Anda di halaman 1dari 24

Insar Damopolii

Modul 4
PENILAIAN BERBASIS KELAS
1. Pengertian
Menurut Arifin (2014), Penilaian Berbasis Kelas adalah penilaian dalam
arti assessment. Maksudnya, data dan informasi dari penilaian berbasis kelas
merupakan salah satu bukti yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan
suatu program pendidikan.
Tujuan penilaian dalam pelaksanaan KTSP bukan hanya untuk mengetahui
keberhasilan siswa setelah mengikuti pembelajaran, tetapi secara rinci adalah
sebagai berikut :
a. Melacak kemajuan siswa atau peserta didik.
b. Mengecek ketercapaian kemampuan peserta didik.
c. Mendeteksi kesalahan ketika siswa belajar.
d. Menyimpulkan beberapa hal yang terkait dengan pembelajaran.
Berdasarkan empat tujuan tersebut maka penilaian harus dilakukan harus
bermakna, menyeluruh, berkesinambungan, dan sekaligus juga mendidik subjek
yang sedang belajar. Menurut istilah Margareth Pucket dan Janet K. Black (1994)
dalam Arikunto (2013), penilaian yang demikian dikenal dengan istilah Authentic
Assessment, yaitu penilaian terarah pada semua kejadian yang terdapat pada diri
siswa dan lingkungan secara riil. Pengertian ini juga menunjuk pada kewajaran
dan keaslian objek yang menjadi sasaran utuh yang ada pada peserta didik. Oleh
karena yang diraih adalah hasil seutuhnya yang ada pada peserta didik, maka
bukan hanya penilaian ranah kognitif seperti yang biasanya dilakukan oleh guru
dengan soal-soal tertulis atau kadang-kadang juga melalui tes lisan, tetapi juga
afektif dan psikomotor, (Arikunto, 2013).
Penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan
informasi oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal nilai terhadap hasil
belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini, diperoleh

Insar Damopolii

potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar


kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkahlangkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi serta
sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik,
pengolahan, dam penggunaan informasi tentang hasil belajara peserta didik.
Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai

macam cara, seperti penilaian

unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil
test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil
kerja/karya peserta didik (portopolio), dan penilaian diri, (Jihad dan Haris, 2012).
2. Tujuan dan Fungsi Penilaian Berbasis Kelas
Menurut Arifin (2014), tujuan umum penilaian berbasis kelas adalah untuk
memberikan penghargaan terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik dan
memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran. Perhatikan gambar berikut ini.
PENGHARGAAN

TUJUAN
UMUM
PBK

PENCAPAIAN HASIL
BELAJAR PESERTA
DIDIK

PROGRAM
PEMBELAJARAN

PERBAIKAN
KEGIATAN
PEMBELAJARAN

Gambar 9.1 Tujuan Umum Penilaian Berbasis Kelas

Fungsi penilaian berbasis kelas bagi peserta didik dan guru adalah untuk
(1) membantu peserta didik dalam mewujudkan dirinya dengan mengubah atau
mengembangkan perilakunya kea rah yang lebih baik dan maju, (2) membantu
peserta didik mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya, (3)
membantu guru menetapkan apakah strategi, metode, dan media mengajar yang
digunakannya telah memadai, dan (4) membantu guru dalam membuat
pertimbangan dan keputusan administrasi, (Arifin, 2014).

Insar Damopolii

Menurut Jihad dan Haris (2012), Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai
berikut :
a. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu
kompetensi.
b. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dlam rangka membantu peserta didik
memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik
untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untukk
penjurusan (sebagai bimbingan).
c. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa
dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru
menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
d. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang
berlangsung guna perbakan proses pembelajaran berikutnya.
e. Sebagai control bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan
peserta didik.
3. Manfaat Penilaian Kelas
Menurut Jihad dan Haris (2012), manfaat penilaian kelas antara lain
sebagai berikut :
1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan
dan kelamahannya dlam proses pencapaian kompetensi.
2. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami
peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
3. Untuk umpan balik bagi guru dalam mempertbaiki metode, pendekatan,
kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
4. Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar.
5. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang
efektivitas pendidikan.
6. Untuk member umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam
mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang baik digunakan.
Menurut Arifin (2014), penilaian berbasis kelas sangat bermanfaat bagi
guru, orang tua, dan peserta didik. Bagi guru, penilaian berbasis kelas bermanfaat
untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosis

Insar Damopolii

kesulitan belajar, memberikan umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran,


menentukan kenaikan kelas, dam memotivasi peserta didik untuk belajar lebih
baik. bagi orang tua, penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk mengetahui
kelabihan dan kekurangan anaknya, peringkat anaknya di kelas, memberikan
bimbingan, dan merangsang orang tua untuk menjalin komunikasi dengan pihak
sekolah dalam rangka perbaikan hasil belajar anaknya. Bagi peserta didik,
penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk memantau hasil pencapaian kompetensi
secara utuh, baik yang menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan
nilai-nilai.
4. Teknik Penilaian Dalam Pembelajaran di Kelas
Beragam teknik dapat dilakukan untuk pengumpulan informasi tentang
kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar
maupun hasil belajar. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya
adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar
dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat
satu ranah penilaian atau lebih. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat
ditentukan cara penilaian yang sesuai, apakah dengan tes tertulis, observasi, ter
praktek, dan penugasan perseorangan atau kelompok. Untuk itu, ada 7 (tujuh)
teknik yang digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian
tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian
diri (Jihad dan Haris, 2012).
a. Teknik Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Pengamatan unjuk
kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat
pencapaian kemampuan tertentu. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik
dapat menggunakan alat atau instrument berikut :
1) Daftar cek (check-list)
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baiktidak baik). dengan menggunakan daftar cek, perseta didik mendapat nilai bila
kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai.
4

Insar Damopolii

Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlah,
misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati, baik-tidak baik.
dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis
digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.
Contoh:
Format Penilaian Praktikum
Nama peserta didik :.

Kelas :.

No.
Aspek yang dinilai
1.
Keaktifan
2.
Keterampilan
3.

Skor maksimum
Keterangan:

Baik

Baik mendapat skor

Tidak baik

:1

Tidak biak mendapat skor : 0


2) Skala penilaian (rating scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian menungkinkan
penilai member nilai tengah terhadap penguasan kompetensi tertentu, karena
pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan pemberian nilai secara
kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian tentang
dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2
= cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten.
Contoh :
Format Penilaian Praktikum
Nama peserta didik : ..
No.

kelas :
Nilai

Aspek yang dinilai

1
1.
2.
3.

Terampil dalam membedah


Mengetahui letak organ
.
Jumlah skor maksimum

12

Keterangan
1 = tidak kompeten

3 = kompeten

2 = cukup kompeten

4 = sangat kompeten

Insar Damopolii

Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut:


a) Jika seorang siswa memperoleh skor 10-12 dapat ditetapkan sangat
kompeten
b) Jika seorang siswa memperoleh skor 7- 9dapat ditetapkan kompeten
c) Jika seorang siswa memperoleh skor 4-6 dapat ditetatkan cukup kompeten
d) Jika seorang siswa memperoleh skor 0-3 dapat ditetapkan tidak kompeten
b. Teknik Penilaian Sikap
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran
berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut.
1). Sikap terhadap materi pelajaran. Peserta didik perlu memiliki sikap positif
terhadap materi pelajaran. Dengan sikap positif dalam diri peserta didik akan
tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih mudah diberi motivasi, dan
akan lebih mudah menyerap materi.
2). Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap positif
terhadap guru. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan
cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian, peserta didik
yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi
pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.
3). Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu memiliki sikap
positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran
mencakup suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran
yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan
dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, sehinggadapat mencapai hasil
belajar yang maksimal.
4). Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu
materi pelajaran. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup, berkaitan
dengan materi Biologi atau Geografi. Peserta didik juga perlu memiliki sikap yang
tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu
(kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Misalnya, peserta sisik
memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. Dalam kasus

Insar Damopolii

lain, peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu
glondongan keluar negeri.
5). Sikap hubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan.
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknikteknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan
pribadi. secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang
dalam sesuatu hal. Observasi perilaku disekolah dapat dilakukan dengan
menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan
dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku harian.
Contoh halaman sampul Buku Catatan Harian:
BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK
Nama sekolah
Mata Pelajaran
Kelas
Program
Tahun Pelajaran
Nama Guru

: Biologi
: XI
: IPA/IPS/BHS
: 20/20..
:.
Manokwari, 20

Contoh halaman Buku Catatan Harian:


No.

Hari/tanggal

Nama peserta didik

Kejadian

2) Pertanyaan langsung
Kita dapat menanyakan secara langsung atau wawancara tentang sikap
seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana tanggapan
peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan disekolah mengenai
Peningkatan Ketertiban. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil
dalam member jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek
sikap. Dalam penilaian sikap peserta didik disekolah, guru juga dapat
menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.

Insar Damopolii

3) Laporan pribadi
Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, peserta didik diminta membuat
ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah,
keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap, misalnya, peserta didik diminta
menulis pandangan tentang kerusuhan antaretnis yang terjadi akhir-akhir ini
di Indonesia. Dari ulasan yan dibuat oleh peserta didik tersebut, dapat dibaca
dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya.
c. Teknik penilaian proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan,
sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan
yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data,
dan penyiapan laporan tertulis. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan
alat/instrument penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Contoh penilaian proyek
Mata pelajaran

: Biologi

Nama Proyek

: Pencermaran Lingkungan

Alokasi waktu

: satu semester

Nama siswa

Kelas : XI/1

No.
1.

Aspek*
Skor(1-5)**
Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan judul
2.
Pelaksanaan:
a. Sistematika penulisan
b. Keakuratan sumber data/informasi
c. Kuantitas sumber data
d. Analisis data
e. Penarikan kesimpulan
3.
Laporan proyek
a. Performans
b. Presentasi/penguasaan
Total skor
*aspek yang dinilai disesuaikan dengan proyek dan kondisi siswa/sekolah
**skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan
jawaban yang diberikan. Semakin lengkap dan tepat jawaban, semakin itnggi
perolehan skor.

Insar Damopolii

d. Teknik penilaian produk


Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu
diadakan penilaian yaitu:
1. Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan
merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesai
produk.
2. Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta
didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3. Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang
dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
a. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan
terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses
pengembangan.
b. Cara holistic, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya
dilakukan pada tahap appraisal.
Contoh penilaian produk
Mata pelajaran

: IPA (kimia)

Nama proyek

: membuat sabun

Alokasi waktu

: 4 kali pertemuan

Nama siswa

:.

No.
1.
2.

3.

Aspek*
Perencanaan bahan
Proses pembuatan
a. Persiapan alat dan bahan
b. Teknik pengolahan
c. K3 (keamanan, keselamatan, dan
kebersihan)
Hasil produk
a. Bentuk fisik
b. inovasi

Kelas : XI/1
Skor (1-5)**

Skor
*Aspek yang dinilai disesuaikan dngan jenis produk yang dibuat
**Skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan
kelengkapan jawaban yang diberikan. Semakin lengkap dan tepat jawaban,
semakin tinggi perolehan skor.
9

Insar Damopolii

e. Teknik penilaian portofolio


Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan
pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta
didik dalam satu periode tertentu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pedoman dalam penggunaan penilaian
portofolio di sekolah, antara lain :
a. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
b. Saling percaya antara guru dan peserta didik.
c. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik.
d. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru.
e. Kepuasan.
f. Keseuaian.
g. Penilaian proses dan hasil.
h. Penilaian dan pembelajaran.
Teknik penilaian portofolio dai dalam kelas memerlukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya
merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru
untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan
melihat

portofolionya

peserta

didik

dapat

mengetahui

kemampuan,

keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi
membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian
mereka sendiri.
2) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan
dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa berbeda.
Misalnya, untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangankarangannya,. Sedangkan untuk kemampuan menggambar, peserta didik
mengumpulkan gambar-gambar buatannya.
3) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau
folder dirumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah.
4) Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta
didik sehigga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.

10

Insar Damopolii

5) Sbaiknya tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan


para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya. Diskusikan cara
penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, kriteria penilaian
kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosakata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan. Dengan demikian,
peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai
standar tersebut.
6) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat
membimbing peserta didik, bagaiman cara menilai dengan memberi
keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaiman
cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.
7) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik
diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan guru
perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan,
misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru.
8) Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu,
undang orang tua peserts didik dan diberi penjelasan tentang maksud serts
tujuan portofolio, sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi
anaknya.
Contoh Penilaian Portofolio
Mata pelajaran

: Bahasa Indonesia

Alokasi waktu

: 1 semester

Nama siswa

: ..

No.

Standar
kompetensi
/
Periode Tata
kompetensi
bahas
dasar
a

Kelas :

Keteranga
n

Kriteria
Kosa
kata

Kelengkapa
n

Sistematik
a

11

Insar Damopolii

Menulis
karangan
deskriptif
Membuat
resensi
buku

1.

2.

30/7
10/8
dst
1/9
30/9
Dst.

Catatan :
Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk
dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta
didik sebagai bukti pekerjaannya. Skor untuk setiap kriteria menggunakan skala
penilaian 0-10 atau 0-100. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta
didik, semakin tinggi skor yang diberikan. Kolom keterangan diisi dengan catatan
guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai.
f. Teknik penilaian diri (self assessment)
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh
karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui
langkah-langkah sebagai berikut.
1) Menetukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai;
2) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan;
3) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda
cek, atau skala penilaian;
4) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri;
5) Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta
didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif;
6) Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian
terhadap sampel hasil penilaian yang diambi secara acak.

Contoh Penilaian diri


Mata pelajaran

: Biologi

Aspek

: kognitif

Alokasi waktu

: 3 kali pertemuan

12

Insar Damopolii

Nama siswa
No.
1.

Standar
kompetensi/kompetensi
dasar
Mollusca

Kelas :..

Tanggapan
1

keterangan

1). Ciri-ciri mollusca

1= paham

2). Klasifikasi mollusca

0= tidak paham

3). Peranan mollusca


Catatan :
Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan secara jujur sesuai
kemampuan yang dimilikinya, karena tidak berpengaruh terhadap nilai akhir.
Hanya bertujuan untuk perbaikan proses pembelajaran.
5. Pengolahan hasil penilaian
a. Data penilaian unjuk kerja
Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan
yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi. Skor
diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang dapat berupa
daftar cek atau skala penilaian.
Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan unjuk kerja
adalah skor pencapaian dibagi skor maksimum dikali 10 (untuk skala 0-10) atau
dikali 100 (untuk 0-100). Misalnya, dalam suatu penilaian unjuk kerja pidato, ada
8 aspek yang dinilai, antara lain: berdiri tegak, menatap kepada hadirin,
penyampaian gagasan jelas, sistematis, dan sebagainya. Apabila seseorang
mendapat skor 6, skor maksimumnya 8, maka nilai yang akan diperoleh adalah =
6/8 10 = 7,5.
Nilai 7,5 yang dicapai peserta didk mempunyai arti bahwa peserta didik
telah mencapai 75% dari kompetensi ideal yang diharapkan untuk unjuk kerja
tersebut. Apabila ditetapkan batas ketuntasan penguasaan kompetensi minimal
70%, maka untuk kompetensi tersebut dapat dikatakan bahwa peserta didik telah
mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian, peserta didik tersebut dapat
melanjutkan ke kompetensi berkutnya.
b. Data penilaian sikap
13

Insar Damopolii

Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik


berdasarkan pengamatan/observasi guru mata pelajaran. Data hasil pengamatan
guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung
dan laporan pribadi.
Seperti telah dutarakan sebelumnya, hal yang harus dicatat dalam buku
catatan harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol, yang
berkaitan dengan sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik, baik positif
maupun negatif.
Pada akhir semester, guru mata pelajaran merumuskan sintesis, sebagai
deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik dalam semester
tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Deskripsi tersebut menjadi
bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom catatan guru. Pada rapor peserta
didik untuk semester dan mata pelajaran yang berkaitan. Catatan guru mata
pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan peserta didik berkaitan
dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. Demikian juga
catatn dalam kolom deskripsi perilaku, menggambarkan perilaku peserta didik
yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan.
c. Data penilaian tertulis
Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil
berbagai tes tertulis yang diikuti peserta didik. Soal tes tertulis dapat berbentuk
pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, uraian, jawaban singkat.
Soal berbentuk pilihan ganda diskor dengan membri angka 1 (satu) bagi
setiap butir jawaban yang benar dan angka 0 (nol) bagi setiap butir soal yang
salah. Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes pilihan ganda
dihitung dengan prosedur
Skor =

jumlah jawaban benar


10
jumlah seluruhbutir soal

Prosedur ini juga dapat digunakan dalam menghitung skor perolehan


peserta didik untuk soal berbentuk benar salah, menjodohkan, dan jawaban
singkat. Keempat bentuk soal terakhir ini juga dapat dilakuakan penskoran secara
objektif dan dapat diberi skor 1 untuk setiap jawaban yang benar. Soal bentuk
uraian dibedakan dalam dua kategori, uraian objektif dan uraian non-objektif.

14

Insar Damopolii

Uraian objektif dapat diskor secara objektif berdasarkan konsep atau kunci yang
sudah pasti sebagai jawaban yang benar. Setiap konsep atau kata kunci yang benar
yang dapat dijawab peserta didik diberi skor 1. Skor maksimal butir soal adalah
sam jumlah konsep kunci yang dituntut untuk dijawab oleh peserta didik. Skor
capaian peserta didik untuk satu butir soal kategori ini adalah jumlah konsep
kunci yang dapat dijawab benar, dibagi skor maksimal, dikali dengan 10.
Soal bentuk uraian non objektif tidaj dapat di skor secara objektif, karena
jawaban yang dinilai dapat berupa opini atau pendapat peserta didk sendiri, bukan
berupa konsep kunci yang sudah pasti. Pedoman penilaian berupa kriteria-kriteria
jawaban. Setiap kriteria jawaban dibrikan rentang nilai tertentu, misalnya 0-5.
Tidak ada jawaban untuk suatu kriteria dibri skor 0. Besar-kecilnya skor yang
diperoleh peserta didik untuk suatu kriteria ditentukan berdasarkan tingkat
kesempurnaan jawaban disbandingkan dengan kriteria jawaban tersebut.
Skor penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk tes
tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan kompetensi dasar
dan standar kompetensi mata pelajaran. Dalam proses penggabungan dan
penyatuan nilai, data yang diperoleh dengan masing-masing bentuk soal tersebut
juga perlu diberi bobot, dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran dan
kompleksitas jawaban. Nilai akhir semester ditulis dalam rentang 0 sampai 10,
dengan dua angka dibelakang koma. Nilai akhir semester yang diperoleh peserta
didk merupakan deskripsi tentang tingkat atau persentase penguasaan Kompetensi
Dasar dalam semester tersebut. Misalnya, nilai 6,50 dapat diinterprestasikan
peserta didik telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan Kompetensi
Dasar mata pelajaran dalam semester tersebut.
d. Data penilaian proyek
Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap:
perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian
data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, guru dapat menggunakan skor yang
terantang dari 1 sampai 4. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor
tertinggi untuk setiap tahap. Jadi total skor terendah untuk keseluruhan tahap
adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16.

15

Insar Damopolii

Berikut tabel yang memuat contoh deskripsi dan penskoran untuk masingmasing tahap.
Tahap
Perencanaan/persiapan

Pengumpulan data
Pengolahan data
Penyajian data/laporan

Deskripsi
Memuat:
Topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah
kerja, jadwal, waktu, perkiraan data yang
akan diperoleh, tempat penelitian, daftar
pertanyaan atau format pengamatan yang
sesuai dengan tujuan.
Data tercatat dengan rapi, jelas dan
lengkap. Ketepatan menggunakan
alat/bahan.
Ada pengklasifikasian data, penafsiran data
sesuai dengan tujuan penelitian.
Merumuskan topic, merumuskan topic
penelitian, menuliskan alat dan bahan,
menguraikan cara kerja (langkah-langkah
kegiatan)
Penulisan laporan sistematis, menggunakan
bahasayang komunikatif. Penyajian data
lengkap, memuat kesimpulan dan saran.
Total skor

Skor

1-4

1-4
1-4

1-4

Keterangan :
Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap semakin tinggi skor yang
diperoleh.
g. Data penilaian produk
Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan,
tahap pembuatan (produk), dan tahap penilaian (appraisal). Informasi tentang data
penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistic atau cara analitik.
Dengan cara holistic, guru menilai hasil produk peserta didik berdasarkan kesan
keseluruhan produk dengan menggunakan kriteria keindahan dan kegunssn
produk tersebut pada skala skor 0-10 atau 1-100. Cara penilaian analitik, guru
menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari
tahap persiapan, tahap pembuatan, dan tahap penilaian.
Contoh tabel penilaian analitik dan penskorannya.
Tahap
Persiapan

Deskripsi
Kemampuan merencanakan seperti:

Skor
1-10
16

Insar Damopolii

Pembuatan
produk

Penilaian
produk

Menggali dan mengembangkan gagasan;


Mendesai produk, menentukan alat dan bahan
Kemampuan menyeleksi dan menggunakan
bahan;
Kemampuan menyeleksi dan menggunakan alat;
Kemampuan menyeleksi dan menggunakan
teknik;
Kemampuan peserta didik membuat produk
sesuai keguanaan/fungsinya;
Produk memenuhi kriteria keindahan.

1-10

1-10

Kriteria penskoran:

Menggunakan skala skor 0-10 atau 1-100;

Semakin baik kemampuan yang ditampilkan, semakin tinggi skor yang


diperoleh.

h. Data penilaian portofolio


Data penilaian portofolio peserta didik didasarkan dari hasil kumpulan
informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran
berlangsung. Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan baru, (2) hasil
pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta didik. Hasil catatan
guru mampu memberi penialain terhasap sikap peserta didik dalam melakukan
kegiatan portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik mampu member skor
berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio, (2) dokumentasi/data dalam
folder, (3) perkembangan dokumen, (4) ringkasan setiap dokumen, (5) presentasi
dan (6) penampilan. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu member
skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik
pada selang waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi
tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil
dari proses pembelajaran.
Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut, guru menilai peserta
didik dengan menggunakan acuan patokan kriteia yang artinya apakah peserta
didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk presentase (%)
pencapaian atau dengan menggunakan skala 0-10 atau 0-100. Penskoran
dilakukan berdasarkan kegiatan unjuk kerja, dangan rambu-rambu atau kriteria
penskoran portofolio yang telah ditetapkan. Skor pencapaian peserta didik dapat
17

Insar Damopolii

diubah ke dalam skor yang berskala 0-10 atau 0-100 dengan patokan jumlah skor
pencapaian dibagi skor maksimum yang dapat dicapai, dikali dengan 10 atau 100.
Dengan demikian akan diperoleh skor peserta didik berdasarkan portofolio
masing-masing.
i. Data penilaian diri
Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian tentang
kemampuan, kecakapan, atau penguasaan kompetensi tertentu, yang dilakukan
oleh peserta didik sendiri, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Pada taraf awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik
tidak dapat langsung dipercayai an digunakan, karena dua alas an utama. Pertama,
karena peserta didik belum terbiasa dan terlatih, sangat terbuka kemungkinan
bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam penilaian. Kedua, ada
kemungkinan peserta didik sangat subjektif dalam melakukan penilaian, karena
terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik. oleh kareana itu,
taraf awal, guru perlu melakukan langkah-langkah telaahan terhadap hasil
penilaian diri peserta didik. Guru perlu mengambil sampel antara 10% sampai
dengan 20% untuk ditelaah, dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila
hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa peserta didik
banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan koreksi, guru dapat
mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik untuk dikoreksi
kembali, dengan menunjukkan catatan tentang kelemahan-kelemahan yang telah
mereka lakukan dalam koreksian pertama. Dua atau tiga kali guru melakukan
langkah-langkah koreksi dan telaahan seperti ini, para peserta didik menjadi
terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur.
Apa bila peserta didik telah terlatih dalam melakukan penilaian diri secara
guru. Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat dipercaya serta
dapat dipahami, diinterpresikan, dan digunakan seperti hasil penilaian yang
dilakukan oleh guru.

Latihan 4
1. Apa yang dimaksud dengan penilaian kelas?
2. Jelaskan fungsi dari penilaian berbasis kelas!

18

Insar Damopolii

3. Buatlah sebuah penialaian unjuk kerja dengan menggunakan daftar cek (cek
list)!

Rangkuman
Penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan
informasi oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal nilai terhadap hasil
belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Fungsi penilaian berbasis
kelas bagi peserta didik dan guru adalah untuk (1) membantu peserta didik dalam
mewujudkan dirinya dengan mengubah atau mengembangkan perilakunya kea rah
yang lebih baik dan maju, (2) membantu peserta didik mendapat kepuasan atas
apa yang telah dikerjakannya, (3) membantu guru menetapkan apakah strategi,
metode, dan media mengajar yang digunakannya telah memadai, dan (4)
membantu guru dalam membuat pertimbangan dan keputusan administrasi,
(Arifin, 2014).
Dalam penilaian berbasis kelas terdapat tujuh teknik penilaian yang
digunakan yaitu, penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis,
penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Pengolahan data hasil penilaian kelas ada beberapa jenis penilaian data yaitu, data
penilaian unjuk kerja, data penilaian sikap, data penilaian tertulis, data penilaian
proyek, data penilaian produk, datab penilaian portofolio, dan data penilaian diri.

Tes Formatif 4
1. Berikut ini yang tidak benar tentang penilaian berbasis kelas adalah
a. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu kegiatan guru dengan peserta
didik yang melibatkan lebih dari satu orang peserta didik
b. Penilaian bebrasis kelas merupakan proses pengumpulan informasi oleh
guru terhadap sikap dan tingkah laku peserta didik
c. Penilaian berbasis kelas merupakan proses pengumpulan dan penggunaan
informasi olah guru terhadap hasil belajar siswa
d. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu proses yang dilakukan untuk
mengetahui tingkat perkembangan peserta didik
e. Penilaian berbasis kelas merupakan penilaian yang dilakukan untuk
mengevaluasi tingkat kompetensi siswa
19

Insar Damopolii

2. Salah satu teknik penilaian sikap yang melihat perilaku seseorang atau
menunjukkan kecenderungan dalam suatu hal adalah
a. Laporan pribadi
b. Observasi siswa
c. Observasi sikap
d. Pertanyaan pribadi
e. Pertanyaan langsung
3. Penilaian peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan
gagasan dan mendesai produk merupakan tahap
a. Tahap persiapan
b. Tahap penilaian produk
c. Tahap evaluasi produk
d. Tahap revisi produk
e. Tahap pembuatan produk
4. Skor yang diperoleh peserta didik dari hasil berbagai tes tertulis yang diikuti
peserta didik merupakan pengertian dari
a. Data penilaian unjuk kerja
b. Data penilaian sikap
c. Data penilaian portofolio
d. Data penilaian tertulis
e. Data penilaian diri
5. Berikut ini yang bukan merupakan komponen penilaian portofolio adalah
a. Catatan guru
b. Hasil pekerjaan peserta didik
c. Profil perkembangan peserta didik
d. Catatan siswa
e. Catatan guru tentang peserta didik

Umpan Balik dan Tindak Lanjut


Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 4 yang
terdapat di bagian akhir modul ini dan hitunglah jumlah jawaban yang benar.

20

Insar Damopolii

Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1,


gunakanlah rumus sebagai berikut :
Tingkat Penguasaan=

Jumlah jawaban Anda yang benar


X 100
5

Kriteria tingkat penguasaan:


80 100 = Baik Sekali
70 79 = Baik
60 69 = Cukup
40 59 = Kurang
< 40

= Kurang Sekali
Jika tingkat penguasaan Anda 70 % atau lebih, berarti Anda berhasil.

BAIK! Jika masih di bawah 70 %, Anda harus mengulang materi.

Daftar Pustaka
Arifin, Zainal. 2014. Evaluasi Pembelajaran, Prinsip, Teknik, Prosedur.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya offset.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran, Edisi . Jakarta:
Bumi Aksara.
21

Insar Damopolii

Djali, dan Puji Muljono.(2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. PT.


Jakarta : Gramedia
Jihad, Asep, dan Haris, Abdul. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi
Pressindo.
Lawshe, C.H. (1975). A quantitative approach to content validity. Personnel
Psychology, 28, 563575.
McCowan, J. Richard and Sheila C. McCowan. 1999. Item Analysis for Criterion
Referenced Tests. Center for Development of Human Sevices
Miller, D. M, R. L. Linn, dan N.E Gronlund. 2009. Measurement and Assessment
in Teaching. New Jersey: Pearson Education Inc.
Muslich, Masnur. 2010. Authentic Asessment, Penilian Berbasis Kelas dan
Kompetensi. Bandung: PT. Refika Aditama.
Office of Educational Assessment. 2005. Understanding Item Analysis
Reports.University
of
Washington
(online)
http://www.washington.eduPurwanto, Ngalim. 2008. Prinsip-prinsip dan
teknik evaluasi pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ratnawulan, Elis, dan Rusdiana, H. A. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung:
CV. Pustaka Setia.
Supranata, Sumarna, dan Hatta, Muhammad. 2007. Penilaian Portofolio,
Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Ratumanan, Gerson, Tanwey dan Theresia Laurens. 2011. Penilaian Hasil Belajar
Pada Tingkat Satuan Pendidikan, Edisi 2. Surabaya : Unesa University
Press
Sudijono, Anas. 2013. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Sugiyono, 2010.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

GLOSARIUM
Alat ukur : alat yang digunakan guru untuk mengukur prestasi belajar peserta
didik, misalnya tes.
Analisis korelasi : perhitungn koefisien korelasi dari dua skor tes.
Angket : alat untuk mengumpulkan dan mencatat data atau informasi, pendapat,
dan paham peserta didik dalam hubungan kausal.

22

Insar Damopolii

Catatan insidental : catatan-catatan singkat tentang peristiwa-peristiwa sepintas


yang dialami peserta didik secara perorangan.
Daftar cek : daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati dengan
menggunakan tanda cek ( V ).
Evaluasi diri : suatu proses atau kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru itu
diri sendiri.
Evidence : bukti otentik atau fakta hasil belajar.
Inventori : alat penilaian kepribadian dimana jawaban peserta didik tidak
memakai kriteria benar-salah.
Keberhasilan proses belajar : keberhasilan peserta didik selama mengikuti proses
pembelajaran
Kualitas tes : tingkat kebaikan suatu tes berdasarkan aturan tertentu.
Kurikulum : seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
Konstruk : konsep yang dapat diukur dan dapat diamati.
Observasi : teknik pengamatan dan pencatatan yang dilakukan guru secara
sistematis, mengenai berbagai kegiatan belajar, baik dalam situasi
yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan berdasarkan pedoman
tertentu.
Pembelajaran : suatu proses komunikasi timbal balik antara guru dengan peserta
didik serta lingkungan agar terjadi tindakan belajar pada diri
peserta didik.
Penilaian diagnostik : penilaian yang berfungsi mengidentifikasi faktor-faktor
penyebab kegagalan atau pendukung keberhasilan dalam
pembelajaran Penilaian : suatu proses pengumpulan data
tentang proses dan hasil belajar peserta didik berdasarkan
kriteria dan pertimbangan tertentu.
Penilaian diri : suatu proses atau kegiatan penilaian yang dilakukan oleh guru itu
sendiri.
Penilaian otentik : penilaian yang dilakukan melalui penampilan peserta didik
secara nyata dalam mengerjakan tugas-tugas.
Portofolio : kumpulan dokumen dari objek penilaian yang dipakai oleh guru untuk
mendokumentasikan dan menilai perkembangan belajar peserta didik.
Refleksi : perenungan kembali atas apa yang dilakukan sebagai cermin perbaikan
kegiatan selanjutnya.
Reliabilitas : derajat konsistensi suatu alat ukur.
Skala penilaian : alat untuk mengukur intensitas gejala perilaku peserta didik, baik
yang berwujud sikap jiwa, aktifitas, maupun prestasi belajar yang
timbul dalam tingkat-tingkat tertentu.

23

Insar Damopolii

Skala sikap : alat untuk mengukur kecenderungan tingkah laku peserta didik
dalam proses pembelajaran.
Sosiometri : teknik untuk merangkum, menyusun, dan sampai batas tertentu dapat
mengkuantifikasi pendapat-pendapat peserta didik tentang
penerimaan teman sebayanya serta hubungan di antara
mereka.
Studi kasus : studi yang mendalam dan komprehensif tentang peserta didik yang
memiliki kasus tertentu.
Tes : salah satu teknik yang digunakan guru dalam kegiatan pengukuran. Tes
dapat berisi pertanyaan atau tugas yang harus dikerjakan
peserta didik.
Umpan balik (feed back) : suatu alat yang digunakan guru untuk memperbaiki
kekurangan atau kelemahan komponen sistem
pembelajaran.
Umpan balik : suatu alat yang digunakan guru untuk memperbaiki kekurangan
atau kelemahan komponen sistem pembelajaran.
Validitas : derajat ketepatan suatu alat ukur.
Wawancara : teknik percakapan dan tanya-jawab, baik langsung maupun tidak
langsung antaraguru dengan peserta didik berdasarkan pedoman
tertentu.

24