Anda di halaman 1dari 14

Nervus ulnaris,medianus,dan drop

hand
KELOMPOK
Muh.abd.rahman.as
Nurwina rosalina
Yeosi rupang

Nervus Ulnaris
Nervus Ulnaris (C8, T1)
Perjalanan dan percabangan : berjalanpada m.korakobrakialis menuju
pertengahanlengan dimana nervus ini menembus septum
intermuskularis medialis bersama dengana.kolateralis ulnaris superior
dan memasuki kompartemen posterior. Kemudian berbelokdi bawah
epikondilus medialis dan lewat diantara dua kaput m.fleksor karpi
ulnarismemasuki lengan bawah dan mensyarafi m.fleksor karpiulnaris
dan setengah m.fleksordigitorum profunda. Di lengan bawah bagian
bawah arteri berada disisi lateral n.ulnarisdan tendon m.fleksor karpi
ulnaris. Di sisi terjadi percabangan menjadi cabang kutaneusdorsalis
dan palmaris.

Lanjutan
N.ulnaris lewatdisebelah superfisial retinakulum
muskulorumfleksorum manus dan akhirnya terbagi
menjadi cabang-cabang terminal. Yaitu:
Cabang terminalis superfisialis-berakhir sebagai

m.digitalis terminal yang mempersyarafi kulit kelingking


dan setengah medial jarimanis.
Cabang terminalis profunda-mempersyarafi otot-otot

hipotenar dan dua m.lumbrikalis, m.interosei, dan


m.adduktor polisis.

Lanjutan
Nervus ulnaris bertanggung jawab untuk fungsi dari banyak
otot regio antebrachii dan manus dan untuk sensorik daerah
digitorum IV dan V. Kata neuropati ditunjukan untuk keadaan
impairment dari saraf, pada kasus ini yaitu Nervus ulnaris, ketika
terjadi konstriksi (entrapped) atau kompresi sepanjang jalur
keluarnya saraf yaitu dari cervical sampai ke manus. Regio cubitum
merupakan tempat kompresi Nervus ulnaris yang paling sering
terjadi, sedangkan kompresi pada nervus ulnaris pada Guyons
canal kompresi kedua yang sering terjadi setelah Cubital tunnel
syndrome.

TERAPI

Terapi yang dibutuhkan dari penyakit


ini adalah mencari faktor etiologi nya. Jika
sindrom yang terjadi akibat dari mekanik
repetitive trauma (seperti dari pekerjaan,
hobi, dan gaya hidup) maka harus dilakukan
menghindari faktor penyebab yang membuat
penekanan pada daerah hypothenar. Terapi
konservatif yang dapat dilakukan dapat
berupa imobilisasi, diskontinuitas kebiasaan
yang menjadi penyebab, dan injeksi lokal
cortisone dapat dilakukan. Tindakan bedah
dekompresi dapat dilakukan bila ditemukan
terapi konservatif tidak berhasil.

LANJUTAN
Jika ditemukan adanya massa sebagai

penyebab dari terjadinya kompresi, maka


terapi yang harus dilakukan adalah dengan
melakukan operasi. Massa yang berukuran
kecil seperti ganglion dapat tidak teraba pada
palpasi kulit dari luar. Tanda gejala yang
persisten dari gangguan Nervus ulnaris
cabang profunda dengan distal latency criteria
ditunjukan adanya keterlibatan dari Nervus
ulnaris pada Guyons canal yang dapat
dipastikan dengan surgical exploration.

Nervus
Medianus
Lesi nervus medianus adalah kelainan
structural pada nervus medianus yang
menyebabkan kelainan fungsional. Gangguan
nervus medianus dapat menimbulkan
kelemahan pada otot otot lengan bawah
dan jari jari sehingga menimbulkan masalah
pada tangan bawah seperti otot-otot flexor
longus, pergelangan tangan serta jari-jari
mengalami paralisis dan sensasi pada kulit
hilang atau kurang pada setengah bagian
lateral telapak tangan dan permukaan palmar,
ibu jari, telunjuk, jari tengah dan setengah sisi
radial jari manis.

Drop Hand

drop hand biasanya disebabkan karena ganguan pada saraf radialis

yg berjalan mulai dari bagian siku sebelah luar ke arah ibu jari
tangan. gangguan ini biasanya disebabkan karena adanya trauma
tumpul atau tajam yg bisa menyebabkan penekanan/neuropraksi,
kerusakan sel saraf/axonotmesis atau yg terparah inti saraf yg
terputus/rusak/ neuronotmesis. pengobatan pada drop hand harus
dilakukan sedini mungkin sebab setelah mengalami gangguan saraf
hanya mampu memperbaiki diri atau beregenerasi sepanjang 0,06
milimeter perhari dan kebalikannya akan mengalami suatu proses yg
disebut degenerasi dimana saraf akan kehilangan fungsinya sebagai
pengantar impuls listrik ke tangan, yg mengakibatkan cacat
permanen.

Drop hand ini merupakan bagian dari


penyakit motor neuron disease dan kelainan
fungsi syaraf otonom sehingga terjadi
malfungsi dari daerah yang bersangkutan.
Biasanya utk mengetahui seberapa berat
kerusakannya dilakukan tes pemeriksaan EMG
atau elektromiografi , kalau masih bisa
dirangsang biasanya selain obat dan vitamin,
physiotherapi dengan metoda Elektro
stimulasi bisa membantu .

A. ANAMNESIS
. UMUM

Nama Pasien : SITI NURBAYA


Umur
: 20 tahun,
jenis kelamin : Perempuan
Agama
: Islam,
Pekerjaan
: Mahasiswa
Alamat
: Polman, jln garuda

.KHUSUS

pasien mengeluh kaku dan lemas pada lengan sisi kiri


terutama di pergelangan tangan.

PEMERIKSAAN
B. PEMERIKSAAN
Dalam pemeriksaan didapatkan hasil :
nyeri tekan pada m. Biceps,
penurunan kekuatan otot,
penurunan lingkup gerak sendi dan
penurunan kemampuan fungsional.
Parameter yang digunakan antara lain nyeri
dengan VDS, kekuatan otot dengan MMT,
lingkup gerak sendi dengan goneometer dan
kemampuan fungsional dengan WHDI.

MODALITAS
C. MODALITAS YANG DIGUNAKAN
Dalam kasus ini penatalaksanaan yang
diberikan yaitu dengan :
Infra merah,
TENS dan
Terapi latihan

Pemberian terapi latihan berupa static


LANJUTAN

contraction, latihan gerak aktif dan latihan


gerak pasif dengan pelaksanaannya sesuai
tujuan yang akan dicapai. Pada pemberian
latihan kontaksi static contraction dapat
meningkatkan rileksasi otot dan sirkulasi darah
dimana zat-zat yang menyebabkan radang
dapat terangkut sirkulasi darah tersebut
sehingga nyeri berkurang (Kisner dan Colby,
1996). Dengan latihan berupa gerak aktif dan
gerak pasif yang dimodifikasi bertujuan untuk
meningkatkan serta mempertahankan
kekuatan otot serta lingkup gerak sendi

TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNYA