Anda di halaman 1dari 20

CONDUCT DISORDER

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEJIWAAN RSUD PASAR REBO

PEMBIMBING :
DR. SONNY CHANDRA, SP.KJ

SAUSAN RASMIYYAH
1102011255

DEFINISI
Agresi
Pelanggaran hak-hak orang lain
Anak atau remaja

4 KATEGORI :

Agresi fisik atau perilaku mengancam berbahaya


Penghancuran properti
Pencurian/penipuan
Melanggar aturan (sesuai usia)

EPIDEMIOLOGI
United States

Pria
: 6-16%
Wanita
: 2-9%

Rasio pria : wanita yaitu 4 : 1 - 12 : 1


Frekuensi terbesar :

orang tua anti-sosial


ketergantungan alcohol
sosial ekonomi buruk
psikopatologi orang tua

ETIOLOGI
Pola Asuh

Faktor
Komorbid

Genetik

Child
Abuse &
Penganiaya
an

Sosial
Budaya

Neurologi

Psikologis

Neurobiolo
gi

1. POLA ASUH

Psikopatologi orang tua, kekerasan anak, pengabaian anak,


ketergantungan alkohol

Permusuhan, kebencian pada perceraian

Sering dititipkan ke sanak saudara

2. GENETIK : Kromosom X (pada remaja)


3. SOSIAL BUDAYA

Area padat penduduk (urban area)

Orang tua yang tidak bekerja

Anak kurang bermain

Kurang berpartisipasi dalam organisasi positif

Paparan zat psikoaktif

4. PSIKOLOGIS : pengendalian emosi

5. NEUROBIOLOGI

Substansia gressia limbic

Insula anterior bilateral

Amygdala kiri

Substansia gressia temporal bilateral (ADHD)

Korteks oksipital (ADHD)

Dopamin rendah, serotonin tinggi

6. NEUROLOGI

EEG : lobus frontal kecerdasan emosional

7. CHILD ABUSE & PENGANIAYAAN


sebagai perlindungan diri, anak ikut menjadi kasar
8. FAKTOR KOMORBID

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder )

Cedera, kerusakan, atau disfungsi SSP

FAKTOR RISIKO
Ketidakharmonisan rumah tangga orang tua

perdebatan dalam hal mengurus anak Rumah tangga


tidak stabil Muncul orang tua pengganti (kakek,
nenek, tante) kurang pengawasan

Anak yang tidak terrencana/ tidak diinginkan


Orang tua ketergantungan alkohol
Paparan video game kekerasan
Orang tua tidak memberi konsekuensi atas

kesalahannya yang ringan

KRITERIA DIAGNOSTIK DSM-V


POINT A
Berulang dan menetap
Pelanggaran hak/norma/aturan sosial orang lain
3 gejala dari 15 gejala selama 12 bulan, ATAU
1 gejala dari 15 gejala selama 6 bulan
Usia 18 tahun, sering muncul dengan gejala anti-

sosial

AGRESIF

1. Sering mengancam atau mengintimidasi orang lain


2. Sering memulai perkelahian fisik
3. Menggunakan senjata yang dapat melukai orang lain (botol,
senjata, pisau)
4. Berlaku kejam terhadap orang lain
5. Menyiksa binatang dengan kejam
6. Mengambil barang orang lain dengan kekerasan
7. Memaksakan hubungan seksual

PERUSAK
AN
PROPERT
I

8. Sengaja merusak milik orang lain

9. Sengaja terlibat pembakaran

MENIPU/
MENCURI

10. Membongkar rumah, bangunan, mobil


untuk mencuri
11. Sering berbohong untuk menghindari
tanggung jawab
12. Berkali-kali melakukan pencurian
tanpa kekerasan

MELANG
GAR
ATURAN

13. Sering pergi pada malam hari tanpa


sengetahuan orangtua (<13 th)
14. Kabur dari rumah orangtua minimal
2x
15. Sering bolos dari sekolah (< 13 th)

KRITERIA DIAGNOSTIK DSM-V (contd)


POINT B
terganggunya kemampuan sosial, akademis, maupun
kegiatan sehari-hari pasien

POINT C
< 13 tahun : sering membolos sekolah merupakan
suatu gejala
> 18 tahun : Gangguan kepribadian anti-sosial

KLASIFIKASI
Conduct Disorder
Onset

Keparah
an

Childhood
< 10 tahun

Mild

Adolescent
10 tahun

Moderate

Unspecified

Severe

MANIFESTASI KLINIS

14-16
tahun

10-12
tahun

Perilaku agresif : bullying, kekejaman, agresi fisik


Sikap bermusuhan, berkata kasar/tidak baik, lancang,

dan bersikap negative terhadap orang yang lebih tua


Kebohongan yang menetap, terlalu sering bolos,
perusakan, mencuri, kekerasan fisik
Susah berteman, mempunyai teman dengan pautan usia
yang berbeda, rasa percaya diri buruk
Menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka
lakukan
Anak tampak tidak kooperatif, muka cemberut, sering
mengancam anak yang lebih kecil
Ketidakpercayaan terhadap orang dewasa : pembohong,
pembual, dan tidak terlalu respon dengan sekitar
Membolos yang berulang, perusakan, agresi fisik, sering
menyerang, berkelahi, dan saling memukul
Prestasi sekolah yang buruk, kecemasan, dan gejala

DIAGNOSIS BANDING
Oposision
al
Mengaca
u

Ganggua
n Mood

ADHD &
Ganggua
n Belajar

OCD

o
o

Riwayat kronologis penyakit

Sifat gejala (menetap, sementara)

GANGGUAN OPOSISIONAL MENGACAU

Permusuhan dan negativisme tidak melanggar hak orang


lain

GANGGUAN MOOD

Cukup banyak komorbiditas


Iritabilitas & perilaku agresif

ADHD & GANGGUAN BELAJAR


OCD

PROGNOSIS
o

Usia muda
Rentan
Komorbid

Gejala yang banyak

Paling sering menunjukkannya

Tidak berkorelasi dengan penjara

Prognosis terbaik : tanpa adanya psikopatologi &


gangguan fungsi intelektual

TATALAKSANA
Psikofarmaka
Psikoterapi

MENINGKATKAN
PERILAKU
PROSOSIAL

1. PSIKOFARMAKA

1.1 Anti-Psikotik Atipikal


Risperidone (Risperdal)
Side effect :
Olanzapine (Zyprexa) Sedasi
Quetiapine (Seroquel) Peningkatan kadar prolaktin
(Risperidone)
Ziprasidone (Geodon) Gejala ekstrapiramidal
Ripiprazole (Abilify)
1.2 SSRI (Anti-Depressan)
Fluoxetine (Prozac)
Paroxetine (Paxil)
Citalopram (Celexa)
Sertraline (Zoloft)
1.3 Mood Stabilizer
Carbamazepine (Tegretol)

2. PSIKOTERAPI

2.1 Problem-Solving Skills Training (solusi pemecahan


masalah)
2.2 Anger Coping

Peningkatan perkembangan emosi


Kontrol emosi
Mengelola kemarahan

2.3 Making Choices: Social Problem Solving Skills for


Children (MC)
Kompetensi sosial & emosional lebih baik daripada
anak yang hanya menerima kurikulum sekolah