Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH FARMAKOGNOSI I

KARBOHIDRAT DAN LIMA JENIS TANAMAN YANG DAPAT


BERMANFAAT BAGI KESEHATAN
Dosen Pembimbing:

Disusun oleh:
1. Dina Ratna Tika
2. Deby Arda Permana
3. Gatari Natasamudra
4. Fitria Melawaty Sundari
5. Tia Lestari
6. Baihacky Al-Fitra
7. Ferina Octavia
8. Maria Ulfah
9. Andini Farlin
10. Arby Nugroho
11. Lutfi Ambarwati

0661 14 004
0661 14 005
0661 14 028
0661 14 030
0661 14 035
0661 14 046
0661 14 049
0661 14 061
0661 14 064
0661 14 066
0661 14 068

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2015

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmaniraahim
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah mata kuliah Farmakognosi I dengan judul KARBOHIDRAT DAN
LIMA

JENIS

TANAMAN

YANG

DAPAT

BERMANFAAT

BAGI

KESEHATAN.
Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, terutama kepada
dosen mata kuliah Farmakognosi I yaitu bapak Drs. Muztabadihardja., Apt.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah yang dibuat ini masih
memiliki banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Maka dari itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan
makalah ini menjadi lebih baik dan menjadi pembelajaran kami di masa yang
akan datang.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan
umumnya bagi pembaca.
Terima Kasih.

Bogor, November 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1.......................................................................................................Tujua
n ................................................................................................... 1
1.2.......................................................................................................Latar
Belakang ...................................................................................... 1

BAB II DASAR TEORI ................................................................................ 4


2.1. Filogeni........................................................................................ 4
2.2. khromometer Molekul................................................................. 7
2.3. Taksonomi.................................................................................... 12
2.4 Identitas Mikroba .........................................................................

BAB IIIPENUTUP ......................................................................................... 17


3.1. Kesimpulan ................................................................................. 17
3.2. Saran ........................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 19

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi
utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4
kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar, namun
karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan
pokok, terutama pada negara sedang berkembang. Di negara sedang
berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori,
bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada
negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini
disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih
murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun
protein.
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia seperti beras, gandum,
jagung, kentang dan sebagainya. Selain tiu terdapat pula pada biji-bijian
yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun sel karena
penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung
atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis,
karbohidrat memiliki fungsi sebagai bahan baku sumber energi baik pada
hewan, manusia dan tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai
pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di
dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi
CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis di dalam sel-sel tumbuhtumbuhan yang mengandung hijau daun atau klorofil. Matahari merupakan
sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan
tidak akan dijumpai.
Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap
harinya. Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus,
jika terjadi kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan menimbulkan
masalah yang cukup serius. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg
berat badan sehari untuk mencegah terjadinya ketosis. Secara keseluruhan
tubuh harus mempertahankan keseimbangan tertentu dalam utilisasi
karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.

Tanaman merupakan aspek yang sangat penting bagi manusia dan


sudah digunakan sejak zaman dahulu. Tanaman sering dimanfaatkan
sebagai bahan makanan, bahan bakar, bahkan sebagai sumber bahan obatobatan yang sering dikenal dengan nama tanaman obat. Bagian tanaman
obat yang sering digunakan sebagai obat yaitu akar, rimpang, batang,
buah, daun, dan bunga. Pengenalan dan pengetahuan mengenai tanaman
obat didasarkan pada pengalaman dan keterampilan secara turun temurun
yang telah diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Banyak sekali
jenis tanaman yang dapat bermanfaat bagi kesehatan dan menyembuhkan
berbagai penyakit seperti tanaman rosella, jinten hitam, kelapa, daun teh,
dan jeruk nipis.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa karbohidrat itu?
2. Apa saja 5 jenis tanaman yang dapat bermanfaat bagi kesehatan?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata
kuliah Farmakognosi 1 serta memberikan informasi mengenai apa itu
karbohidrat dan lima jenis tanaman yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

BAB II

DASAR TEORI

2.1.

Karbohidrat
2.1.1. Pengertian Karbohidrat
Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa
organik yang mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan
oksigen (O) serta pada umumnya undur hidrogen dan oksigen
H 2 O . Didalam tubuh
dalam komposisi menghasilkan
karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan
sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar
karbohidrat diperoleh dari bahan makan yang dikonsumsi
sehari-hari terutama sumber bahan makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat merupakan senyawa organik
dan memiliki rumus senyawa Cn H 2 n On .
Karbohidrat adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya
sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan
4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar
namun karbohidrat lebih banyak dikonsumsi sehari-hari
sebagai makanan pokok.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen,
hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam
bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuhtumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan
H2O melalui proses foto sintesis di dalam sel-sel tumbuhtumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari
merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari
tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuhtumbuhan akan menyerap dan menggunakan enersi matahari
untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari
udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Energi kimia
yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi,
buah dan biji-bijian.

2.1.2. Macam-macam Karbohidrat


Karbohidrat yang terdapat
dikelompokkan sebagai berikut:

pada

makanan

dapat

1. Available Carbohydrate (Karbohidrat yang tersedia)


Yaitu karbohidrat yang dapat dicerna, diserap serta
dimetabolisme sebagai karbohidrat.
2. Unvailable Carbohydrate (Karbohidrat yang tidak tersedia)
Yaitu karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisa oleh enzimenzim pencernaan manusia, sehingga tidak dapat di
absorpsi.
Penggolongan karbohidrat yang paling sering dipakai
dalam ilmu gizi berdasarkan jumlah molekulnya yaitu:
1. Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling
sederhana susunan molekulnya, karena tidak bisa lagi
dihidrolisa dalam arti molekulnya hanya terdiri dari
beberapa atom karbon saja. Monosakarida larut dalam air
dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga
gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran osa.
Macam-macam monosakarida yang penting yaitu:
a. Glukosa
Terkadang orang-orang menyebutnya gula naggur
ataupun dekstrosa. Banyak terdapat dalam buahbuahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung, dan tetes
tebu. Didalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir
pencernaan amilum, sukrosa, maltosa, dan laktosa.
Glukosa juga dijumpai dalam aliran darah atau
disebut kadar gula darah. Berfungsi sebagai penyedia
energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada
keadaan fisiologis kadar gula darah sekitar 80-120 mg
%. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal
disebut hiperglikemia. Keadaan ini dijumpai pada
penderita diabeter melitus.
Glukosa juga merupakan salah satu karbohidrat
terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi
hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu
hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.
Glukosa sangat penting bagi kita karena sel tubuh kita
menggunakannya langsung untuk menghasilkan

energi. Glukosa dapat dioksidasi oleh zat pengoksidasi


lembut seperti pereaksi Tollens sehingga sering disebut
sebagai gula pereduksi.
Glukosa adalah heksosa, monosakarida yang
mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan
aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon
dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut
"cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa
berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat
pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali
atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon
keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus
CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam
kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang
proporsinya 0.0026% pada pH 7.
b. Fruktosa
Orang menyebutnya juga gula buah ataupun
levulosa. Merupakan jenis sakarida yang paling manis,
banyak dijumpai pada mahkota bunga, madu, dan hasil
hidrolisa dari gula tebu. Didalam tubuh, fruktosa
didapat dari hasil pemecahan sukrosa.
Fruktosa merupakan suatu heksulosa karena
memutar bidang polarisasi ke kiri. Merupakan satusatunya heksulosa yang terdapat di alam. Fruktosa
murni rasanya sangat manis, warnanya putih,
berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam
air. Di tanaman, fruktosa dapat berbentuk
monosakarida dan/atau sebagai komponen dari
sukrosa. Sukrosa merupakan molekul disakarida yang
merupakan gabungan dari satu molekul glukosa dan
satu molekul fruktosa. Sama seperti glukosa, fruktosa
adalah suatu gula pereduksi.
c. Galaktosa
Monosakarida ini jarang terdapat bebas dalam alam.
Hanya ditemukan berasal dari penguraian disakarida.
Galaktosa merupakan suatu aldoheksosa. Umumnya
berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu
gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa yang ada di
dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari
laktosa.Galaktosa mempunyai rasa kurang manis jika
dibandingkan dengan glukosa dan kurang larut dalam

air. Seperti halnya glukosa, galaktosa juga merupakan


gula pereduksi. Glukosa dan galaktosa bereaksi positif
terhadap Larutan fehling, yaitu dengan menghasilkan
endapan merah bata dari Cu2O.
2. Disakarida
Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk
dari dua molekul monosakarida yang berkaitan melalui
gugus OH dengan melepaskan molekul air.
Berikut ini beberapa disakarida yang banyak
terdapat di alam, yaitu:
a. Sukrosa
Sukrosa yaitu gula yang kita pergunakan sehari-hari,
sehingga lebih sering disebut gula meja atau lebih
dikenal dengan gula pasir dan disebut juga gula
invert. Mempunyai dua molekul monosakarida yang
terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul
fruktosa.
Sukrosa dikenal sebagai sumber nutrisi serta
dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme lain
seperti hewan. Jika kita perhatikan strukturnya,
karbon
anomerik
(karbon
karbonil
dalam
monosakarida) dari glukosa maupun fruktosa di dalam
air tidak digunakan untuk berikatan sehingga
keduanya tidak memiliki gugus hemiasetal.
Akibatnya, sukrosa dalam air tidak berada dalam
kesetimbangan dengan bentuk aldehid atau keton
sehingga sukrosa tidak dapat dioksidasi. Sukrosa
bukan merupakan gula pereduksi. Sukrosa(gula pasir)
mempunyai peran penting dalam pengolahan
makanan terdapat dalam tebu, bit, siwalan, kelapa
kopyor, juga dalam nanas dan wortel.
b. Maltosa
Maltosa mempunyai dua molekul monosakarida
yang terdiri dari dua molekul glukosa. Maltosa adalah
anggota kedua dari seri biokimia penting dari rantai
glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil
pemecahan amilum, lebih mudah dicema dan rasanya
lebih enak dan nikmat. Hal ini ditemukan dalam biji
berkecambah seperti gandum. Hal ini juga dihasilkan
ketika glukosa terbakar.

Maltosa dapat dipecah menjadi dua molekul glukosa


dengan hidrolisis. Dalam organisme hidup, enzim
maltase dapat mencapai ini dengan sangat cepat. Di
laboratorium pemanasan dengan asam yang kuat
untuk beberapa menit akan mendapatkan hasil yang
sama.
c. Laktosa
Laktosa mempunyai dua molekul monosakarida
yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu
molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air.
Hanya terdapat pada susu baik air susu ibu maupun
susu sapi sehingga disebut juga gula susu.
Laktosa dapat menimbulkan intolerance yang
disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga
kemampuan untuk mencerna laktosa berkurang.
Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak, dan
orang dewasa baik untuk sementara maupun secara
menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah diare,
gembung, flatus, dan kejang perut.
3. Polisakarida
Polisakarida merupakan senyawa yang terdiri dari
gabungan molekul- molekul monosakarida yang banyak
,senyawa ini bisa dihidrolisis banyak molekul
monosakarida. Polisakarida juga merupakan senyawa
karbohidrat kompleks. Dapat mengandung lebih dari
60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk
rantai lurus ataupun bercabang. Umumnya polisakarida
berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk
kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai
sifat mereduksi. Dalam bahan makanan berfungsi sebagai
penguat tekstur dan sebagai sumber energi.
Polisakarida adalah polimer dengan beberapa ratus
hingga ribu monosakarida yang dihubungkan dengan
ikatan glikosidik. Polisakarida dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida
structural. Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi
cadangan yang ketika dibutuhkan akan dihidrolisis untuk
memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan
polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun
dari suatu sel atau keseluruhan organisme. Arsitektur dan

fungsi suatu polisakarida ditentukan oleh jumlah monomer


gula dan posisi ikatan glikosidiknya. Polisakarida terbagi
menjadi:
a. Amilum
Amilum merupakan sumber energi utama bagi
orang dewasa. Disamping bahan pangan kaya akan
amilum juga mengandung protein, vitamin, serat, dan
beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum merupakan
karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumnuhtumbuhan dalam bentuk granul yang dijumpai pada
umbi dan akarnya. Amilum tidak larut didalam air
dingin tetapi larut didalam air panas membentuk
cairan yang sangat pekat seperti pasta. Peristiwa ini
disebut gelatinisasi. Amilum di dalam tanaman dapat
merupakan energi cadangan yang dijumpai pada umbi
dan akarnya. Penguraian tidak sempurna dari amilum
dapat menghasilkan dekstrin yaitu suatu bentuk
oligosakarida. Sumber dari amilum yaitu umbiumbian, serealia dan biji-bijian.
b. Dekstrin
Dekstrin merupakan zat antara dalam pemecahan
amilum. Molekulnya lebih sederhana, lebih mudah
larut di dalam air, dengan yodium akan berubah
menjadi warna merah.
c. Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan dalam tubuh
hewan. Struktur glikogen mirip dengan amilopektin
namun memiliki lebih banyak percabangan. Glikogen
merupakan cadangan karbohidrat dalam tubuh yang
disimpan dalam hati dan otot. Glikogen dalam sel
akan dihidrolisis bila terjadi peningkatan permintaan
gula dalam tubuh. Glikogen disimpan didalam hati
dan otot sebagai cadangan energi yang sewaktu-waktu
dapat diubah kembali menjadi glukosa bila
dibutuhkan.
d. Selulosa
Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuhtumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan
bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuhan.
Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia oleh
karena itu tidak ada enzim untuk memecah selulosa.

Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi


sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume
dari faeses sehingga akan memperlancar defekasi.
Tanpa adanya serat, mengakibatkan terjadinya
konstipasi (susah buang air besar), haemorhoid
(ambeyen), divertikulosis, kanker pada usus besar,
appendicitis, diabetes penyakit jantung koroner dan
obesitas.
2.1.3. Sumber Karbohidrat
a. Nasi
b. Jagug
c. Sagu
d. Singkong
e. Ubi
f. Kentang
g. Oat (berasal dari gandum)
h. Pasta
i. Buah
j. Sayur

2.1.4. Manfaat Karbohidrat


a. Sumber Energi
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan
energi bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber utama
energi bagi penduduk di seluruh dunia, karena banyakdi
dapat di alam dan harganya relatif murah. Satu gram
karbohidrat menghasilkan 4 kalori. Sebagian karbohidrat di
dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa
untuk keperluan energi segera, sebagian disimpan sebagai
glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah
menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan
energi di dalam jaringan lemak. Seseorang yang memakan
karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan menjadi gemuk.

b. Pemberi Rasa Manis pada Makanan


Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan,
khususnya mono dan disakarida. Gula tidak mempunyai
rasa manis yang sama. Fruktosa adalag gula yang paling

manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka


tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7;
maltosa 0,4; laktosa 0,2.
c. Penghemat Protein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka
protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi,
dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat
pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan
mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat
pembangun.
d. Pengatur Metabolisme Lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak
yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan
keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam betahidroksi-butirat. Bahan-bahan ini dibentuk menyebabkan
ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan
menurun. Keadaan ini menimbulkan ketosis atau asidosis
yang dapat merugikan tubuh.
e. Membantu pengeluaran Feses
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan
cara mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk pada
feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik
usus. Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi,
hemoroid, penyakit-penyakit divertikulosis, kanker usus
besar, penyakiut diabetes mellitus, dan jantung koroner
yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi.
Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa
lebih lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga
menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.
f. Pembentuk Makhluk Hidup
Karbohidrat juga dapat berfungsi sebagai
pembentuk makhluk hidup. Dinding sel merupakan salah
satu bagian paling penting dari sel. Dinding sel berfungsi
sebagai pelindung sel. Komponen pembentuk dinding sel
tersebut adalah selulosa yang merupakan salah satu bentuk
karbohidrat. Selain itu karbohidrat juga dapat ditemukan di
bagian-bagian terluar pada serangga.
2.1.5. Akibat Kelebihan Karbohidrat
Akibat yang timbul karena berlebihan karbohidrat:
a. Rasa mudah kantuk
b. Obesitas
c. Jantung
d. Stroke
10

2.1.6. Akibat Kekurangan Karbohidrat


Jika manusia kekurangan karbohidrat dapat menimbulkan
kekurangan gizi, tubuh lemah, lesu dan tidak berenergi. Akibat
kekurangan karbohidrat yang lebih serius menyebabkan
penyakit marasmus ( gangguan gizi ). Penyakit marasmus
ditandai dengan:
a. Bertubuh sangat kurus, seperti hanya tulang yang
terbungkus kulit
b. Wajah terlihat lebih tua
c. Perut cekung
d. Kulit berkeriput dan tidak memiliki jaringan lemak di
bawah kulit
e. Detak jantung dan aliran darah tidak stabil
f. Pernapasan terganggu
Akibat kekurangan karbohidrat pada anak-anak sangat
berbahaya karena dapat menyebabkan anak kekurangan gizi.
Kekurangan gizi yang terus menerus membahayakan tumbuh
kembak anak dan memperlambat perkembagan otak.

2.2.

Lima Tanaman yang Dapat Bermanfaat Bagi Kesehatan


2.2.1. Tanaman Rosella
A. Klasifikasi
a. Kerajaan
b. Divisi
c. Kelas
d. Sub-kelas
e. Ordo
f. Famili
g. Genus
h. Spesies

: Plantae (tumbuhan)
: Magnoliophyta (berbunga)
: Magnoliopsida
: Dilleniidae
: Malvales
: Malvaceae
: Hibiscus
: Hibiscus sabdariffa L
11

B. Sejarah
Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama
M. de LObel menemukan tanaman ini ditanam di halaman
sebuah rumah di Pulau Jawa. Ada yang berpendapat, Rosella
berasal dari India. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang
India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Benih
tanaman bunga Rosella dibawa oleh para budak dari afrika
dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya
Sudan, Mexico, Jamaica,Brazil, Panama, hingga beberapa
negara bagian Amerika dan Australia.

Menengok sekilas cerita beberapa abad yang lalu,


keberadaan bunga Rosella saat ini bagaikan perantau yang
pulang kembali ke kampung halaman. Nama Lain: Hibiscus
Sabdariffa L., H. Sabdariffa varaltissima, Rozelle, Red Sorrel,
Sour-sour, Lemon bush, Florida cranberry, Oseille rouge
(Perancis), Quimbombo Chino (Sepanyol), Karkad (Afrika
Utara), Bisap (Senegal).
Namanya rosella tenar hampir di seluruh penjuru dunia.
Belakangan, tanaman ini juga mulai populer di Indonesia.
sejatinya tanaman rosella sudah lama ada diIndonesia. Hanya
saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap daerah.
memang banyak orang yang beranggapan berbeda tentang asal
mula rosella tersebut. Ada yang bilang bahwa rosella berasal
dari afrika, namun ada juga yang bilang rosella berasal dari
india. Namun yang jelas bahwa sesungguhnya rosella telah
banyak ditemukan di indonesia sejak beberapa abad yang lalu.
Hanya saja masyarakat indonesia belum begitu mengenal
manfaat atau khasiat dari rosella tersebut. Barulah pada akhirakhir ini diketahui bahwa teh merah rosella memiliki manfaat
yang banyak sekali, namun tidak mengakibatkan efek samping
seperti pada teh yang lainnya.

12

C. Kandungan Tanaman Rosella


Kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering
Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis
kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam
kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin,
dan glucoside hibiscin. Antosianin merupakan pigmen alami
yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga
Rosella, dan bersifat antioksidan.
Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat
menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang
ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang
berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung
koroner, hingga kanker.
Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan
dapat dilihat pada dua jenis Rosella yang ditanam di kebun milik
Darwin di Cisarua. Meskipun berasal dari satu spesies, Rosella
Sudan berwarna merah pekat kehitaman, sedangkan Rosella
Taiwan berwarna merah darah. Rosella Sudan rasanya lebih
asam dan lebih pekat sehingga kelopak keringnya dapat
digunakan hingga 2-3 kali seduh. Berbeda dengan Rosella
Taiwan yang hanya dapat digunakan sekali seduh.
Semakin pekat warna merah pada kelopak Rosella, rasanya
akan semakin asam. Dan kandungan antosianinnya semakin
banyak. Dengan demikian, kandungan antioksidannya juga
semakin banyak, kata Didah.
Sayangnya, kadar antioksidan dalam kelopak Rosella
menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan
(dipanggang dalam oven). Kadar senyawa berkhasiat yang
terkandung dalam kelopak Rosella berada pada tingkat tertinggi
jika dikonsumsi dalam bentuk segar.
Antikanker dan Antihipertensi Di antara banyak khasiatnya,
Rosella diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi. Ini
sesuai dengan uji pra klinis yang dilakukan oleh Yun Ching
Chang, seorang peneliti dari Institute of Biochemistry and
Biotechnology, Chung Shan Medical University di Taiwan. Yun
Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak
kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus
mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia).
Pigmen ini jugs berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri)
sel kanker.

13

D. Manfaat Tanaman Rosella


Rosella [Hibiscus sabdariffa L] termasuk dalam keluarga
Malvaceae, dengan ciri-ciri tanaman tumbuh tegak, bercabang
banyak, bersemak-semak, dan mempunyai siklus hidup tahunan.
Batang berwarna kemerah-merahan, dan dapat mencapai
ketinggian sampai 3,5 meter. Warna daun bervariasi, dari hijau
gelap sampai ke merah dengan pinggiran bergerigi. Bunga
berwarna merah dengan ujung berwarna agak gelap, dilengkapi
dengan benang sari dan putik. Biji terdapat dalam cangkang,
yang dilindungi oleh semacam kelopak lembut berwarna merah,
yang jika dikeringkan, digunakan sebagai bahan untuk membuat
Teh Rosella.
Rosella digunakan di banyak daerah sebagai obat
tradisional. Mempunyai efek yang ringan sebagai obat pencuci
perut dan memperlancar pembuangan air seni. Hal tersebut
disebabkan oleh zat yang terkandung dalam kelopak Rosella,
yaitu ascorbic
acid dan glycolic
acid.
Karena
juga
mengandung citric acid atau asam sitrat, Rosella juga digunakan
sebagai penyegar, memberikan efek dingin ke tubuh di cuaca
yang panas, karena meningkatkan peredaran darah di permukaan
kulit dan memperlebar pori-pori.
Sebagaian besar dari tumbuhan Rosella, termasuk biji,
daun, kelopak dan akar sering kali digunakan sebagai bahan
makanan. Diantara bagian2 tersebut, kelopak Rosella adalah
yang paling populer. Digunakan sebagai bahan dasar pembuatan
selai, sirup, es cream, perasa, dan juga dalam bentuk kering
untuk diseduh dan disajikan seperti kita menyajikan teh.
Daun dan kelopak Rosella juga dapat digunakan sebagai
minuman kesehatan untuk memperbaiki fungsi pencernaan dan
ginjal. Daun Rosella yang di hangatkan dan diremas-remas, baik
untuk menyembuhkan pecah-pecah di tumit dan untuk
mempercepat matangnya bisul. Kelopak Rosella juga
mengandung anti-oksidan, seperti flavonoids, gossypetine,
hibiscetine dan sabdaretine.

E. Cara Pemanfaatan Tanaman Rosella


Cara memanfaatkan rosella bisa dari kulit bunga,biji
ataupun minyak bijinya. Contohnya : Dengan memanfaatkan
bunga rosella dengan mengeringkan bunganya kemudian hasil
keringan bunga rosella bisa di seduh ataupun di rebus.

14

2.2.2. Jinten Hitam


A. Klasifikasi Jinten Hitam
a. Kingdom
: Plantarum
b. Divisio
: Spermatophyta
c. Sub Divisio : Angiospermae
d. Klas
: Dicotyledonae
e. Sub Klas
: Dialypetalae
f. Ordo
: Ranunculales
g. Familia
: Ranunculaceae
h. Genus
: Nigella
i. Species
: Nigella sativa

B. Sejarah
Jinten hitam telah digunakan sejak dahulu kala, asalnya
jintan hitam digunakan oleh orang-orang Parsi dan Yahudi
dalam masakan dan pengobatan mereka. Tanaman ini berasal
dari kawasan medditeranean, namun kini jintan hitam juga
ditanam di Afrika Utara dan beberapa bagian asia seperti India.
Minyak jintan hitam ini awalnya dijumpai di kubur Firaun
Tutankhamen di Mesir. Kemungkinan bahan ini sebagai salah
satu ramuan pengawetan mayat (mummification) di zaman
purba Mesir. Tanaman ini juga digunakan oleh Cleopatra untuk
kesehatan dan kecantikannya.
Habbatussauda boleh dianggap sebagai bagian dari holistic
approach terhadap kesehatan tubuh dan habbatussauda paling
ideal dijadikan bahan makanan selingan. Berdasarkan pada
banyaknya hadis dan penelitian modern, habbatussauda mampu
meningkatkan sistem ketahanan tubuh (immune system) dalam
jangka waktu yang lama dengan memenuhi kebutuhan optimal
yang diperlukan oleh tubuh untuk mencegah dan melawan
penyakit. Jintan hitam yang dikenal juga sebagai black cumin,
kalonji, habbatussauda, black seed, love in the mist, fitches,
black caraway, black onion seed, charnushka

15

C. Kandungan Tanaman Jinten Hitam


Tumbuhan ini mengandung glikosida saponin, minyak
atsiri, zat pahit, minyak lemak, d-limonena, simena, saponin,
zat pahit, jigelin, nigelon, dan timokonon. Berbagai kandungan
ini didapat dari biji jintan hitam.
Secara terperinci kandungan dalam jintan hitam adalah
sebagai berikut:
Monosaccharide glukosa, xylosa
Mengandung komponen yang berguna sebagai bahan diet

fiber (serat).
Kaya dengan fatty acid yang tidak jenuh (unsaturated

essential fatty acids, EFA).


EFA tidak dihasilkan oleh tubuh kita, karena itu sumber

utamanya ialah makanan.


Asam amino yang membentuk protein. Asam amino tidak

dapat disintesis
Secukupnya dalam tubuh kita. Oleh karena itu, sumber

utamanya juga dari makanan.


Mengandung karotene yang kemudian diproses oleh (liver)

menjadi vitamin A.
Vitamin A adalah dikenali sebagai anti-cancer activity.
Sumber kalsium, zat besi dan potassium yang berfungsi

sebagai (cofactors)
Pengimbang kepada fungsi enzim.

D. Manfaat Jinten Hitam


Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus,
kuman dan bakteri. Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986
dan laporan penelitian lainnya seperti tertera dalam Jurnal
Farmasi Pakistan, 1992. Manfaat lainnya yaitu:
1. Mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV.
Hasil penelitian Prof. G Reitmuller, Direktur Institut
Immonologi dari Universitas Munich dan laporan terpisah
dari penelitian tim Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal,
Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology
16

2.

3.

4.

5.

Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan


bahwa Habbatussauda dapat menghentikan pertumbuhan sel
tumor.
Meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam
linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3),
Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang
berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan
relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda
juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan
sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan
lansia.
Menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernapasan.
Menyembuhkan
penyakit asma
bronkial,
bronkitis,
gampang lelah, batuk kronis dan penyakit pernapasan
lainnya.
Mengatasi gangguan tidur dan stres. Unsur Sapion terdapat
pada
Habbaussauda
mempunyai
fungsi
seperti kortikosteroid yang dapat memengaruhi karbohidrat,
protein dan lemak serta memengaruhi fungsi jantung, ginjal,
otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk
mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan
tidur, menghilangkan stres, dan melancarkan air susu ibu
(penelitian Potchestroom, 1989).
Sebagai antihistamin dan anti-alergi. Berdasarkan penelitian
Nirmal Chakravaty MD 1993, dan penelitian lain oleh Dr.
Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas
Munich.

2.2.3. Kelapa
A. Klasifikasi Kelapa
a. Kerajaan
: Plantae
b. Divisi
: Magnoliophyta
c. Kelas
: Liliopsida
d. Ordo
: Arecales
e. Famili
: Arecaceae
f. Genus
: Elaeis
g. Spesies
: Elaeis guineensis Elaeis oleifera
B. Sejarah

17

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guinensis Jack) berasal dari


Nigeria,

Afrika

Barat.

Meskipun

demikian

ada

yang

menyatakan bahwa kelapa sawit berasal dari Amerika Selatan


yaitu Brazil karena lebih banyak ditemukan spesies kelapa
sawit di hutan Brazil dibandingkan dengan Afrika. Pada
kenyataannya tanaman kelapa sawit hidup subur di luar daerah
asalnya, seperti Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Papua
Nugini (Fauzi,2004).
Kelapa sawit, saat ini berkembang pesat di Indonesia.
Masuknya bibit kelapa sawit ke Indonesia pada tahun 1948
hanya sebanyak 4 batang yang berasal dari Bourbon (Mauritius)
dan Amsterdam.
Keempat batang bibit kelapa sawit ditanam di Kebun Raya
Bogor dan selanjutnya disebarkan ke Deli Sumatera Utara
(Risza, 1994).
C. Kandungan Kelapa
Minyak kelapa sawit mengandung kadar sterol yang rendah
berkisar 360 620 ppm dengan kadar kolesterol hanya sekitar
10 ppm saja atau sebesar 0,001% dalam CPO. Bahkan dari hasil
penelitian dinyatakan bahwa kandungan kolesterol dalam satu
butir telur setara dengan kandungan kolesterol dalam 29 liter
minyak sawit. Sehingga minyak sawit yang diolah menjadi
minyak goreng dapat dikatakan minyak goreng nonkolesterol.
Minyak kelapa sawit mengandung asam linoleat dan linolenat
yang rendah sehingga minyak goreng hasil olahan minyak
kelapa sawit memiliki kemantapan kalor (heat stability) yang
tinggi dan tidak mudah teroksidasi. Oleh karena itu, minyak
sawit sebagai minyak goreng bersifat lebih awet dan makanan
yang digoreng dengan menggunakan minyak sawit tidak cepat
tengik (Fauzi,2004).
Kandungan minor minyak sawit berjumlah kurang lebih 1%
antara lain karoten, tokoferol, sterol, alkohol, triterpen,
18

fosfolipida. Kandungan minor tersebut menjadikan minyak


sawit dapat digunakan sebagai bahan baku industri 9 farmasi.
Diantara kandungan minor yang sangat berguna tersebut antara
lain karoten dan tokoferol. Karoten dikenal juga sebagai
pigmen warna jingga. Kandungannya mencapai 0,005 0,18%.
Karoten bermanfaat sebagai obat kanker paru paru dan
payudara, karoten juga sebagai sumber provitamin A. Tokoferol
dikenal sebagai antioksidan alam dan juga sebagai sumber
vitamin E. kandungan tokoferol dalam CPO berkisar 600
1.000 ppm (Fauzi, 2004).
D. Manfaat Kelapa
Air kelapa muda selain rasanya segar, juga masih banyak
manfaatnya terutama dalam hal kesehatan. Air ini bahkan bisa
dicampur dengan susu untuk diminum. Berikut ini beberapa
khasiatnya yang lain :
a. Sebagai penetral racun
b. Berfungsi sebagai diuretik atau memperlancar kencing
c. Bila dicampur air jeruk sitrun dan diminum akan
mengurangi dehidrasi
d. Menghilangkan rasa panas akibat terbakar
e. Menyembuhkan demam berdarah
f. Bila dicampur susu dan diminum akan mencegah
penggumpalan susu dalam perut, sekaligus mencegah
sembelit, rasa mual, dan sakit pencernaan.

2.2.4. Jeruk Nipis


A. Klasifikasi Jeruk Nipis
a. Kerajaan : Plantae (Tumbuhan)
b. Divisi : Magnoliophyta
c. Kelas : Magnoliopsida
d. Sub Kelas : Rosidae
e. Ordo : Sapindales
f. Famili : Rutaceae
g. Genus : Citrus
h. Spesies : Citrus aurantifolia

19

B. Deskripsi
Daunnya berwarna hijau dan berwarna segar, tetapi kalau
sudah tua warnya kulitnya menjadi kuning, tangkai daun
bersayap sempit. Helain daun berbentuk jorong , pangkal bulat,
ujung tumpul, tepi beringgit, permukaan atas berwarna hijau tua
mengkilap, permukaan daun bagian bawah berwarna hijau
muda, daging daun seperti kertas, Panjang 2.5 9 cm, lebar 2.5
cmsedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai
bersayap, hijau dan lebar 5 25 mm. Duduk daun tersebar
(folia sparsa), karena disetiap buku-buku terdapat hanya satu
daun.

C. Kandungan Jeruk Nipis


Jeruk nipis selain mengandung vitamin juga mengandung
senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat,
fellandren, sitral, dan asam sitrat.
Kandungan dalam 100 gram buah jeruk nipis adalah
vitamin C 27 mg, Ca 40 mg, fosfor 22 mg, hidrat arang 12,4 g,
vitamin B1 0,04 mg, zat besi 0,6 mg, lemat 0,1 g, kalori 37
kkal, protein 0,8 g, dan air 86 g.

D. Manfaat Jeruk Nipis


Beberapa manfaat jeruk nipis yaitu:
Ambeien
Amandel
Anyang-anyangan
Batuk

20

Batu Ginjal
Demam atau Flu

2.2.5. Teh
A. Klasifikasi Teh
a. Kingdom
b. Subkingdom
c. Super Divisi
d. Divisi
e. Kelas
f. Sub Kelas
g. Ordo
h. Famili
i. Genus
j. Spesies

: Plantae (Tumbuhan)
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
: Dilleniidae
: Theales
: Theaceae
: Camellia
: Camellia sinensis (L.)O.K

B. Sejarah
Camellia

sinensis berasal

Asia Selatan dan Tenggara,

namun

dari
sekarang

daratan
telah

dibudidayakan di seluruh dunia, baik daerah tropis maupun


subtropis. Tumbuhan ini merupakan perdu atau pohon kecil
yang biasanya dipangkas bila dibudidayakan untuk dipanen
daunnya. Ia memiliki akar tunggang yang kuat. Bunganya
kuning-putih berdiameter 2,54 cm dengan 7 hingga 8 petal.
Tumbuhan Camellia sinensis, dengan irisan melintang
bunga (kiri bawah) dan bijinya (kanan bawah). Biji Camellia
sinensis serta biji Camellia oleifera dapat di pres untuk
mendapatkan minyak teh, suatu bumbu yang agak manis
sekaligus minyak masak yang berbeda dari minyak pohon teh,
suatu minyak atsiri yang dipakai untuk tujuan kesehatan dan
kecantikan dan berasal dari dedaunan tumbuhan yang berbeda.
Daunnya memiliki panjang 415 cm dan lebar 25 cm.
Daun segar mengandung kafein sekitar 4%[. Daun muda yang

21

berwarna hijau muda lebih disukai untuk produksi teh; daundaun itu mempunyai rambut-rambut pendek putih di bagian
bawah daun. Daun tua berwarna lebih gelap. Daun dengan
umur yang berbeda menghasilkan kualitas teh yang berbedabeda, karena komposisi kimianya yang berbeda. Biasanya,
pucuk dan dua hingga tiga daun pertama dipanen untuk
permrosesan. Pemetikan dengan tangan ini diulang setiap dua
minggu.

C. Kandungan Teh
Teh mengandung berbagai zat yang berguna bagi orang
yang mengonsumsinya. Berikut ini zat-zat yang terkandung
didalam teh.
Vitamin K
Dalam proses pembuatan teh, vitamin C dan E banyak
hilang. Namun, teh ternyata memiliki vitamin K yang
tinggi.
Mineral
Teh mengandung sejumlah mineral yang menyehatkan bagi
tubuh manusia.
Polifenol
Salah satu jenis antioksidan yang lebih efektif 100 kali lipat
dibanding vitamin C.
Essential Oil
Teh mengandung protein yang berperan dalam membentuk

aroma serta bermanfaat untuk melarutkan lemak.


Kafein
Jumlah kafein di dalam teh tidak sebanyak kopi dan

bermanfaat mempelancar sirkulasi darah ke otak.


Fluoride
Fluoride adalah zat yang berperan untuk memperkuat tulang

dan gigi.
Glutamic Acid

22

Zat yang terkandung didalam teh dan memberi efek


menenangkan setelah diminum.

D. Manfaat Teh
Teh putih mengandung katekin yang berfungsi untuk
menangkal radikal bebas dan berperan sebagai antioksidan.
Sementara, teh hitam berguna untuk meningkatkan konsentrasi
sekaligus mencegah kantuk. Teh hijau memiliki katekin, tapi
kadarnya lebih tinggi dibandingkan teh putih. Fungsinya antara
lain untuk menurunkan kdar kolesterol jahat, menurunkan
tekanan darah tinggi, mencegah kanker, hingga menghaluskan
kuli. teh Oolong juga menyimpan banyak manfaat di antaranya
mengobati sakit kepala, mengontrol kolestrol, menurunkan
kadar gula, serta membantu kinerja pencernaan.
Selain manfaat di ataas, secara umum teh masih memiliki
keistimewaan lainnya, seperti menurunkan risiko terkena
penyakit hati, membantu tubuh melawan berbagai virus,
menyehatkan gusi, mencegah sesak napas, mengurangi stres,
melindungi

lever,

mencegah

keracunan

makanan,

memperlambat penuaan, hingga membantu menghalangi


penyebaran virus HIV.

23

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

3.2. Saran

24

DAFTAR PUSTAKA

25

LAMPIRAN

Hasil Sesi Tanya Jawab:


1. Pertanyaan Nuraini (066114057)
Mengapa saat menstruasi tidak boleh minum kelapa?
Jawab: Meminum air kelapa disaat menstruasi bisa diperbolehkan karena
air kelapa mengandung elektrolit, vitamin, dan mineral yang
diperlukan oleh tubuh, namun disisi lain minum air kelapa bisa
menimbulkan efek rasa penuh atau kembung pada perut saat
menstruasi sehingga dapat membuat rasa tidak nyaman saat
proses menstruasi berlangsung.
2. Pertanyaan Taufik Gunawan (066114070)
Apa perbedaan dari setiap jenis-jenis teh dan manfaat nya?
Jawab:

26

3. Pertanyaan Elis Suhayati (066114014)


Bagaimana mekanisme dari karbohidrat available dan unvailable?
Mengapa kelebihan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit jantung?
Jawab: Jika kelebihan karbohidrat dapat merusak jaringan endotelium
dalam tubuh. Didalam jaringan endotelium terdapat vaskuler,
iridial, dan kornea. Jika kelebihan karbohidrat, jaringan
endotelium bagian vaskuler akan rusak sehingga aliran darah
menuju ke jantung akan terhambat akibat dari kelebihan zat gula
yang dihasilkan dari karbohidrat.
4. Pertanyaan Rida Fauziah (066114015)
Dari berbagai jenis teh, teh yang paling bagus teh apa? Jelaskan
mengenai teh olong?
Jawab: Menurut saya adalah The Hijau karena, dari penggunaannya
selain untuk kolesterol, baik digunakan untuk diet karena the hijau
memiliki katekin yang kadarnya lebih tinggi dari the biasanya
Teh Olong : Oolong merupakan salah satu jenis teh yang berasal dari
Cina, nama oolong sendiri diambil dari sebuah nama pria Cina yakni Wu
Long atau Oolong. Teh oolong dibuat dengan cara fermentasi, setelah
daun teh dipetik, lalu dijemur di bawah sinar matahari dan dikeringkan di
dalam ruangan dengan kelembapan tertentu untuk dilakukan oksidasi.
5. Pertanyaan Ayu Anisah (066114008)
Gula merah termasuk jenis karbohidrat apa dan merupakan campuran
dari apa?
Jawab:
6. Pertanyaan Lailatul Qomariayah (0661140
Jelaskan mengenai kolesterol?
Jawab: Kolestrol adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau
sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel
dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Namun apabila kadar
kolestrol dalam darah berlebihan, maka bisa mengakibatkan penyakit,
termasukpenyakit jantung koroner dan stroke
7. Pertanyaan Isep Ramdan (066114007)
Mengapa karbohidrat dapat menyebabkan obesitas?
Jawab: Karbohidrat di metabolisme oleh tubuh sebagai sumber energi,
jika asupan karbohidrat kurang maka sumber energi tersebut
dapat digantikan oleh protein dan lemak sehingga orang bisa
mengalami badan yang kurus. Sedangkan orang yang mengalami
obesitas dapat terjadi akibat asupan energi yang dibutuhkan

27

melewati batas.sehingga tidak dapat dimetabolisme dengan baik


oleh tubuh.
8. Pertanyaan Susilawati (0661140
Mengapa polisakarida tidak larut dan rasanya tawar?
Jawab: Dapat ditinjau dari banyaknya gugus gula. Monosakarida
memiliki satu gugus gula dan disakarida memiliki 2 gugus gula
sedangkan polisakarida lebih dari 6 gugus gula. Polisakarida memiliki
banyak gugus gula sehingga molekulnya pun lebih kompleks dan
menyebabkan ia sukar larut
9. Pertanyaan Ita Rohmah (066114
Apa kegunaan dari linoleat?
Jawab: Memperbaiki sel otak yang sehat dan pertumbuhan rambut,
kepadatan tulang, produksi energy dan kesehatan produksi.
10. Pertanyaan Desi Melawati (066114017)
Cara penggunaan dan kandungan minyak kelapa untuk mengobati luka?
Jawab: 1. Oleskan minyak kelapa pada luka bakar/ panas secukupnya
dan jangan dicampur dengan air atau bahan lain, ini efektif untuk
mencegah terjadinya bekas luka bakar yang mengganggu.
2. karena VCO atau Minyak Kelapa mengandung asam lemak yakni asam
laurat dan asam kaprik. Asam laurat dan Asam Kaprik mampu mengatasi
infeksi virus, bakteri, dan protozoa dan mempercepat metanolisme sel di
kulit.

28