Anda di halaman 1dari 32

GIANT CELL ARTERITIS

Seorang perempuan berusia 58 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan
nyeri kepala bitemporal dan nyeri pada leher terutama pada berbaring. Pada daerah
temporal kadang-kadang teraba pembuluh darah yang membesar. Pasien terlihat acakacakan dan merasakan adanya penurunan berat badan akibat nyeri kepala tersebut.
1. Pemeriksaan non invasif apakah yang dapat dianjurkan untuk membantu menegakkan
diagnosis keluhan ini?
a. C-reaktif protein
b. Von willebrand factor
c. Laju endap darah
d. D-dimer
e. Homosistein
Jawab : C
2. Pemeriksaan apakah selanjutnya yang paling dianjurkan untuk membantu menegakkan
diagnosis pada pasien ini?
a. Biopsi arteri temporalis
b. Pemeriksaan lumbal pungsi
c. CT scan kepala
d. CT-angiografi intrakranial
e. MRI kepala
Jawab : A
3. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Cluster headache
b. Migren tanpa aura
c. Tension headache
d. Arteritis arteri temporalis
e. Neuralgia trigeminus
Jawab : D
NEURALGIA TRIGEMINAL
Seorang perempuan berusia 57 tahun datang di poliklinik rumah sakit dengan keluhan
nyeri pada sisi wajah sebelah kanan yang sifatnya hilang timbul. Nyeri dirasakan pada
wajah bagian bawah dengan sifat nyeri tajam, seperti kesetrum listrik dan terutama
dirasakan pada saat mengunyah atau pada saat berbicara. Hal ini jarang terjadi pada saat
pasien tersebut tidur. Hal ini sudah dialami sejak 1 tahun yang terakhir dan menyebabkan
pasien tersebut mengalami penurunan berat badan. Pada saat tersentuh pasien juga
merasakan nyeri pada daerah tersebut.
4. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Neuralgia pterygopalatina
b. Migren dengan aura
c. Cluster headache
d. Neuralgia trigeminal
e. Disfungsi sendi temporo-mandibular
Jawab : D
5. Apakah terapi yang terbaik untuk menanggulangi kasus ini?
a. Parasetamol

b.
c.
d.
e.

Asam mefenamat
Diazepam
Asam valproat
Carbamazepin
Jawab : E
6. Apakah pemeriksaan penunjang yang terbaik untuk membantu menegakkan diagnosis
kasus di atas?
a. CT scan kepala
b. Transcranial Doppler
c. MRI otak
d. Evoked potensial
e. Elektro Mio-Nervegram
Jawab : C
CLUSTER HEADACHE
Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri kepala
berulang yang dialami sejak tahun lalu. Umumnya nyeri kepala tersebut muncul dalam
seminggu dan menghilang dalam beberapa bulan dan muncul kembali. Sifat nyeri kepala
berupa nyeri yang tidak berdenyut terus menerus pada salah satu sisi daerah sekitar mata,
kadang berlangsung sampai 2 jam. Hal ini kadang disertai dengan mata yang kemerahan,
lakrimasi, dan keluarnya cairan dari hidung yang sesisi dengan nyerinya. Nyeri tersebut
umumnya muncul pada malam hari dan kadang-kadang membangunkan pasien tersebut.
Menurut pasien hal ini umumnnya muncul setelah mengkonsumsi alkohol.
7. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Arteritis arteri temporalis
b. Cluster headache
c. Neuralgia trigeminal
d. Migren tanpa aura
e. Tension headache
Jawab : B
8. Apakah terapi abortif yang dapat diberikan untuk kasus ini?
a. Propranolol
b. Metoklopramide
c. Sumatriptan
d. Methergin
e. Amitriptilin
Jawab : C
9. Apakah terapi profilaksis yang dapat diberikan untuk mencegah munculnya keluhan ini?
a. Verapamil
b. Sumatriptan
c. Aspirin
d. Naproxen
e. Ergotamin
Jawab : A

MENINGITIS
Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala
hebat, demam dan sedikit mengalami penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan neurologi
didapatkan adanya Kernig sign dan hiperefleks. Pemeriksaan lumbal pungsi menunjukkan
jumlah protein 72 mg/dL, glukosa likuor 50 mg/dL (glukosa serum 100 mg/dL), WBC 235
dengan 60% limfosit dan hasil pemeriksaan kultu/gram belum ada.
Berdasarkan hasil pemeriksaan likuor, apakah jenis meningitis yang diderita pasien tersebut?
a. Meningitis bakteri
b. Meningitis virus
c. Meningitis tuberkulosis
d. Meningitis bakteri dan viral
e. Tidak dapat ditetapkan karena belum ada hasil kultur dan pewarnaan gram
Jawab : B
Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan kuduk kaku, demam
dan fotophobia. Kasus ini dicurigai sebagai meningitis.
Pemeriksaan apakah yang dapat dilakukan untuk membedakan meningitis virus dan bakteri?
a. Pemeriksaan CT scan
b. Pemeriksaan MRI
c. Pemeriksaan rangsang menings
d. Pemeriksaan funduskopi
e. Pemeriksaan lumbal pungsi
Jawab : E
HIV AIDS DENGAN KOMPLIKASI
Seorang laki-laki berusia 32 tahun diketahui sebagai penderita HIV positif datang ke Puskesmas
dengan keluhan pelupa, gangguan pada saat berjalan (tidak bisa berjalan seperti orang normal)
dan sedikit bingung. Dilakukan pemeriksaan lumbal pungsi yang selanjutnya diperiksa dengan
tinta India yang hasilnya positif.
Apakah diagnosis yang paling mendekati untuk kasus ini?
a. Demensia associated HIV
b. Meningitis kriptokokkus
c. Toksoplasmosis
d. Limfoma SSP
e. Ensefalitis cytomegalovirus
Jawab : B
KOMA
Seorang laki-laki berusia 60 tahun diketahui menderita stroke 1 hari yang lalu dan dibawa ke
ruang gawat darurat dengan keluhan penurunan kesadaran dan ptosis yang disebabkan kelainan
patologis di otak.
Apakah yang bisa menyebabkan kondisi tersebut pada pasien ini?
a. Nekrosis pituitari
b. Herniasi unkal
c. Herniasi sentral
d. Malformasi arteri-vena
e. Herniasi kaudo-rostral

Jawab : B
MENIERES DISEASE
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan vertigo yang sifatnya
episodik dan umumnya berakhir dalam 30 menit. Hal ini berhubungan tinnitus dan penurunan
pendengaran frekuensi rendah. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya kelainan.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Benign paroxysmal positional vertigo
b. Labirintitis supuratif akut
c. Labirintitis serous akut
d. Meniere disease
e. Insufisiensi vertebrobasilar
Jawab : D
BPPV
Seorang laki-laki berusia 63 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa berputar dan oleng.
Hal ini terjadi secara tiba-tiba dan berhenti dengan sendirinya. Diperberat pada saat berguling di
tempat tidur dan pada saat melihat ke atas. Pada saat serangan pasien ini menghindari untuk
berbaring pada sisi kiri karena keluhan tersebut akan bertambah. Tidak ada nyeri kepala, aura,
mual dan muntah. Tidak ada gangguan pendengaran dan tinnitus. Pada pemeriksaan fisik tidak
ditemukan adanya kelainan.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Meniere disease
b. Benign paroxysmal positional vertigo
c. Vestibular migren
d. Vestibular epilepsy
e. Insufisiensi vertebrobasilar
Jawab : B
Pemeriksaan apakah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis
kasus di atas/
a. Timpanometri
b. Elektronistagmogram
c. Dix-Hallpike maneuver
d. Weber test
e. MRI
Jawab : C
DEMENSIA
Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa oleh anaknya ke puskesmas karena mengalami
gangguan memori. Hal ini terjadi beberapa tahun terakhir. Anaknya menyebutkan bahwa pasien
tersebut tidak dapat mengingat hari ulang tahun dan hari pernikahannya serta tidak dapat
mengatur masalah dalam rumahnya termasuk memasak dan membeli barang-barang. Terdapat
saudara perempuan dari pasien tersebut yang mengalami demensia juga dalam umur 40 tahun
dan sudah tidak dapat merawat dirinya sendiri. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan
abnormalitas yang signifikan. Pada pemeriksaan neuropsikologi didapatkan gangguan fungsi
eksekusi. Pada pemeriksaan MMSE didapatkan nilai 20.

Apakah diagnosis yang mungkin untuk kasus di atas?


a. Demensia Lewy bodies
b. Demensia frontotemporal
c. Demensia Alzheimer
d. Demensia vascular
e. Creutzfeldt-Jacob disease
Jawab : C
Gambaran apakah yang mungkin terlihat pada pemeriksaan MRI otak pasien tersebut yang dapat
membantu dalam penegakan diagnosis?
a. Atrofi hipokampus
b. Batas antara substansia grissea dan alba menjadi kabur
c. Adanya gambaran hiperdens pada arteri cerebri media
d. Insular ribbon menghilang
e. Edema cerebri
Jawab : A
Obat apakah yang dapat diberikan untuk menghambat perlangsungan / memperbaiki fungsi
memori pada kasus ini?
a. Golongan antidepresan trisiklik
b. Golongan acetilkolin esterase inhibitor
c. Golongan anti agregasi trombosit
d. Golongan anti koagulan
e. Golongan trombolitik
Jawab : B
PARKINSON
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gerakan menjadi lambat
dan tangan sebelah kanan menjadi lamban (tidak lincah) yang dialami sejak 1 tahun terakhir.
Tulisan tangan menjadi kecil dan istrinya menyebutkan bahwa wajah suaminya kurang ekspresif
dan suaranya menjadi kecil. Beberapa bulan terakhir terdapat tremor pada tangan kanannya,
terutama pada saat menonton televisi. Gejala ini berkembang secara perlahan-lahan. Akhir-akhir
ini juga tampak depresi dan kadang-kadang mengalami konstipasi. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan hipophonia, muka topeng, penurunan frekuensi berkedip, mikrografia, dan tangan
kanan mengalami bradikinesia dan rigiditas. Didapatkan juga adanya resting tremor ketika
sedang berjalan. Pada pemeriksaan MRI otak tidak didapatkan adanya kelainan.
Apakah diagnosis yang paling mendekati untuk kasus di atas?
a. Penyakit Parkinson
b. Stroke
c. Progressive supranuclear palsy
d. Degenerasi multisystem
e. Atrofi cerebellum
Jawab : A
KEJANG

Seorang perempuan berusia 18 tahun tidak memakai helm jatuh ke belakang pada saat
berboncengan motor dan mengalami fraktur kranii pada bagian frontal dan kontusio pada korteks
serebri. Glasgow coma scale pada saat tiba di ruang gawat darurat adalah 10. Tidak ada kejang.
Apakah tujuan pemberian obat anti konvulsan pada pasien ini?
a. Diindikasikan karena adanya rash pada kulit
b. Untuk menurunkan tekanan pada edema cerebri
c. Diindikasikan untuk menurunkan insiden epilepsy post trauma
d. Diindikasikan untuk menurunkan insiden kejang post trauma
e. Untuk mencegah terjadinya penurunan kesadaran lebih lanjut
Jawab : D
Seorang perempuan berusia 38 tahun dibawa ke rumah sakit untuk melahirkan. Pasien tersebut
mengeluh adanya nyeri kepala dan penglihatan kabur. Tekanan darah pada saat itu 180/100. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan adanya edema pada ekstremitas. Pemeriksaan refleks meningkat.
Pada urine didapatkan adanya protein. Secara tiba-tiba pasien tersebut mengalami kejang umum
tonik-klonik.
Apakah terapi yang terbaik untuk pasien ini?
a. Lorazepam
b. Magnesium sulfat
c. Clonazepam
d. Felbamate
e. Fenobarbital
Jawab : B
EPILEPSI
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun datang bersama ibunya ke Puskesmas dengan keluhan
adanya serangan mata berkedip-kedip yang berlangsung beberapa detik. Kadang-kadang pada
saat berbicara berhenti secara tiba-tiba. Gejala ini dapat terjadi sekitar 20 kali atau lebih setiap
hari. Di antara 2 episode serangan keadaan anak tersebut dalam keadaan normal.Anak tersebut
bertumbuh dan berkembang dengan sempurna sampai sekarang. Terdapat riwayat jatuh dari
sepeda dengan kepala yang terbentur di lantai.
Pemeriksaan apakah yang paling dianjurkan untuk kasus di atas?
a. CT scan otak
b. MRI otak
c. Elektroensefalogram
d. Lumbal pungsi
e. Elektro mio-nervegram
Jawab : C
Seorang anak laki-laki berumur 4 tahun diantar oelh ibunya dengan keluhan kehilangan tonus
pada badan yang sifatnya episodic, yang diikuti dengan jatuh kemudian mengalami serangan
kejang umum tonik klonik. Fungsi kognitifnya mengalami gangguan. Pada pemeriksaan elektro
ensefalografi menunjukkan gelombang spike and wave 1,5 2 Hz.
Apakah diagnosis yang paling mendekati untuk kasus ini?
a. Landau-Kleffner syndrome
b. Lennox-Gastaut syndrome
c. Juvenile myoclonic epilepsy

d. Ensefalomiopati mitokondria
e. Kejang demam
Jawab : B
Seorang anak laki-laki berumur 15 tahun mengalami gangguan kehilangan kesadaran dan
responsecara tiba-tiba, umumnya berlangsung antara 3 20 detik. Kejang umumnya diprovokasi
oleh hiperventilasi. Anak tesebut tumbuh dan berkembang secara normal. Pada pemeriksaan
elektro ensefalografi menunjukkan spike and wave discharge 3 Hz.
Apakah diagnosis yang paling mendekati untuk kasus ini?
a. Absence seizure
b. Myoclonic seizures
c. Atonic seizures
d. Febrile seizures
e. Tonic seizures
Jawab : A
MG
Seorang perempuan berusia 30 tahun diantar oleh keluarganya ke poliklinik dengan riwayat
ptosis yang intermitten sejak beberapa bulan yang lalu. Umumnya serangan ptosis berlangsung
lebih kurang 3 kali per bulan. Hal ini terutama dialami apabila dalam keadaan lelah atau setelah
melakukan aktifitas dan hal ini menghilang dengan istirahat. Tidak ada riwayat diplopia,
disfagia, kesulitan pada saat menaiki tangga, menyisir rambut dan kesulitan bernafas. Pasien
tersebut selama ini hidup dalam keadaan sehat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan status mental
normal dan tidak ada gangguan berbicara. Pada pemeriksaan nervus kranialis didapatkan adanya
ptosis kedua palpebra dan lebih jelas terlihat pada saat melihat ke atas. Pemeriksaan otot-otot
ekstraokular normal. Motorik normal kecuali pada otot deltoideus sekitar 4+. Pemeriksaan
refleks dan sensorik normal.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Paralisis periodik
b. Guillain barre syndrome
c. Myasthenia gravis
d. Polineuropati
e. Poliomielitis
Jawab : C
Pemeriksaan penunjang apakah yang dianjurkan untuk membantu menegakkan diagnosis pada
kasus di atas?
a. Transkranial Doppler
b. Elektro mio-nervegram
c. Elektro ensefalogram
d. Evoked potensial
e. Tes WADA
Jawab : B
Pemeriksaan apakah yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasti pada kasus di atas?
a. MRI dan MRA
b. Foto thoraks
c. Fungsi thyroid

d. Pemeriksaan CPK
e. Antibodi reseptor acetilcholin
Jawab : E
Apakah terapi yang terbaik untuk kasus di atas?
a. Acetilcholinesterase inhibitor
b. Kemotherapi
c. Glukosa
d. Kalium
e. MgSO4
Jawab : A

Seorang wanita berusia 31 tahun, masuk rumah sakit karena pusing,


lingkungan sekitarnya terasa berputar, keringat dingin disertai muntahmuntah, terutama ketika menoleh ke kanan.
Apakah diagnosis dari keluhan pasien tersebut?
A.
B.
C.
D.
E.

Vertigo sentral
Vertigo nonvestibular
Neuronitis vestibularis
Benign paroxysmal positional vertigo
Hiperemis gravidarun

Seorang laki-laki berusia 75 tahun, sejak 1 tahun terakhir dikeluhkan oleh


keluarganya karena sering marah-marah, selalu lupa tempat

meletakkan

barang miliknya, tidak bisa lagi berbelanja sendiri ke pasar karena tidak
dapat lagi mengetahui jumlah yang harus dibayarkan. Awalnya dalam 4
tahun terakhir dia sering pelupa. Hal ini semakin hari semakin memberat.
Tidak terdapat riwayat lemah badan pada pasien ini.
Apakah diagnosis dari keluhan pasien tersebut?
A.
B.
C.
D.
E.

Demensia vascular
Demensia Alzheimer
Demensia Pick
Demensia Binswanger
Mild cognitive impaiment

Seorang laki-laki berusia 75 tahun, sejak 1 tahun terakhir dikeluhkan oleh


keluarganya karena sering marah-marah, selalu lupa tempat

meletakkan

barang miliknya, tidak bisa lagi berbelanja sendiri ke pasar karena tidak
dapat lagi mengetahui jumlah yang harus dibayarkan. Awalnya dalam 4
tahun terakhir dia sering pelupa. Hal ini semakin hari semakin memberat.
Tidak terdapat riwayat lemah badan pada pasien ini.
Apakah yang dapat ditemukan pada pemeriksaan CT scan kepala atau MRI
pada pasien tersebut?
A.
B.
C.
D.
E.

Atrofi otak pada lobus oksipital dan frontal


Atrofi otak pada lobus parietal dan frontal
Atrofi otak pada lobus temporal dan parietal
Atrofi otak subkortikal
Hidrosefalus non-komunikan

Seorang laki-laki berusia 75 tahun, sejak 1 tahun terakhir dikeluhkan oleh


keluarganya karena sering marah-marah, selalu lupa tempat

meletakkan

barang miliknya, tidak bisa lagi berbelanja sendiri ke pasar karena tidak
dapat lagi mengetahui jumlah yang harus dibayarkan. Awalnya dalam 4
tahun terakhir dia sering pelupa. Hal ini semakin hari semakin memberat.
Tidak terdapat riwayat lemah badan pada pasien ini.
Pada awal keluhan ditemukan pelupa, apakah kemungkinan yang diderita
pasien tersebut pada masa itu?
A.
B.
C.
D.
E.

Demensia Alzheimer
Mild cognitive impairment
Age associated memory impairment
Benign senescence forgetfulness
Afasia anomik

Seorang wanita berusia 56 tahun, dibawa oleh keluarganya ke IRD dengan


keluhan tidak dapat berbicara pada saat sedang duduk nonton televise.
Pasien tersebut masih mengerti jika diminta untuk melakukan suatu
aktivitas. Hal ini disertai dengan lumpuh separuh badan sisi kanan.

Gangguan apakah yang dialami oleh pasien tersebut?


A.
B.
C.
D.
E.

Afasia transkortikal motorik


Afasia transkortikal sensorik
Afasia Broca
Afasia Wernicke
Afasia global

Seorang laki-laki berusia 55 tahun, dibawa masuk rumah sakit


keluarganya

karena

kesadaran

menurun

yang

terjadi

sekitar

oleh
2

jam

sebelumnya, muntah 3 kali, penglihatan kabur dan sejak sehari sebelumnya


penderita mengeluh nyeri kepala. Pada pemeriksaan fisis ditemukan Glasgow
Coma Scale 10, reflex fisiologis meningkat pada seluruh ekstremitas,
tekanan darah 220/110 mmHg.
Apakah diagnosis dari pasien tersebut?
A. Hipertensi urgency
B. Hipertensi emergensi
C. Hipertensi esensial disertai kedaran menurun
D. Hipertensi primer
E. Hipertensi maligna
Seorang wanita berusia 30 tahun dibawa masuk ke rumah sakit karena
kejang-kejang pada seluruh tubuh disertai kesadaran menurun sejak 3 jam
sebelumnya, durasi setiap kali kejang sekitar 45 menit. Hal ini merupakan
serangan pertama yang dialami oleh pasien tersebut.
Pasien tersebut didiagnosis sebagai:
A. Status kejang
B. Epilepsi
C. Intoksikasi
D. Strok
E. Status epilepsi
Seorang laki-laki berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada
saat setelah kejadian pasien tidak sadarkan diri sekitar 1 jam. Saat sampai di
Instalasi Rawat Darurat (IRD) dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Saat itu
pasien dapat membuka mata dan melokalisir rangsangan nyeri dan pasien

dapat berkata-kata dengan jelas namun terpotong-potong, tidak membentuk


suatu kalimat yang lengkap.
Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) pasien tersebut adalah
a.
b.
c.
d.
e.

E3M5V3
E2M5V4
E3M4V3
E2M4V4
E3M5V4

Seorang laki-laki berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada


saat setelah kejadian pasien tidak sadarkan diri sekitar 1 jam. Saat sampai di
Instalasi Rawat Darurat (IRD) dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Saat itu
pasien dapat membuka mata dan melokalisir rangsangan nyeri dan pasien
dapat berkata-kata dengan jelas namun terpotong-potong, tidak membentuk
suatu kalimat yang lengkap.
Berdasarkan gradingnya, pasien tersebut menderita trauma kapitis derajat
apa?
a.
b.
c.
d.
e.

Sangat ringan
Ringan
Sedang
Berat
Sangat berat

Seorang laki-laki berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada


saat setelah kejadian pasien tidak sadarkan diri sekitar 1 jam. Saat sampai di
Instalasi Rawat Darurat (IRD) dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Saat itu
pasien dapat membuka mata dan melokalisir rangsangan nyeri dan pasien
dapat berkata-kata dengan jelas namun terpotong-potong, tidak membentuk
suatu kalimat yang lengkap.
Apakah yang menjadi indikasi untuk pemeriksaan CT scan kepala pada
pasien tersebut?
a. GCS < 15
b. Rhinorre

c. Defisit neurologi fokal


d. Gejala yang progresif
e. Kejang
Seorang wanita berusia 20 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada
saat tiba di Instalasi Rawat Darurat (IRD) dokter mendiagnosis sebagai
trauma kapitis yang ringan.
Apakah yang menjadi indikasi pemeriksaan CT scan kepala pada pasien
tersebut?
a.
b.
c.
d.
e.

GCS = 15 menetap selama 2 jam setelah trauma


Tidak ada defisit neurologi fokal
Tidak ada tanda-tanda fraktur basis kranii
Penurunan kesadaran kurang dari 5 menit
Penurunan GCS selama masa observasi

Seorang wanita berusia 20 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada


saat tiba di Instalasi Rawat Darurat (IRD) dokter mendiagnosis sebagai
trauma kapitis yang ringan. Setelah diobservasi selama 4 jam, pasien
tersebut diijinkan pulang ke rumah atas pertimbangan.
Apakah yang menjadi pertimbangan dokter sehingga pasien tersebut dapat
dipulangkan?
a. GCS pasien tersebut sudah mencapai 14
b. Terdapat orang dewasa yang bertanggung jawab untuk merawat
di rumah
c. Skor A-WPTASnya sudah mencapai 15
d. Pada pemeriksaan CT scan kepala hanya ditemukan perdarahan kecil
e. GCS pasien tersebut sudah mencapai 15 hanya tingkah lakunya saja
yang berubah
Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke Poli saraf dengan keluhan
nyeri

kepala

berdenyut

pada

sisi

kiri

disertai

dengan

muntah

dan

phonophobia, sebelum nyeri kepala timbul penderita merasa lelah, lapar

namun tidak ada nafsu makan, keluhan ini sudah sering dialami namun
bersifat

hilang

timbul,

pada

pemeriksaan

tidak

ditemukan

adanya

abnormalitas.
Apakah diagnosis nyeri kepala pada pasien tersebut?
a. Tension Headache
b. Migraine tanpa Aura
c. Migraine dengan Aura
d. Cluster Headache
e. Neuralgia Trigeminus
Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke Poli saraf dengan keluhan
nyeri

kepala

berdenyut

pada

sisi

kiri

disertai

dengan

muntah

dan

phonophobia, sebelum nyeri kepala timbul penderita merasa lelah, lapar


namun tidak ada nafsu makan, keluhan ini sudah sering dialami namun
bersifat

hilang

timbul,

pada

pemeriksaan

tidak

ditemukan

adanya

abnormalitas.
Apakah yang menjadi penyebab timbulnya nyeri kepala tersebut?
a. Vasodilatasi pembuluh darah
b. Vasokonstriksi pembuluh darah
c. Vasokonstriksi disusul vasodilatasi pembuluh darah
d. Vasodilatasi disusul vasokonstriksi pembuluh darah
e. Kontraksi otot sekitar kepala
Seorang laki laki berumur 55 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan
nyeri pada daerah dahi kiri, nyeri hebat terasa terbakar dengan eksaserbasi
tajam, pada pemeriksaan ditemukan adanya bekas vesikel dan bila disentuh
terasa nyeri, pada pemeriksaan refleks cornea menurun pada mata kiri.
Apakah diagnosis dari penyakit ini?
A.

Nyeri kepala kluster

B.

Migraine With Aura

C.

Migraine Without Aura

D.

Neuralgia Trigeminus

E.

Neuralgia post herpetic

Laki laki umur 70 tahun, mengeluh nyeri kepala hebat dan menyengat
terutama pada daerah temporal, tidak ada mual dan muntah, dalam 2 bulan
terakhir ini BB sangat menurun, Pada pemeriksaan tentang keganasan tidak
ada tanda2 dari lymphoma, carcinoma, or leukemia. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan adanya pembesaran pembuluh darah pada daerah temporal.
Apakah diagnosis dari pasien ini?
A.

Giant cell arteritis

B.

Migraine With Aura

C.

Migraine Without Aura

D.

Cluster Headache

E.

Tension Headache

Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke Poli Saraf dengan keluahan


kelemahan pada jari-jari, tangan, tungkai sejak 3 bulan terakhir yang terjadi
secara perlahan-lahan. Hal ini disertai dengan gangguan berbicara dan tidak
ada gangguan sensibilitas dan susunan saraf otonom.
Penyakit apakah yang dialami oleh pasien tersebut?
A. Syringomyelia
B. Trauma medula spinal
C. Brown sequard syndrom
D. Amyotrophic lateral sclerosis
E. Cauda equina syndrome
Seorang laki-laki berumur 35 tahun dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit
dengan keluhan gangguan fungsi usus dan kandung kemih, kelemahan
motorik yang tidak sama pada kedua tungkai dan dan berkurangnya sensorik
pada ekstremitas bawah serta hilangnya refleks fisiologis.
Kejadian apakah yang palingf berhubungan dengan kondisi pasien tersebut?
A. Cornu anterior medula spinalis
B. Cauda equina syndrom
C. Cabang Spinal dari plexus brachialis
D. Amyotropik Lateral Sclerosis
E. Tumor batang otak

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan


sering buang air kecil dan selalu merasa penuh pada kandung kemihnya.
Dalam pemeriksaan fisik palpasi ditemukan rasa nyeri pada daerah
suprapubik. Riwayat penyakit pernah menderita DM.
Berdasarkan keluhan tersebut, apakah diagnosis penyakit tersebut?
a. Cauda equine syndrome
b. Neurogenik bladder
c. Diabetes mellitus type II
d. Kerusakan medulla spinalis
e. Prolapsus diskus intervertebralis
Seorang wanita berusia 65 tahun, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, sejak
setahun terakhir tidak dapat lagi melakukan aktivitas rutin sehari-hari seperti
mandi, berpakaian sendiri maupun berbelanja ke pasar, kalau bepergian
selalu kesasar dan tidak tahu jalan pulang ke rumahnya. Dia memiliki riwayat
tekanan darah tinggi, kencing manis dan pernah mengalami stroke 2 tahun
yang lalu.
Apakah diagnosis yang paling cocok untuk pasien tersebut?
A.

Psikotik

B.

Dementia alzheimer

C.

Picks disease

D.

Delirium

E.

Dementia vaskuler

Seorang laki-laki berusia 20 tahun, tiba-tiba mengalami hilang kesadaran,


seluruh badan kaku sekitar 10 detik, dikuti gerakan kejang kelojotan atau
sentakan-sentakan pada seluruh anggota gerak sekitar 30 detik disertai
mulut yang berbusa. Setelah itu

kesadaran kembali pulih namun seluruh

badannya menjadi lemas dan tampak bingung, kemudian tertidur.

Apakah jenis kejang pada pasien tersebut?


A.

Parsial kompleks

B.

Parsial sederhana

C.

Tonik klonik umum

D. Umum sekunder
E.

Absans atau lena

Seorang laki-laki berusia 20 tahun, tiba-tiba mengalami hilang kesadaran,


seluruh badan kaku sekitar 10 detik, dikuti gerakan kejang kelojotan atau
sentakan-sentakan pada seluruh anggota gerak sekitar 30 detik disertai
mulut yang berbusa. Setelah itu kesadaran kembali pulih namun seluruh
badannya menjadi lemas dan tampak bingung, kemudian tertidur.
Pemeriksaan penunjang apakah yang paling sesuai untuk kasus di atas?
A.

Laboratorium darah

B.

Elektroensefalografi

C.

CT scan kepala

D.

MRI otak

E.

Elektromyografi

Seorang anak umur 6 tahun, ketika sedang mengikuti pelajaran di kelas tibatiba terdiam tanpa reaksi selama beberapa detik, mata memandang jauh ke
depan. Setelah itu kesadaran pulih kembali dan dapat mengikuti pelajaran.
Kejadian seperti tersebut terjadi beberapa kali sehari.
Apakah diagnosis dari keluhan yang dialami oleh anak tersebut?
A.

Epilepsi lena atau absans

B.

Mutisme

C.

Psikotik

D.

Sinkop

E.

Automatisme

Seorang laki-laki umur 70 tahun, diantar oleh anaknya ke dokter karena


sejak sebulan terakhir sering kesasar jika ke luar rumah, kalau mandi sering
ceroboh seperti
badannya

badan disabuni tetapi tidak dibilas air, lalu tidak melap

dengan

disimpannya

handuk.

dan

sering

Sering

melupakan

mencurigai

barang-barang
ada

orang

yang
lain

yang telah mencuri barangnya tersebut. Diketahui bahwa sebenarnya sejak


lama orang tuanya sudah sering pelupa, namun akhir akhir ini menjadi lebih
parah.
Apakah iagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?
A.

Psikotik

B.

Dementia Alzheimer

C.

Picks disease

D.

Delirium

E.

Dementia vaskuler

Seorang laki-laki umur 70 tahun, diantar oleh anaknya ke dokter karena


sejak sebulan terakhir sering kesasar jika ke luar rumah, kalau mandi sering
ceroboh seperti
badannya

badan disabuni tetapi tidak dibilas air, lalu tidak melap

dengan

disimpannya

handuk.

dan

sering

Sering

melupakan

mencurigai

barang-barang
ada

orang

yang
lain

yang telah mencuri barangnya tersebut. Diketahui bahwa sebenarnya sejak


lama orang tuanya sudah sering pelupa, namun akhir akhir ini menjadi lebih
parah.
Obat apakah yang paling dianjurkan untuk kondisi ini?
A.

Achetylcholine esterase inhibitor

B.

Obat antidiabetes

C.

Piracetam

D.

Obat antihipertensi

E.

Diet rendah lemak, rendah karbohidrat

Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke Rumah Sakit oleh keluarganya


dengan keluhan pusing berputar yang dialami secara tiba-tiba pada saat
bekerja di kantor. Hal ini disertai dengan nyeri kepala sedang, muntah,
penglihatan ganda dan rasa kram pada wajah satu sisi. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan TD: 170/90 mmHg, N: 92x/mnt, P: 24x/mnt, S: 37,2oC. Pada
pemeriksaan fisik neurologi didapatkan adanya refleks Babinski pada sisi kiri.
Diagnosis apakah yang paling cocok untuk kasus ini?
a. Vestibular neuritis akut
b. Benigna paroxysmal positional vertigo (BPPV)
c. Meniere disease
d. Penyakit vaskular/strok batang otak
e. Multipel sklerosis
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke Rumah Sakit oleh keluarganya
dengan keluhan pusing berputar yang dialami secara tiba-tiba pada saat
bekerja di kantor. Hal ini disertai dengan nyeri kepala sedang, muntah,
penglihatan ganda dan rasa kram pada wajah satu sisi. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan TD: 170/90 mmHg, N: 92x/mnt, P: 24x/mnt, S: 37,2oC. Pada
pemeriksaan fisik neurologi didapatkan adanya refleks Babinski pada sisi kiri.
Pemeriksaan

penunjang

apakah

yang

diperlukan

untuk

membantu

menegakkan diagnosis pada kasus tersebut?


a. Electro Ensefalografi (EEG)
b. CT scan kepala
c. Transcranial Doppler (TCD)
d. Electro Myo-Nervegrafi (EMNG)
e. Elektrokardiografi (EKG)
Seorang wanita 35 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan pusing
berputar yang dialami sejak beberapa jam lalu yang terjadi secara tiba-tiba.
Disertai dengan mual dan muntah. Hal ini sudah dialami sebelumnya dan
memberat

dengan

perubahan

posisi

kepala.

Pada

pemeriksaan

fisik

ditemukan adanya nystagmus yang horizontal. Tidak ditemukan adanya


defisit neurologik.
Diagnosis kerja apakah yang paling tepat untuk kasus ini?

a. Vestibular neuritis akut


b. Infark labirint
c. Infark batang otak
d. Benigna paroxysmal positional vertigo (BPPV)
e. Fistula perylimph
Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
riwayat kehilangan penglihatan. Pasien menyebutkan bahwa satu hari yang
lalu merasa kehilangan penglihatan pada mata kanan yang berlangsung
sekitar 15 menit yang terjadi secara tiba-tiba, kemudian membaik kembali,
hal ini baru pertama kali dialami tanpa adanya riwayat trauma dan mata
merah sebelumnya. Pasien tidak merasakan adanya nyeri pada bola mata.
Terdapat riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang diketahui sejak 2
tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik TD: 140/90 mmHg, N: 104x/mnt, P:
20x/mnt, S: 37,2oC. Pemeriksaan neurologi: tidak didapatkan adanya
kelainan.
Diagnosis apakah yang paling tepat pada kasus ini?
a. Transient visual obscuration (TVO)
b. Amaurosis fugax
c. Transient monocular visual loss (TMVL) or transient monocular
blindness (TMB)
d. Transient bilateral visual loss (TBVL)
e. Ocular infarction
Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
riwayat kehilangan penglihatan. Pasien menyebutkan bahwa satu hari yang
lalu merasa kehilangan penglihatan pada mata kanan yang berlangsung
sekitar 15 menit yang terjadi secara tiba-tiba, kemudian membaik kembali,
hal ini baru pertama kali dialami tanpa adanya riwayat trauma dan mata
merah sebelumnya. Pasien tidak merasakan adanya nyeri pada bola mata.
Terdapat riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang diketahui sejak 2

tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik TD: 140/90 mmHg, N: 104x/mnt, P:
20x/mnt, S: 37,2oC. Pemeriksaan neurologi: tidak didapatkan adanya
kelainan.
Pemeriksaan penunjang apakah yang diperlukan pada kasus ini untuk
menegakkan diagnosis?
a. Pungsi lumbal
b. Electro Ensefalografi (EEG)
c. Electro Myo-Nervegrafi (EMNG)
d. Transcranial Doppler (TCD)
e. Poly Somnografi (PSG)
Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
riwayat kehilangan penglihatan. Pasien menyebutkan bahwa satu hari yang
lalu merasa kehilangan penglihatan pada mata kanan yang berlangsung
sekitar 15 menit yang terjadi secara tiba-tiba, kemudian membaik kembali,
hal ini baru pertama kali dialami tanpa adanya riwayat trauma dan mata
merah sebelumnya. Pasien tidak merasakan adanya nyeri pada bola mata.
Terdapat riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang diketahui sejak 2
tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik TD: 140/90 mmHg, N: 104x/mnt, P:
20x/mnt, S: 37,2oC. Pemeriksaan neurologi: tidak didapatkan adanya
kelainan. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan adanya stenosis pada
arteri karotis interna kanan sekitar 80%.
Tindakan apakah yang paling tepat untuk kasus ini?
a. Bypass pembuluh darah
b. Carotid Angioplasty and Stenting (CAS)
c. Mekanikal thrombektomi
d. Thrombolisis intra arteri
e. Biopsi arteri temporalis
Seorang laki-laki berumur 58 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan
tiba-tiba penglihatan mata kirinya (OS) hilang (gelap), mata kanan baik,

penderita hipertensi lama, dan katanya mengidap penyakit jantung, tidak


ada trauma, tidak ada demam / infeksi.
Diagnosis apakah yang paling tepat untuk kasus ini?
A. Amblyopia
B. Blepharoptosis
C. Hemianopia Sinistra
D. Amaurosis fugax
E. Tubular Vision
Seorang perempuan, berumur 36 tahun dibawa oleh keluarganya ke rumah
sakit dengan keluhan lemah separuh badan kiri, mata kanan tertutup rapat,
mata kiri normal / terbuka. Katanya terjadi tiba-tiba pagi jam (06.00), 36 jam
yang lalu. Bola mata dan orbita utuh dan tak ada keluhan nyeri.

Pada

pemeriksaan CT Scanning otak/kepala tanpa kontras didapatkan adanya lesi


hipodens di intracranial di satu bagian otak.
Di lokasi manakah yang paling memungkinkan topis masalah ini jika
dihubungkan dengan keluhan yang ada?
A.
B.
C.
D.
E.

Hemisfer serebri kanan (presentral)


Mesencephalon sisi kanan
Pons sisi kiri
Medulla oblongata kiri
Medulla spinalis servikalis atas, sisi kanan

Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke dokter oleh keluarganya


keluhan kejang-kejang. Hal ini dialami sejak berusia 15 tahun. Kejang dialami
4 kali sebulan, kejang umum, lidah kadang tergigit, setelah kejang pasien
kelihatan bingung. Waktu berusia 2 tahun, pasien pernah mengalami kejang
demam.
Diagnosis apakah yang paling tepat untuk kasus ini?
A. Petit Mal epilepsi
B. Absence seizure
C.

Grand mal epilepsi

D. Myoclonic epilepsi
E. Psychiomotor epilepsi

Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke dokter oleh keluarganya


keluhan kejang-kejang. Hal ini dialami sejak berusia 15 tahun. Kejang dialami
4 kali sebulan, kejang umum, lidah kadang tergigit, setelah kejang pasien
kelihatan bingung. Waktu berusia 2 tahun, pasien pernah mengalami kejang
demam.
Obat apakah yang paling tepat diberikan pada saat pasien tersebut
mengalami kejang?
A. Klonazepam injeksi
B.

Diazepam injeksi

C. Phenobarbital injeksi
D. Midazolam injeksi
E. Propofol injeksi

Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke dokter oleh keluarganya


keluhan kejang-kejang. Hal ini dialami sejak berusia 15 tahun. Kejang dialami
4 kali sebulan, kejang umum, lidah kadang tergigit, setelah kejang pasien
kelihatan bingung. Waktu berusia 2 tahun, pasien pernah mengalami kejang
demam.
Setelah melakukan pemeriksaan penunjang terhadap pasien ini, berapa lama
masa pengobatan yang dianjurkan pada pasien tersebut?
A. Selama 2-4 tahun bebas serangan
B. Selama 5 tahun mengkonsumsi obat anti epilepsi
C. Dapat dihentikan apabila kejang sudah teratasi dalam 2 minggu
D. Untuk selamanya apabila telah mendapatkan lebih dari 2 obat anti
epilepsi
E. Belum dapat diperkirakan
Seorang anak 7 tahun dibawa ibunya ke dokter karena sering tampak
melamun disertai mata berkedip-kedap. Hal ini dialami beberapa kali
sehari,bahkan puluhan kali, selama beberapa detik sampai menit. Keluhan ini

terjadi sejak 5 bulan yang lalu sehingga prestasi belajar anak tersebut mulai
menurun.

Tidak

ada

riwayat

trauma

kepala

maupun

demam.

dari

pemeriksaan fisik neurologis tidak ditemukan kelainan.


Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?
A. Petit Mal epilepsi
B. Generalized tonic-clonic seizure
C. Temporal lobe epilepsi
D. Psychomotor epilepsy
E. Myoclonic epilepsy
Seorang anak 7 tahun dibawa ibunya ke dokter karena sering tampak
melamun disertai mata berkedip-kedap. Hal ini dialami beberapa kali
sehari,bahkan puluhan kali, selama beberapa detik sampai menit. Keluhan ini
terjadi sejak 5 bulan yang lalu sehingga prestasi belajar anak tersebut mulai
menurun.

Tidak

ada

riwayat

trauma

kepala

maupun

demam.

dari

pemeriksaan fisik neurologis tidak ditemukan kelainan. Setelah dilakukan


pemeriksaan penunjang diketahui bahwa anak ini menderita epilepsy.
Obat apakah yang paling sesuai untuk kasus ini?
A. Phenytoin
B.

Asam valproat

C. Phenobarbital
D. Klonazepam
E. Diazepam
Sampai di sini jumlah soal 38, ntar disambung lagi ya, he3.
Seorang laki-laki berusia 64 tahun, cekatan tangan kanan, masuk rumah
sakit karena secara tiba-tiba tidak dapat berbicara namun masih bisa
mengerti apa yang didengarkannya.
Apakah diagnosis dari pasien tersebut?
A. Afasia Wernicke

B.
C.
D.
E.

Afasia Broca
Afasia Transkortikal Motorik
Afasia global
Afasia anomik

Seorang laki-laki berusia 64 tahun, cekatan tangan kanan, masuk rumah


sakit karena secara tiba-tiba tidak dapat berbicara namun masih bisa
mengerti apa yang didengarkannya. Jika pada pemeriksaan lanjut beberapa
hari kemudian ditemukan Skor MMSE 14, dan aktifitas sehari-hari terganggu
bukan karena kecacatan fisik.
Apakah kira-kira yang dialami pasien tersebut saat ini?
A.
B.
C.
D.
E.

Demensia Alzheimer
Mild Cognitive Impairment
Vascular Cognitive Impairment
Demensia Vaskular
Binswangers Disease

Seorang perempuan berusia 28 tahun dibawa oleh orang tuanya ke rumah


sakit dengan keluhan lemah kedua tungkai sejak 1,5 tahun yang lalu. Pada
awalnya kelemahan dirasakan pada kaki dan tangan kiri disertai rasa tebal
sampai di lutut. Pasien berjalan dengan kaki kiri diseret. Pasien juga
mengeluhkan penglihatan mulai terganggu, seperti ada kabut dan silau bila
kena sinar, dan beberapa bulan kemudian pandangan pasien menjadi ganda
bila melihat jauh, keluhan ini dirasakan semakin memberat. Kelemahan
kedua tungkai makin bertambah dan selama 1 tahun pasien hanya dapat
duduk di tempat tidur dan menggunakan kursi roda bahkan sejak 6 bulan
SMRS pasien sudah tidak dapat duduk lagi karena lemah. Sejak 2 bulan
terakhir pasien mulai bicara tidak jelas dan mengeluh sulit menelan dan
sering tersedak, disekitar mulut pasien juga dirasakan tebal. BAB dan BAK
pasien sering ngompol. Tidak terdapat riwayat demam, kejang, batuk lama
dan penurunan berat badan.
Dari kasus di atas, apakah kemungkinan yang dialami oleh perempuan
tersebut?

a.
b.
c.
d.
e.

Guilan Barre Syndrome


Devic Disease
Multiple Sklerosis
Miastenia Gravis
Tumor intra kranial

Seorang perempuan berusia 28 tahun dibawa oleh orang tuanya ke rumah


sakit dengan keluhan lemah kedua tungkai sejak 1,5 tahun yang lalu. Pada
awalnya kelemahan dirasakan pada kaki dan tangan kiri disertai rasa tebal
sampai di lutut. Pasien berjalan dengan kaki kiri diseret. Pasien juga
mengeluhkan penglihatan mulai terganggu, seperti ada kabut dan silau bila
kena sinar, dan beberapa bulan kemudian pandangan pasien menjadi ganda
bila melihat jauh, keluhan ini dirasakan semakin memberat. Kelemahan
kedua tungkai makin bertambah dan selama 1 tahun pasien hanya dapat
duduk di tempat tidur dan menggunakan kursi roda bahkan sejak 6 bulan
SMRS pasien sudah tidak dapat duduk lagi karena lemah. Sejak 2 bulan
terakhir pasien mulai bicara tidak jelas dan mengeluh sulit menelan dan
sering tersedak, disekitar mulut pasien juga dirasakan tebal. BAB dan BAK
pasien sering ngompol. Tidak terdapat riwayat demam, kejang, batuk lama
dan penurunan berat badan.
Dari kasus di atas, apakah kemungkinan yang menjadi etiologi dari penyakit
tersebut?
a.
b.
c.
d.
e.

Autoimun
Infeksi
Vaskuler
Idiopatik
Tumor

Seorang perempuan berusia 28 tahun dibawa oleh orang tuanya ke rumah


sakit dengan keluhan lemah kedua tungkai sejak 1,5 tahun yang lalu. Pada
awalnya kelemahan dirasakan pada kaki dan tangan kiri disertai rasa tebal
sampai di lutut. Pasien berjalan dengan kaki kiri diseret. Pasien juga
mengeluhkan penglihatan mulai terganggu, seperti ada kabut dan silau bila
kena sinar, dan beberapa bulan kemudian pandangan pasien menjadi ganda
bila melihat jauh, keluhan ini dirasakan semakin memberat. Kelemahan

kedua tungkai makin bertambah dan selama 1 tahun pasien hanya dapat
duduk di tempat tidur dan menggunakan kursi roda bahkan sejak 6 bulan
SMRS pasien sudah tidak dapat duduk lagi karena lemah. Sejak 2 bulan
terakhir pasien mulai bicara tidak jelas dan mengeluh sulit menelan dan
sering tersedak, disekitar mulut pasien juga dirasakan tebal. BAB dan BAK
pasien sering ngompol. Tidak terdapat riwayat demam, kejang, batuk lama
dan penurunan berat badan.
Apakah terapi yang terbaik yang dapat diberikan pada kasus di atas?
a.
b.
c.
d.
e.

Anti edema
Neuroprotektor
Antibiotik
Anti viral
Imunosupresan

Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit


dengan keluhan tidak bisa buang air kecil dan lemah pada kedua tungkai
yang terjadi secara tiba-tiba, disertai kehilangan penglihatan pada kedua
mata. Riwayat trauma tidak ada. Riwayat demam 1 minggu sebelumnya.
Dari pemeriksaan ditemukan paraparesis flaksid, sensibilitas terganggu
setinggi Thorakal 10 dan retensio urine. Dari pemeriksaan penunjang MRI
otak tidak ditemukan kelainan dan vertebra thoracal tampak demielinasi
yang luas sepanjang medulla spinalis thorakal.
Dari kasus tersebut di atas, apa kemungkinan diagnosisnya?
a. Multiple sclerosis (MS)
b. Acute disseminated encephalomyelitis (ADEM)
c. Systemic lupus erythematosus (SLE)
d. Sjgren syndrome
e. Neuromielitis Optik (NMO)
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit
dengan keluhan tidak bisa buang air kecil dan lemah pada kedua tungkai
yang terjadi secara tiba-tiba, disertai kehilangan penglihatan pada kedua
mata. Riwayat trauma tidak ada. Riwayat demam 1 minggu sebelumnya.
Dari pemeriksaan ditemukan paraparesis flaksid, sensibilitas terganggu
setinggi Thorakal 10 dan retensio urine. Dari pemeriksaan penunjang MRI

otak tidak ditemukan kelainan dan vertebra thoracal tampak demielinasi


yang luas sepanjang medulla spinalis thorakal.
Terapi apakah yang sesuai pada kasus di atas?
a.
b.
c.
d.
e.

Manitol 20%
Neuroprotektor
Antibiotik
Anti viral
Metilprednisolon

Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa oleh keluarganya ke instalasi


rawat darurat oleh karena mengalami vertigo (ia melihat benda-benda di
sekelilingnya terputar) secara tiba-tiba pada saat aktifitas, disertai muntah.
Saat diperiksa TD 190/100 mmHg, ditemukan nistagmus.
Bagaimana mekanisme timbulnya gejala/tanda vertigo dan muntah pada
kasus di atas>
a.
b.
c.
d.
e.

Terjadi CNS plastisity


Dominasi saraf simpatis
Kurangnya pelepasan CRF
Rangsang gerak tidak sesuai memori
Rangsang gerak di bawah ambang fisiologis

Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa oleh keluarganya ke instalasi


rawat darurat oleh karena mengalami vertigo (ia melihat benda-benda di
sekelilingnya terputar) secara tiba-tiba pada saat aktifitas, disertai muntah.
Saat diperiksa TD 190/100 mmHg, ditemukan nistagmus.
Pemeriksaan apa paling cocok untuk mengetahui etiologi vertigonya,
kelainan sentral atau perifer?
a. Laseque
b. Tinnel Sign
c. Rossolimo
d. Romberg Test
e. Gaag Reflex

Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa oleh keluarganya ke instalasi


rawat darurat oleh karena mengalami vertigo (ia melihat benda-benda di
sekelilingnya terputar) secara tiba-tiba pada saat aktifitas, disertai muntah.
Saat diperiksa TD 190/100 mmHg, ditemukan nistagmus.
Apa penyebab yang paling mungkin dari kasus di atas?
a. Epilepsy
b. Migren basiler
c. Meniere disease
d. Tumor serebellopontine angle
e. Haemorragic Stroke di serebellum
Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa oleh keluarganya ke instalasi
rawat darurat oleh karena mengalami vertigo (ia melihat benda-benda di
sekelilingnya terputar) secara tiba-tiba pada saat aktifitas, disertai muntah.
Saat diperiksa TD 190/100 mmHg, ditemukan nistagmus.
Bagaima sifat nistagmus pada Hall-Pike maneuver jika kasus di atas akibat
kelainan di sentral
a. Ada masa laten
b. Berlangsung > 2 menit
c. Timbul fatigue
d. Timbul vertigo
e. Arahnya horisotal
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit
karena secara tiba-tiba mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas
sehari-hari dan pelupa. Hasil pemeriksaan dokter ditemukan tekanan darah
180/100 mmHg, dan pada CT scan kepala ditemukan adanya lesi hipodens di
daerah thalamus.
Pada kasus di atas apakah diagnosis dari pasien tersebut?
A. Amnesia pasca trauma
B. Demensia Vaskular
C. Demensia Alzheimer
D. Mild cognitive impairment
E. Delirium

Seorang laki-laki berusia 60 tahun, dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit


karena secara tiba-tiba mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas
sehari-hari dan pelupa. Hasil pemeriksaan dokter ditemukan tekanan darah
180/100 mmHg, dan pada CT scan kepala ditemukan adanya lesi hipodens di
daerah thalamus.
Jika dilakukan pemeriksaan skor Hachinski, berapakah nilai skor yang
diharapkan?
A.
B.
C.
D.
E.

<7
47
<4
>7
1-3

Seorang laki-laki berusia 18 tahun, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas


oleh dokter didiagnosis sebagai cidera kranioserebral

sedang atau

moderate.
Pada kasus tersebut kemungkinan penderita mempunyai nilai GCS berapa?
A. 14 - 15
B. 9 - 13
C. 8 - 13
D. 9 - 12
E. 3 - 8
Seorang laki-laki berusia 18 tahun, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas
oleh dokter didiagnosis sebagai cidera kranioserebral

sedang atau

moderate.
Pada kasus tersebut kemungkinan ditemukan adanya amnesia pasca trauma
pada hari keberapa?
A. > 1 hari 7 hari
B. < 1 hari
C. > 7 hari
D. 2 hari 3 hari
E. 1 jam 1 hari

Seorang laki-laki berusia 18 tahun, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas


oleh dokter didiagnosis sebagai cidera kranioserebral

sedang atau

moderate.
Berapa lamakah penderita pada kasus tersebut di atas kemungkinan
mengalami penurunan kesadaran?
A. 1 jam 24 jam
B. > 24 jam
C. 1 minggu
D. > 1 minggu
E. < 1 jam
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa masuk rumah sakit karena
nyeri pada lututnya setelah terjatuh dari sepeda motor.
Nyeri apakah yang dialami oleh pasien tersebut?
A. Nyeri nosiseptif
B. Nyeri Neuropatik
C. Nyeri Inflamasi
D. Alodinia
E. Neuralgia
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa masuk rumah sakit karena
nyeri pada lututnya setelah terjatuh dari sepeda motor.
Bagaimana urutan proses terjadinya nyeri pada pasien tersebut?
A. Transmisi, transduksi, modulasi dan persepsi
B. Transmisi, modulasi, transduksi dan persepsi
C. Transduksi, transmisi, modulasi dan persepsi
D. Modulasi, transduksi, transmisi dan persepsi
E. Modulasi, transmisi, transduksi dan persepsi
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa masuk rumah sakit karena
nyeri pada lututnya setelah terjatuh dari sepeda motor.
Obat apakah yang tepat untuk kasus tersebut di atas?
A. Non-Steroid anti inflammation drugs
B. Anti Piretik
C. Analgesik
D. Anti epilepsy
E. Anti depresan

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan


nyeri dan rasa panas pada kedua kakinya. Pasien tersebut memiliki riwayat
menderita diabetes mellitus sejak tiga tahun terakhir.
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada pasien tersebut?
A. Nyeri nosiseptif
B. Nyeri inflamasi
C. Nyeri neuropatik
D. Nyeri alodinia
E. Nyeri hiperalgesia
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
nyeri dan rasa panas pada kedua kakinya. Pasien tersebut memiliki riwayat
menderita diabetes mellitus sejak tiga tahun terakhir.
Terapi apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?
A. Non-Steroid anti inflammation drugs
B. Anti Piretik
C. Analgesik
D. Anti konvulsan
E. Kortikosteroid
Seorang perempuan berusia 45 tahun mengalami nyeri pada rahang atas
dan dahi sisi kiri. Nyeri berlangsung beberapa detik, berulang-ulang dalam
sehari, terasa seperti terkontak listrik.
Diagnosis apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut di atas?
A. Nyeri inflamasi
B. Nyeri osteogenik
C. Nyeri myogenik
D. Neuralgia trigeminal
E. Neuralgia glosofaringeus
Seorang perempuan berusia 45 tahun mengalami nyeri pada rahang atas
dan dahi sisi kiri. Nyeri berlangsung beberapa detik, berulang-ulang dalam
sehari, terasa seperti terkontak listrik.
Terapi apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut di atas?
A. Non-Steroid anti inflammation drugs
B. Anti Piretik

C. Analgesik topikal
D. Anti epilepsy
E. Kortikosteroid lokal