.
Protein akan diikat oleh protein khusus (
organelle- specific uptake-targeting
sequence) untuk diinkorporasikan ke
mitokondria, kloroplast, peroksisom atau
nukleus.
Mitokondria dan kloroplast memiliki 2
membran ganda (membran luar dan
dalam). Protein melintasi 2 membran
tersebuut masuk ke matriks atau rongga
stroma.

SORTING PROTEIN PADA MITOKONDRIA

membran dalam mitokondria

membran luar mitokondria

ruang intermembran

Tahap-tahap
pemasukan protein
ke dalam
mitokondria

Tahap-tahap pemasukan protein


ke dalam mitokondria

Prekusor

protein

pada

ribosomsitosol

mengandung

chaperon
Protein yang terikat kemitochondrial- import stimulation
factor (MSF) TOM37 danTOM70
Protein terikat keHsc 70 TOM20 danTOM22.
Setelah protein dengan reseptor import pada membran
bertemu, kemudian protein ini akan dibawa oleh reseptor
import kepori protein
langsung

berhubungan

intergral pada membran luar yang


dengan

protein

intregral

pada

membran dalam.
Untaian

pengarah

matrik pretease.

dikeluarkan

dengan

bantuan

enzim

Peranan chaperon, chaperonin

Protein di matriks mitokondria terikat pada


Hsc70 matriks (miripHsc70 sitosol).
Di matriks, protease akan memisahkan
sekuen matriks-targeting pada N-terminus

Chaperonin pada bakteri, Gro EL,


memfasilitasi pelipatan protein.

Uptake protein ke
mitokondria membutuhkan
energi dari :
1. Hidrolisis ATP di sitosol
2. Proton motive force di membran dalam
3. Hidrolisis ATP di matriks mitokondria

SORTING PROTEIN PADA KLOROPLAS

Tahap-tahap pemasukan protein


ke dalam kloroplas
Protein dikode oleh gen nukleus, kemudian disintesis di
dalam sitosol, lalu dimasukan melalui pori protein
intregral yang berada pada membran pembungkus
kloroplas.
Protein bagi stroma mengandung pengarah stoma yang
berada pada N-terminus protein tersebut, sedangkan
protein bagi tilakoid mengandung dua jenis pengarah
yaitu pengarah stroma dan tilakoid yang keduanya samasama berada pada N-terminus.
Sisa protein stroma akan dikeluarkan bersama untai
pengarah.
Pengarah protein tilakod menyebabkan perpindahan
protein tilakoid ke membran atau melewati membran
tilakoid.
Sejumlah protein pada membran tilakoid dikode oleh gen
kloroplas dan disintesis oleh ribosom kloroplas

Tilakoid memiliki 2
sekuen uptake targeting
: menuju stroma dan ke
lumen tilakoid. Ada 4
sistim transpor
ketilakoid, 2 diantaranya
adalah seperti pada
gambar

1. Yang mentranspor plastocyanin : tanpa


gradient pH sepanjang tilakoid membran.
2. Yang mentranspor protein 23 kDa dari PSII
terlipat di stroma dan mengikat kofaktor
redox metal. Protein tilakoid membran Hef
106 membantu translokasi protein jenis ini
dan uptakenya menggunakan energi dari
gradien pH.

Kesamaan transpot antara


kloroplas dan mitokondria
1. Protein bagi organel disintesis pada sitoplasma
2. Membren dalam dan luar pembungkus mengandung
kompleks tranlokasi yang berbeda
3. Chaperone berfungsi dalam melepas protein pada
sitoplasma dan mengikat protein pada kloroplas
4. Protein yang diperuntukkan bagi kloroplas disentesis
dengan mengandung rantai N-terminus

SORTING PROTEIN PADA PEROKSISOM

Tahap-tahap pemasukan protein


ke dalam peroksison

1. Katalase atau PTS-1 yang mengandung C-terminal mengikat


protein reseptor (Pex5) yang terdapat di sitoplasma.
2. Pex5 yang mengikatkatalaseatau PTS-1 (kompleks protein)
kemudian berikatan dengan Pex 14 yang berada pada
membran peroksisom.
3. Kompleks protein kemudian ditransfer oleh Pex14 keset
Pex10, Pex12, dan Pex2. Translokasi oleh set ini tidak
diketahui secrapasti mekanismenya.
4. Selanjutnya setelah melepaskan kompleks protein, Pex5
dilepaskan kembali kesitosol.
Sejumlah protein matrik peroksisom seperti Tiolase disintesis
sebagai prekusor dengan sinyal N-terminal yang disebutdengan
PTS-2.

Protein ini berikatan dengan

protein

reseptor sitosol

yang berbeda tetapi meknismesorting-nya sama dengan PTS-1.

SORTING PROTEIN PADA RETIKULUM


ENDOPLASMA

Tahap-tahap pemasukan protein


ke dalam Retikulum Endoplasma

1.16 30 residu sekuen signal


membawa proteintsb ke membran
RE dan menginisiasi transpor.
2.Sekuen signal 1/lebih asam amino
bermuatan +, 612 residu
hidrofob.
3.Residu hidrofobik dari signal
merupakan situs pengikatan yang
penting untuk pengenalan sekuen
signal dengan protein reseptor
pada membran RE

Struktur dari SRP:


P54: mengikat sekuen
signal
P9, P14: berinteraksi
dengan ribosom
P68, P72: diperlukan
untuk
translokasi
SRP juga mencegah disintesisnya
protein bila tak ada membran RE.

SORTING PROTEIN PADA BADAN GOLGI

Ribosom

dalam sitosol mensintesis protein


yang belum matang (prekursor protein)

Prekursor

protein dimatangkan dengan


proses glikosilasi yaitu posforilasi glycan
sehingga terbentuk glikoprotein.

Glikoprotein

ditranspor ke organel lain


(mis: membran sel, lisosom) atau
disekresikan ke luar sel.

SORTING PROTEIN PADA LISOSOM