Anda di halaman 1dari 9

1

JENIS-JENIS PETA DAN KEGUNAANNYA

NAMA
NIM

: NOVITA INDRIASTITI
: 2013/351596/SV/4435/D

1. PENDAHULUAN
1.1 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan peta?
2. Apa saja jenis-jenis peta menurut kegunaannya?
3. Apa perbedaan mendasar dari berbagai jenis peta terutama antara Peta
Topografi dan Peta Rupabumi Indonesia?
4. Bagaimana cara membuat Peta Turunan berupa Peta Tematik berdasarkan
Base Map?
1.2 TUJUAN
1. Memahami dan mengetahui pengertian peta.
2. Mengetahui dan memahami berbagai jenis peta menurut kegunaannya.
3. Mengetahui perbedaan mendasar dari jenis-jenis peta terutama perbedaan
antara Peta Topografi dan Peta Rupabumi Indonesia.
4. Mampu membuat Peta Turunan berupa Peta Tematik berdasarkan Base Map.
2. JENIS-JENIS PETA DAN KEGUNAANNYA
2.1 PEMBAHASAN
Peta adalah representasi dari berbagai tipe informasi unsur muka bumi
maupun yang ada kaitannya dengan permukaan bumi. Dengan demikian, peta
merupakan sumber informasi yang baik karena peta langsung secara visual
memberikan informasi mengenai pola persebaran yang saling berkaitan dari unsurunsur yang digambarkan. Peta yang baik harus menyajikan fungsi dan informasi
dari obyek yang digambarkan secara optimal (Bakosurtanal). Peta juga dapat
diartikan sebagai gambaran konvensional yang disesuaikan terhadap skala di atas
bidang datar, baik dalam bentuk data selektif maupun bentuk abstrak yang ada

hubungannya dengan permukaan bumi. Gambaran konvensional dari permukaan


bumi sering disebut simbol. (Erwin Raisz, 1948)
Sedangkan, secara internasional peta adalah gambaran atau representasi
unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada
kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya
digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/ diskalakan [ICA, 1973]. Peta
dapat digunakan secara baik dengan beberapa tahap penggunaan.
Ada tiga tahap dalam menggunakan peta yaitu [Nurul Khakhim, 2002]:
1. Membaca peta (map reading)
2. Analisa peta (map analysis) yaitu sudah mampu mengetahui apa yang
digambarkan pada peta, yang dilanjutkan dengan mengukur atau mencari nilai dari
unsur-unsur tersebut.
3. Interpretasi peta (map interpretation) yaitu lebih pada mencari jawaban
mengapa dibagian tertentu telah terjadi pola yang berbeda dengan pola dibagian lain
dari peta yang sama.
Beberapa peta menurut kegunaanya dibedakan sebagai berikut :
1. Peta Topografi atau Peta Rupa Bumi
Peta Topografi atau Peta Rupa Bumi adalah peta yang menyajikan/
memperlihatkan unsur-unsur alami (natural features) dan unsur-unsur buatan
manusia (man made features) diatas muka bumi. Unsur-unsur tersebut dapat

dikenali (diidentifikasi) di lapangan dan pada umumnya diperlihatkan pada


posisi sebenarnya. Peta Topografi disebut juga peta umum (bersifat umum)
sebab dalam peta topografi tersebut dicoba untuk menyajikan semua unsur yang
ada dipermukaan bumi (tentunya tergantung skala peta). Peta topografi
digunakan juga sebagai dasar (Base Map) dalam pembuatan peta-peta tematik
seperti peta hidrologi, peta pariwisata, dan lain-lain. [Nurul Khakhim, 1999].
Peta ini meliputi :
a. Peta Topografi, peta umum yang berskala besar.
b. Peta Chorografi, peta umum yang berskala sedang yang biasanya
meliputi daerah yang luas.
c. Peta Dunia, peta umum yang berskala kecil.
Secara umum, peta topografi adalah peta yang menggambarkan
kenampakan permukaan bumi. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak
hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan pengaruh
manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal. Topografi
umumnya menyuguhkan relief permukaan, model tiga dimensi, dan identifikasi
jenis lahan. Sebelum bakosurtanal membuat peta yang kemudian dinamakan
Rupa bumi Indonesia, telah dikenal jenis peta topografi yang dibuat oleh Army
Map Service (AMS) US, yang kemudian dinamakan LCO (Lambert Conical
Orthomapic).
Sedangkan peta Rupa Bumi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan
Peta RBI menurut BAKOSURTANAL didefinisikan sebagai peta topografi yang

menampilkan sebagian unsur-unsur alam dan buatan manusia di wilayah NKRI.


Unsur-unsur kenampakan rupabumi dapat dikelompokkan menjadi 7 tema,
yaitu:
a. Tema 1: Penutup lahan: area tutupan lahan seperti hutan, sawah,
pemukiman dan sebagainya.
b. Tema 2: Hidrografi: meliputi unsur perairan seperti sungai, danau,
garis pantai dan sebagainya.
c. Tema 3: Hipsografi: data ketinggian seperti titik tinggi dan kontur.
d. Tema 4: Bangunan: gedung, rumah dan bangunan perkantoran dan
budaya lainnya.
e. Tema 5: Transportasi dan Utilitas: jaringan jalan, kereta api, kabel
transmisi dan jembatan.
f. Tema 6: Batas administrasi: batas negara provinsi, kota/kabupaten,
kecamatan dan desa.
g. Tema 7: Toponimi: nama-nama geografi seperti nama pulau, nama
selat, nama gunung dan sebagainya.
Peta topografi dan peta RBI mempunyai kandungan esensi yang sama,
yaitu sama sama menggambarkan keadaan permukaan bumi suatu wilayah
sedetail-detailnya. Sebagai bukti, dalam kedua peta tersebut terdapat garis garis
kontur yang menunjukkan ketinggian suatu tempat. Selain itu, keduanya juga

mempunyai kandungan informasi tepi yang hampir sama, diantaranya judul,


skala, penomoran, legenda, dan lain lain. Walaupun isi di dalam informasi tepi
peta tersebut ada yang berbeda.
Selain itu ada juga persamaan di antara kedua peta tersebut dengan
menggunakan kriteria kenampakan alami dan kenampakan buatan manusia.
Pada kenampakan alami persamaan dari peta tersebut adalah objek sungai atau
tubuh air, garis kontur dan mata air. Pada kenampakan buatan persamaan
kenampakan objeknya adalah sawah jalan menara makam dan jalan setapak.
2. Peta Tematik
Peta Tematik adalah peta yang menggambarkan suatu data yang
mempunyai tema khusus dan ada kaitannya dengan detail topografi tertentu.
Peta tematik ini sangat banyak ragam dan jenisnya mulai dari yang berkaitan
dengan keadaan sosial ekonomi budaya sampai pada aspek fisik. [Nurul
Khakhim, 1999]. Peta tematik meliputi :

a. Peta politik
b. Peta kota
c. Peta pariwisata
d. Peta perhubungan
e. Peta ilmu pengetahuan

f. Peta militer
g. Peta pelajaran dan penerbangan
h. Peta tanah
i. Peta geologi dan lain sebagainya.
3. Chart dan Peta Jalan atau Peta Navigasi
Chart dan Peta Jalan atau Peta Navigasi adalah peta yang disusun dengan
tujuan sebagai alat bantu dalam navigasi darat, laut dan udara. Peta-peta ini
biasanya pada skala menengah atau kecil dan hanya mencerminkan
kenampakan-kenampakan yang menarik untuk pengguna peta khusus (sopir,
pilot, navigator). Chart untuk navigasi perairan sering disebut dengan
Hydrographic Chart atau Admiral Chart, sedangkan chart untuk udara sering
disebut Aeronautical Chart.

4. Peta Manuskrip
Peta Manuskrip adalah produk pertama dari suatu peta yang akan
diproduksi (diproses) dalam keseluruhan proses pemetaan. Peta manuskrip ini
dapat berupa hasil plotting dengan tangan yang dihasilkan dari pengukuran
lapangan/survey, tetapi ada pula peta manuskrip untuk pembuatan peta tematik
dan peta-peta lainnya dimana peta ini masih berupa draft.

5. Peta Kerangka
Peta Kerangka adalah peta dasar (Base Map) untuk pembuatan peta
tematik.
6. Peta Induk (Basic Map)
Peta Induk (Basic Map) adalah peta dasar (Base Map) untuk pembuatan
peta-peta topografi dan peta-peta turunannya. Peta induk adalah peta yang
disusun (dicompile) langsung dari survei pertama (pengukuran survei
dilapangan).
7. Peta Turunan (Derived Map)
Peta Turunan (Derived Map) adalah peta yang diturunkan dari peta induk
dan dalam proses ini terjadi proses generalisasi, skala peta turunan lebih kecil
dari peta induknya. Pembuatan peta turunan ini dapat dilakukan dengan cara
menggunakan pantograph, map O graph, dan foto kopi.
Peta juga dapat dikelompokan lagi menjadi berbagai macam peta, yaitu peta
berdasarkan bentuknya, peta berdasarkan penyajian jenis bayangan grafis, peta
berdasarkan keadaan objek, dan peta statitik
Peta berdasarkan bentuknya ada tiga, yaitu :
1. Peta Timbul.
Peta timbul adalah peta yang menggambarkan bentuk permukaan
bumi yang sebenarnya.
2. Peta Datar

Peta datar adalah peta pada umummnya yang dibuat pada bidang
datar (kertas, kain, kanvas).
3. Peta Digital
Peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada suatu pita
magnet atau disket, sedangkan pengolahan dan penyajian data melalui
monitir komputer.
Peta berdasarkan penyajian jenis bayangan grafis ada dua, yaitu :
1. Peta Garis
Peta garis adalah peta yang mempunyai bayangan permukaan bumi
terdiri atas garis, titik, dan area yang dilengkapi teks dan simbol sebagai
tambahan informasi.
2. Peta Citra/Foto
Peta citra/foto adalah peta yang bayangan permukaan buminya
disajikan dalam bentuk citra/foto yang merupakan informasi yang
berasal dari sensor.
Peta berdasarkan keadaan obyek dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Peta Dinamik
Peta dinamik adalah peta yang menggambarkan keadaan labil
ataukah meningkat.
2. Peta Stasioner
Peta stasioner adalah peta yang menggambarkan keadaan stabil atau
tetap.
Peta statistik dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Peta Statistik Distribusi Kualitatif
Peta statistik distribusi kualitatif adalah peta yang menggambarkan
kevariasiaan jenis data tanpa menghitung jumlahnya.
2. Peta Statistik Distribusi Kuantitatif
Peta statistik distribusi kuantitatif adalah peta yang menggabarkan
jumlah data yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase/frekuensi.
3. KESIMPULAN
Makalah ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, pertama adalah peta merupakan
gambaran permukaan bumi yang sudah di seleksi yang diskalakan dan dibuat pada

bidang datar berupa simbol. Kedua, terdapat berbagai jenis peta yang mempunyai
fungsi berbeda, yaitu Peta Topografi, Peta RBI, Peta Tematik, Chart dan Peta Jalan,
Peta Manuskrip, Peta Kerangka, Peta Induk (Base Map), dan Peta Turunan. Ketiga,
terdapat banyak perbedaan dari Peta Topografi dan RBI, bahkan fungsi dari kedua
peta tersebut berbeda maskipun sama-sama digunakan untuk Single Base Map.
Keempat, dalam pembuatan Peta Tematik (Persebaran Masjid daerah Giriwoyo)
dibutuhkan Peta Induk/ Base Map berupa Peta Topografi dan Peta RBI dengan cara
mendelineasi dan melakukan generalisasi terhadap kenampakan objek berupa
penggunaan lahan dan penutup lahan.