Anda di halaman 1dari 10

PENJERNIHAN AIR

OLEH :
KELOMPOK 6
Nama Anggota

: ~ Arsiaty Ada
~ Fahrin Husain
~ Satrianus Tiku Tondok
~ Tiku Langi Paranoan

Kelas

: XI IPA 1

SMA NEGERI 1 RANTEPAO


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmat-Nya lah kami dapat mengerjakan Laporan Kimia tentang
Penjernihan Air pelajaran IPA-KIMIA sampai selesai tanpa ada masalah berat
apapun yang menghambat penyelesaian laporan ini.
Untuk proses pembuatan Laporan Kimia ini, kami telah dibantu dari berbagai
pihak yang sangat berperan penting. Oleh sebab itu, kami ingin mengucapkan terima
kasih terhadap Ibu Ida yang telah mengajar dan membimbing kami dalam pelajaran
Kimia yang berhubungan dengan Laporan Kimia ini.
Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah
membantu kami dalam hal ini.
Kami

menyadari

bahwa

Laporan

Kimia

ini

masih

sangat

jauh

dari

kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami mohon saran dan kritik dari anda untuk
perbaikan hasil Laporan ini selanjutnya.

Februari 2009,

Penyusun

Kelompok 6

DAFTAR ISI

*KATA PENGANTAR.ii
*DAFTAR ISI.iii
PENDAHULUAN
*LATAR BELAKANG
*TUJUAN..
*LANGKAH-LANGKAH PENJERNIHAN AIR.
*KESIMPULAN.
*PENUTUP

LANGKAH-LANGKAH PENJERNIHAN AIR

1. Air dari sungai dipompa melalui sebuah pipa dengan menggunakan


mesin. Pada ujung pipa tersebut terdapat saringan, yang berfungsi
untuk menyaring kerikil-kerikil yang terbawa bersama air sehingga pipa
tersebut hanya bisa dialiri oleh air dan Lumpur.

Keadaan Air Sungai yang akan dijernihkan

2. Air yang dipompa dari sungai, di in-take atau dimasukkan ke dalam bak
I. Bak ini memiliki kedalaman sekitar 4 meter.

3. Air dari bak I dialirkan ke bak II untuk dicampurkan dengan tawas dan
kaporit. Perbandingan tawas dengan air adalah 1 kg/20 Liter, yang
dialirkan dari sebuah wadah dengan kecepatan 60 cc/detik. Sedangkan
perbandingan kaporit dengan air adalah 1 kg/ 250 Liter yang dialirkan
dari sebuah wadah dengan kecepatan 20 cc/detik. Perbandingan antara
tawas dan kaporit dengan air harus tepat, karena apabila tawas dan
kaporit kurang atau lebih, maka air akan tetap keruh.
Air di Bak II ini, langsung dialirkan ke bak pengolahan.

4. Bak pengolahan terdiri dari :


A, Klokulator ( Berjumlah 2 buah )
Di klokulator, air yang telah dicampur dengan tawas dan kaporit
( yang dialirkan dari bak II ) mengalami pengolahan secara mekanis.
Tawas berfungsi untuk menjernihkan air dan kaporit berfungsi
untuk membunuh kuman-kuman ( bakteri dan mikroorganisme ),
penyaring atau pembersih pestisida dan zat-zat kimia lainnya.
Kecepatan pengolahan di klokulator sekitar 20 Liter/detik.
Selain tawas dan kaporit, pada bak ke-3 ini air diberikan kapur
dimana kapur berfungsi untuk mencegah air terlalu asam sehingga
dengan memberikan kapur pada air, pH yang dimiliki oleh air dapat
seimbang.
Pada bak ke-3 juga terjadi sebuah proses dimana kotoran-kotoran
pada air diubah dari molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul
besar sehingga kotoran-kotoran tersebut mengapung di atas air.
Kotoran-kotoran ini nantinya akan masuk ke bak berikutnya untuk
diendapkan

B. Bak Pengendapan Lumpur ( 1 buah )


Air yang dialirkan dari bak klokulator masih mengandung Lumpur. Di
bak ini, semua Lumpur diendapkan di dasar bak. Hasil pengendapan
disebut klug.
C. Bak Penyaringan ( 4 buah )
Air yang telah diendapkan lumpurnya di bak pengendapan, dialirkan
ke bak penyaringan. Di bak ini air disaring atau difilter untuk kedua
kalinya.

5. Bak Pencucian Balik / diskos ( Bak claefaer )


Air yang telah difilter di bak penyaringan dialirkan ke bak pencucian
balik untuk ditampung.

6. Bak Penampungan
Air yang ditampung di bak pencucian balik, dialirkan ke bak
penampungan. Di bak ini, air dialirkan ke konsumen melalui prinsip pipa
yang terdiri dari 3 pipa, yaitu pipa transmisi, pipa disbusi, dan pipa
persin.

KESIMPULAN
Langkah-langkah penjernihan air menurut prinsip kerja PDAM diawali
dengan air dari sungai dipompa melaui sebuah pipa dengan menggunakan mesin
dimana ujung pipa terdapat saringan kerikil. Lalu air tersebut dimasukkan ke
dalam bak I yang akan dimasukkan ke Bak II untuk diberikan tawas dan
kaporit yang berfungsi menjernihkan air agar tidak kotor dan keruh lagi. Air
yang sudah tercampur tawas dan kaporit langsung dialirkan ke bak pengolahan
yang akan diolah secara mekanis. Setelah itu air dialirkan lagi ke bak
pengendapan Lumpur untuk mengendapkan Lumpur yang ikut bersama air. Air
yang telah diendapkan lumpurnya itu dialirkan lagi ke bak penyaringan untuk
disaring yang kedua kalinya. Air yang sudah melalui proses ini bisa langsung ke
bak penampungan untuk langsung dialirkan ke konsumen.

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Semakin lama seiring berjalannya waktu, air yang ada di bumi semakin
sulit untuk didapatkan karena semakin tercemar. Ini sebabnya kita
sering menyangka jika sumber daya alam, yaitu air dapat habis. Air
sebenarnya tidak berkurang, tetapi karena semakin hari semakin
banyak air yang tercemar sehingga air yang masih bersih otomatis
terasa berkurang dan sulit untuk didapatkan. Oleh karena itulah
penjernihan air sangat dibutuhkan saat ini agar kita masih bisa
menikmati air yang bersih dimana air yang masih kurang bersih diolah
dan dijernihkan sehingga air tesebut dapat digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, seperti untuk minum, mandi, dll.

B. TUJUAN
Penjernihan air ini bertujuan untuk memudahkan kita mendapatkan air
yang bersih sehingga kita tidak perlu khawatir jika air yang kita
gunakan masih dalam keadaan tercemar.

PENUTUP
Demikianlah hasil laporan kami, apabila ada kata-kata atau kalimat
dalam laporan Kimia ini yang salah dan telah menyinggung perasaan yang
membacanya, kami mohon maaf.
Oleh karena itu, apabila ada kesalahan pada hasil laporan ini, kami
mohon dan meminta saran serta kritiknya dari anda sekalian yang membaca
laporan ini.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang
diberikan kepada kami untuk menyusun hasil laporan ini sampai selesai.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH