Anda di halaman 1dari 10

AKTIVITAS PRODUKSI BATU ANDESIT DI PT HULU BATU PERKASA

PROPOSAL
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Permohonan Kerja Praktek

Oleh
Rizal Angkat

(03121002010)

Gilang Muhammad

(03121002018)

M. Rizki Ridhotillah (03121002022)

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
2015

IDENTITAS DAN PENGESAHAN USULAN


KERJA PRAKTEK

1. Judul
a.

b.

: Aktivitas Produksi Andesit di PT Hulu Batu Perkasa

Pengusul

Nama/NIM

: 1. Rizal Angkat

Institusi

(03121002012)

2. Gilang Muhammad

(03121002018)

3. M. Rizki Ridhotillah

(03121002022)

: Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya

2. Tempat

: PT Hulu Batu Perkasa Lampung Tengah

3. Waktu

: 25 Juli 2015 15 Agustus 2015

Indralaya, 8 Juli 2015


Pemohon 1,

Pemohon 2,

Pemohon 3,

Rizal Angkat

Gilang Muhammad

M. Riski Ridhotillah

NIM. 03121002012

NIM. 03121002018

NIM. 03121002022

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Pertambangan

Dosen Pembimbing

Universitas Sriwijaya,

Rr.Hj.Harminuke Eko Handayani,


ST.MT
NIP.1969020991997032001

Ir. Makmur Asyik, M.S.


NIP. 195912281988101001

A. JUDUL
Aktivitas Produksi Andesit di PT Hulu Batu Perkasa
B. BIDANG ILMU
Teknik Pertambangan.
C. LATAR BELAKANG
Pertambangan adalah usaha untuk mengambil bahan galian dari dalam
bumi untuk dapat dimanfaatkan manusia. Industri mineral utama Indonesia
antara lain semen, pertambangan logam, dan migas sangat besar
mempengaruhi produksi industri domestic (Chin S Kuo, 2014). Pertambangan
menjadi salah satu sumber penghasilan vital dan juga merupakan faktor
penting bagi keberlangsungan pembangunan Indonesia. Industri pertambangan
d Indonesia terbagi menjadi pertambangan mineral logam, mineral industri,
dan migas.
Secara tektonik, struktur geologi di Pulau Sumatera didominasi oleh
sesar mendatar dekstral. Bukit Barisan yang merupakan struktur geologi
bentukannya menghasilkan erupsi celah menghasilkan tufa yang membawa
pecahan batuan Pra-Tersier, disusul oleh erupsi lava, breksi dan tufa yang
berkomposisi andesit, kemudian terobosan granit, pada saat yang sama di
cekungan terjadi sedimentasi darat sampai laut dangkal.
Provinsi Lampung yang terletak pada jalur pegunungan bukit barisan
memiliki potensi sumberdaya mineral yang beragam, salah satunya batu
andesit. Dalam pemanfaatannya, batu andesit dapat berbentuk batu belah, split
dan abu batu. Sebagai negara yang sedang membangun, Indonesia
membutuhkan bahan galian ini di setiap tahunnya. Permintaan yang rutin dan
bertumbuh ini menarik minat kami untuk melakukan Kerja Praktek di PT Hulu
Batu Perkasa guna mendapatkan gambaran aktivitas dan peralatan yang
digunakan pada kegiatan produksi batu andesit.

D. DASAR PEMIKIRAN
Kegiatan Kerja Praktek ini diselenggarakan berdasarkan :
1. Program link and match antara dunia industri dengan pergurtuan tinggi.
2. Kesenjangan antar pengetahuan teori yang dipelajari saat kuliah dengan
kedaan sebenarnya dilapangan, baik itu merupakan persoalan-persoalan
industri, masyarakat, maupun keahlian yang terus berkembang.
3. Kurikulum tahun 2014 yang berlaku di Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Sriwijaya yang menjadikan Kuliah Kerja Praktek sebagai
syarat pengerjaan Tugas Akhir dan menyelesaikan studi Strata 1 (S-1).
E.

TUJUAN
Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah :
1. Mengetahui gambaran umum aktivitas produksi andesit di PT Hulu Batu
Perkasa.
2. Mengetahui peralatan yang digunakan dalam produksi di PT Hulu Batu
Perkasa.
3. Mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan alat dalam produksi di
PT Hulu Batu Perkasa.
4. Mengetahui pengaruh tingkat permintaan andesit terhadap aktivitas
produksi PT Hulu Batu Perkasa.

F. PERMASALAHAN
Adapun permasalahan yang akan dibahas pada Kerja Praktek ini adalah :
1.
2.
3.
4.

Bagaimana mekanisme produksi andesit setiap harinya.


Apa saja peralatan yang digunakan dalam aktivitas produksi.
Apa saja faktor yang mempengaruhi pemilihan peralatan produksi.
Bagaimana pengaruh tingkat permintaan terhadap produksi andesit.

G. DASAR TEORI
Kegiatan dalam usaha pertambangan meliputi tugas tugas yang
dilakukan untuk mencari, mengambil bahan galian dari dalam kulit bumi
kemudian mengolahnya agar bisa bermanfaat bagi manusia. Secara garis besar
kegitan-kegiatan dalam usaha pertambangan adalah sebagai berikut:
1. Penyelidikan Umum

Penyelidikan umum dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi


regional dan indikasi adanya mineralisasi. (Tim RedaksiFokusmedia,2009)
2. Eksplorasi
Eksplorasi dilakukan untuk memperoleh informasi secara rinci dan
teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber daya
terukur dari endapan, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan
lingkungan hidup. Eksplorasi ini terdiri dari beberapa tahap eksplorasi,
yaitu :
a. Eksplorasi pendahuluan
Eksplorasi pendahuluan adalah eksplorasi tahap awal, tahap ini
berasal dari referensi-referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur
untuk melihat keberadaan cadangan pada suatu daerah yang terdapat
mineral, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan surat izin eksplorasi
untuk terjun langsung kelapangan. Pada umumnya sumber daya yang
terpetakan masih relatif besar dan luas, karena belum dilakukan
pengambilan sampel untuk mengetahui apakah kekayaan pada daerah
tersebut layak dan ekonomis untuk ditambang. (Prodjosoemarto,
Partanto, 2000)
b. Eksplorasidetil
Eksplorasi detil adalah eksplorasi tahap dimana pengerjaan
eksplorasi semakin detail dan rinci, tahap ini dikerjakan apabila pada
tahap sebelumnya mengidentifikasikan adanya cadangan yang cukup
ekonomis untuk ditambang, maka luasan dari sumber daya tahap
sebelumnya menjadi lebih kecil, tetapi peralatan yang digunakan
semakin banyak dan semakin canggih. (Prodjosoemarto, Partanto,
2000)
c. Eksplorasi lanjut
Eksplorasi lanjut adalah eksplorasi tahap akhir yang bertujuan
untuk menentukan apakah akan ditambang atau tidak, apabila hasil
dari tahap-tahap sebelumnya pada suatu lokasi adalah ekonomis dan
menguntungkan untuk ditambang, maka akan dilanjutkan pada
pengerjaan berikutnya. (Prodjosoemarto, Partanto, 2000)
Tujuan akhir dari eksplorasi mineral adalah untuk mengetahui berapa
nilai ekonomi dari endapan bahan galian di suatu daerah. Untuk itu

harus diketahui berapa banyak atau besarnya atau kualiatas dan


kuantitasnya endapan bahan galian itu. Secara umum, besarnya atau
kualitas dan kuantitas dinyatakan sebagai cadangan bahan tambang.
3. Study kelayakan
Studi Kelayakan, merupakan tahap kegiatan usaha pertambangan
untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan
untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan,
termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pasca
tambang. (Tim Redaksi Fokus media, 2009)
4. Konstruksi
Kegiatan usaha pertambangan untuk melakukan pembangunan seluruh
fasilitas operasi produksi, termasuk pengendalian dampak lingkungan.
(Tim Redaksi Fokus media,2009)
5. Eksploitasi
Kegiatan eksploitasi merupakan

kegiatan

penambangan

untuk

memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya. Metode


penambangan yang biasa diterapkan terhadap andesit adalah tambang
terbuka (quarry). Kegiatan ini terdiri dari :

a. Pembersihan Lahan (Land Clearing)


Land clearing bertujuan untuk membersihkan area penambangan
dari tumbuhan semak belukar dan pohon. Dengan menggunakan
peralatan seperti bulldozer dan gergaji. (Rochmanhadi,1982)
b. Pengupasan Tanah Pucuk
Tanah pucuk (top soil) merupakan tanah yang mempunyai
ketebalan lebih kurang 0,5 m dan merupakan lapisan tanah yang paling
atas yang mengandung bahan-bahan organik. (Rochmanhadi,1982)
c. Peledakan
Kegiatan peledakan yaitu suatu upaya pemberaian batuan dari
batuan

induk

menggunakan

bahan

peledak.

Menurut

kamus

pertambangan umum, bahan peledak adalah senyawa kimia yang dapat


bereaksi

dengan

cepat

apabila

diberikan

suatu

perlakuan,

menghasilkan sejumlah gas bersuhu dan bertekanan tinggi dalam

waktu yang sangat singkat. Suatu operasi peledakan dinyatakan


berhasil dengan baik pada kegiatan penambangan apabila :
1) Target produksi terpenuhi
(dinyatakan dalam ton/hari atau ton/bulan)
2) Penggunaan bahan peledak efisien yang dinyatakan dalam jumlah
batuan yang berhasil dibongkar per kilogram bahan peledak
(disebut powder faktor ).
3) Diperoleh fragmentasi batuan berukuran merata dengan sedikit
bongkah (kurangdari 15% dari jumlah batuan yang terbongkar per
peledakan).
4) Diperoleh dinding batuan yang stabil dan rata (tidak ada overbreak,
overhang, dan retakan - retakan).
5) Aman.
6) Dampak terhadap lingkungan minimal.(Koesnaryo, 1998)
6. Pengolahan dan Pemurnian
Pengolahan dan Pemurnian adalah kegiatan yang dilakukan untuk
meningkatkan mutu bahan galian agar dapat dimanfaatkan. Pada kegiatan
pertambangan

andesit,

pengolahan

dilakukan

dengan

melakukan

pengecilan ukuran atau kominusi.


Kominusi bertujuan untuk membebaskan mineral berharga dari material
pengotornya, menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai
dengan kebutuhan pada proses berikutnya, dan memperluas permukaan
partikel agar dapat mempercepat kontak dengan zat lain seperti reagen.
Kominusi terbagi menjadi dua, yaitu

peremukan (crushing) dan

penggerusan (grinding).
7. Pengangkutan
Pengangkutan atau hauling adalah kegiatan usaha pertambangan untuk
memindahkan mineral dan/atau batubara dari daerah tambang dan/atau
tempat pengolahan dan pemurnian sampai tempat penyerahan. (Tim
Redaksi Fokusmedia,2009)
8. Penjualan
Penjualan,kegiatan usaha

pertambangan

untuk

menjual

hasil

pertambangan mineral atau batubara.(Tim Redaksi Fokus media, 2009)


9. Reklamasi
Reklamasi kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha
pertambangan untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas

lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai


peruntukannya . (Tim Redaksi Fokus media,2009)
10. Pasca Tambang
Kegiatan Pasca tambang, kegiatan terencana,

sistematis

dan

berkelanjutan setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha


pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi
sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan. (Tim
Redaksi Fokus media, 2009)
H. HASIL YANG DIHARAPKAN
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan Kerja Praktek ini adalah agar
mahasiswa lebih mengetahui serta memahami teknis aktivitas produksi
andesit, peralatan yang digunakan pada kegiatan pertambangan dan faktor
yang mempengaruhi pemilihan alat sehingga dapat menjadi bekal serta
pengalaman bagi mahasiswa yang bersangkutan ketika memasuki dunia
kerja.
I. METODOLOGI
Berikut ini adalah metodologi yang akan dilakukan :
1. Pengumpulan data, yang mencakup :
a. Data primer, mencakup pengamatan langsung kegiatan operasi dan
produksi di front kerja.
b. Data sekunder, mencakup studi literatur, laporan dan penelitian
sebelumnya.
2. Penyusunan laporan, melakukan bimbingan secara berkala dan pembuatan
laporan secara sistematis.
J. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Sesuai dengan surat permohonan yang kami ajukan, kami bermaksud
melaksanakan Kerja Praktek pada tanggal 20 Juli 2015 10 Agustus 2015.
Waktu pelaksanaan dapat diperpanjang sesuai dengan kebijaksanaan
perusahaan penyelenggara. Tetapi kami mohon agar jadwal pelaksanaan tidak

jauh dari waktu yang telah kami ajukan. Rincian kegiatan yang akan
dilaksanakan adalah sebagai berikut :
No
1
2
3
4

Kegiatan

Minggu ke2
3

Orientasi Lapangan
Pengamatan Lapangan
Pengumpulan Data Lapangan
Penyusunan Laporan

K. PESERTA KEGIATAN
Untuk pelaksanaan kerja praktek ini rencananya mahasiswa yang ikut serta
dalam proposal kegiatan ini berjumlah 3 (tiga) orang dari Jurusan Teknik
Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Adapun mahasiswa peserta kegiatan kerja praktek tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Nama
Nim
Fakultas
Jurusan
Jenis Kelamin
Tempat / Tanggal Lahir
No. Tlp/Hp
Email
2. Nama
Nim
Fakultas
Jurusan
Jenis Kelamin
Tempat / Tanggal Lahir
No. Tlp/Hp
Email
3. Nama
Nim
Fakultas
Jurusan
Jenis Kelamin
Tempat / Tanggal Lahir
No. Tlp/Hp
Email
L. PENUTUP

: Rizal Angkat
: 03121002012
: Teknik
: Teknik Pertambangan
: Laki-laki
: Sumbul / 22 Februari 1994
: 0812-7823-5844
: rizal.angkat@yahoo.co.id
: Gilang Muhammad
: 03121002018
: Teknik
: Teknik Pertambangan
: Laki-laki
: Magelang / 21 Maret 1994
: 0853-8227-0101
: gm21mhd@gmail.com
: M. Rizki Ridhotillah
: 03121002022
: Teknik
: Teknik Pertambangan
: Laki-laki
: Sidoharjo / 13 Desember 1993
: 0812-7825-8247
: ridho.tillah@gmail.com

Demikian proposal permohonan Kerja Praktek yang kami rencanakan


akan dilakukan di PT Hulu Batu Perkasa. Besar harapan kami untuk dapat
melakukan kerja praktek dan mendapat sambutan yang baik dari pihak
perusahaan. Melihat keterbatasan dan kekurangan yang kami miliki, maka
kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan baik moril maupun materil
dari pihak perusahaan untuk Kerja Praktek ini.
Bantuan yang sangat kami harapkan dalam pelaksaan Kerja Praktek ini
adalah :
1. Adanya bimbingan selama melaksanakan Kerja Praktek.
2. Kemudahan dalam mengadakan penelitian (akomodasi) ataupun
pengambilan data-data yang diperlukan selama melaksanakan Kerja
Praktek.
Semoga hubungan baik antara pihak industri pertambangan dengan pihak
institusi pendidikan pertambangan di Indonesia tetap berlangsung secara
harmonis demi kemajuan dunia pendidikan dan perkembangan industri
pertambangan Indonesia. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami
ucapkan terima kasih.
M. DAFTAR PUSTAKA
E. Y. Toreno. 2015. Mineralisasi Emas Epitermal Di Wilayah Lubuk Gadang
Solok Selatan, Sumatera Barat . Makalah : Pusat Sumber Daya Geologi
Rochmanhadi,(1982), Alat-Alat Berat Dan Penggunaannya, Dunia Grafika
Indonesia, Jakarta.
Tim Redaksi Fokusmedia, (2009), Undang-undang Pertambangan Mineral
dan Batubara, Fokusmedia, Bandung.