Anda di halaman 1dari 12

KETERAMPILAN KLINIK

MENYIAPKANOBAT SUNTIK AMPUL-VIALS DAN PENYUNTIKAN ID,


IM DAN IV 2015
Dr.A.Baktiansyah, MKK,SpOk
----------------------------------------------------------------

PERSIAPAN PASIEN:

Sebelum melakukan tindakan:


Perkenalkan diri anda: Misal: Selamat siang Pak, saya dr.
Shinta, yang akan memeriksa Bapak.
Tanyakan identitas pasien dan lakukan cross cek dengan
catatan medik pasien.
Cek data pada catatan medik pasien untuk
mengidentifikasi pengobatan yang akandiberikan pada
pasien ini, nama, obat, dan cara pemberian.

Lakukan Informed Consent


Katakan pada pasien bahwa kita akan melakukan proses
penyuntikan : Pak,berdasarkan hasil pemeriksaan saya,
Bapak memerlukan pengobatan dengan caramelakukan
penyuntikan di bagian bokong Bapak.
Katakan pada pasien : nama obat, cara pemberian, dosis,
dan efek akibat pemberianobat : Misal: Pak, saya akan
memberi obat Delladryl, dengan cara
melakukanpenyuntikan di bagian bokong, sebanyak 1cc
dan akan terasa sakit sedikit.
Berikan kesempatan diskusi/kesempatan bertanya pada
pasien : Apakah ada yangingin Bapak tanyakan lagi ?
Jika tidak, saya akan melakukan penyuntikan
Silahkan Bapak berbaring di tempat periksa.

PERSIAPAN PERALATAN : ( Lihat buku CSL)


Ditambahkan : - Adrenalin, Antihistamin dan Corticosteroid (injection).

MENYIAPKAN OBAT SUNTIK AMPUL :


_________________________________
1

1. Campurlah cairan obat dalam ampul dengan cara menyentil bagian atas
ampul dengan perlahan dan cepat dengan ujung salah satu jari.
2. Letakkanlah bantalan kasa kecil atau kapas alkohol mengelilingi leher
ampul.
3. Patahkankanlah leher ampul ke arah menjauhi tangan. Jika leher ampul
tidak patah, gunakan metal file untuk mengikir salah satu sisi leher.
Jadikan marker sebagai acuan untuk mematahkan ampul
4. Balikah ampul, pegang dengan posisi menjorok atau tegak.
5. Masukkanlah jarum spoeit ke dalam lubang ampul, ujung jarum jangan
menyentuh pinggiran bukaan ampul.
6. Isaplah cairan obat pelan-pelan ke dalam spoeit dengan menarik pengisap
ke belakang.
7. Pertahankanlah ujung jarum di bawah permukaan cairan, yang
memungkinkan semua cairan masuk ke dalam spoeit.

Catatan : Jika terisap gelembung udara, jangan mendorong udara ke


dalam ampul.
Untuk mengeluarkan gelembung udara : Pegang spoeit dengan jarum
mengarah ke atas, sentil bagian barrel, tarik bagian pengisap sedikit,
dorong ke atas untuk mengeluarkan udara, dengan posisi jarum diluar
ampul.

MENYIAPKAN OBAT SUNTIK DARI VIAL :


1. Lepaskanlah penutup logam untuk memajan penutup karetnya.
2. Usaplah permukaan penutup karet dengan alkohol 70%
3. Lepaskanlah penutup jarum, lalu tariklah pengisap pelan-pelan ke
belakang untuk mengumpulkan sejumlah udara yang sama dengan
volume medikasi yang akan diaspirasikan.
4. Tusukkanlah ujung jarum, dengan bevel jarum mengarah ke atas,
menembus bagian tengah penutup karet. Keluarkanlah udara ke dalam
vial (jangan biarkan pengisap kembali ke atas)
5. Baliklah vial sambil tetap memegang vial dengan kuat pada spoeit dan
pengisap (pegang vial antara ibu jari dan jari tengah pada tangan yang
dominan, meraih bagian ujung barrel dengan pengisap dengan ibu jari dan
jari telunjuk dari tangan yang dominan)
6. Pertahankanlah bagian ujung jarum di bawah ketinggian cairan, agar
tekanan udara bisa secara bertahap mengisi spoeit dengan cairan obat,
tarik kembali pengisap jika perlu.
7. Sentillah bagian barrel dengan hati-hati untuk melepaskan semua
gelembung udara yang terdapat di atas spoeit ke dalam vial.
_________________________________
2

8. Setelah dosis terpenuhi/sesuai, tariklah jarum dari dalam vial dengan


menarik ke belakang barrel spoeit.
9. Keluarkanlah kelebihan gelembung udara.
10.Tutuplah jarum dengan penutupnya dengan metode satu tangan.

Jika vial berisi kemasan obat serbuk:


1. Siapkan cairan pelarut (bila cairan pelarut dalam bentuk ampul lakukan
seperti menyiapkan obat dari kemasan ampul).
2. Isi spuit dengan pelarut dengan jumlah sesuai kebutuhan.
3. Buka tutup logam obat kemasan vial hingga tutup karet terlihat. Jaga
tutup karet tetap steril. Usap tutup karet dengan kapas alkohol setiap akan
mengambil obat.
4. Masukkan pelarut ke dalam vial (desinfeksi vial terlebih dahulu). Lepaskan
spuit dari vial.
5. Campurkan obat dengan cara menggosok-gosokkan pada telapak tangan.
6. Setelah obat terlarut dengan baik, obat tersebut siap diambil ke dalam
spuit.
7. Pastikan perhitungan dosis obat setelah diencerkan sesuai dengan advis
Dokter.
8. Ganti jarum spuit jika akan menyuntikkan obat pada jaringan kulit.

SETELAH PENGISIAN SELESAI


1. Letakkanlah spoeit yang sudah diisi pada satu bak yang dialasi kain kasa.
2. Lakukanlah cuci tangan rutin.

oooOOOOOooo

MENYIAPKAN OBAT :
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
1. Jenis Obat/ Zat Terlarut.

Dalam istilah mengoplos, jenis obat yang dioplos baik berbentuk


serbuk atau larutan akan dijadikan dalam bentuk larutan.

2. Jenis Pelarut.

Zat pelarut yang sering digunakan untuk mengoplos obat adalah


WFI (water for injection). Namun, ada juga beberapa jenis obat yang
membutuhkan zat pelarut lain seperti NaCl 0.9% dan KCL.
_________________________________
3

3. Dosis Obat Sesuai Resep.

Dosis obat yang digunakan berhubungan dengan takaran dari resep


yang sesuai kondisi kesehatan klien misalnya untuk obat amphicilin
pasien @ 250mg untuk pasien X.

4. Menentukan Jenis Spuit

Jenis spuit yang biasa digunakan untuk mengoplos adalah spuit 3cc
dan 5cc. Selanjutnya spuit 1cc biasanya digunakan pada obat yang
lebih kental.

5. Mencocokkan Dosis Obat Dengan Identitas Klien.

6. Selanjutnya, dapat dimulai langkah pengoplosan. Langkah mengoplos ibat


terdiri dari:

Menentukan jenis pelarut yang sesuai obat.

Menghitung cc zat pelarut yang dibutuhkan agar obat yang dioplos


sesuai dengan resep

7. Menentukan obat dengan identittas klien


8. Adapun cara menghitung oplosan yang sesuai kondisi pasien dapat
divontohkan dari kasus dibawah ini.

Misal: Instruksi dari dokter pemberian obat ampicilin 3 x 250 mg. 1


VIAL = 1000 mg. Hitung berapa ml yang diberikan kepada pasien?

Jawab:
Jenis pelarut yang bisa dipakai adalah water for injection
(WFI)
1 vial amphicilin = 1000mg. WFI dimasukkan dalam spuit
5cc namun diisi degan WFI sebanyak 4cc.mKemudian 4cc WFI
dimasukkan dalam vial Amphicilin. Jadi dalam 4cc spuit
terdapat 1.000mg. Untuk mencapai dosis 250mg maka cc
spuit yang dibutuhkan adalah 1 cc.

9. Memastikan kesesuaian obat dengan identitas pasien.

Inti dari pengoplosan adalah menggunakan hukum perbandingan (rasio)


dalam istilah matematika.

--------------------------------------------------------

PERHITUNGAN DOSIS OBAT :


_________________________________
4

Perhitungan dosis obat, didasarkan kepada :

BERDASARKAN BERAT BADAN (rumus clark)

BERDASARKAN UMUR (rumus young, fried)

BERDASARKAN LUAS PERMUKAAN BADAN (pengukuran dengan


monogram)

Yang paling akurat adalah menggunakan Berat Badan.

Contoh 1 :
Berapa dosis Amoksisilin yang harus diberikan kepada seorang anak dengan
berat badan 20 kg, jika diketahui dosis maksimum (Dosis dewasa) Amoksisilin
500 mg, BB rata-rata Orang dewasa 60 kg.
Dosis Anak =

BB Anak
Dosis Dewasa= ???
BB Dewasa

Contoh 2 :

Pasien di instruksikan diberi 75 mg pethidin. Tersedia ampul berisi 100 mg


dalam 2 ml. berapa ml kah yang disuntikkan?

Jawab :

Jika 2 ml larutan mengandung 100 mg pethidin, dan x ml larutan


mengandung 75 mg pethidin, maka :

Jmlh larutan yang diambil = 75 / 100 x 2 ml=150 / 100 = 1,5 ml

Contoh 3 :

Di instruksikan untuk menyuntik 150 mg penisilin V. tersedia flakon


dengan label 125 mg / 5 ml. berapa ml harus diberikan?

jawab:

jika 5 ml larutan mengandung 125 mg penisilin V dan x ml


mengandung 150 mg maka: diperlukan = 150 / 125 x 5 ml= 6 ml

Atau Rumus perhitungannya adalah :

Dosis yang diminta


Volume dosis yang tersedia
Dosis yang tersedia

_________________________________
5

KETERAMPILAN MENYUNTIK INTRAKUTAN (INTRADERMAL) :


PENGERTIAN
Suntikan intra kutan adalah menyuntik obat ke dalam jaringan kulit. Tujuan
suntikan intra kutan:
1. Mendapatkan reaksi setempat
2. Mendapatkan atau menambah kekebalan, misalnya suntikan BCG

LANGKAH LANGKAH :
1. Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan
2. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien mengenai tindakan yang akan
dilakukan.
3. Mengatur posisi pasien.
4. Mencuci tangan
5. Menentukan tempat penyuntikkan :
-

Lengan bawah : Bagian depan lengan bawah sepertiga dari lekukan


siku (2/3 dari pegelangan tangan). Tentukan pada kulit yang sehat
dan bukan pada pembuluh darah. Tempat ini untuk skin tes dan
Mantoux test.

Lengan atas : tiga jari di bawah sendi bahu, di tengah daerah


muskulus deltoideus. Tempat ini untuk suntikan BCG.

6. Membebaskan daerah yang akan disuntikkan dari pakaian.


7. Menghapushamakan kulit pasien dengan kapas alkohol, membuang kapas
ke dalam wadah pembuangan. Tunggu sampai kulit kering dari alkohol.
8. Menegangkan kulit pasien dengan tangan kiri.
9. Menusukkan jarum dengan lubang jarum mengarah ke atas.
10.Jarum dan permukaan kulit membentuk sudut 15o 20o
_________________________________
6

11.Memasukkan/menyemprotkan cairan dari spoit sampai terjadi gelembung


pada kulit.
12.Menarik jarum dengan cepat, tidak dihapus hamakan dengan kapas
alkohol dan tidak boleh dilakukan pengurutan (massage). Tutuplah
jarum dengan metode satu tangan
13.Merapikan pasien
14.Membawa alat-alat ke meja suntikan untuk dibereskan.
15.Mencuci tangan.
16.Evaluasi dan dokumentasikan tindakan pada status klien.
17.Cek kembali area penyuntikan dan kaji respons klien setelah 15 menit
penyuntikan (untuk skin test).

_________________________________
7

--------------------------

KETERAMPILAN MENYUNTIK INTRAMUSKULER.


PENGERTIAN
Suntikan intra muskuler memberikan absorpsi obat lebih cepat karena
vaskularitas otot. Bahaya kerusakan jaringan menjadi lebih sedikit jika obat
diberikan jauh ke dalam otot

LANGKAH LANGKAH :
1. Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan
2. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien mengenai tindakan yang akan
dilakukan.
3. Mengatur posisi pasien.
4. Mencuci tangan
5. Menentukan tempat penyuntikkan :
_________________________________
8

Muskulus Gluteus Maximus (otot bokong) kanan dan kiri. Tempat :


1/3 bagian dari Spina Iliaca Anterior Superior ke os Coxygeus.

Muskulus Quadriceps Femoris (otot paha bagian luar)

Muskulus Deltoideus (otot pangkal lengan)

6. Membebaskan daerah yang akan disuntikkan dari pakaian.


7. Menghapushamakan kulit pasien dengan kapas alkohol, membuang kapas
ke dalam wadah pembuangan. Tunggu sampai kulit kering dari alkohol.
8. Menegangkan kulit pasien dengan tangan kiri pada daerah bokong, atau
mengangkat otot pada muskulus quadricep femoris/ muskulus deltoideus.
9. Menusukkan jarum ke dalam bokong tegak lurus dengan permukaan kulit
sedalam panjang jarum.
10.Menarik pengisap sedikit untuk memastikan ujung jarum tidak berada di
pembuluh darah dengan memeriksa apakah ada darah atau tidak, bila
tidak ada darah, semprotkan cairan obat perlahan-lahan sampai cairan
obat masuk seluruhnya
11.Menekan daerah penusukan jarum dengan kapas alkohol, jarum ditarik
keluar dengan cepat. Tutuplah jarum dengan metode satu tangan.
12.Tempat penyuntikan dimassage
13.Merapikan pasien dan alat-alat
14.Mencuci tangan
15.Evaluasi dan dokumentasikan tindakan pada status klien.
16.Observasi respons klien terhadap penyuntikan hingga 30 menit kemudian.

_________________________________
9

KETERAMPILAN MENYUNTIK INTRAVENA :


PENGERTIAN
Teknik Penusukan vena secara transkutan dengan jarum tajam yang kaku (wing
needle, abbocath, jarum yang dilekat pada spoeit atau vakutainer) disebut
punksi vena. Tujuan umum punksi vena salah satunya untuk pemberian cairan
obat intra-vena.

LANGKAH KLINIK
KASUS
1. Lakukanlah persiapan alat-alat yang akan digunakan.
2. Jelaskanlah pada klain mengenai tindakan yang akan dilakukan, cara,
manfaat dan faktor keamanan dari tindakan tersebut.
3. Aturlah posisi pasien, lepaskan pakaian pada daerah yang akan disuntik.
4. Lakukanlah cuci tangan rutin
5. Pasanglah pengalas pada di bawah siku dimana akan di adakan
penyuntikan intravena
6. Pasanglah bendungan pada lengan di bagioan atas dari lipatan siku
dimana akan diadakan penyuntikan.
7. Kenakan/pasanglah sarung tangan.
8. Lakukan disinfeksi area kulit yang akan ditusuk dengan kapas alkohol,
melingkar dari tempat tusukan ke luar dengan diameter kira-kira 5 cm.
9. Buanglah kapas tersebut ke dalam tempat sampah medis.
_________________________________
10

10.Ulangi disinfeksi dengan cara yang sama tapi dengan larutan bethadine.
11.Buanglah kapas tersebut ke dalam tempat sampah medis.
12.Rabalah dengan salah satu jari tangan untuk menentukan letak v. Cubiti
13.Ambillah spoeit yang telah diisi dengan obat yang akan disuntikkan dan
cek ada tidaknya udara dalam spoeit.
14.Bukalah penutup jarum spoeit dan dengan lubang jarum menghadap ke
atas tusukkanlah jarum ke arah atas dan dengan letak spoeit mendatar
pada lengan bawah.
15.Lepaskanlah turniket
16.Tariklah pengisap sedikit ke belakang untuk melihat apakah jarum sudah
tepat masuk ke dalam vena.
17.Suntikkanlah isi spoeit ke dalam vena dengan mendorong pengisap pelanpelan ke depan tanpa mengubah posisi jarum.
18.Setelah semua obat sudah masuk ke vena, letakkanlah kapas steril di atas
jarum.
19.Tariklah spoeit ke arah belakang sampai jarum ke luar dari vena, sambil
menekankan kapas pada lubang di kulit untuk mencegah perdarahan..
20.Bilaslah spoeit dengan khlorin 0,5%, tutuplah penutup jarum dengan
metode satu tangan, lalu lepaskan jarum dengan hati-hati jangan sampai
tertusuk.
21.Buanglah jarum ke tempat sampah tajam, dan spoeit ke tempat sampah
medis.
22.Lepaskanlah sarung tangan.
23.Lakukanlah cuci tangan asepsis

SETELAH PENYUNTIKAN

Isi jarum suntik bekas pakai dengan lar. Chloride 0,5% dan potong jarum,
Masukkan peralatan lainnya (termasuk kapas, kassa steril) kedalam lar.
Chloride0,5%.
Rendam kedua tangan kedalam lar. Chloride 0,5% selama beberapa menit,
kemudianlepaskan kedua sarung tangan dengan cara skin to skin, glove to
glove.
Cuci tangan.
Keringkan dengan handuk.
Persilahkan pasien kembali ke meja periksa, untuk melengkapi data pada
catatanmedik pasien
o Isi tanggal dan waktu pengobatan.
o Dosis dan cara penyuntikan.
o Respons khusus yang mungkin timbul setelah dilakukan
penyuntikan.
o Nama dan tanda tangan dokter
_________________________________
11

Ooooo OOO ooooo

_________________________________
12