Anda di halaman 1dari 44

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah

: SMK

Mata Pelajaran

: AKUNTANSI KEUANGAN

Kelas/ Semester

: XI AKUNTANSI/ 1

Materi Pokok

: Akuntansi Kas Kecil Sistem Dana Tetap

Alokasi Waktu

: 20 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif
dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3.1
4.1

Menjelaskan pencatatan pembentukan kas kecil, pembayaran dengan menggunakan kas


kecil dan pengisian kas kecil dengan sistem dana tetap.
Mencatat pembentukan kas kecil, pembayaran dengan menggunakan kas kecil dan
pengisian kas kecil dengan sistem dana tetap.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI-3
3.1.1 Menjelaskan pengertian kas kecil
3.1.2 Menjelaskan fungsi kas kecil
3.1.3 Menjelaskan sistem pencatatan kas kecil
3.1.4 Menjelaskan proses pembentukan kas kecil
3.1.5 Menjelaskan pembayaran dengan kas kecil sistem dana tetap
3.1.6 Menjelaskan pengisian kas kecil sistem dana tetap
2. Indikator KD pada KI-4
2.1.1 Melakukan pencatatan pembentukan kasa kecil dengan sistem dana tetap
2.1.2 Melakukan pencatatan pembayaran dengan kas kecil sistem dana tetap
2.1.3 Melakukan pencatatan pengisian kembali kas kecil menggunakan sistem dana tetap
D. Materi Pembelajaran
Page 1 of 44

Materi Reguler
1. Pengertian Kas Kecil
2. Fungsi Kas Kecil
3. Sistem Pencatatan Kas Kecil
4. Pencatatan Kas Kecil dengan Sistem Dana Tetap:
Pembentukan Kas Kecil
Pembayaran dengan Kas Kecil
5. Pengisian Kembali Kas Kecil
Materi Pembelajaran Remedial
Pada dasarnya materi pembelajaran remedial adalah materi pembelajaran regular yang
disederhanakan sehingga lebih mudah dipahami dan dilakukan. Misalnya lebih
menyederhanakan tingkat kesukaran soal/kasus mengenai kas kecil dengan system dana tetap
Materi Pembelajaran Pengayaan
Materi pengayaan dikembangkan dari materi pembelajaran regular dengan meningkatkan
faktor kesulitan submateri kas kecil dengan system dana tetap
E. Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke-1
Langkah Pembelajaran
Deskripsi
Pendahuluan
Orientasi
Melakukan pembukaan dengan
salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran
Mengkondisikan suasana belajar
yang
menyenangkan
dan
menanyakan kesiapan peserta
peserta didik untuk belajar
Memeriksa kehadiran peserta didik
Apersepsi
Mengaitkan materi/tema/kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
dengan kehidupan sehari-hari
Mengajukan pertanyaan yang ada
kaitannya dengan materi yang akan
diajarkan
Motivasi
Menyampaikan tujuan
pembelajaran
Pemberian Acuan
Memberitahukan materi yang akan
dipelajari pada pertemuan tersebut
Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme
pelaksanaan pembelajaran sesuai
dengan langkah-langkah
pembelajaran
Inti
Peserta didik diberi pengarahan untuk
(Stimulation/pemberian
memusatkan perhatian pada topik:
Page 2 of 44

Alokasi Waktu
5 menit

10 menit

rangsangan)

(Problem
statement/pertanyaan i
dentifikasi masalah)

(Data
collection/pengumpulan
data)

(verification/pembuktian)

(Generalization/menarik
kesimpulan)

Pengertian kas kecil


Fungsi kas kecil
Sistem pencatatan kas kecil
Pencatatan Kas Kecil dengan Sistem
Dana Tetap:
Pembentukan Kas Kecil
Pembayaran dengan Kas Kecil
Dengan cara:
Mengamati
- Peserta didik diminta mengamati
gambar/video/lembar pengamatan yang
berkaitan dengan pengertian kas kecil,
fungsi kas kecil, sistem pencatatan kas
kecil
Mendengar
- Peserta
didik
diminta
untuk
mendengarkan penjelasan umum materi
oleh guru tentang kas kecil
Menyimak
- Peserta didik diminta menyimak
penjelasan pengantar materi secara garis
besar/global tentang materi yang
disampaikan mengenai pengertian kas
kecil, fungsi kas kecil, sistem
pencatatan kas kecil
Guru memberikan kesempatan pada peserta
didik untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan
gambar/video/lembar
pengamatan
yang
diberikan
Peserta didik diminta untuk mengumpulkan
informasi yang relevan untuk menjawab
pertanyaan yang telah diindentifikasi tentang
materi pengertian kas kecil, fungsi kas kecil,
sistem pencatatan kas kecil melalui kegiatan:
- Wawancara dengan narasumber
- Mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber
- Mengolah data yang terkumpul dan
mendiskusikan
bersama
teman
sekelompok
Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan
dan meverifikasi hasil pengamatannya dengan
data-data atau teori pada buku sumber melalui
kegiatan bersama-bersama antar guru dan
peserta didik
Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
- Menyampaikan hasil diskusi secara
lisan dan tertulis di depan kelas
- Mengemukakan
pendapat
atas
presentasi yang dilakukan dan
Page 3 of 44

Penutup

ditanggapi oleh kelompok yang


mempresentasikan
Peserta didik yang lain bertanya atas
presentasi yang dilakukan dan diberi
kesempatan
kepada
kelompok
presentasi untuk menjawab
Bertanya kepada peserta didik tentang
hal-hal yang belum dipahami dan guru
melemparkan pertanyaan ke beberapa
peserta didik

Guru:
- Memberikan kesimpulan materi pada
pembelajaran hari ini
- Memberikan penghargaan kepada
kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik
- Memberi tugas berupa ringkasan
materi yang sudah dipelajari hari itu
- Menyuruh peserta didik untuk
membaca materi selanjutnya
- Mengakhiri pelajaran

5 menit

F. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
a. Pengetahuan
Penugasan, membuat ringkasan materi tentang akuntansi kas kecil sistem dana
tetap
Tes tertulis
Bentuk soal tes tertulis yakni terdiri dari soal uraian dan soal kasus berisi soal
pengetahuan dan transaksi akuntansi pencatatan kas kecil sistem dana tetap
Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan.
b. Keterampilan
Penilaian Proyek
2. Instrumen Penilaian
a. Pertemuan Pertama (terlampir)
3. Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial dan pengayaan segera dilaksanakan setelah diadakannya


penilaian.
Pembelajaran remedial
Berdasarkan hasil penilaian, jika siswa mendapatkan nilai kurang dari KKM maka siswa
diberi soal remedial dalam bentuk tes tulis.
Pembelajaran pengayaan
Berdasarkan hasil penilaian, jika siswa mendapatkan nilai diatas KKM maka siswa diberi
soal pengayaan yang tingkat kesulitannya lebih tinggi sehingga siswa bisa lebih
memahami materi akuntansi kas kecil sistem dana tetap.

Page 4 of 44

G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media/ Alat
a. Handout Akuntansi Kas Kecil Sistem Dana Tetap
2. Bahan
a. Alat tulis (pensil atau bulpoin)
b. Penggaris
3. Sumber Belajar
a. Buku akuntansi keuangan untuk SMK kurikulum 2013
a. Internet
b. Lingkungan sekitar: seperti badan usaha yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan.

Page 5 of 44

Indikator/Kriteria Unjuk Kerja


Rangkuman ditulis runtut, rapi, dan mudah dibaca
Rangkuman mudah dipahami
Sedikit atau banyaknya isi rangkuman
Isi rangkuman mencakup semua materi yang diajarkan saat itu
Rangkuman yang ditulis tiap peserta didik berbeda penyajian
JUMLAH

Skor

Lampiran

LEMBAR PENILAIAN
PENGETAHUAN (KI-3)

Penugasan
Rubrik Penskoran

Penugasan

Pedoman Penskoran
INDIKATOR
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

NILAI
80 - 100
70 - 79
60 - 69
45 - 59

SKOR
4
3
2
1

Nilai Akhir:

jumlah skor yang diperoleh


100
jumlah skor total

Tes tertulis

Lembar penilaian Pengetahuan


a. Teknik Penilaian
b. Bentuk Instrumen
c. Instrumen Penilaian

: Test Tulis
: Uraian
:

No

Indikator

Bentuk
soal

1.

Mengidentifikasi
pengertian dan
karakterisitik kas
kecil

Subjektif

Soal
Jelaskan
pengertian dan
karakteristik
kas kecil!

Kas Kecil (Petty Cash)


Merupakan uang yang dicadangkan
oleh perusahaan untuk membayar
pengeluaran yang sifatnya rutin tapi
jumlah rupiahnya relative kecil
Petty

Page 6 of 44

Skor
Max

Penyelesaian

Cash memiliki

beberapa

15

karakteristik yaitu :

2.

Mengidentifikasi
fungsi kas kecil

Subjektif

Sebutkan
dan jelaskan
fungsifungsi dari
kas kecil!

Page 7 of 44

1.

Jumlahnya dibatasi tidak


lebih atau tidak kurang dari
suatu jumlah tertentu yang telah
ditentukan oleh manajemen
perusahaan. Tentunya masingmasing perusahaan menetapkan
jumlah yang berbeda sesuai
dengan sekala operasional
perusahaan

2.

Dipergunakan
untuk
mendanai transaksi kecil yang
sifatnya rutin setiap hari

3.

Disimpan di tempat khusus,


misalnya dikotak kecil yang biasa
di sebut petty cash box atau di
dalam sebuah amplop.

4.

Ditangani oleh seorang


petugas keuangan ditingkatan
pemula (junior cashier)

a. Fungsi Kas: bertanggung 20


jawab untuk mengisi cek,
meminta otorisasi terhadap
cek, dan menyerahkan cek
kepada pemegang dana kas
kecil pada saat pembentukan
dan pengisian kembali dana
kas kecil.
b. Fungsi
Akuntansi
:
bertanggung
jawab
mengenai
pencatatan
pengeluaran,
transaksi,
pengisian kembali dana kas
kecil, dan pembuatan bukti
kas keluar yang memberikan
otorisasi kepada fungsi kas.
c. Fungsi Pemegang Dana Kas
Kecil:
bertanggungjawab
terhadap penyimpanan dana
kas kecil, pengeluaran dana
kas kecil sesuai dengan
otorisasi
dari
pejabat

tertunjuk dan permintaan


pengisian kembalidana kas
kecil.
d. Fungsi yang Memerlukan
Pembayaran
Tunai
:
bertanggung jawab terhadap
pemakaian dana kas kecil
serta
mempertanggung
jawab kan kepada pemegang
dana kas kecil.
e. Fungsi Pemeriksa Intern :
bertanggung jawab terhadap
perhitungan dana kas kecil
(cash count)secara periodic
dan
pencocokan
hasil
perhitungannya
dengan
catatan kas.
3.

Menyebutkan
sistem dana kas
kecil

Subjektif

Sebutkan
dan jelaskan
macammacam
sistem
pencatatan
kas kecil

Ada dua metode yang digunakan


untuk mencatat kas kecil yaitu:
1. Sistem Imprest
Dalam sistem ini jumlah rekening
kas kecil selalu tetap yaitu sebesar
cek yang diserahkan kepada kasir
kas kecil untuk membentuk dana kas
kecil. Setiap kali melakukan
pembayaran, kasir kas kecil harus
membuat bukti pengeluaran, apabila
jumlah kas kecil tinggal sedikit dan
juga pada akhir periode kasir kas
kecil akan minta pengisian kembali
kas kecilnya sebesar jumlah yang
sudah dikeluarkan. Pada sistem
imprest pengeluaran kas kecil baru
dicatat pada saat pengisian kembali.
Ciri cirinya :
1. Pengelola kas kecil meminta
penggantian kepada kas umum
dengan menyerahkan bukti
bukti pengeluaran yang telah
dilakukan.
2. Penggantian dana kas kecil
dilakukan dengan penarikan
cek yang jumlahnya sama
dengan dana kas kecil yang

Page 8 of 44

15

sudah dikeluarkan.
3. Pada
saat
dilakukan
penggantian dana kas kecil,
maka
bukti

bukti
pengeluaran dicatat dalam
jurnal pengeluaran kas umum.
2. Sistem Fluktuasi
Pada metode fluktuasi saldo kas
kecil tidak tetap tetapi berfluktuasi
sesuai dengan jumlah pengeluaranpengeluaran kas kecil. Dalam
metode fluktuasi setiap terjadi
pengeluaran kas kecil langsung
dicatat, jadi buku pengeluaran kas
kecil mempunyai fungsi sebagai
buku jurnal dan menjadi dasar untuk
pembukuan ke rekening-rekening
buku besar.
Ciri cirinya :
1. Pembentukan dan pengisian
kembali dana kas kecil dicatat
di debit dalam akun kas kecil.
2. Bukti pengeluaran kas kecil
dicatat dalam buku jurnal kas
kecil dengan mendebit akunakun yang terkait dengan
penggunaan dan kredit akun kas
kecil.
3. Besarnya
jumlah
yang
disediakan
berfluktuasi
disesuaikan
dengan
perkembangan kegiatan bagianbagian pemakai dana.
4.

Mencatat
transaksi
keuangan yang
terkait dengan
pencatatan kas
kecil sistem dana
tetap

Subjektif

25

5.

Mencatat
transaksi
keuangan yang
terkait dengan
akuntansi usaha

Subjektif

25

Page 9 of 44

persekutuan
Total skor maksimal

100

4. PD Trisatya sentosa menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah


kecil. Kas tersebut mulai dibuka pada tanggal 1 Desember 2011 dengan menerima uang sebanyak
Rp 3.000.000 dari Kas. Untuk selanjutnya kas kecil diisi setiap tanggal 15 dan 30. Transaksi yang
berhubungan dengan kas kecil selama bulan desember 2011 adalah sebagai berikut:
2 desember
Dibeli materai Rp 320.000 (suplai Kantor)
7 desember
Dibayar rekening listrik Rp 340.000 dan air Rp 220.000
12 desember Dibayar biaya iklan pada harian kompas Rp 200.000
14 desember Dana Kas kecil dianggap terlalu besar, maka Rp 500.000 disetor kembali ke kas.
15 desember Dana kas kecil diisi kembali.
Diminta:
Buatlah Jurnal umum, jika menggunakan metode:
a. Sistem dana tetap (imprest fund system)
Jawab:
a. Sistem dana tetap (imprest fund system)
Dengan menggunakan metode ini, maka dana kas kecil akan mempunyai jumlah dana yang
selalu tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada petugas kas kecil.
Berikut ini Jurnal yang dibuat dengan menggunakan metode Imprest:
01 Des 2011

Kas Kecil
Kas
(pembentukan dan Kas Kecil)

Rp3.000.000
Rp3.000.000

02 Des 2011
--------------- -------07 Des 2011
--------------- -------12 Des 2011
--------------- -------(Saat terjadi pengeluaran kas kecil tidak ada pencatatan sebelum pengisian ulang)

14 Des 2011
Kas
Kas Kecil
Rp500.000
(Penurunan saldo kas kecil dan dikembalikan ke Kas)

Rp500.000

15 Des 2011

Rp200.000
Rp320.000
Rp340.000
Rp220.000

Beban Iklan
Beban Perlengkapan Kantor
Biaya Listrik
Biaya Air
Kas
(Pengisian kembali Dana Kas Kecil)

Page 10 of 44

Rp1.080.000

5. PT Astria Bersama menetapkan kas kecil untuk pembayaran pengeluaran dalam nominal yang
kecil. Kas kecil tersebut dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 dengan menerima uang sebesar Rp
2.500.000 dari akun kas. berikutnya, kas kecil akan diisi lagi pada setiap tanggal 15 dan 30.
Transaksi transaksi pengeluaran yang menggunakan kas kecil selama bulan Januari 2015 adalah
sebagai berikut:
03/01/2015
08/01/2015
11/01/2015
14/01/2015
15/01/2015
19/01/2015
21/01/2015
29/01/2015
30/01/2015

Dibeli materai Rp 300.000


Pembayaran beban listrik Rp 320.000 dan air Rp 280.000
Dibayar biaya iklan di koran jawa pos Rp 250.000
Kas kecil dianggap terlalu besar, Rp 500.000 sehingga kas kecil dikembalikan
Dana kas kecil diisi kembali.
Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
Dibayar biaya telepon Rp 360.000
Dibayar untuk biaya pengobatan staf yang sakit Rp 200.000
Dana kas kecil diisi kembali.

Catatlah Jurnal umum, dengan menggunakan Metode Impress


Tanggal

Keterangan

01/01/2015

[ Pembentukan dana Kas Kecil ]


Kas Kecil
Rp2.500.000
Kas

03/01/2015
08/01/2015
11/01/2015

14/12/2014

15/12/2014

Debit

Kredit

Rp2.500.000

[pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]


------------------------------------------------------------[Penurunan saldo' kas kecil dan dikembalikan ke akun kas]
Kas
Rp500.000
Kas
Rp500.000
Kecil
[ Pengisian kembali dana kas kecil ]
Perlengkapan Kantor
Rp300.000
Biaya
Rp320.000
Listrik
Biaya Air
Rp280.000
Biaya
Rp250.000
Iklan
Kas
Page 11 of 44

Rp1.150.000

[pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]


-------------------------------------------------------------

19/01/2015
21/01/2015
29/01/2015

[ pengisian dana kas kecil ]


B. Angkut
Rp240.000
Biaya Telepon
Rp360.000
B rupa
Rp200.000
rupa
Kas

30/01/2015

Rp800.000

Pedoman Penskoran
NOMOR SOAL
1

SKOR MAKSIMAL
15

20

25

25

25

Nilai siswa=

KRITERIA
Skor 15 : bila jawaban benar dan lengkap
Skor 10 : bila jawaban benar dan tidak lengkap
Skor 3 : bila jawaban salah
Skor 20 : bila jawaban benar dan lengkap
Skor 10 : bila jawaban benar dan tidak lengkap
Skor 5 : bila jawaban salah
Skor 25 : bila jawaban benar dan lengkap
Skor 10 : bila jawaban benar dan tidak lengkap
Skor 3 : bila jawaban salah
Skor 25 : bila jawaban benar dan lengkap
Skor 15 : bila jawaban benar dan tidak lengkap
Skor 5 : bila jawaban salah
Skor 25 : bila jawaban benar dan lengkap
Skor 15 : bila jawaban benar dan tidak lengkap
Skor 5 : bila jawaban salah

Skor yang diperoleh siswa


x 100
Skor maksimal

Page 12 of 44

Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan

Format Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok)


Nama kelompok :
1.....................................
2.....................................
3.....................................
No

Sikap/Aspek yang dinilai

Nilai

Penilaian kelompok
1.

Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik

Kerjasama kelompok (komunikasi)

Hasil tugas (relevansi dengan bahan)

Pembagian Job

Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


Nama Siswa :.........................................
No

Sikap/Aspek yang dinilai

1.

Berani mengemukakan pendapat

2.

Berani menjawab pertanyaan

3.

Inisiatif

4.

Ketelitian

5.

Jiwa kepemimpinan

6.

Bermain peran

Nilai

Jumlah Nilai Individu


Lembar Keaktifan Dalam Diskusi
No

Aspek yang dinilai

1.

Bertanya (cara)

2.

Menjawab pertanyaan

Page 13 of 44

Nilai

3.

Kesesuaian dengan topik kajian

4.

Cara menyampaikan pendapat

5.

Antusiasme mengikuti pembelajaran

Kriteria Penilaian
Kriteria Indikator

Nilai Kualitatif

80 - 100

Memuaskan

70 - 79

Baik

60 - 69

Cukup

45 - 59

Kurang cukup

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN (KI-4)


Page 14 of 44

Penilaian Proyek

Format penilaian keterampilan


PENILAIAN PROYEK
Mata Pelajaran : Akuntansi Keuangan
Nama Proyek

: Akuntansi Pembentukan dan Usaha Persekutuan

Nama Kelompok

: 1. .................. NO. ABS.


2. .................. NO. ABS.
3. .................. NO. ABS.
: XI Akuntansi

Kelas
NO
1

:
:
:
SKOR

ASPEK

PERENCANAAN : skor max 3


a. Persiapan
b. Rumusan Judul

PELAKSANAAN : skor max 7


a. Sistematika Penulisan
b. Kelengkapan isi
c. Keakuratan Sumber Data / Informasi
d. Kuantitas Sumber Data
e. Analisis Data
f.

Penarikan Kesimpulan

LAPORAN PROYEK : skor max 15


a. Performans
b. Presentasi / Penguasaan
TOTAL SKOR

Penilaian Proyek

Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot
Total

Perencanaan
.........
3
10
.........

Pelaksanaan
.........
7
30
........

Nilai produk siswa = nilai total yang diperoleh


Keterangan:

Page 15 of 44

Laporan Proyek
.........
15
70
........

Total
100
........

Bobot total wajib 100

Cara perhitungan:
skor perolehan
Nilai total = ( skor maksimal

x bobot)

Nilai ketuntasan kompetensi keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran


dinyatakan dalam bentuk angka rentang 1-100 dan deskripsi.

PROGRAM PERBAIKAN dan PENGAYAAN

Page 16 of 44

Sekolah

: SMK

Mata Pelajaran

: AKUNTANSI KEUANGAN

Materi Pelajaran

: Pembentukan dan Usaha Persekutuan

Kelas/Semester

: XI AKUNTANSI/ 1

Tahun Pelajaran

: 2015/ 2016

1. Program Perbaikan
1.1. Sasaran Perbaikan

: Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 60

1.2. Bentuk perbaikan

: Tes perbaikan

1.3. Jenis perbaikan

: Individual

1.4. Kompetensi Dasar/Materi Pokok

: Pembentukan dan Usaha Persekutuan

1.5. Proses Perbaikan

: Peserta didik diberikan kesempatan belajar


dibawah bimbingan teman dalam satu kelompok
tentang materi Pembentukan dan Usaha Persekutuan

2. Program Pengayaan
2.1. Sasaran Pengayaan

: Siswa yang memperoleh nilai di atas 60

2.2. Bentuk Pengayaan

: Pemberian materi tambahan

2.3. Jenis Pengayaan

: Individual

PELAKSANAAN PERBAIKAN/PENGAYAAN

Mata Pelajaran
Kompetensi Dasar/Materi Pokok

: Akuntansi Keuangam
: Pembentukan dan Usaha Persekutuan

Kelas

: XI Akuntansi

Semester

:1

Ulangan Harian ke

:1

Tanggal

PERBAIKAN
Nomor
urut

Absen

Nama Siswa

Nilai
Sebelum

Tanggal
Perbaikan

Page 17 of 44

Hasil
Perbaikan

Bentuk
Perbaikan

Keteranga
n

Perbaikan
1
2
3
4
.....

Dst....

PENGAYAAN
Nomor
Urut

Absen

Nama Siswa

Nilai
Sebelum
Pengayaan

Tanggal
Pengayaan

Hasil
Pengayaan

Bentuk
Pengayaan

Keterangan

1
2
3
4
.....

Dst...

Surabaya, 06 April 2016

Mengetahui,

Kepala SMK

Guru Mata Pelajaran

...........................................
NIP.

......................................
NIP.

Lampiran

PERBAIKAN
Page 18 of 44

MATERI: AKUNTANSI KAS KECIL SISTEM DANA TETAP


Nama

Kelas

No. Abs

Hari/Tanggal :

Jelaskan pengertian kas kecil!


Apakah gunanya suatu perusahaan membentuk dana kas kecil?
3. Jelaskan perbedaan pencatatan Kas Kecil dengan Sistem Imprest dan Sistem Fluktuasi!
4. Pada Tanggal 01 Oktober 2013, PT. Insan Cita membentuk dana kas kecil yang akan
digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran tunai yang jumlahnya tidak besar
dan bersifat rutin. Disepakati bahwa dana kas kecil yang dibentuk sebesar Rp.1.500.000
dengan menggunakan Sistem Dana Imprest yang akan di isi kembali setiap tanggal 15
dan 30 setiap bulannya.
1.
2.

Selama bulan Oktober 2013, transaksi PT. Insan Cita menggunakan kas kecil sebagai
berikut:
04/10/2013
Membeli materai dan perangko sebesar Rp.225.000
10/10/2013
Membayar beban perbaikan kendaraan sebesar Rp.600.000
12/10/2013
Membili bensi, solar, dan minyak sebesar Rp.275.000
17/10/2013
Membayar beban perbaikan gedung kantor sebesar Rp.850.000
25/10/2013
Membeli perlengkapan kantor sebesar Rp.450.000
5. Diminta: Buatlah Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut dengan sistem imperest!
PT Arimbi, Pamulang memiliki data transaksi kas kecil dalam bulan September 2003
sebagai berikut:
1 Sept 2003
2 Sept 2003
5 Sept 2003
6 Sept 2003
8 Sept 2003

Telah dibentuk dana kas kecil yang diambilkan dari dana kas besar
sejumlah Rp. 1.000.000,00 selama satu minggu.
Dibeli kertas dan tinta printer sebesar Rp. 425.000,00
Dibeli sejumlah perangko dan meterai seharga 250.000,00
Dibeli barang-barang untuk pembersih ruangan toko seharga
Rp.200.000,00
Pengisian kembali dana kaskecil sebesar Rp. 875.000,00

Berdasarkan data di atas, Anda diminta menyusun Pencatatan transaksi dana kas kecil
dengan sistem imprest.

JAWABAN
1. Kas Kecil adalah dana kas yang disediakan oleh perusahaan untuk menutup
pembayaran biaya-biaya yang besarnya relatif kecil, misalnya untuk pembelian
perangko, meterai, pengharum ruangan dan lain-lain.
Page 19 of 44

2.

3.

Pembentukan dana kas kecil dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dalam artian
untuk pembayaran biaya-biaya yang relatif kecil tidak perlu menggunakan cek dan
dari segi waktu dapat dilakukan lebih cepat.
Perbedaan pencatatan dana kas kecil antara sistem imprest dan sistem fluktuasi. Pada
sistem fluktuasi, setiap pengeluaran kas kecil selalu dicatat dalam jurnal, sedang pada
sistem imprest tidak diadakan pencatatan dalam jurnal tetapi cukup menyimpan bukti
pengeluaran kas kecil. Pencatatan ke dalam jurnal pada sistem imprest hanya
dilakukan pada saat pengisian kembali.

4.
PT. Insan Cita
Jurnal Kas Kecil Sistem Dana Tetap (Imprest)
Bulan Februari 2013

Tanggal
Keterangan
2013
01 Kas Kecil
Feb
Kas
15 Beban Materai dan Perangko
Beban Perbaikan Kendaraan
Beban Bahan Bakar
Kas
30 Beban Perbaikan Gedung
Perlengkapan Kantor
Kas

Debit
Rp.1.500.000

Kredit
Rp.1.500.000

Rp.225.000
Rp.600.000
Rp.275.000
Rp.1.100.000
Rp.850.000
Rp.450.000
Rp.1.300.00

5. Pencatatan dengan sistem imprest:


Sep. 1

Kas kecil

Rp. 1.000.000,00

Kas

Rp. 1.000.000,00

Sep. 2
Sep. 5

Tidak perlu ada pencatatan.

Sep. 6
Sep. 8

Perlengkapan Kantor

Rp. 675.000,00

Perlengkapan Toko

Rp. 200.000,00

Kas

Rp. 875.000,00

LATIHAN SOAL PENGAYAAN


MATERI: AKUNTANSI KAS KECIL SISTEM DANA TETAP
Nama
Kelas

:
:
Page 20 of 44

No. Abs
:
Hari/Tanggal :
1.
2.
3.
4.

Uraikan definisi kas kecil menurut pendapatmu!


Sebutkan karakteristik kas kecil!
Sebutkan tujuan adanya kas kecil!
Pada tanggal 1 Juli 2015 PT Matahari membentuk kas kecil yang diselenggarakan
dengan sistem Dana Tetap (Imperest System). Pengisian kembali dana kas kecil
dilakukan pada setiap akhir bulan. Pemeriksaan terhadap kas kecil pada tanggal 31 Juli
2015 menunjukkan informasi sebagai berikut:
Uang kertas dan logam
Rp 45.000
Pengeluaran-pengeluaran kecil:
Biaya telepon dan fax
Rp10.000
Biaya supplies kantor
Rp20.000
Biaya rumah tangga dan kantor
Rp25.000
Rp 55.000
Total
Rp100.000
Pada tanggal 31 Juli 2015 dana kas kecil jumlahnya ditambahkan menjadi Rp150.000
Berdasarkan data diatas, buatlah:
a. Jurnal untuk mencatat pembentukan dana kas kecil
b. Jurnal untuk mencatat pengisian kembali dana kas kecil
c. Jurnal untuk mencatat penambahan dana kas kecil

5. Semenjak tiga bulan yang lalu PT Pisang Emas membentuk dana kas kecil untuk
keperluan pengeluaran kas yang bersifat rutin dan jumlahnya relatif kecil. Dana kas kecil
diisi kembali pada setiap akhir bulannya. Berikut ini keterangan yang berhubungan
dengan penggunaan dana kas kecil:
Bulan Oktober 2015
Pada awal bulan dibentuk dana kas kecil sebesar Rp150.000. selama bulan ini telah
dikeluarkan dana kas kecil utnuk membiayai pengeluaran-pengeluaran seperti: biaya
listrik dan air minum Rp35.250; perangko dan materai Rp25.000; macam-macam biaya
administrasi Rp30.000
Bulan November 2015
Penggunaan dan kas kecil selama bulan ini adalah sebagai berikut: untuk biaya listrik
dan air minum Rp41.500; untuk biaya pengobatan karyawan Rp25.000; dan untuk
macam-macam biaya adminstrasi Rp27.500. pada akhir bulan dana kas kecil ini
ditambah jumlahnya menjadi Rp225.000.
Bulan Desember 2015
Penggunaan dana kas kecil selama bulan ini adalah untuk biaya listrik dan air minum
Rp65.625; biaya supplies kantor Rp31.925 dan biaya perjalanan dinas Rp105.000.

Page 21 of 44

Berdasarkan data diatas, buatlah jurnal kas kecil metode imperest yang meliputi jurnal
pembentukan, pemakaian, pengisian kembali, dan penambahan dan kas kecil.

JAWABAN
1. Kas kecil atau petty cash adalah uang tunai yang di sediakan untuk membayar
pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonimis bila dibayar
dengan cek. Pengelolaan kas kecil di serahkan kepada pemegang kas kecil yang
Page 22 of 44

2.

bertanggungjawab terhadap yang diambil dari dana kas kecil. Pengelola dana kas kecil
tidak berhak menerima pembayaran dari pihak luar atau dana yang di kelola hanya yang
di terima dari pemegang kas besar atau kas umum.
Karakteristik Kas Kecil
Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah
ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan
menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan (biasanya
antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )
Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari
Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan
petty cash box atau di dalam sebuah amplop.
Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).

3. Tujuan dibentuknya kas kecil, antara lain:


Untuk membayar pengeluaran yang jumlahnya kecil (biasanya sudah ditentukan batas
maksimum)
Untuk membayar pengeluaran yang sifatnya mendadak
Untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dibayarkan
dengan cek
Untuk membantu kelancaran kegiatan pimpinan
Untuk membantu administrasi kantor atau sekretaris dalam melaksanakan tugasnya yaitu
memberikan pelayanan yang optimal kepada kolega dan pelanggan
4.
a. Jurnal pembentukan dana kas kecil
Dana Kas Kecil
Rp100.000
Kas
b. Jurnal pengisian kembali dana kas kecil
Biaya Telepon dan Fax
Rp10.000
Biaya Supplies Kantor
Rp20.000
Biaya Rumah tangga dan Kantor
Rp25.000
Kas
c. Jurnal penambahan dana kas kecil
Dana kas kecil
Rp50.000
Kas
Keterangan:
Jumlah dana kas kecil sebelum ditambah
Jumlah dana kas kecil setelah ditambah
Tambahan dana

Rp100.000

Rp55.000
Rp50.000

Rp100.000
Rp150.000
Rp 50.000

5.
Oktober 2015
Jurnal pembentukan dana kas kecil
Dana kas kecil
Rp150.000
Kas
Jurnal pengisian kembali dana kas kecil
Page 23 of 44

Rp150.000

Biaya Listrik dan Air Minum Rp35.000


Perangko dan Materai
Rp25.000
Macam-macam Biaya Adm.
Rp30.000
Kas

Rp90.000

November 2015
Jurnal pengisian kembali dana kas kecil
Biaya Listrik dan Air Minum
Rp41.500
Biaya Pengobatan Karyawan
Rp25.000
Macam-macam Biaya Adm.
Rp25.700
Kas

Rp92.200

Jurnal penambahan dana kas kecil


Dana kas kecil
Rp75.000
Kas

Rp75.000

Desember 2015
Jurnal pengisian kembali dana kas kecil
Biaya Listrik dan Air Minum
Rp 65.625
Biaya Supplies Kantor
Rp 31.925
Biaya Perjalanan Dinas
Rp105.000
Kas

Rp202.550

Pedoman penskoran:
No
Skor Max
Penjelasan
1
10
Jawaban benar seluruhnya mendapat skor 10
Jawaban benar sebagian mendapat skor 7
Jawaban salah mendapat skor 3
2
15
Jawaban benar seluruhnya mendapat skor 15
Jawaban benar sebagian mendapat skor 10
Jawaban salah mendapat skor 5
3
25
Jawaban benar seluruhnya mendapat skor 25
Jawaban benar sebagian mendapat skor 18
Jawaban salah mendapat skor 5
4
25
Jawaban benar seluruhnya mendapat skor 25
Jawaban benar sebagian mendapat skor 18
Jawaban salah mendapat skor 5
5
25
Jawaban benar seluruhnya mendapat skor 25
Jawaban benar sebagian mendapat skor 18
Jawaban salah mendapat skor 5
Nilai =

skor perolehan
jumlah peroleh skor
X4
x
100
skor maksimal
20

Page 24 of 44

Lampiran

BAHAN AJAR
AKUNTANSI KAS KECIL SISTEM DANA TETAP
Materi Pokok:
1.
2.
3.
4.

Pengertian Kas Kecil


Fungsi Kas Kecil
Sistem Pencatatan Kas kecil
Pencatatan Kas Kecil dengan Sistem Dana Tetap
Page 25 of 44

Pembentukan Kas Kecil


Pembayaran dengan Kas Kecil
5. Pengisian Kembali Kas Kecil

AKUNTANSI KAS KECIL SISTEM DANA TETAP


Salah satu prinsip pokok dalam pengawasan terhadap pengeluaran kas ialah bahwa
semua pengeluaran kas hendaknya dilakukan dengan menggunakan cek. Namun demikian
terdapat pengecualian atas prinsip tersebut apabila pengeluaran kas dilakukan melalui kas
kecil. Sebagaimana diketahui, hampir semua perusahaan melakukan pengeluaran kas yang
jumlah rupiahnya rekatif kecil, seperti pengeluaran kas untuk biaya pos, telegram, pembelian
jenis-jenis perlengkapan tertentu, perjalanan dinas, dan sebagainya. Jika pengeluaran untuk
hal-hal tersebut dilakukan dengan cek, maka jumlah lembar cek yang dibuat untuk
pengeluaran-pengeluaran kecil semacam itu mahal, oleh karena itu, agar perusahaan tidak
perlu menarik cek untuk setiap pengeluaran kas yang jumlahnya kecil, maka perusahaan
perlu membentuk suatu kas kecil yang disediakan khusus untuk itu.
Untuk membentuk suatu kas kecil, perusahaan harus menaksir jumlah kas yang
diperlukan yntuk sutu jangka waktu tertentu, misalnya untuk keperluan seminggu atau
sebulan. Selanjutnya perusahaan mengeluarkan cek dan menguangkannya di bank untuk
mengisi dana kas kecil tersebut. Atas dasar pengeluaran cek ini dibuat jurnal sebagai berikut:
Kas Kecil

Rp.xxx

Kas

Rp.xxx

Dana kas kecil dikelola oleh seorang petugas yang disebut pemegang kas kecil. Pemegang
kas kecil inilah yang bertanggung jawab atas penyimpanan dan pemakaian kas kecil.
Pemegang kas kecil biasanya menyimpan kas dalam peti penyimpan uang yang
dilengkapi dengan kunci pengaman. Apabila kas kecil akan digunakan, maka sebelumnya
perlu dibuat dokumen yang disebut bukti pengeluaran kas kecil. Dokumen ini harus
ditandatangani oleh orang yang menerima kas kecil, dan disimpan oleh pemegang kas dalam
peti uang.

Dengan cara seperti ini, jumlah pemakaian kas menurut bukti pengembalian

kas ditambah dengan sisa kas yang ada dalam peti uang, harus sama dengan jumlah dana kas
kecil yang ditetapkan perusahaan. Setiap pemakaian kas kecil akan mengurangi jumlah uang
dan menambah jumlah bukti pengeluaran kas dalam peti uang. Apabila kas kecil hampir
habis, maka kas kecil harus segera diisi kembali. Untuk melakukan pengisian kembali,
pemegang kas kecil harus menunjukkan bukti-bukti pengambilan kas kecil dari periode
Page 26 of 44

sebelumnya kepada kasir perusahaan. Kasir akan membubuhkan cap Telah Dibayar pada
setiap bukti pengam-bilan kas kecil, agar bukti tersebut tidak dapat digunakan lagi.
Selanjutnya kasir menarik cek sebesar total pengeluaran kas kecil. Jika cek ini telah
diuangkan, maka jumlah uang dalam peti uang akan kembali seperti semula, dan siap
digunakan untuk pemakaian pada periode berikutnya.
Pada saat terjadi pemakaian kas kecil, perusahaan belum mencatat transaksi tersebut,
tetapi pemegang kas kecil menyimpan bukti pengeluarannya. Jika kas kecil diisi kembali dan
kaasir akan mengeluarkan cek untuk mengisinya, maka pada saat itu dibuat jurnal dengan
mendebet rekening-rekening biaya atau rekening lainnya dan mengkredit rekening Kas .
Pengoperasian kas kecil seperti dilukiskan di atas (yang biasa disebut imprest
system/sistem dana tetap) meliputi (1) pembentukan kas kecil, (2) melakukan pembayaran kas
kecil, dan (3) pengisian kembali kas kecil.
Fungsi fungsi Yang Terkait Dengan Kas Kecil
1. Fungsi kas: bertanggung jawab untuk mengisi cek, meminta otorisasi terhadap cek, dan
menyerahkan cek kepada pemegang dana kas kecil pada saat pembentukan dan pengisian
kembali dana kas kecil.
2. Fungsi akutansi :bertanggung jawab sebagai pencatatan pengeluaran kas kecil, transaksi
pembentukan dana kas kecil, pengisian kembali dana kas kecil dalam jurnal, pengeluaran
dana kas kecil dalam jurnal, pembuatana bukti kas keluar yang memberikan otorisasi
kepada fungsi kas.
3. Fungsi pemegang dana kas kecil : bertanggung jawab terhadap penyimpanan dana kas
kecil, pengeluaran dana kas kecil sesuai dengan otorisasi dari pejabat tertentu yang
ditunjuk, dan permintaan pengisian kembali dana kas kecil.
4. Fungsi yang memerlukanpembayarantunai : bertanggung jawab terhadap pemakaian
dana kas kecil serta mempertanggung jawabkan kepada pemegang dana kas kecil.
5. Fungsi pemeriksa intern : bertanggung jawab terhadap penghitungan dana kas kecil
secara periodik dan pencocokan hasil penghitungannya dengan catatan kas.
ProsedurPembentukan Dana Kas Kecil
1. Bagian utang: tugasnya adalah menerima surat keputusan mengenai pembentukan dana
kas kecil dari direktur keuangan, membuat BKK sebanyak 3 lembar, mencatat BKK
dalam register BKK, dsb.

Page 27 of 44

2. Bagian kasir: tugasnya adalah menerima bukti kas keluar lembar 1 dan 3 beserta
dokumen pendukungnya dari bagian utang, mengisi cek dengan sejumlah uang yang
tercantum dalam bukti kas keluar, membubuhkan cap lunas pada bukti kas keluar.
3. Pemegang dana kas kecil: tugasnya adalah menerima cek dan bukti kas keluar lembar 3
dari bagian kasir, menguangkan cek ke bank, menyimpan uang tunai yang diambil dari
bank, menyimpan bukti kas keluar kemudian diarsipkan.
4. Bagian akutansi: tugasnya adalah menerima bukti kas keluar lembar 1 beserta surat
keputusan tentang pembentukan dana kas kecil dari bagian utang, mencatat bukti kas
keluar dalam register cek, mengarsipkan bukti kas keluar beserta SK tentang
pembentukan dana kas kecil ke dalam arsip menurut nomor urut bukti kas keluar.
Prosedur Permintaan dan PertanggungjawabanPengeluaran Dana Kas Kecil
1. Berdasarkan metode dana tetap (imprest fund system): pemakai dana kas kecil dan
pemegang dana kas kecil.
2. Berdasarkan metode dana fluktuasi (fluctuating fund system): pemakai dana kas kecil,
pemegang dana kas kecil, bagian jurnal dan bagian kartu biaya.
Prosedur Pengisian Kembali Dana Kas Kecil
1.
2.
3.
4.
5.

Fungsi pemegang dana kas kecil


Fungsi bagian utang
Bagian kasir
Bagian jurnal
Bagian kartu biaya

Metode Pencatatan Dana Kas Kecil


Pencatatan dana kas kecil bisa dilakukan dengan menerapkan metode Dana Tetap
(Imprest Fund Method) atau metode Fluktuasi (Fluctuation Method).
a. Metode Dana Tetap
Menurut metode dana tetap, dana kas kecil ditetapkan dengan jumlah yang relative
tetap. Artinya, sepanjang jumlah dana yang telah ditetapkan dianggap cukup untuk
pengeluaran-pengeluaran kas kecil selama periode tertentu, jumlah dana kas kecil tidak
dinaikkan atau diturunkan. Ciri-ciri pengelolaan dana kas kecil dengan metode dana tetap
adalah sebagai berikut:
1) Pemegang dana kas kecil mengumpulkan bukti pengeluaran kas kecil yang diserahkan oleh
bagian-bagian pemakai dana beserta dokumen pendukungnya.
Page 28 of 44

2) Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan penarikan cek sebesar dana kas kecil
yang telah digunakan. Dana kas kecil yang tersedia akan kembali kepada jumlah yang
ditetapkan.
3) Bukti pengeluaran kas kecil dicatat dalam jurnal pengeluaran kas oleh bagian jurnal pada
saat penggantian dana dengan mendebet akun-akun beban yang terkait dengan dana yang
digunakan.
b. Metode Fluktuasi
Dalam penggunaan metode fluktuasi, dana kas kecil tidak diterapkan dalam jumlah
yang tetap sehingga penggantian dana kas kecil tidak perlu sama dengan jumlah dana yang
telah digunakan. Jumlah dana kas kecil akan berfluktuasi, disesuaikan dengan jumlah dana
yang diperlukan. Cirri-ciri pengelolaan dana kas kecil dengan metode fluktuasi adalah
sebagai berikut:
1) Pembentukan dana pengisian kembali dana kas kecil dicatat debet dalam akun Kas Kecil
2) Bukti pengeluaran kas kecil dicatat dalam buku jurnal kas kecil dengan mendebet akunakun yang terkait dengan penggunaan dana dan kredit akun Kas Kecil
3) Besarnya jumlah dana kas kecil yang disediakan berfluktuasi, disesuaikan dengan
perkembangan kegiatan bagian-bagian pemakai dana.
Pembentukan Kas Kecil
Hal yang paling penting dalam pembentukan kas kecil adalah penunjukan petugas sebagai
pemegang kas kecil. Selain itu perusahaan juga harus menetapkan jumlah dana kas kecil.
Biasanya jumlah dana kas kecil ditaksir dengan memperhitungkan kebutuhan dana untuk tiga
atau empat minggu. Jika jumlah dana telah ditetapkan, maka kasir perusahaan menarik cek
untuk diserahkan kepada pemegang kas kecil.
Sebagai contoh, misalkan pada tanggal 1 Maret PT ABC membentuk dana kas kecil sebesar
Rp. 100.000,00, maka jurnal yang harus dibuat untuk mencatat pembentukan dana kas kecil
ini adalah sebagai berikut:
Maret 1

Kas Kecil

Rp.100.000,00

Kas

Rp. 100.00,00

(Untuk mencatat pembentukan kas kecil)

Page 29 of 44

Cek kemudian diuangkan ke bank oleh pemegang kas kecil dan uangnya disimpan dalam
tempat penyimpanan terkunci. Selama perusahaan tidak mengubah jumlah dana kas kecil,
maka tidak ada jurnal lain yang berhubungan dengan rekening Kas Kecil.
Pembayaran Melalui Kas Kecil
Pemegang kas kecil mempunyai kewenangan untuk melakukan pengeluaran kas dengan
menggunakan uang yang terdapat dalam kas kecil sepanjang tidak bertentangan dengan
kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Biasanya manajemen membuat ketentuan
tentang jumlah batasan maksimum pengeluaran untuk tiap transaksi yang diijinkan dan
larangan-larangan tertentu, misalnya kas kecil tidak boleh digunakan untuk meberi pinjaman
kepada karyawan. Setiap pembayaran yang dilakukan melalui kas kecil harus didokumentasikan dengan menggunakan Bukti Pengeluaran Kas Kecil (atau Voucher Kas Kecil). Bukti
pengeluaran kas kecil harus ditandatangani oleh pemegang kas kecil maupun oleh orang yang
melakukan pengeluaran. Bila tersedia bukti pendukung lain seperti kwitansi penerimaan
pembayaran atau faktur, maka bukti-bukti pendukung tersebut harus dilampirkan pada bukti
pengeluaran kas kecil.
Bukti-bukti pengeluaran kas kecil harus disimpan pada tempat penyimpanan uang
sampai kas kecil diisi kembali. Oleh karena itu jumlah rupiah dari seluruh bukti pengeluaran
dan jumlah uang yang terdapat dalam kas kecil harus selalu sama dengan jumlah dana kas
kecil yang ditetapkan perusahaan (dalam contoh diatas Rp. 100.000,00). Dengan demikian
perusahaan setiap saat dapat mengawasi pengelolaan kas kecil. Biasanya akuntan intern
perusahaan melakukan pemeriksaan mendadak dengan cara mencari bukti-bukti pengeluaran
dengan jumlah dana kas kecil yang ditetapkan perusahaan. Pada saat terjadi pemakaian kas
kecil, perusahaan tidak membuat jurnal. Pengaruh tiap transaksi pemakaian kas kecil akan
dicatat pada waktu kas kecil diisi kembali.
Pengisian Kembali Kas Kecil
Apabila uang yang terdapat dalam dana kas kecil mencapai tingkat minimum, maka
dana harus diisi kembali. Permintaan pengisian kembali dilakukan oleh pemegang kas kecil.
Untuk itu pemegang kas kecil harus menyiapkan daftar pengeluaran (pemakaian) kas kecil.
Permintaan pengisian kembali kas kecil ditujukan kepada bendahara perusahaan yang akan
meneliti kebsahan pengeluaran kas kecil yang telah ditentukan. Apabila segala sesuatunya
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan, maka bendahara memberi tanda
persetujuan pada formulir permintaan pengisian kembali dan menarik cek sebesar jumlah kas

Page 30 of 44

kecil yang telah digunakan sehingga jumlah uang dalam dana kas kecil akan kembali pada
jumlah semula.
Sebagai ilustrasi, misalkan pada tanggal 15 Maret pemegang kas kecil mengajukan
permintaan kembali kas kecil sebesar Rp. 87.000,00 yang dilampiri dengan bukti-bukti
pengeluaran kas kecil berupa biaya pos Rp. 44.000,00, biaya angkut pembelian Rp.
18.000,00, perlengakapan kantor Rp. 20.000,00, dan macam-macam biaya lainnya Rp.
5.000,00. Jurnal yang harus dibuat untuk pengisian kembali kas kecil tersebut adalah sebagai
berikut:
Maret 15

Biaya Pos

Rp. 44.000,00

Biaya Angkut Pembelian

Rp. 18.000,00

Perlengkapan Kantor

Rp. 20.000,00

Macam-macam Biaya

Rp. 5.000,00

Kas

Rp. 87.000,00

(Untuk mengisi kembali dana kas kecil)


Dari jurnal pengisiankembali kas kecil diatas terlihat bahwa rekening Kas Kecil tidak
terpenga-ruh. Pengisian kembali akan mempengaruhi komposisi dana berupa penggantian
bukti-bukti pengeluaran dengan uang, tetapi tidak mempengaruhi saldo dana kas kecil.
Dalam pengisian kembali kas kecil, kadang-kadang terjadi kekurangan atau kelebihan
kas. Dengan menggunakan data dalam contoh diatas, uang yang seharusnya tersisa dalam peti
adalah Rp. 13.000,00 (Rp. 100.000,00 Rp. 87.000,00). Bila uang yang sesungguhnya ada
dalam peti hanya Rp. 12.000,00, maka pengisian kembali harus dilakukan sebesar Rp.
88.000,00 agar dana kembali menjadi Rp. 100.000,00. Untuk itu perlu disediakan rekening
khusus yang disebut rekening Selisih Kas (kadang-kadang disebut rekening Kekurangan dan
Kelebihan Kas).
Jika terjadi kekurangan kas, maka rekening Selisih Kas harus didebet. Sebaliknya bila
uang yang ada dalam peti berjumlah Rp. 14.000,00, maka pengisian kembali yang diperlukan
hanya Rp.86.000,00. Dalam hal demikian, rekening Selisih Kas hatus dikredit. Saldo debet
rekening Selisih Kas dilaporkan dalam laporan rugi-laba sebagai biaya lain-lain, sedangkan
saldo kredit rekening Selisih Kas dilaporkan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan
lain-lain.
Dana kas kecil harus diisi kembali setiap akhir tahun buku, tanpa memandang jumlah
kas yang masih tersisa. Pengisian kembali pada akhir tahun buku diperlukan agar semua

Page 31 of 44

pengeluaran yang terjadi sejak pengisian yang terakhir sampai akhir tahun buku dapat
dilaporkan dalam laporan keuangan.
Penerapan cara pengelolaan kas kecil seperti dilukiskan diatas memperkuat pengendalian intern karena (1) akuntan intern dapat melakukan pemeriksaan mendadak untuk menghitung kecocokkan kas yang sesungguhnya ada dengan yang seharusnya ada dalam kas kecil,
dan (2) bukti-bukti pengeluaran kas tidak mungkin dapat digunakkan kembali untuk meminta
penggantian kas, karena bukti telah dipertanggungjawabkan selalu diberi tanda Telah
Dibayar.
Pemeriksaaan Dana Kas Kecil
Dalam perusahaan yang banyak menggunakan dana kas kecil dalam melakukan
pembayarannya, mutasi dan kas kecil menjadi sering terjadi sehingga diperlukan pengawasan
yang memadai. Salah satu kegiatan pengawasan kas kecil adalah pemeriksaan terhadap dana
kas kecil, baik yang dilakukan secara rutin maupun secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan
terlebih dahulu.
Dalam hal dana kas kecil dikelola menurut metode Dana Tetap, besarnya dana yang
disediakan (dibentuk) harus sama dengan jumlah unsur-unsur sebagai berikut:
a. Uang tunai yang ada pada pemegang dana kas kecil.
b. Jumlah rupiah bukti-bukti pengeluaran kas kecil (BPKK) yang belum mendapat
penggantian.
c. Jumlah rupiah surat permintaas pengeluaran kas kecil (PPKK) yang bukti pengeluaran kas
kecilnya belum diterima oleh pemegang dana kas kecil.
Apabila pengelolaan dana kas kecil menggunakan metode fluktuasi, pemeriksaaan
dana kas kecil dapat dilakukan melalui pemeriksaan buku jurnal kas kecil, verifikasi
dokumen-dokumen mutasi dana kas kecil dan penghitungan fisik uang yang ada pada
pemegang dana kas kecil. Dalam penerapan metode fluktuasi, besarnya dama kas kecil yang
disediakan dalam suatu periode adalah sisa dana ditambah dengan jumlah rupiah pengisian
kembali kas kecil yang diterima pemegang dana kas kecil. Apabila tidak terjadi kekeliruan,
besarnya dana kas kecil yang disediakan harus sama dengan uang tunai ditambah jumlah
rupiah bukti pengeluaran kas kecil yang ada pada pemegang dana kas kecil.
Pencatatan Mutasi Dana Kas Kecil

Page 32 of 44

Seperti disebutkan di muka, ada dua metode pengelolaan dana kas kecil yaitu metode
Dana Tetap (Imprest Fund Method) dan Metode Fluktuasi (Fluctuation Method). Berikut ini
pencatatan dana kas kecil menurut metode Dana Tetap dan metode Fluktuasi.
1. Pencatatan mutasi kas kecil metode dana tetap
Dalam penerapan metode dana tetap, akun Kas Kecil hanya berfungsi sebagai tempat
mencatat jumlah rupiah dana tetap yang ditetapkan saat pembentukan dana kas kecil.
Penggunaan dana kas kecil tidak dicatat dalam akun Kas Kecil sehingga dalam buku besar
akun Kas Kecil selama periode akan menunjukkan saldo yang tetap. Kecuali apabila ada
penambahan atau pengurangan terhadap jumlah dana yang telah ditetapkan semula.
Pencatatan transaksi mutasi dana kas kecil yang dilakukan oleh bagian jurnal meliputi
pencatatan transaksi pembentukan dana kas kecil dan pencatatan transaksi pengisian kembali
dana kas kecil.
a. Pencatatan transaksi pembentukan dana kas kecil
Bukti pengeluaran kas untuk pembentukan dan kas kecil oleh bagian jurnal dicatat
dalam buku jurnal pengeluaran kas dengan mendebet akun Kas Kecil dan kredit akun Kas
sebesar dana kas kecil yang ditetapkan berdasarkan keputusan kepala bagian keuangan.
Sebagai ilustrasi, PT Sinar pada tanggal 2 Januari 2004 membentuk dana kas kecil dengan
jumlah tetap sebesar Rp 5.000.000,00. Untuk kepentingan itu dikeluarkan cek No. C.0032451
sebesar Rp 5.000.000,00 dengan bukti pengeluaran kas No. 40101. Bagian jurnal mencatat
transaksi tersebut dalam buku jurnal pengeluaran kas sebagai berikut:
JURNAL PENGELUARAN KAS
Tgl
Jan 2

Nomor
BKK
40101

Keterangan
Dana kas kecil

No. Cek
C.032451

Akun
Kas Kecil

DEBET
Lain-Lain
No.
JUMLAH
1102
5.000.000

KREDIT
Kas
5.000.000

Pemindahbukuan data buku jurnal pengeluaran kas seperti diatas, akun Kas Kecil didebet
sebesar Rp 5.000.000,00. Jumlah tersebut tidak akan berubah sampai dengan ada keputusan
kepala bagian keuangan untuk mengubah jumlah dana tetap kas kecil.
b. Pencatatan transaksi pengisian kembali dana kas kecil
Dalam penerapan metode dana tetap, kas kecil diisi kembali sebesar dana kas kecil
yang telah digunakan sehingga dokumen transaksi pengisian kembali dana kas kecil terdiri
atas bukti pengeluaran kas (BKK) dan surat Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil (PP3K)
yang dilampiri bukti pengeluaran kas kecil dan dokumen pendukungnya. (lihat contoh PP3K
dimuka).
Page 33 of 44

Sebagai ilustrasi, pada tanggal 14 Januari 2004 bagian jurnal menerima bukti
pengeluaran kas (BKK) No.40108 dengan nomor cek C.0032458, dilampiri permintaan
pengisian dana kas kecil yang memuat data rekapitulasi Bukti Pengeluaran Kas Kecil
(BPKK) sebagai berikut:
No. Akun 5102, Biaya Angkut Pembelian

Rp

850.000,00

No. Akun 5200, Beban Penjualan

Rp 1.680.000,00

No. Akun 5300, Beban Administrasi dan Umum

Rp 1.270.000,00

Jumlah Dana Kas Kecil yang telah digunakan

Rp 3.800.000,00

Catatan data bukti Pengeluaran Kas (BKK) No.40108 diatas dalam jurnal pengeluaran kas
alan tampak seperti dibawah ini.
JURNAL PENGELUARAN KAS
Tgl

No.
BKK

Keterangan

No. Cek

Jan 14

40108

Pengisian Kas Kecil

C.032458

Biaya Angkut
Pembelian
850.000

DEBET
Beban
Penjualan
1.680.000

KREDIT
Beban Adm.
Umum
1.270.000

Buku jurnal pengeluaran kas diatas hanya menunjukkan sebagai kolom-kolom akun yang
digunakan. Tampak bahwa transaksi pengisian kembali dana kas kecil tidak dicatat kredit
pada akun Kas Kecil. Pengeluaran kas umum untuk penggantian dana kas kecil dicatat
seolah-olah bagian kas umum mengeluarkan kas untuk pembayaran beban-beban.
Perhatikan akun-akun yang di debet dalam jurnal pengeluaran kas diatas! Akun beban
penjualan digunakan sebagai tempat menampung semua jenis beban penjualan seperti beban
iklan, beban pengiriman barang dan perlengkapan toko. Dalam hal demikian, perusahaan
harus menyediakan Kartu Beban yang berfungsi sebagai buku pembantu untuk rincian beban.
Demikian pula untuk akun Beban administrasi dan umum.
Dalam penerapan metode Dana Tetap memungkinkan pada akhir suatu periode
diperlukan jurnal penyesuaian terhadap saldo akun Kas Kecil, yaitu apabila pada akhir
periode terdapat buku pengeluaran kas kecil yang belum mendapat penggantian. Dalam hal
demikian saldo fisik dana kas kecil yang ada pada pemegang dana kas kecil tidak sama
dengan saldo akun Kas Kecil dalam buku besar. Oleh karena itu untuk kepentingan
penyusunan neraca diperlukan penyesuaian.
Sebagai contoh, misalnya suatu perusahaan menyediakan dana kas kecil dalam jumlah tetap
sebesar Rp 2.500.000,00. Pada tanggal 31 Desember 2004, dalam kas terdapat:
Uang Tunai

Rp 2.200.000,00
Page 34 of 44

Kas
3.800.000

Bukti pengeluaran Kas Kecil No. 1205 untuk akun Beban


Administrasi Umum

Rp

Jumlah

300.000,00

Rp 2.500.000,00

Informasi diatas menunjukkan bahwa pada tanggal 31 Desember 2004: saldo akun Kas Kecil
debet Rp 2.500.000,00, sementara saldo fisik dana kas kecil sebesar Rp 2.200.000,00.
Disamping itu terdapat beban administrasi umum sebesar Rp 300.000,00 yang belum dicatat.
Oleh karena itu jurnal penyesuaian yang diperlukan sebagai berikut:
Des 31

Beban Administrasi

Rp 300.000,00

Kas Kecil

Rp 300.000,00

Setelah pos penyesuaian diatas dipindahbukukan ke dalam buku besar, akun Kas Kecil akan
tampak sebagai berikut:
Akun: Kas Kecil
Tanggal
Jan. 1
Des. 31

Keterangan
Dana Tetap
Penyesuaian

Ref.

Debet

Kredit

300.000

SALDO
Debet
Kredit
2.500.000
2.200.000
-

Pada awal periode berikutnya dalso akun Kas Kecil menjadi debet Rp 2.200.000,00.
Sementara dana kas kecil yang ditetapkan sebesar Rp 2.500.000,00. Oleh karena itu, agar
saldo akun Kas Kecil kembali pada jumlah Rp 2.500.000,00 dan beban pemeliharaan kantor
tidak dicatat dua kali, pada awal tahun 2005 harus dibuat jurnal pembalik (reversing entries)
sebagai berikut:
Jan. 2

Kas Kecil

Rp 300.000,00

Beban Administrasi Umum

Rp.300.000,00

Dengan pos jurnal pembalik diatas, akun Kas Kecil kembali menunjukkan saldo debet
sebesar Rp 2.500.000,00. Sementara akun Beban administrasi umum menunjukkan saldo
kredit sebesar Rp 300.000,00 sehingga pada saat bukti pengeluaran kas kecil yang
bersangkutan mendapat penggantian akun Beban administrasi umum didebet dengan Rp
300.000,00, tetapi jumlah tersebut tidak menjadi beban tahun 2005 karena akun yang
bersangkutan sudah lebih dahulu dikredit dengan jurnal pembalik.
LATIHAN SOAL
Pilihlah jawaban dibawah ini dengan tanda silang () untuk jawaban yang paling tepat
dan benar!
Page 35 of 44

1. Aktiva di bawah ini yang tidak termasuk dalam kas adalah


a. Cek mundur dari pelanggan
b. Uang dalam bentuk mata uang asing
c. Cek dari pelanggan yang siap dicairkan
d. Kas kecil
e. Simpanan Giro di bank
2. Pernyataan berikut ini sesuai dengan dana kas kecil
a. Digunakan untuk membayar jumlah yang relatif kecil
b. Dibentuk dengan mengestimasi jumlah kas yang perlukan untuk pengeluaran yang
relatif kecil sekama periode tertentu
c. Diisi kembali bila jumlah uang dalam dana tersebut telah menurun ke jumlah
minimum.
d. Merupakan keharusan bagi semua perusahaan
e. a, b, dan c benar
3. Dalam pembentukan dana kas kecil, besarnya jumlah dan sistem pencatatannya
ditentukan oleh
a. Bagian keuangan
b. Bagian akuntansi
c. Manajer keuangan
d. Bagian produksi
e. Kasir
4. Fungsi pemegang kas kecil sebaiknya dipisah dengan fungsi kas besar hal ini bertujuan
a. Pemisahan fungsi menjadikan karyawan mendapatkan tugas yang jelas
b. Menjamin keamanan dan akuntabilitas pengelolaan kas kecil
c. Agar fungsi kas besar dapat bekerja dengan maksimal
d. Pengawasan penggunaan check lebih mudah dilakukan
e. Semuanya benar
5. Dokumen yang berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas dari fungsi akuntansi kepada
fungsi kas besar yang tercantum dalam dokumen tersebut disebut
a. Check
b. Permintaan pengeluaran kas kecil
c. Kuitansi
d. Nota
e. Bukti kas keluar
6. Pihak yang berwenang untuk mengotorisasi bukti kas keluar adalah
a. Dewan direksi
b. Direktur utama
c. Manajer keuangan
d. Kepala bagian produksi
e. Kasir kas besar
7. Dokumen yang merupakan bukti pengeluaran bagi pemegang dana kas kecil adalah
a. Bukti kas keluar
b. Nota tunai
c. Permintaan pengeluaran kas kecil.
Page 36 of 44

d. Bukti pengeluaran kas kecil


e. Permintaan pengisian kembali kas kecil
8.

(1) Mengisi Cek


(2) pencatatan pengisian kembali dana kas kecil
(3) Meminta otorisasi atas cek
(4) Mengumpulkan bukti transaksi
(5) menyerahkan cek kepada pemegang kas kecil
Yang merupakan tugas dari fungsi kas ditunjukkan oleh nomor
a.
b.
c.
d.
e.

1,2, dan 3
2, 4, dan 5
1, 4, dan 5
3, 4, dan 5
1, 3, dan 5.

9. Yang bertanggungjawab dalam pencatatan pengisian kembali dana kas kecil dalam jurnal
pengeluaran kas adalah
a. Fungsi kas
b. Fungsi pemegang dana kas kecil
c. Fungsi akuntansi.
d. Fungsi yang memerlukan pembayaran tunai
e. Fungsi pemeriksa intern
10. Setelah beberapa minggu dari pembentukan kas kecil, saldo kas kecil semakin menipis,
maka fungsi pemegang kas kecil akan mengajukan permintaan pengisian kembali dana
kas kecil kepada
a. Bagian akuntansi
b. Fungsi pemeriksa intern
c. Bagian produksi
d. Fungsi kas
e. Manajer keuangan
11. Yang termasuk unsur-unsur dalam hal dana kas kecil dikelola menurut metode Dana Tetap
a. Bendahara Kas Kecil
b. Uang tunai yang ada pada pemegang dana kas kecil.
c. BPKK
d. PPKK
e. B, C, dan D benar
12. Menurut metode dana tetap, dana kas kecil ditetapkan dengan jumlah yang relative tetap.
Artinya?
a. Besarnya penggantian sebesar pengeluaran yang telah dilakukan sehingga saldo kas
kecil selalu tetap seperti semula.
b. Sepanjang jumlah dana yang telah ditetapkan dianggap cukup untuk pengeluaranpengeluaran kas kecil selama periode tertentu
Page 37 of 44

c. Dana yang tetap dan tidak pernah berubah


d. Dana kas kecil yang dapat diisi kembali
e. A dan B benar
13. Ciri-ciri pengelolaan dana kas kecil dengan metode dana tetap adalah...
a. Pemegang dana kas kecil mengumpulkan bukti pengeluaran kas kecil yang diserahkan
oleh bagian-bagian pemakai dana beserta dokumen pendukungnya
b. Pemegang kas kecil meyerahkan bukti transaksi keluar kepada pembeli
c. Pemegang kas kecil memposting jurnal kas kacil
d. Kas kecil disimpan oleh Bendahara umum
e. Semua salah
14. Pada tanggal 1 Januari 2007 PT LESTARI membentuk dana kas kecil.Berikut ini adalah
transaksi yang berhubungan dengan dengan pembentukan kas kecil:
1 Jan
Pembentukan kas kecil dengan cek no. 2109 Rp.200.000,00
2 Jan
Di bayar konsumsi rapat Rp.109.000,00 dan iklan di harian KR Rp.55.000,00
3 Jan
Dibayar biaya telepon Rp.35.000,00
5 Jan
Kas kecil di isi kembali
Jika PT LESTARI menggunakan system imprest, maka jurnal untuk pengisian kembali
kas kecil pada tanggal 5 Januari 2007 adalah
a. Biaya Konsumsi rapat (D) Rp.109.000,00
Biaya Iklan (D) Rp. 55.000,00
Biaya telepon (D) Rp. 35.000,00
Kas (K) Rp.199.000
b. Biaya Konsumsi rapat (D) Rp.109.000,00
Biaya Iklan (D) Rp. 55.000,00
Biaya telepon (D) Rp. 35.000,00
Kas Kecil (K) Rp.199.000
c. Biaya Konsumsi rapat (D) Rp.109.000,00
Biaya Iklan (D) Rp. 55.000,00
Biaya telepon (D) Rp. 35.000,00
Selisih Kas (D) Rp. 1.000,00
Kas (K) Rp.200.000
d. Kas Kecil (D) Rp.200.000,00
Kas (K) Rp.200.000,00
e. Kas (D) Rp.200.000,00
Kas (K) Kecil Rp.200.000,00
15. Berdasarkan soal diatas, jika PT LESTARI menggunakan sistem imprest maka jurnal
untuk mencatat transaksi pada tanggal 3 Januari 2007 adalah

Page 38 of 44

a. Biaya telepon (D) Rp.35.000,00


Kas (K) Rp.35.000,00
b. Biaya telepon (D) Rp.35.000,00
Kas Kecil (K) Rp.35.000,00
c. Tidak dijurnal
d. Kas Kecil (D) Rp.35.000,00
Kas (K) Rp.35.000,00
e. Kas Kecil (D) Rp.35.000,00
Biaya telepon (K) Rp.35.000,00
URAIAN
1.
2.
3.
4.

Sebutkan fungsi-fungsi yang terkait dengan prosedur pengisian kembali dana kas kecil?
Apa yang dimaksud dengan permintaan kembali kas kecil?
Apa tugas dari pemegang dana kas kecil?
PT. TANJUNG MEKAR mulai 1 April 2002 membentuk kas kecil dengan menggunakan
metode dana tetap (imprest method). Pengisian kembali kas kecil setiap seminggu sekali
pada awal bulan. Pada tanggal 1 April di bentuk kas kecil Rp 350.000. uang tersebut di
serahkan kepada kasir kas kecil.
Selama seminggu pertam selam bulan april kas kecil telah mengeluarkan uang dengan
rincian sebagai berikut:
Pembayaran perlengkapan
Rp 70.000
Pembayaran telepon
Rp 60.000
Pembayaran rekening listrik
Rp 80.000
Pembelian perlengkapan
Rp 50.000
Pembayaran beban lain-lain
Rp 40.000 +
Jumlah
Rp.300.000

Diketahui: Saldo Rp 2.500.000


Diminta:
Buatlah jurnal kas kecil metode dana tetap (Imprest Method) dan posting ke buku besar!
5. PT. ANUGRAH mulai 1 Maret membentuk kas kecil. Pengisian kas kecil dilakukan
setiap akhir bulan. Pada tanggal 1 Maret dibentuk kas kecil Rp. 300.000. Uang tersebut
diserahkan kepada kasir kas kecil. Selama bulan Maret kasir kas telah mengeluarkan
uang dengan rincian berikut:
6 Maret
Pembelian perlengkapan
Rp. 35.000
8 Maret
Pembayaran Rekening Listrik
Rp. 60.000
9 Maret
Pembayaran Rekening Air
Rp. 50.000
12 Maret
Pembayaran rekening telepon
Rp. 50.000
20 Maret
Pembelian perlengkapan
Rp. 30.000_
Rp. 225.000
Selesaikan dengan metode dana tetap (imprest method)!

Page 39 of 44

6. UD Aprilya mencatat pengeluaran dana kas kecil dengan metode imperest selama bulan
Desember 2011 mempunyai transaksi sebagai berikut :
2 Des
Pemberitahuan dana kas kecil Rp 600.000,6 Des
Dibeli perlengkapan kantor Rp 40.000,9 Des
Dibayar iklan mini Rp 80.000,11 Des Dibayar beban pemeliharaan kantor Rp 50.000,14 Des Dibeli perlengkapan kantor Rp 70.000,16 Des Dibayar ekening listrik Rp260.000,20 Des Diadakan pengisian kembali
Diminta : buatlah pencatatan jurnal metode imperest!

JAWABAN
Pilihan Ganda
1. D
2. A
3. E
4. E
5. E

6. E
7. D
8. E
9. C
10. A

11. E
12. B
13. A
14. A
15. B

Uraian
1. Fungsi pemegang dana kas kecil
a. Fungsi bagian utang
b. Bagian kasa/kasir
c. Bagian jurnal
d. Bagian kartu biaya
Page 40 of 44

2. Permintaan kembali dana kas kecil merupakan dokumen yang dibuat oleh pemegang
dana kas kecil untuk meminta kepada bagian utang agar dibuatkan bukti kas keluar guna
pengisian kembali dana kas kecil.
3. Tugas pemegang kas kecil :
Pemegang dana kas kecil membuat permintaan pengisian kembali kas kecil (PP3K)
Menyerahkan PP3K lembar 1 dan 2, BPKK dan dokumen pendukung kepada
bagian utang
Menerima bukti kas keluar (BKK) lembar 3 dan cek bagian utang
Menguangkan cek ke bank
Menyimpan uang tunai
Mengarsipkan BKK lembar ke 3
4. Metode Dana Tetap (Imprest Method)
Pada tanggal 1 April di bentuk kas kecil Rp 350.000, di buat dalam bentuk jurnal.
Jurnal Pembentukan Kas Kecil
Tanggal
April 1

Nama. Perkiraan
Kas kecil
Kas

Debet
350.000
-

Kredit
350.000

Selam seminggu pertama dalam bulan April kasir kas kecil telah mengeluarkan uang
dengan perincian sebagai berikut :
3 April membeli perlengkapan

Rp 70.000

4 April membayar rekening telepon

Rp 60.000

5 April membayar rekening listrik

Rp 80.000

6 April membeli perlengkapan Rp 50.000


7 April membayar bensin
Jumlah

Rp 40.000 +
Rp.300.000

Transaksi di atas oleh kasir kas kecil akan di catat dalam buku kas kecil sbb:
Buku Kas Kecil
Tang
Keterangan
Debe
Kre
Saldo
gal
t
dit
April
Pembentukan
350.0
350.0
1
kas kecil
00
00
April
Perlengkapan
70.0
280.0
3
00
00
April
Rekening
60.0
220.0
4
telepon
00
00
April
Rekening
80.0
140.0
5
listrik
00
00
April
Perlengkapan
50.0
90.0
6
00
00
Page 41 of 44

April
7

Bensin

40.0
00

50.0
00

Pada tanggal 10 April 2002 kas kecil di isi kembali , rinciannya sbb:
Jurnal Pengisian Kembali Kas
Tang
Nama
Debe
Kredi
gal
Perkiraan
t
t
April 10
Perlengkapan
120.0
00
Beban telepon
60.00
0
Beban listrik
80.00
0
Beban bensin
40.00
0
Kas
300.0
00

Dari jurnal di atas, kas kecil tidak mengalami perubahan, saldo kas kecil tetap Rp.
350.000 dan di posting kedalam buku besar kas kecil.

Buku Besar Kas Kecil


Tangga
l
April 1

Keterangan

Debet

Pembentukan kas
kecil

350.00
0

Kredit

Saldo

350.00
0

Buku Besar Kas


Tanggal
April 1

Keterangan
Saldo

Debet

Saldo
2.500.00
0
April 1
Kas kecil
350.00
2.150.00
0
0
April 10
Perlengkapan
120.00
2.030.00
0
0
Beban telepon
60.000
1.970.00
0
Beban listrik
80.000
1.890.00
0
Beban bensin
40.000
1.850.00
0
Jadi saldo kas kecil pada tanggal 31 April adalah sebesar Rp 1.850.000
Page 42 of 44

Kredit

5. Penyelesaian dengan metode dana tetap (imprest method)


Pada tanggal 1 Maret membentuk kas kecil Rp. 300.000 jurnal untuk mencatat
pembentukan kas kecil sebagai berikut:
Tanggal
Maret
31

Nama
Perkiraan
Kas kecil
Kas

Debet
(Rp.)
Rp. 300.000

Kredit
(Rp.)
Rp. 300.000

JURNAL
Pada saat kasir kas kecil mengeluarkan uang, pengeluaran kas kecil tidak dibuat jurnal
sehingga tidak mengubah jumlah kas kecil. Setiap pengeluaran kas kecil harus dicatat dalam
bukti pengeluaran kas kecil dan buku kas kecil.
Selama bulan Maret 2004 kasir kas kecil telah mengeluarkan uang dengan perincian
seperti di atas dan transaksi tersebut oleh kasir kas kecil akan dicatat dalam buku kas
kecil sebagai berikut.
BUKU KAS KECIL
Tanggal
Mar 01
Mar 06
Mar 08
Mar 09
Mar 12
Mar 20

Keterangan
Pembentukan kas kecil
Pembelian perlengkapan
Pembayaran rekening listrik
Pembayaran rekening air
Pembayaran rekening telepon
Pembelian perlengkapan

Debet
(Rp.)
300.000
-

Kredit
(Rp.)
35.000
60.000
50.000
50.000
30.000

Saldo
(Rp.)
300.000
265.000
205.000
155.000
105.000
75.000

Pada tanggal 23 Maret 2004 kas kecil di isi kembali, jurnalnya sebagai berikut :
Tanggal

Nama
Debet
Kredit
Perkiraan
(Rp.)
(Rp.)
Maret 23
Perlengkapan
50.000
Beban listrik
60.000
Beban air
50.000
Beban telepon
50.000
Kas
210.000
Dari jurnal di atas, kas kecil tidak mengalami perubahan, dengan demikian setelah
diadakan pengisian kembali, saldo kas kecil tetap sebesar RP. 300.000 seperti semula)
Jika di posting ke buku besar kas kecil dan buku kas sebagai berikut :
KAS KECIL
Tanggal

Keterangan

Maret 1

Pembentukan kas kecil

Debet
(Rp.)
300.000

Page 43 of 44

Kredit
(Rp.)
-

Saldo
(Rp.)
300.000

KAS
Tanggal

Keterangan

Maret 1
Maret 1
Maret
20

Saldo
Kas kecil
Perlengkapan
Beban listrik
Beban air
Beban Telepon

Debet
(Rp.)
-

Kredit
(Rp.)
300.000
50.000
60.000
50.000
50.000

6.
UD Aprilya
Tgl
Des 2
6
9
1
1
1
4
1
6
2
0

Keterangan
Kas kecil
Kas
Tidak dijurnal
-

D
Rp 600.000,-

K
Rp 600.000,-

Rp 110.000,Rp 80.000,Rp 50.000,Rp 260.000,-

Rp 500.000,-

Biaya perlengkapan
Biaya iklan
Biaya pemeliharaan
Biaya listrik
Kas

Page 44 of 44

Saldo
(Rp.)
2.000.000
1.700.000
1.650.000
1.590.000
1.540.000
1.490.000