Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


BERBAGAI RANGSANGAN PADA SEDIAAN OTOT SARAF
Tanggal praktikum : 04/11/15
Kelompok 2
Penyusun
Ketua :

Taufik Gunawan

066114070

Anggota :

Ferina octavia

066114049

Khoirunnisa

066114067

Eka Pratiwi L

066114053
Dosen
Dra. Moerfiah., M.Si.
Ir.E. Mulyati Effendi, MS.i
Rouland Ibnu Darda M.Si
Asisten :
Evy Julianti Gani S.Farm
Hari Yunus
Yesi Restina

LABORATORIUM FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2015

Abstrak
Tub u h d a p a t d i g e r a k k a n k a r e n a a d a n ya o t o t ya n g b e r k o n t r a k s i ,
ya n g berkontraksi sebenarnya adalah sel-sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu
rangsangan melalui saraf. Rangsangan yang tiba ke sel otot akan mempengaruhi suatu zat
(asetilkolin) yang peka terhadap rangsangan. pada percobaan kali ini kami menggunakan katak
sebagai percobaan untuk mengetahui rangsangan rangsangan pada system saraf dengan
Mematikan katak menggunakan cara single pithing dan double pithing. Rangsangan terhadap
otot-saraf pada katak adalah mekanis, osmotic, galvanis, panas, dingin. Rangsangan dapat
menurunkan potensial yang ada di akson saraf dan ion kalsium digunakan untuk berlangsungnya
kontraksi otot. pengujian dari lima jenis rangsangan. berdasarkan hasil dari pengamatan kami
didapatkan rangsangan yang paling kuat adalah rangsangan galvanis, dibandingkan dengan
keempat rangsangan yang lainnya,
Kata kunci : otot-saraf, rangsangan, single pithing, double pithing.
Abstract
Body can be driven due to muscle contraction, which is actually a contraction of muscle
cells. Muscles contract because of the influence of a stimulus through the nerves. Stimuli that
arrive to the muscle cells will affect a substance (acetylcholine) that is sensitive to stimulation. in
this experiment we used the frog as an experiment to determine the stimulation - stimulation of
the nervous system with a Deadly frog pithing use the single and double pithing. Stimulation of
the nerve at the frog muscles are mechanical, osmotic, galvanized, hot, cold. Stimulation can
reduce the existing potential in nerve axons and calcium ions are used for the ongoing
contraction of the muscle. testing of five types of stimuli. based on the results obtained from our
observations is the most powerful stimulus galvanized stimulation, compared with the four other
stimuli.
Key Words : muscle-neve, stimulation, single pithing, double pithing

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Tujuan Percobaan :
1. Mempelajari pengaruh berbagai macam rangsangan pada otot saraf
2. Mempelajari cara membuat preparat otot saraf
3. Mempelajari dan mematikan seekor katak
1.2. Latar Belakang
Pemberian nama otot rangka disebabkankarena otot ini menempel pada system
rangka(Seeley, 2002). Berdasarkan Tobin (2005), otot terdiri atas bundel-bundel sel otot. Setiap
bundel berada di dalam lembaran jaringan ikat yang membawa pembuluh darah dan saraf yang
mensuplai kebutuhan otot tersebut. Disetiap ujung otot, lapisan luar dan dalam darijaringan ikat
bersatu menjadi tendon yangbiasanya menempel pada tulang.Otot rangka memiliki empat
karakteristik fungsional sebagai berikut:
1.Kontraktilitas: kemampuan untukmemendek karena adanya gaya
2.Eksitabilitas: kapasitas otot untukmerespon sebuah rangsang
3.Ekstensibilitas: kemampuan otot untuk memanjang
4.Elastisitas

: kemampuan otot untukkembali ke panjang normal setelah mengalami

pemanjangan. (Seeley,2002).
Reflek gerak pada ektremitas (tungkai) berpusat di sumsum tulang belakang. Jalannya
impuls pada gerak reflek menurut Bell dan Magendie adalah : reseptorsaraf sensoris (melalui
lengkung dorsal) medulla spinalissaraf motoris (melalui lengkung ventral) efektor.Potensial
aksi merupakan depolarisasi dan repolarisasi membran sel yang terjadi secaracepat (Seeley,
2002). Pada sel otot (serabut-serabut otot), potensial aksi menyebabkan otot berkontraksi
(Seeley, 2002). Berdasarkan Campbell (2004), sebuah potensial aksi tunggal akan menghasilkan
peningkatan tegangan otot yang berlangsung sekitar 100milidetik atau kurang yang disebut
sebuahkontraksi tunggal. Jika potensial aksi kedua tiba sebelum respon terhadap potensial aksi
pertama selesai, tegangan tersebut akan menjumlahkan dan menghasilkan respon yanglebih
besar. Jika otot menerima suatu rentetan potensial aksi yang saling tumpang tindih,maka akan
terjadi sumasi yang lebih besar lagi dengan tingkat tegangan yang bergantung pada laju
perangsangan. Jika laju Gerak manusia dihasilkan oleh kontraksi otot yang menghasilkan gaya
untuk menggerakkan anggota badan. Pada gerak sadar, sinyal perintah dari pusat sistem syaraf
ditransmisikan melalui syaraf tulang belakang (spinal cord) lalu ke otot untuk menghasilkan
gaya. Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot
diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot
menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme

tersebut. Jaringan otot bertanggungjawab untuk pergerakan tubuh, terdiri atas sel-sel otot yang
terspesialisasi untuk melaksanakan konstraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls).
perangsangan cukup cepat, sentakan tersebutakan lepas menjadi kontraksi yang halus
danbertahan lama yang disebut tetanus.Pada saat sel saraf dalam keadaan istirahat (reseptor tidak
dirangsang), membran sel dalam keadaan impermeable terhadap ion.J i k a
dirangsang,

maka

saluran ionakan

terbuka.

Ion natrium

sel

akan

saraf
masuk

k e dalam sel dan ion kalium bersama ion Cl akan keluar dari dalam sel. Muatan ion di dalam
selmenjadi lebih positif dan muatan ion di dalam sel menjadi lebih negatif. Keadaan
ini disebut depolarisasi. Membran sel dalam keadaan permeable terhadap ion. Perjalanan
impuls saraf dapat diblokir oleh rangsang dingin,panas, atau tekanan pada serabut
saraf.Pemblokiran yang sempurna dicapai dengan memberikan zat anastetik
1.3. Hipotesis
Sistem saraf merupakan salah satu koordinasi yang bertugas menyampaikan ransangan
dari reseptor untuk tubuh. Tubuh dapat digerakan karena adanya otot yang berkontraksi yang
sebenarnya adalah sel-sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu rangsangan yang tiba ke
sel otot akan mempengaruhi suatu zat asetilkolin yang peka terhadap rasangan. Pada praktikum
kali ini praktikan melakukan rasangan dengn otot saraf diantaranya rasangan galvanis, kimiawi,
osmotik, mekanisme, panas, dan dingin. Menurut kami dari rasangan teersebut didapat hipotesis
Osmotik : lemah
Panas

: cepat

Kimiawi : cepat
Galvanis : cepat

BAB II
METODE KERJA
2.1. Alat dan Bahan
2.1.1. Alat yang digunakan :
1. Diseksi
2. Batang pengaduk
3. Beker glass
4. Papan parafin
5. Pemanas elektrik
6. Pinset galvanis
7. Tali plastik.

1.
2.
3.
4.
5.

2.1.2. Bahan yang digunakan :


Air dingin
Air panas
Cuka, garam dapur
Larutan fisiologis
Katak spinal.

2.2. Metode kerja


2.2.1 mematikan Katak
Pada seekor katak ditusukkan jarum sonde pada foramen occipetale (lubang pada bagian
dorsal kepala, antara dua membran tympanum). Kemudian tusuk secara vertikal, setelah masuk
kedalam foramen occipitale arahkan jarum sonde horizontal kedepan, kemudian putar-putar
sampai otaknya rusak (mata redup), metode ini disebut single pithing, katak yang mendapat
perlakuan seperti ini disebut katak deserebrasikarena otak besar (serebrum)nya rusak. Kemudian
tarik jarum sonde dan arahkan horizontal ke belakang sehingga katak menjadi lemas, metode ini
disebut double pithing. Katak yang mendapat perlakuan seperti ini disebut katak spinal, karena
serebrum dan serebellumnya rusak hanya tinggal medula spinalis.
2.2.2 membuat sediaan otot-saraf
Katak spinal yang sudah di kuliti di letakan terlentang,bukanlah otot perutnya dan di
keluarkan isinya,akan tamnpak benang putih di sebelah kiri kanan korda doralis ikatlah masing
masing.
Telungkupkan katak di atas papan fiksasi dan mulailah preparer benang saraf dari daerah
tulang sakrum - daerah femur sampai betis (muskulus gastrocnemius).
Bebaskan benang saraf dan muskulus gastrocnemius dari jaringan sekitarnya,potong
benang saraf yang sebelumnya sudah di ikatdan di potong pula tendo achiles di daerah tangkai
bawah.simpanlah dalam larutan fisiologis katak pada cawan petri
2.2.3 macam-macam rangsang pada otot-saraf
1. Letakan sediaan otot saraf dalam cawan petri

2. Berikan rangsangan pada benang sarafnya dan catatlah kontraksi otot yang terjadi

Rangsangan mekanis

: Tekanlah sediaan saraf-ototdengan batang gelas yang tumpul

Rangsangan Osmotik

: Sebutir garam dapur atau setetes gilserin di tempelkan padaujung

sedian saraf-otot dan di tambahkan air pada tempat tersebut

Rangsangan panas

di tempelkan pada benang saraf


Rangsangan Galvanis
: Jepitlah benang saraf dengan kaki kaki pinset galvanis (kaki

yang satu dari zink dan lainya dengan tembaga)


Pada setiap perlakuan cucilah benang saraf dengan larutan fisiologis atau larutan ringer

: Ujung pengaduk gelas di panaskan dalam air mendidih,kemudian

Daftar pustaka
Campbell,Neil A.,Jane B. Reece dan Lawrence G. Mitchell.2004.Biologi Edisi Kelima Jilid 3.
Jakarta:Penerbit Erllangga
Ganog,W.F.2008.Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC
Guyton and Hall. 2002. Fisiologi Kedokteran. Jakarta : ECG Penerbit buku kedokteran
Shewood, Lauralee. 2001. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakrta EGC
Seelay,R.,T.D.Sthephen,P.Tate.2003.Essentials of anatomy and physiologi fourth edition
McGraw-Hill Companies.Soewolo,dkk.2005.fisiologi manusia.malam:Universitas Malang Press
Ward, Jeremy., Robbert Clarke.,Roger Linden.2002. At a Glancw Fisiology.Jakarta: Erlangga
Faiz, Omar., David Moffat.2002. At a Glancw Fisiology. Jakarta: Erlangga