Anda di halaman 1dari 33

Pelaporan Korporat

Instrumen Keuangan

I.

PENDAHULUAN
Pesatnya arus globalisasi dan semakin majunya perekonomian

dunia

saat

ini,

perkembangan
meningkatkan

memaksa

standar

Indonesia

akuntansi

kewajaran,

untuk

dapat

internasional

keandalan

dan

mengikuti

sehingga

transparansi

dapat
laporan

keuangan. Untuk memenuhi hal itu, maka Ikatan Akuntan Indonesia


dan Dewan Standar Akuntansi tak henti-hentinya menerbitan Exposure
Draft yang kemudian dimintakan tanggapannya kepada masyarakat
sehingga kemudian dapat disahkan menjadi PSAK dan menjadi aturan
akuntansi formal bagi perusahaan, perbankan, BUMN dan organisasi
lain untuk mematuhinya.
II.

PEMBAHASAN
Pengertian Instrumen keuangan
Instrumen keuangan adalah aset yang dapat di perdagangkan
dalam bentuk apapun, baik kas, bukti kepemilikan dalam suatu entitas,
atau hak kontraktual untuk menertima atau memberikan, uang tunai
atau dalam bentuk lainnya. Menurut SAI 32 dan 39, intrumen keuangan
di

definisikan

sebagai

setiap

kontrak

yang

menimbulkan

aset

keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau intrumen


ekuitas entitas lain. Instrumen keuangan dapat dikategorikan dengan

tegantung pada bentuknya, kategori tersebut adalah intrumen kas


dan/atau instrumen derivatif.
Instrument kas adalah instrument keuangan yang nilainya
ditentukan langsung oleh pasar. Semuanya akan dibagi menjadi
sekuritas, yang mudah dipindahtangankan, dan instrument kas lainnya
seperti pinjaman, dan deposito, dimana kedua pinjaman dan pemberi
pinjaman harus menyepakati transfer. Instrumen derivative adalah
instrument keuangan

yang

memperoleh

nilainya

dari

nilai

dan

karakteristik dari satu atau lebih entitas yang mendasari seperti aset,
indeks, atau tingkat suku bunga. Instrument derivative dibagi dan di
perdagangkan di bursa derivative.
Pada 1998 Komite Standar Akuntansi Keuangan (KSAK) telah
mengesahkan PSAK No.50 tahun 1998 tentang Akuntansi Investasi Efek
Tertentu. PSAK ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 1999. Kemudian
dilanjutkan dengan PSAK 55 tentang Akuntansi Instrumen Derivatif dan
Aktivitas Lindung Nilai dikeluarkan pada tanggal 21 September 1998
dan dinyatakan berlaku sejak 1 Januari 2000. Karena dianggap kedua
PSAK tersebut belum sesuai dengan standar Internasional, maka
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), yang dulunya disebut
Komite Standar Akuntansi Keuangan (KSAK) mengesahkan revisi atas
PSAK No. 50 (1998) tersebut yaitu PSAK No.50 (revisi 2006) tentang
Instrumen Keuangan : Penyajian dan pengungkapan dan PSAK No.55
(revisi 2006) tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan
pada tanggal 16 Desember 2006. PSAK 50 & 55 revisi 2006 ini sudah
mengadopsi sebagian besar aturan IFRS, berbeda dengan PSAK No. 50

(1998) dan PSAK No. 55 (1999) yang lebih cenderung ke US GAAP.


Belum sempurna penerapan yang dilakukan perusahaan dan lembaga
keuangan

terhadap

PSAK

tersebut,

Dewan

Standar

Akuntansi

Keuangan mengeluarkan lagi PSAK 50 (revisi 2010)

Sekilas tentang PSAK 50 (2010)


PSAK 50 (revisi 2010) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian
telah disahkan pada tanggal 26 Novemer 2010, dalam rangka merevisi
PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan
Pengungkapan. Alasan DSAK dan IAI merevisi ini, tidak lain karena
ingin segera mengejar target, karena pada 2012 nanti Indonesia
sudah harus mengadopsi seluruh standar IFRS.
PSAK

50

(revisi

2010):

Instrumen

Keuangan:

Penyajian

mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 per Oktober 2009:


Financial Instruments: Presentation, kecuali:
1. IAS 32 paragraf 96-97F tentang tanggal efektif dan ketentuan
transisi tidak diadopsi karena tidak relevan.
2. IAS 32 paragraf 98-100 tentang penarikan tidak diadopsi karena
tidak relevan.
Pada dasarnya tidak Banyak perbedaan antara PSAK 50 revisi
2010 dan 2006. Kecuali adanya tambahan khusus tentang Puttable
Instrumen, kewajiban untuk menyerahkan bagian aset neto secara
prorata saat likuidasi, dan rights, opsi, waran dikategorikan dan

disajikan sebagai liabilitas keuangan, akan tetapi dapat dikategorikan


sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat-syarat tertentu. Selain
itu dalam Revisi 2010 Pengungkapannya tidak dijelaskan pada PSAK 50
melainkan dipindahkan ke PSAK 60.
PSAK 50 (revisi 2010) menetapkan prinsip penyajian
instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus
aset keuangan dan liabilitas keuangan. Hal ini berlaku terhadap
kategori instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset
keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengategorian
yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan;
dan keadaan aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus.
Skop PSAK 50 (revisi 2010) meliputi hal-hal berikut :
-

Seluruh tipe instrumen keuangan


Definisi detail atas instrumen keuangan : aset keuangan,

liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.


Instrumen ekuitas adalah kontrak yang memberikan kepada
pemegangnya hak residu atas aset entitas setelah dikurangi

dengan semua liabilitas


Alokasi nilai buku instrumen keuangan untuk komponen ekuitas

dan utang. Nilai utang ditetapkan terlebih dahulu


Pembelian saham diperoleh kembali (treasury stock) dicatat
sebagai

perubahan

atas

ekuitas

sehingga

tidak

ada

keuntungan/kerugian yang diakui


Termasuk dalam definisi aset dan liabilitas keuangan adalah
kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas suatu

entitas.
Aset dan liabilitas keuangan diakui ketika entitas mengambil
bagian dalam suatu kontrak provisi atas suatu instrument

III.

Pembahasan

DEFINISI
Instrumen Keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset
keuangan entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas
lainnya. Instrumen keuangan dibagi menjadi tiga yaitu
1. Aset keuangan merupakan setiap aset yang berbentuk:
Kas
Instrumen ekuitas yang diterbnitkan oleh entitas lain
Hak kontraktual untuk menerima kas atau aset

mempertukarkan aset keuangan


Kontrak yang mungkin diselesaikan

dengan

dan

menggunakan

instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan


non-derivatif dan derivatif.
2. Kewajiban Keuangan adalah setiap kewajiban yang berupa:
Kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau

aset

keuangan lain dan untuk mempertukarkan instrumen keuangan

lain dengan kondisi yang tidak menguntungkan entitas tersebut.


Kontrak yang akan mungkin diselesaikan selain dengan
mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain
dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan

entitas.
3. Instrumen Ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak
residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh
kewajibannya.
Nilai wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau
suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan
berkeinginan

untuk

melakukan

transaksi

wajar

(arms

length

transaction). Isilah yang sesuai dengan PSAK 55, yaitu:

Derivatif
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban

keuangan
Investasi yang dimiliki higga jatuh tempo

Pinjaman yang diberikan dan piutang


Aset keuangan yang tersedia untuk dijual
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban

keuangan
Metode bunga efektif
Penghentian pengakuan
Pembelian atau penjualan secara regular
Biaya transaksi
Komitmen pasti
Prakiraan transaksi
Instrumen lindung nilai
Item yang dilindung nilai
Efektivitas lindung nilai

PENYAJIAN
Kewajiban dan Ekuitas
Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus
mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponen-komponennya
sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan atau instrumen ekuitas
sesuai

substansi

perjanjian

kontraktual

dan

definisi

kewajiban

keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas.


Disebut intrumen ekuitas jika dan hanya jika memenuhi persyaratan:
a. Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual
b. Diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas
berupa derivatif dan non-derivatif.
Fitur penting yang membedakan antara instrumen kewajiban
dan instrumen ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual satu dari
pihak

instrumen

keuangan

untuk

menyerahkan

kas

atau

aset

keuangan lainnya yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit.


Beberapa jenis instrumen keuangan memiliki bentuk hukum berupa

ekuitas tetapi secara substansi merupakan kewajiban dan bentuk


lainnya mungkin berupa kombinasi dari fitur instrumen ekuitas dan
fitur instrumen kewajiban. Contoh:
a. Saham Preferen yang mewajibkan penerbitnya untuk membeli
kembali saham tersebut dengan harga atau harga pada tanggal
yang dapat ditetapkan
b. Instrumen
keuangan

yang

memberikan

hak

kepada

pemegangnya untuk menjual instrumen itu kembali pada


penerbitnya baik secara kas atau secara aset keuangan lainnya.
Contoh

reksadana

terbuka,

perwalian,

persekutuan

dan

persekutuan yang tergabung dalam kerjasama operasi.


Jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari
penyelesaian kewajiban kontraktualnya berupa penyerahan kas atau
aset keuangan lainnya,maka termasuk kewajiban keuangan. Contoh
jika entitas terbatas untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya tidak
membatalkan kewajiban kontraktual entitas tersebut dan bergantung
pada pelaksanaan hak untuk menembus kembali oleh pihak lawan.
Instrumen keuangan yang tidak secara eksplisit menciptakan
kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan
lainnya dapat secara tidak langsung menciptakan kewajiban melalui
persyaratandan kondisi yang ada padanya. Contoh: dalam kewajiban
non-keuangan,
mentransfer

Jika

kas

menyelesaikan

entitas
atau

dapat

aset

kewajiban

menghindari

keuangan

kewajiban

lainnya

non-keuangannya

hanya

dan

jika

untuk
dengan
dalam

penyelesaiannya, entitas akan menyerahkan kas atau aset keuangan


lainnya dan saham yang diterbitkan entitas. Dalam situasi apapun,
pemegang instrumen secara substansi memperoleh jaminan untuk
menerima suatu jumlah yang minimal.
Suatu kontrak bukan merupakan instrumen ekuitas semata-mata
karena kontrak tersebut menyebabkan penerimaan atau penyerahan
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Hak atau kewajiban
kontraktual tersebut dapat berupa nilai yang ditetapkan atau nilai yang
fluktuatif, misalnya harga komoditas, tingkat suku bunga, atau harga
instrumen keuangan. Contoh: Kontrak untuk menyerahkan instrumen
ekuitas senilai UMU 100 atau senilai 100 ons emas. Kontrak jenis ini
merupakan kewajiban keuangan bagi entitas walaupun entitas tersebut
dapat menyelesaikan dengan instrumen ekuitasnya. Kontrak tersebut
tidak memberikan hak nilai residual atas aset entitas setelah dikurangi
seluruh kewajibannya.
Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan penyerahan
instrumen ekuitas miliknya dalam jumlah yang telah ditetapkan
sebagai pengganti aset keuangan lainnya atau kas merupakan
istrumen ekuitas. Contoh opsi saham yang diterbitkan kepada pihak
lawan untuk membeli saham yang diterbitkan yang memberi hak
kepada pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan entitas
dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan harga yang telah
ditetapkan atau untuk membeli obligasi dengan nilai pokok yang telah

ditetapkan. Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak akan diakui


di dalam laporan keuangan.
Kontrak yang mewajibkan entitas untuk membeli kembali
instrumen ekuitasnya baik dengan kas atau aset keuangan lainnya
akan menambah kewajiban keuangan entitas sebesar nilai kini dari
nilai penebusannya(contoh sebesar nilai kini dari harga pembelian
kembali kontrak forward, contoh membeli instrumennya secara kas,
harga pelaksanaan opsi atau atau nilai penebusan lainnya). Ketentuan
ini berlaku sekalipun kontrak ini adalah instrumen ekuitas. Jika kontrak
jatuh tempo tanpa ada penyerahan maka nilai tercatat dari kewajiban
direklasifikasi menjadi ekuitas. Kontrak yang akan diselesaikan oleh
entitas dengan menyerahkan atau menerima instrumen ekuitas dalam
jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset
keuangan lainnya dengan jumlah yang bervariasi merupakan aset
keuangan atau kewajban keuangan. Contoh kontrak yang mewajbkan
entitas menyerahkan 100 lembar instrumen ekuitas sebagai pengganti
kas setara dengan 100 ons emas.
Ketentuan Peyelesaian Kontinjensi
Instrumen

keuangan

dapat

mewajibkan

entitas

untuk

menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya atau jika tidak,


menyelesaikannya seperti jika instrumen tersebut berupa kewajiban
keuangan dalam situasi di mana terjadi atau tidaknya suatu peristiwa
yang tidak pasti di masa depan yang berada di luar kendali penerbit
maupun pedagang instrumen tersebut, misalnya perubahan dalam

indeks pasar modal, indeks harga konsumen, suku bunga atau


ketentuan perpajakan. Instrumen keuangan merupakan kewajiban
keuangan bagi penerbit kecuali jika
a. bagian

dari

ketentuan

penyelesaian

kontinjensi

yang

mensyaratkan penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan


aset keuangan lainnya tidak sah dan
b. penerbit dapat diwajibkan untuk menyelesaikan kewajibannya
secara kas atau penyerahan aset keuangan lainnya dalam
kondisi penerbit dilikuidasi.
Ketika instrumen keuangan derivatif memberi kepada satu pihak
pilihan cara penyelesaian, maka instrumen tersebut merupakan aset
keuangan atau kewajiban keuangan kecuali jika seluruh alternatif yang
ada menjadikan sebagai instrumen ekuitas. Contoh opsi saham.
Instrumen Keuangan Majemuk
Penerbit
persyaratan

instrumen

instrumen

keuangan

keuangannya

non-derivatif
untuk

mengevaluasi

menentukan

apakah

instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan kewajiban.


Komponen tersebut harus diklasifikasikan secara terpisah sebagai
kewajiban keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas. Entitas
mengakui secara terpisah komponen-kompnen instrumen keuangan
yang:

a. Menimbulkan kewajiban keuangan bagi entitas


b. Memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk menkonversi
instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari
entitas yang bersangkutan.
Contoh

obligasi

konversi

yang

dapat

dikonversi

oleh

para

pemegangnya menjadi menjadi saham biasa yang telah ditetapkan.


Instrumen ini dibedakan menjadi dua komponen, antara lain
kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. Ketika nilai tercatat awal
suatu instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada komponen
ekuitas dan kewajiban, maka komponen ekuitas yang dialokasikan
adalah

nilai

keseluruhan

sisa

dari

dikurangi

nilai

wajar

dengan

instrumen

nilai

keuangan

komponen

secara

kewajiban

yang

ditetapkan secara terpisah. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang


ditimbulkan dari pengakuan awal komponen-komponen instrumen
secara terpisah.
Nilai tercatat komponen kewajiban ditentukan dengan mengukur
nilai wajar kewajiban serupa yang tidak memiliki komponen ekuitas.
Nilai tercatat instrumen ekuitas yang ditunjukkan oleh opsi untuk
mengonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa ditetapkan
dengan cara mengurangkan nilai wajar kewajiban keuangan dari nilai
wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan.
Saham yang Diperoleh Kembali (Treasury Stock)
Jika
instrumen-

entitas

memperoleh

instrumen

tersebut

kembali
harus

instrument

dikurangkan

ekuitasnya,
dari

ekuitas.

Keuntungan

atau

kerugian

yang

timbul

dari

hasil

penjualan,

pembatalan, pembelian dan penerbitan instrumen ekuitas entitas


tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi. Saham treasuri
tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan
atau oleh anggota lainnya. Dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi.
Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung dalam
ekuitas.
Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah,
baik dalam neraca maupun dalam catatan atas laporan keuangan,
sesuai dengan PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan. Jika
saham treasuri dibeli dari pihak-pihak yang memiliki hubungan
istimewa dengan entitas, maka entitas mengungkapkan berdasarkan
PSAK No.7 Pengungkapkan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa.
Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan (lihat juga Paragraf PA37)
Bunga, Dividen, kerugian dan keuntungan yang berkaitan
dengan

instrumen

keuangan

atau

komponen

yang

merupakan

kewajiban keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam


laporan laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas
didebit oleh entitas secara langsung pada ekuitas, setelah dikurangi
manfaat pajak penghasilan yang terkait. Biaya transaksi yang timbul
dari transaksi ekuitas, selain biaya penerbitan instrumen ekuitas yang
secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan badan usaha
(yang dalam hal ini dicatat berdasarkan PSAK No.22), dicatat sebagai

pengurang ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan yang


terkait.
Dividen atas saham yang sepenuhnya diakui sebagai kewajiban,
diakui sebagai beban sebagaimana pembayaran bunga atas obligasi.
Dengan penebusan atau pembiayaan kembali kewajiban keuangan
diakui

dalam

laporan

laba

rugi,

sedangkan

penebusan

atau

pembiayaan kembali instrumen ekuitas diakui sebagai perubahan


ekuitas. Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam
laporan keuangan. Membayar berbagai biaya dalam penerbitan atau
perolehan kembali instrumen ekuitasnya. Biaya tersebut antara lain
berupa biaya registrasi dan komisi lain yang ditetapkan, biaya yang
dibayarkan

kepada

penasehat

hukum,

akuntan,

dan

penasehat

profesional lainnya, biaya percetakan dan materai. Biaya transaksi


yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurangan ekuitas
(setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan terkait), sepanjang biaya
tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan transaksi ekuitas.
Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen
keuangan majemuk dialokasikan pada komponen kewajiban dan
ekuitas dari instrumen secara proposional dengan alokasi hasil yang
diperoleh. Biaya transaksi yang terkait dengan lebih dari satu transaksi
(misalnya biaya yang timbul dari penawaran atas sejumlah saham dan
pencatatan saham lainnya secara bersamaan di bursa) dialokasikan
pada seluruh transaksi tersebut dengan menggunakan dasar alokasi

yang rasional dan konsisten dengan transaksi serupa. Jumlah biaya


transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam suatu periode
diungkapkan secara terpisah berdasarkan PSAK No.1 tentang Penyajian
Laporan Keuangan. Jumlah pajak penghasilan terkait yang diakui
secara langsung dalam ekuitas dimasukkan dalam jumlah agregat
pajak penghasilan periode berjalan dan pajak penghasilan tangguhan
yang ditambahkan atau dibebankan pada ekuitas, yang diungkapkan
berdasarkan PSAK No. 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan.
Dividen yang diklasifikasikan sebagai beban dapat disajikan
dalam laporan laba rugi bersama dengan bunga atas kewajiban lainnya
atau dusajikan sebagai item yang terpisah. Sebagai tambahan dari
ketentuan dalam persyaratan ini, pengungkapan beban bunga dan
dividen tunduk pada ketentuan dalam PSAK No.1 tentang Penyajian
Laporan Keuangan dan PSAK No.31 tentang Akuntansi Peerbankan.
Dalam beberapa kondisi, Karena adanya perbedaan antara beban
bunga dan dividen yang terkait dengan hal-hal seperti pengurangan
pajak

(tax

deductibility),

maka

akan

lebih

baik

jika

keduanya

diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi. Pengungkapan


pengaruh

pajak

dilakukan

sesuai

dengan

PSAK

No.46

tentang

Akuntansi Pajak Penghasilan. Kewajiban keuangan diakui sebagai


pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi meskipun keduanya
berkaitan dengan instrumen yang mengandung hak residual atas asset
entitas dalam pertukaran dengan kas atau asset keuangan lainnya.
SALING HAPUS

Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai


bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan hanya jika, entitas:
a) saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
b) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau

untuk

merealisasikan asset dan menyelesaikan kewajibannya secara


simultan.
Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak
memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan, maka entitas tidak
boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan
kewajiban

terkait.

Entitas

yang

melakukan

sejumlah

transaksi

instrumen keuangan dengan satu pihak lawan mungkin melakukan


kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto (master netting
arrangement)

dengan

pihak

lawan

tersebut.

Perjanjian

tersebut

menetapkan penyelesaian secara neto untuk seluruh instrumen


keuangan yang tercakup dalam perjanjian

jika terjadi wanprestasi

(default), atau berakhirnya, salah satu kontrak. Kesepakatan ini


umumnya digunakan oleh institunsi keuangan untuk melindungi dari
kerugian yang timbul jika terjadi kepailitan atau situasi lain yang
menyebabkan pihak lawan tidak dapat memenuhi kewajibannya.
Tujuan dari pengungkapan yang diatur oleh Pernyataan ini
adalah untuk menyediakan informasi guna meningkatkan pemahaman
mengenai signifikasi instrumen keuangan terhadap posisi keuangan,
kinerja dan arus kas entitas, serta membantu penilaian jumlah, waktu,

dan tingkat kepastian arus kas masa depan yang terkait dengan
instrumen tersebut. Transaksi dalam instrumen keuangan mungkin
mengakibatkan entitas menanggung atau mentransfer kepada pihak
lain satu atau lebih risiko keuangan sebagaimana diuraikan di bawah
iini. Pengungkapan yang dipersyaratkan menyediakan informasi untuk
membantu pengguna laporan keuangan dalam menilai tingkat risiko
yang terkait dengan instrumen keuangan.
a) resiko pasar terdiri atas tiga jenis risiko:
i.
risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen
keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata
ii.

uang asing.
risiko suku bunga atas nilai wajar adalah risiko fluktuasi
nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan

iii.

suku bunga pasar.


risiko harga adalah

risiko

fluktuasi

nilai

instrumen

keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar, terlepas


dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktorfaktor spesifik dari instrumen individual atau penerbitnya
atau faktor-faktor yang memengaruhi seluruh instrumen
yang diperdagangkan di pasar.
Risiko pasar tidak hanya mencakup potensi kerugian tapi juga potensi
keuntungan.
b) risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen
keuangan akan gagal memenuhi kewajibannya dan menyebabkan
pihak lain mengalami kerugian keuangan.

c) risiko likuiditas (juga dikenal sebagai risiko pendanaan) adalah resiko


di mana entitas akan mengalami kesulitan dalammemperoleh dana
untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Risiko likuiditas mungkin timbul akibat ketidakmampuan entitas
untuk menjual asset keuangan secara cepat dengan harga yang
mendekati nilai wajarnya.
d) risiko suku bunga atau arus kas adalah risiko di mana arus kas masa
depan

suatu

instrumen

keuangan

akan

berfluktuasi

akibat

perubahan suku bunga pasar. Pada kasus instrumen utang dengan


suku bunga mengambang, sebagai contoh, fluktuasi tersebut
mengakibatkan perubahan dalam suku bunga efektif dari instrumen
keuangan, biasanya tanpa diikuti perubahan nilai wajar instrumen
tersebut.
Entitas

menjabarkan

tujuan

dan

kebijakan

manajemen

risiko

keuangannya, termasuk kebijakan lindung nnilai atas setiap jenis


utama dari prakiraan transaksi dalam hal akuntansi lindung nilai
digunakan. Entitas mengungkapkan secara terpisah hal-hal berikut ini
untuk lindung nilai yang ditetapkan atas nilai wajar, atas arus kas, dan
atas investasi bersih dalam operasi luar negeri (seperti didefinisikan
dalam PSAK No.55(revisi 2006)
a) penjelasan mengenai lindung nilai
b) penjelasan mengenai instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai dan nilai wajarnya pada tanggal neraca.
c)sifat dari risiko yang dilindungi nilai; dan

d) untuk lindung nilai atas arus kas, periode arus kas diperkirakan
terjadi, saat arus kas tersebut diperkirakan memengaruhi laporan laba
rugi, dan penjelasan mengenai setiap prakirakan transaksi yang
sebelumnya

telah

menggunakan

akuntansi

lindung

nilai

namun

transaksi tersebut tidak diperkirakan akan terjadi lagi.


Jika keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai
dalam lindung nilai atas arus kas telah diakui secara langsung dalam
ekuitas

melalui

laporan

perubahan

ekuitas,

maka

entitas

mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:


a) jumlah yang telah diakui dalam ekuitas selama periode berjalan;
b) jumlah yang telah dikeluarkan dari ekuitas dan dimasukkan dalam
laporan laba rugi untuk periode berjalan; dan
c) jumlah yang telah dikeluarkan dari ekuitas selama periode berjalan
dan dimasukkan dalam pengukuran awal atas biaya perolehan atau
nilai tercatat lainnya dari asset non-keuangan atau kewajiban nonkeuangan dalam prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi
yang dilindung nilai.
Untuk setiap kelompok asset keuangan, kewajiban keuangan, dan
instrumen ekuitas, entitas mengungkapkan:
a) informasi mengenai cakupan dan sifat instrumen keuangan,
termasuk persyaratan dan kondisi yang bersifat signifikan yang dapat
memengaruhi jumlah, waktu, dan tingkat kepastian aruus kas di masa
depan; dan

b) kebijakan dan metode akunansi yang digunakan, termasuk criteria


pengakuan dan dasar pengukuran yang diterapkan.
Sebagai bagian dari pengungkapan kebiakan akuntansi, entitas
mengungkapkan, untuk setiap kategori asset keuangannya, apakah
pembelian dan penjualan asset keuangan secara regular dicatat pada
tanggal transaksi atau pada tanggal penyelesaian (lihat PSAK No.55
(revisi 2006), paragraph 38). Persyaratan dan kondisi kontraktual
instrumen

keuangan

memengaruhi

jumlah,

waktu,

dan

tingkat

kepastian penerimaan dan pembayaran kas di masa depan oleh pihakpihak

yang

terkait

dengan

instrumen

tersebut.

Jika

instrumen

keuangan bersifat signifikan, baik secara individual maupun secara


kelompok, terhadap posisi keuangan entitas atau hasil operasinya di
masa depan, maka seluruh persyaratan dan kondisi instrumen tersebut
diungkapkan.
Jika instrumen keuangan dimiliki atau diterbitkan oleh entitas,
baik secara individual atau sebagai sebuah kelompok, menimbulkan
eksposur yang berpotensi signifikan terhadap resiko yang dijelaskan
dalam paragraf 48, maka persyaratan dan kondisi yang perlu
diungkapkan mencakup:
a) jumlah pokok, yang ditetapkan, nominal atau jumlah lain yang
serupa, yang bagi beberapa instrumen deriatif, seperti swap
suku bunga. Mungkin merupakan jumlah (disebut juga jumlah
nasional) yang menjadi dasar bagi pembayaran di masa depan;
b) tanggal jatuh tempo, tanggal kadaluwarsa atau tanggal
pelaksanaan;

c) opsi untuk penyelesaian dipercepat yang dimiliki salah satu


pihak dari instrumen tersebut, termasuk periode atau tanggal di
mana opsi dapat dilaksanakan dan harga pelaksanaan atau
kisaran harga;
d) opsi yang dimiliki salah satu pihak atas instrumen untuk
mengonversi, atau menukarkan instrumen tersebut dengan
instrumen keuangan lain atau dengan asset atau kewajiban lain,
termasuk periode atau tanggal dimana opsi dapat dilaksanakan,
dan rasio konversi atau rasio penukaran;
e) jumlah dan waktu dari penerimaan atau pembayaran kas
dimana depan yang dijadwalkan atas umlah pokokinstrumen
tersebut, termasuk pembayaran angsuran dan dana pelunasan
atau ketentuan serupa.
f) tingkat atau jumlah bunga yang ditetapkan, dividen, atau
pengembalian lain secara periodic atas jumlah pokok dan waktu
pembayaran tersebut;
g) agunan yang dimiliki,

dalam

hal

asset

digadaikan, dalam hal kewajiban keuangan;


h) mata uang yang digunakan untuk

keuangan,
penerimaan

atau
atau

pembayaran, dalam hal arus kas instrumen didenominasikan


dalam mata uang yang berbeda dari mata uang fungsional
entitas;
i) informasi yang dijelaskan dalam item (a) sampai (h) untuk
instrumen

yang

diperoleh

melalui

pertukaran,

dalam

hal

instrumen yang membutuhkan pertukaran, dan;


j) setiap kondisi instrumen atau perjanjian terkait, yang jika
dilanggar,

akan

secara

signifikan

mengubah

persyaratan-

persyaratan lainnya.
Jika penyajian instrumen keuangan dalam neraca berbeda dari
bentuk hukum instrumennya, maka entitas diharapkan menjelaskan
dalam catatan atas laporan keuangan mengenai sifat dari instrumen
tersebut. Manfaat informasi tentang cakupan dan sifat instrumen
keuangan akan meningkat jika informasi tersebut menegaskan setiap

hubungan antara instrumen individual yang secara signifikan dapat


memengaruhi jumlah, waktu, atau tingkat kepastian arus kas entitas
dimasa depan.
Sesuai PSAK No.1 entitas mengungkapkan seluruh kebijakan
akuntansi yang signifikan, termasuk prinsip umum yang digunakan dan
metode penerapan prinsip tersebut atas transaksi, peristiwa dan
kondisi lain yang terjadi dalam kegiatan usaha entitas. Dalam hal
instrumen keuangan, pengungkapan tersebut mencakup:
a) kriteria yang diterapkan untuk menentukan waktu pengakuan asset
keuangan asset keuangan atau kewajiban keuangan dan waktu
penghetian pengakuan;
b) dasar pengukuran yang diterapkan untuk asset keuangan dan
kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal dan setelahnya; dan
c) dasar pengakuan dan pengukuran pendapatan dan beban yang
timbul dari asset keuangan dan kewajiban keuangan.
Risiko Tingkat Bunga
Untuk setiap klasifikasi asset keuangan dan kewajiban keuangan,
entitas mengungkapkan informasi mengenai eksposur risiko sku bunga,
termasuk:
a) tanggal penyesuaian atau tanggal jatuh tempo kontraktual, mana
yang lebih dahulu; dan
b) suku bunga efektif, jika memungkinkan.

Entitas menyediakan informasi tentang eksposur atas pengaruh


perubahan suku bunga yang berlaku di masa depan. Informasi
mengenai tanggal jatuh tempo (atau tanggal penyesuaian jika lebih
awal) mengindikasikan masa berlakunya suku bunga yang telah
ditetapkan

dan

informasi

mengenai

suku

bunga

efektif

mengindikasikan penetapan suku bunga yang ditetapkan tersebut.


Untuk melengkapi informasi mengenai tanggal penyesuaian dan
tanggal

jatuh

tempo

kontraktual,

entitas

dapat

memilih

untuk

mengungkapkan informasi mengenai tanggal penyesuaian dan tanggal


jatuh tempo yang diperkirakan, jika tanggal-tanggal tersebut berbeda
secara signifikan dari tanggal-tanggal yang ditetapkan dalam kontrak.
Entitas mengindikasikan asset keuangan dan kewajiban keuangan
yang:
a) terekspos terhadap risiko suku bunga atas nilai wajar, misalnya
asset keuangan dan kewajiban keuangan dengan suku bunga tetap;
b) terekspos terhadap risiko suku bunga atas arus kas, misalnya aset
keuangan dan kewajiban keuangan dengan suku bunga mengambang
yang disesuaikan ketika terjadi perubahan suku bunga pasar; dan
c) tidak secara langsung terekspos terhadap risiko suku bunga,
misalnya beberapa investasi dalam instrumen ekuitas.
Ketentuan dalam paragraf 63 (b) berlaku untuk obligasi, surat
utang, pinjaman, dan instrumen keuangan serupa yang melibatkan
pembayaran di masa depan sebagai bentuk pengembalian investasi
pada pemegang instrumen keuangan tersebut dan sebagai biaya bagi
penerbit yang mencerminkan nilai waktu dari uang. Entitas dapat

terekspos risiko suku bunga sebagai akibat dari transaksi yang tidak
menimbulkan pengakuan asset keuangan atau kewajiban keuangan
dalam

neraca.

Dalam

situasi

tersebut,

entitas

mengungkapkan

informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk


memahami sifat dan cakupan eksposur tersebut.
Sifat bisnis suatu entitas dan cakupan aktivitas entitas tersebut
dalam instrumen keuangan akan menentukan apakah informasi risiko
suku bunga akan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, atau kombinasi
dari keduanya.
(a) Nilai tercatat instrumen keuangan yang terekspos risiko suku bunga
dapat disajikan dalam bentuk tabel, berdasarkan kelompok jatuh
tempo sesuai kontrak atau kelompok yang akan disesuaikan dalam
kurun waktu berikut ini setelah tanggal neraca:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

satu tahun atau kurang;


lebih dari satu tahun tapi tidak lebih dari dua tahun;
lebih dari dua tahun tapi tidak lebih dari tiga tahun;
lebih dari tiga tahun tapi tidak lebih dari empat tahun;
lebih dari empat tahun tapi tidak lebih dari lima tahun; dan
lebih dari lima tahun

(b) Jika kinerja entitas dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat


eksposur risiko suku bunga atau perubahan tingkat eksposur tersebut,
maka dianjurkan untuk mengungkapkan informasi yang lebih rinci.
i) satu bulan atau kurang setelah tanggal neraca;
ii) lebih dari satu bulan tapi tidak lebih dari tiga bulan setelah
tanggal neraca; dan

iii) lebih dari tiga bulan tapi tidak lebih dari dua belas bulan
setelah tanggal neraca.
(c) Sejalan dengan hal tersebut, entitas dapat mengindikasikan
eksposur risiko suku bunga atas arus kas melalui tabel yang
mengindikasikan nilai tercatat agregat suatu kelompok asset keuangan
dan kewajiban keuangan dengan suku bunga mengambang yang akan
jatuh tempo pada waktu yang bervariasi di masa depan.
(d)

Informasi

keuangan

suku

individual.

bunga

dapat

Sebagai

diungkapkan

alternatif,

untuk

suku

bunga

instrumen
rata-rata

tertimbang atau rentang suku bunga dapat disajikan untuk setiap


kelompok instrumen keuangan.
Entitas

dapat

mengelompokkan

secara

terpisah

kelompok

instrumen keuangan yang didenominasikan dalam mata uang yang


berbeda atau memiliki risiko kredit yang berbeda secara substansial,
jika faktor-faktor tersebut menyebabkan instrumen memiliki suku
bunga efektif yang berbeda secara substansial. Dalam situasi tertentu,
entitas

dapat

menyediakan

informasi

yang

berguna

mengenai

eksposur risiko suku bunga dengan cara menjelaskan pengaruh


perubahan hipotesis atas suku bunga pasar terhadap nilai wajar
instrumen keuangan dan keuntungan atas kerugian serta arus kas di
masa depan.
Klasifikasi Penyajian Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan (financial instruments) adalah setiap kontrak yang
menambah nilai aset keuangan (financial assets) entitas dan liabilitas

keuangan

(financial

liability)

atau

instrumen

ekuitas

(equity

instruments) entitas lain. Maka dari itu Instrumen keuangan dibagi


menjadi tiga yaitu :
1. Aset keuangan merupakan setiap aset yang berbentuk:

Kas
Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas lain
Hak kontraktual untuk menerima kas atau

mempertukarkan aset keuangan


Kontrak yang mungkin diselesaikan

dengan

aset

dan

menggunakan

instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan


non-derivatif dan derivatif.
2. Kewajiban Keuangan adalah setiap kewajiban yang berupa:

Kewajiban

kontraktual

untuk

menyerahkan

kas

atau

aset

keuangan lain dan untuk mempertukarkan instrumen keuangan

lain dengan kondisi yang tidak menguntungkan entitas tersebut.


Kontrak yang akan mungkin diselesaikan selain dengan
mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain
dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas

3. Instrumen Ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak


residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh
kewajibannya.
Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus
mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponen-komponennya
sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan atau instrumen ekuitas
sesuai

substansi

perjanjian

kontraktual

dan

keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas.

definisi

kewajiban

Penyajian Instrumen Keuangan Majemuk


Penerbit
persyaratan

instrumen

instrumen

keuangan

keuangannya

non-derivatif
untuk

mengevaluasi

menentukan

apakah

instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan kewajiban.


Komponen tersebut harus diklasifikasikan secara terpisah sebagai
kewajiban keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas. Entitas
mengakui secara terpisah komponen-kompnen instrumen keuangan
yang:
-

Menimbulkan kewajiban keuangan bagi entitas


Memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk menkonversi
instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari
entitas yang bersangkutan.
Contoh obligasi konversi yang dapat dikonversi oleh para

pemegangnya menjadi menjadi saham biasa yang telah ditetapkan.


Dari sudut pandang entitas, instrumen ini terdiri dari dua komponen:
liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas
atau aset keuangan lainnya) dan instrumen ekuitas (opsi beli yang
memberikan hak pada pemegangnya selama jangka waktu tertentu
untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan
jumlah yang telah ditetapkan).
Ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan majemuk
dialokasikan pada komponen ekuitas dan kewajiban, maka komponen
ekuitas yang dialokasikan adalah nilai sisa dari nilai wajar instrumen
keuangan secara keseluruhan dikurangi dengan nilai komponen

kewajiban yang ditetapkan secara terpisah. Tidak ada keuntungan atau


kerugian yang ditimbulkan dari pengakuan awal komponen-komponen
instrumen

secara

terpisah.

Nilai

tercatat

komponen

kewajiban

ditentukan dengan mengukur nilai wajar kewajiban serupa yang tidak


memiliki komponen ekuitas. Nilai tercatat instrumen ekuitas yang
ditunjukkan oleh opsi untuk mengonversi instrumen tersebut menjadi
saham biasa ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar
kewajiban keuangan dari nilai wajar instrumen keuangan majemuk
secara keseluruhan.
Pada saat dilakukan konversi atas instrumen yang dapat
dikonversi pada saat jatuh tempo, entitas menghentikan pengakuan
komponen kewajiban dan mengakuinya sebagai ekuitas. Komponen
awal dari ekuitas tetap sebagai ekuitas (meskipun komponen tersebut
mungkin dipindahkan dari satu pos ke pos lainnya dalam ekuitas).
Tidak terdapat pengakuan keuntungan atau kerugian pada saat
dilakukan

konversi

saat

jatuh

tempo.

(PA42.)

Ketika

entitas

menghapuskan instrumen yang dapat dikonversi sebelum jatuh tempo


melalui penebusan atau pembelian kembali secara dini yang tidak
mengubah hak konversi semula, maka pada tanggal transaksi entitas
mengalokasikan jumlah yang dibayarkan serta biaya transaksi untuk
pembelian kembali atau penebusan secara dini tersebut ke dalam
komponen liabilitas dan komponen ekuitas instrumen tersebut. Metode
yang digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dibayarkan dan
biaya transaksi pada setiap komponen yang terpisah harus konsisten
dengan metode yang digunakan untuk alokasi awal pada setiap

komponen yang terpisah atas hasil yang diperoleh dari penerbitan


instrumen yang dapat dikonversi tersebut, sesuai ketentuan paragraf
31-35. (PA43.)
Sekali alokasi pembayaran tersebut dilakukan, maka setiap
keuntungan atau kerugian yang timbul diperlakukan sesuai prinsip
akuntansi yang dapat diterapkan pada komponen terkait, sebagai
berikut: (a) jumlah keuntungan atau kerugian yang terkait dengan
komponen kewajiban diakui dalam laporan laba rugi; dan (b) jumlah
pembayaran yang terkait dengan komponen ekuitas diakui dalam
ekuitas.( PA44.)
Entitas dapat mengubah persyaratan instrumen yang dapat
dikonversi untuk mendorong dilakukannya konversi dini, contohnya
dengan

menawarkan

rasio

konversi

yang

lebih

menarik

atau

menawarkan pembayaran ekstra jika konversi dilakukan sebelum


tanggal

yang

ditetapkan.

Perbedaan,

pada

tanggal

dilakukan

perubahan persyaratan, antara nilai wajar dari pembayaran yang


diterima

pemegang

instrumen

pada

saat

dilakukan

konversi

berdasarkan persyaratan yang telah diubah dan nilai wajar dari


pembayaran yang akan diterima pemegang instrumen berdasarkan
persyaratan awal diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi.
(PA45)

Tujuan

Tujuannya

adalah

untuk

menetapkan

prinsip

penyajian

dan

pengungkapan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas


dan saling hapus aset keuangan dan kewajiban keuangan.
Ruang Lingkup
Peraturan ini mencakup semua entitas untuk semua jenis instrumen,
kecuali
a. Penyertaan dana dalam anak perusahaan, perusahaan asosiasi,
joint venture, yang berdasarkan PSAK no.4 tentang laporan
keuangan

konsolidasi,

PSAK

15

tentang

akuntansi

untuk

investasi dalam perusahaan asosiasi dan PSAK no 12 mengenai


Bagian Partisipasi dalam pengendalian Bersama operasi dan
aset.
b. Hak dan kewajiban pemberi kerja dalam program imbalan kerja
yang diatur dalam PSAK 24 tentang Imbalan Kerja
c. Kontrak untuk pertimbanagn kontinjensi dalam penggabungan
usaha hanya berlaku untuk pihak pengakuisisi
d. Kontrak asuransi (asuransi jiwa, asuransi kerugian). Jika terdapat
derivatif yang melekat, maka derivatif dicatat secara terpisah.
e. Instrumen keuangan yang masuk dalam ruang lingkup PSAK no.
f.

36 karena mengandung fitur partisipasi tidak mengikat.


Instrumen keuangan, kontrak dan kewajiban yang merupakan
transaksi pembayaran berbasis saham berdasarkan PSAK 53
tentang Akuntansi Kompensasi berbasis saham
Peraturan ini juga diterapkan pada kontrak-kontrak pembelian

atau penjualan item non keuangan yang dapat diselesaikan secara


neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya atau dengan
mempertukarkan instrumen keuangan seolah-olah kontrak tersebut
adalah instrumen keuangan.

Ada beberapa cara di mana sebuah kontrak pembelian atau penjualan


item non keuangan dapat diselesaikan secara netto, antara lain:
-

Jika syarat dalam kontrak memperbolehkan salah satu pihak


untuk menyelesaikan kontrak tersebut secara netto dengan kas

dan lainnya
Kemampuan

persyaratan kontrak
Entitas mempunyai kebiasaan untuk menerima aset yang

itu

tidak

dinyatakan

secara

eksplisit

dalam

mendasari atau menjualnya dalam jangka pendek setelah


penyerahan untuk memperoleh laba dari fluktuasi harga jangka
-

pendek atau margin penjual


Jika item non-keuangan yang menjadi subjek dalam kontrak siap
dikonversi menjadi kas.
Opsi yang diterbitkan untuk membeli atau menjual item non-

keuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan menggunakan


kas atau dengan instrumen keuangan lainnya.
IV.

Kesimpulan
Instrumen keuangan adalah aset yang dapat di perdagangkan
dalam bentuk apapun, baik kas, bukti kepemilikan dalam suatu entitas,
atau hak kontraktual untuk menertima atau memberikan, uang tunai
atau dalam bentuk lainnya. Menurut SAI 32 dan 39, intrumen keuangan
di

definisikan

sebagai

setiap

kontrak

yang

menimbulkan

aset

keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau intrumen


ekuitas entitas lain. Instrumen keuangan dapat dikategorikan dengan

tegantung pada bentuknya, kategori tersebut adalah intrumen kas


dan/atau instrumen derivatif.
PSAK 50 (revisi 2010) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian
telah disahkan pada tanggal 26 Novemer 2010, dalam rangka merevisi
PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan
Pengungkapan. Alasan DSAK dan IAI merevisi ini, tidak lain karena
ingin segera mengejar target, karena pada 2012 nanti Indonesia
sudah harus mengadopsi seluruh standar IFRS. Pada dasarnya tidak
Banyak perbedaan antara PSAK 50 revisi 2010 dan 2006. Kecuali
adanya tambahan khusus tentang Puttable Instrumen, kewajiban untuk
menyerahkan bagian aset neto secara prorata saat likuidasi, dan
rights, opsi, waran dikategorikan dan disajikan sebagai liabilitas
keuangan, akan tetapi dapat dikategorikan sebagai instrumen ekuitas
jika memenuhi syarat-syarat tertentu. Selain itu dalam Revisi 2010
Pengungkapannya

tidak

dijelaskan

pada

PSAK

50

melainkan

dipindahkan ke PSAK 60.


PSAK 50 (revisi 2010) menetapkan prinsip penyajian instrumen
keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset
keuangan dan liabilitas keuangan. Hal ini berlaku terhadap kategori
instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan,
liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengategorian yang terkait
dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan
aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus.
V.

Sumber

Pelaporan Korporat
Instrumen Keuangan

Disusun Oleh :
Rafiqa Ayu Ramadhandini 01044881517005
Peggy Anna T.A.

01044881517009

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS EKONOMI
2016