Anda di halaman 1dari 8

RESUME PRAKTIKUM 1

PEMETAAN DAN SIG


(SA-2202)
Dosen: Dr. Ir. Vera Sadarviana, MT.

Disusun oleh Kelompok 1:


15813001
15813016
15813019
15813029
15813043
15813001
15813002

Yusanuari Alaniri
Febriani A. Nadadap
Khurniaty Dewi
Caca Cahya Maulana
Afrizal Maulana Sutrisna
Vinda Widiyati
Agus Ahmad Santoso

TEKNIK DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

RESUME PRAKTIKUM 1

PEMETAAN DAN SIG


RAMBU UKUR
Dalam ilmu ukur tanah, banyak sekali alat ukur yang digunakan dalam berbagai
macam pengukuran. Ada berbagai macam pengukuran, yaitu pengukuran sipat
datar, pengukuran sudut pengukuran panjang, dan lain-lain. Alat ukur yang
digunakan pun ada yang sederhana dan modern, yang masing-masing bekerja
sesuai dengan fungsinya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa permukaan bumi
ini tidak rata, untuk itu diperlukan adanya pengukuran beda tinggi baik dengan
cara barometris, trigonometris ataupun dengan cara pengukuran penyipatan
datar. Alat yang digunakan dalam pengukuran sipat datar salah satunya adalah
rambu ukur.
Rambu ukur dapat terbuat dari kayu, campuran alumunium yang diberi skala
pembacaan. Ukuran lebarnya 4 cm, panjang antara 3m - 5m pembacaan
dilengkapi dengan angka dari meter, desimeter, sentimeter, dan milimeter.
Umumnya dicat dengan warna merah, putih, hitam, kuning. Selain rambu ukur,
ada juga waterpass yang dilengkapi dengan nivo yang berfungsi untuk
mendapatkan sipatan mendatar dari kedudukan alat dan unting-unting untuk
mendapatkan kedudukan alat tersebut di atas titik yang bersangkutan. Kedua
alat ini digunakan bersamaan dalam pengukuran sipat datar. Rambu ukur
diperlukan untuk mempermudah/membantu mengukur beda tinggi antara garis
bidik dengan permukaan tanah.
Jenis jenis Rambu Ukur:
Rambu untuk pengukuran sipat datar (leveling) diklasifikasikan ke dalam 2 tipe,
yaitu:
1. Rambu sipat datar dengan pembacaan sendiri
Jalon
Rambu sipat datar sopwith
Rambu sipat datar bersen
2. Rambu sipat datar sasaran
Cara Pemasangan Bak Ukur/Rambu Ukur:

Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan


kebutuhan, kemudian kunci.
Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengahtengah patok (titik) yang
akan dibidik.
Usahakan rambu ukur tersebut tidak miring/condong (depan, belakang,
kiri dan kanan), karena bisa mempengaruhi hasil pembacaan.
Arahkan lensa pada teropong pesawat.

Cara penggunaan Rambu ukur dalam pengukuran sipat datar:


Rambu ukur ini berjumlah 2 buah masing-masing didirikan di atas dua patok/titik
yang merupakan jalur pengukuran. Alat sipat datar optis kemudian diletakan di
tengah-tengah antara rambu belakang dan muka. Alat sipat datar diatur
sedemikian rupa sehingga teropong sejajar dengan nivo yaitu dengan
mengetengahkan gelembung nivo. Setelah gelembung nivo di ketengahkan
Page 1 of 8

(garis arah nivo harus tegak lurus pada sumbu kesatu) barulah di baca rambu
belakang dan rambu muka yang terdiri dari bacaan benang tengah, atas dan
bawah. Beda tinggi slag tersebut pada dasarnya adalah pengurangan Benang
Tengah belakang (BTb) dengan Benang Tengah muka (BTm).
Kesalahan dalam penggunaan Rambu Ukur :

Garis bidik tidak sejajar dengan garis jurusan nivo


Kesalahan pembagian skala rambu
Kesalahan panjang rambu
Kesalahan letak skala nol rambu

WATERPASS
Waterpass adalah alat untuk mengukur beda ketinggian dari satu titik acuan ke
acuan berikutnya. Waterpass ini dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di
dalamnya. Untuk mengecek apakah waterpass telah terpasang dengan benar,
perhatikan gelembung di dalam kaca berbentuk bulat (nivo). Apabila gelembung
tepat berada di tengah, berarti waterpass telah terpasang dengan benar.
Berbeda dengan theodolit, penempatan alat waterpass terletak diantara dua titik
atau dua target. Di usahakan penempatannya berada tepat ditengah antara dua
titik atau target. Kemudian sama halnya seperti theodolit, pada waterpass pun
sebelum mengamati target pertama harus dilakukan centering. Centering
dilakukan dengan memutar skrup yang ada di bagian bawah waterpass, hingga
gelembung berada di tengah lingkaran.
Pada waterpass, terdapat lensa untuk melihat sasaran bidik. Dalam lensa,
terdapat tanda panah menyerupai ordinat (koordinat kartesius). Angka pada
sasaran bidik akan terbaca dengan melakukan pengaturan fokus lensa. Alat ini
bersifat sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga memerlukan payung untuk
menutupi cahaya matahari.
Bagian-bagian alat waterpass :

Pembacaan instrument water pass dapat dilakukan dengan cara berikut :


Page 2 of 8

3. Bidik dan arahkan teropong secara kasar pada bak ukur yang didirikan
pertikal pada suatu titik (patok) yang telah ditentukan dengan
menggunakan garis bidik yang ada dalam alat.
4. Bila bayangan kabur perjelas dengan menggunakan sekrup atau memutar
lensa objektif (fokus) sedangkan benang silang perjelas denganmemutar
sekrup pengatur diafragma.
5. Himpitkan benang diafragma dengan sumbu bak ukur,dengan cara
mengatur sekrup diafragma dengan sektup penggerak halus.
6. Lakukan pembacaan yang terlihat pada lensa : BA+BB = 2 BT atau BA-BT
= BT-BB
7. Untuk memadatkan jarak optis digunakan rumus :
Jarak optis = (BA BB)x 100 sin2 sudut zenith/vertikal.
Dimana : BA = Benang atas
BB = Benang bawah
BT = Benang tengah
Apabila jarak antara dua buah titik yang akan diukur beda tingginya relatif jauh,
maka dilakukan pengukuran berantai. Pada metode ini, pengukuran tak dapat
dilakukan dengan satu kali berdiri alat. Oleh karena itu antara dua buah titik
kontrol yang berurutan dibuat beberapa slag dengan titik-titik bantu dan
pengukurannya dibuat secara berantai (differential levelling).
Seperti halnya pengukuran jarak dan sudut, pengukuran beda tinggi juga tidak
cukup dilakukan dengan sekali jalan, tetapi dibuat pengukuran pergi pulang,
yang pelaksanaannya dapat dilakukan dalam satu hari (dinamakan seksi).

THEODOLITE
Theodolite adalah alat ukur digital yang berfungsi untuk membantu pengukuran
kontur tanah di wilayah tertentu. Theodolite mempunyai fungsi yang berbeda
dengan waterpass diantaranya mampu mengukur sudut vertical dan sudut
horizontal. Sudut-sudut tersebut digunakan untuk menentukan jarak mendatar
dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan. Di dalam theodolite sudut yang
dapat dibaca sampai pada satuan detik. Theodolite ini mempunyai kelebihan
yaitu dapat memetakan suatu wilayah dengan cepat. Di dalam pekerjaan yang
berhubungan dengan pengukuran tanah, theodolite sering digunakan dalam
bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun pengamatan situasi.
Theodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti pesawat penyipat datar
bila sudut verticalnya dibuat 90o.
Secara umum, bagian-bagian dari theodolit adalah sebagai berikut :
Bagian atas, terdiri dari :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nivo kotak
Klem pengunci
Penggerak halus
Tempat battery
Klem pengunci lingkaran horizontal
Penggerak halus lingkaran horizontal
Klem pengatur nivo tabung
Page 3 of 8

8. Handle / pembawa
9. Lensa okuler
10.Klem pengatur fokus benang
11.Tombol ON / OFF
12.Nivo tabung
13.Display
14.Keyboard
15.Plat dasar
Bagian bawah, terdiri dari:

Statif/Trifoot
Tiga sekrup penyetel nivo kotak
Unting-unting
Sekrup repetisi
Sekrup pengunci pesawat dengan statif

Cara Kerja:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengaturan Statif.
Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan pada statif
Tinggikan statif setinggi dada
Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan
Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi
Atur kembali tinggi statif hingga tribar plat mendatar
Letakkan teodolit di tribar plat
Lakukan proses centering. Dimana kedua alat tersebut berada tepat tegak
lurus diatas benchmark atau patokan yang telag ditentukan sebelumnya
9. Lakukan proses leveling
10.Atur nivo kotak
Nivo kotak harus tepat berada di tengah. Apabila nivo kotak tidak tepat di
tengah maka posisi alat dalam keadaan miring. Untuk melihat dimana
posisi alat yang lebih tinggi maka lihat gelembung yang ada di nivo kotak.
jika gelembung itu lebih kearah Timur, maka posisi alat tersebut lebih
tinggi diarah timur, sehingga kaki sebelah timur harus dipendekkan atau
kaki sebelah barat dinaikkan.
11.Atur nivo tabung
Nivo tabung harus tepat berada di tengah seperti pada nivo kotak.
Usahakan nivo tabung sejajar dengan kiap. Agar berada tepat di tengah,
atur nivo tabung dengan menggunakan kiap A dan B secara bersamaan
dengan arah keluar/masuk sampai gelembung berada di tengah. Setelah
gelembung berada di tengah putar teodolit 90 o gelembung nivo. Lalu putar
kiap C sampai gelembung berada di tengah. Apabila garis arah nivo tegak
lurus sumbu tegak, maka gelembung nivo akan tetap berada di tengah.
12.Lakukan pembidikan ke arah rambu ukur
13.Pembacaan sudut
Aturan pembacaan sudut pada theodolit adalah:
Pada skala utama menentukan besar derajat dan menit dengan
memperhatikan jarum yang berhimpit pada skala.
Pada skala nonius mencari pulajarum yang berimpit dengan skala, dengan
besar sudut setiap skala 20
Page 4 of 8

Menjumlahkan hasil bacaan antara skala utama dan skala nonius.

ELECTRONIC TOTAL STATION


Electronic Total Station (ETS) adalah salah satu alat survey yang paling umum
digunakan pada saat ini. Yaitu terdiri dari teodolit elektronik dan jarak meter
elektronik/pengukuran (EDM) komponen. Peralatan pengukuran jarak elektronik
pada awalnya dikembangkan sekitar tahun 1940, dan tersedia secara komersial
pada 1960-an. ETS pertama (teodolit elektronik dan EDM) dikembangkan pada
akhir 1970-an.
ETS memiliki kemampuan untuk merekam dan mengumpulkan data hasil
pengukuran jarak dan sudut pada alat perekam, yang nantinya dapat diproses
dengan menggunakan perangkat lunak komputer di akhir survey. Untuk akurasi
yang optimal, maka digunakan prisma, yaitu suatu alat yang dapat
merefleksikan gelombang cahaya yang kembali ke perangkat pengukuran untuk
menentukan pengukuran. Dalam keadaan di mana akurasi tidak begitu
diharuskan secara di maksimum, maka total station dapat digunakan dalam
modus reflectorless dimana alat tersebut dapat memperoleh fitur pengukuran
jarak tanpa menggunakan prisma.
ETS tidak hanya digunakan untuk pengukuran dan mengumpulkan data survey,
tetapi juga bisa digunakan untuk menetapkan posisi desain. Dengan
menggunakan prisma pada tiang pipa (dan biasanya offsider an), surveyor dapat
menentukan dimana pasak perlu ditempatkan setelah sebelumnya data desain
dimasukan terlebih dahulu ke alat memori total station atau secara manual satu
per satu data desain. Kegiatan ini lebih dikenal dengan sebutan Staking Out yaitu
pekerjaan penerapan data desain pada lokasi yang sebenarnya.
ETS memiliki fasilitas-fasilitas berikut:

Mengukur sudut horizontal dan vertikal


Pengukuran Jarak Elektronik (EDM)
Perekam data elektronik
Built-in program / add-ons untuk tugas yang berbeda
Membantu dalam menetapkan desain
Membantu dalam melintasi atau menentukan arah
Membantu dalam menentukan koordinat geometri
Page 5 of 8

Mengumpulkan data untuk perhitungan luas suatu daerah


Melakukan dasar / laser scanning lambat operasi

ETS terdiri dari 2 perangkat utama, ETS itu sendiri dan Prisma.

Topcon Electric Total Station 235

Prisma Tunggal

Bagian-bagian dari ETS:

Page 6 of 8

Cara Kerja:
1. Letakan alat pada posisi masing-masing. ETS diletakan pada titik acuan,
dan Prisma diletakan pada titik sasaran.
2. Setelah pemasangan alat selesai, perlu dipastikan bahwa kedua alat
tersebut berada tepat tegak lurus diatas benchmark atau patokan yang
telah ditentukan sebelumnya.
3. Kemudian pastikan juga alat berada dalam kondisi datar, yaitu dengan
cara memperhatikan gelembung pada nivon kotak dan nivo tabung.
4. Hidupkan ETS kemudian arahkan kepada lokasi Prisma. Melalui teleskop
bidik titik tengah prisma. Gunakan pengatur vertikal, pengatur horizontal
dan pengatur fokus lensa.
5. Setelah sasaran dirasa telah terbidik dengan tepat, kunci bagian-bagian
pengatur tadi.
6. Selesai. Data yang diperlukan ditampilkan melalui display digital.
Data yang didapat antara lain:
PRISM
A

S
D

V
D
H
D

Sudut Vertikal
Sudut Horizontal
Jarak Vertikal (VD)
Jarak Horizontal (HD)
Jarak Miring (SD)

Page 7 of 8