Anda di halaman 1dari 45

DEPARTEMEN ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT

KANDUNGAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

Case Report
ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

Polip Serviks
Disusun oleh : Douglas T. M. Hutahaean (11.241)
Pembimbing : dr. I Gusti Ngurah M. M., Sp.OG.
KEPANITERAAN KLINIK KEBIDANAN
DAN PENYAKIT KANDUNGAN
PERIODE 14 DESEMBER 23 JANUARI 2016

PENDAHULUAN
Bagian uterus yang berada di bagian bawah.
Sering ditemukan Abonormalitas.
Polip serviks merupakan pertumbuhan
massa atau tumor bertangkai
Prevalensi kasus polip serviks berkisar
antara 2 hingga 5% wanita
68% gejala berupa abnormal vaginal
bleeding
The Journal of Minimal Invasive Gynecology

TINJAUAN PUSTAKA
Polip Serviks

Anatomi Serviks

Bucella D, Frdric B, Nol JC. Giant cervical polyp: a case report andreview of a rare entity.
Arch Gynecol Obstet 2008;278(3):295-8

Anatomi Serviks

Anatomi Serviks

Bucella D, Frdric B, Nol JC. Giant cervical polyp: a case report andreview of a rare
entity. Arch Gynecol Obstet 2008;278(3):295-8

Definisi
Polip serviks
adalah tumor jinak
berupa adenoma
maupun
adenofibroma
Tumbuh menonjol
dan bertangkai,
tumbuh di mukosa
serviks.
1. Achadiat, C M. 2004. Prosedur Tetap Obstetri dan Ginekologi. EGC. Jakarta
2. Bucella D, Frdric B, Nol JC. Giant cervical polyp: a case report andreview of a rare
entity. Arch Gynecol Obstet 2008;278(3):295-8

Etiopatogenesis

Merck Manual Professional. Benign Gynecologic Lession: Cervical Polyp.Gynecology and Obstersics, 2008

Morfologi
Polip
Endoserviks
Polip
Ektoserviks
Struktur polip
memiliki
vaskularisasi
yang adekuat
Merck Manual Professional. Benign Gynecologic Lession: Cervical Polyp.Gynecology and Obstersics, 2008

Intermenstrual bleeding,
postcoital bleeding,
leukorea, hipermenorrhea
Gejala Tersering

Faktor Risiko

1. Bucella D, Frdric B, Nol JC. Giant cervical polyp: a case report andreview of a rare
entity. Arch Gynecol Obstet 2008;278(3):295-8
2. Merck Manual Professional. Benign Gynecologic Lession: Cervical Polyp.Gynecology and
Obstersics, 2008.

Tatalaksana
Dilakukan ekstirpasi pada tangkainya
Dilakukan curettage sehingga seluruhnya
dapat dikeluarkan
Hasil pemeriksaan menentukan terapi lebih
lanjut

Prognosis
Pengangkatan polip merupakan tindakan
yang cukup kuratif.
Biasanya keluhan sudah dapat teratasi
sepenuhnya, namun tetap harus diwaspadai
jika sebelumnya polip sudah terinfeksi
terlebih dahulu karena bisa menjadi
salpingitis

LAPORAN KASUS
Polip Serviks

Identitas Pasien
No RM : 04.16.94
Nama : Ny. R
Umur : 31 tahun
Alamat : Juata Kerikil RT 01 No. II, Tarakan
Agama : Islam
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Paritas : P1A0
Masuk RS : 29 Maret 2016 Pukul 12.00 WITA
Tanggal Periksa : 29 Maret 2016
Asal Pasien
: Poli Obsgyn

Anamnesa
Keluhan Utama :
Perdarahan setelah berhubungan seksual

Keluhan Tambahan :
Perut bawah terasa tidak nyaman.

Riwayat Penyakit
Sekarang
Perdarahan setelah berhubungan seksual.
Rasa tidak nyaman sampai nyeri perut
bawah.
Flek berwarna kecoklatan setiap hari.
Benjolan dari dalam kemaluan.
Saat haid darah yang keluar sangat banyak,
Mengganti softex-nya sebanyak 4x.

Riwayat Haid
Haid pertama umur : 12 tahun
Siklus Haid

: teratur

Lama Haid

: 4-5 hari

Banyaknya

: Sebelum keluhan, 2-3 pembalut


: Sesudah keluhan 4 pembalut

Sakit saat haid

: (-)

Haid 3 bulan terakhir :


Tanggal

Bulan

Tahun

Lamanya Banyakny
a

7-12

2016

5 hari

3
pembalut

9-13

2016

5 hari

3
pembalut

9-16

2016

7 hari

4
pembalut

Riwayat Perkawinan :
Menikah
Jika Menikah

: 1x

Lama Perkawinan yang terakhir : 5 tahun

Riwayat Obstetri:
I 4th, 3200, spontan, aterm

Riwayat Ginekologi
Riwayat keguguran : (-)
Riwayat Akseptor KB : Pil KB 3 bulan
Riwayat pemeriksaan USG : (+)
Riwayat Operasi (SC, curetage, dll) : Laparotomi
atas indikasi kista ovari (2013)

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat alergi / asma : disangkal
Riwayat gangguan mentruasi

: disangkal

Riwayat perdarahan selama kehamilan : disangkal


Riwayat keputihan : disangkal
Riwayat penyakit menular seksual

: disangkal

Riwayat Penyakit paru-paru, Tekanan Darah Tinggi


(Hipertensi), DM :disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :


Riwayat Penyakit paru-paru : disangkal
Riwayat Penyakit Jantung
Riwayat Hipertensi

: disangkal
: disangkal

Riwayat Penyakit gula (DM) : disangkal


Riwayat Asma

: disangkal

Status Generalis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran
: Komposmentis
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi
: 80 x/mnt
Suhu
: 36,3 0C
Frek. Pernapasan
: 16 x/mnt
Tinggi Badan : 150 cm
Berat Badan
: 61 kg

Kepala : Normochepali, rambut hitam, panjang, tidak


mudah dicabut.
Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
oedem palpebra (-/-).
Hidung: Cavum nasi lapang, deviasi septum (-), sekret
(-)
Telinga :Liang telinga lapang, serumen (-), sekret (-)
Gigi

: gigi lengkap, karies (-)

Leher : JVP tidak meningkat, tidak ada pembesaran


kelenjar .

Thoraks :
Jantung : Inspeksi, Ictus cordis tidak tampak
Palpasi, Ictus cordis kuat angkat
Perkusi, redup (+)
Auskultasi, bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)

Pulmo : Inspeksi, pergerakkan dinding dada simetris, retraksi (-)


Palpasi, vokal fremitus ka = ki
Perkusi, sonor seluruh lapang paru
Auskultasi, suara dasar : vesikuler +/+, ronkhi (-),
wheezing (-)

Abdomen :
Inspeksi, perut tampak datar
Auskultasi, bising usus 5x/menit
Perkusi, timpani, nyeri ketok (-)
Palpasi, nyeri tekan (+), nyeri lepas (-)

Ekstremitas :
Superior : oedem - / -, dan varises - / -, turgor
kulit normal, capillary refill<2.
Inferior : oedem - / -, dan varises - / -, turgor
kulit normal, capillary refill<2.

Status Ginekologi
Pemeriksaan Luar :
Muka
: Simetris
Payudara : Retraksi (-), massa (-), discharge
(-), warna sama dengan sekitar
Abdomen :
Inspeksi : Perut simetris, tidak tampak luka
bekas operasi, tak tampak striae.
Palpasi : Abdomen supel, nyeri tekan (-), massa
tumor (-). fundus uteri tak teraba, nyeri tekan
suprapubika (+)
Perkusi: timpani
Auskultasi : peristaltik (+), bising usus 5x/menit

Genitalia Eksterna :
Distribusi rambut pubis
Fluksus
: (+)
Fluor
: (-)

: merata

Pemeriksaan Dalam (Inspekulo) :


Fluksus : (+)
Fluor
Vulva
(-)

: (-)
: massa (-), hiperemis (-), nyeri tekan

Vagina : discharge (-)


Portio

: terlihat livide, terlihat massa


keluar 0,5x0,5x1cm dari OUE sebagai
pertumbuhan yang tumpul, dan pucat.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Darah
Gol. Darah : O
Eritrosit
: 4.35 juta/ul
Hb
: 12.0 g% (normal)
Leukosit : 9.4 ribu/mm3 (normal)
Trombosit : 395 ribu/ul (normal)
Hematokrit : 35.3% (normal)
Bt
: 1 (normal)
Ct
: 330 (normal)
GDS
: 70 mg/dl

Ultrasonografi

DIAGNOSIS
Polip serviks pada P 1A0

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 20 tpm
Pro Kuretase

Follow Up
29 Maret 2016
S : Perut bawah terasa tidak nyaman
O: KU: baik, composmetis
TD: 140/100 mmHg
N : 82x/menit
S: 36 C
RR: 20x/menit
A: Polip Serviks pada P1A0
P : Rencana kuretase

Follow Up
30 Maret 2016
Jam 09.15

Dilakukan kuretase

Laporan kuretase:

Pasien litotomi, dilakukan toilet vulva vagina dengan


iodine, pasang duk steril.

Spekulum sims posterior anterior dipasang, servik


ditampilkan.

Tenaculum dipasang pada servik bagian anterior


(pukul 11 dan 01), speculum sims anterior dilepas.

Dilakukan injeksi lidokain 2% 4cc (diencerkan 1:1)


pada para servikal.

Dilakukan sondase uterus antefleksi 7 cm.


Dilakukan pemuntiran polip dan kuretase iringan /
sisa polip dengan sendok kuretase tajam no.2
sampai kesan bersih.
Keluar jaringan 1 cc dan darah 1 cc.
Tenakulum dilepas, kontrol perdarahan, speculum
sims posterior dilepas.
Pemuntiran dan kuretase polip selesai.
Tampon vagina (-), dan diberi inj. Methergin 2 amp/IV

30 Maret 2016
S : Perut bawah terasa mulas dan tidak nyaman. Keluar sedikit
flek dari kemaluan
O : KU: Baik, composmentis, konjungtiva tidak anemi
TD: 110/70 mmHg RR: 84x/menit
N: 24x/menit S: 36,1C
A : post ekstirpasi dan kuretase iringan atas indikasi polip
serviks
P : IVFD RL 20 tpm
Amoksisilin 3x500 mg
Asam mefenamat 3x1 tab
Plasminex 3x1 tab

PEMBAHASAN
Polip Serviks

Hasil USG menunjukkan gambaran Polip


Serviks
(massa bertangkai)

Jika menghubungkan dengan teori yang


dibahas:
Kemungkinan timbulnya polip ada
hubungannya dengan riwayat pemakaian
kontrasepsi.
M

Obesitas

KESIMPULAN
Diagnosis pada pasien ini adalah polip serviks
Polip serviks sering timbul tanpa gejala klinis seperti
perdarahan di luar siklus menstruasi, perdarahan pasca
berhubungan sexual.
Pada inspekulo sering didapatkan: terlihat massa keluar dari
OUE sebagai pertumbuhan yang tumpul,pucat, dan rapuh
(mudah berdarah)
Penanganan pada polip serviks adalah dilakukan ekstirpasi
atau pemuntiran polip dan diikuti kuretase iringan untuk
membersihkan sisa-sisa polip dari serviks.
Setelah dilakukan pengangkatan jaringan yang diangkat
diperiksa secara histologi karena meskipun kecil tetap ada

DAFTAR PUSTAKA
1. Achadiat, C M. 2004. Prosedur Tetap Obstetri dan Ginekologi.
EGC. Jakarta
2. Bucella D, Frdric B, Nol JC. Giant cervical polyp: a case
report andreview of a rare entity. Arch Gynecol Obstet
2008;278(3):295-8
3. Cunningham., et al. 2005. Obstetri Williams.Ed 21. Alih
bahasa, Hartono A, et al. EGC. Jakarta.
4. Merck Manual Professional. Benign Gynecologic Lession:
Cervical Polyp.Gynecology and Obstersics, 2008.
5. Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi, Ed 2. EGC.
Jakarta.
6. NHS Foundation Trust. Cervical Polyp. Doncaster and Bassetlaw Hospital
Gynecology 2002.
7. Wiknjosastro, H., et al. 2007. Ilmu Kebidanan, Ed ketiga. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
8. Dirk C, Yves vB, Guido V, Xavier dM, Edgar dM, Rudi C.
Hysteroscopicfinding in patients with a cervical polyp. Am J Obstet