Anda di halaman 1dari 7

KONSTRUKSI BAJA

II

PENGHUBUNG GESER
PENGHUBUNG GESER

Sistem struktur komposit terbentuk dengan adanya interaksi antara komponen


komponen struktur baj adan betin yang masing-masing karakteristik dasar
materialnya dimanfaatkan secara optimal
Karakteristik penting yang dimiliki struktur baja adalah:
1. kekuatan tinggi
2. modulus elastisitas yang tinggi
3. daktilitas yang tinggi
Elemen elemen struuktur komposit:
1. kolom komposit
2. balok komposit
3. pelat komposit
Prinsip-prinsip dasar perencanaan:
1) distribusi tegangan plastik pada daerah momen posotif balok
Tegangan pada beton = 0.85 fc (tekan) distribusi merata
tegangan pada baja = fy (tarik atau tekan) distribusi merata
2) Distribusi tegangan plastik pada daerah momen negatif balok
Tegangan pada beton = 0 (tarik)
Teganan pada tulangan beton = fy (tarik)
tegangan pada baja = fy (tekan atau tarik) distribusi merata
3) Distribusi tegangan elastik
Tegangan maksmimum pada beton = 0.85 fc (tekan)
tegangan maksimum pada baja = fy (tekan atau tarik)
2 Tipe balok komposit :
a) balok komposit dengan penghbung geser
b) balok baja yang diberi selubung beton

| KELOMPOK V

KONSTRUKSI BAJA
II

PENGHUBUNG GESER

Gaya geser yang terjadi antara pelat beton dan profil baja harus dipikul oleh
sejumlah penghubung geser, sehingga tidak terjadi slip pada saat masa layan.
Idealnya alat penghubung geser harus cukup kaku untuk menghasilkan interaksi
penuh, namun hal ini akan memerlukan pengaku yang sangat tergar.Adapun jenisjenis alat penghubung geser yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
- Alat penyambung stud (stud connector) berkepala dan berbentuk pancing.
- Alat peyambung kanal (canal connector)
- Alat penyambung spiral (spiral connector)
- Alat penyambung siku (angle conector)

Kekuatan lentur balok komposit dengan penghubung geser (Mn)


kuat lentur positif
1680
a) untuk penampang berbadan kompak h/tw < fyf
kuat lentur positif dihitung menggunakan distribusi tegangan plastik (b =
0.85)

| KELOMPOK V

KONSTRUKSI BAJA
II

PENGHUBUNG GESER

b) untuk penampang berbadan kompak h/tw <

1680
fyf

kuat lentur positif dihitung menggunakan distribusi tegangan elastik


(kekuatan lentur pada batas penampang sitentukan oleh terjadinya leleh
pertama b = 0.90)
kuat lentur negatif
kekuatan lentur negatif dapat dihitung dengan mengabaikan aksi komposit,
jadi kekuatan lentur penampang komposit adalah sama dengan kekuatan
lentur negatif penampang baja (b = 0.90)
KEKUATAN PENGHUBUNG GESER PAKU (Qn)

f ' c . Ec

Qn = 0.5 Asc.

< Asc . fu

Ket: Asc : luas penampang penghubung geser jenis pake,


mm

fu : tegangan putus geser paku, Mpa


Qn : kuat geser nominal untuk penghubung geser, N

KEKUATAN PENGHUBUNG GESER KANAL (Qn)


Qn = 0.3 (tf + 0.5 tw) Lc.

f ' c . Ec

Ket: Lc : panjang penghubung geser jenis kanal, mm


tf : tebal pelat sayap, mm
tw : tebal pelat badan, mm
PERSYARATAN JARAK PENGHUBUNG GESER

Jika jumlah penghubung geser tidak cukup banyak, untuk mncegah terjadinya slip
baja. ,

| KELOMPOK V

KONSTRUKSI BAJA
II

PENGHUBUNG GESER

Ket: Cf : gaya tekan pelat beton untuk kondisi penuh, N


I : momen inersia penampang baja. mm4
Itr: momen inersia penampang balok komposit
penuh yang belum retak. mm4
Qn :jumlah kekuatan penghubung geser di
sepanjang daerah yang dibatasi oleh momen positif
dan momen nol, N
Contoh Soal : Desain penampang Komposit Penuh terhadap M (+).
Hitung Mu penampang komposit penuh berikut ini.
1. Profil balok baja adalah WF 346 x 174 x 6 x 9, BJ41
2. Pelat beton mempunyai ketebalan 60 mm yang dicor di atas pelat baja
gelombang compodeck dengan : wr = 170 mm, hr = 50 mm, t = 1 mm .
Gelombang deck dipasang tegak lurus sumbu balok.
Hitung juga kebutuhan shear-connector stud diameter 19 mm (Asc = 283,5 mm2,
fu = 400 MPa) yang diperlukan.
3. Bentang balok L = 9100 mm, jarak antara sumbu balok = 3000 mm.
Data yang diperlukan :
Baja :
fy = 250 MPa (Profil)
As = 5268 mm2
d = 346 mm
tf = 9 mm
tw = 6 mm
r = 14 mm
Shear Connector:
fur = 400 MPa
hr = 50 mm
wr = 170 mm
Jarak:
L = 9.100 mm
b0 = 3.000 mm

Jawab :
1) Check kriteria penampang :

| KELOMPOK V

Beton:
fc = 25 MPa
tb = 60 mm
Ec = 0,041.w1,5. ' c f
w = 2.400 kg/m3
Ec = 2,41.104 MPa

KONSTRUKSI BAJA
II

PENGHUBUNG GESER
h 3462 x 92 x 14
=
=50
Penampang kompak,
tw
6

1680 1680
=
=106.25
fy 250

sehingga kapasitas
momen distribusi
tegangan plastis

h
=50 106.25
tw
2) Menentukan lebar efektif pelat beton
L
9 X 100
beff 4 =
= 2.275 mm
4
beff bo = 3.000 mm
beff = 2.275 mm
3) Menentukan Cc :
Ac = beff . tb = 2.275 x 60 = 1,365 x 105 mm2
T = As . fy = 5.268 x 250 = 1,317.106 N
Cc = 0,85 fc' . Ac = 0,85 x 25 x 1,365 x 105 = 2,901.106 N
Karena nilai Cc > T, maka garis netral jatuh di pelat beton
Syarat keseimbangan : H = 0, Cc = T, maka Cc = 1,317.106 N
4) Menentukan jarak-jarak dari centroid gaya-gaya yang bekerja:

| KELOMPOK V

KONSTRUKSI BAJA
II

PENGHUBUNG GESER

5) Perhitungan Momen Positip :


Mn = T (d1 + d2 + d3 )
T = 1,317 x 106 N
Mn = 1,317 x 106 (96,379 + 0 + 173 )
= 3,548 x 108 N.mm

Mu = Mn
= 0,85 x 3,548 x 108 = 3,016 x 108 N.mm
Bila dihitung sebagai balok baja biasa (bukan komposite) :
Mn = Zx. fy = 689.000 * 250 = 1,7225 * 108 N.mm
6) Menentukan jumlah Shear-Connector (Stud) yang dipakai:
d = 19 mm
Asc =1/4 D2 = 283,5 mm 2 .
fu = 400 MPa
Qn = 0,5.Asc.(fc.Ec)0,5 = 0,5 . 283,5 . (25 . 24100)0,5 = 1,100 x 105 N
Asc x fu = 283,5 x 400 = 1,134 x 105 N
Qn Asc.Fu OK
7.) Chek koefisien reduksi rs karena pengaruh pelat compodeck yang
dipasang tegak lurus terhadap balok.

hr = 50 mm Hs = (hr + 40) mm = (50 + 40) = 90 mm


wr = 170 mm ( gelombang pelat compodeck)
Nr = 1 (dipasang 1 stud pada setiap gelombang)
rs = 0,85/Nr . (wr/hr) . ((Hs/hr)-1) = 0,85/1 . (170/50) . ((90/50)-1) =
2,31
karena nilai rs melebihi 1 maka rs diambil nilai maksimum = 1
Maka: Qn = Qn . rs = 1,10 x 105 N

| KELOMPOK V

KONSTRUKSI BAJA
II

PENGHUBUNG GESER

Nilai Vh diambil dari nilai terkecil T dan Cc :


Vh = T = 1,317 x 106 N
Banyaknya stud : N =

Vn
Qn

1.317 x 10
6
1.10 x 10

= 11.97

Jumlah Shear-Connector Stud yang dibutuhkan di sepanjang bentang balok :


2 N = 2 x 11,97 = 24 buah.
Jika pada setiap gelombang deck dipasang 1 stud, maka jumlah stud sepanjang
balok =

L
2 wr

9100
= 2 x 170

| KELOMPOK V

= 27 buah.